Rabu, 29 Mei 2013

Free Download Film Seri Umar Bin Khattab

Tahun 810 Masehi, Makkah adalah sumber kekacauan, dengan dominasi kegelapan perang antar suku, pusatnya beragam Tuhan, kota yang dikuasai dengan suku suku brutal, singkatnya, kota dimana ketidak adilan dan kekerasan mendominasi.

Hingga muncullah figur Rasulullah Muhammad Saw yang menyebarkan kedamaian dan kebaikan Islam kepada masyarakat Makkah.
Perjuangan Nabi Muhammad saw sungguh sulit pada masa itu, ketika harus menghadapi ancaman ancaman kekuatan animisme dan paganisme. Nabi Muhammad saw dan para pengikutnya menghadapi diskriminasi bahkan ancaman kematian. Namun karena keyakinannya, perjuangan Nabi Muhammad saw terus berlanjut apapun resikonya.

Singkat cerita, sepeninggal Nabi Muhammad saw dan Sayyidina Abu Bakar diangkatlah Sayyidina Umar bin Khattab sebagai khalifah. Pada periode kepemimpinan Sayyidina Umar inilah kejayaan Islam dimulai. Banyak kemajuan dan terjadi melalui kebijakan kebijakannya. Dan Sayyidina Umar pun berhasil memperluas pengaruh Islam hingga ke Persia.

Sayyidina Umar bin Khattab adalah salah satu sahabat utama Nabi Muhammad Saw, salah satu dari empat Khulafaur Rasyidin, Amirul Mukminin yang adil, bijaksana, tegas, disegani dan selalu memperhatikan urusan kaum muslimin, menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran.
STREAMING DAN DOWNLOAD VIDEO
Umar Bin Khattab 30 Episode
Pilihan Resolusi: 240/360/480/720 Pixel
http://subscene.com/618006
http://www.youtube.com/user/mbc
Continue Reading

Memakan Daging Impor dari Negara Kafir, Haramkah?

1 1Assalamu Alaikum Ustadz
Pertanyaan saya simple saja, bagaimana hukum memakan daging impor dari negara kafir? haramkah?
Wassalam

Abdullah

Assalamu alaikum Wr Wb,

Banyak dari negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam mengimpor daging-daging dari luar negeri, kalau mengimpor dari negara-negara Islam tentunya tidak ada masalah, tetapi yang menjadi masalah adalah jika daging-daging tersebut diimpor dari negara-negara kafir, atau yang mayoritas penduduknya kafir, seperti negara-negara Eropa, Rusia, Amerika, China, bagaimana hukumnya ? halal atau haram ? Tulisan di bawah ini menjelaskannya :

Perlu diketahui bahwa daging yang diimpor dari luar negeri dibagi menjadi dua :

Pertama : Diimpor dari negara-negara yang mayoritas penduduknya orang-orang musyrik seperti Jepang, China, Rusia, Thailand,  maka hukumnya haram.

Kedua :  Diimpor dari negara-negara yang mayoritas penduduknya ahlul kitab, seperti Amerika, Eropa dan Israel. Maka dalam hal ini mengandung beberapa keadaan :

Keadaan Pertama :  Telah diketahui bahwa daging-daging yang diimpor tersebut disembelih secara benar, maka hukumnya halal.

Keadaan Kedua : Telah diketahui bahwa daging-daging yang diimpor tersebut berasal dari binatang yang dibunuh secara tidak benar, seperti dipukul kepalanya sampai mati, atau disetrum. Dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat :

Pendapat Pertama : Hukumnya haram, karena binatang-binatang tersebut mati tidak melalui penyembelihan yang benar, walaupun yang melakukan adalah ahlul kitab. Ini adalah pendapat mayoritas ulama

Pendapat Kedua : Hukumnya halal. Ini adalah pendapat sebagian ulama. Mereka berdalil dengan keumuman firman Allah :

وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ

“Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka.“ (Qs. Al Maidah : 5)

Ibnu al-Arabi berkata dalam menafsirkan ayat di atas :

دَلِيلٌ قَاطِعٌ عَلَى أَنَّ الصَّيْدَ وَطَعَامَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ : مِنَ الطَّيِّبَاتِ الَّتِي أَبَاحَهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ ، وَهُوَ الْحَلَالُ الْمُطْلَقُ

“Ini merupakan dalil yang tegas bahwa buruan dan makanan orang-orang ahlul kitab termasuk hal-hal yang baik yang dihalalkan oleh Allah, makanya hukumnya halal mutlak “ (Ahkam al-Qur’an : 2/44)

Kemudian ketika beliau ditanya tentang orang Nashrani yang memelintir leher ayam, kemudian memasaknya, apakah halal atau haram? beliau menjawab :

“Boleh dimakan, karena itu makanannya dan makanan para pendetanya, walaupun makanan itu bukan sembelihan kita, tetapi Allah telah menghalalkan makanan mereka secara mutlak, dan setiap yang mereka pandang halal dalam agama mereka (tentang makanan), maka hal itu menjadi halal dalam agama kita, kecuali yang sudah dibantah oleh Allah dalam masalah tersebut. “ 

Rasyid Ridha di dalam Tafsir al-Manar  (6/110) menerangkan masalah ini secara panjang lebar dan mendukung pendapat Ibnu Arabi di atas, kemudian beliau menyebutkan juga pendapat Muhammad Abduh dan pendapat ulama-ulama Malikiyah yang  mendukung pendapat di atas.

Tetapi di tempat lain Ibnu al-Arabi berpendapat beda dengan pendapatnya yang pertama, dan mengatakan : “Jika ditanya tentang hukum makanan yang mereka makan tetapi dengan cara yang tidak benar, seperti dicekik dan dipukul kepalanya, maka jawabannya adalah bahwa binatang tersebut telah menjadi bangkai, dan hal itu diharamkan secara nash. Walaupun mereka memakannya, tetapi kita tidak memakannya, seperti babi bagi mereka halal dan salah satu makanan mereka, tetapi tetap saja haram untuk kita.“

Keadaan Ketiga :  Tidak diketahui apakah daging-daging yang diimpor tersebut dibunuh secara benar atau tidak, dalam masalah ini para ulama berbeda pendapat, sebagaimana pada masalah sebelumnya.

