Minggu, 30 Desember 2012

Jawaban Atas Artikel Tentang HTI di Arrahmah.com

Arrahmah.com menerbitkan tulisan yang berjudul "konferensi-khilafah-menyuburkan-khilafiyah" . didalamnya memuat berbagai pertanyaan yang "menyudutkan" HT. Saya akan paparkan pertanyaannya lengkap dengan jawabannya.

1. . Bidang Aqidah: HT menolak adanya hadits ahad, sehingga mengharamkan untuk mem-percayai siksa kubur, dan akan turunnya Dajjal di akhir zaman




Jawaban: Masalah ini tidak perlu menjadi perdebatan. Karena masalah ini bukanlah masuk dalam masalah ushul tapi hanya masuk dalam masalah furu' yaitu tentang kriteria hadits. sikap kehati-hatian dalam menerima hadits telah dicontohkan oleh para sahabat. HT tetap percaya pada Hadits Ahad tapi masih dalam level dzan (persangkaan, lebih menekankan wallahu a'lam) bukan Akidah (yang harus diyakini oleh semua manusia, kalau tidak akan kafir). (lihat artikel hentikan perdebatan masalah hadits ahad)

2. Bidang Dakwah: Me-niadakan gerakan amar ma’ruf dan nahi mung-kar. Karena itu, patut di-pertanyakan, bagai-mana HT melaksanakan perintah al-Qur’an untuk menghilangkan ke-mungkaran di tengah masyarakat? Jika meng-hilangkannya dengan hukum positif yang ber-laku, lalu apa urgensinya menegakkan khilafah? Apakah cara demikian tidak terkesan mudzabdzabin. Ada juga doktrin baru HTI, me-nolak jihad sebagai me-tode membangun kem-bali kekhalifahan.

Jawaban: tidak meniadakan, tetapi membedakan antara amar maruf nahi mungkar yang menjadi tugas kita dan tugas khalifah. amar maruf nahi mungkar tetap dilakukan HT dengan terus berdakwah baik lerwat pembunaan (halaqah) maupun lewat tulisan-tulisannya.
Jihad (qital) memang bukan metode menegakkan khilafah. jika meneladani Nabi Muhammad SAw maka kita tidak melihat JIhad (qital) sebagai sebagai metode menegakkan khilafah, namun beliau SAW menegakkan khilafah dengan Pembinaan. setelah itulah beliau jihad (qital).

3. Bidang Fiqih: Dalam Negara Islam boleh mengangkat orang kafir sebagai kepala negara-nya. Lalu untuk apa memperjuangkan khi-lafah, terima saja ke-pemimpinan orang kafir, baik Kafitalis maupun Komunis. Dalam hal ini, antara misi dan tindakan kontradiktif.

Jawaban: entah dari mana pernyataan ini, dengan jelas dan gamblang didalam buku "Daulah Islamiyah" Bab RUUD khilafah Pasal 31 "pengangkatan kepala negara dianggap sah apabila memenuhi tujuh syarat lki-laki, MUSLIM Merdeka, Baligh, Berakal, Adil, dan memiliki kemampuan"
jelas dalam RUUD itu kepala negara hanya syah dengan 7 syarat itu, dan salah satu syaratnya adalah Muslim.

4. Bidang akhlak: Mencium perempuan bukan muh-rim dengan atau tanpa nafsu (syahwat) diboleh-kan. Ini berarti legalisasi dekadensi moral. Lalu untuk apa menentang pornografi? Juga, isteri menolak suami agar tidak berpakaian gaya lelaki, dianggap bukan perbuatan durhaka pada suami. Perempuan yang tidak taat kepada suami-nya agar melepas pan-taloon (berpakaian laki-laki) yang bukan pakaian syar’i tidak dianggap durhaka kepada suami.

Jawaban: Mencium kepada bukan muhrim jelas diharamkan HT dan Ajaran Islam. dan durhaka pada suami adalah dosa besar, dan perempuan menyerupai laki-laki
adalah haram begitu pula sebaliknya. hal ini sudah mafhum, tidak perlu diperdebatkan lagi. pernyataan diatas salah jika ditujukan pada HT.

Pertanyaan-Pertanyaan diatas muncul dari WAMY

“WAMY memang sudah sering memfitnah Hizbut Tahrir,” jelas Ismail Yusanto pada Haris Amir Falah, koresponden RM di Jakarta.

http://assyafii.blogspot.com
Sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template