Rabu, 19 Juni 2013

Ex Rapper Underground : Jangan Salahkan Fatin, Salahkan Panitia Miss World

Thufail Al Ghifari : Fatin hanya dimanfaatkan.
Thufail Al Ghifari : Fatin hanya dimanfaatkan.

Underground Tauhid - Mantan rapper underground Muhammad Thufail Al Ghifari menilai ada usaha untuk membenturkan penggemar Fatin dengan gerakan #TolakMissWorld. Menurutnya kehadiran Fatin di acara Konser RoadShow Miss World live RCTI adalah bagian strategi panitia Miss World.

Strategi itu adalah mencoba membenturkan sosok Fatin dan penggemarnya dengan gerakan #TolakMissWorld. Apalagi sosok Fatin yang berjilbab tentunya menjadi daya tarik bagi umat islam yang tidak paham mengapa harus menolak kegiatan Miss World di Indonesia.

“Fatin hanya anak sekolah terlalu polos untuk dijadikan sasaran tembak.” Jelasnya kepada UndergroundTauhid.com, Rabu (19/06/2013) di Jakarta.

“Fatin hanya boneka korporasi, dia hanya dimanfaatkan saja oleh pemodal dibelakangnya.” tambahnya

Menurut lelaki yang saat ini menekuni dunia jurnalisme ini, ada ‘pemain’ dibelakang Fatin yang ingin memanfaatkan Fatin sebagai tembok dalam menghadapi arus protes terhadap gerakan Miss World.

“Ini permainan yang sangat cantik dari para panitia Miss World.” Jelasnya.
Thufail dengan lugas mengatakan panitia Miss World mencoba menaruh Fatin untuk berhadapan dengan umat Islam yang menolak Miss World. Sosok Fatin yang berjilbab justru akan menghadirkan polemik tersendiri di mata umat, ulama dan para praktisi #TolakMissWorld.

Alhasil dari kontroversi Fatin mendukung Miss World, menurut lelaki kelahiran Makassar ini, akan melahirkan kekecewaan diantara para pendukung Fatin karena kritik yang dilontarkan gerakan #TolakMissWorld.

“Disini akan besar kemungkinan gerakan #TolakMissWorld akan dibenturkan dengan orang-orang yang tidak suka Fatin dikritik yang notabene kebanyakan mereka orang Islam juga.” Jelasnya.
“Jadi jangan salahkan Fatin, tapi salahkan panitia Miss World kenapa masih tetap melanjutkan promosi Miss World padahal penolakan umat terus bertambah banyak.” tandasnya.
Continue Reading

Selasa, 18 Juni 2013

Ngerinya Siksa atas Pendusta; Wajah Disobek Dengan Besi Sampai Tengkuk


Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Berdusta atau berbohong salah satu sifat yang sangat buruk dan dicela dalam pandangan syariat, akal dan fitrah yang lurus. Allah telah mengharamkannya dalam semua risalah samawiyah. Allah juga mencela perbuatan dusta dan para pelakunya dalam banyak ayat. Mereka diancam dengan siksa yang sangat berat.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".” (QS. Al-A’raf: 33)

Ibnul Qayyim menilai bahwa perkata-perkara haram dalam ayat di atas yang paling buruk dan paling besar dosanya adalah berkata yang mengada-ada tentang Allah tanpa ilmu. Sebab, syirik dan kekufuran tidak muncul kecuali dari kedustaan.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ


Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Shaaf: 7)

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. Al-Nahl: 116)

Allah telah mengiringkan antara perbuatan dusta dan kesyirikan yang menunjukkan ada hubungan antara keduanya, “Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 30-31)

Sebenarnya, berbohong merupakan identitas orang kafir. Allah telah firmankan tentang kafirin, “Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 39)

Dusta juga menjadi tabiat yg melekat pada diri orang-orang munafik dan menjadi salah satu ciri mereka yang paling menonjol. Ini sesuai dengan firman Allah, “Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS. Al-Munafikun: 1)

Dalam hadits yang sangat masyhur, “Ada empat hal, yang jika berada pada diri seseorang maka ia menjadi seorang munafiq sesungguhnya, dan jika seseorang memiliki kebiasaan salah satu dari padanya, maka berarti ia memiliki satu kebiasaan (ciri) nifaq sampai ia meninggalkannya; bila dipercaya ia berkhianat, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia memungkiri dan bila bertikai ia berbuat curang.” (Muttafaqun 'alaih)
. . . Dusta juga menjadi tabiat yg melekat pada diri orang-orang munafik dan menjadi salah satu ciri mereka yang paling menonjol . . .
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa berlaku jujur adalah jalan menuju surga, sebaliknya berdusta merupakan  jalan yang menghantarkan kepada neraka. Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ كَذَّابًا

Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada perbuatan baik, dan perbuatan baik menunjukkan kepada surga, dan sesungguhnya seseorang yang membiasakan jujur ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa menunjukkan kepada neraka, dan sesungguhnya seseorang yang biasa berdusta ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (Muttafaq ‘Alaih)

Oleh karenanya, wajar sekali jika perbuatan dusta diancam dengan siksa yang sangat mengerikan. Dalam hadits Samurah bin Jundab yang sangat panjang, dijelaskan akibat yang akan ditanggung oleh pendusta yang kebohongannya sudah sampai ke ufuk. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menceritakan apa yang beliau temui dalam mimpinya,

فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى رَجُلٍ مُسْتَلْقٍ لِقَفَاهُ، وَإِذَا آخَرُ قَائِمٌ عَلَيْهِ بِكَلُّوِبٍ مِنْ حَدِيْدٍ، وَإِذَا هُوَ يَأْتِي أَحَدَ شِقَّيْ وَجْهِهِ فَيُشَرْشِرُ شِدْقَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَمِنْخَرَهُ إِلَى قَفَاهُ، وَعَيْنَهُ إِلَى قَفَاهُ. (قَالَ : وَرُبَّمَا قَالَ أبو رَجَاء: فَيَشُقُّ). قَالَ: ثُمَّ يَتَحَوَّلُ إِلَى الْجَانِبِ الآخَرِ فَيَفْعَلُ بِهِ مِثْلَ مَا فَعَلَ بالجَانِبِ الأَوَّلِ، فَمَا يَفْرُغُ مِنْ ذَلِكَ الْجَانِبِ حَتَّى يَصِحَّ ذَلِكَ الْجَانِبُ كَمَا كَانَ، ثُمَّ يَعُوْدُ عَلَيْهِ فَيَفْعَلَ مِثْلَ مَا فَعَلَ الْمَرَّةَ الأُوْلَى. قَالَ: قُلْتُ لَهُمَا : سُبْحَانَ الله، مَا هَذَانِ؟ قَالَ: قَالاَ لِي : اِنْطَلِقْ اِنْطَلِقْ.

“Kemudian kami berangkat lagi mendatangi orang yang terlentang pada tengkuknya. Ternyata ada orang lain yang berdiri di atasnya sambil membawa kait (yang terbuat) dari besi. Tiba-tiba ia datangi sebelah wajah orang yang terlentang itu, lalu ia robek (dengan kait besi tersebut) mulai dari sebelah mulutnya hingga tengkuknya, mulai dari lubang hidungnya hingga tengkuknya, dan mulai dari matanya hingga tengkuknya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kemudian bersabda: “Selanjutnya orang itu berpindah ke sebelah wajah lainnya dari orang yang terlentang tersebut dan melakukan seperti yang dilakukannya pada sisi wajah yang satunya. Belum selesai ia berbuat terhadap sisi wajah yang lain itu, sisi wajah pertama sudah sehat kembali seperti sedia kala. Maka ia mengulangi perbuatannya, ia lakukan seperti yang dilakukannya pada kali pertama.”

Di penghujung hadits dijelaskan dosa yang diperbuat oleh laki-laki tadi, “Sesungguhnya laki-laki itu setiap keluar dari rumahnya ia berdusta (berbohong) yang kebohongannya sampai ke kaki-kaki langit (tersebar ke mana-mana,-terj)” (HR. Al-Bukhari) dalam riwayat lain, “Ia disiksa ademikian hingga tiba hari kiamat.”

Penutup

Siksa dahsyat yang ditimpakan kepada pendusta di atas terjadi di alam kuburnya sebagai siksa kubur. Ini terus disiksakan atasnya sampai terjadinya hari kiamat. Semoga Allah menyelamatkan kita darinya.