Hanyasaja timbul pertanyaan, bagaimana sebenarnya cara penyembelihan yang sering dilakukan oleh ahlul kitab di negara-negara Eropa, Israel dan Amerika sekarang ini ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, tentunya perlu ada penelitian lapangan.  Syekh Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Fauzan dalam bukunya : Al Ath’imah wa Ahkam ash-Shoid wa adz-Dzabaih. (153-159) menyebutkan secara panjang lebar beberapa  hasil penelitian yang dilakukan oleh sebagian kalangan tentang cara penyembelihan yang sering dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika, yang intinya bahwa kebanyakan penyembelihan yang mereka lakukan terhadap binatang-bintang ternak tidak sesuai dengan syariah, kadang mereka membunuhnya dengan menyetrum, kadang dengan memukul kepala mereka dengan benda keras, kadang dengan menembak kepalanya. Oleh karenanya dihukumi dengan haram.

Kesimpulan

Kesimpulan dari pembahasan hukum makan daging yang diimpor dari luar negri adalah sebagai berikut : jika diimpor dari negara-negara yang mayoritas penduduknya orang-orang musyrik seperti Jepang, China, Rusia, Thailand,  maka hukumnya haram. Jika diimpor dari negara-negara yang mayoritas penduduknya ahlul kitab, seperti Amerika, Eropa dan Israel, tetapi telah diketahui cara penyembelihannya sesuai dengan syariah, maka hukumnya halal. Jika tidak, maka hukumnya haram.  Wallahu A’lam.

Sumber : DR. Ahmad Zain, MA
Continue Reading

Bolehkah Wanita Bepergian Tanpa Muhrim? dan Apa Batasannya Menurut Islam

AhmadZain-AnAssalamu Alaikum Ustadz,
Baru baru ini saya membaca fatwa dari  internet mengenai fatwa Saudi mengenai dilarangnya wanita bepergian tanpa didampingi muhrimnya…apakah benar begitu Ustadz? dan menurut Islam bagaimana yang benarnya, apalagi saya seorang wanita karir yang sering bepergian ke luar negeri…
Mohon bantuan jawabannya…
Tsara

Wa alaikum salam Wr Wb,

Pengertian Safar
Safar secara bahasa adalah melakukan perjalanan. Safar juga berarti terbuka, disebut demikian  karena orang yang melakukan safar akan terbuka dirinya dari tempat tinggalnya ke tempat yang terbuka. Begitu juga orang yang melakukan safar akan terbuka akhlaq, perilaku dan perangai aslinya, yang selama ini tertutup ketika seseorang tidak mengadakan perjalanan. (Ibnu mandhur, Lisan al-Arab).

Oleh karenanya, wanita yang tidak menggunakan jilbab, sehingga sebagian anggota tubuhnya terlihat disebut dengan “Safirah“ (wanita terbuka auratnya).

Adapun Safar secara istilah para ulama berbeda pendapat di dalam menentukan batasnya. Mayoritas ulama menentukan bahwa safar adalah perjalanan yang jaraknya lebih dari 85 km. Sedangkan sebagian lainnya mengatakan, batasan suatu perjalanan disebut dengan safar atau tidak, dikembalikan kepada kebiasaan masyarakat masing-masing. Mereka berpedoman dengan kaidah fiqih yang menyatakan:

“Setiap istilah yang tidak mempunyai batasan di dalam bahasa Arab, dan tidak pula dalam syariat (al-Qur’an dan sunnah), maka dikembalikan kepada kebiasaan masyarakat.“

Pengertian Mahram

Mahram secara bahasa adalah seseorang yang diharamkan menikah dengannya. (Mukhtar as-Shihah: 1/ 56)

Adapun mahram secara istilah adalah seorang laki-laki yang diharamkan menikah dengan seorang perempuan selamanya karena nasab, seperti hubungan bapak, anak, saudara dan paman, atau karena sebab yang mubah seperti suami, anak suami, mertua, saudara sesusuan.“

Bentuk-bentuk Safar Wanita

Safar yang dilakukan wanita bisa dibagi menjadi tiga bentuk:

Pertama: Safar Mubah, seperti melakukan perjalan untuk rekreasi.

Kedua: Safar Mustahab (yang dianjurkan), seperti melakukan perjalanan untuk mengunjungi orang sakit atau  menyambung silaturahim.
Imam Baghawi berkata sebagaimana dinukil oleh Ibnu Hajar dalam Fathu al-Bari (4/76): “Para ulama tidak berbeda pendapat tentang ketidakbolehan seorang perempuan melakukan perjalanan yang bukan wajib, kecuali harus disertai suaminya atau mahramnya. Kecuali bagi perempuan kafir yang masuk Islam kemudian ingin berhijrah dari Dar al-Harbi (Negara Kafir) atau dia dalam keadaan ditawan musuh dan bisa lepas.“

Pernyataan di atas kurang akurat, karena pada kenyataannya terdapat perbedaan pendapat dalam masalah ini, seperti yang diriwayatkan dari al-Karabisi salah satu ulama Syafi’iyah yang membolehkan wanita melakukan safar mustahab tanpa disertai mahram.

Ketiga: Safar Wajib, seperti melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji, menolong orang sakit dan berbakti kepada orang tua.

Jika seorang wanita melakukan safar dalam bentuk ketiga ini tanpa mahram, para ulama   berselisih pendapat tentang status hukumnya:

Pendapat Pertama, mengatakan bahwa seorang wanita tidak boleh melaksanakan ibadah haji kecuali dengan mahramnya. Ini adalah pendapat Abu Hanifah dan Ahmad dalam salah satu riwayat dari beliau.

Mereka berdalil dengan keumuman hadits-hadist yang melarang seorang wanita melakukan safar tanpa mahram, diantaranya adalah hadist Ibnu Abbas: radhiyallahu ‘anhuma bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabdas :

“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berkholwat (berduaan) dengan seorang wanita dan janganlah sekali-kali seorang wanita bepergian kecuali bersama mahramnya”. Lalu ada seorang laki-laki yang bangkit seraya berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah mendaftarkan diriku untuk mengikutu suatu peperangan sedangkan istriku pergi menunaikan hajji”. Maka Beliau bersabda: “Tunaikanlah hajji bersama istrimu” (HR Bukhori)

Hadits di atas menunjukkan bahwa mahram adalah syarat wajib haji bagi seorang wanita muslimah.
Pendapat Kedua, mengatakan bahwa seorang wanita muslimah dibolehkan melaksanakan ibadah haji tanpa mahram.  Dan mahram bukanlah syarat wajib haji bagi seorang wanita muslimah. Ini adalah pendapat Hasan Basri, Auza’I, Imam Malik Syafi’I, dan Ahmad dalam salah satu riwayat dari beliau, serta pendapat Dhahiriyah. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Taimiyah dalam riwayat terakhir beliau. (al-Majmu’: 8/382, al-Furu’: 3/ 177)

