Jumat, 28 September 2012

Masih Enggan Berjilbab?

JILBAB dan kerudung sepertinya menjadi musuh tersendiri untuk perempuan yang hidup di jaman yang katanya serba boleh.

Boleh karena siapa tidak jelas pemiliknya. Hanya ikut-ikutan saja itu sudah pasti.

Perempuan yang menolak menggunakan kerudung biasanya beranggapan bahwa kerudung itu dianggap kuno dan ketinggalan jaman.

Padahal pada jaman flinstone hidup pun mereka tidak menggunakan kerudung, apakah itu tidak lebih kuno?
Setelah dianggap kuno, kerudung juga dianggap tidak gaul. Kita ini ingin disebut anak gaul atau menaati perintah Allah.

Atau pemikiran seperti ini, kerudung itu hal kecil dan tidak perlu dipermasalahkan. Nah, masalah besar itu awalnya masalah kecil yang diremehkan dan terus ditumpuk hingga akhirnya bisa meledak.

Bisa jadi, yang penting hati kita baik itu sudah cukup. Tidak penting kerudung selebar apa, itu hanya masalah fisik semata. Tapi toh yang tidak berkerudung pun setiap minggu pergi ke salon, belum lagi make-up tebal menutupi. Bukankah itu fisik juga?

Terkadang perempuan berkerudung belum tentu baik, apalagi yang tidak memakai kerudung? Mereka beralasan dengan para perempuan yang memakai kerudung tapi masih bisa mencuri, sangat tidak logis karena yang tidak berkerudung pun banyak yang hobinya mencuri.

Sebelum memakai kerudung alangkah lebih baiknya kita memakaikan kerudung untuk hati supaya jadi baik hati. Yah! Ciri hati yang baik adalah memakai kerudung dan menutup aurat.

Timbul pertanyaan lagi, bagaimana jika memakai kerudung tapi masih maksiat? Nanti dosanya berlipat. Coba dipikirkan lagi, justru jika tidak memakai kerudung kemudian berbuat maksiat dosanya plus-plus malah.

Berkerudung membuat sulit berekspresi dan tidak bebas, kalau begitu lipstick, sanggul dan ke salon berarti membuat diri kita bebas begitu?

Kalau berkerudung nanti dibilang fanatik dan ekstrimis, padahal kita sudah fanatik dengan paham sekuler dan sangat ekstrim dalam membantah perintah Allah.

Takut tidak disukai kaum Adam karena berkerudung, susah laku dan menjadi perawan tua. Itukah masalahnya? Bukankah banyak juga yang berkerudung bahkan telah menikah? Tapi kalau calon suami tidak suka jika kita memakai kerudung. Berarti lelaki itu tidak layak untuk menjadi imam karena dia tidak taat kepada Allah di depanmu, siapa yang akan menjamin jika di belakang kita dia jujur?

Susah mencari pekerjaan, banyak bos yang tidak suka dengan dandanan ala arab seperti ini. Lalu akan memebantah perintah Allah demi pekerjaan, sebenarnya siapa yang memberi kita rezeki? Allah atau bos? Kita juga tidak diperbudak oleh budaya arab, ini sebuah simbol ketaatan kepada Allah karena bangsa arab tidak ada yang menggunakan jilbab atau kerudung.

Agama ini terlalu sempit, hanya melihat perempuan dari kerudung dan jilbab. Bukankah sekularisme, yang memisahkan agama dari unsur kehidupan juga hanya melihat perempuan dari paras dan lekuk tubuh?
Jilbab itu hanya simbol penindasan laki-laki terhadap perempuan, yang mengadakan acara miss universe dan melarang memakai jilbab siapa ya? Laki-laki juga.

Biasanya setelah itu, perempuan tidak ingin ada siapapun yang ikut campur dalam hal gaya berpakaian. Sayangnya, tayangan televisi, majalah, ataupun sinetron secara tidak sadar telah mengendalikan gaya berpakaian perempuan.

Belum lagi, memakai kerudung itu membuat kulit kepala panas, ketombe bermunculan, pusing juga ikut menemani. Kata siapa? Jutaan orang di dunia menggunakan kerudung tapi tidak ada satupun yang mengeluhkan hal itu. Itu hanya mitos dan isu semata.

Berkerudung itu tidak dibutuhkan pengalaman yang lama, seperti saat akan melamar pekerjaan karena berkerudung itu seperti menikah. Pengalaman tidak diperlukan maka keyakinan dalam hati akan menyusup dalam kalbu.

Begitu juga dengan masalah kesiapan, kerudung tidak butuh kesiapan. Mau menunggu kesiapan datang, sampai kapan? Maut yang menjemput tidak akan bertanya terlebih dahulu tentang kesiapan kita. Belum siap karena nanti ibu kita berkata “Kamu terlalu fanatik, nak.” Coba tuturkan dengan lembut kepada ibu jika tanda cinta kita kepadanya adalah menaati Allah pencipta-Nya.

Bagaimana dengan aktifitas nongkrong, clubbing, dan gossip karena tidak mungkin melakukan hal itu dengan pakaian yang menutup aurat. Itu perubahan yang baik, kenapa harus kita tolak kehadirannya?
Masih saja ada yang berpikiran jika berkerudung itu tidak wajib. Lau, untuk apa Rasulullah saw. memerintahkan kewajiban itu terhadap seluruh perempuan muslim di dunia?

Keyakinan dan kesiapan kita untuk berkerudung bukan datang begitu saja. Hidayah memang hak mutlak yang Allah miliki tapi ada wujud nyata yang harus kita lakukan. Lebih bertaqarrub lagi kepada-Nya supaya hidayah cepat tergapai.

Karena saat kita melangkah satu jengkal saja, Allah akan mendekat satu depa dengan kita. Apalagi jika satu depa, maka Allah akan lebih mendekat dari langkah yang kita miliki.

Tunggu apalagi, mari berjilbab. Karena umur yang kita miliki tidak kita ketahui sampai mana batasnya.

[Sumber]
Continue Reading

Hukum Memajang Foto Profil Di Facebook



islampos.com—FACEBOOK bukan barang baru lagi di kalangan masyarakat dunia. Dari mulai anak kecil hingga sepasang nenek-kakek pasti sudah tahu. Bahkan rata-rata memiliki akun facebook sendiri.
Berlomba membuat status facebook yang mewakili isi hati orang lain sudah menjadi makanan sehari-hari. Rasanya seperti candu yang jika ditinggalkan ada yang terasa kurang dalam hidup. Selain berlomba membuat status untuk mendapatkan “jempol” yang banyak. Biasanya juga akun facebook dijadikan ajang untuk menampilkan foto terbaru pemiliknya.

Foto yang ditampilkan bisa jadi foto orang lain. Namun, para perempuan biasanya senang dengan memajang foto-foto milik mereka sendiri. Entah dalam rangka sekedar menyenangkan hati sendiri, atau menarik hati seseorang dengan tampilan foto profil.

Atau bisa jadi, jika foto itu menampilkan kebersamaan dengan seseorang yang “spesial.” Itu hanya pengumuman saja, “Saya sudah laku lho.” Baik dan maslahat memang jika berfoto dengan pendamping hidup alias suami tercinta. Namun jika dengan selainnya itu yang jadi masalah.

Ada juga fenomena lainnya, di dunia nyata berkerudung cukup rapi. Namun di dunia maya, mengapa memberanikan diri melepas kerudung kemudian menampilkan di facebook bahkan menjadi foto profil sendiri? Apakah disangka Allah tidak melihat hal tersebut? Sungguh keimanan seseorang tersebut harus dipertanyakan kembali keberadaannya.

Tapi untuk kali ini, kita akan membahas masalah bagaimana hukumnya menampilkan foto profil seorang perempuan di facebook? Termasuk auratkah? Berdosakah jika kita tampilkan di hadapan publik?
Facebook adalah situs umum yang bercampur didalamnya laki-laki dan perempuan.

Ketika perempuan menaruh fotonya, meskipun hanya wajahnya saja yang nampak ( karena anggota badan lain ditutupi).

Maka ini tetap bertentangan dengan perintah Allah ta’ala untuk menutup diri dari lawan jenis, Allah ta’ala berfirman mengenai adab terhadap istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah DARI BELAKANG TABIR. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 35).

Ayat ini berkenaan dengan istri Nabi, yang notabene hati mereka lebih baik dari hati wanita sekarang. Lebih suci dan lebih terjaga hatinya. Jadi muslimah zaman sekarang seharusnya lebih menutup diri dalam muamalah dengan lawan jenis. Karena hati mereka lebih mudah untuk terkena fitnah dan supaya tidak membuat lawan jenis terfitnah.

Kemudian, wajah adalah pusat kecantikan wanita. Dan anggota badan itulah yang membuat pria tergila-gila, jadi membuka wajah saja tetap bisa menjadi sebab terfitnahnya laki-laki.

Kalau dikatakan, “Salah laki-lakinya, kenapa dia tidak menjaga pandangan?” Maka dikatakan, bahwa secara normal laki-laki tertarik dengan wanita dan dia akan mencari cara untuk menuntaskan hasratnya tersebut. Dan ketika dia digoda dengan gambar wajah perempuan yang ditampilkan secara jelas maka otomatis dia akan terfitnah.

Laki-laki yang pada mulanya tergoda dengan tulisan-tulisan perempuan di facebook akhirnya lebih tergoda dengan foto-foto dari perempuan tersebut.

Secara mudahnya kita pakai logika, ada kucing yang sedang berjalan santai. Tiba-tiba anda menggodanya dengan ikan, dan ketika ikan tersebut dimakan kucing, anda menyalahkan kucing tersebut.
Jadi, bisa dikatakan laki-laki yang melihat-lihat dan memperhatikan detail foto akhwat. Dia telah salah, tapi perlu diketahui juga bahwa akhwat yang menampakkan foto-fotonya juga ikut andil atas munculnya kesalahan ini.

Untuk para perempuan, khususnya muslimah di bumi Allah. Alangkah lebih baiknya, kita tidak terlalu terlena dengan dunia maya yang lebih fana’ dari dunia nyata. Keni’matan dan kesenangan sesaat yang membuat fitnah merasa diundang dalam hidup kita.

Jaga aurat kita di dunia maya juga di dunia nyata. Karena Allah Maha Melihat diri kita dari mana pun dan kapanpun. Merubah foto profil di facebook adalah hal kecil, namun dampaknya sangat besar untuk kebaikan hidup kita.

