Senin, 31 Desember 2012

Banyak dari Umat Ini yang Meniru Budaya Kafir

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Pertentangan antara hak dan batil akan tetap terjadi selama dunia masih ada. Sehingga sebagian besar kaum muslimin (umat Nabi Muhammad) akan mengkuti Ahlul batil dalam kebatilan mereka dari kalangan Yahudi, Nasrani, Majusi, dan penyembah berhala.

Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

"Pasti kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal-demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka itu masuk ke lubang biawak (lubang sangat sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam redaksi lain milik Al-Bukhari,

فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ وَمَنْ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ

"Dikatakan kepada beliau: Ya Rasulallah, seperti orang Persia dan Romawi. Beliau menjawab, "Siapa orang lagi selain mereka"."

Sunan adalah jalan hidup. Sedangkan sejengkal dan sehasta serta lubang biawak merupakan tamtsil (permisalan) karena kuatnya (kesesuaian/persamaan) dengan mereka. Maksudnya adalah kesesuaian/kesamaan dalam maksiat dan penyimpangan, bukan dalam kekufuran. (Disarikan dari Syarh Nawawi 'Ala Muslim: 16/219)

Dhahir hadits di atas menunjukkan seluruh umat Islam terjerumus dalam kesalahan ini. Tetapi terdapat hadits lain yang menerangkan bahwa masih tetap ada sebagian dari umat ini yang konsisten di atas kebenaran. Tidak ikut-ikutan dengan kebanyakan orang, maka mereka itulah yang terasa asing di tengah masyarakatnya. Namun, ada kabar gembira, keberuntunganlah bagi orang-orang yang terasing.

Imam Muslim meriwayatkan dalam shahihnya, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

"Islam bermula dari keterasingan dan nanti pasti akan kembali asing sebagaimana ia bermula, maka keberuntungan bagi para ghuraba' (orang-orang terasing)."

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam ditanya, "Siapa mereka itu Ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "orang-orang yang tetap baik apabila manusia sudah pada rusak." (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, no. 1273)
Sebagaimana yang diriwayatkan Abdullah bin Mubarak dalam kitabnya "al-Zuhud", dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Maka keberuntungan bagi para ghuraba' (orang-orang terasing)." Ditanyakan kepada beliau, "Siapa al-Ghuraba' itu wahai Rasulullah?" beliau menjawab,

ناس صالحون قليل في ناس سوء كثير، ومن يعصيهم أكثر ممن يطيعهم

"Orang-orang yang shalih yang jumlahnya sedikit di tengah-tengah manusia buruk yang jumlahnya banyak. Orang yang mendurhakai mereka jumlahnya lebih banyak daripada yang mentaati mereka." (Silsilah al-Ahadits al-Shahihah, no. 1619)

Akibat Buruk yang Ikut-ikutan Budaya Kafir

Akibat buruk yang menimpa umat yang menyimpang dari kebenaran, merubah dan menyimpangkannya lalu membenarkan yang batil adalah mereka akan diusir dari telaga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam nanti di akhirat. Yaitu saat orang-orang yang istiqamah minum darinya untuk menghilangkan dahaga mereka yang sangat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ فَمَنْ وَرَدَهُ شَرِبَ مِنْهُ وَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهُ أَبَدًا لَيَرِدُ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ قَالَ إِنَّهُمْ مِنِّي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي

"Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan barangsiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan lewat beberapa orang yang melewati diriku, aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi menemui diriku." Beliau melanjutkan, "Sesungguhnya mereka termasuk umatku." Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui perkara yang telah mereka rubah sepeninggalmu." Kemudian aku (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam) bersabda: "jauhlah, jauhlah! bagi orang yang merubah (ajaran agama) sesudahku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Fenomena merubah agama dan meninggalkan agama Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah mengikuti musuh-musuh Allah Ta'ala dalam perkara besar dan kecil. Lebih parah hal ini diberi slogan atas nama modernitas dan kemajuan, kebudayaan dan peradaban, atas nama HAM dan persaudaraan, dan slogan-slogan menipu lainnya.

Umat Islam yang masih lurus dan memiliki kecintaan tinggi kepada agamanya berusaha menetralisir racun yang sudah menyebar di tubuh umat secara merata. Mereka memberikan pencerahan dan penyadaran. Harapannya, umat sadar dan tahu akan kekeliruannya. Supaya mereka kembali kepada ajaran agamanya dan manjauhkan diri dari tradisi dan budaya kafir, khususnya yang memiliki hubungan dengan ritual keagamaan mereka, seperti perayaan tahun baru dan semisalnya. [PurWD/voa-islam.com]

Continue Reading

TAURAT DAN INJIL DALAM ALQUR'AN

Bismillahirrohmanirrohim...

Sebenarnya sangat menarik kalau kita menganalisa tentang Injil dan Taurat, mengacu kepada isyarat-isyarat yang ada dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an menyebut Injil dan Taurat dengan panggilan ‘Al-kitaab’ suatu gambaran Allah bahwa Injil dan Taurat diturunkan Allah kepada Nabi Isa AS dan Nabi Musa AS dalam bentuk buku. Ayat Al-Qur’an yang mengindikasikannya antara lain :

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri . Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.”
(QS.Al-Baqarah 146)

“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai 'Isa putra Maryam, ingatlah ni'mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata".(QS.Al-Maidah:110)

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,” (QS.Al A’raaf:157)

Berkata ’Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (QS.Maryam:30)

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada ’Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus”. (QS.Al Baqarah:87)

“Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan", dan orang-orang Nasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan," padahal mereka (sama-sama) membaca Al Kitab”(Al Baqarah:113)

Bahkan untuk Taurat, Al-Qur’an malah menyatakannya secara lebih terang-terangan, bahwa Taurat tersebut diturunkan Allah benar-benar berbentuk ‘lembaran-lembaran kepingan dari batu atau kayu’ disebut dengan ‘luh’

“Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.” (QS.Al-A’raf:145)

Tidak ada yg salah dengan ayat-ayat itu, karena kitab Taurat dan Injil yg dimaksud belum tentu sama dg Alkitab yg anda pegang sekarang.


 Al-Qur’an mewajibkan pemeluk Islam mengimani Taurat, Injil dan Al-Qur’an sendiri, dalam beberapa ayat, Allah mensejajarkan ketiganya secara setara. Al-Qur’an ternyata membenarkan apa yang ada dalam Injil dan Taurat, bahkan janji-janji Allah tercantum dalam ketiganya.

“Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil sebelum (Al Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia,” (QS.Ali Imran:3)

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an” (QS.At Taubah:111)

Dalam Al-Qur’an jelas disebut bahwa Taurat dan Injil adalah ajaran yang diturunkan berbentuk buku kepada Nabi Musa dan Isa, jadi bukan sebuah buku yang berisikan ‘kesaksian-kesaksian’ manusia. Taurat (Perjanjian Lama) dan Injil (Perjanjian Baru) tersebut adalah buku yang lain, yang diberi nama oleh orang-orang sebagai Taurat dan Injil. Tidak jelas siapa orang yang menamakan kesaksian-kesaksian tersebut dengan Taurat dan Injil, kapan hal itu dilakukan dan dalam peristiwa apa? Sebaiknya anda umat Kristen meneliti ini dengan kritis. Kalaulah pada waktu itu novelis besar Ernest Hemingway hidup dan menulis novel, tidak seorangpun yang bisa melarang kalau dia kemudian memberi julukan ‘Injil’ buat novel yang dia tulis. Namun tentu bukan Injil itu yang dimaksud dalam Al-Qur’an.

Kristener mengatakan bahwa pada waktu turunnya Al-Qur’an, sudah ada Alkitab (Perjanjian Lama = Taurat dan Perjanjian Baru = Injil), bahkan sejak tahun 200 M, jauh sebelum kenabian Muhammad SAW, dan tidak ada satu kalimatpun tertulis dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Injil Alkitab tersebut bukan Taurat dan Injil yang disebut dalam Al-Qur’an.

UNTUK MENGKLARIFIKASI HAL INI, SUDAH SAYA POSTINGKAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG BERISI AJARAN BERBEDA DENGAN AJARAN ALKITAB.

“Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (QS.Ali Imran:79)


“Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka.” (QS.An-Nisa’:157)

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (QS.An-Nisa’:171)


. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai ’Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" ’Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.Al-Maidah:116-118)

Berkata ’Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".. Itulah ’Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus”. (QS.Maryam:30-36)

’Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni’mat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan tatkala ’Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah (kepada)ku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (QS.Az-zuhruf:63-64)




Apakah ajaran seperti ayat-ayat ini ada dalam Alkitab?
Sengaja saya postingkan lebih lengkap. Kalau Al-Qur’an mewajibkan setiap Muslim mengimani kitab-kitab sebelumnya, maka isi dari kitab sebelumnya haruslah seperti yang tercantum dalam ayat-ayat tersebut, apakah mungkin Allah mewajibkan kaum Muslim untuk mengimani ajaran yang saling berbeda dan bertentangan?. Kemudian apakah mungkin Allah memerintahkan untuk mengimani kitab yang lain, yang berisi ‘kesaksian-kesaksian manusia’ dan mensejajarkannya dengan wahyu/firman-Nya? Maka bisa dipastikan bahwa Taurat dan Injil yang dimaksud dalam Al-Qur’an bukanlah Taurat dan Injil (Alkitab) yang anda sodorkan..

Dimanakah Taurat dan Injil, buku ajaran yang diturunkan Allah tersebut?, pertanyaan anda juga merupakan pertanyaan kami umat Islam. Orang Kristen menyatakan bahwa bagi umat Kristen tidak ada suatu pikiranpun yang menyatakan Injil merupakan sebuah buku, apalagi tidak ada indikasi sejarahnya yang mengisyaratkan dulunya memang ada yang namanya ‘buku Injil’. |



Ada fakta menarik yang tercantum dalam Alkitab, bahwa dikhabarkan ‘Yesus pergi ke suatu tempat dan mengajarkan Injil’

Perhatikan Ayat-Ayat  Ini:

Markus 1:35-39
35. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
 36. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
37. waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
38. Jawab-Nya:"Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil karena untuk itu Aku telah datang."
39. Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

Kemudian di  ayat ini  Yesus menyuruh umatnya untuk memberitakan Injil:

" Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, BERITAKANLAH INJIL KEPADA SEGALA MAKHLUK. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum." (Markus 16:15-16)

Ada perintah dari Yesus untuk menyebarkan Injil, saya rasa ayat itu mulai berlaku ketika baru saja disampaikan dari mulut Yesus dan seterusnya. Berarti perintah memberitakan injil itu sudah ada ketika Yesus hidup, sedangkan injil yg kalian pegang sekarang (yg anda bilang penulisnya itu Matius, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) baru di bukukan 300 tahun setelah Yesus disalip. Berarti jelas injil yg dimaksud oleh Yesus waktu itu bukanlah injil yg dibukukan 3 abad kemudian. Injil yg mana lagi yg dikabarkan tsb?!

 Artinya bahwa Injil memang sudah ada pada waktu itu, walaupun tidak jelas apakah berbentuk buku atau ajaran. Yang pasti tidak mungkin semasa hidupnya, Yesus memerintahkan Mathius, Markus, Lukas, dll untuk menuliskan kesaksiannya tentang Yesus dalam sebuah buku, lalu buku itulah yang dibawa-bawa Yesus kemana-mana dan diajarkan kepada umatnya. Apalagi sudah ada cerita tentang Yesus disalib untuk menebus dosa, bangkit, menemui murid2nya lalu makan ikan goreng stlah mati dsb, padahal ketika itu Yesus masih hidup, jadi ga mungkin ada dunk cerita itu dalam injil yg dikabarkan Yesus. Ingat kesaksian2 orang itu tidak sama dengan wahyu/firman Tuhan!!!