Imam Malik menyatakan bahwa mahram bisa diganti dengan rombongan wanita yang bisa dipercaya selama perjalanan aman. Berkata Imam al Baji al-Maliki :

“Adapun yang disebut oleh sebagian ulama dari teman-teman kami, itu dalam keadaan sendiri dan jumlah yang sedikit. Adapun dalam keadaan jumlah rombongan sangat banyak, sedang jalan – yang dilewati – adalah jalan umum yang ramai dan aman, maka bagi saya keadaan tersebut seperti keadaan dalam kota yang banyak pasar-pasarnya dan para pedagang yang berjualan, maka seperti ini dianggap aman bagi wanita yang bepergian tanpa mahram dan tanpa teman wanita. “ (al-Muntaqa : 3/17)
Dalil mereka sebagai berikut :

Dalil Pertama: Hadist Adi bin Hatim, bahwa Nabi shollallahu alahi wassalam bersabda :
“Seandainya kamu diberi umur panjang, kamu pasti akan melihat seorang wanita yang mengendarai kendaraan berjalan dari Al Hirah hingga melakukan thawaf di Ka’bah tanpa takut kepada siapapun kecuali kepada Allah”.  (HR. Bukhari)

Hadit di atas berisi tentang pujian dan sanjungan pada suatu perbuatan, hal itu menunjukkan kebolehan.Sebaliknya hadist yang mengandung celaan  kepada suatu perbuatan menunjukkan keharaman perbuatan tersebut. (Umdatu al-Qari : 16 /148)

Dalil Kedua: Atsar Ibnu Umar.

Dari Ibnu Umar bahwa beliau memerdekakan beberapa budak perempuannya. Kemudian beliau berhaji dengan mereka. Setelah dimerdekakan, tentunya mereka bukan mahram lagi bagi Ibnu Umar. Berarti para wanita tersebut pergi haji tanpa mahram. (Disebutkan Ibnu Hazm dalam al-Muhalla)

Dalil Ketiga: Atsar Aisyah.

“Dari Aisyah tatkala ada orang yang menyampaikan kepada beliau bahwa mahram adalah syarat wajib haji bagi wanita muslimah, beliau berkata:  “Apakah semua wanita memiliki mahram untuk pergi haji?!” (Riwayat Baihaqi)

Dalil Keempat: Kaidah Fiqhiyah.

“ Dalam masalah ibadah mahdha dasarnya adalah  ta’abbud, ( menerima apa adanya tanpa dicari-cari alasannya, seperti jumlah rekaat sholat) dan dalam masalah mu’amalat dasarnya adalah ta’lil.( bisa dicerna dengan akal dan bisa dicari alasannya, seperti jual beli dan pernikahaan ) ”
Masalah safar wanita termasuk dalam katagori mu’amalat, sehingga bisa kita cari alasan dan hikmahnya yaitu untuk menjaga keselamatan wanita itu sendiri dan ini bisa terwujud dengan adanya teman-teman wanita yang bisa dipercaya apalagi dalam jumlah yang banyak dan jalan dianggap aman.

Dalil Kelima: Kaidah Fiqhiyah

“Hukum yang ditetapkan dengan ijtihad bisa berubah menurut perubahan waktu, keadaan, tempat dan perorangan.“

Berdasarkan kaidah di atassebagian ulama kontemporer seperti Syekh Abdurrozaq Afifi(Fatawa wa Rasail: 1/201) membolehkan seorang wanita bepergian sendiri atau bersama beberapa temannya yang bisa dipercaya dengan naik pesawat, diantar oleh mahramnya ketika pergi dan dijemput juga ketika datang.  Bahkan keadaan seperti ini jauh lebih aman dibanding jika seorang wanita berjalan sendiri di dalam kota, khususnya kota-kota besar.

Dalil Keenam: Kaidah Fiqhiyah.

“Apa-apa yang diharamkan karena dzatnya, tidaklah dibolehkan kecuali dalam keadaan darurat, dan apa-apa yang diharamkan dengan tujuan menutup jalan ( kemaksiatan ), maka dibolehkan pada saat dibutuhkan “

Ketidakbolehan wanita melakukan safar tanpa mahram tujuannya untuk menutup jalan kemaksiatan dan bahaya baginya, maka hal itu menjadi dibolehkan manakala ada kebutuhan, khususnya jika ditemani dengan rombongan yang dipercaya dan keadaan jalan aman.

Pendapat Yang Kuat:

            Pendapat yang kuat bahwa mahram bukanlah syarat wajib haji bagi wanita muslimah berdasarkan hadist dan atsar di atas. Tetapi boleh bersama rombongan perempuan yang bisa dipercaya, khususnya jika keadaan aman.

Adapun hadist Ibnu Abbas yang mensyaratkan mahram, peristiwa tersebut bukan pada haji wajib, tetapi pada haji yang sunnah. Karena haji baru diwajibkan pada tahun 10 H, dimana Rasulullah pada waktu itu juga melaksanakan ibadah haji.

Walaupun demikian, diharapkan bagi wanita yang ingin melaksanakan haji dan umrah atau melakukan safar wajib lainnya, hendaknya bersama mahramnya, karena itu lebih terhindar dari fitnah dan marabahaya lainnya. Ini pada safar wajib, tentunya dalam safar mubah dan mustahab lebih ditekankan lagi.  Tetapi dalam keadaan-keadaan tertentu yang dibutuhkan sekali, kita bisa mengambil pendapat ulama yang membolehkan dengan syarat-syarat yang sangat ketat. Dengan demikian Islam dipahami sebagai agama yang selalu menjaga kehormatan dan keselamatan wanita, sekaligus memberikan solusi-solusi yang bisa dipertanggung jawabkan baik secara agama maupun secara sosial disaat tidak ada pilihan lain. Wallahu A’lam.

Sumber : Dr. Ahmad Zain , MA
Continue Reading

Islam Tidak Mengejar Kekuasaan, Tapi Kekuasaan Yang Takluk kepada Islam

azzam
……Dialah yang mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur’an) atas agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya..” (As shaff 9)

Insya Allah kita mengimani bahwa Islam akan menang atas semua agama lain dan bahwasanya ia akan merata diseluruh permukaan bumi. Salah satu hadits shahih yang mengemukakan itu adalah bahwa masa depan ada di tangan Islam yaitu “..Tidak ada satu rumah pun yang terbuat dari tanah maupun dari tenda , kecuali Allah akan memasukkan agama ini ke dalamnya, dengan kemuliaan orang yang mulia dan kerendahan orang yang hina).

