Rabu, 24 April 2013

Campakkan Kekuatan Israel Yang Sesungguhnya


dean_henderson_bigoil_n_their_bankers_in_the_persian_gulfOleh: Dean Henderson

Penulis buku Big Oil & Their Bankers in the Persian Gulf: Four Horsemen dan Eight Families & Their Global Intelligence
Untuk waktu yang lama Israel telah mendikte kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah dan tempat lainnya. Ini karena, seperti yang saya jelaskan dalam buku Big Oil & Their Bankers in the Persian Gulf, Israel bukanlah “tanah air Yahudi”, melainkan merupakan entitas monopoli bank sentral Rothschild yang mengontrol Federal Reserve, Bank of England, Royal Shell Belanda, dan sejumlah raksasa keuangan dan industri lainnya.

Israel berperan sebagai polisi militer menjagai monopoli itu dengan memastikan terus terjadinya gejolak dunia Arab dan agar berperang dengan dirinya sendiri. Itulah sebabnya Mossad Israel mendanai ekstremis Islam di setiap sudut dunia. Rothschilds tahu jika mereka terus bisa membuat Arab terpecah belah antara mereka sendiri dan dibenci oleh gerakan Kristen Injili (Evangelist) di Barat, yang juga tanpa mereka sadari merupakan alat Mossad, maka mereka dapat mempertahankan monopoli mereka atas minyak Timur Tengah, yang merupakan sumber kehidupan sistem keuangan global.

Evangelis Amerika telah ditipu menjadi pendukung teguh Israel, sementara AIPAC (American Israeli Political Action Committee atau Komite Aksi Politik Amerika Israel) memastikan bahwa politisi yang tidak menunjukkan keteguhan dalam mendukung Israel tidak memiliki kesempatan untuk terpilih. Jika Anda mengkritik Israel Anda segera menjadi target B’nai Brith dan Liga Anti-Fitnah yang akan menghujat anda, secara ngawur, sebagai seorang anti-Semit. Tentu saja Anda bisa mengkritik Arab sepanjang hari dan tidak ada keributan seperti itu akan terjadi, meskipun fakta setiap etnografer akan memberitahu Anda bahwa orang-orang Arab adalah bangsa Semit juga.

Yang membakar kebohongan ini adalah monopoli massif pencetakan uang, yaitu Federal Reserve, perusahaan monopoli yang sebagian besar dimiliki oleh Rothschild dan sepupu kawin mereka, Warburg, Goldman Sachs, Kuhn Loebs, et al. Orang-orang ini meremehkan orang Yahudi pada umumnya dengan cara yang sama dengan cara mereka membenci orang Kristen, Muslim, Budha, Hindu dan animisme, pada umumnya.

Mereka mengarang cerita seperti The DaVinci Code untuk membenarkan kekuasaan keturunan mereka dan untuk meyakinkan kita bahwa menyembah-nyembah kaki mereka menjadi takdir kita. Ini sama dengan filosofi Hak Suci Raja-Raja yang telah ada di planet ini selama 2000 tahun terakhir, memperbudak kita semua sambil menciptakan segelintir tuan-tuang pandir melalui perkawinan menjadi peguasa-penguasa alam semesta.

Para Bapak Pendiri kita sangat menyadari monopoli keluarga perbankan ini. Tulisan-tulisan Jefferson, Madison dan Adams khususnya penuh dengan peringatan tentang para pedagang uang ini dan jaringan masyarakat rahasia mereka (Freemason, Illuminati, dll) yang mereka ciptakan untuk menyembunyikan permainan cetak-mencetak uang mereka dari pandangan publik. Sayangnya sejarah ini telah ditekan oleh industri media, yang dimiliki oleh keluarga yang sama.

Bangsa Amerika dari semua lapisan politik, tetapi terutama golongan progresif telah dicuci otak mereka, untuk meyakini segala pembicaraan tentang konspirasi harus langsung didiskreditkan. Mengapa hal ini Anda yakini demikian?

Karena jika seseorang melakukan penelitian yang cukup, seperti William Burroughs katakan, “seorang pria yang paranoid adalah orang yang tahu sedikit sesuatu”.

Teori konspirasi adalah satu hal. Tapi ada fakta-fakta konspirasi. Ketika saya sedang menyelesaikan tesis Master saya tentang permainan minyak Timur Tengah pada tahun 1991, saya menemukan dokumen SEC yang menunjukkan bahwa keluarga Rockefeller masih memiliki saham pengendali di Exxon, Mobil, Chevron dan perusahaan minyak lainnya. Namun pembimbing tesis PhD saya, seorang teman baik saya, menyarankan agar kami melupakan informasi ini dan mengkeluarkannya dari disertasi final, karena fakta-fakta yang menunjukkan konspirasi ini. Saya menolak untuk melakukannya.

Tidaklah mudah bagi Anda untuk menghabiskan hidup sebagai seorang aktivis politik progresif. Namun lebih sulit lagi ketika orang-orang yang memiliki sudut pandang yang sama justru terus meninggalkan dan mendiskreditkan Anda secara terbuka dari mendapatkan kebenaran yang membuat tidak nyaman, karena mereka tidak punya keberanian untuk menyelidiki untuk mereka sendiri. Kita berpikir dalam parameter tertentu yang telah ditata untuk kita oleh Kekuatan Uang. Siapa pun yang berpikir di luar parameter ini ditargetkan untuk disingkirkan oleh Polisi Pemikiran, yang telah membuat 95% orang Amerika seperti itu.

Hal yang sama juga berlaku pada sistem kepercayaan kita. Spiritualitas New Age memerangkap begitu banyak kaum progresif jatuh dalam struktur piramida top-down yang sama yang ada dalam gereja sayap kanan Evangelist. Tetapi jika Anda menolak dualitas kembar itu dan memberitahu mereka bahwa Anda berbicara dengan nenek moyang sendiri, binatang dan pohon-pohon, Anda adalah orang gila, meskipun faktanya ini adalah praktek dalam adat suatu kaum yang telah dilakukan selama puluhan ribu tahun secara berkelanjutan dan harmonis.

Kebangkitan politik dan spiritual adalah hal yang sama. Semua tradisi agama dan Alam sendiri mengajarkan prinsip-prinsip dasar yang sama tentang Cinta, Kasih dan Keadilan. Namun gerakan fundamentalis sekarang tumbuh di dalam tubuh Yudaisme, Islam, Kristen, maupun New Age, menjauhkan orang dari kebenaran sederhana ini menjadi sebuah dunia eksklusivitas, arogansi dan intoleransi.

Kita harus mendobrak hambatan spiritual dan politik palsu ini. Kita harus fokus agar bersatu untuk membebaskan diri dari Kekuatan Uang, yang gemar menyulut api ketakutan, ekstremisme dan perpecahan. Kita harus jadikan isu prioritas untuk mendeklarasikan kemerdekaan dari Federal Reserve dengan cara menasionalisasinya. Dan kita harus mengejar kebijakan luar negeri yang bukan merupakan kepentingan Rothschilds, Kerajaan Inggris atau pun wali Israel mereka, tetapi kepentingan Amerika Serikat.

(Wakalanusantara/Islampos)
Continue Reading

Selasa, 23 April 2013

Ustad Fotocopy, Islam KTP, Tukang Bubur Naik Haji Rendahkan Islam


JAKARTA (voa-islam.com) - Organisasi Masyarakat Televisi Sehat Indonesia mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun televisi yang menayangkan sinetron merendahkan simbol agama tertentu karena telah meresahkan masyarakat Indonesia.


"Tayangan sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam," kata Ketua Masyarakat Televisi Sehat Indonesia Fahira Idris di Jakarta, Selasa.

Guna membahas persoalan tersebut, Fahira bersama Koordinator dan Sekretaris Masyarakat Televisi Sehat Indonesia Ardy Purnawan Sani dan Bayu Priyoko telah menemui para Komisioner KPI Azimah Subagio, Ezki Suyanto, serta Irwandi Syahputra, Senin (15/4/2013).
...Tayangan sinetron tersebut telah memunculkan persepsi buruk tentang tokoh panutan dalam agama Islam

Ia menyebutkan beberapa sinetron yang yang diduga merendahkan simbol agama tersebut, yakni "Haji Medit" (SCTV), "Islam KTP" (SCTV), "Tukang Bubur Naik Haji" (RCTI) dan "Ustad Foto Kopi" (SCTV).


Fahira menjelaskan sinetron tersebut telah merendahkan simbol salah satu agama dengan menempatkan Islam sebagai "tersangka" kejelekan.


"Tayangan sinetron itu juga mencantumkan judul dengan terminologi Islam, namun isi dan jalan ceritanya tidak mencerminkan perilaku Islami," ujarnya.


Ia mencontohkan film tersebut mempertontonkan karakter ustad dan haji yang seharusnya menjadi panutan masyarakat, namun digambarkan seseorang yang dengki dan iri terhadap orang lain.
...Tayangan sinetron itu juga mencantumkan judul dengan terminologi Islam, namun isi dan jalan ceritanya tidak mencerminkan perilaku Islami

Fahira berharap pelaku perfilman menampilkan tayangan sinetron yang mendidik dan berkualitas, serta mengajak aktor maupun aktris lebih selektif memilih peran dalam sebuah film di Indonesia.


Sekretaris Masyarakat Televisi Sehat Indonesia Bayu Priyoko menambahkan sinetron yang menayangkan simbol Islam lebih mengedepankan karakter yang negatif, seperti ustad jahil, kikir dan sifat tercela lainnya.


Pada bagian lainnya, aktivis Masyarakat Televisi Sehat Indonesia menuntut pemerintah memberikan kewenangan KPI untuk mencabut izin siaran dan menindak tegas lainnya dengan merevisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, karena selama ini, KPI hanya sebatas berwenang memberikan peringatan keras. [Widad/ant]
Continue Reading

Tausiyah Abu Bakar Ba’asyir Bagi Partai Islam Di Parlemen

Abu-Bakar-Baasyir

AMIR Jama’ah Ansharut Tauhid, Abu Bakar Ba’asyir memberikan tausiyahnya kepada Umat Islam yang memperjuangkan Islam melalui jalan parlemen.