Ingatlah, aturan Allah selalu baik dan pasti akan mendatangkan kebaikan. Wallahu A’lam Bishowwab.

[Sumber]
Continue Reading

Nasihat Indah tentang Berjilbab dari Muhammad Ali (Petinju Legendaris)

Siapa yang tak kenal Muhammad Ali? Petinju legendaris, dengan julukan “the Greatest” dengan gaya bertinju “kupu-kupu”-nya ini?

Di balik kepiawaiannya dalam mengolah jab dan jotosan, ternyata pemahaman keislaman Muhammad Ali patut diteladani. Paling tidak, itulah yang tergambar dari buku karya salah seorang putrinya, Hana Yasmin Ali, yang berjudul: “More than a Hero” (Lebih dari sekedar Pahlawan).

Berikut adalah salah satu cuplikan dari buku tersebut, di mana Muhammad Ali memberikan nasihat kepada putrinya tentang wanita yang shalihah, yang paling berharga dan hikmah mengenakan jilbab, menutup aurat, perhiasan wanita.

Ketika aku masih gadis remaja, belum beranjak sembilan atau sepuluh tahun, aku ingat saat pertama bertemu dengan ayahku setelah perceraiannya. Aku sungguh amat gembira dan tak sabar untuk segera sampai di Hotel Disneyland, Anaheim, Kalifornia, di mana ia dan Lonnie – istrinya saat itu – sedang menginap.

Jika aku tak salah mengingat, aku memakai kaos tank top mini berwana putih dan sepotong celana pendek berwarna hitam. Aku sebenarnya dibesarkan dalam lingkungan muslim ortodoks, aku belum pernah mengenakan pakaian minim semacam itu di saat ayah ada. Ketika telah sampai, Pak sopir mengantarkan Laila, adikku, dan aku ke kamar ayah. Seperti biasa, ia bersembunyi di balik pintu untuk mengejutkan kami. Kami saling berpelukan dan saling melepas kerinduan seharian itu. Ayahku memperhatikan kami dengan seksama.

Kemudian ia mendudukkanku di pangkuannya dan mengatakan sesuatu yang tak akan pernah kulupakan. Dengan pandangan yang dalam ke kedua bola mataku, ia berkata, “Hana, segala yang Allah jadikan berharga di dunia ini semuanya disembunyikan dan sulit untuk dijangkau. Di mana engkau menemukan permata? Jauh di dalam tanah, tersembunyi dan terlindungi. Di mana engkau menemukan mutiara? Jauh di dasar samudera, tertutup dan terlindungi oleh cangkang yang indah. Di mana engkau menemukan emas? Jauh di dalam tambang, tertutup oleh berlapis-lapis batuan. Engkau harus berusaha keras untuk bisa mendapatkan mereka.” Ia memandangku dengan tatapan serius. “Tubuhmu suci. Engkau lebih berharga dibandingkan dengan permata dan mutiara, dan dirimu [tubuhmu harus ditutupi juga.“]

Itu adalah satu dari banyak pelajaran yang ditanamkan oleh ayah kepadaku dan akan terus mengilhamiku dan saudari-saudariku, hingga sekarang.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah Muhammad Ali dan putrinya di atas: bagaimana seorang ayah, dengan penuh hikmah dan kasih sayang berusaha menasihati dan menjelaskan kepada putrinya tentang ajaran dan aturan dari Allah tentang menutup aurat dan berjilbab.

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Imam Muslim)

Semoga bermanfaat.
Continue Reading

Rohis : Persemaian Keshalehan Bukan Sarang Teroris

Dalam dua minggu belakangan muncul semaca “tuduhan”, Rohis menjadi sarang teroris. Pemicunya dalah dialog dalam Program Metro Hari Ini, Edisi 5 September, di Metro TV dengan tag line yang provokatif “Awas, Generasi Baru Teroris”. Dalam acara itu ditampilkan info grafis pola rekrutmen teroris muda: 1. Sasarannya siswa SMP akhir – SMA dari sekolah-sekolah umum; 2. Masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah; 3. Siswa-siswi yang terlihat tertarik kemudian diajak diskusi di luar sekolah; 4. Dijejali berbagai kondisi sosial yang buruk, penguasa korup, keadilan tidak seimbang; dan 5. Dijejali dengan doktrin bahwa penguasa adalah thoghut/kafir/musuh.


Reaksi penolakan dan protes pun segera bermunculan dari berbagai pihak dan kalangan, termasuk ramai-ramai diadukan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga Senin (17/9), KPI telah menerima sebanyak 8.040 pengaduan terkait acara dialog yang mengkaitkan organisasi Rohis di sekolah-sekolah dengan terorisme di Indonesia.

Sepuluh hari kemudian (15/9) pihak Metro TV memberikan penjelasan atau lebih tepat disebut pembelaan diri. Diantaranya, “Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen teroris versi Profesor Bambang Pranowo.

Memang redaksi tidak menyebutkan sumber dari info grafik tersebut yang kemudian menimbulkan tafsir bahwa lima pola itu bersumber dari Metro TV. Untuk itu, Metro TV meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman. (Metrotvnews.com, 15/9). 

Dalam klarifikasinya ke KPI, pihak Metro TV mengaku dalam acara tersebut tidak menyebutkan organisasi Rohis. Akan tetapi, hal ini berbeda dengan rekaman yang dimiliki KPI yang menunjukkan adanya penyebutan Rohis yang diucapkan salah seorang narasumber. Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Nina Mutmainnah mengatakan, “Kalau kata Rohis, ada (dalam rekaman milik KPI) yang diucapkan narasumber” (Republika.co.id, 17/9).

Intimidasi dan Tuduhan Ngawur
Point-point dalam dialog itu, menyimpan suatu bentuk intimidasi terhadap masyarakat, khususnya para orang tua dan juga pelajar tingkat SMP dan SMU. Di dalamnya dengan jelas disebutkan, siswa kelas IX SMP dan siswa SMU menjadi sasaran perekrutan teroris. Kesimpulan itu bisa menjadi “teror” tersendiri bagi para orang tua yang menyekolahkan anaknya di lebih dari 28.700 sekolah SMP, 10.700 SMU dan 7.500 SMK di seluruh negeri ini. Para orang tua bisa dibuat khawatir dan was-was anak-anak mereka akan menjadi sasaran direkrut oleh teroris. Sungguh aneh, sesuatu yang diklaim bagian dari upaya memberantas terorisme, justru menjadi “teror” yang menanamkan rasa takut dan was-was di masyarakat.

Di dalamnya juga dikatakan, teroris masuk melalui program ekstra kurikuler di masjid-masjid sekolah. Dari point ini, nalar publik dengan sangat mudah memahaminya sebagai pernyataan bahwa teroris masuk melalui Rohis. Sebab program ekstrak kurikuler di masjid sekolah tidak ada lain kecuali Rohis. Karena itu sangat wajar, hal itu merupakan tuduhan, Rohis menjadi salah satu pintu masuk perekrutan teroris; atau sama saja menyatakan Rohis identik dengan teroris.

Disamping itu, tuduhan tersebut juga merupakan tuduhan ngawur. Ungkapan Ketua MUI Lampung, Mawardi AS, bisa mewakili hal itu, “Bagaimana mungkin, organisasi yang memiliki peran besar dalam menyelamatkan pemuda agar memiliki pribadi yang berkarakter, justru dinyatakan sebagai tempat pembentukan teroris?”

Tuduhan ngawur itu muncul karena menggunakan nalar generalisasi. Jika ada satu dua pelaku yang terlibat dalam tindakan teror, dulunya pernah aktif di Rohis, adalah bentuk sesat pikir jika lantas diambil kesimpulan, Rohis menjadi tempat persemaian terorisme atau menjadi pintu masuk terorisme. Padahal ada puluhan ribu Rohis di seluruh negeri ini mengingat total jumlah SMP, SMU dan SMK di negeri ini lebih dari 40.000 sekolah. Jika kesimpulan dalam info grafis itu benar, tentu sudah lahir puluhan ribu alumni Rohis yang terlibat teror. Nyatanya, jumlah mereka tidak lebih dari hitungan jari.

Kenyataan lain, ada satu dua pelaku teror adalah desertir TNI atau Polri, sungguh ngawur jika dilontarkan kesimpulan bahwa TNI atau Polri menjadi salah satu pintu masuk terorisme. Sama halnya, jika ada koruptor yang lulusan suatu universitas, tentu akan sangat ngawur jika dikatakan universitas itu menjadi tempat persemaian koruptor.

Meskipun tampak jelas logika yang dipakai itu merupakan suatu bentuk sesat pikir, toh tetap saja dipakai bahkan bukan hanya dalam kasus tuduhan atas Rohis itu. Sesat pikir yang sama juga terjadi dalam program kontra terorisme. Ketika, pelaku teror menggunakan ungkapan jihad, menggunakan istilah syariah Islam dan khilafah, menentang Amerika dan Barat, dsb, lantas disimpulkan bahwa jihad adalah pemicu terorisme, dan siapa pun yang menyuarakan syariah Islam dan khilafah serta menentang AS dan Barat berarti turut mempromosikan terorisme.

Sesat pikir generalisasi itu ketika digunakan akan sangat berbahaya dan berdampak luas. Pertama, pasti jadi ada tindakan-tindakan tertentu dari pemerintah atau pihak keamanan untuk mengawasi Rohis. Kedua, pihak sekolah bisa terdorong untuk melarang atau setidaknya membatasi Rohis, padahal keberadaan Rohis sangat positif dan berguna juga bagi pihak sekolah. Ketiga, orang tua akan bisa sangat mungkin melarang anaknya untuk aktif di Rohis.

Rohis Persemaian Keshalihan
Tuduhan Rohis menjadi pintu masuk rekrutmen terorisme itu jelas sangat berbahaya. Sebab suatu kegiatan yang sangat positif kemudian dihindari. Padahal keberadaan Rohis itu justru sangat diperlukan saat ini. Sebab saat ini banyak masalah yang mengintai siswa SMP dan SMU, seperti masalah tawuran, narkoba, seks bebas dan sebagainya.

Komisi Perlindungan Anak (KPA) mencatat, enam bulan pertama tahun 2012 ini saja ditemukan 139 kasus tawuran antar pelajar. Sebanyak 12 pelajar tewas dan sisanya luka berat dan ringan. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sama pada tahun 2011, yaitu 128 kasus tawuran. Kasus paling akhir adalah tawuran antar siswa SMU 6 dan SMU 70 Jakarta yang menewaskan Alawy siswa SMAN 6 Jakarta pada 24 September lalu.

