Sabtu, 30 November 2013

Pekan Kondom Nasional: Negara Sponsori Seks Bebas

stop kondom Pekan Kondom Nasional: Negara Sponsori Seks Bebas

Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementerian Kesehatan akan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1 Desember hingga 7 Desember mendatang. Disebutkan, akan ada pembagian kondom secara gratis pada acara tersebut. PKN yang mengusung tema “Protect Youself, Protect Your Partner” yang sebenarnya merupakan wujud kepedulian terhadap HIV dan AIDS.

Sekretaris KPAN, Kemal Siregar, menilai PKN memiliki efektivitas yang baik, terutama untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan kondom bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, untuk meningkatkan efektivitasnya, cakupan sasaran perlu diperluas.

Sesat Pikir Kondomisasi

Program kondomisasi mulai digencarkan pemerintah sejak era Menkes Nafsiyah Mboi. Meski ia sendiri membantah adanya program kondomisasi, tetapi faktanya Kemenkes menjalankan program pembagian kondom kepada kalangan pelaku seks beresiko tinggi, yakni para pria pelanggan prostitusi.

Menkes beralasan, jika tidak ada program terobosan dalam penanggulangan AIDS maka pada tahun 2025 akan ada 1.817.700 orang terinfeksi AIDS. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mencegah penularan itu adalah “dengan menggunakan kondom dari laki-laki yang berisiko kepada perempuan pekerja seks maupun istrinya.”(bbc.co.uk/indonesia, 25/6/ 2012).

Pemerintah juga memperluas program penyebaran kondom ini kepada remaja. Menurutnya mempermudah akses remaja untuk mendapatkan kondom diharapkan dapat menekan angka aborsi dan kehamilan yang tak diinginkan (detik.com, 15/6/2012).

Sepintas saja orang dapat melihat program ini mengandung sesat pikir. Diantaranya, pertama, program ini tidak menyelesaikan akar masalahnya. Akar masalahnya bukan karena tidak menggunakan kondom, melainkan perilaku seks bebas.

Kampanye penggunaan kondom untuk pelaku seks beresiko, seolah justru berkata “silahkan melakukan seks beresiko asal pakai kondom”. Seks beresiko adalah seks dengan yang bukan isteri/suami. Maka kampanye kondom sama artinya, “silahkan melakukan seks bebas termasuk zina asal pakai kondom.” Maka progam kondomisasi sama artinya kampanye dan mensponsori seks bebas.

Kedua, Kondom tidak mampu menangkal penularan virus HIV/AIDS. Pada Konferensi AIDS se-Dunia di Chiangmai, Thailand tahun 1995, diumumkan hasil penelitian ilmiah, bahwa kondom tidak dapat mencegah penularan HIV/AIDS . Sebab ukuran pori-pori kondom jauh lebih besar dari ukuran virus HIV. Ukuran pori-pori kondom sebesar 1/60 mikron dalam kondisi normal dan membesar menjadi 1/6 mikron saat dipakai. Sedangkan ukuran virus HIV hanya 1/250 mikron. Jelas virus HIV sangat mudah bebas keluar masuk melalui pori-pori kondom. Maka, jika dikatakan kondomisasi dapat menangkal penularan virus HIV/AIDS, itu jelas menyesatkan dan membodohi masyarakat.

Kondom juga tidak ampuh menangkal penyakit lainnya. Dr. Ricki Pollycove, pakar kesehatan dari California Pacific Medical Center San Francisco, mengatakan bahwa didapatkan sejumlah temuan, kondom tidak bisa mencegah penyakit herpes. Sejumlah orang tetap terinfeksi herpes meski mereka sudah menggunakan kondom dengan benar (sfgate.com, 21/1/2013).

Apalagi, peluang terjadinya cacat pada kondom yang beredar tetap ada. Di AS saja, 2 dari 100 kondom ditemukan rusak. Juga tak sedikit kondom yang rusak akibat penyimpanan yang salah. Hal itu makin diperparah oleh pemakaian yang salah, dan tak sedikit pelaku seks bebas yang menolak pemakaian kondom.

Ketiga, program kondomisasi justru menyuburkan perilaku seks bebas. Para pelaku justru mendapat pembenaran untuk melakukan perzinaan. Toh, yang penting dilakukan dengan aman (pakai kondom), pikir mereka.

Program Contekan, Untungkan Kapitalis

Patut dicurigai program ini mengandung motif bisnis, langsung atau tidak. Para pebisnis kondomlah yang akan mengeruk keuntungan dari program seperti ini. Program ini juga akan melanggengkan dan menyuburkan prostisusi dan perzinaan. Itu artinya bisnis kemaksiyatan ini akan makin besar dan menguntungkan pelaku dan kapitalis bisnis ini. Jadi kondomisasi mengandung muatan kapitalisasi untuk keuntungan segelintir orang dengan mengorbankan keselamatan dan moral publik.

Program kondomisasi hakikatnya membebek pada pola Barat, seperti AS. Penangannya dengan formula ABC. Yaitu A (Abstinensia), tidak berhubungan seks sebelum menikah. B (Be faithful), hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C (Condom), jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan kondom.

Barat menganggap seks bebas dan pelacuran adalah hak asasi. Bahkan seks menyimpang seperti homoseksual, lesbian, seks dengan cara kekerasan (sadomachocism), dan lainnya dianggap hak asasi. Karena itulah pemerintah manapun yang menerapkan demokrasi dan sekulerisme, seperti halnya Barat, tidak akan pernah melarang apalagi menghilangkan aneka perilaku seks bebas. Paling banter hanya seruan agar warganya berhati-hati dan melakukan seks secara aman, termasuk anjuran menggunakan kondom.

Kondomisasi dan propaganda seks aman (seks bebas) disadari atau tidak mengandung muatan jahat. Barat sengaja memasukkan dan memaksakannya ke negeri Muslim untuk menghancurkan umat Islam. Gleed Stones mantan PM Inggris pernah berucap, “Percuma kita memerangi umat Islam. Kita tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Quran.

Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Quran dari hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam. Maka tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”

Perlu Sistem Yang Benar

Islam hanya membenarkan hubungan seks dengan suami/isteri yang sah. Inilah perilaku seks yang aman. Perilaku seks yang aman adalah menjauhi seks bebas. Safe sex is no free sex.

Mungkinkah akan berjangkit penyakit kelamin, kehamilan di luar nikah dan aborsi akibat hamil di luar nikah, bila zina tidak dibiarkan? Pastinya tidak.

Seandainya masyarakat hidup dalam tatanan sosial yang benar; pria dan wanita tidak bercampur dan tidak bergaul bebas, saling menghormati, free-sex dianggap sebagai penyakit sosial, niscaya masyarakat akan hidup tenang. Berbagai penyakit menular seksual juga tidak akan mewabah.
Namun bila tatanan sosial sudah rusak, dimana pria dan wanita dibiarkan bergaul bebas tanpa batas, perzinahan dianggap perkara lumrah, maka berbagai bencana penyakit akan melanda. Nabi saw. bersabda:

«…لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِى قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِى أَسْلاَفِهِمُ…»

“…Tidaklah tampak perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani terang-terangan melakukannya, melainkan akanmenyebar di tengah mereka penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu…” (HR. Ibnu Majah, al-Hakim, al-Baihaqi)

Karena itu, seharusnya yang dilakukan adalah tindakan pencegahan (preventif) atas perilaku seks bebas dan tindakan kuratif untuk memberantas yang sudah ada. Karena seks bebas itulah akar masalah dari penyebaran berbagai penyakit kelamin. Semua itu hanya bisa dilakukan secara sistematis melalui penerapan sistem Islam dengan syariahnya.

Islam mewajibkan negara menanamkan keimanan dan membina ketakwaan dan rasa takut terhadap azab Allah dalam diri masyarakat. Kepada masyarakat harus ditanamkan kejinya perbuatan zina dan besarnya azab Allah kepada para pelakunya (QS al-Isra’ [17]: 32). Juga harus dipahamkan, zina dan seks bebas merusak tatanan masyarakat dan menghancurkan nilai-nilai keluarga.

Preventif dilakukan secara sistematis dan multi dimensi. Faktor ekonomi diselesaikan melalui Sitem Ekonomi Islam yang mendistribusikan kekayaan secara adil dan merata. Sistem pendidikan berbasis akidah Islamiyah membentuk pribadi Islami. Sistem pergaulan Islam menjauhkan faktor-faktor pemicu ke arah pergaulan bebas. Rasa keadilan terutama bagi korban kejahatan seksual dijamin melalui Sistem Uqubat Islam. Pintu pernikahan pun dipermudah termasuk bagi kaum muda. Pendek kata, penerapan sistem Islam akan sanggup meminimalkan seminimal mungkin faktor penyebab seks bebas.

Jika dengan semua itu masih juga ada yang melanggar, maka tindakan kuratif harus diterapkan. Betul pengidap HIV/AIDS tidak bisa disamakan semuanya. Mereka jadi korban, tertular oleh suami/isteri, anak tertular ibunya, orang tertular dari transfusi atau sebab selain seks bebas, mereka akan diobati dan dijamin pengobatannya oleh negara secara gratis. Sementara selain mereka maka selain diobati, juga harus dijatuhi sanksi seusai kemaksiyatan, sanksi yang dilakukan yang membuat jera pelaku dan menimbulkan efek gentar bagi publik sehingga tidak berani melakukannya. Pelaku zina, jika belum menikah (ghayr muhshan) harus dijilid seratus kali jilid.

Sementara yang sudah pernah menikah (muhshan) harus dirajam hingga mati. Pelaku homoseksual dijatuhi hukuman mati, subyek dan obyeknya, jika melakukannya sama sama rela. Sementara pengguna narkoba dijatuhi sanksi ta’zir yang jenis dan kadar sanksinya diserahkan kepada ijtihad khalifah atau qadhi sesuai koridor syariah.
Maka hanya sistem Islam sajalah yang bisa menyelamatkan masyarakat dari seks bebas dan berbagai akibatnya diantaranya penyakit menular termasuk HIV/AIDS.

Wahai Kaum Muslimin!