“Ada yang berpendapat bahwa memperjuangkan syariat Islam itu bisa dimenangkan oleh partai partai Islam di dalam parlemen. Saya tanya pada saudara, Partai Islam manakah di dunia ini yang telah berhasil menang melalui sistem demokrasi sehingga tegak daulah Islamiyyah?” tanyanya kepada para tamu yang menjenguknya di Lembaga Permasyarakatan Nusa Kambangan, Selasa (9/4/2013).

Pria yang akrab disapa Ustadz Abu ini mencontohkan kiprah partai FIS (Front Islamic du Salut) yang memenangkan pemilu di Al Jazair. Meski berhasil memenangkan pemilu pertama, namun pemerintah Al Jazair membatalkan kemenangan itu dengan berbagai alasan.

“Lalu pemilu diulang lagi, pada pemilu kedua menang lagi. Setelah itu ditumpas sampai habis,” bebernya.

Demikian juga dengan Partai Masyumi di Indonesia. Abu Bakar Ba’asyir mengakui tujuan perjuangan Masyumi yaitu tegaknya Daulah Islamiyyah. Para pemimpinnya pun dikenal para tokoh Islam yang baik dan jujur.

“Tetapi apa yang terjadi setelah memenangkan pemilu?” tanyanya. “Partainya (Masyumi) ditumpas oleh Soekarno,” lanjutnya.

Syariat Islam, kata Abu Bakar Ba’asyir, tidak akan bisa diamalkan secara murni dan kaffah tanpa adanya kekuasaan atau Daulah Islamiyyah. Dan, kekuasaan atau Daulah Islamiyyah itu tidak akan bisa berhasil dimenangkan tanpa menyertakan jihad di dalamnya.

“Saudara, ketahuilah bahwa Jihad itu adalah kunci kemenangan, kunci kemuliaan, kunci kehormatan bagi Islam dan kaum muslimin,” ujarnya

Oleh karena itu, di dalam memperjuangkan tegaknya Syariat Islam dan Daulah Islamiyyah kuncinya hanya ada pada jihad. “Tanpa jihad, umat Islam tidak akan berhasil memperjuangkan tegaknya Daulah Islamiyyah,” tutupnya. (Pz)

Continue Reading

The Dajjal Economic Conspiracy

dajjaleconomy

Oleh : Tri Putranto (Aktivis Kajian Zionisme Internasional)

Sebutan lain dari Ksatria Templar adalah Tentara Miskin Pengikut Yesus Kristus Dan Kuil Sulaiman. Pendiri ordo ini adalah Hugh de Payens dan Godfrey de St Orner. Para ksatria yang beranggotakan sembilan orang tentara elit ini dibentuk pada tahun 1118. Awalnya para Templar ini menyebut dirinya ‘tentara miskin’ namun pada kenyataannya ordo ini sangatlah kaya raya. Para ksatria Templar mengontrol para peziarah Kristen yang bertandang dari Eropa ke Yerusalem. Ordo ini mendapat dana dari para peziarah tersebut. Lewat kelompok ini pula sistem cek dan kredit mulai diperkenalkan. Pada akhirnya, para Templar membangun kapitalisme abad pertengahan dan membuat sistem yang dijadikan cikal bakal bank modern yang mengaplikasikan sistem ribawi.

Menurut Alan Butler dan Stephen Dafoe : Templar adalah ahli dalam memutar modal, memanfaatkan teknik perdagangan yang tidak lazim diketahui di Eropa pada saat ituMereka jelas-jelas telah belajar ketrampilan ini dari sumber-sumber Yahudi, namun memiliki lebih banyak kebebasan mengembangkan kerajaan financial mereka, sesuatu yang membuat amat iri para pemodal Yahudi pada periode itu.

Pada abad ke 12, melakukan perjalanan jauh adalah sesuatu yang sangat berbahaya. Para pengelana bisa saja dirampok bandit setiap saat. Jadi, amatlah berisiko bila dalam perjalanan membawa uang dan komoditi berharga lainnya. Para Templar pandai membaca situasi, mereka mengeruk keuntungan  melalui prasarana sistem perbankan yang sederhana. Anggota-anggota Templar memperkenalkan penggunaan cek yang dikeluarkan di Eropa dan dapat diuangkan di Palestina. Bahkan mereka telah memberlakukan metode transfer uang. Di samping mereka meminjamkan uang dengan bunga di atas 60 %.

Lembaga yang dibentuk Knight Templar makin berkembang dan menjadi lembaga keuangan besar di Eropa. Banyak para raja Eropa melakukan transaksi peminjaman yang akhirnya terseret dengan hutang yang sangat besar. Secara bersamaan sistem keuangan monarki Inggris dan Perancis dikendalikan oleh para Templar. Hal ini membuat mereka dapat mempermainkan para raja dan kebijakan Negara untuk kepentingan para Templar.

Seiring perjalanan waktu, Ksatria Templar bertransformasi menjadi ‘Elder of Zion’. Atas provokasi mereka, Raja William II melibatkan Inggris ke dalam kancah perang melawan Perancis. Akhirnya berkelanjutan hingga membuat Negara Inggris makin terpuruk hingga terperosok dalam kubangan hutang untuk membiayai perang. Mengatasi hal ini Raja William II mengambil pinjaman kepada para bankir Yahudi.

Para bankir Yahudi mengajukan persyaratan agar merahasiakan tokoh–tokoh Yahudi yang memberi pinjaman. Mereka juga minta persetujuan untuk mendirikan Bank Of England, bank sentral swasta pertama di dunia. Bank Of England mempunyai hak untuk menetapkan standar emas terhadap uang kertas, hak meminjam £ 10 uang kertas untuk setiap 1 pon emas yang tersimpan di Bank Sentral serta hak untuk mengkonsolidasikan hutang nasional dan hak untuk untuk menaikkan pajak rakyat sekaligus mengutipnya.

Pada tahun 1815 meletus perang Waterloo antara Perancis dan kerajaan-kerajaan Eropa di bawah Inggris. Seandainya Napoleon Bonarpate memenangkan palagan tersebut niscaya Perancis akan menguasai seluruh daratan Eropa. Dan bila yang terjadi sebaliknya, maka Inggrislah yang akan menguasai Imperium keuangan Eropa. Begitu tentara ke dua kubu saling mendekat, Nathan Rothschild mengutus agen-agennya berada di kedua belah front guna mengumpulkan informasi seakurat mungkin.  Tanggal 15 Juni 1815, senja hari seorang agen Rothschild melompat ke dalam perahu yang dicarter khusus melewati selat Channel menuju pantai Dover Inggris. Agen tersebut sampai di Folkstone keesokan harinya, secara detil melaporkan informasi kepada Rothschild. Tanpa membuang waktu Nathan Rothschild bergegas menuju London menuju pasar bursa. Agen-agen Rothschild menumpahkan surat berharga mereka ke pasar. Begitu surat berharga itu dilempar ke lantai pasar secara drastis menurunkan nilai transaksi. Tanpa ekspresi Nathan berdiri di ‘Pilar Rothschild’ terus menjual saham-sahamnya. Akhirnya semua orang turut menumpahkan surat berharga dan uang kertas, emas perak untuk mempertahankan kekayaan yang masih tersisa. Harga surat tersebut turun drastis hingga mencapai 5 sen untuk setiap obligasi yang senilai dengan harga satu dollar. Pada akhirnya sesuai petunjuk Nathan Rothschild, agen-agennya melesat ke meja dan memborong semua kertas-kertas saham di lantai bursa. Tak lama kemudian terdengar berita yang mengejutkan, Inggris telah memenangkan perang Waterloo. Dan hanya beberapa detik kertas yang semula tak berharga tersebut menukik tajam melampaui harga aslinya. Nathan Rothschild berhasil memegang control ekonomi Inggris. Bila dihitung kekayaannya menjadi dua puluh kali lipat dari nilai sebelumnya.

Setelah menderita kekalahan telak di Waterloo, Perancis berusaha membenahi ekonominya. Bulan Oktober 1818, para agen Rothschid memborong sejumlah surat berharga pemerintah Perancis melalui saingan mereka:  Ouvrad dan Baring Brothers. Tanggal 5 November 1818, agen Rothschid melakukan dumping terhadap surat berharga tersebut di pasar terbuka. Keluarga Rothschid mendapat undangan menghadap raja. Keluarga Rothschid berhasil memegang kontrol ekonomi Perancis.

Benjamin Disraeli, PM Inggris saat itu menulis novel bertajuk ‘Coningsby’ yang menggambarkan tentang imperium Rothschild: ‘pangeran dan pemimpin pasar uang dunia dan juga pangeran dan pemimpin dalam bidang apa saja. Secara harfiah bahkan memegang kendali atas pendapatan Italia selatan. Sementara para raja dan menteri dari seluruh kerajaan Eropa memohon nasihatnya dan menjalankan saran-sarannya’

Akhirnya bermunculanlah bankir-bankir internasional di seantero dunia. Awal dari bencana di muka bumi ini ketika para bankir Yahudi tersebut berhasil mendirikan bank sentral sejenis di Amerika Serikat. Pendirian bank ini dipelopori oleh tujuh bankir Internasional di Jekyll Island pada tahun 1910 yang kemudian dikenal sebagai ‘Federal Reserve’

Federal Reserve dirancang sebagai suatu kartel perbankan untuk melindungi kepentingan anggota-anggotanya dan meyakinkan kongres dan publik bahwa kartel perbankan ini dibentuk seolah-olah sebagai lembaga otoritas moneter pemerintah Amerika Serikat. Dengan berbekal independensinya, Federal Reserve beserta kekuatan modalnya serta praktik-praktik bisnis yang licik telah mengintervensi otoritas moneter sehingga menghancurkan kehidupan sosial ekonomi rakyat penghuni bumi ini. Sejatinya Federal Reserve ini adalah suatu badan usaha milik swasta yang berperan sebagai pengatur utama dan menguasai institusi perbankan Amerika. Fungsi utamanya menetapkan kebijakan moneter. Banyak para pakar memprediksi The Fed mempunyai pengaruh besar terhadap jalannya bisnis di Amerika Serikat.