Kasus Narkoba di kalangan pelajar juga terus meningkat dan makin membuat miris. Menurut data Badan Narkotika Nasional DKI, tercatat pada 2011, kasus narkoba yang menjerat SMP sebanyak 1.345. Pada tingkat SMA, 3.187 pelajar terancam rusak masa depannya karena barang haram ini (Republika.co.id, 26/5). Sementara itu secara nasional, hasil survei BNN menunjukkan, prevalensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pelajar mencapai 4,7% dari jumlah pelajar dan mahasiswa atau sekitar 921.695 orang (MICOM, 19/2/2011).

Masalah remaja pun makin runyam dengan makin maraknya seks bebas di kalangan remaja. Banyak survei memberi bukti. Akibatnya. angka aborsi di kalangan remaja tinggi. Total dari 2008 – 2010 jumlahnya sebanyak 2,5 juta kasus. Mirisnya, berdasarkan data yang dimiliki Komnas PA, dari 2,5 juta kasus aborsi, sebanyak 62,6 persen dilakukan anak di bawah umur 18 tahun.

Masih ada sederet masalah lain mengancam remaja termasuk siswa SMP dan SMU. Di tengah situasi semacam itu, justru muncul tuduhan tentang Rohis itu. Padahal, Rohis justru sangat diperlukan dan sangat mendukung upaya menyelesaikan segala problem itu.

Mengomentari maraknya tawuran antar pelajar, Kapolda DKI Untung S Rajab, mengatakan, “Paling tidak ada tiga aspek yang harus dimiliki, yaitu knowledge, keterampilan dan moral. Sumber moral adalah agama (Merdeka.com, 25/9). Di sekolah umum, Rohis lah wadah para siswa memupuk moralitas itu dengan mempelajari Islam dan mempraktekkannya, satu hal yang sulit atau hampir mustahil bisa diwujudkan melalui pelajaran agama di sekolah yang hanya dua jam seminggu. Maka sungguh aneh jika muncul tuduhan dan opini yang bisa mendorong Rohis dihambat, diawasi bahkan dilarang.

Sebaliknya, yang semestinya, keberadaan Rohis dan kegiatannya harus didukung, diberi ruang dan difasilitasi. Para orang tua pun semestinya justru mendorong anaknya aktif di kegiatan Rohis, bukan sebaliknya. Bahkan untuk menyelesaikan berbagai masalah remaja yang ada, salah satu cara yang efektif adalah melalui pembinaan Rohis secara intensif. Itu artinya adalah kembali kepada ajaran Islam. Al-Quran sendiri menegaskan, ketika tampak jelas berbagai kerusakan, maka solusinya hanyalah kembali kepada Islam, kembali kepada Syariah.

] ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (TQS ar-Rum [30]: 41)

Wahai Kaum Muslim
Tuduhan diatas disadari atau tidak adalah bagian dari ekspresi phobi terhadap Islam dan bagian dari upaya untuk memadamkan cahaya Islam yang hanya pantas dilakukan oleh kaum kafir. Namun hal itu pasti gagal. Firman Allah SWT:

] يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ [

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (TQS at-Tawbah [9]: 32)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []


Komentar
Apa kejahatan yang paling masif dan terstruktur serta membahayakan bangsa? Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, punya jawabannya, yaitu korupsi. 40 juta penduduk miskin Indonesia jadi korban korupsi, makin melarat kehidupannya secara ekonomi dan budaya. (Republika.co.id, 25/9)
  1.  Korupsi menelan korban lebih banyak dari “terorisme”, jika terorisme diperangi bersama mestinya semua pihak serius melenyapkan korupsi.
  2. Korupsi di negeri ini, akar masalah atau “produsen”nya adalah sistem politik demokrasi yang mahal dan ideologi kapitalisme yang mengajarkan kerakusan dan asas manfaat
  3. Jika serius lenyapkan korupsi, campakkan dahulu sistem politik demokrasi dan ideologi kapitalisme yang menjadi induknya. Berikutnya terapkan syariah Islam secara total dalam bingkai Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah.
[Sumber]
Continue Reading

Pelantikan Jokowi di Monas, Pesanan Rakyat atau Pesanan Freemason?

1348632048502784490

Menarik membaca berita Kompas hari ini, Berita mengenai keinginan PDIP untuk melantik Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta berlangsung di Monas .
Kami sebenarnya juga ingin bila Jokowi-Basuki dilantik sebagai Pemimpin Daerah Pilihan warga, Pelantikan mereka juga bisa disaksikan masyarakat” Ungkap Djarot Saidul Hidayat, Ketua DPD PDIP DKI Jakarta kepada Kompas (25/9/2012)

Dalam hal ini Pengurus PDI-P mencoba membangun Opini bahwa ini keinginan masyarakat bukan keingian PDI-P disisi lain mengangkat Undang-Undang melarangnya, PDI-P mencoba membenturkan Masyarakat dengan Undang-Undang yang ada, karakter seperti ini sudah banyak dilakukan oleh Para Freemason, Hidup Bebas tanpa Undang-Undang, lihat saja Amerika melarang A, Melarang B, Melarang C tetapi A,B,C dan semua yang dilarangnya sengaja di tabrak juga.

Sebagaimana Kompas nyatakan (25/9/2012) “ PDIP sebagai partai pengusung pasangan tersebut juga mengaku ingin pelantikan berlangsung di tempat yang bisa disaksikan warga Jakarta secara langsung, seperti di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Namun mereka juga sulit membentur prosedur dan peraturan perundang-undangan”

Hal ini sebenarnya sudah ada dalam Prediksi Saya ketika Saya menulis “Mengerikan, Indonesia Akan Dikuasai Para Pemuja Setan” , dimana memang kemenangan Jokowi-Basuki tidak akan bisa dicegah disebabkan sudah sesuai dengan Skenario kaum Pagan.

Bukan informasi baru jika Tugu Monas adalah
salah satu dari obelisk-obelisk lain yang tersebar di pusat-pusat kota seluruh dunia. Obelisk tertua berasal dari kebudayaan Mesir Kuno, simbol menjulang menuju dewa tertinggi bangsa pagan purba (dan modern).
1348632134134400612
Obelisk Lambang Pemujaan Setan Kaum Pagan Di Berbagai Belahan Dunia (zilzaal.blogspot.com)

Selain Kairo dan Jakarta, obelisk asli Mesir dapat kita saksikan di ibukota penguasa dunia saat ini, Washington DC Amerika Serikat. Lokasinya tepat di depan Capitol Hill tempat presiden-presiden Amerika terpilih mengucapkan sumpahnya secara turun-temurun.

Tugu Monas menjulang tinggi mengalahkan kemegahan bangunan-bangunan di sekelilingnya. Menurut catatan sejarah Bangunan setinggi 128,70 meter ini dibangun di era Presiden Sukarno, tepatnya tahun 1961.

Awalnya, sayembara digelar oleh Sukarno untuk mencari lambing yang paling bagus sebagai ikon ibukota negara. Sang Presiden akhirnya jatuh hati pada konsep Obelisk yang dirancang oleh Friederich Silaban. Namun saat pembangunannya, Sukarno merasa kurang sreg dan kemudian menggantinya dengan arsitek Jawa bernama Raden Mas Soedarsono. Sukarno yang seorang insinyur mendiktekan gagasannya kepada Soedarsono hingga jadilah Tugu Monas seperti yang dapat kita saksikan saat ini.

Sat itu dalam waktu yang sama sedang dibanung juga Masjid Istiqlal dan Sukarno yang terkenal flamboyan saat itu lebih memilih Monas karena merupakan simbol phallus raksasa. Tidak aneh jika simbol ibukota negaranya adalah simbol kejantanan seorang pria (phallus). Sukarno adalah seorang visioner yang tidak tanggung-tanggung dan berpandangan jauh ke depan. Dia tidak membiarkan pembangunan phallus/lingga sendirian. Saat bersamaan, dia juga memerintahkan pembangunan ‘pasangannya’, yakni Yoni sebagai simbol perempuan, tepat di atas Monas. Jadilah Monas seperti yang terlihat sekarang, sebuah bangunan lambing penyatuan Lingga dan Yoni, simbol laki-laki dan perempuan.
13486321981413485201
Metal & Simbol Persekutuan Pemuja Setan, Obamapun Melakukanya. Tidak Ada Presiden Amerika yang Lolos tanpa skenario Zionis (metallidarium.com)

Menurut penuturan Dan Brown dalam novel fenomenalnya, penyatuan Lingga dan Yoni merupakan ritus purba seksual, Persetubuhan Suci (The Sacred Sextum). Ini adalah ritual tertinggi bagi kelompok-kelompok penganut Luciferian (penyembah setan) seperti halnya Ksatria Templar dan Freemasonry.

Sebelum adanya aplikasi Google Earth, tak banyak manusia yang dapat menyaksikan simbol pagan masyarakat purba (dan modern) dengan seksama seperti saat ini. Sebagai perbandingan, arahkan kursor peta Google Earth tepat di atas Piramida Giza di Kairo, Mesir. Kemudian alihkan kursor ke kota Jakarta tepat di atas komplek Tugu Monas. Jika silang Monas yang tampak dari atas tersebut kita anggap sebagai sisi-sisi piramida dan Tugu Monas yang berada tepat di tengahnya sebagai puncak piramida, terlihat ada kesamaan bentuk dan konsep antara Piramida Giza di Mesir dan ‘Piramida Monas’di Indonesia.
13486323001277117428
Lady Gaga dikenal sebagai Boneka Illuminati Para Pemuja Setan, Para Fansnya di Indonesia mendukung Pasangan Jokowi-Ahok (kabarnet)

Kaum Pagan (Pemuja Setan) di Dunia seperti halnya pelantikan-pelantikan Presiden-Presiden Amerika harus mengarahkan dengan Obelisk dan jika Anda telusuri kemana wajah Presiden Amerika di Lantik dihadapkan, maka akan Anda temukan searah dengan Obelisk yang saat ini ada Vatikan ,Roma (Kiblat).

Untuk Gerakan Freemason sendiri sebenarnya
sudah dibubarkan Soekarno dan dilarang ada di Indonesia sejak Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun Bencana itu datang, 38 tahun kemudian Presiden Abdurrahman Wahid sat berkuasa mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000 yang melegalkan kembali keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia.