Pikiran ini lebih cocok untuk cerita lucu dalam Opera van Java di TV.


Ayat-ayat Al-Qur’an berikut layak kita cermati, menerangkan tentang Ahli Kitab dan kelakuan-kelakuannya pada waktu Al-Qur’an diturunkan.

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya). Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?”(QS.Ali Imran:70-71)


“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. (QS.Al Maaidah:15)

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (Al Baqarah:79)

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.”(QS.Al Baqarah:146)


Ayat-ayat tersebut mengindikasikan adanya ‘kebenaran yang disembunyikan’, atau juga ‘isi Alkitab yang disembunyikan’, dan adanya perbuatan yang telah merobah (menulis Alkitab) dengan ‘tangan mereka sendiri’. Menurut penafsiran saya, itulah sebabnya TIDAK DITEMUKAN SATU AYATPUN DALAM AL-QUR’AN YANG MENYATAKAN BAHWA TAURAT DAN INJIL PADA WAKTU ITU ADALAH PALSU. Karena Taurat dan Injil (buku yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa dan Isa) memang masih ada dan disembunyikan oleh ‘oknum’ Ahli Kitab, dan kemudian dimunculkan tulisan-tulisan yang lain ‘yang ditulis oleh tangan mereka sendiri’ sebagai Taurat dan Injil. Kitab Taurat dan Injil ‘versi baru’ ini, mempunyai ajaran, ada yang sejalan dengan Al-Qur’an dan ada yang telah dirusak, makanya ada ayat ‘telah datang kepadamu Rasul kami, menjelaskan banyak dari isi Alkitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkan’.


Jadi pertanyaan tentang kitab Injil yang asli bisa kita robah, dimanakah Kitab itu sekarang?, siapa yang telah menyembunyikannya?. Ada baiknya pertanyaan itu kita perjelas lagi dengan, SIAPAKAH YANG DIUNTUNGKAN DENGAN DISEMBUNYIKANNYA TAURAT DAN INJIL YANG ASLI? DAN PIHAK MANAKAH YANG PALING DIRUGIKAN KALAU KITAB TERSEBUT TERUNGKAP? Anda semua tentu mengetahui saat-saat paling kritis dalam sejarah penyebaran ajaran Kristen mulai sejak kematian Yesus, sejarah pada waktu umat Kristus awal dikejar-kejar dan dibunuh, sejarah munculnya gereja, sejarah konsili, dll. Saya anjurkan agar anda menelitinya dengan kritis…


Perlu juga kita cermati hadist Rasulullah dibawah ini tentang ‘turunnya Nabi Isa AS kembali kebumi’

Dari Buku Hadist Muslim : Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah bersabda : “Demi Allah yang jiwaku ditangannya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun ditengah-tengah kamu. Dia akan menjadi hakim yang adil, akan dihancurkannya salib, dibunuhnya babi, dihapuskannya pajak dan kekayaan akan melimpah ruah, sehingga tidak seorangpun yang bersedia menerima pemberian “


Jabir bin Abdullah mendengar Rasulullah bersabda : “Nabi Isa akan turun ketengah-tengah umat, lalu pemimpin-pemimpin mereka berkata : “Sudilah anda shalat dan menjadi pemimpin kami, jawab nabi Isa AS : “Tidak..!, masing-masing kamu boleh menjadi pemimpin bagi yang lain, selaku suatu kehormatan yang dilimpahkan Allah kepada umat ini”.


Bagaimana kalau kita tafsirkan bahwa ‘turunnya nabi Isa AS kembali kebumi’ dengan ‘akan terungkapnya atau ditemukannya kembali kitab Injil yang diturunkan Allah kepada nabi Isa’ yang selama ini disembunyikan, yang berisi ajaran ‘menghancurkan salib = mengkoreksi ajaran Yesus menebus dosa’, ajaran ‘membunuh babi = mengharamkan babi’, ‘masing-masing kamu boleh menjadi pemimpin = dihapuskannya otoritas gereja dalam hubungan dengan Tuhan’, dst..

Lalu bagaimanakah pertolongan Allah untuk umat Kristen pada saat ini, yang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah tersesat atau disesatkan? Apakah ada petunjuk Allah yang bisa menolong? Apakah umat Kristen harus menunggu sampai ‘Nabi Isa AS turun kebumi?’. Begitu mengagumkannya, dalam Al-Qur’an kita diinformasikan bahwa AL-QUR’AN MENGANJURKAN AGAR UMAT KRISTEN KEMBALI MELURUSKAN AJARANNYA, DAN BUKAN MEMINTA AGAR MEREKA BERPINDAH DARI AGAMA MEREKA MENJADI ISLAM.

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran:64)

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.”(QS.An Nisaa:71)

“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.” (Al Maaidah:15)

“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". (QS.Al Maaidah:68)

“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." (Al Maaidah:77)

Apakah anda, Non Muslim disuruh pindah agama oleh Al-Qur’an? Sama sekali tidak. Anda-anda disuruh untuk ‘meluruskan’ ajaran yang selama ini anda yakini. Kalau anda sudah meluruskan aqidah anda, menyatakan bahwa Allah itu Tuhan yang Satu, tidak punya partnership baik dalam angan apalagi secara fisik, tidak ada penebusan dosa, dosa anda hanya bisa dihapus kalau anda meminta dan bertobat kepada Allah, hanya Allah-lah yang bisa menghapus dosa, maka tidak peduli apakah anda itu Kristen, anda akan disebut sebagai seorang Ahli Kitab yang beriman. Anda mungkin bertanya, apakah ada Ahli Kitab yang seperti itu, dan bagaimana ‘imbalannya’ menurut Al-Qur’an?

“Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).” (QS.Ali Imran:113)

“Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya”. (QS.Ali Imran:199)


Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka ke dalam surga yang penuh keni’matan. “(QS.Al Maaidah:65)

Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani". Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Qur’an dan kenabian Muhammad s.a.w.) (QS.Al Maaidah:82-83)


KRISTENER SAID : “SEBAB YESUS MENGUCAPKAN FIRMAN TUHAN ITULAH YANG DISEBUT INJIL”
Injil Tulis adalah semua Ucapan YESUS yang di tuliskan ulang oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes sehingga.

TANGGAPAN SAYA:
Apa anda yakin Injil yg anda pegang sekarang itu semuanya berisi firman Tuhan (yah kita anggap saja isinya semua ucapan Yesus, untuk sementara ini saya ikuti jalan pikiran anda)?

Ke-4 Injil kanonik tersebut adalah Injil yang “dikarang” oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dikatakan “dikarang” karena mereka tidak menulis Injil berdasarkan kata-kata Yesus kata-demi-kata atau sebagai saksi langsung, melainkan terinspirasi oleh kisah-kisah Yesus yang beredar di masyarakat pada saat itu baik berupa tulisan maupun lisan.

Seperti yang ditulis oleh seorang pengarang Injil yang bernama Lukas dalam Injil karangannya :

Teofilus yang mulia, banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman. karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. (INJIL LUKAS 1:1-3).

Menurut Lukas sendiri, bahwa Injil karangannya adalah berdasarkan berita-berita yang beredar di masyarakat yang sampai kepada dirinya dan diselidikinya dengan seksama lalu diklaimnya sebagai suatu kebenaran.

Dari pernyataan Lukas sendiri dalam Injilnya 1:1-3 yang menyatakan “seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman” , menunjukkan bahwa dia bukanlah murid Yesus dan bukan saksi langsung atas ajaran Yesus, dia hanya menerima berita dari orang-orang yang menerima berita dari saksi mata dan murid-murid Yesus.

Namun, orang-orang Kristen awam mengklaim, bahwa ke-4 pengarang Injil adalah saksi mata kisah-kisah Yesus sekaligus sebagai murid-murid Yesus. Orang Kristen awam menyatakan bahwa penulisan Injil adalah atas dasar bimbingan Roh Kudus sehingga akan terjamin kebenarannya, padahal para pengarang Injil sendiri tidak pernah menyatakan bahwa Injilnya dikarang atas bimbingan Roh Kudus.

Hanya Yohanes dan Matius yang merupakan bagian dari 12 orang murid Yesus. Sedangkan Lukas dan Markus itu siapa coba? Kok bisa jadi pengarang injil? Injil karangan orang ga jelas dipercaya sementara injil yg ditulis murid2  Yesus malah dibuang? Bisa jadi kan injil2 yg tidak diakui itu justru itulah injil yg asli????!!!

 Penulisnya sendiri saja mengakui kalau dia cuma dengar-dengar cerita orang. Pantesan ceritanya banyak yg kontradiktif antar ke 4 injil kanonik itu namanya juga cuma cerita, kesaksian bukan murni firman Tuhan. Kalau memang mereka menulis injil dibimbing roh kudus, kok bisa beda-beda ya isinya? Apa roh kudusnya lagi mabok?!

Wallahu’alam bishshowab...
Continue Reading

Teman Tertinggi Nabi Di Akherat

Berikut Hadist yang sering dipelintir Pihak Kristen dengan Tujuan bahwa Nabi Muhammad agar bisa memperoleh Rahmat hingga bisa menemui teman tertingginya di Akherat (Isa Al Masih dgn pengertian Nabi memiliki pangkat Kenabian lebih rendah dari Isa Al-Masih yg mereka sebut dengan Yesus):

" Ya Allah ! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi ?(Sahih Bukhari 59:715)"

Melalui catatan ini saya sampaikan dan bantah dengan argument sejelas-jelasnya dengan Menggunakan Al Qur'an dan Hadist

Adapun Hadist yang dimaksud redaksi sebenarnya seperti ini:

Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al-Maghaazi)
Volume 5, Book 59, Number 715:
Narrated 'Aisha:
I heard the Prophet and listened to him before his death while he was Lying supported on his back, and he was saying, "O Allah! Forgive me, and bestow Your Mercy on me, and let me meet the (highest) companions (of the Hereafter)."

(saya peroleh dari Hadist Bukhori Muslim yang di susun Pihak Moslem Southwestern America) hingga jika dicari dalam Kitab2 Bukhori,makan tidak akan ketemu,karena pegangan saya masih Jilid II.Sedangkan Moslem Southwestern America yang sudah di translate oleh M. Muhsin Khan.menempatkannya pada buku ke 59 yang artinya begini:

Volume 5, Book 59, Number 715:
Dikisahkan 'Aisha:

Aku mendengar Nabi dan mendengarkannya sebelum wafatnya ketika ia sedang berbaring didukung di punggungnya, dan dia berkata, "Ya Allah Maafkan aku,! dan limpahkan Rahmat-Mu pada saya, dan Agar aku memenuhi/bertemu teman tertinggi (di akhirat).

kaitan doa nabi di atas adalah terkait dgn Turunnya surat An-Nisa ayat 69:

Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.(rofiqoo)

dan

Surah An Nisaa' 70

Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui.