Bahaya dusta semakin menjadi-jadi karena dia dilakukan oleh lisan. Di mana seseorang lengah dari mengontrolanya. Maka benar sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,  bahwa yang paling banyak menjerumuskan seseorang ke dalam neraka adalah hasil kerja lisannya. (HR. al-Tirmidzi)

Dalam hadits lain, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberikan jaminan surga kepada umatnya yang benar-benar sanggup menjaga lisannya, “Barangsiapa menjamin untukku apa yang ada di antara kedua dagunya dan apa yang ada di antara kedua kakinya, maka aku akan menjamin surga untuknya.” (Muttafaq 'alaih dari hadits Sahal bin Sa'ad)

Berdusta semakin asyik dikerjakan karena terkadang berdusta menjadi sebuah hiburan yang membuat orang-orang tertawa dan lupa terhadap masalahnya. Sehingga berdusta yang seperti ini tidak terlihat sebagai sesuatu yang tercela.

Pendorong berbohong lainnya, berbohong terkadang bisa menambah jumlah nominal pernghasilan. Baik dengan mengurangi timbangan dan takaran, bersumpal palsu saat menjual, atau menipu, dan sebagainya. Tapi, satu kepastian bahwa harta yang diperolehnya tidak akan barakah. Sehingga dengan hasil dari berdusta tersebut, ia mengenyangkan perutnya, menghilangkan dahaganya, dan menutupi tubuhnya dengan pakaiannya. Sehingga ibadah yang dikerjakannya tidak bisa mentazkiyah jiwanya. Karenanya, kecenderungan kepada maksiat dan perbuatan dosa lebih kuat dalam dirinya. Wallahu Ta’ala A’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Continue Reading

Umar Bin Khattab : Suatu Negeri akan Hancur Jika Para Penghianat Menjadi Petinggi, dan Harta dikuasai oleh Orang-orang Fasik