Gusdur memang sudah menjadi “alat” oleh Para Pemuja setan untuk menancapkan kukunya, jika Anda membaca Artikel Saya “Little Monster” mendukung Jokowi-Ahok dalam Pilkada Jakarta” bukan barang Aneh, karena memng Lady Gaga yang dikecam sebagai Boneka Illuminati dan Pemujaan Setan itu dilarang masuk ke Indonesia. Momentum itu datang, Pilkada DKI Jakarta sebagai awal dari segalanya, Jika di Freemason tingkat dunia ada propaganda “New Order” atau Istilahmnya Dunia Baru, maka diawali dengan Jakarta Baru kemudian Indonesia Baru, dan seterusnya.
13486328801361559332
Sebagai Pelengkapnya, Lantik Jokowi-Ahok Di Monas! (Kompas.com)

Jika permintaan kaum Pagan dari Freemason pelantikan Jokowi-Ahok di Monas juga bukan sesatu yang baru, karena memang ini buat Saya sudah dalam prediksi, keterkaitan antara logo tangan, Obelisk, Freemason dan Para Pemuja Setan serta istilah “Jakarta Baru” pun sudah sangat kental ikatanya, Anda boleh tidak sependapat dengan Artikel ini, tetapi Sebagai warga Negara Saya memiliki hak untuk menuliskan apapun, Anda boleh menyebut Saya apa saja dan Saya akan tetap menuliskan apapun yang perlu di ungkap ke permukaan. 
Continue Reading

Kamis, 27 September 2012

Perihal Sirat Mustaqim


Bismillah ... Perjalanan semua manusia di atas Sirat Mustaqim adalah berbagai diantaranya ialah :

1) Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas kilat.

2)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti tiupan
angin.

3)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti burung terbang.

4)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat seperti kelajuan kuda lumba.

5)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas lelaki perkasa.

6)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat sepantas binatang peliharaan.

7)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat dalam tempoh sehari semalam.

8)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama satu bulan.

9)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama bertahun-tahun.

10)Ada golongan yang dapat melintasi Titian Sirat selama 25 ribu tahun.

semua kiraan masa adalah mengikut kiraan masa dunia.

DIANTARA TIPS UNTUK MELEPASI TITIAN SYIRAT AL-MUSTAQIM

Dalam sebuah hadith panjang riwayat Imam Muslim daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam. bersabda yang bermaksud

“Dan diletakkan sebuah jambatan di atas neraka jahannam, lalu aku dan umatku menjadi orang pertama yang meniti di atasnya. Rasul-rasul berdoa pada hari itu : ‘Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.’ Di kanan kirinya ada pengait-pengait seperti duri pokok Sa’dan. Pernahkah kalian melihat duri pokok Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “pernah, wahai Rasulullah.”

Baginda melanjutkan : “Sesungguhnya pengait itu seperti duri poko Sa’dan, namun hanya ALLAH yang tahu besarnya. Maka ramai manusia yang disambar dengan pengait itu sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.”

Suasana pada saat itu pastinya mengerikan. Suara teriakan, jeritan meminta tolong, tangisan, dan ketakutan terdengar dari pelbagai arah. Lebih mengerikan suara gemuruh api neraka dari bawah sirat yang siap menelan orang terjatuh ke dalamnya. Tidak henti-henti Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan nabi-nabi yang lain termasuk juga malaikat berdoa untuk keselamatan manusia,

“Ya ALLAH, selamatkan, selamatkan.”

Setiap muslim wajib menjadikan kepercayaan kepada perkara ini sebagai aqidahnya. Berkenaan dengan sifat titian ini, Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam. pernah bersabda mafhumnya : “Ia ialah sebuah jalan yang sangat licin, kaki sulit sekali berdiri di atasnya.” (Riwayat Imam Muslim daripada Abu Said Al-Khudri)

Dalam hadith Ahmad daripada Aisyah r.h.a., Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wa sallam menyifatkan bahawa sifat titian itu adalah lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.

Sirat di akhirat ini wujud hasil daripada titian (jalan) hidup yang kita pilih selama tinggal di dunia. Oleh sebab itu, siapa yang memilih jalan ALLAH, sambil bepegang teguh dengan syariat Islam, maka sirat di akhirat ini akan mudah dilalui untuk sampai ke syurga idaman. 

[Sumber]
Continue Reading

Rabu, 26 September 2012

Subhanallah, Puasa Turunkan Kolesterol Jahat

para-jamaah-berdoa-bersama-sebelum-berbuka-puasa-dalam-_120723121415-827.JPG (465×276)Puasa memiliki manfaat yang besar bagi tubuh, salah satunya dapat menurunkan kolesterol jahat. Menurut ahli gizi Fiastuti Witjaksono, puasa memberikan efek positif terhadap metabolisme tubuh. Dengan berpuasa, dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan risiko diabetes.

Saat berpuasa, lanjutnya, terjadi perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali. Saat tidak berpuasa, sebagian orang sering makan camilan dan gorengan. ‘’Gorengan ini banyak terdapat kolesterol. Sehingga dengan berpuasa, kita dapat mengurangi kebiasaan itu. Namun tentunya, manfaat ini akan tercapai bila kita menerapkan pola makan yang baik saat berbuka dan sahur,’’ kata dia.

Dr Benjamin D Horne, direktur kardiovaskular dan epidemiologi genetik di Intermountain Medical Center Heart Institute, Amerika Serikat juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, selama ini kadar kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor pemicu jantung koroner. Dalam studinya, dia menemukan fakta bahwa bila seseorang berpuasa secara teratur, dapat mengurangi faktor risiko penyakit jantung, seperti kadar gula darah, trigliserida, dan berat badan.

Dia menyatakan, shaum juga membantu meningkatkan kadar kolesterol baik/high-density lipoprotein cholesterol (HDL) serta meningkatkan respons human growth hormone (HGH). “HGH ini berfungsi melindungi otot dan keseimbangan metabolis,” jelasnya.

Hasil penelitian di Dubai Uni Emirat Arab (2012), seperti dikutip dari Gulf News, menunjukkan puasa dapat meningkatkan kandungan lipid, menurunkan kolesterol jahat, dan trigliserida. Kepala Departemen Kardiologi Intervensional di American Hospital Dubai, dr Omar Kamel Hallak, mengatakan hasil penelitian menunjukkan penurunan kandungan triglyceride (TG) sekitar 15 persen dan 10,9 persen low-density lipoprotein cholesterol (LDL).

Kedua komponen tersebut merupakan dua faktor risiko utama pemicu penyakit jantung. Sementara itu, kadar HDL mengalami kenaikan. Hasil penelitian menunjukkan, kenaikan HDL hingga 11 persen dari 37,1 mg/dl menjadi 41,19 mg/dl. ‘’Hasil studi tersebut menunjukkan kenaikan rata-rata HDL, sementara LDL dan trigliserida turun. Ini mengurangi risiko serangan sakit jantung,’’ kata Hallack.

Hallack menjelaskan, kadar kolesterol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah, tetapi selama puasa ini akan menurun. Hal ini kemungkinan disebabkan perubahan pola makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari sehingga asupan lemak juga akan menurun.

Namun, manfaat ini akan dicapai bila pola makan saat puasa diatur dengan baik. Untuk itu, sebaiknya menghindari makanan gorengan saat makan sahur dan berbuka. Minyak goreng mengandung zat yang berpotensi meningkatkan kadar LDL dalam tubuh. 

Selain itu, hindari juga makanan bersantan. Mengonsumsi santan berlebihan dapat memicu penyakit pembuluh darah, seperti stroke, jantung, serta kenaikan kadar asam urat. Dan yang tak kalah penting, makanlah secara perlahan-lahan dan tidak berlebihan saat berbuka puasa. Sering kali sebagian orang memanfaatkan waktu berbuka sebagai ajang balas dendam. Hal ini tidak baik bagi kesehatan dan bisa menyebabkan kadar kolesterol, tekanan darah, hingga kadar gula darah meningkat.

Sumber
Continue Reading

‘Kalah’ Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam

Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional.

“Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika.

Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah keberadaan Tuhan di usia 18 tahun.



Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun ke depan selama menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.

Adalah beberapa saat sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:

Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabotan. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.

Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.

Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya pria, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.

Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kami kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya bisa melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.

Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan karenanya ia tak peduli kendati mimpi itu berulang.

Sepuluh tahun kemudian, saat pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.

Kendati tak sedang berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Saat itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.

“Anda tak bisa hanya membaca Alquran, tidak bisa jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.

Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”

“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergulatan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca pikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring ia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.

“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencoba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergulatan. “Saya dituntun ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”

Saat itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Usai pergulatan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.

Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Usai syahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berpartisipasi. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.

Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.

“Saat saya melihat ke depan, saya bisa melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”

“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, persis! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya mencoba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”

Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.

Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.

Jeffrey kini professor jurusan matematika University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS: Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.
Continue Reading

Mengungkap Kelicikan Zionis Yahudi

Jauh hari Allah Ta’ala telah mengkabarkan kepada umat Islam, bahwa kaum Yahudi, terutama kelompok Zionis Yahudi merupakan musuh yang paling keras perlawanannya. Hati mereka tidak pernah rela dan tenang jika tidak dapat memurtadkan orang-orang Islam atau merusak imannya. Mereka akan selalu berupaya sekuat tenaga—menggunakan cara-cara halus maupun kasar—memaksa muslimin mengikuti tata cara, pemikiran hingga millah (agama) Yahudi (atau Nasrani)

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (agama) mereka…” (QS. Al-Baqarah: 120)

Yahudi adalah bangsa keturunan Yahuza (asal kata Yahudi), salah seorang anak Nabi Ya’kub yang dikenal sebagai Israil. Nabi Ya’kub adalah putra Nabi Ishak. Nabi Ishak adalah putra Nabi Ibrahim dari istri pertama, Sarah. Dari istri kedua, Hajar, Nabi Ibrahim dikarunia anak bernama Nabi Ismail yang menurunkan bangsa Arab. Jadi bangsa Arab dan Yahudi sebenarnya masih satu keturunan dari Nabi Ibrahim. Namun, Al-Qur’an menyebutkan bahwa bangsa Yahudi adalah yang paling keras memusuhi umat Islam.
Permusuhan orang-orang Yahudi dan Zionis yang begitu keras atas orang-orang beriman adalah wujud dari sikap dengki mereka pada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dan umatnya. Karena Allah Ta’ala telah memilih Muhammad sebagai utusan terakhir untuk seluruh umat manusia. Bukan dari bangsa mereka, tetapi dari bangsa Arab yang mereka pandang lebih hina dan rendah.

“Orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya suatu kebaikan kepada mu (umat Islam) dari Rabb-mu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian) dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Baqarah: 105)

Kedengkian dan sikap permusuhan kaum Yahudi terhadap Islam, membuat mereka berani mendustakan kerasulan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, meski mereka telah mengetahui dan memahaminya dari Taurat dan Injil. Tetapi mereka menyembunyikan dan mengingkari kebenaran itu (QS. Al-Baqarah: 146).

Bahkan terhadap Allah Subahanahu Wa Ta’ala, mereka berani menyifatinya miskin, sedang mereka yang kaya. Mahasuci Allah dari tuduhan mereka yang terlaknat itu (QS. Ali Imran: 181).
Demikian besar kebencian kaum Yahudi terhadap Islam, kekejian dan kelicikannya akan terus berjalan bahkan akan lebih berkembang lagi sampai akhir zaman.
Sampai kapan pun, mereka tidak akan rela jika negeri-negeri Muslim menjadi kuat, bersatu-padu menguasai imperium dunia.
Bukan tidak mungkin, kaum Muslimin akan mewarisi sejarah yang gemilang, seperti Kesultanan Turki Utsmani berhasil menaklukkan Andalusia atau Salahuddin Al Ayyubi yang merebut Baitul Maqdis. Kecemasan inilah yang mendorong mereka , menghimpun segala energi untuk membelah kekuatan umat, memperlemah barisan, mental, politik, militer, dan ekonominya hingga ke titik nadir.

Berbagai cara dilakukan untuk merontokkan negeri-negeri Muslim, mulai dari berbagai macam tipudaya sebagai berikut: embargo senjata dan ekonomi, perdagangan bebas, menerapkan politik devide et impera (politik belah bambu), seperti menghembuskan isu Sunni-Syiah, menanam spionase di setiap organisasi Islam, membangkitkan radikalisme, hingga meracuni umat dengan pemikiran liberal, termasuk merusak generasi muda Islam dengan narkoba dan pornografi.

Itulah sebagian kecil cara yang ditempuh Zionis Internasional dalam menghancurkan negeri-negeri Muslim. Dengan kekuatan terselubung dan tak tersentuh (invisible hand), seperti menggunakan banyak “baju” untuk mengelabui atau berkedok dewa penolong, tak tahunya langsung menikam ke jantung kekuatan umat Islam.

Gerakan Yahudi di Indonesia

Yahudi memasuki Indonesia pada tahun 1770-an. Awalnya ketika Hittler berkuasa di Jerman, sejak saat itu banyak warga Yahudi yang melarikan diri ke negara-negara lain di dunia termasuk ke Indonesia melalui Rusia. Salah satunya nenek dari Dhani (Dewa), adalah seorang keturunan Yahudi.

Tidak mudah untuk melacak jejak Yahudi di Indonesia, apalagi gerakannya sangat rahasia. Aktifitas mereka sangat halus dan berkedok kegiatan sosial dan kemanusiaan. Namun sasaran dan tujuannya sangat jelas, yaitu menghapuskan Islam.

Keberadaan kaum zionis di Indonesia dapat di lacak dari gedung-gedung dan bangunan-bangunan tua di Indonesia yang memiliki sejarah sebagai tempat berkumpulnya gerakan ini. Tempat-tempat tersebut bernama “Loge-gebow” tempat pertemuan para Vrijmetselarij. Loge-gebow atau rumah arloji atau rumah setan adalah sebuah sinagog, tempat peribadatan kaum Yahudi. Sementara Vrijmetselarij (lebih dikenal dengan Freemasonry) adalah organisasi bentukan Zionis Yahudi di Indonesia (zaman Hindia Belanda-VOC). Organisasi ini tidak berdiri sendiri, melainkan sebuah organisasi dari gerakan Zionis Yahudi Internasional yang berkedudukan di London-Inggris sejak 1717 M. Freemasonry inilah yang kini mengendalikan gerakan-gerakan zionis Yahudi di seluruh dunia, melalui organisasi-organisasi rahasia kecil lainnya (Herry Nurdi, “Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia”, 2007).

Gerakan zionis Yahudi ini walaupun mengatasnamakan kemanusiaan, tujuan akhirnya adalah menghancurkan kesejahteraan manusia, merusak kehidupan umat manusia di semua negara yang ditempatinya. Mereka ingin menjadi kaum yang menguasai dunia dengan cara merusak bangsa lain khususnya umat Islam. Satu dari sekian doktrin yang sangat kuat di tanamkan kepada pengikutnya adalah sikap mereka kepada agama. Mereka menganggap semua agama itu benar. Ini persis dengan ajaran plularisme, yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam.

Khalil Saman, seorang anggota Freemasonry mengatakan, “Sesungguhnya semua ajaran agama itu sama saja, merupakan ajaran moral yang ada kalanya bertentangan dengan moralnya sendiri…Kewajiban seorang freemasonry untuk menyadarkan mereka dan membebaskannya dari kekangan agama…”

Yahudi sangat bercita-cita pada tujuan gerakan ini, di Palestina sendiri mereka berupaya merebut bangunan Sulaiman, menghancurkan masjid Al-Aqsha dan mendirikan Israel raya, yang melingkupi Palestina, Mekah dan Madinah. Buktinya, hingga hari ini berbagai upaya penghancuran (masjid Al-Aqsha) dan pengusiran muslim Palestina dari negerinya kerap dilakukan.

Sedangkan di Indonesia, melalui antek-anteknya, mereka berhasil menguasai sektor politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan.

Melalui sektor ekonomi, terutama bidang perbankan, Yahudi berupaya melahirkan sistem perekonomian berbasis bunga bank (riba). Dengan sistem ini mereka membelenggu warga Indonesia khususnya muslimin bergelut dengan riba. Efeknya sangat besar, menjauhkan muslimin dari rahmat dan ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga do’a sebagai ‘senjata ampuh’ umat Islam kini tidak mereka takutkan lagi.

Selain itu, perusahan-perusahan nasional, baik swasta maupun BUMN sebagian besar sahamnya sudah dikuasai mereka. Indosat, Sampoerna (perusahaan rokok), Yamaha, dan Debindo merupakan satu bukti nyata keberadaan mereka di Indonesia. (lihatlah gambar semua produk tadi memiliki kesamaan dengan perlambang star of david).

Belum lagi kafe-kafe dan diskotik-diskotik di kota-kota besar, sebagian ada yang menggunakan lambang atau kode-kode zionis. Termasuk LSM-LSM yang kerap menunggangi para aktivis muda (mahasiswa dan pemuda) untuk berbuat chaos dengan bendera-bendera yang memunculkan gaya komunisme baru.

Dr. Ridwan Saidi (pemerhati zionis internasional) mengatakan, termasuk lambang beberapa televisi (TV) swasta di Indonesia memiliki makna-makna zionisme. Ini terbukti, hampir semua stasiun televisi yang ada saat ini menayangkan program-program yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam, mistik, huru-hara, percintaan, hamil di luar nikah, sadisme, provokatif, gossip dan adegan konyol lainnya sudah menjadi bagian acaranya.

Tidak ketinggalan, bidang pendidikan merupakan sorotan yang paling diminati Zionisme Yahudi. Orang-orang pintarnya diberi beasiswa untuk belajar Islam di universitas terkemuka Amerika dan Eropa. Otak mereka di ‘cuci’ dengan faham-faham Zionis. Tesis dan desertasi mereka menjadi ‘senjata makan tuan’ bagi umat Islam. Sehingga lahirlah Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Pluralismenya dan aliran Revesioner dengan keberaniannya mengubah kandungan Al-Qur’an dan menghujat hadits-hadits shahih, serta aliran-aliran sesat lainnya.

Termasuk anak-anak kita yang kini berada di taman kanak-kanak (TK) maupun sekolah dasar (SD), sedikit-demi sedikit pengetahuan mereka disesatkan. Contohnya terhadap keberadaan masjid Al-Aqsha di Palestina. Mereka tidak pernah dikenalkan dengan lokasi masjid umat Islam pertama itu, tempat dimana Rasulullah singgah sebelum melakukan mi’raj ke sidratul muntaha. Hal ini dinyatakan Herry Nurdi (mantan wartawan senior sabili), setelah dirinya melakukan penelitian terhadap berbagai buku peta dunia (ATLAS).

Menurutnya, di dalam ATLAS (termasuk globe) tidak ditemukan satu lokasi dimana negeri Palestina berada, bahkan yang ada adalah Israel—negara yang menumpang pada tanah muslimin. Lebih heran lagi, pada bagian belakang ATLAS—gambar bendera negara-negara di dunia—tidak ditemukan bendera Palestina, dan lagi-lagi digantikan dengan bendera Israel. “Ini menunjukan ada upaya dari kaum zionis Yahudi untuk menghapus ingatan generasi muda muslim sejak dini dari sejarah Islam, bahwa di dunia ini tidak pernah berdiri masjid kebanggaan umat Islam, Al-Aqsha, yang jelas-jelas milik muslimin.” Ungkap Herry Nurdi dalam seminar “Mengungkap Freemason dan Zionisme di Indonesia,” di UNTIRTA Cilegon, Banten, (9/6)

Lebih jauh ia mengungkapkan, gerakan berbahaya dari zionis Yahudi ini kini telah merambah ke rumah-rumah umat Islam di Indonesia. Ia mencontohkan, tayangan TV bernama Mamamia, KDI, Indonesia Idol dan yang serupa lainnya, merupakan upaya Yahudi untuk meninabobokan umat Islam dengan kesenangan-kesenangan dunia. Hingga akhirnya melupakan urusan muslimin yang amat besar, yaitu rasa kepedulian terhadap saudaranya yang tertindas, rumah suci—masjid—yang dihancurkan, dan tanahnya yang dirampas.

Kini, sangat sedikit—bahkan tidak ada—bidang kehidupan yang bersih dari campur tangan Zionis Internasional, pun di bidang politik, tak ada satupun kebijakan yang terlepas dari kepentingan Zionis.
Sebab itu hendaknya umat Islam sadar, bahwa Yahudi dan Nasrani akan terus berupaya menghancurkan agama ini, tidak hanya simbol-simbolnya yang di rusak, yang lebih berbahaya lagi mereka meracuni pikiran muslimin dengan faham-faham yang sesat dan menyesatkan (sekuler, pluralis, liberalism, dan isme-isme lainnya).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah (agama) mereka…”

Wahai kaum muslimin, ketahuilah Yahudi dan Nasrani bersatu untuk merusak dan menghancurkan Islam, maka jika muslimin tetap berpecah belah, hanya mementingkan ego dan kepentingan kelompok atau golongannya sendiri, niscaya kemenangan akan jauh dari tangan muslimin.

