Senin, 09 Juli 2012

JUSTRU MITOS DAN TAHAYUL SUMBER BENCANA DI INDONESIA




Sekali lagi gunung Merapi menunjukan taringnya, mengeluarkan awan panas ( wedus gembel ) pada Jumat dini hari pukul 00.30. Korban awan panas pun bergelimpangan, bahkan mereka yang sedang mati-matian mengungsi. Umumnya korban baik yang tewas maupun terluka disebabkan ketidak tahuan bahwa zona berbahaya erupsi merapi bertambah menjadi 20 Km, mereka masih menganggap desanya aman dari awan panas, sehingga mereka enggan mengungsi. Ketidaktahuan ini jelas karena kurangnya sosialisasi secara massif dari pemerintah.

MUNCULNYA MITOS-MITOS SEPUTAR GUNUNG MERAPI
Akhir-akhir ini muncul beberapa mitos yang memang oleh stasiun televisi, dibesar-besarkan, seperti pada tayangan Silet di RCTI, bagaimana program acara ini mengupas secara berlebihan ( lebay ) tentang mitos seputar Merapi, tak kalah pentingnya beberapa orang tidak penting dan tidak bermutu mengungkapkan bahwa Gunung Merapi dijaga 10 Roh penunggu, seperti Mbah Patrick eh Petruk, Eyang Sapu Jagat, Eyang Sapu Lidi, Eyang Sapu Ijuk, Eyang Sapu WC, dan sapu-sapu lainnya, mungkin roh ikan sapu-sapu juga jadi penunggu kali yah.

Disebutkan juga bahwa ada beberapa hutan angker di gunung Merapi seperti Hutan Gamelan yang katanya kalau malam terdengar suara gamelan ( mungkin besok ada hutan Justin Beiber, yang kalau malam terdengar suara nyanyian Justin Beiber...waah keren ), Hutang Bingungan ( Hutan yang komposisi pohonnya menyesatkan ), Pasar Bubar ( suara rame seperti Mal eh Pasar di malam hari tetapi tidak ada apa-apa ).

hutan Justin Beiber di Gunung Merapi ( Konon )

Tidak kalah juga juga si penyiar yang memakai baju gak jadi ( mungkin mungut di tempat sampah kali ya ), menggunakan tekanan dalam setiap kalimatnya, seperti sedang menyiarkan gosip, “pemirsa, konon mbah Petruk penunggu Gunung Merapi terlibat skandal Video mesum Ariel dan Cut Tari “. Ya seperti itulah kiranya.

gak ada ramalan yang benar, yang ada hanya mengutak atik fakta dengan ramalan, sehingga ramalan kelihatan nyata, termasuk ulah dari orang ini

PERCAYA KEPADA HAL-HAL GAIB TIDAK SAMA DENGAN PERCAYA DENGAN MITOS DAN TAHAYUL
Memang Jin, Malaikat ada di sekitar kita. Menurut beberapa ulama mengatakan bahwa Jin-jin jahat memang tinggal di tempat-tempat sepi, angker seperti kuburan, hutan, puncak gunung, laut dan rumah kosong, yang membuat tempat itu menjadi “angker”.

Namun sikap kita adalah satu, yaitu segala hal yang sifatnya itu aneh,nganeh-nganehi, seperti ada hutan gamelan, Mbah Petruk dan cerita bohong lainnya itu adalah ulah dari Jin yang memang sedang mengganggu manusia, dan diperkuat oleh ulah manusia-manusia yang tidak punya iman yang bercerita gak jelas, sehingga manusia tersesat pada mitos, dan percaya pada tahayul yang menjurus pada kemusyrikan yang dosanya tidak diampuni Allah SWT. Coba pikir masa untuk mencegah bencana kita harus lebih menghormati tokoh-tokoh fiktif seperti mereka.

Petruk / Cepot, hanya tokoh fiktif pewayangan

MITOS DAN TAHAYUL SUMBER BENCANA
Coba pikir, untuk apa Islam diturunkan ke dunia, untuk apa Nabi Muhammad SAW diutus ke seluruh umat Manusia ???.

Jawabnya untuk menghambakan manusia kepada Allah SWT, agar seluruh manusia beribadah hanya kepada Allah SWT, tidak mempersekutukan-Nya dan menyembah selain Dia.

Namun berbeda dengan Mitos dan Tahayul, dalam hal ini benar-benar manusia justru mempersekutukan Allah SWT, dikatakan Gunung Merapi meletus karena Mbah Petruk sang penunggu marah, bahkan ada majalah yang gak mutu juga menyebutkan bahwa Mbah Petruk tidak akan berhenti sebelum menghancurkan Kraton Jogjakarta. 

Berarti mbah petruk ini adalah teroris yang selama ini menjadi incaran densus 88.

Inilah sumber bencananya, karena Manusia mempersekutukan Allah SWT.

DEMOKRASI JUGA MITOS DAN TAHAYUL
Demokrasi yang digadang-gadang sebagai sistem terbaik pun hanya mitos, kenapa ?? karena jelas, tidak mungkin suatu kedaulatan diserahkan ke rakyat banyak, yang punya banyak kepentingan, punya beragam pikiran, dan tidak semua rakyat itu juga cerdas. Hasilnya ya terjadi kompromi dalam hal menentukan kebenaran, yang satu bilang Haram yang satu bilang Halal, Pornografi kalau menurut pak Ustad ya Haram tapi kalau menurut pelacur ya Halal, akhirnya jadilah tarik ulur kebenaran, dan kebenaran menjadi tidak pasti serta tercampur dengan kebathilan.

Demokrasi belum mati, tetapi harus Mati

Akibatnya bencana demi bencana pun terjadi, tidak hanya bencana alam, tapi bencana moral pun melanda, seks bebas dimana-mana, penyakit AIDS menyebar, Narkoba, Kriminalitas, karena kebenaran tidak ada standarnya.

SYARIAT ISLAM STANDAR DAN SUMBER KEBENARAN SEJATI
Sebagai umat Islam kita wajib menggunakan Syariat Islam sebagai penilai atas suatu fakta dan perbuatan, jika sesuai dengan Syariat maka perbuatan itu boleh, jika bertentangan maka Haram hukumnya, itu kaidah fikhnya.



Standar kebenaran Syariat Islam hanya akan terwujud jika kita membuang sistem yang batil ini ( Demokrasi, HAM dan Kapitalisme ) kemudian menegakkan sistem Khilafah yang sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW, yang akan menerapkan Syariat Islam secara kaffah.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template