Pada pertemuan 15 negara sekutu pemenang Perang Dunia II digagas ‘Bretton Woods Agreement’ yang menetapkan dolar Amerika sebagai denominator nilai dasar pertukaran uang internasional. Dan terbentuklah : International Monetary Founds dan Bank Dunia sebagai lembaga dana moneter internasional yang bertujuan memberi bantuan kepada negara-negara yang mengalami kesulitan likuiditas keuangan. Pasokan dana untuk IMF dan Bank Dunia diperoleh dari Federal Reserve. Pada kasus ini jaringan freemasonry telah mengaplikasikan Protokol Of Zion yang ke enam; Membangun kekuatan Zionisme melalui manipulasi ekonomi terutama melalui monopoli perbankan dan kekuatan keuangan.

Pada hakekatnya IMF dan Bank Dunia, merupakan instrument Zionisme untuk memporak-porandakan Negara yang berdaulat agar tak lebih sekadar sebagai teritori mereka. Artinya, semua umat manusia harus memandang satu arah yaitu kekuatan mata uang sebagaimana yang dilambangkan oleh mata uang satu dollar Amerika: Novus Ordo Seclorum. Jadi, seluruh perekonomian global telah dikuasai oleh kaum Zionis dan menjadi ‘dewa lucifer’ yang akan menyelamatkan manusia sekaligus menguasainya.

Adalah Joseph Stiglitz mantan kepala tim Ekonomi Bank Dunia memaparkan bahwa IMF mengembangkan empat langkah program. Langkah Pertama: Privatisasi, pada program ini perusahaan milik penerima bantuan IMF harus dijual pada swasta untuk mendapatkan dana segar.

Menurut Stiglitz: Kita bisa melihat bagaimana mata para pejabat keuangan di Negara penerima bantuan itu terbelalak tatkala mengetahui prospek pemberian 10 % komisi beberapa milyar dollar yang akan dibayarkan langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan di suatu bank Swiss yang diambilkan dari harga penjualan asset nasional mereka tadi.

Program kedua: Liberalisasi Pasar Modal, dengan ditingkatkannya modal pemasukan modal investasi dari luar berdampak pada pengurasan cadangan devisa Negara untuk mendatangkan asset melalui impor dari Negara-negara yang ditujuk IMF. Dana dari luar masuk di sektor real estate dan valuta, dan langsung ditarik bila ada tanda-tanda akan ada kerusuhan. Untuk merayu kaum spekulan mengembalikan dana modal nasional, IMF menuntut Negara debitur untuk menaikkan suku bunga bank. Ketetapan tersebut diikuti dengan diberlakukan kebijakan uang ketat dan dihentikannya subsidi pada bidang yang berkaitan dengan sosial ekonomi masyarakat.

Program ketiga: Pricing, menaikkan harga komoditas strategis misalnya pangan, air bersih dan BBM. Langkah ini sudah dipastikan akan mengarah pada ‘Kerusuhan IMF’ Dengan terhapusnya subsidi untuk beras dan BBM, Negara akan meledak dengan kerusuhan yang tak lain dari satu bentuk demonstrasi yang dibubarkan dengan gas air mata, peluru dan tank yang menyebabkan kepanikan baru pada gilirannya berakibat ‘capital flight’ pelarian modal dan kebangkrutan pemerintah. Krisis ekonomi ini menguntungkan perusahaan asing yang memperoleh peluang mengambil sisa asset Negara seperti: konsensi pertambangan, perbankan, perkebunan dan lain-lain.

Tahap ke empat: Strategi Pengentasan kemiskinan, dengan memberlakukan ‘pasar bebas’ yang mengacu pada aturan WTO ( World Trade Organization ) dan Bank Dunia. Hal ini berimbas pada pengusaha local yang terpaksa meminjam dana dengan suku bunga hingga 60 % dari bank local di samping harus bersaing dengan barang-barang import dari Amerika dan Eropa. Pada saat ini, Bank Dunia dapat memerintahkan blockade keuangan.

Stiglitz memaparkan: ‘Tata Dunia Baru  itu pada hakekatnya telah menjatuhkan vonis hukuman mati pada rakyat sedunia dengan cara memberlakukan tarif yang tidak masuk akal kepada perusahaan obat-obatan yang bermerek.’

Namun ironisnya,  pemerintah dunia ke tiga masih memandang  IMF dan Bank Dunia sebagai lembaga donatur yang manusiawi. Padahal, justru IMF lah yang paling berperan dalam menciptakan kemiskinan di Negara-negara berkembang. Jadi, IMF, Bank Dunia dan WTO hanyalah topeng dari sistem kekuasaan absolute kaum Zionis.

Seorang pakar ekonomi Prof JS Malan dari Universitas Sao Paulo merepresentasikan:
Setiap bangsa akan menangggung utang yang berat dan mereka tidak akan mampu membayarnya sehingga mereka harus menebusnya sebagai budak yang setia dan patuh terhadap perintah.  Kekuasaan IMF sangat absolute sehingga tidak akan ada satu negarapun yang mampu mendapatkan satu sen pun, kecuali atas persetujuan atau arahan dari IMF.

Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang mengandung filsafat sosial dan politik yang didasarkan pada pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan paham kebebasan. Sistem ini melahirkan banyak malapetaka terhadap dunia.  Kapitalisme berdampak melakukan tekanan dan campur-tangan politis, sosial serta kultural terhadap bangsa di dunia.

Menguak sejarah kapitalisme diawali pada saat Eropa diperintah imperium Romawi yang mewariskan sistem feodal. Pada abad 16 secara bertahap muncul kelas borjuis disusul fase kapitalisme. Selanjutnya muncul seruan liberalisasi yang disusul seruan nasionalisme sekuler dan penciutan dominasi Paus.

Adapun para propagandis kapitalisme adalah: Francois Quesnay, John Locke, Turgot, Mirabeau serta JB say. Tak lama kemudian muncul aliran klasik yang menonjol lewat pemikiran: Adam Smith, David Ricardo, Robert Malthus, John Stuart Mill, Lord Keynes, David Hume dan Edmund Burke.

Doktrin kapitalisme adalah mencari keuntungan dengan berbagai cara dan sarana. Selain itu mendewakan hak milik [pribadi], persaingan dan kompetisi pasar serta sistem harga bebas.

Pada abad ke 16 setelah dihapus sistem feodal muncul kapitalisme perdagangan. Dalam hal ini seorang pengusaha menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Pada tahun 1755 seiring dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt maka lahirlah kapitalisme industri yang membangkitkan Revolusi Industri di Inggris dan Eropa menjelang abad ke 19. Dalam sistem ini memisahkan antara modal dan buruh. Setelah itu hadir sistem kartel yakni kesepakatan perusahaan-perusahaan besar dalam membagi pasaran internasional. Sistem ini memberi kesempatan untuk memenopoli pasar. Akhirnya muncul sistem trust yang membentuk satu perusahaan dan berbagai perusahaan yang bersaing agar perusahaan tersebut lebih mampu berproduksi dan lebih kuat untuk mengontrol dan menguasai pasar.

Adapun sisi negatif dari Kapitalisme adalah: Sistem ini buatan manusia yang mendominasi pasar untuk kepentingan pribadi, sangat egoistis, monopolitis, terlalu berpihak pada hak milik pribadi, terbentuk arena persaingan, perampasan tenaga produktif, muncul pengangguran, penjajahan, peperangan, malapetaka, riba dan tidak berperikemanusiaan.

Kapitalisme tumbuh di Inggris, Perancis, Jepang, Amerika.  Sistem kapitalisme tak ubahnya sistem komunisme. Keduanya dipelopori oleh kaum Zionis lakanatullah.

Tiga Pilar Setan

Ketika krisis ekonomi merebak, bencana ekonomi adalah kemestian. Harga barang dan jasa melonjak tajam sementara daya beli masyarakat sulit mengimbangi. Era baru ekonomi dan keuangan dunia ditandai dengan kemampuan sistem ekonomi yang ditengarai sebagai sitem moneter dunia dengan diciptakannya tiga pilar setan: fiat money, fractional reserve requirement dan interest.

Robert Mundell peraih nobel ekonomi menyebutnya sebagai rezim inflasi permanent, dimana terjadi penggandaan uang yang begitu dahsyat sehingga pertumbuhan sektor moneter akan selalu berada di atas pertumbuhan sektor riil. Semakin lama akan mengakibatkan ketimpangan yang akan menjadi pemantik ketidakseimbangan ekonomi global. Beban semakin lama menggelembung dan suatu saat siap meledak mejadi krisis ekonomi.

Fiat Money

Sistem ekonomi kapitalis mendatangkan keuntungan bagi segelintir pihak di satu sisi dan pihak lain yang dirugikan di sisi lain. Sistem kapitalis memfasilitasi uang kertas (fiat money) dalam transaksi ekonomi. Sedang uang yang diciptakan tanpa didukung dengan logam mulia. Oleh penguasa uang tersebut bisa dicetak berapapun juga dan tak bisa ditukar dengan koin emas. Hal ini akan menjadi sebuah persoalan ketika pemerintah telah kehilangan kepercayaan yang berdampak pada uang kertas yang diciptakan menjadi tidak berharga. Jadi, fiat money tak bisa diandalkan sebagai alat penyimpan nilai. Dan uang kertas tak memiliki nilai intrinsic sebagaimana logam mulia. Kita tidak menafikan bahwa uang kertas sebagai slah satu alat tukar yang praktis dan si pembawa lebih merasa aman. Namun pada saat penciptaan uang melebihi output riil yang diproduksi maka terjadilah inflasi. Perlu dicermati, eksisnya penggunaan uang kertas akan menguasai perekonomian. Uang kertas tidak menambah produktivitas seperti yang dijanjikan sehingga membuat para penggunanya sibuk bekerja demi mengais kompensasi yang tak seberapa.