Takhtim

Keruntuhan muslimin dan kejayaan bagi Yahudi dan Nasrani tidak dapat dipisahkan dari tumbangnya kekhilafahan muslimin pada masa Turki Utsmani tahun 1924 M. Zionis Yahudi melalui Mustafa Kemal Atatturk telah berhasil merubah sistem kepemimpinan muslimin yang berbasis khilafah kepada negara-negara (sekuler).

Sejak itu, umat Islam kehilangan kepemimpinan yang dapat melindungi umat dalam menegakkan syari’at dan mencegah upaya perlawanan musuh-musuh Islam. Muslimin kehilangan kekuatannya dan hidup terjebak dalam sekat nasionalisme yang sempit, hilang rasa peduli dan empati terhadap saudara-saudaranya yang tertindas. Bahkan, akibat paling pahit dihapusnya kekhilafahan ialah lahirnya negara Israel ditengah-tengah bumi muslimin (Palestina).

Untuk kembali mewujudkan persaudaraan dan kesatuan umat Islam, Allah telah menetapkan syari’at khilafah sejak diturunkannya manusia di permukaan bumi ini (QS. 2:30; 3:103; 4:58-59). Sejarah membuktikan ketika umat Islam melaksanakan syari’at ini, mereka berhasil memimpin dunia dan mewujudkan kedamaian di muka bumi serta menghindari kekacauan di atasnya.
Sumber : “Jejak Freemason dan Zionis di Indonesia”, 2007
Continue Reading

Rohis Bukan Teroris

Ini adalah momentum dari BNPT menjauhkan para remaja dari pembinaan Rohis di sekolah.
Tayangan MetroTV yang menyebutkan bahwa salah satu dari lima pola rekrutmen teroris melalui ekstrakulikuler di masjid sekolah (Rohani Islam/Rohis) dianggap oleh petinggi Hizbut Tahrir Indonesia sebagai salah satu upaya untuk menjauhkan remaja dari mendalami Islam di sekolah.

“Saya khawatir itu ada pihak-pihak tertentu yang menjadikan MetroTV sebagai corong islmophobia untuk membuat takut orang tua dan guru sehingga melarang anak atau siswanya  mengadakan kegiatan keislaman di sekolah,” ujar Ketua Lajnah Dakwah Sekolah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Dede Tisna, Senin (17/9) di Jakarta.

Menurutnya justru dengan keaktifan remaja di Rohis, menumbuhkan kedewasaan dan menjadikannya sebagai pribadi teladan bagi teman-temannya. “Karena pemaham Islam yang mereka dapatkan dikajian Rohis menjadi benteng dalam menentukan perilakunya,” ungkap Aktivis Rohis SMA di Bogor angkatan 1991-1994 tersebut.

Menurut Dede, gencarnya Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan media sekuler mengopinikan isu terorisme diopinikan dijadikan momentum untuk menjauhkan remaja dari pembinaan Rohis di sekolah. Padahal pembinaan Rohis di sekolah sangat membantu sekolah dan keluarga untuk membuat si anak menjadi shalih dan baik jauh dari potret remaja sekarang yang gemar nyontek, bolos, dan tawuran.
Kemungkinan teroris membidik Rohis di sekolah pun ditampiknya. “Tidak berdasar dan tidak pernah ada faktanya kalau pun nanti diadakan itu pasti hasil rekayasa pihak yang selama ini begitu gencar memunculkan isu teroris,” sanggah Dede.

Pada tayangan tanggal 5 September 2012, Metro TV mengadakan dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Bambang Pranowo; mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.

Dalam dialog tersebut Bambang Pranowo menyampaikan hasil ‘penelitiannya’ bahwa ada lima pola rekrutmen teroris muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen versi Bambang Pranowo.
Celakanya, pada tampilan grafik tersebut MetroTV membubuhkan judul yang sangat provokatif, yaitu Awas, Generasi Baru Teroris. Terang saja membuat berbagai pihak berang terutama pihak-pihak yang mengetahui betul dunia Rohis sekolah.

Menariknya, di tengah berprosesnya layangan surat keberatan kepada KPI dan dewan pers terkait siaran dari televisi yang bernaung di Media Group tersebut, salah satu mantan wartawan koran yang juga bernaung di group yang sama Media Indonesia berkicau di twitter terkait dapur Media Group.

“sdh untuk kesekian kali @Metro_TV n Media Indonesia menyudutkan Islam. Sdh berkali2 juga disomasi n diprotes tp tak kapok.” ungkap mantan penulis editorial Media Indonesia tersebut di https://twitter.com/eae18.

Mantan wartawan ini, menyebutkan empat nama yang berperan dalam soal isu agama dan semuanya non Muslim. Mereka lah yang mempunyai peran penting dalam mengakses berita dan merekrut reporter sehingga beritanya sering disomasi dan reporter yang direkrut pun mayoritas non Muslim.

Namun, lanjutnya, Surya Paloh (bos Media Group) tidak mengetahuinya. Makanya ia mengaku memprotesnya. Namun, protes atas kebijakan yang tidak bijak itu pun tidak digubris, sehingga dia pun mengundurkan diri.

“jadi JANGAN HARAP ada berita yg FAIR dr METRO TV jk bicara soal ISLAM. Sy tak benci Kristen tp benci konspirasi.” simpulnya karena menengarai adanya konspirasi menyudutkan Islam di media tersebut. (mediaumat.com, 25/9/2012)
Continue Reading

DICARI MENANTU SEORANG MUADZIN

Oleh: Dr. Fahmi Amhar

Beberapa tahun yang silam, ada seorang ibu yang minta tolong dicarikan calon suami untuk putrinya.  Ibu yang taat beribadah ini tidak memberi syarat yang muluk-muluk.  Yang penting calon ini seorang muadzin!


Namun beruntunglah sang ibu itu.  Karena permintaan itu ditujukan kepada penghuni kos-kosannya yang kebetulan mahasiswa aktivis dakwah di sebuah kampus PTN terkenal, maka yang dijaring tentu saja para muadzin yang juga mahasiswa atau alumni kampus tersebut.  Jadilah akhirnya menantunya tidak cuma muadzin, tetapi juga seorang sarjana berprestasi, yang kebetulan sudah punya pekerjaan sehingga siap menikah.

Apa yang dilakukan sang ibu itu mungkin hal yang langka pada zaman sekarang.  Karena masyarakat sudah sangat kapitalistik, maka syarat yang diberikan ketika mencari pasangan atau menantu juga sangat berbau materi: punya pekerjaan (diutamakan PNS atau pegawai BUMN), bahkan sudah punya rumah dan kendaraan.  Tampang nomor dua.  Keshalihan nomor 20 …

Pada masa keemasan peradaban Islam, muadzin adalah calon menantu idaman.  Andai saat itu sudah ada lagunya, bunyinya akan begini, “Kalau ibu – pilih menantu – pilihlah dia – sang muadzinku – Dia idaman – pujaan hatiku – juru panggil jamaah shalat di kotaku …”

Kenapa?

Pertama, seorang muadzin, dan ini yang dimaksud adalah muadzin tetap, bukan muadzin sporadis, tentu saja dapat diasumsikan seorang yang shalih, karena dia pasti rajin shalat berjamaah dan akhlaknya tidak cacat di kaumnya.  Karena tentu saja aneh dan bakal dipersoalkan umat, kalau habis adzan malah tidak ikut shalat berjamaah, atau kadang-kadang bermaksiat.

Kedua, seorang muadzin, lebih diutamakan yang suaranya merdu.  Umat akan kecewa bila suara muadzinnya kurang enak didengar.  Kalau suaranya merdu, insya Allah, dalam kondisi marahpun, tetap merdu …

Ketiga, pada masa itu, ketika tv, radio, jam dan jadwal sholat abadi belum ada, setiap muadzin harus mengetahui waktu-waktu shalat dengan melihat langit.  Dia harus menguasai dasar-dasar ilmu falak.  Karena itu, seorang muadzin pastilah lulus suatu training astronomi dasar.  Jadi dia pastilah orang yang cukup cerdas.

Keempat, pada masa itu jihad fi sabilillah masih banyak dilakukan.  Jihad ke tengah lautan atau padang pasir, membutuhkan navigator yang baik, dan saat itu, ketika GPS belum ada dan kompas juga masih langka, astronomi menjadi andalan.  Dan siapa lagi yang punya bekal dasar astronomi, kecuali muadzin?  Maka banyak muadzin direkrut menjadi navigator armada jihad.  Jadilah muadzin ini veteran-veteran jihad.  Jadi seorang muadzin itu pastilah seorang pemberani.

Tak heran banyak gadis Muslimah yang mengidolakan sosok lelaki yang shalih, bersuara merdu, cerdas dan pemberani, seperti ibu mereka mengidolakan calon menantu seperti itu, dan itu adalah muadzin!

Untunglah, banyak ulama Islam yang mencurahkan hidupnya untuk memudahkan pekerjaan ini.  Mereka membangun dasar-dasar ilmu falak dan lebih dari itu juga astronomi untuk navigasi di medan jihad.

Kaum Muslim telah berburu ilmu ke Barat (Mesir, Yunani) maupun ke timur (Persia, India), mengintegrasikannya, memperkuat dasar-dasarnya dan mengembangkan jauh di atas para gurunya.  Pusat penelitian astronomi Islam yang paling tua bermula di kota Maragha.  Maka dalam sejarah ilmu pengetahuan muncullah “Madzhab Maragha” atau bahkan “Revolusi Maragha” – sebuah revolusi saintifik sebelum Rennaisance.

Ini berawal ketika Khalifah al-Ma’mun memerintahkan untuk mendirikan sebuah observatorium dan merekrut para astronom untuk melakukan pengumpulan data yang teliti guna mengoreksi data yang telah ada hingga saat itu.  Untuk itu para astronom meminta bantuan ahli-ahli mekanik untuk membuatkan sebuah alat pengamatan langit yang disebut astrolabs.  Hasil-hasil pengamatan langit yang lebih teliti ini menyelesaikan problem yang signifikan yang selalu timbul dalam model langit geosentris Ptolomeus.  Saat-saat tertentu, planet Mars tampak seperti bergerak mundur (retrograde motion).  Kalau saja model ini diubah menjadi heliosentris, maka gerak mundur planet Mars itu mudah sekali dipahami, yaitu tatkala bumi yang beredar mengelilingi matahari lebih cepat dari Mars, sedang “menyalip” Mars.  Tapi waktu itu, Ptolomeus yang percaya pada teori geosentris, mencoba memecahkan problema itu dengan lingkaran-lingkaran tambahan yang disebut episiklus.  Tetapi episiklus-episiklus ini makin lama menjadi makin rumit.

