Senin, 20 Mei 2013

The Builder; Cikal–Bakal Freemasonry Di Indonesia

freemason
SUATU waktu, kira-kira dua tahun lalu di sebuah pameran buku di kota Bandung, saya menemukan buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” karya Dr. T.H. Stevens, sejarawan Belanda. Buku terbitan Sinar Harapan itu tergolong langka, sebab hanya diproduksi dalam jumlah terbatas.

Di dalam buku itu, kita bisa melihat lebih dekat bagaimana sejarah pergerakan Freemasonry di Indonesia. Semuanya dipaparkan begitu lengkap dan jelas. Terlampir di dalamnya beberapa foto loji, tokoh-tokoh, serta daftar anggota-anggota. Mungkin untuk sebagian orang yang memahami Freemason lalu membacanya, akan terkaget-kaget melihat data dan fakta yang ada. Freemason tidak melulu berbicara masalah keyahudian, zionisme dan Israel. Sejarah Freemasonry nyatanya begitu dekat dengan bangsa ini. Terbukti dengan banyaknya tokoh pribumi yang memerankan peran sebagai seorang Mason di masa lalu. Ini fakta sejarah.

Freemasonry di Indonesia atau pada zaman Hindia-Belanda dulu berfungsi sebagai wadah pertemuan kaum Freemason atau Vrijmetselarij dalam bahasa Belanda. Loge atau loji adalah saksi bisu diadakannya pertemuan-pertemuan itu. Gedung-gedung loji itu hingga kini beberapa masih berdiri walaupun beralih fungsi. Contohnya gedung loji bintang timur yang kini dikenal sebagai gedung Bappenas di kawasan Menteng, Jakarta.

tarekat-mason

Persebaran Freemason meningkat drastis terutama semenjak didirikannya loji Mason pertama di Batavia, La Choisie oleh J.C.M. Radermacher. Mulanya keanggotaan Freemason hanya dikenakan kepada warga Belanda. Hingga kemudian keanggotaan Freemason tersebar pula di kalangan pribumi. Tercatat ada nama-nama seperti Abdul Rahman, cicit Sultan Pontianak, pada tahun 1844 menjadi Mason pertama, kemudian masih dalam periode yang sama, dari suku Jawa ada Raden Panjie Onggowidjojo, ondercollecteur di Sidoarjo. Bahkan maestro lukis, Raden Saleh juga tercatat sebagai Mason pribumi generasi awal.

Kepala Polisi Negara RI, Raden Said Soekanto Tjokroadiatmojo bahkan pernah menjadi Suhu Agung (Grandmaster) Loji Timur Agung di tahun 1959. Ia menggantikan Suhu Agung Loji Timur Indonesia pertama, Soemitro Kolopaking Poerbonegoro. Beberapa penelitian lanjutan menunjukkan bahwa keanggotaan Freemason tersebar di kalangan pejabat, guru, pemilik kebun, pertokoan, dan juga insinyur.

Namun akhirnya organisasi ini dibubarkan. Pada tanggal 27 Februari 1961 Soekarno menandatangani UU Komando Militer Tinggi yang melarang organisasi ini. Pertimbangannya adalah bahwa Freemason atau Tarekat Mason Bebas memiliki dasar dan sumber nilai yang berasal dari luar Indonesia dan itu tidak selaras dengan kepribadian nasional. Ini bertentangan dengan politik yang dijalankan Soekarno saat itu.

Terselip satu buah puisi yang tercantum dalam buku karya Dr. T.H. Stevens itu yang ditujukan kepada para Mason dimanapun mereka berada.

THE BUILDERS

Kulihat mereka meruntuhkan gedung
Sekelompok manusia di kota yang sibuk
Dengan gerak serempak dan sorak gembira,
Diayunkan balok dan dinding pun tak bersisa,
Kutanya pada Mandor, “Apakah mereka cekatan, andaikan disewa untuk meraga?”
Dia tertawa dan menjawab,
“Ya, tidak, tentunya pekerja biasa pun dapat melakukan.
Aku dapat membongkar sehari dua
Yang pembangun diriku berjangka setahun.”
Aku berpikir seraya menjauh,
Peran apa yang sekarang kupegang?
Apakah aku pembangun yang cermat?
Mengukur hidup dengan mistar dan siku?
Apakah dayaku mengikuti rencana cita,
Sabar melakukan yang terbaik yang kubisa?
Ataukah aku tukang bongkar di kota,
Puas dengan hanya menghancurkan yang ada?”

Puisi ini secara tersirat mengingatkan para Mason agar tetap setia pada tugas-tugasnya, yakni menjadi perencana ulung dalam setiap peranannya yang diambil di dunia ini. Merekalah ‘tukang bongkar’ dan ‘perencana’ berbagai tipu muslihat demi terciptanya sebuah tatanan tunggal, New World Order. [Iman Adipurnama]

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template