Fractional Reserve Requirement

Bank Sentral sebuah Negara mengeluarkan persyaratan setiap bank yang beroperasi di wilayah otoritasnya agar menyediakan sebagian kecil dana yang disetorkan deposan sebagai cadangan yang disebut Fractional Reserve Requirement (FRR) yang diperlukan untuk memenuhi kondisi normal permintaan para deposan yang menarik depositnya. Persentase jumlah cadangan adalah sebagian kecil dari jumlah yang disimpan.

Interest

Bunga (interest) adalah biaya servis yang dikenakan bank baik berupa pinjaman atau kredit yang diberikan kepada nasabah. Meski dalam kitab suci pun dinyatakan haram, bunga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem moneter. Ada tiga konsekuensi berkaitan dengan bunga: bunga menuntut pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan kendati kondisi ekonomi stagnan. Selain itu mendorong persaingan antar para pelaku bisnis serta mensejahterakan segelintir minoritas di atas penderitaan rakyat yang mayoritas.

Tiga pilar setan telah diciptakan sedemikian rupa dan akan selalu menelan korban. Problem utama adalah gagal membayar. Kuantitas uang terus bertambah tak sebanding dengan laju sektor riil, sehingga akan memicu ketidak seimbangan. Akhirnya, balon ekonomi akan pecah dan terjadi apa yang disebut krisis ekonomi.

Ibn Khaldun dalam magnum opusnya : Muqadimah, menjelaskan: Allah swt menciptakan emas dan perak tak lain untuk menjadi alat pengukur nilai bagi segala sesuatu. Namun tak hanya itu, emas dan perak ternyata bisa berfungsi sebagai alat tukar.

Dalam sistem periodik unsur-unsur, logam emas dan perak dikelompokkan dalam golongan yang sama : I B. Logam mulia ini tak bisa diubah dengan bahan kimia yang lain.

Pada 300 SM Archimedes telah membuktikan bahwa logam bisa dideteksi tanpa merusak susunan kimianya. Emas tak terkontaminasi udara sehingga logam ini tahan terhadap karat. Logam mulia ini termasuk logam lunak namun dikategorikan sebagai logam yang paling berat. Satu kubik emas mempunyai berat lebih dari setengah ton.

Pada masa Rasulullah saw, sebagai alat transaksi dipergunakan dinar dan dirham. Meski dinar dan dirham bukan mata uang asli Arab namun dinar yang mencerminkan emas murni seberat 4,25 gram dan dirham terbuat dari perak dengan berat 3 gram membawa peradaban baru dalam kehidupan ekonomi dan sosial pada saat itu.

Dinar ditengarai sebagai  mata uang asli Byzantium sedangkan dirham mata uang asli Persia.
Emas dan perak terbukti anti inflasi, Jadi, penggunaan emas dalam transaksi sangat menguntungkan lantaran emas mempunyai nilai stabil.

Konklusinya penggunaan dinar sebagai alat transaksi akan menghancurkan legitimasi tiga pilar setan sehingga uang yang beredar dalam sistem ekonomi adalah uang riil.

Menurut pandangan Islam, solusi dari problem di atas dengan mengaplikasikan ekonomi syariah. Jadi, bentuk ekonomi yang sarat dengan nilai-nilai Islam yang mencakup aqidah, syariah, ibadah dan akhlaq.

Daftar Pustaka

A Riawan Amin, Satanic Finance, Celestial Publishing, Cetakan I, April 2007.

Harun Yahya, Ancaman Global Freemasonry, Dzikra, Cetakan I, Januari 2005.

Harun Yahya, Ksatria-ksatria Templar Cikal Bakal Freemasonry, Rislah Gusti , Cetakan I, September 2005.

Indra Adil, The Lady Di Conspiracy, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan I, Januari 2007.

Rizki Ridyasmara, Knights Templar Knights Of Christ, Pustaka Al-Kautsar, Cetakan I, Oktober 2006.

Toto Tasmara, Dajjal Dan Simbol Setan, Gema Insani Press, Cetakan IV, Juni 2000.

WAMY, Gerakan Keagamaan Dan Pemikiran, Al-I’Tishom, Cetakan V, Mei 2006.

ZA Maulani, Zionisme Gerakan Menalukkan Dunia, Daseta, Cetakan III, Juli 2003.

Continue Reading

Manusia Terakhir Yang Keluar Dari Neraka

neraka

Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ nin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat?” Maka Rasulullah saw. balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah saw, bertanya lagi, “Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang tidak ada awan yang menghalangi?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Mendengar jawaban itu, Rasulullah bersabda, “Seperti itulah kamu sekalian akan melihat-Nya.” Kemudian Rasulullah saw. meneruskan perkataaannya, “Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Hendaknya setiap orang mengikuti sesuatu yang disembahnya selama di dunia.’ Oleh karena itu, orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Sedangkan orang-orang munafik dari kalangan umat Muhammad tetap berdiri di tempat dan tidak bergerak sama sekali (karena yang disembah oleh mereka tidak jelas).

Kemudian Allah mendatangi kaum muslimin dalam wujud yang tidak dikenali oleh mereka, seraya Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini adalah Tuhanmu.’ Mendengar itu, mereka berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari bujuk rayumu, dan kami akan tetap berdiri di tempat ini sampai datang kepada kami Tuhan kami yang sebenarnya.’ Kemudian Allah datang kepada mereka dalam wujud yang mereka kenal, dan Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini Tuhanmu yang sebenarnya.’ Pada saat mereka mendengarnya dan mereka merasa yakin bahwa itu Tuhannya, maka mereka berkata, ‘Engkaulah Tuhan kami yang sebenarnya.’ Setelah itu mereka mengikuti-Nya.

Kemudian Allah swt. menciptakan sebuah titian yang membentang di atas api neraka, maka aku –Rasulullah saw.—dan umatku menjadi umat yang pertama menyeberangi titian itu. Pada saat itu tidak ada seorang pun yang dapat berbicara selain para rasul, dimana ketika itu para rasul berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, ya Allah, selamatkanlah.’ Sementara di dalam neraka Jahanam terdapat besi-besi yang melengkung bagaikan lengkungan pancing, seperti duri pohon Sa’dan (nama pohon yang berduri). Kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat yang hadir, ‘Apakah kalian pernah melihat duri pohon Sa’dan?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’

Mendengar hal itu, Rasulullah saw. bersabda, ‘Seperti itulah besi-besi yang melengkung itu, hanya saja besarnya tidak terkirakan, dan hanya Allah yang mengetahui ukurannya. Besi-besi inilah yang kelak akan mengait orang-orang yang sedang meniti titian itu sesuai dengan kadar dosa masing-masing. Dimana orang yang teguh dengan amalnya akan selamat dari kaitannya, sementara orang yang berdosa akan terkait (tersangkut), tetapi akhirnya dilepaskan.

Setelah Allah selesai mengadili hamba-hamba-Nya, dan Dia berkehendak mengeluarkan penghuni neraka dengan rahmat-Nya, maka Allah memberikan perintah kepada para malaikat-Nya untuk mengeluarkan mereka yang patut mendapat rahmat-Nya, yaitu orang yang tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selama hidup di dunia. Di antara orang yang patut mendapatkan rahmat-Nya adalah orang yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah. Kemudian para malaikat yang mendapat perintah itu segera mengenali mereka, dan mereka mengenalinya melalui tanda bekas sujud yang ada pada kening mereka karena hanya bekas sujudlah bagian tubuh manusia yang tidak akan hangus dibakar api neraka, dimana Allah telah mengharamkan api neraka untuk membakarnya dan menghanguskannya.

Kemudian para malaikat segera mengeluarkan mereka dalam keadaan yang sudah pada hangus, lalu disiramkan ke tubuh mereka air kehidupan (air pemulihan). Akibat siraman air kehidupan itulah, akhirnya mereka tumbuh dan pulih kembali seperti sediakala bagaikan tumbuhnya biji-bijian setelah terjadi banjir besar (dimana mereka tumbuh dalam keadaan masih muda dan besar).

Setelah Allah selesai mengadili dan memvonis di antara hamba-hamba-Nya, tiba-tiba terlihat seseorang (yang masih tertinggal) yang sedang mengarahkan pandangannya ke arah neraka, dan dialah orang yang paling terakhir masuk surga. Kemudian kepada Allah, dia memohon, ‘Wahai Tuhanku, palingkan mukaku dari neraka karena baunya telah meracuniku, dan kobaran apinya telah membakarku.’ Permohonan itu diulanginya berulang kali, dan akhirnya Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya Aku mengabulkan permintaanmu ini, apakah kiranya kamu tidak akan mengajukan permohonan yang lain?’ Maka orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian dia berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah bahwa dia tidak akan mengajukan permohonan apapun lagi.

Akhirnya permohonan itu dikabulkan Allah, dimana Allah memalingkan muka orang itu dari neraka. Akantetapi ketika dia dihadapkan ke arah surga dan dia menyaksikan kemegahan yang ada di baliknya, maka dia terdiam dalam beberapa saat, lalu dia memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, sampaikanlah aku ke dalam pintu surga.’ Mendengan hal itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kamu tidak akan memohon lagi kepada-Ku selain permohonanmu yang telah Aku kabulkan tadi? Celakalah kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permohonanmu ini.’ Akan tetapi dia tetap memohon kepada Allah untuk dikabulkan permohonannya, sehingga Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya permohonanmu ini Aku kabulkan, apakah kamu tidak akan memohon yang lainnya lagi kepada-Ku?’ Orang itu menjawab, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku tidak akan mengajukan permohonan lagi.’

Kemudian Allah mengabulkan permohonannya itu. Allah membawanya ke depan pintu surga. Setibanya dia di depan pintu surga, Allah membuka pintu surga itu lebar-lebar sehingga orang itu melihat keindahan dan kebahagiaan yang ada di dalamnya. Menyaksikan itu, orang itu terdiam beberapa saat, lalu memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, masukanlah aku ke dalam surga.’ Mendengar itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permohonan lagi kepada-Ku setelah permohonanmu yang tadi Aku kabulkan? Celaka kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu.’