Maka sejumlah astronom Muslim seperti Ibnu al-Haytsam dan Ibnu al-Syatir menekuni kemungkinan bahwa bumi berputar pada porosnya serta kemungkinan adanya sistem tata surya yang berpusat di matahari.  Mereka membuat model planet non Ptolomeus.  Sedang Muayyaduddin Urdi secara total menolak model Ptolomeus karena dasar empiris, tak hanya filosofis.  Ini pendapat yang luar biasa maju.  Nicolaus Copernicus baru berani mengemukakan pendapat ini di Eropa 500 tahun kemudian.  Buku Copernicus yang berjudul De Revolutionibus ternyata banyak mengadaptasi model langit dari Ibnu al-Syatir dan at-Tusi dari madzhab Maragha.  Argumentasi Copernicus tentang rotasi bumi juga senada dengan karya Ali al-Qusyji.

Pada abad-21 ini, fenomena langit seputar tata surya sudah bukan teori lagi, tetapi sudah menjadi fakta keras yang tidak dapat dibantah lagi.  Manusia berbagai bangsa sudah meluncurkan ribuan pesawat ruang angkasa dan satelit yang mengorbit bumi.  Terakhir, tahun 2009 para astronom dan insinyur aeronautika Iran sudah berhasil membuat satelit dan meluncurkannya dengan roket yang dibuat sendiri tanpa pertolongan negara lain.  Semua hasil eksperimen ini terus membuktikan bahwa bumi memang berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari.

Anehnya, di abad ini pula, justru ada sejumlah orang yang ghirah Islamnya tinggi kembali meragukan pendapat bahwa bumi itu berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari.  Mereka berpendapat, bumi itu diam, dan matahari, bulan dan seluruh bintang-bintang beredar mengelilingi bumi.  Mereka menganggap pendapat ini didukung Alquran (antara lain QS 35:41, dan QS 21:33).

Padahal kebenaran sebuah fenomena alam yang dapat diamati atau diukur sama sekali tidak memerlukan dalil kitab suci manapun.  Rupanya para astronom seribu tahun yang lalu justru lebih jernih dalam memahami ayat Alquran sekaligus memahami fenomena alam.  Dengan itulah mereka dapat menjadikan astronomi sebagai modal untuk memuliakan Islam dan kaum Muslim.  Itu karena para astronom itu berangkat dari seorang muadzin!

Abu ar-Raihan al-Biruni menegaskan perbedaan antara astronomi dengan astrologi, sehingga menekankan pengamatan empiris yang akurat dan eksperimen untuk membuktikan kebenaran perhitungan astronomi.  Akurasi data itu juga membuat astrofisika dimulai.  Adalah Ja’far Muhammad bin Musa bin Syakir yang dari ribuan pengamatannya memastikan bahwa benda-benda langit mengalami hukum fisika yang sama seperti bumi.  Sedang Ibnu al-Haytsam, sang penemu fisika optika – yang menjadi dasar pembuatan lensa untuk teropong bintang – dari pengamatannya memastikan, bahwa apa yang hingga saat itu diyakini sebagai “lapisan-lapisan langit” ternyata bukanlah sesuatu yang padat, melainkan kurang rapat dibanding udara.  Jadi kalau di Alquran disebut “lapis langit pertama sampai ketujuh”, maka itu pasti terletak di alam ghaib yang tidak dapat diamati manusia.  Di situlah, ketika sains berakhir, dimulailah keimanan.

Sumber :mediaumat.com (25/9/2012)
[www.al-khilafah.org]
Continue Reading

SUBHANALLAAH.., GUNTUR DAN KILAT BERTASBIH MEMUJI ALLOH

1.> Pernahkah kita berpikir bagaimana guntur sebagai salah satu peristiwa atmosfer terhebat yang Allah ciptakan itu terbentuk?

2.> Dan bagaimana pula guntur mampu melepaskan sejumlah energi yang demikian besar ?

Menurut Harun Yahya, selama hujan, guntur dan kilat yang tersusun dari pembentukan cahaya-cahaya terang akibat pelepasan energi listrik di ruang atmosfir, sesungguhnya merupakan sumber energi yang menghasilkan listrik lebih besar dari pada ribuan pembangkit listrik–di samping sebagai fenomena iklim.

Inilah kehebatan dan keajaiban kilat dan petir:

1. Energi yang dilepas oleh sekali kilatan petir lebih besar dari pada energi yang dihasilkan seluruh pembangkit listrik di Amerika.

2. Satu kilatan petir dapat menyalakan 100 watt bola lampu selama lebih dari tiga bulan.

3. Pada titik sentuh petir ke bumi, cuaca memanas hingga 25.000 derajat Celcius. Kecepatan kilatan petir 150.000 km/detik dan rata-rata ketebalannya 2,5-5 cm.

4. Petir menghasilkan molekul nitrogen yang dibutuhkan bagi tumbuh-tumbuhan di Bumi utuk menunjang kehidupanya.

5. Setiap petir rata-rata memiliki 20.000 amper daya listrik. Seorang tukang las hanya menggunakan 250-400 amper untuk mengelas baja.

6. Petir bergerak pada kecepatan 150.000 km/detik, hampir setengah kecepatan cahaya dan 100.000 kali lebih cepat dari kecepatan suara. ''Suara yang dilepaskan oleh satu kilatan lebih besar dari pada cahaya 10 juta bola lampu berdaya 100 watt. Jadi, apabila setiap rumah di Istanbul, Turki menyalakan satu bola lampu, pancaran cahaya dari satu kilatan petir akan lebih besar,'' ungkap Harun Yahya.

Allah menyatakan fenomena kilat yang menakjubkan ini sebagai berikut “…Kilauan kilatnya hampir membutakan pandangan.” (al-Nur: 43).

> Bagaimanakah kilat terbentuk?

Menurut Harun Yahya, udara yang dipanaskan oleh cahaya matahari naik membawa molekul-molekul air yang menguap di dalamnya. Ketika udara yang naik ini mencapai ketinggian 2-3 km, udara tesebut bersentuhan dengan lapisan udara dingin. Saat kenaikan udara, kristal-kristal es yang terbentuk di dalam awan melepaskan energi listrik statis yang terbentuk karena pergesekan. Energi listrik ini mengandung unsur positif (+) pada lapisan atas awan dan unsur negatif (-) pada lapisan bawahnya. Ketika awan cukup terisi untuk mengionisasi udara; maka petir terbentuk.

Mengapa bisa bergemuruh? Menurut Harun Yahya, petir memanaskan udara di sekitarnya hingga 30.000 derajat celcius dalam sepersejuta detik. Udara yang dipanskan meluas, dan menyebarkan gelombang suara yang lebih cepat dari kecepatan suara; dengan tekanan 100 kali lebih besar dari tekanan atmosfir normal. Sama halnya dengan pesawat yang melintas dengan kecepatan suara, ini menyebabkan ledakan suara (gemuruh) di udara, sehingga dinamakan gemuruh/guntur.

> Mengapa cahaya dan suara guntur tidak bersamaan mencapai bumi?

Harun Yahya mengungkapkan, hal ini dikarenakan suara guntur mencapai pendengaran kita dengan kecepatan suara (340 m/detik di udara); sedangkan petir mencapai visual (penglihatan ) kita dengan kecepatan cahaya (99, 793 km/detik). Ini menyebabkan perbedaan waktu antara dua peristiwa, dan dengan demikian membuat kilatan (petir) mencapai bumi lebih sebelum guntur. Apa perbedaan antara kilat dan petir? Ketika perbedaan muatan listrik menjadi lebih besar antara bumi dan awan, udara menjadi lebih mudah ditembus dari bumi ke awan; pelepasan energi listrik dimulai melalui saluran penghantar yang dibentuk oleh udara yang ditembus itu. Pelepasan energi listrik dari awan disebut dengan kilat, dan pelepasan energi listrik dari bumi disebut petir atau sambaran balik.

Kebenaran kilat yang dinyatakan dalam Alquran Guruh atau Guntur ternyata terpilih menjadi nama salah satu surah dalam Alquran, yakni surah al-Ra’d. Allah memberitahukan bahwa guntur dibentuk oleh kilat yang bertasbih memuji-Nya: “Dan guruh bertasbih memuji-Nya (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya…” (al-Ra’d: 13).
Continue Reading

MIMPI YANG MEMBAWA HIKMAH

Khalifah Umar bin Abdul Azis pernah gemetar ketakutan. Bukan karena menghadapi musuh di medan pertempuran. Tetapi ketika beliau mendengar cerita tentang alam akhirat.

Semua perbuatan manusia di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Di akhirat kelak setiap manusia akan diperintahkan berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Manusia akan terlempar ke neraka jika tidak bisa melewati jembatan itu. Sebaliknya, manusia tersebut akan menikmati keindahan surga jika bisa melewati jembatan itu.

Setiap manusia akan menemui kesulitan dan kemudahan yang beragam saat berjalan di atas jembatan shiratal mustaqim. Jika selama hidup di dunia, manusia itu banyak beramal saleh, ia akan mudah melewatinya. Jika tidak, iaakan sulit berjalan di atas shiratal mustaqim. Bahkan, besarkemungkinan iaakan terlempar dan jatuh ke jurang neraka di bawahnya.

Hal itu membuat banyak orang khawatir. Tentu saja. Sebab, kita tidak pernah tahu secara pasti apakah selama di dunia kita tergolong orang yang banyak beramal saleh atau justru banyak berbuat dosa. Nah, perasaan itu juga dirasakan khalifah Umar bin Abdul Azis. Apalagi waktu khalifah Umar bin Abdul Azis mendengar cerita seorang hamba sahaya tentang mimpinya di suatu hari.

Umar bin Abdul Azis tertarik waktu hamba sahaya itu bercerita. “Ya, Amirul Mukminin. Semalam saya bermimpi kita sudah tiba di hari kiamat. Semua manusia dibangkitkan Allah, lalu dihisab. Saya juga melihat jembatan shiratal mustaqim.”

Umar bin Abdul Azis mendengarkan dengan seksama. “Lalu apayang engkau lihat?” tanyanya.