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa pahala yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang taat kepada Nya dan kepada Rasul Nya, adalah suatu karunia yang tidak ada tara dan bandingannya bagi yang ingin mencapainya dan Allahlah Yang Maha Mengetahui siapa yang benar-benar taat kepada Nya, sehingga berhak memperoleh pahala yang besar itu.

Hingga terkait hal tersebut di atas,maka sebelum wafatnya Rasulullulloh berdoa agar bisa berjumpa dengan teman-teman tertingginya di akherat karena mereka adalah sebaik-baik teman sesuai dengan Annisaa ayat 69 tersebut.

ASBABUN NUZUL (Sebab-Sebab Turunnya Ayat An-nisa 69-70)

Sebab turunnya ayat ini menurut riwayat At Tabari dan Ibnu Mardawaih dari 'Aisyah ra. "Bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah saw dan berkata: "Ya Rasulullah sesungguhnya saya lebih mencintaimu dari diri saya dan anak saya. Apabila saya berada di rumah, saya selalu teringat padamu: sehingga saya tidak sabar dan terus datang untuk melihatmu. Dan apabila saya teringat tentang kematian saya dan kematianmu, maka tahulah (sadarlah) saya. bahwa engkau apabila masuk surga berada di tempat yang tinggi bersama-sama para Nabi, sedang saya apabila masuk surga, saya takut tidak akan melihatmu lagi. Mendengar itu Rasulullah diam tidak menjawab, dan kemudian turunlah ayat ini".

Pada ayat ini Allah mengajak dan mendorong setiap orang, supaya taat kepada Nya dan kepada Rasul Nya dengan menjanjikan secara pasti. akan membalas ketaatan dengan pahala yang sangat besar, yaitu bukan saja sekadar masuk surga, tetapi akan ditempatkan bersama-sama dengan orang-orang yang paling tinggi derajatnya di sisi Tuhan, yaitu Nabi-nabi, para siddiqin, para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan orang-orang yang saleh.

Berdasarkan ayat ini para ahli tafsir secara garis besarnya membagi orang-orang yang memperoleh anugerah Allah yang paling besar di dalam surga kepada empat macam yaitu:

1. Para Rasul dan Nabi-nabi, yaitu mereka yang menerima wahyu dari Allah SWT.

2. Para siddiqin, yaitu orang-orang yang teguh keimanannya kepada kebenaran Nabi dan Rasul.

3. Para syuhada dibagi pula urutannya sebagai berikut:
a. Orang-orang beriman yang berjuang di jalan Allah dan mati terbunuh di dalam peperangan melawan orang-oang kafir
b. Orang-orang yang menghabiskan usianya berjuang di jalan Allah dengan harta; dan dengan segala macam jalan yang dapat dilaksanakannya.
c. Orang-orang beriman yang mati ditimpa musibah yang mendadak atau teraniaya, seperti mati bersalin, tenggelam di lautan, terbunuh dengan aniaya. Bagian (a) disebut syahid dunia dan akhirat yang lebih tinggi pahalanya dari bagian (b) dan (c) yang keduanya hanya dinamakan syahid akhirat. Dan ada satu bagian lagi yang disebut namanya syahid dunia, yaitu orang-orang yang mati berperang melawan kafir, hanya untuk mencari keuntungan duniawi, seperti untuk mendapatkan harta rampasan, untuk mencari nama dan sebagainya. Syahid yang serupa ini tidak dimasukkan pembagian syahid di atas, karena syahid dunia tersebut tidak termaksud sama sekali dalam kedua ayat ini.

4. Orang-orang saleh, yaitu orang-orang yang selalu berbuat amal baik yang bermanfaat untuk umum, termasuk dirinya dan keluarganya baik untuk kebahagiaan hidup duniawi maupun untuk kebahagiaan hidup ukhrawi yang sesuai dengan ajaran Allah.

Orang-orang yang benar-benar taat kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang tersebut dalam ayat ini akan dapat masuk surga dan ditempatkan bersama-sama dengan semua golongan yang empat itu.

Wassalam
Continue Reading

Salah Kedaden (Parikan Anti JIL Karya Ki Hartono Ahmad Jaiz)



Selama ini orang mengenal Ustadz Hartono Ahmad Jaiz sebagai penulis buku-buku Islam bertema ghazwul fikri. Karena sudah hampir seratusan buku lahir dari tangan ustadz bersahaja ini, spesialis berisikan dakwah membentengi akidah umat Islam dari bahaya kesesatan dan kekafiran berbagai aliran dan faham sesat di Indonesia, dari aliran klasik hingga liberalisme berkedok Islam yang dikomandani Jaringan Islam Liberal (JIL).

Di balik sosok ilmiahnya yang kaya akan hujjah Al-Qur'an dan Sunnah, tak banyak yang tahu, Ustadz Hartono Ahmad Jaiz adalah sastrawan Jawa yang berbakat, dengan banyak parikan (pantun) dakwah. Sama seperti buku-bukunya, tema parikannya adalah dakwah membentengi akidah umat dari bahaya aliran dan faham sesat.

Parikan (pantun Jawa) berjudul Salah Kedaden (Produk Gagal) ini adalah tulisan langka Ustadz Hartono Ahmad. Secara berseloroh gaya khas Jawa, ia mengungkap kesesatan berbagai ormas dan sekte yang sering membawa-bawa nama Islam. Selamat membaca:


SALAH KEDADEN
Suwe ora jamu
jamu godhong tapak liman
Suwe ora ketemu
ketemu pisan jebule bar adol iman.

(Komentar: Waduh bubrah tenan. Lha mbesok  di  akherat arep sangu apa yen imane wis didol?  ibo  getune,  ibo  tunane,  betapa  rekasane… ora bakal ana sing  nulung)

Suwe ora jamu
jamu godhong sembukan
Suwe ora ketemu
ketemu pisan jebule bar njaga upacara kemusyrikan

(Komentar: Waduh apes tenan uripe. Urip pisan wae ngajokake proposal ben dadi penjaga panggonan-panggonan upacara kemusyrikan. Apa ora eman-eman marang imane ya. Jarena malah ana sing  wani njamin, imane dijamin ora luntur. Waduh, apa sing  dijamin? Lha yen wis ilang ya pancen ora luntur, wong wis ilang. Eman-eman tenan, urip pisan wae mbelani kemusyrikan).

Suwe ora jamu
jamu godhong coklat
Suwe ora ketemu
ketemu pisan jebule wis murtad.
(Komentar: Astaghfirullah… urip pisan wae malah murtad. Apa ora wedi siksa neraka sak jeg jumbleg  di  akherat? Na’udzubillahi min dzalik).

Suwe ora jamu
jamu godhong jambal
Suwe ora ketemu
ketemu pisan jebule wis dadi muslim liberal

(Komentar: Waduh, iki apa maneh. Islam kok ndadak ditambahi liberal. Kuwi kaya dene lafal orang ditambahi utan, dadi orang utan. Tegese wis dudu wong maneh. Yen Islam ditambahi liberal ya wis dudu Islam maneh.  Soale apa? Soale, Islam anti kekafiran, nanging  Islam liberal ora anti kekafiran. Malah jarene padha wae. Edan tenan. Sing  anti karo sing  ora anti kok padha, kuwi nggur wong ora nggenah sing  kaya ngono kuwi. Apa ora wedi siksa neraka sing  mbulat-mbulat   di  akherat ya?)

Suwe ora jamu
jamu godhong cocor bebek
Suwe ora ketemu
ketemu pisan jebule wis dadi wong munafek

(Komentar: Waduh, iki bahaya tenan. Pura-pura alim, shalih, jebulane malah dilat-dilatan karo wong kafir. Tur sumbar yen imane ora krasa suda. Lha kepriye bisa krasa suda, wong durung temtu yen isih? Ya ta? Mugo-mugo wae aku lan anak putu kabeh dilindungi Allah Ta’ala aja nganti dadi wong munafek. Soale panggonane wong munafek iku mbesok  ing  akherat ana  ing  kerake neraka sing  ngisor dhewe. Na’udzubillahi min dzaklik!)

Suwe ora jamu
jamu godhong kluweh
Suwe ora ketemu
ketemu pisan jebule bar njlomprongke wong akeh.

(Komentar: Waduh, iki gawat tenan. Ora nggur awake dhewe sing kejlomprong, malah isih njlomprongake wong akeh. Tur malah karo ngajak bangga maneh. Na’udzubillahi min dzalik).

Godhong gedang disiram bensin
Kadung wirang wani ngisin

(Komentar: Waduh iki wis bubrah tenan. Kadhung wirang mestine rak ya tobat. Ee, malah dibelani wani isin. Dadi tambah rusak lan ngrusak wong akeh marga pengaruh eleke. Urip pisan wae kok ya dadi panyebar kejahatan ta ya ya.. iki piye ta jane… nanging  yen ditakoni, alesane malah wis cemepak: aja disalahke aku… lha wong sing  gedhe-gedhe ya padha temindak ngene… )
La dalah… salah kedaden jebule!

Jakarta, Shafar 1434H/ Desember 2012


TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA

PRODUK GAGAL (SALAH KEDADEN)

lama tidak minum jamu , minum jamu  daun tapak liman
lama tidak bertemu, bertemu sekali tahu-tahu habis  jual iman.
(Waduh rusak sungguh. Lha besok  di  akherat akan berbekal apa kalau imannya sudah dijual?  betapa  getunnya,  betapa  ruginya,  betapa sengsaranya… tidak akan ada yang menolong).

lama tidak minum jamu , minum jamu  daun sembukan
lama tidak bertemu, bertemu sekali tahu-tahu habis menjaga upacara kemusyrikan
(Waduh naas sungguh hidupnya. hidup sekali saja mengajukan proposal biar jadi penjaga tempat-tempat upacara kemusyrikan. Apa tidak sayang-sayang kepada imannya ya. Katanya malah ada yang berani menjamin, imannya dijamin tidak luntur. Waduh, apa yang dijamin? Lha kalau sudah hilang ya memang tidak luntur, orang sudah hilang.  Sangat disayangkan, hidup sekali saja membela kemusyrikan).

Lama tidak minum jamu , minum jamu  daun coklat
lama tidak bertemu, bertemu sekali tahu-tahu sudah murtad.
(Astaghfirullah… hidup sekali saja malah murtad. Apa tidak takut siksa neraka selama-lamanya  di  akherat? Na’udzubillahi min dzalik).

Lama tidak minum jamu , minum jamu  daun jambal
lama tidak bertemu, bertemu sekali tahu-tahu sudah jadi orang Islam liberal.
(Waduh, ini apa lagi. Islam kok pakai ditambahi liberal. itu seperti halnya lafal “orang” ditambahi “utan”, jadi “orang utan”. Artinya sudah bukan orang lagi. Kalau Islam ditambahi liberal ya sudah bukan Islam lagi. Soale apa? Soale, Islam anti kekafiran, sedang Islam  liberal tidak anti kekafiran. Malah katanya sama saja. Gila sungguh. yang anti dengan yang tidak anti kok sama, itu hanya orang tidak nggenah saja yang seperti begitu itu. apa tidak takut siksa neraka yang menyala-nyala  di  akherat ya?)

lama tidak minum jamu , minum jamu  daun cocor itik
lama tidak bertemu, bertemu sekali jebule sudah jadi orang munafik

(Waduh, ini bahaya sungguh. Pura-pura alim, shalih, jebulane malah jilat-jilatan dengan orang kafir.  Bahkan sesumbar kalau imannya tidak terasa berkurang. Lha bagaimana dapat terasa berkurang, orang belum temtu kalau masih? ya kan? Semoga saja saya dan anak cucu semua dilindungi Allah Ta’ala jangan sampai jadi orang munafik. Soale tempatnya orang munafik itu besok  di  akherat di kerak neraka yang bawah sendiri. Na’udzubillahi min dzaklik!)