Kita dapat saksikan bencana bertubi-tubi  yang menimpa umat islam dengan pembantaian yang berlangsung terus menerus tapi  tidak melenyapkan agama ini bahkan terus menambah jumlah pemeluknya. Seandainya ini terjadi pada agama lain tentulah ia telah merupakan kekalahan. Sebagai buktinya banyak sekali peradaban yang telah berakhir. Peradaban Yunani diwakili oleh Sparta dan Athena. Dimana peradaban romawi yang agung sekarang? Imperium Romawi yang agung yang telah dibangun  selama seribu tahun , dimana matahari tidak pernah tenggelam  di wilayah kerajaannya, tapi dimanakah ia sekarang? Negara romawi telah jatuh melalui bencana-bencana ringan dari tangan kabilah-kabilah liar yaitu suku Vandal dan Kuth.Dimana Italia? Dia berada di deretan bangsa-bangsa yang ‘terbelakang’ karena secara ekonomi mata uang Italia (Lira) adalah termurah didunia seperti juga turki.

Dimanakah juga Imperium Inggris (Britania Raya) yang mereka menamakannya Great Britain (GB). Britania telah memasuki kancah perang Dunia II dengan menguasai wilayah yang sangat luas di bumi, barangkali mencapai seperempat atau sepertiga bumi. Sekarang dimanakah Britania? Kehancuran ekonomi Britania semakin hari semakin parah. Seandainya saja sebagian negara minyak tidak memberikan pinjaman kepada Britania, tentulah nilai pondsterling jatuh. Pernah terjadi bangsawan –bangsawan Inggris menjual vilanya karena tidak mampu menggaji para pembantunya. Subhanallah!!

Harta benda haram yang berasal dari berbagai bangsa. Allah Subhahau wa ta’ala membalas kejahatan orang-orang Britania.  Ironisnya , hingga kini sebagian besar orang-orang Britania hingga kini masih melihat bangsa lain dengan pandangan merendahkan yang sama dengan ketika  mereka menguasai dunia di tahun tigapuluhan dan empat puluhan. Memandang hina bangsa lain dengan hidung merah dan mata biru merah karena marah- ketika berhadapan dengan Islam yang menjadi musuhnya.
Sebenarnya Britania telah menghancurkan negara-negara kaum muslimin , dimana tidak tidak ada negara lain yang mampu menghancurkannya. Pakistan dan India mereka hancurkan sehancur-hancurnya.Mereka memerintah India selama dua ratus tahun dan mereka tidak meninggalkan India dalam keadaan hancur baik jiwa atau rasa kemanusiaannya  maupun perekonomiannya. Siapakah pula yang memusnahkan suku Indian merah? Yang memusnahkan adalah orang orang Britania pula. Oleh karena itu Allah membalas kejahatan mereka . Britania tidak mewariskan peradaban apapun kepada bangsa-bangsa lain. Ia tidak mewariskan selain potret-potret tentang berbagai krisis dan bencana kepada bangsa lain.

Akan halnya Islam yang agung, negaranya dibangun dalam tempo setengah abad. Dalam jangka setengah abad Islam memerintah berbagai belahan bumi. Sejak lebih dari seribu tahun, berbagi kekuatan mencoba menghancurkan agama ini tetapi tidak bisa! Alhamdulillah agama ini masih tetap tegak , bahkan untuk pertama kalinya kita melihat suatu fenomena tentang bangsa-bangsa berkuasa memasuki agama bangsa yang kalah, yakni memasuki  Islam.

TAR-TAR adalah sebuah bangsa yang pernah membunuh sekitar delapan ratus ribu hingga satu juta kaum muslimin di Baghdad. Selama beberapa bulan atau dalam masa yang cukup lama , Sungai Daljah diwarnai dengan darah, warnanya berubah menjadi merah kebiru-biruan.  Warna biru berasal dari kitab yang banyak dibuang ke sungai . Sedangkan warna merah disebabkan oleh banyaknya darah yang dialirkan kedalamnya. Ini berlangsung cukup lama.

Meskipun demikian bangsa ini akhirnya memeluk Islam melalui tangan salah seorang Menteri dalam pemerintahan Hulagu yang bernama Tuzan. Ia adalah seorang menteri Muslim yang berasal dari sisa-sisa Bani Abbas yang tetap menjaga agamanya dan mampu meyakinkan pemerintah Tar-tar setelah Hulagu, untuk memasuki agama Islam ini. Ia memasuki agama Islam bersama ratusan ribu lainnya. Bangsa Tartar masuk Islam ..Allahu Akbar!

Adapula pecahan bangsa besar dari suku Mongol , namanya Joghtal. Suku ini dahulu juga memasuki daerah Afhanistan atau Pakistan. Pada suatu hari, seorang ulama memasuki tanah kawasan larangan Raja Joghtal. Ulama itu bernama Jalaludin. Maka para pengawal mmbawanya ke hadapan raja ,  Mereka Berkata”Orang ini memasuki kawasan terlarang raja!”

Maka Sang Raja murka, bagaimana ia bisa memasuki kawasan larangan nya? Ia berkata “Manakah yang lebih mulia , engkau ataukah anjing???”

Maka ulama itu menjawab,” Kita tidak bisa membedakan sekarang , apakah saya lebih utama dari anjing, atau anjing yang lebih mulia daripada aku. Soal ini tergantung pada akhir kehidupanku. Apabila aku kelak mati dalam keadaan muslim, maka akulah yang lebih mulia daripada anjing. Tapi jika aku mati dalam keadaan kafir, maka anjing lebih mulia daripadaku..”

Raja terdiam memikirkan ucapan ini. Kemudian dia berkata”Apakah Islam Itu?…Maka, ulama itu menerangkan kepadanya tentang Islam . Maka hati sang raja menjadi lunak kepadanya. Ia berkata kepada ulama itu..” Saya sekarang sibuk memerangi kerajaan agar mereka tunduk kepadaku.  Maka kelak jika aku telah memperoleh kemenangan, maka kembalilah kepadaku. Barangkali saya akan memasuki agamamu.