“Hamba melihat satu per satu manusia diperintahkan berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Penguasa Bani Umaiyah, Abdul Malik bin Marwan, hamba lihat ada di antara orang yang pertama kali dihisab. la berjalan melewati jembatan shiratal mustaqim. Tapi, baru dua langkah, dia sudah jatuh ke dalam jurang neraka. Saat ia jatuh, ubuhnya tak terlihat lagi. Hamba hanya mendengar suaranya. la terdengar menangis dan memohon ampun kepada Allah,” jawab hamba sahaya itu.

Umar bin Abdul Azis tertegun mendengar cerita itu. Hatinya gelisah.

“Lalu bagaimana?” ia bertanya dengan gundah.

“Setelah itu giliran putranya, Walid bin Abdul Malik bin Marwan. Ia juga terpeleset dan masuk ke dalam jurang neraka. Lalu tiba giliran para khalifah yang lain. Saya melihat, satu per satu mereka pun jatuh. Sehingga tidak ada yang sanggup melewati jembatan shiratal mustaqim itu,” kata sang hamba sahaya.

Umar bin Abdul Azis tercekat karena merasakan takut dan khawatir dalam dadanya. Sebab, ia juga seorang khalifah. la sadar, menjaga amanah kepemimpinan dan kekuasaan itu sangat berat. Dan ia punyakin, setiap pemimpin harus bisa mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Tidak ada seorang pun yang akan lolos dari hitungan Allah.

Jantung Umar seketika berdegub kencang. Nafasnya memburu. Ia cemas, jangan-jangan nasibnya akan sama dengan para pemimpin lain yangdikisahkan hamba sahaya itu. Karena cemas dan takut, Umar bin Abdul Azis meneteskan air mata. Ia menangis.

“Ya, Allah. Apakah aku akan I bernasib sama dengan mereka yang dilihat hamba sahaya ini di dalam mimpinya? Apakah aku telah berlaku tidak adil selama memimpin? Pantaskah aku merasakan surga-Mu, ya Allah?” bisik Umar bin Abdul Azis di dalam hati. Air matanya kian deras mengalir.

“Lalu tibalah giliran Anda, Amirul Mukminin,” kata hamba sahaya itu.

Ucapan hamba sahaya itu menambah deras air mata Umar bin Abdul Azis. Umar kian cemas. Kecemasan Umar membuat tubuhnya gemetaran. Ia menggigil ketakutan. Wajahnya pucat. Matanya menatap nanar kesatu sudut ruangan.

Saat itu, Umar bin Abdul Azis mengingat dengan jelas peringatan Allah SWT, “Ingatlah pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. Dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah sentuhan api neraka”

Hamba sahaya itu justru kaget melihat reaksi khalifah Umar bin Abdul Azis yang luar biasa. Dalam hati, ia merasa serba salah. Sebab, ia sama sekali tidak punya maksud untuk menakut-nakuti khalifah. Ia sekadar menceritakan mimpi yang dialaminya.

Melihat kepanikan khalifah, hamba sahaya itu lalu berusaha menenangkan Umar bin Abdul Azis. Namun, Umar bin Abdul Azis belum bisa tenang. Maka, hamba sahaya itu pun meneruskan ceritanya dengan berkata, “Wahai, Amirul Mukminin. Demi Allah, aku melihat engkau berhasil melewati jembatan itu. Engkau sampai di surga dengan selamat!”

Mendengar itu, Umar bin Abdul Azis bukan tersenyum apalagi tertawa. Ia diam. Cukup lama Umar tertegun. Cerita itu benar-benar membuatnya berpikir dan merenung.

Ada hikmah yang lalu dipetik Umar dari cerita itu. Dan sejak itu, ia menanamkan tekad untuk lebih berhati-hati dalam amanah kekuasaan. Itu adalah amanah Allah yang sangat berat.

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. .. AAMIIN
Continue Reading

Peristiwa 11 September 2001 antara Karamah dan Konspirasi

Memasuki bulan September tahun ini, kita seakan diingatkan lagi pada peristiwa tragis yang terjadi 11 tahun silam. Saat itu, pada Selasa pagi yang cerah, sebuah peristiwa naas terjadi. Gedung kembar simbol supremsi ekonomi Amerika Serikat runtuh ditabrak pesat komersial yang sebelumnya telah dibajak oleh orang-orang yang oleh media-media barat disebut "teroris". Banyak orang yang tidak berdosa dan tidak tahu menahu apa yang terjadi menjadi korban penabrakan tersebut. Sekitar 3000 orang meninggal dunia dalam apa yang dianggap sebagai peristiwa “serangan teroris” terburuk tersebut.



Peristiwa itu sendiri sampai hari ini masih menyisakan berbagai macam spekulasi dan kontrovesi. Versi "resmi" yang dinyatakan pemerintahan Bush waktu itu sangat tidak memuaskan bagi banyak pihak, termasuk publik Amerika sendiri. Bagi mereka, adalah sangat mustahil tubuh pesawat penumpang yang terbuat dari logam aluminium yang relatif lunak itu mampu meluluhlantakkan gedung-gedung kukuh dengan rangka baja tersebut.

Tahap-tahap keruntuhan gedung yang menyerupai "controlled demolition" juga menambah keraguan mereka. Tayangan media yang sedemikian detil juga sangat mencurigakan bagi sebagian orang. Seakan-akan media sudah dipersiapkan terlebih dahulu untuk meliput kejadian mengerikan itu dan menayangkannya ke seluruh dunia.

Teknik Controlled Demolition adalah teknik peledakan terkendali yang biasa dipergunakan untuk menghancurkan gedung-gedung tua yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Dengan menggunakan teknik tersebut, gedung tua yang ingin dihancurkan bisa diledakkan tanpa menimbulkan kerusakan di gedung atau bangunan di sekitarnya.

Agar dapat terlaksana, bahan-bahan peledak yang dipergunakan harus diletakkan di titik-titik tertentu di gedung yang ingin diledakkan tersebut. Sehingga, saat diledakkan, ledakan yang terjadi hanya di titik-titik yang diinginkan dan tidak menimbulkan kerusakan di tempat-tempat yang lain. Gedung yang sudah diledakkan itu pun kehilangan titik-titik penyangga keseimbangannya dan tidak lagi mampu menahan beban beratnya sendiri. Gedung itu akhirnya runtuh dengan arah tegak lurus ke tanah. Para penganut teori controlled demolition mengatakan bahwa yang meruntuhkan gedung kembar WTC bukanlah pesawat komersial yang menabraknya tapi bahan-bahan peledak yang telah ditempatkan dalam kedua gedung tersebut.

Namun demikian, ada juga kalangan tertentu yang menganggap bahwa peristiwa itu memang murni hasil perjuangan para pejuang muslim yang dituduhkan oleh Bush dan kroninya. Mereka mengatakan bahwa para pejuang itu mendapat semacam "karamah" atau keistimewaan dari Allah SWT hingga pesawat berbadan aluminium tersebut bisa menghancurkan gedung-gedung kukuh yang megah itu. Mereka juga mengecam orang-orang yang menganggap bahwa peristiwa 9/11 sebagai buah konspirasi jahat Bush dan pemerintahannya. Mereka mengganggap orang-orang seperti itu sebagai orang-orang yang meremehkan kekuasaan Allah SWT dan menghina perjuangan kaum Mujahidin. Mereka beralasan bahwa Allah SWT memiliki Kekuasaan yang tidak terbatas dan jika Dia menghendaki, tumbukan pesawat-pesawat itu bisa saja menghancurkan gedung-gedung tersebut.

Padahal, banyak ulama Islam yang sudah menyatakan kecaman dan ketidaksetujuan mereka atas aksi penabrakan pesawat tersebut. Salah satu dari mereka adalah Syaikh Yusuf Qaradhawi, seorang ulama besar dari Mesir yang kini berada di Qatar. Beliau adalah salah satu ulama yang sering menjadi rujukan ulama-ulama lainnya dan umat Islam. Beliau memfatwakan bahwa haram hukumnya membajak pesawat komersial dan menabrakkannya ke gedung perkantoran sipil. Apalagi sampai menimbulkan korban jiwa di kalangan penduduk sipil  yang tidak bersalah. Dalam peperangan saja, orang-orang yang bukan bagian dari pasukan musuh seperti wanita, anak-anak dan rahib-rahib, tidak boleh dibunuh oleh tentara muslim.

Jihad melawan musuh-musuh Allah SWT adalah amalan yang agung dan mulia serta besar balasannya. Namun demikian, jihad tidak boleh dilakukan sembarangan tanpa perencanaan yang matang dan strategi yang jelas. Jihad juga tidak menafikan faktor - faktor sunatullah dan manusiawi. Dalam setiap peperangan yang dilakukan Rasulullah, baik yang diikuti langsung oleh beliau atau yang dilakukan para sahabatnya, faktor sunatullah tetap dilakukan. Rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah mengandalkan faktor "karamah" atau "bantuan malaikat" meskipun terkadang Allah SWT mengirimkan bantuan tak terduga seperti angin kencang yang dingin saat perang Ahzab. Mereka berinfak dan mengumpulkan perbekalan dan senjata setiap kali hendak berperang. Mereka pernah menggali parit saat menghadapi musuh dalam perang Khandak.  Mereka juga menyiapkan para pemanah di bukit Uhud saat terjadi peperangan di sana. Mereka juga pernah mengalami kekalahan karena ketidakdisiplinan para pemanah di bukit Uhud tersebut dalam hal ghanimah atau rampasan perang.

Ajaran syariat Islam sangat ketat dalam menjaga urusan jiwa dan pertumpahan darah.  Dalam Islam, setiap nyawa adalah amanah yang sangat berharga.  Bahkan dalam peperangan sekalipun pasukan muslim dilarang menyakiti apalagi membunuh mereka yang bukan bagian pasukan musuh walaupun berbeda keyakinan. Peristiwa 11 September 2001, selain sangat janggal apabila ditinjau dari sisi ilmu pengetahuan dan sunatullah, juga bukan merupakan cara berjuang yang disyariatkan oleh Islam.

Kalaupun peristiwa itu membuat banyak orang Amerika dan bangsa-bangsa Barat lainnya tertarik mempelajari Islam dan sebagian dari mereka menjadi muslim, hal itu bukanlah pembenaran atas penabrakan gedung kembar tersebut. Dakwah dan perjuangan menegakkan kalimat Allah SWT harus terus dilakukan namun dengan cara-cara yang elegan dan dengan tetap memperhatikan rambu-rambu syariat dan sunatullah, bukan dengan cara yang serampangan dan membabi buta. (Muhammad Nahar/wasathon.com)
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template