Sabtu, 29 Desember 2012

Twilight; Begitu Klasik, Begitu Yahudi


islampos, islam media, berita islam terkini
SAAT ini, remaja kota mana yang tidak membicarakan Twilight? Ada Robert Pattinson yang direken sebagai sosok cool, dingin, membuat semua perempuan remaja meltingmeleleh, entah apa artinya jika diliteralisasikan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian Kristen Stewart sebagai Bella Swan, seorang gadis yang hidup sendirian dalam hiruk-pikuk dunia remaja, dan bertemu dengan Edward Cullen, seorang vampir.
Saat ini, film The Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 tengah menggebrak. Mungkin, semua orang di dunia berpikir bahwa Cullen dan Bella hanya sebuah kisah klasik cinta dan kehilangan—seperti di semua pakem kisah-kisah cinta; cinta segitiga dan ditinggal pergi, entah karena mati ataupun pergi ke tempat lain, tapi Twilight menyimpan sesuatu yang lebih dalam.
Twilight pada intinya, adalah cerita klasik Yahudi.
Lihatlah Bella Swan, seorang gadis Yahudi. Ibunya tinggal di Florida. Ayahnya adalah sekuriti tangguh di masyarakat, dan memiliki senyum paling lebar di desa itu, ketika dia tahu putrinya masih perawan.
Sejauh ini, begitu Yahudi.
Tapi Bella jatuh cinta, dan di sinilah masalahnya mulai. Meskipun upaya ayahnya untuk menjodohkannya dengan Jacob, sebuah nama yang sangat Al-Kitab, teman dekat keluarga dan anggota dari Tribe, Bella memiliki pria lain dalam hidupnya. Pria itu digambarkan sebagai “predator paling berbahaya di dunia”. Dan perkenalkan pacar non-Yahudi Bella, Edward.
Edward mencintai alam—Yahudi selalu menghubungkan apapun dengan alam, dan secara teratur bolos sekolah hanya untuk pergi hiking. Dia memimpin Bella ke kota Katolik Volterra di Italia. Sebaliknya Jacob, lebih dari sekadar anak pantai, pasti akan membawanya ke Tel Aviv. Tak perlu dikatakan, bahwa Edward tidak diizinkan untuk masuk ke rumah melalui pintu depan.
Keluarga Edward, Cullens, adalah anggota di luar orbit masyarakat, yang menjaga diri mereka sendiri. Mereka memiliki fitur yang indah, seperti Rosalie yang pirang. Mereka memiliki nama Yahudi yang aneh, seperti Carlisle dan Emmett. Dan mereka minum darah, melanggar salah satu aturan sentral kashrut yang paling penting.
Setidaknya keluarga Cullens, mengetahui bahwa mereka tinggal di Golders Green dunia fantasi Stephenie Meyer, memiliki rasa hormat bagi orang-orang di sekitar mereka. Mereka meninggalkan kota ketika mereka ingin makan dan mereka menahan diri dari minum darah manusia , membunuh binatang hanya untuk mengatakan “OK, kita tidak akan makan daging babi, tapi setidaknya mari kita makan steak yang tepat”.
Twilight adalah sebuah kisah tentang keluarga, broigus dan kebiasaan diet yang tidak biasa – dan pada akhirnya ada sebuah pernikahan yang terlampau mewah. Apalagi yang lebih Yahudi daripada itu?

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template