Akan tetapi orang itu terus menerus memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, janganlah kiranya hamba-Mu ini menjadi orang yang paling celaka.’ Kemudian ia mengulang-ulang permohonannya, sehingga hal itu menyebabkan Allah tertawa. Allah berfirman kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga.’ Pada saat orang itu masuk ke dalam surga, Allah berfirman kepadanya, ‘Sekarang angankanlah segala keinganmu.’ Kemudian orang itu memohon kepada Allah dengan mengajukan berbagai macam keinginannya dan mencita-citakan berbagai macam kenikmatan, sampai Allah mengingatkannya kepada berbagai menikmatan yang tidak diketahuinya. Lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.”

Atha’ bin Yazid berkata, “Ketika Abu Sa’id Al-Kudri mendengarkan Abu Hurairah menuturkan hadits itu, tidak ada bagian dari hadits itu yang dipertanyakannya, selain firman Allah terhadap orang tadi: ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’

Abu Sa’id Al-Kudri berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, apakah kenikmatan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Aku tidak mengetahuinya selain aku mendengarnya seperti itu dari Rasulullah saw., dimana beliau bersabda, ‘ kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditamabah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’ Kemudian Abu Sa’id Al-Kudri berkata, “Aku bersumpah bahwa aku telah mendengar dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan kenikmatan ini akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’” [Hadits shahih, Shahih Muslim nomor 182; Shahih Bukhari nomor 7437]

Continue Reading

Menggugat Paradigma Sukses Pendidikan


“Kalau sudah besar mau jadi apa nak?”
”Jadi doktel……”
”Jadi insinyur, bikin pesawat!!!”
”Jadi PROFESOR…..”
”Jadi bintang pilem….”
”Wah pintar semua murid ibu yaaa…..”
 
Potret percakapan yang tidak asing lagi ditelinga kita ketika anak-anak kita yang manis-manis dan lucu-lucu ditanyakan cita-cita mereka.
Nelongso….LHO? Ya, prihatin. Sebab anak-anak kita fasih sekali menyebutkan cita-cita duniawi mereka, bahkan sejak mereka kecil.

Seorang hafidz baru saja menerima murid baru, seorang anak remaja usia 16 tahun. Setelah wawancara dengan sang calon murid, sang hafidz bicara dengan orangtua anak tersebut: ”Wah Pak, saya terharu sekali, setelah 6 th mengajar tahidzul Qur’an di sekolah Islam terpadu, baru kali ini saya mendapatkan murid yang bercita-cita jadi hafidz 30 juz!”. Kontan si orangtua bertanya: ”Apa begitu, ustadz? Kan banyak orangtua murid menyekolahkan anak mereka ke sini justru karena pendidikannya terpadu dengan Islam? Bahkan tahfidzul Qur’an termasuk kurikulum, ’kan?”. ”Yaah, begitulah Pak, kenyataannya perhatian murid maupun orangtua terhadap Qur’an juga tidak sebesar itu. Maksud saya, sedikit sekali yang berpikir menjadikan keahlian Qur’an sebagai cita-cita untuk dikejar.” Nelongso dua kali!

Memang itu kenyataan zaman kita sekarang. Jika seorang ditanya suami model apa yang ia harapkan untuk putrinya, maka kebanyakan jawaban pertamanya menyangkut kriteria keberhasilan seperti: sarjana, dokter, orang kaya dst. Begitu pula jika ditanya apa yang ia harapkan dari putra-putrinya sendiri kelak jika mereka sudah besar dan dewasa.
 
Salahkah itu? Belum tentu.
 
Memang keberhasilan dunia adalah hal yang perlu. Perlu untuk kehidupan di dunia fana ini. Menurut pendapat umum, seseorang yang mempunyai sederet gelar keberhasilan dunia pasti hidupnya ’tidak susah’. Benarkah tidak susah?

Seorang anak manusia yang lahir tanpa pengetahuan, adalah obyek garapan lingkungan hidupnya. Ia akan belajar baik dan buruk dari apa yang tersaji padanya sebagai rangkaian pengalaman, pembelajaran dan peristiwa. Kesimpulan-kesimpulan yang diperolehnya merupakan resultante/hasil dari berbagai pengaruh tersebut dengan ditambah apa yang ia bawa sebagai bakat genetiknya. Jadilah ia manusia zamannya, manusia hari ini.

Ibu, bapak, guru dan keluarga merupakan guru-guru pertama dan utama. Dari orang-orang inilah si anak pertama kali mempelajari apa arti sukses dan gagal. Seorang yang sepanjang hidupnya selalu melihat praktek penghambaan terhadap materi, ia akan mengadopsi pandangan lingkungannya tentang mana yang ’patut dipilih’ atau ’patut dihindari’. Atau dalam bahasa populer: mana yang dianggap ’sukses’ dan ’baik’ dan mana yang dianggap ’gagal’ dan ’buruk’. 

Dalam dunia yang saat ini dikuasai materialisme, semua kriteria sukses dihubungkan dengan kesuksesan bendawi dan semakin jauh dari pemahaman dan pendalaman nilai-nilai tinggi yang tidak kasat mata. Kebahagiaan seseorang hanya diapresiasi dari gemerlap bajunya, mentereng rumahnya tanpa melihat kepada airmata duka yang terpendam dalam pahit hidupnya yang morat-marit dan kegelisahan hatinya yang kering kerontang. 

Hal-hal seperti itu baru terlihat dan diperhatikan orang banyak hanya jika sudah terangkat sebagai bahan celotehan acara tayangan gossip. Mirisnya, tayangan-tayangan seperti itupun TIDAK memberikan kesimpulan-kesimpulan yang mendidik. Cukup sekedar memoles berita menjadi bahan obyek rating dan mottonya: semakin seru semakin tinggi nilai gossipnya.

Hidup memang ujian. Sudah pasti hidup seseorang akan mengalami enak dan tidak enak, susah dan senang. Namanya juga dunia, ”daarul ibtila’ ” atau kampung ujian.
 
Lalu bagaimana seharusnya kita menilai sukses dan tidak sukses kehidupan dunia ini?
Sebagai sebuah sistem nilai yang sempurna, Islam mempunyai sebuah ‘paradigma sukses’ yang khas dan tidak bisa difahami kecuali dengan kelengkapan pemahaman dari sub-sistem nilai Islam yang lain, yaitu misalnya dari Aqidah Islamiyah.
 
Sebagaimana yang dapat kita lihat pada ayat berikut:

“ Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Kita lihat di sini bahwa (1) Yang dimaksud dengan ‘sukses’ menurut paradigma Al-Qur’an adalah Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga. (2) Ditegaskan lagi bahwa yang namanya kehidupan dunia hanyalah suatu keadaan sementara (fana) sedangkan penyempurnaan pahala hanya terjadi di Akhirat (3) Paradigma sukses menurut Islam tidak terlepas dari masalah keimanan pada hari Kiamat (masalah Aqidah/ faith).

Hidup ini sebentar dan semu, sedangkan HIDUP yang sebenarnya, yang panjang, yang kekal, yang abadi, justru adalah hidup nanti.

Memang, ternyata pandangan kita masih pendek.

Wallahua’lam bishshowwaab
Continue Reading

Surat-Surat Pluralisme Kartini

kartini1Oleh: Artawijaya*

Setiap tahun pada tanggal 21 April pemerintah memperingati Hari Kartini. Peringatan ini merujuk pada sosok Raden Ajeng Kartini (1879-1904), anak priyai Jawa yang dianggap sebagai pelopor kemajuan perempuan Indonesia.

Hampir setiap tahun, peringatan ini diiringi dengan berbagai kegiatan, terutama kegiatan-kegiatan yang mengusung tema emansipasi wanita. Kalangan liberal pun tak mau ketinggalan, peringatan Hari Kartini dijadikan momen untuk mengampanyekan kesetaraan gender, feminisme, dan emansipasi perempuan. Kartini pun menjadi idola wanita Indonesia.

Padahal, jika mau jujur pada kenyataan sejarah, tanpa menihilkan gagasan-gagasannya, apa yang dilakukan oleh Kartini baru sebatas surat menyurat, sebatas wacana, belum pada tingkatan aksi, seperti yang lebih dulu dilakukan oleh Rohana Kudus di Sumatera Barat, dengan mendirikan sekolah untuk memajukan pendidikan perempuan.

Surat menyurat Kartini yang dianggap berisi gagasan-gagasan tentang kemajuan perempuan pribumi, diterbitkan oleh Kartini Fonds, sebuah lembaga yang dibentuk di negeri Belanda. Kumpulan surat-surat Kartini yang dibukukan dan diberi judul ”Door Duisternis tot Licht” kemudian diterbitkan pada 1917, 14 tahun pasca wafatnya Kartini pada 1904. Kumpulan surat tersebut kemudian diterjemahkan oleh Armin Pane, sastrawan penganut Theosofi dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

kartini_php

Sebagian isi surat surat Kartini, terutama tentang kondisi kebatinan dan pemahaman kegamaannya, sangat beraroma pluralisme. Kartini bahkan pernah mengatakan, bahwa agama sesungguhnya adalah kebatinan. Tak ada data-data dan keterangan yang jelas, bahwa di akhir hayatnya, Kartini mengoreksi pemahamannya yang sangat bercorak Theosofi.

Meskipun di akhir hayatnya, dalam rentang waktu pada 1903, ia mengaku bertemu dan belajar agama dengan seorang kiai di Demak yang bernama Kiai Sholeh Darat. Pertemuan dengan kiai itu pun berlangsung singkat, karena pada tahun yang sama sang kiai meninggal dunia. Dan, setahun kemudian Kartini menyusul meninggal dunia pula.

Jika merujuk pada pertemuan dengan Kiai Sholeh Darat dan pengakuan Kartini bahwa ia baru mengenal Al-Qur’an setelah bertemu dengan kiai tersebut, maka rentang waktu ia mengenal Al-Qur’an dan belajar keislaman hanya berlangsung setahun. Jauh sebelum itu, pikiran-pikiran Kartini dan pemahaman keagamaannya sangat kental dengan nuansa kebatinan Theosofi, sebuah aliran kebatinan yang didirikan oleh perempuan berdarah Yahudi, Helena Petrovna Blavatsky.