Kondomisasi merupakan program buruk, untungkan kapitalis dan musuh Islam, dan justru mensponsori seks bebas. Akar masalahnya adalah sekulerisme dan sistem kapitalisme yang diterapkan. Karena itu sistem ini harus dicampakkan dan diganti dengan sistem Islam yang datang dari Allah Pencipta Manusia, Zat yang Maha Tahu apa yang baik dan membuat baik manusia. Itulah sistem al-Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Maka mari segera kita wujudkan di tengah kehidupan kita. Wallâh a’lam bi ash-shawâb. [Al-Islam]

Sumber
Continue Reading

HTI: Seks Bebas Adalah Musuh Bersama, Tolak Pembagian Kondom!

ismail yusanto aksi gaza19112012 HTI: Seks Bebas Adalah Musuh Bersama, Tolak Pembagian Kondom!

Perilaku seks bebas di kalangan remaja makin meprihatinkan. Kasus video mesum yang dilakukan pelajar SMP Negeri Jakarta dalam lingkungan sekolah Oktober lalu, menunjukkan secara kasat mata betapa seks bebas telah begitu menggejala di dunia remaja kita. Apalagi peristiwa memilukan dan memalukan bukan pertama kali terjadi. Pertengahan tahun ini, masyarakat juga dibuat terkejut dengan kasus pelajar SMP di Surabaya yang menjadi mucikari untuk kawan-kawannya sendiri.

Pelaku menawarkan siswi-siswi, yang merupakan teman sekolahnya, kepada lelaki hidung belang untuk menjadi PSK, jelas sebuah tindakan yang sama sekali bertentangan dengan tujuan pendidikan. Kondisi ini makin menguatkan hasil survei yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa 32% remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah.

Tingginya angka perilaku seks bebas berimbas pada bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS di kalangan remaja. Berdasar data resmi Kementerian Kesehatan RI, pada triwulan kedua tahun 2011, secara kumulatif jumlah kasus AIDS tercatat sebanyak 26.483. Dilihat dari kelompok umur, pengidap terbesar pada kelompok umur 20-29, sebanyak 36,4% disusul dengan kelompok umur 30-39 tahun sebesar 34,5%.

Sementara itu, demi mengerem wabah penyebaran virus HIV, pemerintah melalui Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama DKT Indonesia dan Kementerian Kesehatan akan menggelar Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1 Desember hingga 7 Desember mendatang.

Disebutkan, akan ada pembagian kondom secara gratis pada acara tersebut. Tindakan ini harus ditentang, karena alih-alih menjadi solusi, program kondomisasi justru akan menyuburkan perilaku seks bebas. Para pelaku seolah justru mendapat pembenaran untuk melakukan perzinaan yang penting dengan menggunakan kondom.

Harus ditegaskan disini, bahwa sesungguhnya maraknya pergaulan bebas adalah bukti rusaknya tata pergaulan di kalangan remaja pada khususnya dan di tengah masyarakat pada umumya karena seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja tapi juga mereka yang telah berusia lebih tua. Dan rusaknya tata atau sistem pergaulan tidak lain adalah buah langsung dari sistem sekularisme – kapitalisme, serta akibat dari sistem sistem pendidikan yang jauh dari ajaran Islam.

Darinya lahir para pelajar yang bergaya hidup materialis dan hedonis, yang mengagungkan kebebasan. Sementara budaya sekuler liberal sebagaimana tampak pada musik, film, fashion dan lainnya mendorong munculnya berbagai rangsang seksual melalui berbagai media yang dengan mudah bisa diakses oleh para pelajar. Semua itu, ditambah dengan kemudahan akses internet, telah berdampak sangat serius pada kerusakan generasi.

Berkenaan dengan itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan, bahwa pergaulan bebas harus menjadi musuh bersama karena tata pergaulan semacam inilah yang telah menimbulkan kerusakan-kerusakan lainnya pada remaja seperti hamil sebelum nikah, putus sekolah, tingginya pengidap HIV/AIDS di kalangan remaja dan lainnya. Oleh karena itu harus ada upaya serius untuk memerangi gaya hidup gaul bebas. Hal ini bisa dilakukan dengan membenahi dan menerapkan 3 pilar penopang gaul sehat atau gaul yang Islami, yaitu:

  1. Pilar INDIVIDU. Harus dibangun dan diperkuat keyakinan hidup (iman dan takwa) dan kepribadian di kalangan remaja dan pelajar. Seorang remaja muslim yang beriman kepada Allah SWT dan taat pada segenap aturanNya serta percaya akan adanya hisab dan azab dari sang Pencipta, pastinya akan berusaha bergaul secara sehat, mengikuti batas-batas yang telah ditetapkan oleh syariah Islam dan tidak akan berani melakukan perbuatan dosa, pergaulan bebas, khalwat, ikhtilat apalagi sampai berzina
  2. Pilar MASYARAKAT. Harus didawamkan kebiasaan saling menasihati, beramar ma’ruf nahyi munkar (dakwah Islam) sebagai sebuah kewajiban, khususnya di kalangan remaja dan pelajar, sehingga jika menemui anggota masyarakat yang melakukan kemaksiatan seperti tindak mendekati zina apalagi berzina, tidak dibiarkan tapi dinasihati atau dilaporkan kepada yang berwajib.
  3. Pilar NEGARA. Negara harus menumbuh kembangkan budaya gaul sehat dengan menetapkan aturan yang jelas dan tegas dalam tata pergaulan. Juga harus tegas menindak setiap pergaulan bebas dalam bentuk apapun, menutup berbagai industri dan media berbau pornografi yang memicu pergaulan bebas, dan jangan ragu-ragu pula mengganjar para pelaku pergaulan bebas dengan sanksi yang setimpal.
Karena itu, harus ada upaya bersama secara sungguh-sungguh untuk menghancurkan sistem sekuler yang telah melahirkan kerusakan pergaulan dan menegakkan sistem Islam dalam Khilafah yang akan melindungi moralitas remaja dan bangsa ini serta mengikis dengan tuntas segala bentuk kemaksiatan yang merajalela di tengah masyarakat sehingga keberkahan dari Sang Pencipta niscaya akan didapatkan. Allah swt berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (QS al-Anfal [8]: 24)

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Continue Reading

50 Tahun Kematian JFK, Israel Dalangi Pembunuhan?

John F Kennedy 490x326 50 Tahun Kematian JFK, Israel Dalangi Pembunuhan? (1)

50 TAHUN berlalu sejak John F. Kennedy tewas ditembak pada 22 November 1963 lalu oleh Lee Harvey Oswald. Namun, hingga kini kematiannya terus diselimuti misteri termasuk teori-teori konspirasi yang tak pernah padam. Mark Glenn, seorang pengamat politik Amerika, menyatakan bawah Israel berada di balik pembunuhan presiden itu.

“Bukti kuat menunjukkan bahwa Israel sebagai pelakunya di sana, tentu saja bahkan fakta bahwa lobi Israel sangat kuat bukan cuma di Kongres, tapi juga di cabang eksekutif pemerintahan AS serta di dalam badan-badan intelijen,” cetus Glenn seperti dikutip Press TV, Sabtu (23/11/2013).

Merunut pada lima dekade lalu, sejumlah dokumen dan transkrip pembicaraan tentang rencana pembunuhan JFK ditemukan. Ruby Carousel Club, Dallas, Amerika Serikat (AS), pada 4 Oktober 1963, terjadi sebuah pembicaraan penting soal konspirasi pembunuhan. Jack Ruby selaku pemilik Ruby Carousel Club dan Lee Harvey Oswald berdebat rencana besar untuk “membersihkan” John F Kennedy. Keduanya berdebat keras dengan kata-kata tajam dan penuh ketegangan.
Lee: “Banyak cara untuk membersihkan dia (Jaksa Agung Robert Kennedy) tanpa harus membunuhnya…”
Ruby: “Bagaimana caranya?”
Lee: “Saya bisa menembak saudaranya.”
Ruby: “Maksudmu Tuan Presiden?”
Lee: “Betul, Tuan Presiden.”
Ruby: “Namun, tindakan itu tidak patriotik.”

Pada pembicaraan yang tegang tersebut Lee menyatakan akan membunuh semua keluarga Kennedy serta membutuhkan senapan dan gedung yang tinggi. Kemudian, dalam pembicaraan itu, Ruby berkata, “Kamu terlalu banyak mengajukan pertanyaan. Ingat, mereka tahu apa yang kamu rencanakan, tapi kamu tidak tahu mereka. Mereka selalu mengawasimu…”

Sebulan kemudian, tepatnya 22 November 1963, JFK tewas ditembak saat melakukan kunjungan ke Dallas. JFK yang menggunakan mobil Ford Convertible (atap terbuka) itu tewas seketika begitu dua peluru menghantam leher dan kepalanya, saat iring-iringan kendaraannya melintas tepat di depan Texas Scholl Book Depository. Lee Harvey Oswald belakang diduga sebagai pelaku penembakan terhadap JFK.

Sementara itu, Jack Ruby adalah orang yang menembak mati Lee ketika berhasil ditangkap polisi. Kematian Lee yang belum pernah dihadapkan ke pengadilan membuat kematian JFK menjadi misteri. Namun,kini terungkap adanya hubungan antara Lee dan Ruby.

Hal itu setelah ditemukannya dokumen berisi transkrip pembicaraan keduanya. Dokumen penting yang telah tersimpan selama empat dekade di pengadilan Dallas itu ditemukan di antara tumpukan kertas dalam beberapa kardus yang disimpan di lantai 10.

Jaksa Dallas County Craig Watkins menyatakan, dokumen ini bukan termasuk kategori rahasia. Sebab, di dalam kotak itu banyak dokumen berisi transkrip rencana pembunuhan JFK yang dikumpulkan sejak 1963.

“Kami tidak tahu pasti apakah transkrip pembicaraan itu aktual atau tidak. Itu akan menjadi perdebatan di lingkungan masyarakat, apakah itu benar atau tidak, telah terjadi sebuah konspirasi untuk membunuh presiden (JFK),” jelas Watkins.