Jalaludin sudah sangat tua , ia sakit dan kemudian meninggal dunia. Sebelum meninggal ia berpesan kepada anaknya,” Raja di daerah itu pernah berkata kepadaku,” Bila aku menang datanglah kembali kepadaku,” Aku akan menulis sebuah surat . Maka jika aku mati, sedang raja itu berhasil meraih kemenangan atas musuhnya dan seluruh daerah telah tunduk kepadanya, pergilah menemuinya dan katakan lah,” Saya adalah anak Jalaludin..”

Akhirnya Raja benar-benar meraih kemenangan . Seluruh kawasan telah tunduk kepadanya , maka anak itu mendatanginya sambil menyerahkan surat dari bapaknya. Maka, penjaga kerajaan bertanya kepadanya”apakah maksud kedatanganmu?”

Ia menjawab kepdanya” Saya ingin bertemu dengan raja?”

“Apakah yang engkau bawa?”
Ia menjawab ,” Saya membawa sebuah surat”

Maka Raja berkata kemudian,” Benar aku memang pernah berjanji kepadanya.. sekarang saya  mengumumkan keislamanku’..Maka Raja pun masuk Islam bersama seluruh suku pecahan besar dari Bangsa Tartar ini, jumlahnya berjuta-juta. Degan ini seluruh kawasan yang diperintahnyapun masuk Islam …semuanya berawal melalui tangan seorang ulama.. (Lr)

(Sumber)
Continue Reading

Free Download kumpulan E-Book Terbaru

Bagi Anda yang membutuhkan tambahan wawasan, kami sediakan beberapa e-book yang bisa Anda download. Insya Allah akan terus diperbarui dari waktu ke waktu.
  1. Demokrasi Sistem Kufur
  2. Ahkamush Sholat
  3. Tafsir Jalalain
  4. Bulughul Maram
  5. Manajemen Qolbu
  6. Ahmadiyah Telanjang Bulat di Panggung Sejarah
  7. Aa Gym
  8. Arabindo–Belajar Bahasa Arab untuk Orang Indonesia
  9. Bibel, Quran, dan Sains Modern
  10. Futuhat Islam (file flash)
  11. Hukum Islam Seputar Busana dan Penampilan Wanita
  12. Kepada Ukhti Muslimah
  13. Larang Berzina (karya Ibnu Qayyim al-Jauziyah)
  14. Ma’alim Fi ath-Thariq (petunjuk sepanjang masa) karya Sayyid Qutbh
  15. Prinsip Ilmu Ushul Fiqh (karya Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin)
  16. Risalah Ramadhan
  17. Riyadhus Shalihin (karya Imam Nawawi)
  18. Sebab-sebab Keguncangan Pasar Modal
  19. Ruqyah Syar’iyyah
  20. Tarbiyah
  21. Sejarah Hidup Muhammad
  22. Tuntunan Shalat Menurut al-Quran dan as-Sunnah
  23. al-Quran Digital versi 2.21
  24. Buletin GAULISLAM (edisi 001-104; tahun ke-1 dan ke-2) 
 

Download Ebook

Powerpoint
Menepis Persepsi Salah tentang HT.pptx
Menjawab Syubhat (Bagian 1).pptx
Menjawab Syubhat NEW.pptx [27MB]




Tesis "TSAQOFAH DAN METODE HIZBUT TAHRIR DALAM MENDIRIKAN NEGARA KHILAFAH ISLAMIYAH"
Versi Asli (Bahasa Arab) "Hizb at-Tahrir, Tsaqofatuhu wa Manhajuhu fi Iqomah Daulah al-Khilafah al-Islamiyyah"
Kitab Clasic
Al-quran, Sirah, Biografi Cerita Islami
Wanita dan Rumahtangga
Kitab Hadist
Kitab Fiqih
Pemikiran Islam

Tentang Khilafah [English Version]

Tentang Demokrasi
Kepada Salafi mazúm/Wahabi
Kitab Mutabanat

Oase Iman
Artikel dan Buletin Islam

Slide UpClose

Maktabah al – Jawi

Support: http://wisnusudibjo.files.wordpress.com/

Kitab-kitab Klasik

Download Kitab-kitab Tafsir

Tafsir Ibnu Abi Hatim (Ar Razi)

Tafsir Ath Thobari

Tafsir Muharrarul Wajiz, Ibnu ‘Athiyyah

Tafsir Ibnu Katsir (pilih PDF)

Al Jami’ Li-ahkamil Qur’an oleh Al Qurtubi (pilih PDF)

Tafsir Mafatihul Ghoib oleh Fakhruddin Ar Razi

Tafsir Bahrul Muhiith oleh Abu Hayan Al Andalusi

Ahkamul Qur’an oleh Al Jashshash

Ma’aalimut Tanzil, Oleh Al Baghowi

Ahkamul Qur’an oleh Ibnu ‘Arobi

Tafsir Fathul Qodir oleh Asy Syaukaniy

Al Kasysyaaf oleh Az Zamakhsyari

Ad Daarul Mantsur oleh As Suyuthi

Tafsir Jalalain, Al Mahali dan As Suyuthi

Tafsir Al Baidhowi

Download Kitab-kitab Hadits Format PDF

Shohih Al Bukhori

Shohih Muslim

Sunan An Nasa’i

Sunan At Tirmidzi

Sunan Abu Dawud

Sunan Ibnu Majjah

Musnad Imam Ahmad atau Ini

Al Muwaththo’, Imam Malik

Al Mustadrok ‘alaa Shohihaini, Al Hakim

Shohih Ibnu Hibban + Ta’liqot oleh Al Albaniy

Sunan Ad Darimi

Majma’ Az Zawaid, Al Haitsami

Sunan Ad Daroqudni

Musnad Abu Dawud Ath thoyalisi

Musnad Abu Ya’ya Al Maushuli

Musnad, Al Humaidi

Kanzul ‘Umal, ‘Ala’uddin Al Hindi

Ma’alimus Sunan, Al Khithobi

Musnad Ibnul Mubarok

Jami’ul Ushuul, Ibnul Atsir

Fat-hul Kabiir, Oleh Yusuf An Nabhaniy

Kitab-kitab Islam

  1. Dirasatul Fiqih (8 kitab)
  2. Fiqih Ibadah (18 kitab)
  3. Fiqih Ijtimai (23 kitab)
  4. Fiqih Iqtishadi (12 kitab)
  5. Fiqih Jihad (6 kitab)
  6. Fiqih Jinayat (2 kitab)
  7. Fiqih Mathâumat (1 kitab)
  8. Fiqih Siyasah (35 kitab)
  9. Fiqih Muamalah (15 kitab)
  10. Fiqih Thibbiyah (17 kitab)
  11. Ilmu Hadits (7 kitab)
  12. Sirah dan Tarikh (17 kitab)
  13. Tafsir Wa Mufassirun Dzahabi (2 kitab)
  14. Ushul Fiqih (23 kitab)
  15. Aqidah Islam (8 kitab)
Continue Reading

Syiah Dimata Ibnu Bathuthah


bathutahIbnu Bathuthah adalah seorang pengembara Muslim terkenal tidak hanya di dunia Islam tapi juga dikenali oleh dunia barat. Dia lahir di Maghribi pada tahun 1304 M atau 703 H. Namanya sebaris dengan pengembara terkenal lain seperti Marco Polo, Colombus, Laksamana Ceng Ho, dan lainnya.