Lama tidak minum jamu , minum jamu  daun kluweh
lama tidak bertemu, bertemu sekali tahu-tahu habis menjerumuskan orang banyak

(Waduh, ini gawat sungguh. Tidak hanya kita yang kejlomprong, malah masih njlomprongake orang banyak. Bahkan malahan dengan mengajak untuk berbangga lagi. Na’udzubillahi min dzalik). 

Daun pisang disiram bensin
terlanjur malu berani malu

(Waduh ini sudah rusak sungguh. terlanjur kena malu seharusnya  bertaubat. Ee, malah dibela-belai dengan berani malu. Jadi tambah rusak dan merusak orang banyak sebab pengaruh jeleknya. hidup sekali saja kok ya jadi penyebar kejahatan ta ya ya.. ini bagaimana ta sejatinya… tapi kalau ditanyai, alasannya malah sudah cemepak/ tersedia: jangan disalahkan saya… lha orang yang besar-besar ya sama berbuat seperti ini… 

Wadhuh salah kejadian/ produk gagal ternyata!)
(Pantunnya Ki Hartono Ahmad Jaiz)

Sumber
Continue Reading

Mengapa Zainudin Maidin Menghina Habibi dan Abdurrahman Wahid?



Nampaknya hubungan antara Indonesia - Malaysia memasuki tahap-tahap krisis. Ibaratnya hubungan antara Indonesia - Malaysia seperti gelombang air laut. Tempo-tempo meninggi, dan kemudian mendatar. Tetapi, sekarang benar-benar memasuki tahap krisis. Karena, sudah menyentuh terhadap dua lambang negara, yaitu mantan Presiden Habibi dan Abdurrahman Wahid.

Seperti dikemukakan oleh Presiden SBY, yang menyatakan, bahwa hubungan Indonesia-Malaysia tampaknya makin sulit didinginkan. Pernyataan Presiden SBY itu, dikemukakan saat melakukan kunjungan singkat ke negeri jiran--18 hingga 19 Desember-- politikus senior Malaysia yang baru saja menghina mantan Presiden B.J. Habibie, tetapi Zainudin Maidin,  meluaskan penghinaan kepada mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Dikutip di blog pribadinya,  Rabu (19/12) pagi, Zainudin mengecam Habibie dan Gus Dur sebagai pemimpin Indonesia yang tidak lagi menghormati kedaulatan Malaysia. Kedua mantan RI-1 ini dinilai sering turut campur dalam urusan politik dalam negeri Malaysia dan "mau mengajar demokrasi pada kami."

Sekadar diketahui sebelumnya Zainudin menuding Habibie sebagai pengkhianat bangsa. Ia menuliskannya dalam tajuk rencana media resmi UMNO, Utusan Malaysia. Zainudin menjadi pemimpin redaksi di koran tersebut pada 1982.

Dalam blog beralamatkan www.zamkata.blogspot.com, Zainudin menuliskan judul ulasan ‘Demonstrasi Reformasi Hasil Konspirasi dengan Habibie, Amien Rais dan Gus Dur’. Tulisan dilanjutkan dengan kalimat menggunakan huruf besar semua berbunyi,” Sedarlah! Insaflah Masyarakat Cina Malyasia! Adakah Ini Yang Anda Mahu? Adakah Ini Yang Anda Kejar?".

Zainudin membandingkan kondisi sekarang dengan zaman Presiden Soeharto. Ketika itu, kata dia, Soeharto dan Perdana Menteri Tun Abdul Razak, sepakat untuk menjaga hubungan baik kedua negara, dengan tidak mencampuri urusan politik masing-masing. Zainudin sendiri selain pernah menjadi Menteri Keuangan, juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi Harian Utusan Malaysia.

Zainudin menuliskan pula, “Indonesia mahu menghentikannya dan kita mahu memulakannya dengan ajaran Anwar Ibrahim. Orang Cina telah mulai meniru budaya ini dan akibatnya suatu masa nanti akan menimpa diri mereka sendiri. Sayangilah perniagaan anda !”

Zainudin tampaknya tidak senang dengan dukungan yang ditunjukkan Gus Dur dan Habibie pada mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Sejak pengadilan menyatakan Anwar tak terbukti melakukan tindakan homoseksual --yang di Malaysia dianggap tindak pidana--, posisi politik Anwar memang menguat. Partainya, Partai Keadilan Rakyat, kini memiliki kursi di parlemen.

Perbuatan ini, tulis Zainuddin, sangatlah melukakan hati rakyat Malaysia serta tidak menghormati kepimpinan negara Malaysia yang sah; kedudukan Perdana Menteri Datuk Seri Datuk Seri Najib dan terutama sekali Mantan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir yang dihormati dunia termasuk rakyat Indonesia.

"Ajaran ini mungkin mudah untuk diterima oleh Anwar Ibrahim yang sejak zaman bangku kuliah menderita rendah diri dan merasakan Malaysia serba kekurangan dan kerana itulah Anwar mengimpor formula "demokrasi demonstrasi" ke Malaysia."

Menurut Zainudin, rakyat Indonesia sekarang berada dalam euforia demokrasi setelah keluar dari penindasan politik sekian lama. "Kegairahan euforia demokrasi Indonesia ini membuat sebagian pihak di Indonesia --terutama Gus Dur dan Habibie-- memandang kecil demokrasi Malaysia dan mau mengajar demokrasi kepada kami," tulisnya.

Malaysia menolak meminta maaf  atas penginaan mantan Menteri Penerangannya, Zainudin Maidin terhadap mantan Presiden B.J. Habibie. Namun Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, mengatakan  telah meminta Zainudin tak mengulangi sikapnya itu.

“Ini bukan waktunya untuk mengkritik mantan pemimpin seperti pak Habibie,” kata Rais Yatim di Kuala Lumpur, Selasa (18/12). “Hal ini tak seharusnya terjadi. Itu pendapat pribadi bukan resmi pemimpin apalagi pemerintah Malaysia.”

Dia juga mengaku sudah mengingatkan mantan Menteri Penerangan Zainuddin Maidin atas pernyataan mengenai mantan Presiden B.J. Habibie. “Zainudin sudah diberi tahu tentang keaadaan sebenarnya dan seharusnya dia lebih berhati-hati di masa mendatang,” kata Rais.

 Kata Rais, surat kabar tersebut bukan lidah resmi Umno dan pemerintah. “Itu adalah suatu media yang memberitakan masalah orang melayu, bumiputera, politik dan sebagainya. Memang dekat dengan pemerintah, tetapi bukan lidah resmi,” kata dia.

Rais berharap Zainudin memohon maaf kepada Habibie. “Itu yang paling betul,” kata dia. “Tetapi baik jika beliau berpikir dan mohon maaf secara terbuka, ini yang paling baik.”

Politis


Menanggapi komentar Zainudin Maidin, Katib Syuriah PWNU Jatim, KH Syafruddin Syarif melihat adanya unsur politis dalam penghinaan yang dilakukannya terhadap Gus Dur.

“Saat Anwar Ibrahim menjabat sebagai Deputi Perdana Meneteri Malaysia, antara Indonesia yang dipimpin Gus Dur dengan pemerintah Malaysia telah terjadi hubungan yang sangat baik.” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (19/12). Pihaknya berharap agar segera ada permintaan maaf, karena bisa memicu gejolak di kalangan muslim.

Dan dari hal itulah, lanjut Syafruddin, ia melihat adanya ketidaksenangan Zainudin dengan hubungan baik tersebut. “Karena Zainudin saat itu merupakan lawan politik dari Anwar Ibrahim,” tandasnya.

Ia pun sangat menyesalkan sikap antipati Zainudin yang melontarkan beberapa hinaan kepada Gus Dur. “Seharusnya sebagai seorang mantan menteri penerangan, Zainudin tak pantas bersikap tidak seperti itu. Seharusnya dia harus lebih bisa menjaga hubungan baik dari kedua belah pihak (Indonesia-Malaysia, red),” sesalnya.

Syafruddin menambahkan, Gus Dur merupakan tokoh Islam yang dihormati umat islam bahkan umat penganut agama lain. “Apa yang telah dilontarkan kepada Gus Dur sangat tidak tepat, karena Gus Dur saat menjadi presiden selalu menjaga hubungan baik dengan Malaysia,” tegasnya.

Bahkan ia menjelaskan, adanya unsur-unsur politis dari komentar-komentar yang dikeluarkan oleh Zainudin. Ia pun mengharapakan, agar masyarakat Indonesia tidak terprovokasi dengan komentar-komentar dari Zainudin.

“Saya melihat adanya unsur kepentingan untuk dirinya. Dukungan yang ditunjukkan Gus Dur dan Habibie kepada  Anwar Ibrahim membuatnya tidak senang, karena saat ini partai Anwar Ibrahim merupakan penguasa kursi di parlemen,” tandasnya.

Ia pun meminta agar sebagai masyarakat Indonesia tidak terpancing dengan apa yang hinaan-hinaan yang dilontarkan Zainudin kepada mantan-mantan presiden Indonesia yaitu Gus Dur dan Habibie.

Tidak Ingin Seperti Indonesia?


Tokoh-tokoh UMNO Malaysia sangat sadar dengan langkah-langkah Anwar Ibrahim yang sekarang menjadi "bintang" oposisi di Malaysia, dan akan terus menggerus kekuasaan UMNO. Tentu, ini menjadi sangat sensitif, ketika berkaitan dengan puak Melayu. Di mana sejarah berdirinya Malaysia berkat perjuangan Muslim Melayu.

Selama berabad-abad puak Melayu dijajah Inggris, dan kemudian Inggris memasukkan Cina ke daratan Malaysia sesudah menguasai Hongkong, dan masuklah Cina ke dalam pusat-pusat ekonomi Malaysia dan menjadi alat penjajah Inggris.

Peristiwa yang menyakitkan puak Melayu, tentu bukan hanya golongan Cina, yang sudah menguasai ekonomi, tetapi kekuatan Cina Malaysia, melakukan langkah yang dramatis, dan mengambil keputusan mendirikan negara sendiri, dan menjadi sebuah Republik Singapura. Sekarang ini, Singapura menjadi kekkuatan Cinese Overseas (Cina Perantauan) yang diketuai Perdana Menteri Lee Kuan Yew.

Kalangan politisi Malaysia sangat kawatir dengan langkah Anwar Ibrahim, yang lebih liberal, dan hanya akan menghancurkan puak Melayu sebagai entitas Muslim. Pandangan Anwar Ibrahim yang liberal dan pluralistik, hanya akan menghancurkan dominasi puak Melayu, bukan hanya secara politik, tetapi secara ekonomi. Ini sebuah ancaman yang serius.

Di Jakarta kalangan media-media sekuler, seperti Kompas dan lainnya, terus memacu dan mendorong agar Anwar Ibrahim dapat menang, khususnya melawan kalangan UMNO, yang sekarang ini mendominasi politik Malaysia. Dukungan kepada Anwar Ibrahim ini sangat penting, yang akan dapat menggeser kalangan Melayu kepada Cina.