Selain itu, berdasar pembicaraan antara Lee dan Ruby, terungkap bahwa rencana pembunuhan itu sebenarnya diarahkan kepada saudara JFK, yaitu Robert Kennedy yang menjadi jaksa agung.
Opini berbeda disampaikan Terri Moore, asisten Watkins. Dia menyatakan, transkrip pembicaraan yang telah dimuat pada harian Dallas Morning News itu merupakan bagian dari transkrip film yang dibuat seorang sutradara bernama Henry Wade.


john f kennedy 490x326 50 Tahun Kematian JFK, Israel Dalangi Pembunuhan? (2   Habis)

ISRAEL berada di balik pembunuhan Presiden AS John F Kennedy pada tahun 1963. Hal itu terjadi karena John F Kennedy menekan David Ben Gurion, Perdana Menteri Israel saat itu, soal nuklir Israel. Demikian diutarakan oleh Moderchai Vanunu kepada mingguan London berbahasa Arab Al-Hayatt, yang hasilnya akan diterbitkan dalam suplemen harian itu bernama Al-Wassat.

Vanunu adalah mantan teknisi pada reaktor nuklir Israel di Dimona, selatan Negev. Vanunu dipenjara setelah ditangkap Mossad pada 1986 karena membocorkan rahasia nuklir Dimona kepada harian Inggris Sunday Times. Proyek nuklir Israel itu sudah berusia 40 tahun, dimulai secara resmi tahun 1965. Setelah dibebaskan pada April 2004, Vanunu tak diperbolehkan berbicara dengan orang asing, tidak boleh bepergian ke luar negeri.

Tidak jelas, bagaimana dia bisa diwawancarai oleh media. Hari Senin kemarin Mahkamah Agung Israel di Jerusalem memutuskan Vanunu tidak boleh keluar dari Israel dan juga tidak boleh memberikan wawancara kepada media. “Ini hari sedih,” kata Vanunu. Alasan Israel, mulut Vanunu masih bisa “bocor” dan membeberkan rincian reaktor Dimona, termasuk otak di balik reaktor nuklir tersebut.

Kembali ke soal pembunuhan John F Kennedy (JFK), Vanunu mengatakan, menurut sebuah indikasi yang sudah hampir pasti, Kennedy dibunuh sehubungan dengan tekanan yang diberikannya kepada Ben Gurion sehubungan dengan reaktor nuklir Dimona. Ben Gurion adalah perdana menteri (PM) pertama Israel yang menjabat pada periode 1949 hingga 1954. Ia terpilih kembali sebagai PM dari 1955 hingga 1963. Ben Gurion adalah Yahudi keturunan Polandia yang lahir pada tahun 1886 dan pindah ke Israel tahun 1906.

“Kami tidak tahu siapa yang akan tampil menjadi PM dan memutuskan untuk menggunakan senjata nuklir dalam perjuangan melawan negara-negara tetangga Arab,” kata Vanunu, yang kini tinggal di sebuah apartemen yang diawasi.

Berita soal pembunuhan JFK oleh peran Israel itu tidak begitu runtut. Namun yang jelas, pada Juni 1964 Levi Eshkol tampil sebagai PM menggantikan Ben Gurion. Reaktor nuklir Dimona dimulai tahun 1965, tetapi perencanaannya sudah dilakukan sebelumnya.

Oswald Secara terpisah, sebuah sumber di Israel kepada WorldNetDaily mengatakan, setelah pembunuhan JFK, intelijen Israel melakukan sebuah tugas untuk memperlihatkan bagaimana Lee Harvey Oswald (penembak JFK) bisa membunuh JFK dari posisinya di lantai 6 sebuah gedung yang dekat dengan iringan-iringan JFK di Kota Dallas.

Namun, sebuah simulasi lain menunjukkan bahwa si penembak Kennedy menggunakan peralatan yang sangat canggih, yang dipasangkan pada sebuah tripod. Peralatan tembak itu juga menggunakan sinar laser pelacak sasaran yang akurat. Sumber tersebut mengatakan, “Hampir tidak mungkin bagi Oswald melakukan penembakan seperti yang dituduhkan.”

Selama ini cerita yang beredar soal penyebab kematian JFK adalah konspirasi di balik semua itu, yang hingga kini belum jelas juga. Namun, juru bicara untuk PM Israel Ariel Sharon bernama Ra’anan Gissin mengatakan, komentar Vanunu justru akan membuat kredibilitas Vanunu semakin rusak. [misteri dunia/presstv]

Sumber
Continue Reading

Subhanallah, Inilah Keajaiban Burung Gagak



KENAPA Allah memilih burung Gagak sebagai GURU pertama umat manusia dan tidak memilih makhluk-Nya yang lain?

Sebagai mana kita ketahui, bahwa peristiwa pembunuhan manusia pertama kali adalah antara dua anak Adam as, Qabil dan Habil Ketika Qabil membunuh Habil, karena tipu muslihat Iblis la’natullah yang menyusupkan rasa iri, dengki dan hasud kepada Adam dan seluruh keturunannya.

Kemudian Allah swt. mengirimkan burung Gagak untuk mengajarkan anak cucu Adam bagaimana menguburkan mayit sesama mereka.
Mengapa demikian?

Karena burung Gagak adalah burung paling pintar dan cerdik di dibandingkan dengan burung-burung lainnya. Dan Allah swt. telah memberikan insting tentang keahliannya ini.

Setelah dilakukan penelitian, ternyata burung gagak memiliki ukuran otak yang lebih besar dibandingkan otak burung-burung yang lainnya. Dan burung gagak senantiasa hidup bersama kelompoknya sebagaimana manusia yang senantiasa bersosial dengan masyarakat.

Mereka memiliki pemimpin atau hakim yang akan menghukum yang melakukan kesalahan di antara mereka, inilah fitrah yang senantiasa diberikan Allah kepada burung Gagak.

Setiap kesalahan di antara burung Gagak memiliki hukuman masing-masing, berikut adalah contoh-contohnya:

1. Ketika salah satu di antara mereka mengambil jatah makanan untuk anak-anak Gagak, maka hukumannya adalah sekelompok Gagak akan mematukinya sampai bulu-bulu si Gagak habis sehingga Gagak tersebut gundul dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi seperti anak-anak Gagak sebelum dewasa.

2. Ketika seekor Gagak menyakiti perempuan Gagak yang lain, maka sekelompok Gagak akan menyerangnya dengan paruh-paruhnya hingga mati.

Adapun eksekusi hukuman dilakukan di tanah perkebunan atau di daerah yang luas, sehingga proses pengadilan disaksikan oleh kelompok mereka, dan Gagak terdakwa dibawa dengan penjagaan ketat oleh sekelompok Gagak lainnya yang mengelilinginya. Kemudian Gagak tersebut ditundukan kepalanya, diturunkan sayapnya dan ditahan untuk berkoak sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya.

Ketika Gagak terdakwa dijatuhi hukuman mati, maka Gagak-gagak lainnya akan menyerangnya dengan paruh-paruh mereka hingga mati.

Dan setelah Gagak itu mati, maka salah satu di antara mereka akan membawanya dan menggali lubang untuk menguburkannya dengan tanah sebagai penghormatan atas mayat.

Hingga saat ini, para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang seluk-beluk hewan mengatakan bahwa hanya Gagaklah yang mengubur mayat kawannya ketika mati.

Demikianlah bagaimana burung Gagak menegakan keadilah dari fitrah Ilahiyah, lebih baik dari pada keadilan yang dimiliki oleh umat manusia.

Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan? [dedih mulyadi/islampos]

Sumber
Continue Reading

Antara Nabi Musa, Khidr dan Mogok Dokter

DEMO DOKTER jogja 271113 Sigid Kurniawan antara 490x326 Antara Nabi Musa, Khidr dan Mogok Dokter
Foto: Solopos
Oleh; dr. Fanni Fathihah., Pengasuh Rubrik Konsultasi Kesehatan Islampos, Ketua BSMI Purwakarta, Praktisi Kesehatan di RS Holistik Purwakarta, Jawa Barat
SETIAP membaca Al Kahfi, saya selalu takjub dengan cerita kegigihan Nabi Musa belajar kepada gurunya yang misterus ; Nabi Khidr. Berikut kisahnya,

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” ( Al Kahfi : 66 )

Dia ( Khidr ) menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku ( Al Kahfi : 67 )

Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?” ( Al Kahfi : 68 )

Dengan penuh keyakinan Nabi Musa pun menjawab : Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun.” (Al Kahfi : 69 )

Setidaknya empat kali Khidr mempertanyakan kesabaran Musa jika berguru padanya. Dan Musa pun meyakinkan bahwa ia akan sabar. Tapi Musa gagal total!. Bagaimana mungkin bisa bersabar, jika tiba-tiba Khidr melobangi kapal, membunuh anak muda dan membetulkan rumah tanpa upah? Sangat logis dan manusiawi jika Musa protes atas “ulah” Khidr. Meski sebelumnya sudah ada kontrak kerja bahwa Musa tak boleh bertanya sebelum Khidr sendiri yang menjelaskan ( Al Kahfi 70 ).

Berkah tumbangnya Soeharto, semuanya bebas bicara. Di TV, Koran, radio, social media kata-kata berseliweran. Bising. Pengamat menjadi laku. Protes, kritik bahkan caci maki terhadap sesuatu menjadi biasa, meski keluar dari mulut orang yang tidak ada ilmunya.

Dua hari lalu ribuan dokter di seluruh Indonesia melakukan aksi keprihatinan. Sebagian ada yang menyebutnya sebagai aksi mogok. PB IDI menjelaskan dalam akun twitter dan web resminya bahwa aksi ini jangan menelantarkan pasien. Terutama pasien gawat darurat, persalinan, ICU, operasi cito dll.

Namun ternyata media lebih banyak memberitakan dampak negatif aksi tersebut. Justru substansi tuntutan tidak dibahas. Bahkan ada stasiun TV yang mewawancara pasien yang merasa ditelantarkan, tanpa cover both side RS lain yang tetap melayani pasien. Akibatnya banyak masyarakat memandang sinis aksi kemarin. Padahal mungkin ini baru pertama kali dalam sejarah IDI.