Dalam bukunya, Tuhfah an-Nuzhar fi Gharaibil Amshar wa Ajaibil Asfar (Hadiah berharga dari Pengalaman Menyaksikan Negeri-negeri Asing dan Menjalani Perjalanan-perjalanan Ajaib), atau yang dikenali juga dengan Rihlah Ibnu Bathuthah, Ibnu Bathuthah banyak menceritakan perjalanannya ke berbagai negera, tidak terkecuali Nusantara.

Dan di antaranya juga, pengelana Maghrib yang bernama Muhammad bin Abdillah bin Muhammad bin Ibrahim Al-Lawati At-Thanji ini menceritakan tentang keadaan orang-orang syi’ah pada masa itu. Ini kisah yang kami kutip dalam rihlah-nya itu.
Ibnu Bathuthah bercerita,

“…… Kemudian aku meneruskan perjalanan menuju bandar Ma’arrah, sebuah bandar yang dinisbahkan padanya seorang penyair yang bernama Abul Ala Al-Ma’arri. Selain itu, masih banyak lagi nama-nama penyair yang dinisbatkan pada bandar ini.

Ma’arrah adalah sebuah bandar besar nan indah. Pohon tin dan kacang tanah yang banyak tumbuh di sana. Dari sana, hasilnya dipasarkan di Mesir dan Syam. Sejauh satu farsakh (1 farsakh kurang lebih setara dengan 8 km) dari sana, terdapat makam Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Di makam tersebut tidak dijumpai zawiyah (bangunan rumah bagi kaum sufi, khusus ditubuhkan untuk berzikir, solat, dan membaca al-Quran) dan tidak pula ada pembantu yang merawat makam. Mengapa demikian? Kerana di sana terdapat kumpulan orang Rafidhah yang membenci sepuluh sahabat Nabi. Mereka membenci setiap orang yang bernama Umar, terutama Umar bin Abdul Aziz, kerana mereka menghormati Khalifah Ali bin Abi Talib.

Aku berjalan menuju bandar Sarmin, sebuah bandar indah yang penuh dengan kebun buah zaitun. Dari buah zaitun ini dibuat sabun, dan kemudian dijual di Mesir dan Syam. Selain itu, dari bahan yang sama dibuat sabun tangan yang harum, warnanya merah kekuningan. Di bandar Sarmin juga ada membuat baju kapas yang indah.

Penduduk bandar ini adalah para pencela yang membenci sepuluh sahabat Nabi (yang dijamin syurga). Anehnya, mereka tidak mengucapkan kata “Asyarah” (bermaksud: sepuluh) di pasar ketika menawarkan barang dagangannya. Jika hitungan angka mencapai bilangan “Asyarah”, maka mereka akan mengatakan tis’ah wa Waahid (Sembilan tambah satu).

Pada suatu ketika, penguasa Turki datang ke tempat itu dan mendengar para pendagang mengucapkan tis’ah wa Waahid. Penguasa Turki lantas memukul kepala sang pendagang dengan dabus (sejenis klip pakaian). Lalu dia berkata, “Ganti kata Asyarah dengan dabus!”

Di sana terdapat masjid yang berkubah. Mereka tidak menggenapkan jumlah kubah menjadi sepuluh kerana berpegang pada keyakinan yang buruk itu. “(Tuhfah an-Nuzhar fi Gharaibil Amshar wa Ajaibil Asfar, Rihlah Ibnu Bathuthah, Pustaka Al-Kautsar, Cet I, Mac 2012, hal 70-71).

Demikian kisah tentang kebencian orang-orang Syiah Rafidhah terhadap para Sahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam yang dikisahkan oleh Ibnu Bathuthah. Kerana kebencian mereka terhadap para sahabat, terutama Abu Bakar dan Umar, mereka enggan untuk menyebut nama kedua-duanya. Bahkan untuk menyebut angka “Asyarah” (sepuluh) pun mereka tidak mahu. Padahal, di antara sepuluh sahabat yang dijamin masuk syurga itu terdapat nama Ali bin Abi Talib radhiyallahu anhu yang mereka dewakan dan anggap sebagai imam. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Abu bakar masuk syurga, Umar masuk syurga, Uthman masuk syurga, Ali masuk syurga, Thalhah masuk syurga, Zubair masuk syurga, Abdul Rahman bin Auf masuk syurga, Sa’ad masuk syurga, Sa’id masuk syurga , Abu Ubaidah bin Jarrah masuk syurga. “(HR. Tirmidzi).

- Perjalanan Ibnu Bathuthah – Pustaka Al Kautsar/DetikIslam
Continue Reading

Masjid dan Toko-Toko Muslim Kembali Dibakar Menyusul Bentrokan di Lashio Burma

LASHIO, BURMA (voa-islam.com) - Sebuah masjid dan toko-toko milik umat Muslim dibakar massa Budha menyusul bentrokan antara Muslim dan Buddha di Lashio, ibukota negara bagian Shan timur laut Burma.

Bentrokan dimulai setelah isu yang menyebar bahwa seorang Muslim telah menyiram seorang wanita Budha dengan bahan bakar dan membakarnya di sebuah pom bensin.

Kerusuhan tersebut- yang besarnya masih belum jelas - dilaporkan meletus ketika polisi menolak menyerahkan orang yang dituduh mambakar wanita Buddha itu ke kerumunan.

Wanita itu telah dibawa ke rumah sakit dan orang itu dalam tahanan polisi, kata laporan-laporan. Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam di kota tersebut, menurut warga.

"Kebakaran telah dipadamkan di beberapa tempat di kota ... situasi terkendali sekarang," kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita AFP.