Media seperti Kompas tak henti-henti meneriakkan pluralisme (kemajemukkan), yang intinya ingin menghilangkan sikap fanatik kalangan Melayu, terutama kalangan Muslim, dan kemudian menjadi longgar dapat menerima kalangna Cina, dan sesudah itu kalangan Cina menguasai ekonomi negeri itu. Langkah media seperti Kompas dan Sinar Harapan itu, caranya dengan istilah "war by proxy", dan perlahan-lahan mengambil alih (mentake over) negara.

Malaysia secara resmi menjadikan Islam sebagai agama resmi negara, tidak mungkin orang-orang Kristen di Malaysia melakukan pemurtadan seperti di Indonesia menganut Pancasila. Di Malaysia orang Kristen tidak dapat mengkampanyekan agamanya melalui TV. Bandingkan dengan Indonesia. Menjelang Natal seperti sekarang ini, layaknya Indonesia sudah seperti negeri Salibis.

Anwar Ibrahim hanya digunakan kekuatan Salibis dan sekuler di Indonesia yang ingin menghancurkan puak Melayu. Malaysia dibangun oleh para ulama dan kiai yang berjuang menghadapi penjajah. Bukan orang-orang Cina yang sekarang ini sudah menjadi kekuatan politik dan ekonomi Malaysia. Sementara itu, Habibie dan Abdurrahman Wahid, tokoh liberal dan pluralis, yang hanya akan menguntungkan kalangan liberal dan Cina. af

Sumber
Continue Reading

Yesus Sepupu Musa atau Maryam saudara Harun?

Apakah benar julukan �saudara perempuan Harun� yang dimaksud oleh orang Jahudi yang diriwayatkan dalam Al Quran adalah Maryam saudara kandung Harun saudara Musa?. QS Maryam 28 meriwayatkan kembali (dalam bahasa Arab) ucapan orang Jahudi ketika mengetahui keadaan Maryam, anak perawan yang mengabdikan diri di Bait Allah sebagai rohaniawan serta dalam asuhan seorang imam telah beranak tanpa diketahui kehamilan/ pernikahannya.

Sekarang kita bahas tanpa merujuk kepada kitab yang diclaim sebagai Taurat ataupun kitab PL lainnya, QS Maryam 27-29 menjelaskan kata-kata apa yang telah dituduhkan orang Jahudi kepada Maryam.
Translit 19:27-29 :
 
��.. fa-immaa tarayinna mina-lbasyari ahadan faquulii innii nadzartu lilrrahmaani shauman falan ukallima alyauma insiyyaan fa-atat bihi qawmahaa tahmiluhu qaaluu yaa maryamu laqad ji/ti syay-an fariyyaan. yaa ukhta haaruuna maa kaana abuuki imra-a sau-in wamaa kaanat ummuki baghiyyaan

[19:27]��.maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

'ukhta' adalah bentuk feminine dari 'akh' yang berasal dari akar kata 'akhowa' � to fraternize, to associate as brothers, to act or to show oneself as a brother or friend. Pemakaian kata ukhta (fem) = 1.sister, saudara perempuan 2.cognate, sanak(kb), - yang asalnya sama (ks), the other (of two) 3. counterpart, rekan.
Idiom bahasa Arab juga idiom bahasa Semit lainnya kata akh (�ach -Heb) = saudara, feminine ukht�/ achwt = saudara perempuan, akh �./ ukht�..tidak selalu berarti literal saudara kandung bisa berarti lain dan juga dipakai secara metaphore, tergantung kalimatnya.
Contoh pemakaian kata akhw (masc)/ ukht (fem) secara metaphore dalam Al Quran :
 
wa-ilaa 'aadin akhaahum huudan �

[7:65] Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud��. Artinya Hud adalah golongan kaum �Aad, apakah menurut anda harus berarti Hud saudara kandung/ sepupu kaum �Aad?

 wa-ilaa tsamuuda akhaahum shaalihan��

[7:73] Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh� Apakah itu berarti Shaleh saudara kandung/ sepupu kaum Tsamud?

 inna almubadzdziriina kaanuu ikhwaana alsysyayaathiini ��.

[17:27] Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan �� Apakah itu berarti para pemboros adalah saudara kandung/ sepupu / berhubungan darah dengan setan?

 innamaa almu/minuuna ikhwatun �

[49:10] Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. � Apakah itu berarti bahwa setiap orang-orang beriman adalah saudara kandung/ sepupu / berhubungan darah?

 alam tara ilaa alladziina naafaquu yaquuluuna li-ikhwaanihimu alladziina kafaruu min ahli alkitaabi..

[59:11] Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab.. Apakah itu berarti bahwa setiap orang-orang munafik adalah saudara kandung/ sepupu / berhubungan darah dengan mereka yang kafir di antara ahli kitab?

 [7:38] Qaala-udkhuluu fii umamin qad khalat min qablikum mina aljinni waal-insi fii alnnaari kullamaa dakhalat ummatun la'anat ukhtahaa hattaa idzaa iddaarakuu fiihaa jamii'an qaalat ukhraahum li-uulaahum rabbanaa haaulaa-i adhalluunaa faaatihim 'adzaaban dhi'fan minan-naari ��

Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat memasukinya, dia mengutuk saudara perempuannya; sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka".�
English: He will say: "Enter ye in the company of the peoples who passed away before you - men and jinns, - into the Fire." Every time a new people enters, it curses its sister-people (that went before), until they follow each other, all into the Fire. Saith the last about the first: "Our Lord! it is these that misled us: so give them a double penalty in the Fire� Ukhtahaa = sister people = ummat sebelum mereka, arti ukht (saudara perempuan) pada ayat diatas adalah ummat/ golongan. So, dalam Arabic kata �ukht� pada suatu kalimat tidak selalu berarti saudara perempuan dalam arti biologis, bisa berarti lain tergantung pada kalimatnya.

Ukhta Harun berarti saudara kandung Harun atau golongan Harun?
 

fa-atat bihi qawmahaa tahmiluhu qaaluu yaa maryamu laqad ji/ti syay-an fariyyaan
Ya ukhta Haruun maa kaana abuuk-imra`a sau`in wa maa kaanat ummuki baghiyyan
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
Hai saudara perempuan Harun, ayahmu kali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

abuuki = ayahmu
amra�a = pria, gentleman
sau�in = jahat, saru
ummuuki = ibumu
baghiyyan = pezina
Perhatikan keterangan subjek pada sub kalimat pertama dan kedua, kalau ayat itu secara explicit menjelaskan bahwa Maryam adalah saudara kandung perempuan Harun kalimatnya akan seperti ini : Hai saudara perempuan Harun, Harun/ saudaramu itu bukan orang jahat dan ia tidak sekali-kali menjadikan kamu seorang pezina", so, ayat diatas tidak menyatakan Maryam adalah saudara kandung tetapi menunjukkan Maryam adalah kaumnya Harun atau golongannya Harun.

Permasalahan soal �saudara perempuan Harun� ini merupakan persoalan �kasik� yang selalu dilontarkan dan kelihatannya masuk dalam �kurikulum� seminari-seminari Kristen yang mendidik dan membina kader �Pasukan Perang Salib� untuk melakukan serangan-serangan terhadap Islam. Ini dibuktikan dengan postingan dari beberapa netters Kristen disini, sekalipun berasal dari nama ID yang berganti-ganti namun mempunyai pola dan dasar argumentasi yang sama.

Sebenarnya untuk menjawab hal tersebut saya juga sudah memberikan jawaban yang ringkas dan masuk akal, terutama bagi umat Islam yang �tidak mau repot� untuk mencari jawaban :

Namun hal tersebut tidak bisa kita simpulkan bahwa ucapan Yahudi terhadap Maryam adalah SALAH atau TIDAK PERNAH TERJADI atau PENULIS AL-QUR'AN SUDAH SALAH CATAT dsb, disitu point penting dasar anda mau mempermasalahkan ayat tersebut bukan..??

Anda bisa saja menuduh umat Islam tidak bisa membuktikan ucapan tersebut memang dilontarkan Yahudi, namun sebaliknya anda juga tidak bisa membuktikan bahwa ucapan tersebut TIDAK PERNAH DILONTARKAN Yahudi kepada Maryam...
Buat kami sampai disitu saja sudah cukup, karena soal penceritaan kisah-kisah sejarah dalam Al-Qur'an :
 [3:44] Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.
Kalau buat saya sendiri sih.. ketika Al-Qur'an menceritakan adanya ucapan 'saudara perempuan Harun' yang dilontarkan Yahudi kepada Maryam maka saya bisa menerimanya sepanjang tidak ada bukti yang jelas menyatakan sebaliknya, misalnya ada rekaman ucapan waktu itu atau catatan autentik yang ada pada waktu itu.. 
Continue Reading

Apakah Al-masih itu Tuhan? (bag3) Masalah kebangkitan Almasih

BAGIAN KETIGA : Masalah Kebangkitan Al-Masih 

A. Tidak Ada "Tanda" Hanya Satu Tanda Untuk Yahudi! 

Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:339-40).



Dari perkataan di atas terlihat, Yesus tidak berusaha bersikap baik dan lemah lembut kepada orang Yahudi dengan menunjukkan bukti-bukti yang pernah diberikan selama itu, misalnya:



a. Mukjizat memulihkan penglihatan seorang pengemis buta yang bernama Bartimeus. (Markus 10:46-52) dan (Lukas 18:35-43)



b. Mukjizat menyembuhkan penyakit pendarahan wanita yang dideritanya selama dua belas tahun, sehingga sampai menghabiskan semua miliknya. Yesus melakukan itu hanya dengan menjamah jubahnya. (Markus 5:25-34)



c. Mukjizat mengeluarkan roh jahat ke dalam tubuh kawanan babi yang berjumlah lebih dari dua ribu ekor. (Markus 5:1-20) d. Mukjizat memberi makan kepada lima ribu orang yang mengikutinya. (b:l-15)



Namun sayang, terhadap orang Yahudi Yesus tidak mengingatkan mereka. Yesus tidak berusaha mengingatkan orang Yahudi agar tidak menuntut hal-hal baru dan mengajak mereka merenungi kembali tanda dan mukjizat yang sudah pernah ia berikan. Di sini Yesus malah menyatakan dengan keras dan kasar kepada mereka: "Tidak akan diberikan tanda, (kecuali satu tanda), seperti tanda nabi Yunus!"



B. Yunus Melarikan Diri Dari Tugas Da'wah.  Lantas apa sebenarnya ayat (mukjizat) Yunus Alaihissalam itu?



Untuk menemukan jawabannya terlebih dulu kita harus membaca surat Yunus dalam Perjanjian Lama. Menurut kitab itu, Allah telah memerintahkan kepada Yunus agar pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan penduduk kota itu agar segera bertobat dan insaf dari segala tingkah lakunya yang jahat. (Yunus 3:8)



Namun ternyata Yunus enggan pergi ke Niniwe. Ia malah melarikan diri ke Yafo. Di sana ketika ia melihat sebuah perahu yang akan berlayar, dengan cepat ia naik untuk melarikan diri dari perintah Allah.