padangpasir

….Kepada para komandan pasukan Umar Radiyallahu Anhu mengatakan : “..Perintahkan manusia agar pergi haji dan barangsiapa yang tidak mampu , maka hajikan dia dari harta Allah..”…
(Dari disertasi DR. Jabirah bin Ahmad Al Haritsi , pada program S3 Ekonomoi Islam Fakultas Syariah dan Studi Keislaman Universitas Ummul Qura Makkah dengan predikat Summa Cumlaude)

~~~~~~~~~~
Umar bin Khatab Radiyallahu Anhu  adalah Khalifah yang berhasil membangun dan meletakkan dasar-dasar ekonomi kokoh berdasarkan keimanan  dan Tauhid kepada Allah Subhana wa Ta’ala. Beliau adalah orang yang terakhir kali bisa makan dan beristirahat setelah yakin  penduduk sudah  terjamin kesejahteraannya. Beliau  sangat zuhud terhadap keduniawiaan dan itu diberlakukannya pada keluarganya. Umar Radiyallahu anhu sangat terkenal dengan pengawasan terhadap rakyatnya dan ketegasannya terhadap orang-orang yang melakukan penyimpangan, khususnya apabila orang yang melakukan penyimpangan itu adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan umum seperti Gubernur, hakim, pemungut zakat.

Dalam masa sekarang ini dimana negara-negara di dunia terbagi menjadi negara kapitalis, negara sosialis dan lain-lain sesuai dasar sistem ekonomi yang diikuti oleh setiap negara.  Ini menunjukkan begitu kuatnya hubungan antara politik dan ekonomi yang saling mempengaruhi secara timbal balik. Umar Radiyallahu anhu menjelasakan bahwa kerusakan sistem pemerintahan dan dikuasainya berbagai urusan oleh orang-orang yang fasik merupakan sebab kehancuran pilar-pilar umat; dimana beliau mengatakan,” Suatu negeri akan hancur meskipun dia makmur.” Mereka berkata,” Bagaimana suatu negeri hancur sedangkan dia makmur?” Ia menjawab ,” Jika orang-orang yang penghianat menjadi petinggi dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik.”

Sesungguhnya ekonomi kontemporer mengakui sebab-sebab yang menghancurkan terhadap kerusakan ekonomi dan bahwasanya itu merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap usaha pengembangan ekonomi khususnya di negara-negara berkembang).

Oleh karena itu , Umar R.a berupaya keras dalam mewujudkan sistem pemerintahan yang baik. Bahkan seringkali beliau bertanya kepada sebahagian sahabatnya agar mereka mengemukakan pendapat mereka untuk mengetahui faktor-faktor kebaikan. Contohnya kepada Muadz bin Jabal ,” Apakah pilar perkara ini ya Muadz?’ Ia berkata,”Islam, karena dia adalah  fitrah; ikhlas , karena dia adalah substansi agama, dan ketaatan karena dia adalah perlindungan.

Dari fikih Ekonomi Umar r.a. semasa pemerintahannya ,ada beberapa point yang menyebutkan kriteria sistem pemerintahan yang baik yaitu :
  1. Pemerintah melaksanakan tugasnya nya yang terpenting yaitu menjaga agama dengan cara menetapkan hukum-hukumnya dan berjihad melawan musuh, menjaga harta kaum muslimin yaitu dengan mengumpulkan dan membagikannya sesuai syariah, menegakkan keadilan dengan meralisasikan kemanan dan ketentraman , berupaya mewujudkan kesejahteraan ummat dengan memperhatikan orang-orang  yang membutuhkan
  2. Melibatkan ummat dengan cara musyawarah ataupun memberikan andil ummat kepada pengawasan terhadap jalannya pemerintah dengan cara menasehati dan meluruskannnya
  3. Ada hak ummat menuntut pemerintah jika pemerintah mengabaikan pelaksanaan apa yang menjadi hak-hak ummat. Dalam hal ini Umar sangat peduli untuk mengetahui pendapat umum dan ia bertanya kepada Malik , sahabat dekatnya di rumah seraya mengatakan ,” wahai Malik , bagaimana keadaaan manusia?” ia menjawab “ Manusia dalam keadaan baik .”. Lalu Umar bertanya lagi “Apakah kamu mendengar sesuatu ?” Malik menjawab “ Aku tidak mendengar melainkan kebaikan”Pertanyaan ini berulang sampai tiga kali. Maka Malik berkata padanya pada hari ketiga”Apa yang kamu khawatirkan dari manusia?” Umar menjawab” Bagaimana kamu ini Malik! Aku khawatir jika Umar mengabaikan sebagian hak kaum muslimin lalu mereka datang kepadanya dengan bendera dan menanyakan hak mereka ?” Dan diantara nasehat Umar kepada para gubernurnya adalah “ Janganlah kamu memukul kaum muslimin, karena dengan itu kamu menistakan mereka. Dan janganlah kamu menghalangi hak mereka, karena dengan itu kamu menjadikan mereka untuk mendurhakai kamu..
  4. Adanya Kestabilan yang tidak mengakibatkan kepada pergolakan dan kegoncangan. Kestabilan politik disini adalah dengan mengharamkan seorang muslim mendurhakai pemimpinnya.