Gelombang kekerasan


Beberapa bulan terakhir telah terjadi sejumlah bentrokan antara masyarakat Budha dan Muslim di Burma.

Pada bulan Maret, setidaknya 43 orang - sebagian besar Muslim - tewas dalam kekerasan yang meletus setelah perdebatan di sebuah toko milik Muslim di kota pusat Meiktila.

Pemilik toko dan sembilan Muslim lainnya dipenjara bulan lalu atas tuduhan pemicu pecahnya kekerasan. Sementara hingga kini belum ada satupun umat Budha yang telah dihukum atas bentrokan Meiktila.

Kekerasan etnis di negara bagian Rakhine tahun lalu menyebabkan hampir 200 orang, kebanyakan Muslim, tewas dan puluhan ribu lainnya mengungsi rumah mereka dan tinggal di tenda-tenda atau kamp penampungan sementera.

Konflik yang meletus di Rakhine melibatkan warga Buddha dan Muslim Rohingya, yang tidak diakui sebagai warga negara Burma.

Kelompok hak asasi manusia mengkritik pemerintah Burma karena terlibat dalam penganiayaan terhadap Muslim Rohingya. (st/bbc)
Continue Reading

Klarifikasi Kyai Cholil atas Dukungannya kepada Fatin X Factor


JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Bidang Seni dan Budaya, KH. A. Cholil Ridwan menyampaikan klarifikasinya terkait dukungannya terhadap Fatin Shidqia Lubis.


Menurutnya dukungannya terhadap Fatin bukan lantaran dirinya menyukai musik. Bukan pula lantaran ia menyukai acara X Factor, apalagi acara tersebut disinyalir merupakan program Zionis Yahudi.


“Saya tidak hobi musik, saya juga tidak hobi tontonan televisi. Kalau nonton televisi paling saya lihat berita atau kajian-kajian ilmiah. Ketika X Factor itu diadakan kemudian ada peserta yang pakai jilbab, itu menarik saya untuk melihat. Kemudian saya pikir ini sesuatu yang bisa pengaruh baik bagi anak-anak remaja. Bahwa menggunakan jilbab itu tidak menjadi kendala, bahkan bagi orang yang mau berkarir. Itulah maksud pesan saya, yang saya gunakan untuk mendukung Fatin,” kata KH. Cholil Ridwan dari ujung telepon kepada voa-islam.com, Selasa (28/5/2013).

Dukungan KH. Cholil Ridwan lantaran jilbab yang dikenakan Fatin. Dengan demikian ia berharap para remaja masa kini bisa mencontoh Fatin agar tak perlu sungkan berjilbab.


“Jadi bukan Fatinnya, saya tidak kenal dia, bukan anak saya dan bukan murid saya, karena dia tampil dengan menggunakan budaya syariah di forum yang sangat tidak relevan dengan syariah. Dengan begitu dia punya pendirian yang teguh padahal dia masih remaja dan ini perlu didukung. Supaya remaja-remaja lain tidak sungkan untuk berjilbab,” imbuhnya.
...Maka saya berusaha mendukung Fatin bukan Fatinnya, bukan X Factornya, tetapi jilbabnya supaya ya’lu (menang, red.)...

Sampai ketika grand final, Kyai Cholil melihat seolah ada pertempuran antara budaya syriah yakni jilbab dengan budaya kafir yang menggunakan pakaian seksi.


“Ketika duet dua besar itu antara Novita Dewi dengan Fatin, yang satu berjilbab, yang satu pakaiannya minim, kemudian roknya di atas dengkul dan pakai kalung berlambang salib. Berarti pada grand final antara keduanya ada pertempuran antara jilbab yang syariah dengan salib yang musyrik kafir itu,” ujarnya.


Maka inisiatifnya mengirimkan surat terbuka yang diantaranya berisi ajakan kaum Muslimin mendukung Fatin tak lain untuk memenangkan budaya syariah jilbab.


“Maka saya berusaha mendukung Fatin bukan Fatinnya, bukan X Factornya, tetapi jilbabnya supaya ya’lu (menang, red.), supaya dia mengungguli orang-orang yang tidak berjilbab,” ungkapnya.

Saat ditanya, bagaimana tanggung jawab Kyai Cholil setelah Fatin menang tetapi justru ia melakukan pelanggaran syariah yakni berpelukan dengan lawan jenis, Kyai Cholil mengaku tak tahu kejadian tersebut.


“Saya tidak tahu tuh kalau ada pelukan-pelukan itu karena saya tidur. Kemudian saya cek ke ibu-ibu yang nonton X Factor apa ada adegan pelukan Fatin pelukan dengan teman-temannya yang laki di muka umum? Mereka jawab; ngga ada cuma si Dhani aja yang peluk karena anggap dia anak kecil,” jawabnya.


Ia menambahkan, hanya Allah yang tahu apakah dirinya akan diminta pertanggungjawaban, namun menurutnya ia tak pernah menyuruh Fatin berbuat hal demikian.

 
“Allah Maha Tahu, apakah saya bertanggung jawab atau tidak, karena kan dia pelukan bukan saya yang suruh, orang saya kenal juga tidak,” imbuhnya. [Ahmed Widad]  
Continue Reading

ACT: Muslim Rohingya, Etnis Paling Terlantar dan Tersandra di Dunia


JAKARTA (voa-islam) – Dalam dialog bertema “Build Humanity: Dream for a Paeceful in Myanmar”, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, Muslim Rohingya adalah etnis paling teraniaya di dunia. Dunia tak kunjung Nampak keseriusannya mengatasi masalah ini. Kisah pilu masih berlangsung di Myanmar, khususnya saudara Muslim etnis Rohingya.

“Hingga saat ini tragedi kemanusiaan Muslim Rohingya menjadi tontonan. Otoritas Budha menunjukkan radikalismenya, dengan melakukan pelanggaran kemanusiaan. Tragedi ini bukan hanya dirasakan oleh kaum muslimin di dunia, tapi juga sisi kemanusian di belahan bumi manapun,” kata 

Presiden Aksi cepat Tanggap (ACT) Ahyudin di Menara 165, Jakarta, Senin (27/5).
Sungguh ironi, Pemerintah Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal Indonesia dikenal sebagai pemimpin Asia Tenggara dan terbesar penduduk Muslimnya.