Di media juga, saya lihat ada juga politisi “Kucing Air” yang ikut mancing di kasus ini. Ada yang dengan lantang mengatakan bahwa dokter tidak boleh meminta uang muka ke pasien sebelum diobati. Tidak nyambung. Semiskin-miskinnya dokter, saya yakin 1000% tidak ada yang meminta uang dulu sebelum mengobati. Mungkin yang dimaksud anggota dewan ini adalah manajemen RS. Tapi itu kan bukan dokter yang memeriksa?. Tidak nyambung bukan?

Terlepas dari pro dan kontra aksi kemarin, kita kembali pada kisah Musa dan Khidr. Ada baiknya segala sesuatu kita pelajari dulu sebelum bicara. Apalagi seorang pejabat public yang gajinya juga berasal dari, pajak para dokter ini. Janganlah seperti Musa yang tidak sabaran, lalu bicara dalam ketidaktahuan. Bukannya solusi yang keluar, malah memperkeruh keadaan. “Serahkan saja kepada ahlinya”, kata Nabi Muhammad saw.

Di akhir perjalanan Khidr menjelaskan, bahwa dia membolongi kapal untuk melindungi nelayan dari serangan raja bajak laut. Anak yang dibunuh itu dipastikan akan menyesatkan kedua orang tuanya jika dibiarkan hidup. Dan rumah yang direnovasi itu adalah punya dua anak yatim. Pelindung mereka sampai dewasa sehingga bisa mempergunakan harta peninggalan ayahnya yang disimpan di bawah rumah tersebut. Wallahualam. []

Sumber
Continue Reading

Koalisi Bagi-bagi Kursi

koalisi 490x326 Koalisi Bagi bagi Kursi


Oleh : Andri Saputra, Aktivis Politik Nonparlemen, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana (SPs) UGM, Yogyakarta. // email : andriboen@yahoo.co.id

BELUM lama ini Lembaga Survey Nasional (LSN) merilis hasil survey yang menyebutkan bahwa koalisi partai Islam dalam pemilu 2014 mendatang akan berpotensi besar memenangkan pemilihan presiden. Dari sejumlah tokoh Islam, nama mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menempati posisi teratas yang paling banyak mendapat porsi pemberitaan pada 10 media massa nasional.

Harus diakui, menjelang perhelatan pemilu legistatif dan pemilihan presiden pada 2014 mendatang, suhu politik di negeri ini semakin menghangat. Berbagai macam manuver politik, sosialisasi publik hingga utak atik capres -cawapres ramai menghiasi pemberitaan di media massa hingga warung kopi. Satu diantaranya adalah wacana koalisi partai partai Islam atau berbasis massa Islam untuk mengusung capres cawapres pada pemilihan presiden.

Hingga detik ini, partai partai Islam belum menentukan sikap dan masih dalam posisi wait and see. Berbeda dengan partai nasionalis sekuler seperti Golkar dan Hanura yang jauh jauh hari sudah pede menetapkan capres serta cawapres dari internal partai. Dari sisi kekuatan di parlemen, kekuatan partai partai Islam cukup signifikan. Seandainya, empat partai Islam atau berbasis massa Islam meliputi PAN, PKS, PPP dan PKB berkoalisi, maka akan diperoleh 169 kursi. Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk pencalonan presiden yang minimal memerlukan 112 kursi.

Meski peluang untuk berkoalisi dan merebut kursi RI 1 terbuka lebar, namun jalan yang harus ditempuh partai partai Islam penuh onak dan duri. Ada sejumlah tantangan dan hambatan yang harus mampu diantisipasi guna memenangkan pemilihan presiden.

Pertama, sebagaimana pendapat yang disampaikan pengamat politik Freedom Institute, Luthfi Assyaukanie yang menilai masyarakat muslim Indonesia saat ini lebih cair dalam memilih partai politik sehingga tidak bisa dipastikan semuanya memilih parpol berbasis Islam. Hal tersebut menurut dia karena partai sekuler banyak mengakomodasi suara umat Islam, yang kondisinya berbeda ketika tahun 1999. “Di tahun 1999 mengapa partai Islam banyak bermunculan yaitu karena aspirasi umat muslim tidak bisa ditampung partai-partai sekuler,” ujarnya. Menurutnya, saat ini partai-partai sekuler sudah memiliki sayap organisasi partainya bernafaskan Islam untuk mengakomodir kepentingan umat muslim. Karena itu menurut dia, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk membenci partai sekuler karena saat ini sudah akomodatif dalam menyuarakan kepentingan muslim. (republika.co.id)

Kedua, menurunnya tingkat kepercayaan konstituen terhadap partai partai Islam karena banyak para tokohnya yang tersandung kasus korupsi. Yang cukup menonjol, adalah penangkapan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq karena tersandung suap impor daging sapi. Alhasil, masyarakat pemilih akan berkesimpulan ternyata partai Islam tidak ada beda dengan partai nasionalis. Bahkan, dalam beberapa hal, para politisi partai nasionalis justru lebih “religius” dan bersih serta memiliki kepedulian terhadap nasib umat. Meski dalam pemilihan presiden lebih menonjolkan figur sang kandidat, rekam jejak partai pengusung capres tetap akan memberi pengaruh signifikan dalam mendongrak perolehan suara pemilih.

Ketiga, koalisi partai partai Islam miskin visi politik Islam. Arah perjuangan partai partai Islam tidak lagi fokus pada upaya formalisasi syariah Islam sebagai konstitusi negara. Cita cita mulia ini sudah terkubur seiring dengan degradasi ideologi partai yang tergerus oleh arus sekulerisasi dalam sistem demokrasi. Alhasil, fungsi utama partai Islam yakni menyeru umat kepada Islam dan amar maruf nahi munkar terabaikan. Alhasil, identitas partai Islam sekedar “Islam KTP” (identitas formal) tanpa makna. Arah dan metode perjuangan partai partai Islam lambat laun menjadi semakin kabur karena memilih berkompromi dengan realitas politik demi meraih secuil kekuasaan.

Sehingga, tak mengherankan koalisi yang dibentuk partai partai Islam hanya bertujuan untuk mendudukan pemimpin Islam tanpa sistem Islam. Tak ada terbersit niat sedikitpun untuk menjadikan legislasi Syariah Islam sebagai agenda politik strategis. Bahkan, ketika kelak capres dari partai Islam berkuasa, kebijakan publik yang dijalankan dalam kehidupan bernegara tetap dalam bingkai demokrasi sekuler. Tidak ada yang berubah dan tidak ada bedanya dengan misalnya ketika yang terpilih adalah capres dari partai nasionalis. Bisa dikatakan tabiat partai Islam tidak berbeda bahkan sama persis dengan partai partai nasioalis religius yakni melakukan koalisi semata mata untuk bagi bagi kursi baik dilegistatif maupun eksekutif. Kalau sudah begini, partai partai Islam menjadi kehilangan daya kritis dalam mewujudkan sistem politik yang lebih baik.

Terakhir, menguatnya eksistensi gerakan politik Islam ekstraparlemen yang dilakukan sejumlah ormas seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kehadiran HTI sebagai bentuk koreksi sekaligus solusi terhadap karut marut sistem politik demokrasi saat ini. Gerakan ini memandang demokrasi sebagai sistem politik yang bertentangan secara diametral dengan konsep politik dalam Islam (khilafah Islamiyah). Selain itu, sistem demokrasi dalam kenyataannya terbukti gagal dalam memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Pelan tapi pasti, konsep syariah dan khilafah yang ditawarkan HTI semakin mendapat dukungan dari umat sebagai solusi jitu bagi problematika di negeri ini. Pada saat bersamaan, angka golput semakin meningkat dan kepercayaan umat terhadap sistem demokrasi semakin memudar.

Menurut Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi, trend kecenderungan golput meningkat melalui hasil survei yakni pada Pemilu Legisllatif 1999 jumlah golput hanya sebesar 6,3 persen, pada Pemilu 2004 menjadi sekitar 16 persen, dan pada Pemilu 2009 meningkat lagi menjadi 29,1 persen. Ia menilai kecenderungan peningkatan pemilih golput sangat tajam dalam tiga kali pemilu terakhir. Dibandingkan dengan negara-negara maju, terutama Amerika Serikat yang menerapkan sistem demokrasi, trend peningkatan pemilih golput hingga 40 persen baru terakumulasi selama sekitar 200 tahun. “Di Indonesia, hanya terjadi dalam waktu 12 tahun, pemilih golput sudah meningkat menjadi 29 persen,” katanya.

Disadari atau tidak, potensi kekuatan politik umat sedang mengalami pergeseran dari struktural parlementer menjadi kekuatan sosial intelektual berbasis teologis. Kehadiran gerakan semacam ini tanpa sadar telah mengubah peta kekuatan politik di tanah air, membuka jalan penerapan Syariah Islam secara revolusioner dan menciptakan delegitimasi bagi insitusi demokrasi.

Singkat kata, koalisi partai partai Islam atau yang berbasis massa Islam tidak akan menghasilkan perubahan yang lebih baik bagi negeri ini. Presiden yang terpilih nantinya baik dari partai Islam maupun nasionalis hanya sekedar menjadi “sopir” pengganti bus yang sudah dalam kondisi rusak berat.

Hutang yang bertumpuk, lingkaran korupsi yang menggurita dan kemiskinan yang meningkat tajam menjadi PR besar sang presiden terpilih yang barangkali tidak akan tuntas hingga akhir jabatan. Inilah buah pahit yang harus di terima dari sebuah politik pragmatis yang berorientasi kekuasaan dan miskin visi kenegaraan.

Kalau sudah begini, lagi lagi umat Islam-yang menjadi mayoritas- menjadi korban atas ketidakadilan dan penindasan sang pemimpin. Nauzubillahimindzalik. []

Sumber
Continue Reading

Gurita Pergaulan Bebas




Oleh : Henny (Ummu Ghiyas Faris)

KASUS video mesum pelajar yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat beberapa waktu lalu membuat para orang tua bergidik dan menimbulkan kekhawatiran tentang pergaulan putra-putrinya. Bagaimana bisa anak-anak remaja melakukan hal yang terlarang di depan teman-temanya tanpa rasa malu dan canggung?