  5. Pengembangan ekonomi ini menuntut adanya sistem manajemen yang memudahkan lajunya roda pengembangan dan menghilangkan rintangan dari jalannya, dimana sebagian bentuk manajemen dan sistem pengawasan yang terdapat dalam fikih ekonomi Umar r.a adalah sbb :
a.Hisbah dan pengawasan pasar
b. Pengawasan harta
c. Pengawasan kerja dan pengaturannya
d. Perlindungan lingkungan

Menurut Fiqih ekonomi tersebut ,bahwasanya ada korelasi antara pengembangan ekonomi dalam kacamata Islam dengan terwujudnya suatu lingkungan yang islami dalam segala aspek kehidupan. Dan dari dua diantara lima pilar-pilar pengembanganan ekonomi ( sebagaimana dikemukakan dalam disertasi Dr Jaribah bin Ahmad dari tesisnya yang membahas mengenai itu) adalah
  1. Kesalehan ummat
Sesungguhnya kesalahehan ummat adalah dengan mengimani Islam sebagai akidah dan syariah dan pengaplikasiannya dalam segala aspek kehidupan.

Ketika seorang muslim meyakini bahwa dia sebagai Khalifah di bumi, ini akan mendorongnya melakukan pengembangan ekonomi karena ini merupakan hak dan sarana ummat. Dan jika ini dilakukakannya sepenuh hati karena Allah (ikhlas) maka akan menjadi ibadahnya dihadapan Allah Ta’ala.

Disisi lain , ketaatan dan kemaksiatan juga berdampak dalam kehidupan ekono mi umat, dimana ketaatan akan menjadi sebab diperolehnya keberkahan dalamn segala sesuatu, sedangkan kemaksiatan berakibat tercerabutnya keberkahan dari segala sesuatu . Allah berfirman dalam QS al A’Raf : 96

“ jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan  bumi, tetapi mereka mendustakan( ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya..”

Umar Radiyallahu anhu mengegaskan dalam pernyataannya ;”… Sesungguhnya dunia adalah kesenangan yang menawan, maka barang siapa mengambilnya dengan cara ayang benar, dia akan mendapatkan keberkahan di dalamnya, dan barang siapa mengambilnya dengan cara tidak benar maka dia seperti orang yang makan dan tidak pernah kenyang.

 2. Kebaikan sistem

Pemerintah adalah perangkat politik dan apa yang muncul darinya terkait  sistem pemerintah. Sebab dengan kebaikan perangkat politik, konsistensi pemahaman politik bagi individu dan kebaikan hubungan antara rakyat dan pemerintah, maka akan meletakkan laju pesatnya pengembangan ekonomi pada jalan yang semestinya.

Contoh sikap Umar sebagai pejabat negara dapat dilihat dari perkataaan antara lain tehadap para gubernurnya “ Sesungguhnya aku tidak menguasakan kepadamu atas urusan arah, harga diri serta harta kaum muslimin, namun aku mengutus kamu untuk menegakkan shalat, membagi fai’ mereka dan menetapkan hukum dengan Adil.

Kepada para komandan pasukan Umar Radiyallahu Anhu mengatakan : “..Perintahkan manusia agar pergi haji dan barangsiapa yang tidak mampu , maka hajikan dia dari harta Allah..”
Perkataan Umar, ” Sungguh aku sangat berupaya agar tidak melihat kebutuhan manusia melainkan aku penuhinya, selama sebagian kita terdapat keleluasaan atas sebagaian yang lain. Tapi jika demikian itu tidak dapat dilakukan, maka kita memberi contoh dalam kehidupan kita sehingga kita sama dalam kecukupan”

Dalam fikih ekonomi Umar radiyallahu anhu kita dapatkan bahwasanya politik ekonomi dijalankan oleh pemerintah merupakan tolok ukur terpenting tentang baik atau tidaknya sistem pemerintah, sekaligus merupakan karekteristik sistem pemerintah itu. Sebagai bukti hal itu bahwa Umar Radiyallahu anhu mengatakan”’ demi Allah.., aku tidak mengerti apakah aku khalifah atau seorang raja. Jika aku Raja maka demikian itu adalah perkara besar!”   Maka seorang berkata,” Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya diantara keduanya terdapat perbedaan.” Ia berkata,” Apakah itu ? Ia menjawab, ’Khalifah tidak mengambil melainkan dengan cara yang benar dan tidak meletakkannya melainkan dalam kebenaran dan Anda alhamdulillah seperti demikian itu.. Sedangkan raja adalah menindas manusia, lalu dia mengambil dari ini dan memberi yang ini.” Maka Umar pun diam. (Lr)
Continue Reading

HTI Gelar Solidaritas Untuk Suriah Di Gelora Bung Karno Jakarta

02-peserta-aksi-nisa

AHAD (10/02), massa Hizbut Tahrir Indonesia menghadiri Tabligh Akbar di Masjid Al-Bina Gelora Bung Karno. Senayan Jakarta, yang mengangkat tema “Di Suriah, Cahaya Khilafah Telah Bersinar, Sambutlah…” Acara dibuka dengan orasi dari Ketua DPD I Hizbut Tahrir Jakarta Raya. Beliau menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk solidaritas terhadap perjuangan kaum muslimin Suriah. Telah terbukti bahwa 40 tahun pemerintahan Basyar Assad hanya berujung kedzoliman dan intimidasi aqidah mereka sebagai kaum muslimin, yang mana seharusnya mereka merdeka untuk menghamba kepada Allah Swt.

