Jumat, 19 Oktober 2012

YUK….MENJADI REMAJA BERIDEOLOGI ISLAM

Remaja Berideologi Islam laksana Berjiwa Harimau

Saya pernah membaca sebuah cerita di sebuah majalah, ceritanya tentang seorang Mahasiswa Indonesia yang kuliah di sebuah universitas di Jepang, sebut saja namanya Andre. Si Andre mempunyai tiga orang teman dari Jepang, Korea dan Taiwan, yang asli Jepang namanya Takuji Inoe, yang dari Korea namanya Jung Sung Yun, dan Chen Xiao Kwok dari Taiwan. Mereka tinggal dalam satu flat ( apartemen mini ).

Menurut penuturan si Andre, ketiga temannya hobi minum minuman keras, kulkas di kamar mereka berisi bermacam-macam Bir dan sake ( miras Jepang ), selain itu tiap malam minggu mereka juga mabuk-mabukan di hiburan malam, kafe dan baru sadar besok siangnya.
ilustrasi Remaja Korea

Namun yang paling mengherankan adalah mereka adalah mahasiswa-mahasiswa terbaik di kampusnya, prestasi mereka luar biasa, sedangkan si Andre sendiri yang seumur hidupnya tidak pernah menyicipi barang setetes minuman keras dan selalu berpegang pada akhlak Islam, pesan pak Ustad dan Dasa Darma Pramuka, prestasinya malah pas-pasan dan tidak istimewa.

Oke kalau saya simpulkan bahwa ketiga teman Andre itu adalah orang-orang Ideologis, sedangkan sebaliknya justru si Andre bukan orang yang Ideologis, kenapa ???, ayo kita bahas.

IDEOLOGI
Berasal dari kata ide (pikiran) dan logos ( ilmu ), yang arti bahasanya adalah ilmu berpikir, dan secara istilah berarti ide dasar yang sifatnya menyeluruh dan menjadi suatu asas bagi kehidupan manusia ( kitab Nizamul Islam, Syeikh Taqiudin An Nabani ), contoh dari ideologi adalah Sosialisme, Kapitalisme dan Islam.
Ok kita logika saja, sekarang lihat orang Jepang, Korea, Barat mereka hobi sekali mabuk-mabukan, minum minuman keras, tetapi lihat negara mereka, Maju bukan, kenapa coba ?, karena mereka berideologi. Ok memang Ideologi Kapitalisme tidak mengharamkan minuman keras.

MENJADI REMAJA YANG BERIDEOLOGI ISLAM

parade Arroya dan Al liwa ( Konferensi Khilafah Indonesia )

Orang-orang ideologis selalu menjawab semua pertanyaan tentang kehidupan dengan merujuk pada Ideologi mereka, sehingga di dapat hanya satu jawaban saja. Tetapi berbeda dengan orang-orang yang tidak berideologi, mereka akan menjawab pertanyaan dengan lebih dari satu jawaban.

Kita ambil contoh misalnya masalah Pacaran, jika persoalan pacaran ditanyakan ke remaja-remaja yang gak punya Ideologi maka akan didapat paling tidak / minimal 5 ( lima ) buah jawaban.
1.     Boleh, karena gaul, kalau gak pacaran namanya kuper, cupu, banci, homo, dsb.
2.     Boleh, asal jangan berlebihan, kan ini cinta.
3.     Tergantung pacarannya seperti apa, kalo sampe berzina ya ga boleh, tapi kalo Cuma berduaan, pegangan tangan yaa masih boleh.
4.     Kalo masih kecil ya jangan pacaran dulu, nanti kalo dah gede.
5.     Boleh, Yang penting gak nglupain sekolah.

Tetapi jika masalah pacaran ini ditanyakan kepada remaja-remaja yang berideologi Islam maka mereka akan memberi satu jawaban saja yaitu HARAM.

dengerin lagunya boleh..tapi jangan tiru kelakuan stresnya... HARAM

Kenapa ???
Karena yang enak-enak itu Haram ( kata bang Haji Rhoma ), Oke bukan itu jawabannya. Jawabannya adalah karena Remaja berideologi Islam selalu mencari jawaban di Ideologinya yaitu Islam, yaitu mencari di Dalil-dalil baik Al Quran maupun Hadis serta turunannya, seperti sabda Rasulullah Saw,

" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya." ( HR. Bukhari )

Sehingga ketika seorang remaja berideologi Islam ditanya tentang berbagai permasalahan di dunia seperti kemiskinan, kebodohan dan lainnya, maka dia hanya akan melihat pada Ideologinya, yaitu Islam, dan mereka semua hanya akan menjawab dengan satu jawaban yaitu karena semua itu disebabkan oleh tidak tegakknya Syariat Islam.

KESIMPULANNYA !!!!!                    
Jika negara Jepang, Korea, dan Barat begitu maju karena Rakyatnya memang berideologi Kapitalisme, sekarang kita logika saja, Ideologi sesat seperti Kapitalisme yang dianut negara-negara Jepang, Korea dan Barat dapat membuat kemajuan seperti itu, Apalagi Ideologi Islam yang berasal dari Allah SWT sang Maha Pencipta dan Tuhan Semesta Alam. Tentu saja tidak hanya kemajuan tetapi Beyond The Glory ( Kejayaan Yang Melangkahi Kejayaan Yang Ada ).

(Sumber)

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template