Setelah bertemu dengan kiai itu, sekali lagi, tak ada keterangan bahwa ia mengoreksi pemahamannya yang bercorak sinkretisme atau pluralisme agama sebagaimana tercermin dalam surat-suratnya.

Sebagai seorang Muslim tentu kita berharap, Kartini meninggal dalam keadaan sempurna keislamannya, tanpa ada lagi noda-noda pemahaman yang mengganggap semua agama sama. Namun, fakta sejarah bahwa surat-surat yang ditulisnya sangat mengandung ajaran pluralisme agama, harus tetap diungkapkan.

Tujuannya, agar sosok Kartini yang dijadikan pahlawan nasional bisa terlihat utuh, dan selubung sejarah bisa tersingkap secara terang. Setelah itu, silakan kejujuran masyarakat yang menilai.

Kartini mengaku dalam surat-suratnya, ada orang yang hendak mengajaknya menjadi penganut Theosofi dan ada juga yang mengatakan dirinya secara sadar atau tidak, adalah penganut Theosofi.

”Orang yang tidak kami kenal secara pribadi hendak membuat kami mutlak penganut Theosofi, dia bersedia untuk memberi kami keterangan mengenai segala macam kegelapan di dalam pengetahuan itu. Orang lain yang juga tidak kami kenal menyatakan bahwa tanpa kami sadari sendiri, kami adalah penganut Theosofi.” (Surat Kepada Ny Abendanon, 24 Agustus 1902)

”Pagi harinya kami pergi ke Semarang, di tram kami mendengar banyak, dan apa yang kami alami malam itu, akan kami ceritakan kepada Nyonya kemudian dengan panjang lebar, sekarang itu kami lewati dengan diam-diam. Hari berikutnya kami berbicara dengan Presiden Perkumpulan Theosofi, yang bersedia memberi penerangan kepada kami, lagi-lagi kami mendengar banyak yang membuat kami berpikir.” (Surat Kepada Nyonya Abendanon, 15 September 1902)

Berikut ini surat-surat Kartini yang sangat kental dengan pemahaman kebatinan Theosofi yang mengusung doktrin humanisme dan pluralisme agama:

Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (Surat kepada Ny Abendanon, 14 Desember 1902)

”Agama yang sesungguhnya adalah kebatinan, dan agama itu bisa dipeluk baik sebagai Nasrani, maupun Islam, dan lain-lain.” (Surat 31 Januari 1903)

”Kalau orang mau juga mengajarkan agama kepada orang Jawa, ajarkanlah kepada mereka Tuhan yang satu-satunya, yaitu Bapak Maha Pengasih, Bapak semua umat, baik Kristen maupun Islam, Buddha maupun Yahudi, dan lain-lain.” (Surat kepada E.C Abendanon, 31 Januari 1903)

”Tidak peduli agama apa yang dipeluk orang dan bangsa apa mereka itu. Jiwa mulia akan tetap mulia juga dan orang budiman akan budiman juga. Hamba Allah tetap dalam tiap-tiap agama, dalam tengah-tengah segala bangsa” (Surat kepada Dr N Adriani, 5 Juli 1903)

”Betapapun jalan-jalan yang kita lalui berbeda, tetapi kesemuanya menuju kepada satu tujuan yang sama, yaitu Kebaikan. Kita juga mengabdi kepada Kebaikan, yang tuan sebut Tuhan, dan kami sendiri menyebutnya Allah.” (Surat kepada Dr N Adriani, 24 September 1902)

”Tuhan kami adalah nurani, neraka dan surga kami adalah nurani. Dengan melakukan kejahatan, nurani kamilah yang menghukum kami. Dengan melakukan kebajikan, nurani kamilah yang memberi kurnia.” (Surat kepada E.C Abendanon, 15 Agustus 1902)

“Selama kami maklumi dan mengerti bahwa ujud semua agama itu baik dan bagus adanya. Tetapi, aduhai, manusia apa jadinya agama itu, kalau perbuatan agama dimaksudkan untuk mempertarikan semua makhluk-makhluk Allah yang berkulit putih maupun yang berkulit hitam, tidak pandang pangkat, perempuan ataupun laki-laki. Agama mana yang dipeluknya, semuanya kita ini adalah anak kepada Bapak Yang Satu itu juga, kepada Tuhan Yang Maha Esa.” (Surat kepada Nyonya Nielle van Koll, 21 Juli 1902).
letters-from-kartini

Demikian diantara beberapa surat-surat Kartini yang dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya. Surat-surat tersebut mencerminkan betapa kuatnya pengaruh Theosofi, yang pada kurun waktu 1900-an sangat berpengaruh di lingkungan elit dan para priyai Jawa.Surat-surat tersebut mendapat pujian dari Ny. Eleanor Roosevelt, istri Presiden AS, Franklin D Roosevelt, yang juga anggota Ordo East Star, sebuah sayap organisasi Freemason yang membolehkan wanita sebagai anggotanya. Pada masa lalu, ordo ini juga begitu kuat pengaruhnya di Hindia Belanda, dengan nama Order Oost Ster (Ordo Bintang Timur).

Tahun 1979, dalam rangka memperingati 100 tahun wafatnya Kartini, Ny. Eleanor Roosevelt menulis sambutan yang berisi pujian terhadap surat-surat Kartini berikut ini:

“Saya senang sekali memperoleh pandangan-pandangan yang tajam yang diberikan oleh surat-surat ini. Satu catatan kecil dalam surat itu menurut saya merupakan sesuatu yang patut kita semua ingat. Kartini katakan: Kami merasa bahwa inti dari semua agama adalah hidup yang benar, dan bahwa semua agama itu baik dan indah. Akan tetapi, wahai umat manusia, apa yang kalian perbuat dengan dia? Daripada mempersatukan kita, agama seringkali memaksa kita terpisah dan sedangkan gadis yang muda ini menyadari bahwa ia harus menjadi kekuatan pemersatu.”

*Penulis buku “Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta:Pustaka Al-Kautsar, 2010.
Sumber Rujukan:

- Armin Pane, Habis Gelap Terbitlah Terang, Jakarta: Balai Pustaka, 1990

- Solichin Salam, Kartini Seratus Tahun, Jakarta: Penerbit Gunung Muria, 1979

- Th Sumarna, Tuhan dan Agama dalam Pergulatan Batin Kartini, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti,
1993

- Siti Soemandari Soeroto, Kartini Sebuah Biografi, Jakarta: Gunung Agung, 1979

- Pramoedya Ananta Toer, Panggil Aku Kartini Saja, Jakarta: Nusantara, 1962

- Drs. Tashadi, R.A Kartini, Jakarta: Proyek Biografi Pahlawan Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1975.

- Kartini Surat Menyurat Kepada Ny R. M Abendanon-Mandri dan Suaminya, Jakarta: Djambatan, 2000

- Aristides Katoppo (ed), Seabad Kartini (1879-1979), Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1979, cet. Pertama

- Artawijaya, Gerakan Theosofi di Indonesia, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010

[Sumber]
Continue Reading

Pangeran Charles : Kehancuran Umat Manusia karena Kehidupan yang Bertentangan dengan Prinsip Islam

pangeran-charlesUntuk Bisa Membaca Al-Qur’an, Pangeran Charles Belajar Bahasa Arab

LONDON - Laporan dari Inggris mengungkapkan bahwa Pangeran Charles, pewaris tahta kerajaan Inggris yang mengunjungi Arab Saudi saat ini dalam turnya di Timur Tengah, mencoba belajar bahasa Arab sejak enam bulan lalu agar bisa membaca Al-Qur’an dalam bentuk aslinya. Juga, bisa berbicara beberapa kata bahasa Arab ketika kunjungannya ke timur tengah. Sang Pangeran disebutkan sangat tertarik dengan wilayah tersebut.

Menurut surat kabar Sabaq, ketika berada di sebuah acara di Qatar untuk orang-orang yang telah lulus dari sejumlah universitas di Inggris, Charles merasa kesulitan untuk menyerap bahasa Arab.

Ia mengatakan, “Bahasa tersebut masuk dari satu telinga dan keluar dari telinga yang lain.” Sebelumnya ia telah memulai studi bahasa Arab namun keburu menyerah karena ketidakmampuannya untuk menyimpan sesuatu dari kata-kata Arab.


Salah satu ajudannya menyebutkan bahwa Pangeran sangat ingin belajar bahasa Arab, dalam upaya agar bisa membaca Al-Qur’an, teks Arab, mempelajari Islam, dan untuk memberikan kontribusi dari bantuan yang ia berikan selama kunjungannya di Timur Tengah, tanpa perlu untuk diterjemahkan ketika ia berada di masjid-masjid, atau musium-musium Islam.

Mengapa Pangeran Charles begitu antusiasnya mempelajari Islam dan bahasa Arab? Benarkah kabar yang menyebut dia sudah masuk Islam sejak beberapa tahun lalu?

Putra Mahkota Kerajaan Inggris ini, mengakui prinsip-prinsip Islam dapat menyelamatkan dunia. Dalam ceramahnya selama satu jam di hadapan para sarjana studi Islam di Oxford, 10 Juni 2010 lalu, Pangeran Charles berargumen bahwa kehancuran umat manusia di dunia terutama karena kehidupan yang tak sejalan atau bertentangan dengan nilai-nilai dan prinsip Islam. Karena itu, ia mendesak dunia untuk mengikuti prinsip-prinsip Islam.

Wartawan Middle East Quarterly, Ronni L. Gordon dan David M. Stillman pada 1997 menunjukkan bukti-bukti bahwa Pangeran Charles masuk Islam secara rahasia.
Pernyataannya ini didasarkan atas bukti-bukti bahwa:

Pangeran Charles selalu membawa nilai-nilai Islam dalam public opinion-nya, seperti: membela hukum Islam, memuji status wanita Muslim, merujuk Islam sebagai solusi untuk mengobati penyakit-penyakit masyarakat Britain.