“Hari ini kita menyaksikan Muslim Rohingya sebagai etnis yang tersandra dan teraniaya di dunia. Otoritas dunia tidak member respon apa-apa. Sangat disayangkan, jika Pemerintah yang seharusnya lebih berperan, dikalahkan oleh otoritas sipil seperti ACT dan lembaga kemanusiaan lainnya untuk membantu Muslim Rohingya yang teraniaya. Karena itu kami tak ingin menunggu pemerintah, PBB dan lintas peradaban manapun. Kami akan terus bergerak, membantu semampu kami,” ungkap Ahyudin sedih.

Setelah tujuh kali mengirim Tim Kemanusiaan ACT ke Myanmar, telah disaksikan, bahwa jumlah janda terbesar hari ini adalah banyak dialami oleh umat Islam. Nasib mereka dipertaruhkan. “Dan yang membuat tragedi kemanusiaan ini adalah otoritas politik.”

Nasib yang sama, selain Etnis Muslim Rohingya yang terlantar di dunia, juga dialami saudara Muslim di Somalia. “Yang paling blangsak di dunia ini adalah tragedi kelaparan di Somalia. Kenapa pemerintah tidak peduli, hanya otoritas sipil yang bergerak. Mereka hanya ingin kepastian hidup, baik Muslim Rohingya di Myanmar maupun di Somalia.”

“Kalau negeri ini tidak mau membantu, biar kami membeli sejengkal tanah agar bisa menata kehidupan,” ungkap Ahyudin berkaca-kaca.

ACT tergerak mengajak semua pihak untuk membantu muslim Rohingya yang saat ini tinggal di kamp-kamp pengungsian. Sejak Ramadhan 2012, ACT mendorong masyarakat Indonesia dan dunia membantu Muslim Rohingya. Salah satunya melalui Program Wakaf for Humanity, yaitu wakaf 1.000 shelter atau pemukiman yang dibangun di Kamp Se Tha Ma Gyi, di Sitwee, Myanmar. [desastian]
Continue Reading

Korupsi dan Demokrasi, Sama-Sama Penghancur Negeri

SOLO (voa-islam.com) – Dimanapun berada, korupsi pasti akan di musuhi. Tidak hanya di Indonesia, di beberapa negara lain pun sepakat akan hal itu. Korupsi yang sudah menjangkiti para pejabat baik masyarakat tingkat atas maupun bawah terang saja akan selalu dibenci.
Kerugian yang ditimbulkan akibat tindak korupsi pun tidak hanya berefek kepada negara, melainkan praktek korupsi tersebut juga berimbas bagi masyarakat semuanya. Korupsi yang begitu menjamur dan berjalan “langgeng” tentu saja tidak akan bisa berdiri sendiri.
...Hal itu (korupsi -red) tidak bisa subur dan menjamur tanpa ada penopangnya. Demokrasi Yahudi yang sekarang ini terjadi di Indonesia adalah salah satunya (penopangnya -red). Demokrasi itu perusak tatanan negara secara bersama-sama dan perampokan kekayaan negara dengan sistematis...
“Hal itu (korupsi -red) tidak bisa subur dan menjamur tanpa ada penopangnya. Demokrasi Yahudi yang sekarang ini terjadi di Indonesia adalah salah satunya (penopangnya -red). Demokrasi itu perusak tatanan negara secara bersama-sama dan perampokan kekayaan negara dengan sistematis,” kata Ustadz Khoirul RS kepada voa-islam.com hari Minggu (26/5/2103).

Menurutnya, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Demokrasi merupakan salah satu aspek penting yang melanggengkan adanya praktek korupsi. Ketua DPW FPI Solo ini mencontohkan, dalam pemilihan kepala daerah misalnya, paca calon pemimpin harus merogoh kocek dalam-dalam saat kampanye.
Mulai dari pembuatan spanduk, brosur, iklan di radio dan televisi, dan lain-lain yang kesemuanya tentu saja membutuhkan uang yang banyak. Sedangkan jika dihitung-hitung, jika dia terpilih, baik dari partai Nasionalis atau yang mengaku “partai Islamis” bisa dipastikan gajinya tiap bulan dan selama masa jabatannya tidak akan bisa “membalikkan modal” yang sudah dikeluarkan tersebut.
...Inilah sistematisnya kejahatan korupsi dan Demokrasi yang sama-sama bisa menghancurkan sebuah negeri...
“Kalau sudah seperti itu, dari mana dia bisa mengembalikan uang yang dulu dia pakai buat kampanye? Jelas sekali dengan korupsi uangnya akan kembali. Inilah sistematisnya kejahatan korupsi dan Demokrasi yang sama-sama bisa menghancurkan sebuah negeri,” tegasnya.

Dari itu, anggota Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS) ini menjelaskan bahwa Islam-lah satu-satunya sistem pemerintahan yang bisa menghilangkan korupsi. Selain itu, Islam juga mengajarkan cara memilih pemimpin yang murah, efisien dan tidak banyak membuang waktu seperti sistem Demokrasi yang hanya akan melahirkan pemimpin bermasalah.

“Islam mengatur dan mencari pemimpin sesuai Qur’an dan Sunah. Cara memilih pemimpin (dalam Islam -red) gampang dan ekonomis, gak perlu kampanye seperti sekarang ini, gak perlu pasang gambar seperti sekarang ini yang banyak menghambur-hamburkan dan menghabiskan uang,” pungkasnya. [Khalid Khalifah]
Continue Reading

Lima Logika Tanya Hubungan Amerika & Iran

amerika-iran

ADA banyak fakta nyata yang mengundang tanda tanya, terutama diskriminasi yang dilakukan oleh Amerika dan Barat dalam menyikapi realitas dunia Islam, terutama sikap mereka terhadap Muslim di seluruh dunia dan Syiah Rafidhah. Berikut di bawah ini;

1. Mengapa tidak ada satu pun Syiah dipenjara di Guantanamo?

2. Mengapa tidak ada satupun milisi Syiah dicap sebagai ‘teroris? Padahal, ada banyak atau milisi Syiah yang terlibat dalam pembantaian, seperti Harakat Amal-Syiah yang terlibat dalam Shabra dan Shatila.

3. Mengapa pesawat siluman tak berawak Amerika membom Ansar Syariah di Yaman, dan meninggalkan Houtsiyiin Syiah?

4. Mengapa NATO bersatu menggulingkan Taliban dan Saddam Husein, dan kemudian diam terhadap rezim Bashar Assad?

5. Mengapa Amerika sampai sekarang juga diam terhadap Iran dan Zionis dalam mengembangkan senjata nuklir dan melarang negara-negara Arab lainnya untuk melakukan hal yang sama? [sa/islampos/poj]
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template