Senin, 27 Mei 2013

Komentar Syaikh Taqiyuddin Bagi Orang Yang Selalu Sholat Subuh Kesiangan

Asy-Syaikh Taqiyuddin An Nabhani pernah ditanya mengenai orang yang selalu bangun kesiangan atau masih tidur pada saat sholat subuh kemudian mengerjakan pengganti sholat subuh itu di luar waktunya (matahari telah terbit). Beliau menjawab:

“Rasulullah ‘alaihis salam bersabda “diangkat pena dari tiga (golongan), dari seorang yang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai baligh dan dari orang gila sampai dia sehat”. Dengan demikian, barang siapa dia tidur di waktu sholat maka dia tidak berdosa selama dia belum sempat tersadar. Kemudian dia wajib mengganti sholat itu pada waktu lain. Akan tetapi, memiliki kebiasaan tidur pada waktu sholat subuh dan meninggalkan sholat itu secara terus menerus merupakan suatu hal yang tidak layak bagi seorang muslim. Meskipun -menurut keumuman dalil- syara’ tidak menjatuhkan dosa bagi orang yang tidur, akan tetapi secara khusus Rasulullah ‘alaihis salam benar-benar telah memberi dorongan kuat dalam mengerjakan sholat subuh dan sholat ‘isya’. Dengan demikian, ia harus memaksakan dirinya agar tidak tidur hingga melewatkan sholat, apalagi jika ia sudah sempat tersadar dari tidur. Ini adalah kondisi asalnya.” (20 Shafar, 1390).
Komentar:
 
Jadi, kondisi asal seorang muslim adalah tidak tidur sampai melewatkan waktu sholat, terutama sholat subuh, dengan demikian dia biasa mengerjakan sholat itu tepat pada waktunya. Tertidur pulas sampai menghabiskan waktu sholat hanyalah kondisi insidental yang terjadi secara tidak sengaja. Itu perkara di luar adat kebiasaan seorang muslim yang baik. Ini mungkin terjadi saat kondisi badan sangat lelah.
Bagi siapa saja di antara kita yang masih punya kebiasaan (habit) tidur sepanjang waktu sholat subuh lalu mengerjakan qodho’ (pengganti) pada saat matahari sudah terbit, maka bersegeralah untuk mengganti kebiasaan itu dengan kebiasaan yang layak (standar) bagi seorang muslim. Niatkanlah untuk menjadi muslim yang baik. Sebelum tidur, mari kita bertekat untuk menjadi orang yang bangun sebelum waktu sholat tiba. Tanamkan dalam diri kita kecintaan untuk berkumpul bersama saudara-saudara yang lain di sekitar kita guna mengerjakan sholat secara berjama’ah di masjid.
Saya berharap semoga kejengkelan Rasulullah saw ini bukan tertuju kepada kita. Beliau bersabda:
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat shubuh. Sekiranya mereka tahu keutamaan yang ada dalam kedua shalat tersebut, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh, aku bermaksud akan memerintahkan shalat agar dilaksanakan. Kemudian aku menyuruh seseorang untuk mengimami shalat bersama manusia, Kemudian aku pergi dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar kepada suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lalu aku bakar rumah mereka dengan api.” (HR. Bukhari & Muslim)
Amirul Mukminin, Umar bin Al Khoththob –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan:

“Sesungguhnya di antara perkara terpenting bagi kalian adalah shalat. Barangsiapa menjaga shalat, berarti dia telah menjaga agamanya. Barangsiapa yang menyia-nyiakannya, maka untuk amalan lainnya akan lebih disia-siakan lagi. Tidak ada tempat dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.“

Yaa Tuhan kami, jadikanlah kami dan  anak-anak kami sebagai orang-orang yang menegakkan sholat, Allaahumma aamiin. [titokpriastomo/Sumber]

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template