Banyak yang bilang bahwa masa remaja adalah masa yang indah. Di masa ini juga pencarian jati diri seseorang tengah berlangsung, pada proses itulah banyak remaja yang terjebak dengan salah pergaulan/pergaulan bebas karena ketidaktahuan akan dampak buruknya. Pergaulan bebas kini sudah sangat mengkhawatirkan seperti seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Oleh karenanya tidak aneh lagi jika jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahunnya meningkat, terutama dari kalangan remaja/anak sekolah, belum lagi dengan remaja yang hamil di luar nikah. Bahkan pelakunya bukan saja mahasiswa dan pelajar SMA saja,namun sudah merambah sampai ke pelajar SMP. Astaghfirullah…

Mengapa Terjadi Pergaulan Bebas?

Awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah salah bergaul dan mudah terpengaruh oleh teman-temannya/lingkungan. Maksud dari salah bergaul adalah bukan berarti kita memilih-milih dalam bergaul, akan tetapi cerdas dalam memilih teman yang akan membawa kebaikan bukan justru sebaliknya. Seperti kata pepatah jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wanginya, tetapi jika kita berteman dengan penjual minyak tanah maka kita akan terkena baunya.

Kita boleh saja bergaul dengan siapa pun asalkan kita jangan mudah terpengaruh dan tetap berpegang teguh kepada norma-norma agama. Di kalangan remaja takut dikatakan ‘kurang gaul’ atau ‘tidak gaul’, maka apapun oleh mereka dilakukan. Padahal gaul tidak harus melakukan seks bebas, tidak harus menggunakan obat-obatan terlarang, dan semua hal yang melanggar hukum.

Harus diakui, sistem kehidupan yang diterapkan di negeri ini telah sukses membawa generasi muda terjerumus ke dalam kubangan kemaksiatan. Sistem tersebut tidak lain berisi sekumpulan aturan yang mendukung sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme di berbagai aspek kehidupan melalui beberapa hal berikut :

Pertama, merosotnya pemahaman agama yang menyebabkan keimanan masyarakat juga semakin menipis. Tidak ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala jika melakukan hal yang terlarang, padahal keimanan adalah garda terdepan sebagai rem bagi seseorang ketika akan melakukan hal yang terlarang seperti kemaksiatan. Sebagai contoh banyak orang tua membiarkan putra-putrinya berpacaran dan menganggap bahwa pacaran bukanlah suatu masalah dan hal yang sudah biasa.

Akhirnya putra-putrinya tidak ada lagi perasaan malu dalam melakukan pacaran, lebih parahnya lagi jika sudah menjurus pada mesum seperti berduaan, berciuman, dan lain-lain.

Kedua, sarana pornoaksi dan pornografi yang mudah diakses. Perkembangan internet dewasa ini membuka akses seluas-luasnya bagi semua pihak untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut dengan mudah, murah dan cepat, tak terkecuali anak-anak. Canggihnya dunia digital sekarang, setiap alat teknologi yang dibuat akan memiliki dua akibat yaitu buruk dan baik. Akibatnya, di tengah tidak adanya pegangan hidup yang kuat, hasrat seksual mereka pun tak terbendung dan terjadilah seks bebas.

Ketiga, sistem pendidikan yang mendepak agama, sehingga tidak berhasil membentuk kepribadian Islami pada diri siswa. Justru siswa dibombardir dengan nilai-nilai demokrasi dan liberalisme yang membawa remaja kepada kebebasan.

Keempat, tidak ada sanksi yang dapat diberlakukan kepada remaja yang melakukan tindak asusila dengan dalih remaja masih dikelompokkan pada usia di bawah umur, sehingga tidak dapat dijerat oleh undang-undang. Akibatnya tidak ada efek jera dan pergaulan bebas makin marak di kalangan remaja.

Pergaulan Bebas Musuh Bersama

Sungguh mengkhawatirkan kondisi pergaulan remaja kini dengan banyaknya dampak yang ditimbulkan. Ini artinya pergaulan bebas adalah musuh semua pihak, karena ini bukan hanya sekedar masalah bagi remaja tetapi juga bagi orang tua, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan.

Mengingat banyaknya dampak buruk dari pergaulan bebas, sudah seharusnya kita memeranginya/melawannya. Sudah sangat jelas pergaulan bebas melanggar tata aturan pergaulan islami, mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’aala, belum lagi dampak negative yang ditimbulkan mengakibatkan kerusakan moral, penyakit sosial, penyakit menular, dan lain-lain.
Maha benar Allah dengan firmanNya :

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢

“dan janganlah kamu mendekati zina ; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu perbuatan yang buruk.” (TQS al-Isra’ [17] :32)

“Jika telah nampak zina dan riba disatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan bagi diri mereka sendiri azab Allah.” (HR. Hakim)

Memerangi pergaulan bebas memang tidaklah mudah ditengah-tengah sistem liberalisme yang semakin merajalela di setiap aspek kehidupan. Harus ada upaya terintegrasi dari seluruh pihak orangtua dan sekolah. Orangtua mengarahkan dan mengawasi pergaulan anaknya dengan dibekali standar kehidupan agar senantiasa menjadikan konsep halal-haram sebagai pertimbangan dalam berperilaku. Sekolah membekali pendidikan yang tidak memisahkan sains dan agama/akhlak sehingga siswa berkepribadian islami. Hal yang tidak kalah penting adalah media tidak mempropagandakan gaul bebas yang akan memfasilitasi berkembangnya pergaulan bebas.

Islam Menyelamatkan Generasi

Menyelamatkan remaja tidak akan berjalan jika negara sebagai garda terdepan tidak mengambil peran. Peran Negara amat besar dalam menjaga moral masyarakatnya. Hanya dengan kebijakan Negara-lah akses yang berbau pergaulan bebas bisa dihapuskan. Dan memberlakukan aturan tegas jika terjadi pelanggaran agar akhlak masyarakat terjaga.
Karenanya hukum-hukum Islam harus diterapkan.

Seperti halnya jika terjadi perzinaan/tindak asusila pada remaja yang telah baligh dalam hal ini dapat dikenakan sanksi sebab ia telah terbebani taklif dan sudah harus mempertanggungjawabkan dan bertanggungjawab atas semua perbuatannya.

Islam ketika diterapkan niscaya mampu membangun generasi yang berkepribadian Islami yang jauh dari salah pergaulan karena setiap perilakunya bersandar pada standar halal-haram. Apa yang terjadi kini dengan maraknya pergaulan bebas yang berdampak negatif tidak lain dan tidak bukan karena menjauhkan agama dari kehidupan, dan akibat liberalisme dan sekulerisme yang diusung oleh demokrasi. Kebebasan yang diusung menghancurkan umat.

Karenanya sistem yang membawa kehancuran itu harus segra dicampakkan dan diganti dengan sistem Islam dibawah naungan Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwah. Wallâhu a’lam bish-shawâb. []

Sumber
Continue Reading

Rabu, 27 November 2013

Shalat Sehat, Sehat Shalat



SHALAT itu sehat, dan sehat itu shalat. Berarti ada korelasi antara bentuk ibadah ini dengan kondisi tubuh manusia. Bisa juga sudah sifatnya otomatis antara orang yang shalat pasti ujung ujungnya sehat. Berarti bisa dikatakan, orang yang sakit bisa jadi shalat secara fiqihnya sudah betul, tapi shalat secara tasawufnya harus diperbaiki.

Menurut dr. Azwar Bahar, Sp. B.Onk, menyatakan shalat adalah deteksi dini gratis. Bila banyak penyakit harus melalui pemeriksaan penunjang, shalat mengisyaratkannya dengan nyeri atau pun tidak nyaman sewaktu melakukan rangkaian gerakan teratur ini.

Itu pun terkait dengan penyakit tulang yang sedang gencar dilawan: osteoporosis. Shalat menguatkan tulang, sementara osteoporosis melemahkan tulang terutama tulang belakang, pilar tubuh yang terbungkus dengan daging. Pilar ini terbentuk di usia empat masa janin. Disinilah terpancang kepala, rongga dada tempat lengan tersangkut, dan panggul tempat tungkai. Pilar ini juga memuat saraf untuk setiap anggota tubuh.

Jika digambarkan, tulang belakang terdiri dari 7 keping tulang leher (cervical), 12 dada (thorakal), 5 punggung (lumbar), 5 kelangkang (sacrum) yang bersatu dan 3-5 ekor (coccygeal) yang juga bersatu. Semuanya berada dalam satu tatanan yang tersusun rapi dan saling berhubungan dalam persendian yang diperkuat oleh ligamen (jaringan ikat). Di tengahnya terdapat terowongan yang diisi oleh saraf.

Tulang belakang diperkuat pula di beberapa tempat. Di dada ia ditunjang oleh rongga dada dengan 12 keping tulang rusuk yang berhubungan langsung dengannya. Di kedua sisi rongga tempat paru dan jantung ini, terdapat bahu, tempat melekatnya lengan.

Otot dada dan bahu melapis kokoh susunan ini. Di punggung ia ditunjang oleh tulang panggul (coxae) tempat melekatnya tulang paha. Penyebaran gaya berat ini dilapisi otot punggung yang tebal dan kuat hingga meringankan bebannya. Keping tulang itu sendiri terdiri dari zat kapur. Kekurangan zat ini mengakibatkan keropos, sedangkan bila kelebihan mengakibatkan kekakuan. Untuk hidupnya, ia dialiri darah secara khusus dan diamankan dari infeksi dengan getah bening (limfe).

Maka, ialah tanda lahir dari makhluk berbentuk lain, si penerima amanah. Pilar inilah yang membuat manusia bukan hanya bisa berdiri, tetapi berjalan dengan tegak hingga mampu menunaikan perintah shalat.