Ketika perahu berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin topan dan gelombang besar yang menakutkan. Melihat kejadian ini si nakhkoda berkeyakinan bahwa di antara penumpangnya pasti ada salah seorang yang telah berbuat durhaka. Si nakhkoda kemudian berembuk dengan para penumpangnya untuk mengatasi masalah ini. Kemudian mereka berkata, "Marilah kita undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." (Yunus 1:7)



Meskipun Yunus merasa enggan memenuhi perintah Allah untuk pergi berdakwah, tapi setelah kalah dalam undian, dengan gagah berani ia menawarkan diri untuk melaksanakan hukuman itu. Katanya, "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." (Yunus 1:12)



C. Hidup Atau Matikah, Yunus?  Dengan gagah berani nabi Yunus Alaihissalam menyerahkan dirinya untuk dijadikan tumbal dan korban. Dengan sendirinya, sebelum dilemparkan ke dalam laut, ia tidak usah dipenggal atau ditikam terlebih dahulu. Dengan sukarela ia sudah menyatakan kesiapannya untuk dilempar ke dalam laut. Seraya berkata, "Campakkanlah aku ke dalam laut! "



Kini timbul pertanyaan, "Apakah ketika dilemparkan ke dalam laut Yunus Alaihissalam dalam keadaan mati atau hidup?"



Semua anak-anak Nasrani yang mengikuti pelajaran hari Minggu akan menjawab tanpa pikir panjang lagi: "Dalam keadaan hidup! Setelah itu barulah gelombang laut dan angin ribut reda!"



Apakah hanya secara kebetulan saja ia ditelan ikan? Di dalam perut ikan itu, apakah Yunus dalam keadaan hidup atau mati?



Dengan serentak anak-anak Nasrani pasti akan menjawab, "Dalam keadaan hidup!"



Kalau begitu apa buktinya?



Mereka akan menjawab dengan serentak, "Yunus berdoa kepada Tuhan Allahnya di dalam perut ikan itu. Katanya, "Dalam kesusahan aku berdoa kepada Tuhan dan Ia menjawab aku." (Yunus 2:1-2) Selanjutnya anak-anak itu akan menjawab lagi, "Yang jelas di dalam perut ikan itu Yunus hidup, karena orang mati tidak berseru dan berdoa!"



Lantas apakah selama tiga hari ikan itu membawanya mengarungi lautan, Yunus dalam keadaan mati atau hidup?



Jawaban mereka pasti tidak akan berubah: "Hidup!"



Apakah Yunus mati atau hidup, ketika ikan itu memuntahkannya ke pantai (setelah tiga hari)?



]awaban mereka tetap tidak berubah: "Hidup!"



Jawaban anak-anak Nasrani itu bisa diterima oleh semua golongan agama, baik Yahudi, Nasrani, maupun Islam.



D. Persepsi Kaum Masehi Terhadap Yesus, Bertentangan Dengan Peristiwa Yunus



Jika dikatakan Yunus hidup selama tiga hari tiga malam, maka seharusnya Yesus juga hidup di dalam kuburnya, seperti yang diramalkannya sendiri.



Kaum Nasrani bergantung kepada benang lapuk. Mereka menyatakan "Yesus mati". Sebenarnya hal ini dilakukan demi untuk mengabdikan pada "idee" juru selamat. Karena itulah, tidak bisa tidak; harus dijawab bahwa Yesus mati selama tiga hari tiga malam dalam kuburnya. Pernyataan ini jelas amat berbeda dengan apa yang diucapkan Yesus dalam ramalannya. Yunus tetap hidup selama tiga hari tiga malam, tetapi Yesus telah mati selama tiga hari tiga malam. Pernyataan ini juga dikemukakan oleh kaum Masehi.



Pernyataam kaum Nasrani ini amat berbeda dengan peristiwa yang telah terjadi terhadap Yunus padahal Yesus telah berkata: "Seperti Yunus". Ia tidak berkata: "Berbeda dengan Yunus!" Pernyataan kebenaran ini merupakan kebenaran ukuran Yesus yang diberikan kepada dirinya sendiri. Yesus juga mengatakan bahwa ia bukan Mesias bangsa Yahudi yang sebenarnya.



Bila yang ditulis dalam Injil yang asli itu benar demikian, maka kenapa kita mencela penolakan bangsa Yahudi terhadap "Almasih"?



Tiga hari + tiga malam = 72 jam?!



Seorang doktor ketuhanan dan profesor dalam ilmu theologi berbicara tentang masalah paragraf (Matius 12:40) yang diperselisihkan itu. la mengatakan bahwa penekanannya lebih dititik-beratkan pada masalah faktor waktu: "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."



Profesor ini juga menambahkan. Katanya, "Saya meminta perhatian anda pada kata "tiga" yang diulang-ulang sebanyak empat kali untuk membuktikan bahwa Yesus merealisasikan ramalannya yang berkenaan dengan "lamanya waktu" yang akan dilaluinya di dalam kubur. lni bukan "seperti Yunus" yang berkenaan dengan keadaan hidup atau mati selama masa itu."



Bila yang ditekankan Yesus di sini hanya fakxor waktunya saja, baiklah kita bertanya kepada sang profesor itu, "Apakah Yesus sudah merealisasikan janjinya kepada orang Yahudi? Maka si Nasrani yang dogmatis akan menjawab dengan lantang: "Sudah!"



E. Kapan Yesus Disalib?  Kini timbul pertanyaan: "Kapan Almasih disalib? Seluruh dunia Masehi akan mengatakan: "Pada hari jumat!"



Peristiwa inilah yang menyebabkan timbulnya pesta peringatan yang disebut "Good Friday" (hari jumat yang baik). Seluruh umat Masehi di Amerika hingga ke Zambia, di Afrika Selatan, dari Ethiopia sampai ke Zaire semua mengadakan hari besar resmi pada hari "jumat" yang mendahului hari raya Paskah.



Timbul pertanyaan, "Apa yang membuat "Good Friday" mempunyai tempat yang begitu terhormat di kalangan kaum Nasrani?" Seluruh umat Masehi akan serempak mengatakan: "Karena kematian Almasih di atas kayu salib pada hari ini untuk membersihkan dosa-dosa kita."



Tapi benarkah Yesus telah dibunuh di atas kayu salib pada hari jumat 1950 tahun yang lalu? Umat Masehi akan serentak menjawab: "Benar!"



Berdasarkan keterangan singkat yang ada di Injil, kami berkesimpulan kaum Yahudi sudah kegerahan benar ingin cepat-cepat membersihkan negerinya dari Yesus. Oleh karena itu, begitu Yesus tertangkap, ia langsung diadili secara kilat di tengah malam buta. Di pagi buta, pengadilan langsung mengirimkan Yesus dan menyerahkannya kepada Pilatus, wali negara itu.



Kami juga berkesimpulan, orang yang menangkap Yesus sebenarnya merasa takut, karena mereka tahu Yesus bukan saja dipandang sebagai pahlawan, tapi juga dipandang sebagai orang yang baik dan benar. Tapi sebaliknya, musuh-musuhnya sangat muak dan ingin cepat-cepat membunuhnya.



Musuh-musuhnya berhasil memaksa penguasa setempat untuk menyalibnya. Mereka jugalah yang ingin cepat-cepat menurunkan Yesus dari kayu salib sebelum matahari Jumat terbenam. Ini dilakukan demi menghormati hari Sabtu yang kudus bagi mereka (orang Yahudi). Bagi mereka hari Sabtu yang kudus dimulai sekitar pukul enam sore hari Jumat.



Untuk ini bangsa Yahudi sudah diperingatkan dalam Kitab surat Ulangan 21:23. Mereka dilarang menggantung mayat orang yang disalib yang dikutuk Allah (semalam suntuk) di atas kayu salibnya. Mayat itu harus segera dikuburkan pada hari itu juga supaya bumi Allah-tidak terkena najis.



Begitu besar perhatian mereka pada hari Sabtu. Demi mensucikan hari Sabtu maka mayat Yesus segera diturunkan dari atas kayu salibnya.



Demikianlah yang telah dilakukan oleh murid-murid rahasia Yesus kepada Pilatus. Mereka meminta agar diperbolehkan menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya menurut adat bangsa Yahudi. Mereka memandikannya, mengafaninya dengan kain lenen dan membubuhinya dengan rempah-rempah sesuai tradisi bangsa Yahudi (Yohanes 19:39). Setelah itu mereka memasukkan mayat yang sudah dikafani itu ke dalam tanah galian kuburan menjelang malam.



Di antara berbagai golongan dan mazhab yang beraneka ragam dalam agama Masehi terdapat banyak perselisihan dan perbedaan. Namun untuk mengatasi perselisihan itu mereka telah bersepakat untuk menduga bahwa Yesus berada dalam kubur pada Jumat malam, seperti dugaan mereka Yesus masih berada di dalam kuburnya pada pagi hari Sabtu. Mereka juga menduga Yesus masih di dalam kuburnya pada Sabtu malam. Mengenai dugaan ini umat Masehi telah bersepakat dengan sepenuh hati.



Kami sengaja mengulang-ulang kata "menduga atau dugaan" hingga tiga kali, karena terhadap kejadian ini semua Injil hanya berdiam diri terutama dalam menetapkan kepastian waktu Yesus ke luar dari kuburnya.



Ada kemungkinan Yesus telah dibawa pergi oleh "murid-murid rahasianya" pada malam Jumat ke suatu tempat yang lebih aman. Tapi dalam hal ini kami tidak mempunyai hak untuk berprasangka terhadap para pengarang Injil. Oleh karena itulah saya sengaja mengulang kata "menduga dan dugaan" sampai tiga kali.



Sekarang marilah kita melihat pemecahan terakhir tentang kebenaran Yesus (telah tinggal) dalam kuburnya selama tiga hari tiga malam.



Dalam kitab suci umat Nasrani sendiri dikatakan bahwa Yesus dikubur sore hari jumat menjelang matahari terbenam, dan sudah tidak diketemukan lagi mayatnya dalam kubur pada pagi hari Ahad sebelum matahari terbit (lihat uraian dalam tabel). Dengan demikian jelaslah, Yesus tinggal di dalam kuburannya bukan tiga hari tiga malam (seperti yang dikatakan para penginjil), tetapi hanya sehari dua malam!



Dari pengamatan terhadap keterangan kitab suci kaum Masehi itu kita melihat untuk kedua kalinya Yesus telah gagal "membuktikan janjinya". Pertama, ketika Yesus berbeda dengan Yunus. Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam dalam keadaan hidup. Tapi Yesus sebaliknya. la mati kemudian bangkit dari tengah-tengah orang mati itu.



Kedua, ketika terungkap bahwa tiga hari tiga malam yang dinyatakan dengan tegas oleh semua Injil itu setelah diselidiki ternyata hanya sehari dua malam. Maria Magdalena pergi ke kuburannya menjelang fajar menyingsing pagi hari ahad, tetapi Yesus sudah tidak ada lagi di kuburannya.



Keluarga Armstrong telah mengeksploitasi seluruh dunia Masehi. Tampaknya keluarga itu telah mempelajari ilmu hitung dengan baik.



Dalam majalah "Plain Truth", Mr. Robert Fahey menguraikan ceramahnya sewaktu di hotel Holiday inn di Durban. Dalam ceramahnya itu Mr. Robert Fahey berusaha meyakinkan para pendengarnya yang kristen, bahwa Yesus disalib pada hari Rabu bukan hari jumat, seperti yang diduga kaum Masehi Orthodoks selama dua ribu tahun yang lalu.



Berdasarkan pengamatan dan anggapannya itu, ia mengemukakan bahwa kalau seseorang menghitung mundur dari pagi hari Ahad, maka akan ditemukan tiga hari tiga malam. Karena itu, penyaliban harus ditetapkan hari Rabu bukan Jumat.