Dan tindakan-tindakan Pangeran Charles mencerminkan kekagumannya pada Islam, dengan membentuk “Panel 12”, sebuah dewan penasihat yang memberikan advice kepadanya tentang Islam dan budaya Islam. Wallahu A’lam.

Continue Reading

Tipuan Demokrasi Jelang 2014, Parpol Bodohi Rakyat Rekrut Seleb & Aktris untuk Dulang Suara!

pemilu-2009-sia-siaSejumlah partai politik berlomba-lomba merekrut seleb dan aktris sebanyak-banyaknya untuk dijadikan calon anggota legislatif (caleg) dalam rangka mendulang suara. Mereka yakin dengan merekrut caleg dari kalangan seleb dan aktris sebanyak-banyaknya target suara di DPR akan tercapai.

Tak peduli, si seleb dan aktris itu bermutu atau tidak, yang penting popular, dan rakyat akan memilihnya pada saat pemilu berlangsung 2014 mendatang.

Kasihan kebanyakan rakyat Indonesia, terutama mereka yang selama ini mengidolakan dan menggilai-gilai seleb dan aktris yang biasa mereka lihat di televisi. Rakyat kebanyakan disuguhi pilihan caleg yang, jika kita lihat mereka yang direkrut dari kalangan seleb dan aktris ini sudah dapatlah dinilai bagaimana sesungguhnya kualitas dan kemampuan mereka.

Walhasil, sederet nama seleb dan aktris yang mendaftar dan menjadi caleg sejumlah parpol itu hanya mengandalkan popularitas belaka. Jika mereka terpilih melenggang ke Senayan, parpol yang merekrut mereka pun menikmati raihan suara hasil dari popularitas mereka, tanpa peduli dengan kualitas sang caleg.

Ini hanya semakin menambah daftar pembodohan dan pembohongan publik di republik ini, setelah sebagian besar calegnya terpilih lantaran: popular dan punya fulus banyak.

demo-tolak-pemilu
Demo Tolak Pemilu

Makin ke sini, alih-alih memberikan pendidikan politik kepada rakyat, malah akrobat mereka kian tak peduli dengan melakukan pembodohan terhadap rakyat. Mereka hanya memikirkan bagaimana caranya suara yang didulang diraih sebanyak-banyaknya tanpa peduli dengan kualitas caleg yang disodorkan kepada rakyat.

Kalau boleh disebut parpol yang hanya mengandalkan caleg dari kalangan orang-orang yang popular dan banyak duit, sesungguhnya kualitasnya 11-12 dengan para caleg yang direkrut dari kalangan seleb dan aktris tersebut.

Maka, jika nanti rumah rakyat di Senayan dihuni oleh orang-orang yang tidak berkualitas, dapat dipastikan kinerja DPR tak lebih bagus dari periode sebelumnya, bahkan bisa lebih buruk lagi.



pemilu-2009-melanggengkan-pemerintahan-sekulerDemikianlah sistem yang dengannya rakyat dapat dibodohi bahkan ditipu untuk kepentingan mendulang suara sebanyak-banyaknya dengan cara menyodorkan orang-orang popular dan banyak duitnya, meskipun miskin mutu! Pemilu yang kalau boleh disebut tak menghasilkan apa-apa selain perilaku korup dan kebobrokan baru dengan penghamburan uang rakyat yang sedemikian besarnya.

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,” [QS. Al-Ahzab 72]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya: “Bagaimana maksud amanat disia-siakan?” Nabi menjawab, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya,” [HR Bukhari No. 6015]

Negara ini sebelumnya dan sampai sekarang saja sudah hancur-hancuran lantaran tidak mengacu kepada sistem Islam. Negeri ini sebelumnya dan hingga kini saja sudah rusak karena salah pilih orang dan salah urus, apalagi nanti, makin tambah hancur jika kelakuan mereka pemangku republik ini kian kacau dan makin jauh dari nilai-nilai Islam! Na’uudzubillaahi mindzaalik!

Continue Reading

Keajaiban Perang di Suriah: Para Malaikat, Tentara Allah, Turun Membantu Mujahidin

HASI-pertolongan-Allah-cerah-di-Jabal-TurkmanPerang di Suriah, entah kenapa, media di Indonesia khususnya seperti tak berminat untuk memblow-upnya.

Kecamuk perang di Suriah dan banyaknya korban gugur, khususnya dari kalangan warga sipil Muslim, luput dari berita. Bahkan, ironisnya, umumnya media menyebut Mujahidin yang melawan  rezim thaghut Bashar Assad sebagai “pemberontak”.

Karena sunyi dari berita dan tayangan inilah, otomatis publik–khususnya umat Islam di Indonesia–tidak begitu ngeh dengan apa yang terjadi di Suriah sesungguhnya.

Padahal, seperti diceritakan relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan dan medis di salah satu front di jabal Akrod, perang di Suriah sungguh luar biasa. Karena itulah, kenapa, misalnya, dengan kehendak Allah, bumi Syam (Suriah) dipilih sebagai tempat perang yang melibatkan banyak pihak.

Akankah perang Suriah berlangsung lama, bahkan kelak menjadi cikal bakal peperangan menjelang kiamat tiba? Wallahu A’lam. Yang jelas, keterlibatan banyak pihak (negara) dalam konflik di Suriah ini, boleh jadi ada skenario yang Allah kehendaki dalam peperangan ini.

Tim Ketiga Relawan HASI, setidaknya, merasakan keberkahan bumi Syam. Panggilan jihad benar-benar mereka saksikan di wilayah tempat mereka mengemban tugas.

Saat mereka bertugas di Jabal Akrod, banyak kisah dan pengakuan yang mereka dengar sendiri, betapa pertolongan Allah benar-benar turun di Bumi Jihad Suriah.

Hasi-laporan-dari-SuriahKoordinator Tim Ketiga HASI,  Abu Yahya, menceritakan kisah seorang mantan tentara Bashar Asad yang membelot dan bertaubat lalu bergabung dengan Mujahidin.

Saat diwawancara oleh Mujahidin Suriah dan relawan HASI, mantan tentara Asad itu, menjawab pertanyaan kenapa pasukan Asad yang berjumlah 1500 personel di Jabal Akhrod tidak berani melakukan serangan kepada Mujahidin Suriah yang hanya berjumlah 150 personel, padahal baik secara kekuatan (jumlah)  maupun persenjataan, Mujahidin jauh kalah dibanding tentara Asad.

Mantan tentara Asad itu menjelaskan sembari terkejut dan heran lalu balik bertanya. “Siapa bilang jumlah kalian sedikit? Kami setiap malam melihat kalian dengan pakaian putih-putih bergerak dari satu lembah ke lembah lain sehingga kami berpikir jumlah kalian begitu banyak dan menjadi pertimbangan kami untuk tidak lebih dulu menyerang,” ungkapnya seperti diceritakan kembali oleh Abu Yahya dalam presentasi Laporan Tim ke-3 HASI kepada Forum Indonesia Peduli Suriah (FIPS) di Gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta, Selasa (11/12/2012).

Seperti diketahui, wilayah Jabal Akrod mempunyai sebuah tapal batas dengan tentara Asad yang jumlahnya ribuan. Tapal batas tersebut hanya dijaga oleh ratusan mujahidin. Begitu pentingnya tapal batas tersebut mempengaruhi situasi di Jabal Akrod, jika pasukan Asad mampu membobolnya.

“Namun, hingga kita pulang mereka tidak mampu membobol tapal batas, Allah menurunkan pertolongannya. Sebab, di sana dijaga oleh para Mujahidin yang sangat ikhlas mencari ridho Allah, sangat menjaga ke-Islamannya, sedikit bicara, menundukkan pandangan, dan menjauhi sikap ashobiyah (fanatisme kelompok),” papar Ustadz Oemar Mitha, penerjemah yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan HASI.


Peristiwa-peritistiwa luar biasa seperti di atas pun tidak hanya terjadi satu kali.  Pada kejadian yang lain, Mujahidin hendak melakukan perang dengan konvoi 50 truk yang berisi tentara Bashar Asad.
Hingga pada satu titik terjadilah baku tembak antara Mujahidin dengan tentara Asad. Mujahidin memang sudah bertekad  untuk menghabisi dan memukul mundur tentara Bashar Asad.

kelompok2-pejuang-suriah-bersatu-utk-melawan-rezim-bashar-assadDi luar dugaan, tiba-tiba saja muncul kejadian di luar perkiraan mereka. Helikopter dan pesawat tempur datang seperti hendak memerangi Mujahidin. Mujahidin yakin, ini bantuan dari pihak Bashar Asad untuk menghabisi mereka.

Ingat, hingga kini Mujahidin Suriah sama sekali tidak memiliki alat tempur seperti pesawat. Mereka bertempur hanya via jalur darat dengan persenjataan yang kalah canggih jika dibandingkan milik rezim Asad.

Mengukur jumlah personel dan persenjataan yang terbatas, komando Mujahidin menyerukan agar segera mengosongkan tempat pertempuran dan masuk ke gunung-gunung untuk mengatur strategi.
Anehnya, ketika Mujahidin sudah menarik diri, suara baku tembak masih saja terus terjadi. 

Berondongan dan desingan peluru seperti enggan berhenti walau tidak ada satu Mujahidin pun tersisa di lokasi pertempuran. Komandan Mujahidin sampai bertanya-tanya dalam hati, siapakah sebenarnya yang sedang berperang melawan tentara Bashar Asad?

Ia pun mengecek jumlah personel untuk memastikan kemungkinan ada Mujahidin tertinggal dan melakukan perlawanan terhadap tentara Asad. Namun hasil perhitungannya, seluruh Mujahidin sudah berada di gunung.

Hingga datang matahari terbit dan mereka yakin kondisi telah aman, barisan Mujahidin pun turun dari gunung-gunung. Dan, betapa terkejutnya mereka melihat sebagian tentara Asad telah tewas dengan luka menganga. Sebagian lainnya mengalami luka berat layaknya baru menghadapi pertempuran hebat.

HASITentu kejadian ini menjadi seribu tanya bagi Abu Yahya, relawan HASI yang menghabiskan waktu selama satu bulan, 4 November – 4 Desember 2012, di Desa Salma, Jabal Akhrod, Suriah. Ia mendapatkan kisah ini langsung dari Mujahidin.