Osteoporosis sendiri merupakan pengeroposan tulang yang terjadi di hari tua. Kejadiannya berhubungan erat dengan kualitas tulang di usia 28-an tahun. Pertumbuhan tulang diatur oleh dua hormon kelamin, yakni estrogen untuk wanita, dan testosterone lelaki. Menjelang usia 21-an, ia tumbuh dengan cepat hingga pergantian sel tulang yang pensiun karena habis masa kerjanya dapat diabaikan. Pertumbuhan berakhir di usia 28-an. Sesudah itu ia hanya bersifat peremajaan, yaitu sel baru seimbang dengan sel kadaluarsa. Di usia tua, kedua hormon ini berkurang sehingga peremajaan tidak terjadi. Bagi tulang belakang, shalat pada waktunya, seperti yang diajarkan Rasulullah SAW adalah jaminan mutu.

Demikian pula ketika berbicara mengenai aliran darah, pernapasan, ataupun aliran getah bening. Semuanya tuntas terpecahkan dalam tiap gerakan shalat. [Sumber]

Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi. Alamat: Jl. Veteran No. 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat, Telf. 0264-205794. Untuk pertanyaan bisa melalui SMS 0817 920 7630 atau PIN BB 26A D4A 15.
________
Continue Reading

Al-Quran Diangkat dan Orang Tak Paham Kalimat ‘Lailaha Illallah’



DARI Huzaifah bin al-Yaman Ra. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Islam akan lenyap seperti hapusnya (warna pakaian yang telah usang), sehingga (sampai suatu masa nanti) orang tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan puasa, apa yang dimaksudkan dengan shalat, apa yang dimaksudkan dengan nusuk (ibadah), dan apa yang dimaksudkan dengan sedekah.

“Al-Qur’an akan hilang semuanya pada suatu malam saja, maka tidak ada yang tertinggal dipermukaan bumi ini darinya walau pun hanya satu ayat. Dan yang ada hanya beberapa kelompok manusia, di antaranya para orang tua, laki -laki dan perempuan.

Mereka hanya dapat berkata, “Kami sempat menemui nenek moyang kami mengucapkan kalimat ‘La ilaha illallah’, lalu kami pun mengucapkannya juga. Maka berkata Shilah (perawi Hadits dari Huzaifah). Apa yang dapat dibuat oleh La ilaha illallah (apa gunanya La ilaha illallah) terhadap mereka, sedangkan mereka sudah tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan shalat, puasa, nusuk, dan sedekah?”

Maka Huzaifah memalingkan• muka darinya (Shilah yang bertanya). Kemudian Shilah mengulangi pertanyaan itu tiga kali.

Maka Huzaifah memalingkan mukanya pada setiap kali pertanyaan Shilah itu. Kemudian Shilah bertanya lagi sehingga akhimya Huzaifah menjawab, “Kalimat itu dapat menyelamatkan mereka dari api neraka,” (Huzaifah mengatakan jawaban itu tiga kali). (HR. Thnu Majah).

Hadits di atas menerangkan kepada kita pada suatu zaman nanti akan terjadi:

1. Ilmu tentang Islam akan diangkat.

2. Al-Qur’an juga akan diangkat dari permukaan bumi ini.

3. Orang banyak hanya mengenali beberapa istilah Islam, tetapi mereka tidak memahami apa yang dimaksudkan dengan istilah-istilah itu.

4. Begitu pula mereka hanya dapat mengucapkan kalimat “Lailaha illallah”, tetapi mereka tidak memahami apa tuntutan kalimat suci itu terhadap mereka. Walau bagaimanapun Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan belas kasihan-Nya masih menghargai keimanan mereka yang sedikit itu dan akan memasukkan mereka ke dalam surga.

Sumber
Continue Reading

Selasa, 26 November 2013

Prof. Mansur Suryanegara: Indonesia Merdeka Karena Perjuangan Ulama



Tak banyak tahu bila kemerdekaan bangsa ini atas pengorbanan dan jerih payah para ulama kita. Mereka tidak hanya berjuang melawan penjajah secara fisik, tapi juga harta benda. Tak hanya itu mereka pula yang menyusun dan merancang konsep kemerdekaan Negara ini.

Untuk mengetahui lebih jauh, eramuslim menemui sejarawan Mansur Suyanegara. Inilah kutipannya:

Kolonialisme seolah tak pernah berhenti di negara-negara Islam, termasuk di Indonesia. Bagaiamana Anda melihat hal ini?

Perjuangan nasionalisme menentang penjajah itu tokohnya adalah ulama dan santri. Sehingga, Thomas S. Raffles, dalam bukunya The History of Java, di situ menjelaskan ulama itu tidak melakukan kerjasama dengan sultan. Bahkan tidak mungkin kaki tangan penjajah aman di Indonesia, kendati jumlah ulama dan santri hanya sepersembilan belas dari populasi penduduk di Jawa pada waktu itu. Jadi, adanya penjajahan itu dimulai 1494, dari Paus Alexander ke VI. Paus inilah yang memberikan kewenangan kepada kerajaan Katholik Portugis untuk menguasai belahan dunia timur, dan kerajaan Katholik Spanyol menguasai belahan Barat. Lalu sampailah ke Indonesia orang-orang Portugis itu pada tahun 1511 dengan menguasai Malaka.

Dari mana kaum penjajah menguasai wilayah Islam?

Sejak itulah ada serangan dari kesultanan Demak terhadap Malaka. Kenapa menyerang Malaka? Karena kuatnya Islam itu tergantung pada penguasaan pasar dan pengusaan maritim. Karena Nabi sendiri, sejak umur delapan tahun sebelum diangkat sampai menjadi Nabi seorang wirausahawan. Di dalam Al-Qur’an sendiri banyak ayat yang berbicara tentang perniagaan dan maritim. Di dalam Al-Qur’an ada 40 ayat yang berbicara tentang maritim. Inilah yang tidak dikuasai para ahli sejarah pada umumnya.

Mereka sering menggambarkan Rasulullah hanya dengan padang pasir dan onta. Tidak ada orientasi pada kelautan. Padahal, Islam itu kuat karena menguasai laut. Dan jazirah Arabia itu sendiri berarti wilayah yang dikelilingi laut. Karena kita dikuasai sejarah Barat, informasi kelautan itu hanya dimiliki Inggris.

Jadi mereka memakai metode Nabi Saw?

Inggris itu meniru Islam. Maka saya angkat kembali bagaimana kita sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai laut terbesar di dunia, tidak ada negara yang punya laut seluas Indonesia, maka kalau perhatian pada lautnya kurang, kita tidak tahu informasi sejarah Rasulullah menguasai dunia.

Bukankah Indonesia dulu juga diperjuangkan para ulama kita?

Setelah Indonesia ini merdeka, ada dua kekuatan yang disepelekan masyarakat. Setelah perang selesai, ada dua kekuatan, yaitu ulama dan militer yang tidak dianggap berperan dalam menegakkan NKRI. Padahal ulama dan militer adalah satu kesatuan. Karena PETA, pasukan bentukan Jepang, sewaktu mengikuti Indonesia, yang terdiri atas 68 batalyonnya, semuanya ulama. Jadi pada masa Jepang ulama diberi kesempatan untuk memimpin organisasi kesenjataan (kemiliteran). Maka umat Islam mempunyai kekuatan yang dahsyat. Saya katakan dahsyat, karena di kalangan NU diberi kewenangan untuk membina 50 batalyon Hizbullah. Anda bisa bayangkan ketika Proklamsi kekuatan militer dari Islam itu luar biasa besarnya. Bung Karno sendiri ketika pidato Proklamasi tanggal 9 Ramadhan 1364 H/ 17 Agustus 1945, kalau tanpa dukungan ulama tidak akan berani.

Kenapa begitu?

Karena tanggal 6 dan 9 Agustus ada dua bom yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki. Tidak ada bangsa yang bisa menghancurkan bangsa, yang sampai flora dan faunanya hancur mati, kecuali hanya AS. Itulah kenapa Yahudi dianggap kejam. Padahal tidak pernah flora dan fauna Yahudi yang dihancurkan. Tapi kalau AS, orang yang sedang sakit sampai rumah sakitnya dihancurkan. Dalam kondisi demikian Jepang, tanggal 14 Agustus, bertekuk lutut. Lha kenapa Indonesia berani memproklamirkan kemerdekaannya tanggal 17? Itu karena Bung Karno didukung oleh ulama.

Misalnya siapa dari ulama itu?

Umpamanya Syekh Musa, itu ulama dari Sukanegara, Cianjur Selatan. Lalu dari Bandung ada Drs. Sosrokartono, kakaknya RA. Kartini. Lalu ada Abdul Mukti dari Muhammadiyah, dan dari NU KH. Hasyim Asy’ari. Mereka inilah yang memberi tahu bahwa Jepang tidak akan mengganggu Indonesia lagi. Dan Hasyim Asy’ari waktu juga bilang bahwa presiden pertamanya adalan Bung Karno, dan itu disetujui angkatan laut Jepang.

Bisa dijelaskan lebih lanjut?

Jadi ketika tanggal 10 Ramadhan tau 18 Agustus, Pancasila yang merumuskan itu tiga orang. Yakni, KH Wahid Hasyim dari NU, Ki Bagus Hadi Kusumo dari Muhammadiyah, dan Kasman Singodimedjo, juga dari Muhammadiyah. Mereka itulah yang membuat kesimpulan Pancasila itu sebagai ideologi, UUD 45 sebagai konstitusi. Kalau tidak ada mereka, BPUPKI tidak akan mampu, walaupun diketuai oleh Bung Karno sendiri. Dari situ pula Bung Karno diangkat jadi presiden, dan Bung Hatta sebagai wakil presiden. Jadi negara ini yang memberi kesempatan proklamasi seperti itu adalah ulama.

Dan ketika ada gerakan separatis APRA (Angkatan Perang Ratu Adil), KNIL, RMS (Republik Maluku Selatan), lalu dibuat negara kesatuan. Itu atas perjuangan dan usaha M. Natsir dari Masyumi dan Persatuan Islam. Jadi kita bisa melihat sumbangan ulama itu sangat besar.

Sekarang ini ulama dilupakan?