Saya mengucapkan selamat kepada Mr. Robert Fahey atas kemahirannya. Lantas saya bertanya kepadanya, "Bagaimana dengan upacara "Good Friday" yang telah dirayakan kaum Masehi sejak dua ribu tahun yang lampau, apakah akan ditukar dengan "Good Wednesday"? Tapi bagaimana mungkin. Dewasa ini hampir di seluruh dunia kaum Masehi yang berjumlah lebih dari 2,2 milyar tidak mengetahui waktu yang sebenarnya Yesus disalib. Ini berarti gereja kaum Katolik yang mengaku memiliki rangkaian tidak terputus dalam kepausan sejak Petrus sampai hari ini berdasarkan pengakuan atau penemuan Mr. Fahey semuanya telah tersesat.



F. Siapa Yang Menyesatkan Kaum Maselii?  Timbul lagi pertanyaan: "Siapa yang telah menyesatkan kaum Masehi selama dua ribu tahun yang lalu, Allah atau Setan?



Mr. Robert Fahey menjawab dengan tegas: "Setan!"



Lantas saya berkata lagi kepada Mr. Fahey, "Begitu mudahnya setan mengaburkan hal-hal yang prinsip dalam akidah mereka. Perayaan yang sudah beribu tahun mereka namakan "Good Friday" dengan segera dapat diganti dengan "Good Wednesday. Kalau begitu, sudah sejauh mana upaya penyesatan terhadap kaum Masehi di sekitar hakikat keesaan Allah, baik ketuhananNya maupun kekuasaanNya, yang tampaknya jauh lebih mudah dilakukan?



Mendengar pertanyaan saya ini, Mr. Robert Fahey tidak memberi komentar apa-apa. Ia malah berlalu dan pergi.



Kalau demikian rupa keimanan guru akidah Masehi dunia dewasa ini, apakah tidak pada tempatnya bila kita mengajukan pertanyaan lagi: "Apakah ini bukan suatu tipu daya. terbesar dalam sejarah?"
Continue Reading

Apakah Al-masih itu Tuhan? (bag3) Masalah kebangkitan Almasih


BAGIAN KETIGA : Masalah Kebangkitan Al-Masih 
A. Tidak Ada "Tanda" Hanya Satu Tanda Untuk Yahudi! 
Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:339-40).

Dari perkataan di atas terlihat, Yesus tidak berusaha bersikap baik dan lemah lembut kepada orang Yahudi dengan menunjukkan bukti-bukti yang pernah diberikan selama itu, misalnya:

a. Mukjizat memulihkan penglihatan seorang pengemis buta yang bernama Bartimeus. (Markus 10:46-52) dan (Lukas 18:35-43)

b. Mukjizat menyembuhkan penyakit pendarahan wanita yang dideritanya selama dua belas tahun, sehingga sampai menghabiskan semua miliknya. Yesus melakukan itu hanya dengan menjamah jubahnya. (Markus 5:25-34)

c. Mukjizat mengeluarkan roh jahat ke dalam tubuh kawanan babi yang berjumlah lebih dari dua ribu ekor. (Markus 5:1-20) d. Mukjizat memberi makan kepada lima ribu orang yang mengikutinya. (b:l-15)

Namun sayang, terhadap orang Yahudi Yesus tidak mengingatkan mereka. Yesus tidak berusaha mengingatkan orang Yahudi agar tidak menuntut hal-hal baru dan mengajak mereka merenungi kembali tanda dan mukjizat yang sudah pernah ia berikan. Di sini Yesus malah menyatakan dengan keras dan kasar kepada mereka: "Tidak akan diberikan tanda, (kecuali satu tanda), seperti tanda nabi Yunus!"

B. Yunus Melarikan Diri Dari Tugas Da'wah.  Lantas apa sebenarnya ayat (mukjizat) Yunus Alaihissalam itu?

Untuk menemukan jawabannya terlebih dulu kita harus membaca surat Yunus dalam Perjanjian Lama. Menurut kitab itu, Allah telah memerintahkan kepada Yunus agar pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan penduduk kota itu agar segera bertobat dan insaf dari segala tingkah lakunya yang jahat. (Yunus 3:8)

Namun ternyata Yunus enggan pergi ke Niniwe. Ia malah melarikan diri ke Yafo. Di sana ketika ia melihat sebuah perahu yang akan berlayar, dengan cepat ia naik untuk melarikan diri dari perintah Allah.

Ketika perahu berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin topan dan gelombang besar yang menakutkan. Melihat kejadian ini si nakhkoda berkeyakinan bahwa di antara penumpangnya pasti ada salah seorang yang telah berbuat durhaka. Si nakhkoda kemudian berembuk dengan para penumpangnya untuk mengatasi masalah ini. Kemudian mereka berkata, "Marilah kita undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." (Yunus 1:7)

Meskipun Yunus merasa enggan memenuhi perintah Allah untuk pergi berdakwah, tapi setelah kalah dalam undian, dengan gagah berani ia menawarkan diri untuk melaksanakan hukuman itu. Katanya, "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu." (Yunus 1:12)

C. Hidup Atau Matikah, Yunus?  Dengan gagah berani nabi Yunus Alaihissalam menyerahkan dirinya untuk dijadikan tumbal dan korban. Dengan sendirinya, sebelum dilemparkan ke dalam laut, ia tidak usah dipenggal atau ditikam terlebih dahulu. Dengan sukarela ia sudah menyatakan kesiapannya untuk dilempar ke dalam laut. Seraya berkata, "Campakkanlah aku ke dalam laut! "

Kini timbul pertanyaan, "Apakah ketika dilemparkan ke dalam laut Yunus Alaihissalam dalam keadaan mati atau hidup?"

Semua anak-anak Nasrani yang mengikuti pelajaran hari Minggu akan menjawab tanpa pikir panjang lagi: "Dalam keadaan hidup! Setelah itu barulah gelombang laut dan angin ribut reda!"

Apakah hanya secara kebetulan saja ia ditelan ikan? Di dalam perut ikan itu, apakah Yunus dalam keadaan hidup atau mati?

Dengan serentak anak-anak Nasrani pasti akan menjawab, "Dalam keadaan hidup!"

Kalau begitu apa buktinya?

Mereka akan menjawab dengan serentak, "Yunus berdoa kepada Tuhan Allahnya di dalam perut ikan itu. Katanya, "Dalam kesusahan aku berdoa kepada Tuhan dan Ia menjawab aku." (Yunus 2:1-2) Selanjutnya anak-anak itu akan menjawab lagi, "Yang jelas di dalam perut ikan itu Yunus hidup, karena orang mati tidak berseru dan berdoa!"

Lantas apakah selama tiga hari ikan itu membawanya mengarungi lautan, Yunus dalam keadaan mati atau hidup?

Jawaban mereka pasti tidak akan berubah: "Hidup!"

Apakah Yunus mati atau hidup, ketika ikan itu memuntahkannya ke pantai (setelah tiga hari)?

]awaban mereka tetap tidak berubah: "Hidup!"

Jawaban anak-anak Nasrani itu bisa diterima oleh semua golongan agama, baik Yahudi, Nasrani, maupun Islam.

D. Persepsi Kaum Masehi Terhadap Yesus, Bertentangan Dengan Peristiwa Yunus

Jika dikatakan Yunus hidup selama tiga hari tiga malam, maka seharusnya Yesus juga hidup di dalam kuburnya, seperti yang diramalkannya sendiri.

Kaum Nasrani bergantung kepada benang lapuk. Mereka menyatakan "Yesus mati". Sebenarnya hal ini dilakukan demi untuk mengabdikan pada "idee" juru selamat. Karena itulah, tidak bisa tidak; harus dijawab bahwa Yesus mati selama tiga hari tiga malam dalam kuburnya. Pernyataan ini jelas amat berbeda dengan apa yang diucapkan Yesus dalam ramalannya. Yunus tetap hidup selama tiga hari tiga malam, tetapi Yesus telah mati selama tiga hari tiga malam. Pernyataan ini juga dikemukakan oleh kaum Masehi.

Pernyataam kaum Nasrani ini amat berbeda dengan peristiwa yang telah terjadi terhadap Yunus padahal Yesus telah berkata: "Seperti Yunus". Ia tidak berkata: "Berbeda dengan Yunus!" Pernyataan kebenaran ini merupakan kebenaran ukuran Yesus yang diberikan kepada dirinya sendiri. Yesus juga mengatakan bahwa ia bukan Mesias bangsa Yahudi yang sebenarnya.

Bila yang ditulis dalam Injil yang asli itu benar demikian, maka kenapa kita mencela penolakan bangsa Yahudi terhadap "Almasih"?

Tiga hari + tiga malam = 72 jam?!

Seorang doktor ketuhanan dan profesor dalam ilmu theologi berbicara tentang masalah paragraf (Matius 12:40) yang diperselisihkan itu. la mengatakan bahwa penekanannya lebih dititik-beratkan pada masalah faktor waktu: "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

Profesor ini juga menambahkan. Katanya, "Saya meminta perhatian anda pada kata "tiga" yang diulang-ulang sebanyak empat kali untuk membuktikan bahwa Yesus merealisasikan ramalannya yang berkenaan dengan "lamanya waktu" yang akan dilaluinya di dalam kubur. lni bukan "seperti Yunus" yang berkenaan dengan keadaan hidup atau mati selama masa itu."

Bila yang ditekankan Yesus di sini hanya fakxor waktunya saja, baiklah kita bertanya kepada sang profesor itu, "Apakah Yesus sudah merealisasikan janjinya kepada orang Yahudi? Maka si Nasrani yang dogmatis akan menjawab dengan lantang: "Sudah!"

E. Kapan Yesus Disalib?  Kini timbul pertanyaan: "Kapan Almasih disalib? Seluruh dunia Masehi akan mengatakan: "Pada hari jumat!"

Peristiwa inilah yang menyebabkan timbulnya pesta peringatan yang disebut "Good Friday" (hari jumat yang baik). Seluruh umat Masehi di Amerika hingga ke Zambia, di Afrika Selatan, dari Ethiopia sampai ke Zaire semua mengadakan hari besar resmi pada hari "jumat" yang mendahului hari raya Paskah.

Timbul pertanyaan, "Apa yang membuat "Good Friday" mempunyai tempat yang begitu terhormat di kalangan kaum Nasrani?" Seluruh umat Masehi akan serempak mengatakan: "Karena kematian Almasih di atas kayu salib pada hari ini untuk membersihkan dosa-dosa kita."

Tapi benarkah Yesus telah dibunuh di atas kayu salib pada hari jumat 1950 tahun yang lalu? Umat Masehi akan serentak menjawab: "Benar!"

Berdasarkan keterangan singkat yang ada di Injil, kami berkesimpulan kaum Yahudi sudah kegerahan benar ingin cepat-cepat membersihkan negerinya dari Yesus. Oleh karena itu, begitu Yesus tertangkap, ia langsung diadili secara kilat di tengah malam buta. Di pagi buta, pengadilan langsung mengirimkan Yesus dan menyerahkannya kepada Pilatus, wali negara itu.

Kami juga berkesimpulan, orang yang menangkap Yesus sebenarnya merasa takut, karena mereka tahu Yesus bukan saja dipandang sebagai pahlawan, tapi juga dipandang sebagai orang yang baik dan benar. Tapi sebaliknya, musuh-musuhnya sangat muak dan ingin cepat-cepat membunuhnya.