“Lantas siapa yang berada di dalam pesawat dan helikopter untuk melawan tentara Suriah?” tanya Abu Yahya yang diliputi rasa heran audiens yang hadir.

Banyak peristiwa-peristiwa lain yang belum sempat diceritakan relawan HASI secara lengkap mengingat keterbatasan waktu.

Namun, kisah-kisah tersebut sudah cukup mengukuhkan keyakinan perihal munculnya ayaturrahman fii jihadil-Syam (keajaiban perang di Bumi Syam).

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut,” [QS. Al-Anfal: 10]

Allahu Akbar!

Continue Reading

Menjalani Zaman Penuh Fitnah

fitnah-dajjal

Dari Abu Salmah, beliau pernah mendengar dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW telah bersabda ; Maukah kamu sekiranya aku menerangkan tentang Dajjal, suatu keterangan yang belum pernah diceritakan seorang nabi kepada kaumnya? Sesungguhnya ia buta sebelah mata, ia datang dengan membawa sesuatu seperti surga dan neraka. Maka apa yang dikatakannya surga adalah neraka dan aku telah memperingatkan kalian terhadapnya sebagaimana Nabi Nuh telah memperingatkan kaumnya. [HR. Muslim]

Zaman yang sedang kita jalani dewasa ini merupakan zaman sarat fitnah. Banyak pesan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai fitnah di akhir zaman yang sangat cocok menggambarkan zaman yang sedang kita lalui saat ini. Inilah zaman ketika giliran kemenangan di dunia bukan berada di fihak ummat Islam. Ini merupakan zaman di mana Allah subhaanahu wa ta’aala menguji orang-orang beriman. Siapa di antara mereka yang mengekor kepada orang-orang kafir, siapa di antara mereka yang emas imannya dan bahkan rela berjihad di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala hingga meraih kemuliaan mati syahid.

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

Artinya : ”Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” [QS Ali Imran 140]

Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta’aala menegaskan bahwa adakalanya ummat Islam memperoleh kemenangan dalam medan peperangan namun adakalanya kaum musyrikin-kuffar yang menang. Ini merupakan perkara biasa dalam kehidupan di dunia yang fana. 

Dunia merupakan tempat di mana segala keadaan berubah silih berganti, tidak ada yang tetap dan langgeng. Kadang manusia menang, kadang kalah. Kadang lapang, kadang sempit. Susah-senang, sehat-sakit, kaya-miskin, terang-gelap, siang-malam, berjaya-terpuruk semuanya silih berganti dan selalu bergiliran. Itulah dunia. Berbeda dengan di akhirat nanti. Manusia hanya punya satu dari dua pilihan keadaan. Pertama, ia mungkin hidup abadi dalam kesenangan hakiki di dalam surga Allah subhaanahu wa ta’aala. Atau sebaliknya, hidup kekal dalam penderitaan sejati di neraka Allah subhaanahu wa ta’aala.

A. Thompson Sedemikian kelamnya zaman yang sedang kita jalani dewasa ini sehingga seorang Ulama Pakistan yang sempat tinggal lama di Amerika menyebutnya sebagai A Godless Civilization (Peradaban Yang Tidak Bertuhan). Ahmad Thompson, seorang penulis muslim berkebangsaan Inggris menyebutnya sebagai Sistem Dajjal. Ia mengatakan bahwa sejak runtuhnya Khilafah Islam terakhir -sekitar 80-an tahun yang lalu- dunia didominasi oleh fihak kuffar. Perjalanan ummat manusia semakin menjauh dari nilai-nilai Kenabian, ajaran Islam. Berbagai sisi kehidupan diarahkan oleh nilai-nilai kekufuran sehingga kondisinya saat ini sudah sangat kondusif untuk kedatangan fitnah paling dahsyat, yakni fitnah Dajjal.

Semenjak runtuhnya kekhalifahan terakhir, ummat Islam menjadi laksana anak-anak ayam kehilangan induk. Masing-masing negeri kaum muslimin mendirikan karakter kebangsaannya sendiri-sendiri seraya meninggalkan dan menanggalkan ikatan aqidah serta akhlak Islam sebagai identitas utama bangsa. Akhirnya tidak terelakkan bahwa ummat Islam yang jumlahnya di seantero dunia mencapai bilangan satu setengah miliar lebih, tidak memiliki kewibawaan karena mereka terpecah belah tidak bersatu sebagai suatu blok kekuataan yang tunggal dan mandiri. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sudah mensinyalir bahwa akan muncul babak keempat perjalanan ummat Islam, yakni kepemimpinan para Mulkan Jabriyyan (Raja-raja yang memaksakan kehendak). Inilah babak yang sedang dilalui ummat dewasa ini.

Jangankan kaum muslimin memimpin dunia, bahkan mereka menjadi ummat yang diarahkan (baca: dieksploitasi) oleh ummat lainnya. Inilah babak paling kelam dalam sejarah Islam. Allah subhaanahu wa ta’aala gilir kepemimpinan dunia dari kaum mu’minin kepada kaum kafirin. Inilah zaman kita sekarang.We are living in the darkest ages of the Islamic history. Dunia menjadi morat-marit sarat fitnah. Nilai-nilai jahiliah modern mendominasi kehidupan. Para penguasa mengatur masyarakat bukan dengan bimbingan wahyu Ilahi, melainkan hawa nafsu pribadi dan kelompok. Pada babak inilah tegaknya Sistem Dajjal. Berbagai lini kehidupan ummat manusia diatur dengan Dajjalic values (nilai-nilai Dajjal). Segenap urusan dunia dikelola dengan nilai-nilai materialisme-liberalisme-sekularisme, baik politik, sosial, ekonomi, budaya, medis, pertahanan-keamanan, militer bahkan keagamaan. Masyarakat kian dijauhkan dari pola hidup berdasarkan manhaj Kenabian.

Dalam bidang politik ummat dipaksa mengikuti budaya -tanpa rasa malu dan rasa takut kepada Allah subhaanahu wa ta’aala- di mana seorang manusia menawarkan dirinya menjadi pemimpin, bahkan dengan over-confident mengkampanyekan dirinya agar dipilih masyarakat. Sambil menebar setumpuk janji kepada rakyat. Padahal Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ أُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا

Artinya : ”Hai Abdurrahman, janganlah kamu meminta pangkat kedudukan! Apabila kamu diberi karena memintanya, maka hal itu akan menjadi suatu beban berat bagimu. Lain halnya apabila kamu diberi tanpa adanya permintaan darimu, maka kamu akan ditolong.” [HR Muslim 9/343]

bgpSementara itu dibidang ekonomi dan keuangan ummat dipaksa tunduk pada tiga pilar setan, yaitu Bunga Bank (baca: Riba), Uang Fiat (baca: uang kertas) dan Money Creation yaitu sistem yang memberi kekuasaan pada bank untuk melakukan proses penciptaan uang. Padahal Islam memiliki konsep yang sangat baku tentang uang dan segala bentuk transaksi yang melibatkan uang. 

Bukan hanya sebatas teori tetapi blue print keuangan Islam memang pernah diwujudkan dalam bentuk nyata sejak masa awal ke-Khalifahan Islam dan terbukti hasilnya berupa kemakmuran bagi seluruh rakyat. Itulah yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an sebagai dhzahab (emas) dan fidhdhoh (perak) dan secara empiris berupa dinar dan dirham. Suatu jenis mata uang yang memiliki intrinsic value serta aman dari inflasi.

Di bidang hukum ummat dipaksa tunduk pada nilai-nilai legal dan illegal (baca: halal dan haram) berdasarkan hawa nafsu para law-makers. Kita bisa menyaksikan suatu saat perilaku homoseksual dan lesbianisme dicap illegal-haram namun pada lain waktu dianggap legal-halal. Padahal Allah berfirman: ”Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [QS. Al-Maidah 44]. Bahkan sistem Dajjal mencap kebanyakan orang-orang beriman pejuang tegaknya agama Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai teroris. Dan menempatkan para kriminal pelanggar berat HAM sebagai pimpinan negara-negara maju.

Di bidang pertahanan keamanan ummat dipaksa tunduk pada konsep ashobiyyah (fanatisme kelompok). Angkatan militer berbagai negara dewasa ini dibentuk untuk mempertahankan spirit right or wrong is my country. Barangkali selain angkatan militer Hamas di Palestina, tak ada satupun kekuatan hankam yang dibentuk dengan cita-cita menegakkan kalimat Allah atau mati syahid. Kebanyakan prajurit militer modern menjadi budak jalur komandonya. Mereka tidak pernah dibina untuk menjadi hamba Allah sejati. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman: ”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran” [QS. At-Taubah 111]

Sedangkan seni dan budaya telah menjadi industri syahwat. Sangat langka dijumpai produk di bidang ini yang bila dinikmati membawa manusia menjadi lebih dekat dan mengingat Allah Yang Maha Indah. Hampir semua film, tontonan, nyanyian, tarian maupun novel menyeret manusia kepada pemuasan syahwat semata tanpa pandang halal-haramnya.

Sungguh, nilai-nilai Dajjal (Dajjalic Values) telah mendominasi segenap lini kehidupan ummat manusia dewasa ini. Sangat boleh jadi kedatangan oknum Dajjal sudah sangat dekat. Sistem Dajjal telah memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal dikenali dan diakui, Dajjal (makhluk bermata satu) bisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan yang dinanti-nanti sebagaimana diisyaratkan dalam the great seal yang tergambar di lembar uang satu dollar Amerika Serikat. Sekaranglah saatnya kita bersikap dan memilih.

Apakah kita mau mengikuti genderang tarian mengawetkan babak keempat Sistem Dajjal ini? Ataukah kita secara aktif mempersiapkan diri menyongsong babak kelima, yakni babak Khilafatun ‘ala Minhaj An-Nubuwwah (kekhalifahan mengikuti pola Kenabian) sebagaimana disinyalir Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bakal menjadi babak lanjutan setelah babak penuh fitnah ini berlalu?

Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template