Iya dilupakan. (dina)

Sumber
Continue Reading

Tanah Itu adalah Zat Pembersih Mengungguli Fungsi Sabun Terbaik, dan Antibiotik



Oleh: Khairul Amri Hatta

Hingga sekarang sebagian ilmuwan mengatakan bahwa di planet Mars terdapat jejak air dan hal ini mendorong mereka untuk percaya bahwa di planet tersebut terdapat kehidupan, karena sudah menjadi fakta ilmiah bahwa di mana ada air di situ ada kehidupan, seperti pada tubuh manusia misalnya, terdiri dari zat-zat air, logam dan semi-logam, dua sepertiga dari tubuh manusia tersusun dari unsur cairan !, dan sepertiga lainnya terdiri dari bahan kering yang keseluruhannya dapat ditemukan pada Tanah dan Air atau Tanah liat.

Dari Berbagai analisa tentang komponen tubuh manusia beserta elemen dasarnya, telah disimpulkan bahwa komponen utama dari tubuh manusia dua sepertiganya terdiri dari cairan !, hal tersebut mengingatkan kita kepada Firman-Nya: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (Al-Anbiyaa: 30), Tapi bagaimana dengan komponen lainnya? Sesungguhnya selain cairan, Sisa Komponen lainya persis dengan unsur yang terkandung dalam tanah, di mana tubuh manusia terdiri dari zat karbon, klorin, sulfur, fosfor, kalsium dan zat besi…dan zat lainnya, yang serupa dengan kandungan yang terdapat pada tanah, maka hal ini menjadi bukti ilmiah bahwa Manusia diciptakan dari tanah.

Allah Swt menentang keraguan orang-orang yang tidak meyakini adanya kehidupan setelah kematian dengan fakta kebenaran penciptaan manusia dalam Firman-Nya: “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah…” (Al-Hajj: 5), dengan bukti kebesaran-Nya dalam ciptaan- Nya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah..” (Ar-Rum: 20) Dan ketika air bertemu dengan tanah dan menjadi tanah liat Allah Swt berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu (cairan) saripati (berasal) dari tanah” (Al-Mu`minun: 12), dan kita mendapatkan ayat tentang penciptaan manusia dari air: “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air…” (Al-Furqon: 54).

Jadi dalam tubuh manusia terdapat dua pertiga dari unsur air yang menjadi komponen utama tubuh serta hampir sepertiga kandungan lainnya tersusun dari zat-zat tanah. Dan ayat-ayat  Alquran telah mengkonfirmasi fakta-fakta tesebut sejak 14 abad yang lalu.

Teori terbaru tentang Tanah

Semua Sabda yang dituturkan oleh baginda Rasulullah Saw merupakan Kebenaran yang berasal dari Allah Swt, tatkala berbagai penemuan-penemuan Ilmu pengetahuan Modern turut menjustifikasikan dan membenarkan tutur kata dari  Sebaik-baik Manusia yang bersumberkan wahyu Ilahi, yang sama sekali belum diketahui dan terbayang dalam benak Manusia sebelumnya, disebebkan keterbatasan Ilmu dan Sarana mutakhir. Dan di antara keajaiban-keajaiban Ilmiah yang telah beliau sampaikan kepada Ummatnya, yaitu mengenai keistimewaan Tanah.

جعلت لي الأرض مسجداً وطَهوراً

“bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci”(1)

Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadist bahwa tanah merupakan unsur yang bersih (طهور), dan Allah Swt juga menerangkan bahwa Air yang turun dari langit merupakan cairan yang bersih, jika kita merenungkan kandungan Makna kata (طهور) dalam literature Arab, menunjukkan kepada sesuatu materi yang digunakna untuk bersuci atau membersikan sesuatu seperti yang dijelaskan dalam Kamus Mujam Muhith (2), maka (طهور) atau sesuatu yang dipakai untuk bersuci merupakan Isim Masdhar (dalam Kaedah bahsa Arab) yang berarti Sesuatu yang suci dan Mensucikan.

Beranjak dari Hadist- Hadist Rasulullah Saw, mungkin bisa dipahami bahwa tahan memiliki element yang steril dan dapat membasmi kuman (desinfektan).

Tetapi tahukah kita bagaimana pandangan terbaru para Ilmuwan seputar tanah yang terdapat di pelanet kita, apakah bertentangan dengan teori yang terdapat dalam ajaran Agama islam?

Jika kita mengambil segenggam tanah ukuran sendok teh, sesungguhnya dalam ukuran tanah tersebut terdapat sejumlah organisme yang jumlahnya lebih besar dari jumlah penduduk bumi, maka tanah  diibaratkan materi yang hidup dengan berbagai organisme di dalamnya meskipun kita tidak melihatnya, para ilmuwan juga mengatakan tanah merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh benda hidup yang ada di muka Bumi ini, seandainya jika tanpa tanah mungkin kehidupan tidak akan muncul di planet ini.


tanah2 
Tanah merupakan unsur terpenting untuk kehidupan di bumi seteleh air, tanah yang kita lihat awalnya berasal dari sisa-sisa dari serpihan bebatuan yang hancur hingga pada akhirnya membentuk tanah selama jutaan tahun. Dalam segenggam tanah terdapat ratusan jutaan spesies makhluk hidup, dan dari komponen dasar itu terdapat bakteri yang bersel tunggal yang kompeten memakan daun dan akar mati. Terdapat bakteri lain yang hidup di akar yang mengambil nitrogen dari udara dan memberikannya ke tanaman. Juga kita melihat cacing yang hidup di sisa-sisa bangkai.

Sifat tanah seperti yang disimpulkan oleh para ilmuwan baru-baru ini    

1. materi steril terbaik yang terdapat di alam !
2. tanah sanggup menghilangkan bakteri yang tidak dapat dihilangakan oleh bahan kimia
3. tanah merupakan sarana terbaik untuk membersihkan Air !!!
4. tanah adalah bahan alami yang dimurnikan air.
5. Ada lebih dari sepuluh ribu jenis tanah yang baru ditemukan di Eropa.
6. berbagai jenis piring dan pot buatan Cina yang paling terbaik terbuat dari tanah !
7. Tanah adalah zat yang tidak beregenerasi dengan berlalunya waktu.
8. ruang yang terdapat di antara butiran-butiran tanah berukuran 50% dari ukurannya
9. antibiotik yang kita gunakan untuk mengobati penyakit Sebagian besar berasal dari mikro-organisme dalam tanah.
10. tanah merupakan bahan yang sangat baik untuk membersihkan pori-pori kulit.

tanah3 
Tanah menyimpan 10% dari emisi karbon CO2 di dunia. Termasuk setiap hektar lahan pertanian yang mengandung beberapa ton mikro-organisme, jika tanpa organisme ini, lingkungan yang kita rasakan sekarang tidak akan ada. Semua mikro-organisme ini sangat berperang penting dalam produksi nutrisi untuk tanaman, serta produksi bahan steril untuk akar tanaman dan biji-bijian dalam tanah. Ada keseimbangan yang sangat mendetail dalam dunia organisme yang hidup di tanah, maka dari itulah Allah Swt berfirman: “…dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (Al-Hijr: 19)

Fakta ilmiah baru tentang tanah

Dalam sebuah studi baru, para ilmuwan mengatakan bahwa salah satu fungsi tanah dan terkhusus lagi pada tanah dari gunung berapi dapat menghapus kuman yang lebih ganas, oleh karena itu saat ini mereka memproduksi antibiotik pembunuh bakteri berbahaya, yang diambil dari jenis tanah tertentu.
Setelah memalui penelitian panjang di laboratorium, mereka menemukan bahwa tanah liat dapat menghapus seluruh bakteri yang pada suatu bagian dalam waktu 24 jam !

Beberapa tahun yang lalu seorang Dokter Perancis Line Brunet de Course menemukan spesifik dari tanah hijau Perancis, yang dapat digunakan sebagai antibiotik untuk pengobatan di Pantai Gading dan Kenya, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengganggap hal tersebut sebagai penemuan yang mengagumkan.

Setelah itu Dr Linda Williams juga mengkonfirmasi bahwa tanah merupakat zat yang sangat bersih, di mana zat-zat tersebut mengendalikan aktivitas mikroba, yang pada akhirnya dapat melemahkan dan menghilangkannya.

Salah seorang ahli biologi Dr Haydel berkata: sekarang kita harus mencari tahu hubungan antara ilmu bumi dan sel-sel hidup, setahun yang lalu saya hanya memandang tanah sebagai materi kotor, dan sekarang saya menganggapnya sebagai  materi yang steril !.

Para peneliti menemukan bahwa beberapa jenis tanah di Afrika Selatan dapat menghasilkan suatu jenis antibiotik yang bisa membunuh bakteri yang tidak dapat dibunuh dengan antibiotik lainnya. penemuan ini diterbitkan dalam jurnal “New World” di tahun 2006, kata peneliti Juni Wang di laboratorium Merck Research di New Jersey yang menemukan Penemuan ini: sekarang kesempatan baru telah muncul, dalam rangka untuk menghasilkan antibiotik dari tanah!

Sebagai kaum Muslim hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh, sebelum 14 abad yang lalu kita sudah mengetahui bahwa tahan adalah benda suci, sebagaimana kita mengetahui hubungan langsung antara sel-sel dan tanah, Karen kita meyakini manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.

Mungkin kita telah mengetahui mengapa islam menyuruh kita Bertayamum dengan debu tanah, Rasulullah Saw bersabda:

جعلت لي الأرض مسجداً وطَهوراً

“bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci”

Serta rahasia dibalik kewajiban bembersihkan bekas jilatan anjing dengan tanah dan Air (3).
Oleh karena itu, termasuk dari hikmah ilahiyah bahwa kita mendapatkan anak-anak kecil suka bermain dengan tanah!, Dan selalu mencoba menggenggam tanah yang tampak kotor itu, Allah Swt memberi mereka naluri yang mengetahui bahwa tanah adalah  materi yang steril yang mengungguli fungsi sabun dari jenis terbaik! Maka segala Kebesaran bagi Allah swt yang mengajarkan manusia apa yang ia tidak ketahui.

Sumber: www.kaheel7.com

Catatan kaki:
(1) HR.Muslim dalam shohihnya
(2) Mu`jam Kamus Muhith, hal 815, penerbit Darul ma`rifah 2005
(3) HR.Muslim, Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ
“Sucinya tempat air seseorang diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu tanah.”