Musuh-musuhnya berhasil memaksa penguasa setempat untuk menyalibnya. Mereka jugalah yang ingin cepat-cepat menurunkan Yesus dari kayu salib sebelum matahari Jumat terbenam. Ini dilakukan demi menghormati hari Sabtu yang kudus bagi mereka (orang Yahudi). Bagi mereka hari Sabtu yang kudus dimulai sekitar pukul enam sore hari Jumat.

Untuk ini bangsa Yahudi sudah diperingatkan dalam Kitab surat Ulangan 21:23. Mereka dilarang menggantung mayat orang yang disalib yang dikutuk Allah (semalam suntuk) di atas kayu salibnya. Mayat itu harus segera dikuburkan pada hari itu juga supaya bumi Allah-tidak terkena najis.

Begitu besar perhatian mereka pada hari Sabtu. Demi mensucikan hari Sabtu maka mayat Yesus segera diturunkan dari atas kayu salibnya.

Demikianlah yang telah dilakukan oleh murid-murid rahasia Yesus kepada Pilatus. Mereka meminta agar diperbolehkan menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya menurut adat bangsa Yahudi. Mereka memandikannya, mengafaninya dengan kain lenen dan membubuhinya dengan rempah-rempah sesuai tradisi bangsa Yahudi (Yohanes 19:39). Setelah itu mereka memasukkan mayat yang sudah dikafani itu ke dalam tanah galian kuburan menjelang malam.

Di antara berbagai golongan dan mazhab yang beraneka ragam dalam agama Masehi terdapat banyak perselisihan dan perbedaan. Namun untuk mengatasi perselisihan itu mereka telah bersepakat untuk menduga bahwa Yesus berada dalam kubur pada Jumat malam, seperti dugaan mereka Yesus masih berada di dalam kuburnya pada pagi hari Sabtu. Mereka juga menduga Yesus masih di dalam kuburnya pada Sabtu malam. Mengenai dugaan ini umat Masehi telah bersepakat dengan sepenuh hati.

Kami sengaja mengulang-ulang kata "menduga atau dugaan" hingga tiga kali, karena terhadap kejadian ini semua Injil hanya berdiam diri terutama dalam menetapkan kepastian waktu Yesus ke luar dari kuburnya.

Ada kemungkinan Yesus telah dibawa pergi oleh "murid-murid rahasianya" pada malam Jumat ke suatu tempat yang lebih aman. Tapi dalam hal ini kami tidak mempunyai hak untuk berprasangka terhadap para pengarang Injil. Oleh karena itulah saya sengaja mengulang kata "menduga dan dugaan" sampai tiga kali.

Sekarang marilah kita melihat pemecahan terakhir tentang kebenaran Yesus (telah tinggal) dalam kuburnya selama tiga hari tiga malam.

Dalam kitab suci umat Nasrani sendiri dikatakan bahwa Yesus dikubur sore hari jumat menjelang matahari terbenam, dan sudah tidak diketemukan lagi mayatnya dalam kubur pada pagi hari Ahad sebelum matahari terbit (lihat uraian dalam tabel). Dengan demikian jelaslah, Yesus tinggal di dalam kuburannya bukan tiga hari tiga malam (seperti yang dikatakan para penginjil), tetapi hanya sehari dua malam!

Dari pengamatan terhadap keterangan kitab suci kaum Masehi itu kita melihat untuk kedua kalinya Yesus telah gagal "membuktikan janjinya". Pertama, ketika Yesus berbeda dengan Yunus. Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam dalam keadaan hidup. Tapi Yesus sebaliknya. la mati kemudian bangkit dari tengah-tengah orang mati itu.

Kedua, ketika terungkap bahwa tiga hari tiga malam yang dinyatakan dengan tegas oleh semua Injil itu setelah diselidiki ternyata hanya sehari dua malam. Maria Magdalena pergi ke kuburannya menjelang fajar menyingsing pagi hari ahad, tetapi Yesus sudah tidak ada lagi di kuburannya.

Keluarga Armstrong telah mengeksploitasi seluruh dunia Masehi. Tampaknya keluarga itu telah mempelajari ilmu hitung dengan baik.

Dalam majalah "Plain Truth", Mr. Robert Fahey menguraikan ceramahnya sewaktu di hotel Holiday inn di Durban. Dalam ceramahnya itu Mr. Robert Fahey berusaha meyakinkan para pendengarnya yang kristen, bahwa Yesus disalib pada hari Rabu bukan hari jumat, seperti yang diduga kaum Masehi Orthodoks selama dua ribu tahun yang lalu.

Berdasarkan pengamatan dan anggapannya itu, ia mengemukakan bahwa kalau seseorang menghitung mundur dari pagi hari Ahad, maka akan ditemukan tiga hari tiga malam. Karena itu, penyaliban harus ditetapkan hari Rabu bukan Jumat.

Saya mengucapkan selamat kepada Mr. Robert Fahey atas kemahirannya. Lantas saya bertanya kepadanya, "Bagaimana dengan upacara "Good Friday" yang telah dirayakan kaum Masehi sejak dua ribu tahun yang lampau, apakah akan ditukar dengan "Good Wednesday"? Tapi bagaimana mungkin. Dewasa ini hampir di seluruh dunia kaum Masehi yang berjumlah lebih dari 2,2 milyar tidak mengetahui waktu yang sebenarnya Yesus disalib. Ini berarti gereja kaum Katolik yang mengaku memiliki rangkaian tidak terputus dalam kepausan sejak Petrus sampai hari ini berdasarkan pengakuan atau penemuan Mr. Fahey semuanya telah tersesat.

F. Siapa Yang Menyesatkan Kaum Maselii?  Timbul lagi pertanyaan: "Siapa yang telah menyesatkan kaum Masehi selama dua ribu tahun yang lalu, Allah atau Setan?

Mr. Robert Fahey menjawab dengan tegas: "Setan!"

Lantas saya berkata lagi kepada Mr. Fahey, "Begitu mudahnya setan mengaburkan hal-hal yang prinsip dalam akidah mereka. Perayaan yang sudah beribu tahun mereka namakan "Good Friday" dengan segera dapat diganti dengan "Good Wednesday. Kalau begitu, sudah sejauh mana upaya penyesatan terhadap kaum Masehi di sekitar hakikat keesaan Allah, baik ketuhananNya maupun kekuasaanNya, yang tampaknya jauh lebih mudah dilakukan?

Mendengar pertanyaan saya ini, Mr. Robert Fahey tidak memberi komentar apa-apa. Ia malah berlalu dan pergi.

Kalau demikian rupa keimanan guru akidah Masehi dunia dewasa ini, apakah tidak pada tempatnya bila kita mengajukan pertanyaan lagi: "Apakah ini bukan suatu tipu daya. terbesar dalam sejarah?"
Continue Reading

Apa tujuan Allah mengutus Yesus ?


Apa tujuan Allah mengutus Yesus ?



Misi Yesus menurut Injil

-Yesus hanya diutus untuk umat Israel Matius 10:5-6 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

Matius 15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”

-Dihari kiamat Yesus hanya akan menghakimi 12 suku Israel Matius 19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Misi Nabi Isa as menurut Al-Qur'an

- Nabi Isa hanya diutus untuk Bani Israil Qs. Ali Imran : 45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). Qs. Ali Imran : 49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel

Qs Ash-Shaff :6. Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,

- Dihari kiamat Nabi Isa as hanya akan menjadi saksi terhadap bani Israel Qs. An-Nisaa’ :159. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka ( Bani Israel ).

Kesimpulan Misi Nabi Isa as/Yesus menurut Injil dan Al-Qur'an 1. Isa as/Yesus diutus hanya untuk bangsa Israel 2. Dihari kiamat Isa as / Yesus hanya akan menghakimi suku Bani Israel 3. Yang berhak menjadi pengikut Yesus hanya orang-orang Israel 4. Orang-orang diluar bangsa Israel tidak dikenal Yesus


Bagaimana pandangan Kristen tentang perintah Yesus ?  Kristen mengikuti ajaran Paulus dan menyimpang dari perintah Yesus. Yesus melarang murid-muridnya pergi ke Asia dan kebangsa-bangsa lain untuk menyebarkan ajarannya, tetapi Paulus malah berbuat sebaliknya.

Dalam Matius 10:5-6 dengan jelas Yesus mengatakan “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain ...”. Tapi apa yang kita saksikan di lapangan saat ini kenyataannya sungguh berbeda. Kasus kristenisasi yang terjadi di negeri kita sangat gencar. Metode yang mereka gunakan pun sangat beragam, mulai dari pengamen di bus-bus hingga metode D3 (Dipacari, Dihamili, Dikristenkan).

Umat Kristen tidak mengikuti Yesus tapi mengikuti ajaran Paulus. Paulus tak lebih dari seorang penipu yang mengaku sebagai murid Yesus. Bahkan mengaku pula mendapat wahyu dari Tuhan. Dia menyatakan dirinya sebagai Rasul.

Kisah Para Rasul 18:6 ...Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.”

Kisah Para Rasul 22:21 Tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.”

Roma 11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,

Roma 1:5 Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.

Roma 15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

I Tesalonika 2:16 karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka.

Bagaimana tentang Amanat Agung ? Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,.

Umat Kristen berpegang pada Amanat Agung dalam mendakwahkan agama Kristen. Ayat diatas dikatakan oleh Yesus setelah mati disalib. Kalau teks ayat diatas dianggap benar maka bertentangan dengan kata Yesus waktu sebelum disalib dalam Matius 10:5 dan Matius 15:24 (telah disebutkan diatas) dimana Yesus melarang murid-muridnya pergi ke bangsa lain tetapi hanya boleh pergi ke umat Israel yang hilang.

Ini adalah contoh ayat-ayat yang telah diubah oleh Gereja dengan tujuan agar sesuai dengan kepentingan mereka. Untuk menghindari pencemaran Yesus yang dianggap tidak konsekwen maka dirombakklah kata-kata pada Matius 28:19. Yang seharusnya adalah " Maka pergilah kebangsa muridku baptiskanlah......". Berubah menjadi ”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah.....”. Jadi sesungguhnya Yesus memerintah murid-muridnya untuk pergi ke bangsa murid-murid Yesus yaitu 12 suku bangsa Israel bukan keseluruh bangsa.

Perombakan kata-kata pada Matius 28:19 ada kemungkinan untuk melegalisir perkataan Paulus bahwa Paulus akan mengajarkan ajarannya bahwa Yesus adalah Kristus kepada bangsa-bangsa lain diluar bangsa Israel seperti yang dikatakan Paulus pada :

Kisah rasul 18:5-6 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: “Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.”

Jadi, menurut Al-Quran ajaran Yesus adalah hanya untuk Bani Israel. Menurut Injil pun demikian, bahwa risalah yang diemban Yesus hanya untuk bani Israel saja. Tapi surat-surat yang ditulis oleh Paulus (yang dijadikan bagian dalam teks Kitab Suci/Bibel) sangat bertentangan dengan ucapan Yesus.

Ironisnya, ajaran yang diikuti oleh umat Kristen saat ini adalah apa yang diucapkan Paulus, bukan Yesus. Lalu pengikut siapakah mereka sesungguhnya ? Sudah jelas, umat Kristen bukan pengikut Yesus.
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template