Refrensi:

1- Yogesh Chander, Kuldip Kumar, Sagar M. Goyal and Satish C. Gupta, Antibacterial Activity of Soil-Bound Antibiotics, American Society of Agronomy, Crop Science Society of America, and Soil Science Society of America, 2005.
2- Could mud from a volcano kill 99 per cent of superbugs? daily mail, 29th October 2007.
3- Superbugs slain by soil antibiotic, New Scientist magazine, 17 May 2006.
4- Peter Tompkins, Secrets of the Soil, Earthpulse Press, 1998.
5- European Soil Data Center.  
Continue Reading

Senin, 25 November 2013

Menegakkan Khilafah, Seberapa Pentingkah?



Atifa Rahmi
Mahasiswa Pendidikan Kimia, UPI

Islam merupakan sebuah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, meliputi hubungan manusia dengan Penciptanya, manusia dengan dirinya sendiri dan manusia dengan manusia lainnya.  Hal ini berarti Islam mengatur masalah ibadah, tata cara berpakaian, berakhlak, berekonomi, berpendidikan, berinteraksi dengan lawan jenis, bahkan berpemerintahan sekalipun. Kesempurnaan Islam meniscayakan penerapannya secara sempurna pula. Hal ini dapat diwujudkan dalam bingkai sebuah negara. 

Penerapan Islam secara sempurna  telah pernah dilakukan selama 13 abad lebih dimulai dari masa Rasulullah saw, dilanjutkan oleh khulafaur rasyidin dan para khalifah sesudahnya, hingga berakhir pada tanggal 3 Maret 1924, tatkala kekhilafahan Ustmani diruntuhkan oleh Musthafa Kemal la’natullah dengan bantuan Inggris. Keruntuhan khilafah ini memberikan dampak yang besar terhadap kaum muslimin, diantaranya:

1. Kaum muslimin terpecah-belah menjadi  negara- negara kecil nan tak berdaya.


Kaum muslimin yang awalnya bersatu  padu dalam sebuah negara yang menerapkan aturan Islam, terpecah menjadi menjadi lebih 56 negara kecil. Ikatan nasionalisme telah menggeser kedudukan ikatan akidah di tengah- tengah kaum muslimin. Saat ini, kaum muslimin umumnya bangga dengan bangsanya, namun mereka tidak bangga dengan keislamannya.  Terbukti, hanya gara – gara masalah sepak bola, penduduk Indonesia dan Malaysia yang notabene mayoritas muslim malah saling baku hantam. 

Nasionalisme jugalah yang bertanggung jawab atas terjajahnya kaum muslim di Palestina oleh Israel. Milyaran kaum muslimin tak berdaya melawan Yahudi la’natullah yang jumlahnya hanya jutaan orang, itu semua hanya karena kita beda negara. Dalam konsesus internasional saat ini, dilarang untuk mengintervensi urusan negara lain, walau sebenarnya kita sama- sama muslim.  Di saat yang sama, kekayaan negeri- negeri kaum muslimin dijarah oleh orang-orang kafir. Sehingga, kaum muslimin tetap miskin lagi terbelakang walau tanah yang mereka tempati memiliki kekayaan yang melimpah ruah. Sungguh, keadaan kaum muslimin saat ini telah membuktikan kebenaran yang disampaikan oleh lisan Rasullah saw berikut:

“Dapat diperkirakan bahwa kamu akan diperebutkan oleh bangsa- bangsa lain sebagaimana orang- orang berebut melahap isi mangkok. Para sahabat bertanya, “Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak seklai tetapi seperti buih air bah (tidak berguna)” (HR. Abu Daud)

2. Dicampakkannya aturan Allah Swt.

Saat kaum muslimin telah terpecah menjadi negara- negara kecil, kaum kafir barat pun memasukkan sistem kehidupannya di tengah kaum muslimin sebagai upaya untuk menjauhkan Islam dari kaum muslimin. Sehingga, diterapkanlah sistem demokrasi terhadap negeri- negeri Islam. Dalam usaha penerapan ini, kaum kafir menggunakan prinsip ‘stick and carrot’. Stick (kekerasan) bagi siapa saja yang menolak demokrasi dan carrot (barat bersikap lunak) bagi siapa saja yang mau menerima demokrasi. Lalu, bahaya apa yang dapat ditimbulkan oleh penerapan demokrasi?

 Sistem demokrasi memiliki dua asas, yaitu kedaulatan di tangan rakyat dan kekuasaan di tangan rakyat. Kedaulatan di tangan rakyat berarti hak membuat hukum/ aturan ada di tangan rakyat,  dalam hal ini diwakilkan oleh para anggota legislatif. Sebagaimana yang kita ketahui, anggota legislatif adalah manusia. Sedangkan  manusia bersifat lemah dan terbatas, tak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini. Akibatnya, aturan yang dihasilkan oleh para anggota legislatif pun adalah aturan yang lemah dan terbatas juga, cenderung hanya memihak pada golongan tertentu saja. Sedangkan aturan Allah swt dianaktirikan hanya sebagai aturan dalam beribadah ritual saja. Akibatnya, kerusakan pun terjadi di mana-mana, kemeralatan melanda, krisis moral tak terbendung, kriminalitas menjadi hal yang lumrah, bencana yang terjadi pun tak terhitung lagi. Allah swt berfirman:

Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS. Al-Maaidah:50)

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
(TQS. Ar-Ruum:41)

3. Islamophobia


Keruntuhan daulah Islam tidak membuat orang- orang kafir puas. Mereka masih terus melancarkan makar- makar jahat untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin, sebagaimana firman Allah swt:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
(QS. Al-Baqarah:120)

Salah satu upaya orang kafir untuk menghancurkan Islam adalah dengan mengidentikkan Islam dengan stigma- stigma negatif seperti, teroris, miskin, radikal, ekstrim, agama yang tidak toleran dan lain sebagainya. Walhasil, pandangan ini tidak cuma tertanam di benak kaum kafir saja, tapi bahkan telah tertancap kuat dalam benak kaum muslimin sendiri. Penerapan sekulerisme, pemisahan agama dari kehidupan, di negeri- negeri kaum muslimin telah mengerdilkan Islam sebatas ibadah ritual saja. Sehingga, ketika ada yang mengatakan Islam mengatur masalah pemerintahan, ekonomi, sanksi serta yang berusaha menerapkan Islam secara keseluruhan dalam kehidupan biasanya selalu diangap sebagai radikalis, ekstrimis, teroris, separatis dan berbagai julukan negatif lainya.

Padahal, sebagai seorang muslim, penerapan Islam secara sempurna adalah konsekuensi dari dua kalimat syahadat yang telah diucapkan. Allah Swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
(QS. Al-Baqarah: 208)

Oleh karena itu, marilah kita bersama- sama memperjuangkan penerapan Islam secara sempurna dalam kehidupan kembali, mendobrak batas- batas negara yang telah memisahkan kita yang sebenarnya hanyalah sebatas garis ilusi di dalam peta, serta menyatukan kaum muslimin di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyyyah. Allah swt berfirman:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (TQS. An-Nur:55)

Khilafah adalah janji Allah swt. dan Rasul-Nya. Allah swt dan Rasulnya tidak pernah berbohong. Ikut atau tidaknya kita dalam perjuangan ini tidak akan  mengubah ketetapan Allah Swt. Berjuang atau tidaknya kita, ajal akan tetap menghampiri. Lalu, tidakkah kita tergiur dengan tawaran Allah swt terhadap orang- orang yang memperjuangkan agamanya? 

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (TQS. At-Taubah:111)

Sumber
Continue Reading

Pekan Kondom Nasional & Legalisasi Seks Bebas Harus Ditindak




Kegelisahan Ibu Rahmi Rahmawati tak berlebihan. Ia menyikapi fenomena perilaku seks bebas yang harus ditindak bukan malah disuruh pake kondom!

Beberapa hari ini ia terusik dengan berita yang cukup mengerikan. Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bersama produsen kondom sangat semangat mengadakan Pekan Kondom Nasional (PKN) akhir tahun ini.

Hal ini untuk memperingati hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember lalu, DKT Indonesia bersama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) kembali mencanangkan Pekan Kondom Nasional yang ketujuh kalinya.

Dengan dalih mencapai target rendahnya peningkatan angka orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bahkan program ini dikatakannya akan diadakan setiap tahun.

Masyaa Allaah!

Bukankah Ibu Menteri Kesehatan sendiri menyatakan bahwa delapan puluh persen penyebaran virus mematikan ini diakibatkan oleh perilaku seks berisiko tinggi?

Lalu siapa orang yang berprilaku berisiko tinggi itu jika bukan didominasi oleh para pekerja seks komersial dan kaum gay?

Sungguh tidak ada satu ajaran agama kami mana pun yang akan mengizinkan penyuluhan perilaku seks bebas yang aman? Terlebih sebagai seorang ibu yang sekaligus seorang muslimah, apakah penyebaran virus HIV/AIDS lebih enteng daripada meluasnya perilaku seks bebas?

Itu pun jika ia satu-satunya solusi untuk menghentikan penyebaran epidemi ini. Namun faktanya masih banyak solusi berupa kebijakan dan tindakan hukum untuk menghentikan perilaku seks bebas di tengah masyarakat. Bagaimana dengan konten-konten porno di tontonan televisi, internet, dan bahkan di buku pelajaran?

Bagaimana dengan perilaku asusila yang bahkan dilakukan oleh figur publik di negeri ini?
Sudahkah hukum ditegakkan? Jika tidak ada hukum yang bisa mempidanakan hal tersebut, kenapa kita harus mempertahankan hukum cacat seperti yang diterapkan di negeri ini sekarang di saat Islam juga memiliki hukum yang lengkap dan adil untuk diterapkan? 

Demi mencegah penyebaran HIV/AIDS, kami ingin para pelaku seks bebas dan melanggar ajaran agama yang tinggi ditindak secara hukum bukan malah di bekali kondom! Wallaahu a’lam.

Rahmi Rahmawati

Ibu Rumah Tangga


Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template