Orasi kedua disampaikan oleh Farid Wadjdi. Beliau menyampaikan bahwa revolusi Suriah adalah revolusi Islam. Kaum muslimin di Suriah menginginkan Khilafah. Revolusi Suriah tidak sama seperti revolusi penumbangan Presiden Tunisia Ben Ali, maupun Presiden Mesir Hosni Mubarak.

“Suriah memiliki sejumlah potensi untuk tegaknya Khilafah. Diantaranya adalah keamanan di Suriah yang berada di tangan kaum muslimin, Suriah juga berjumlah penduduk cukup banyak (24 juta jiwa) yang merupakan jumlah yang sangat cukup bagi tegaknya khilafah, kemudian sumberdaya alam di Suriah yang sudah sejak masa lampau Suriah merupakan pemasok utama gandum bagi negara Romawi,” ujar Farid.

Di sela-sela sesi orasi dari para orator, para peserta bersahut-sahutan menggemakan takbir dan yel-yel dengan dipandu oleh MC, bahwa kaum muslimin menginginkan Khilafah Islamiyyah.

Orasi ketiga oleh  Abu Haris yang membakar semangat peserta dengan kunjungan ke Suriah, yang mana rakyat Suriah menyambut dukungan kaum muslimin Indonesia. Kaum muslimin Suriah merasakan betapa kaum muslimin itu adalah satu tubuh, meski tangan kita di Indonesia dengan tangan mereka terpisah jarak. “Al-ummah turiid Khilafah Islamiyyah”, demikian yel-yel-nya, makin membangkitkan rasa solidaritas peserta.

Orasi keempat disampaikan oleh Tun Kelana Jaya. Tun Kelana menyampaikan bahwa Khilafah itu akan tegak dalam waktu yang sedekat-dekatnya. Sebelum revolusi Suriah, opini tentang penegakkan Khilafah itu adalah opini yang sangat sulit untuk dikumandangkan. Para pejuang Hizbut Tahrir yang menyuarakan Khilafah di Timur Tengah, akan ditangkap tanpa bicara, dipenjarakan tanpa alasan dan tanpa pengacara jika mereka menyuarakan Khilafah.

Selanjutnya, sesi penanyangan video pernyataan sikap yang disampaikan oleh Juru Bicara Hizbut Tahrir Wilayah Suriah. Ia menyampaikan bahwa dukungan terhadap dakwah Hizbut Tahrir semakin besar. “Kami memohon dukungan anda untuk senantiasa mendukung kami dengan segala sesuatu yang anda miliki. Kami memohon doa anda semua demi tegaknya Khilafah Islamiyyah,” sambungnya.

Orasi kelima disampaikan oleh Rokhmat S. Labib, selaku Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia. Rokhmat menyampaikan bahwa tegaknya Khilafah adalah fardhu, kewajiban dari Allah Swt. Karena Khilafah adalah janji Allah dan berita gembira yang disampaikan oleh Rasulullaah saw. Insya Allah proklamasi Khilafah akan segera dikumandangkan.

Acara ditutup pada pukul 15.30 dengan sesi doa yang dipandu oleh KH. Shoffar Mawardi, Pimpinan Ponpes Darul Muwahid, Kebon Jeruk, Jakarta.

Sebelum pulang, para peserta menunaikan sholat ashar berjamaah di Masjid Al-Bina. Hujan yang mengguyur kawasan Senayan tidak melunturkan semangat para peserta yang baru saja mengikuti dan menyaksikan arus perjuangan bangsa Suriah dalam Tabligh Akbar yang baru saja usai.  [nindira/islampos].
Continue Reading

Drama BBM, Wajah Buruk Demokrasi

250413_RHN-BISNIS-01-DEMO-TOLAK-BBM
 
Oleh: Farid Wadjdi

Kembali Demokrasi menampakkan wajah aslinya yang mengerikan. Dalam voting pada senin malam (17/6) jumlah yang  pro RAPBN-P 2013 menang mutlak 338 suara . Sementara yang kontra 181 suara. Ini berarti pemerintah tidak lagi memiliki halangan untuk  menaikkan harga BBM.

Mengerikan, bagaimana mungkin kebijakan yang akan sangat mempengaruhi nasib rakyat, ditentukan dengan voting . Itupun dalam suasana yang penuh canda, lelucon, dan celetukan-celetukan yang tidak lucu dari wakil rakyat yang lembaganya kerap mendapat gelar lembaga korup itu.
Padahal apapun argumentasi mereka yang menaikkan BBM, kebijakan ini pasti akan menambah penderitaan rakyat. Selama ini tidak pernah terbukti,kenaikan BBM, membuat rakyat lebih sejahtera, pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat semakin baik. Tidak pernah terbukti. Yang terjadi adalah sebaliknya.

Ketika voting yang menentukan, kita juga mempertanyakan, apa relevansinya argumentasi pro dan kontra yang diajukan oleh masing-masing pihak ? Benarlah apa yang pernah dikatakan oleh Muhammad Iqbal, pemikir Pakistan, saat mengkritik demokrasi. “Demokrasi hanya menghitung jumlah kepala, tapi tidak memperhitungkan isi kepala (pemikiran)!”

Klaim bahwa demokrasi akan menjadikan suara rakyat sebagai penglima juga tidak terbukti. Rakyat banyak sesungguhnya tidak pernah dilibatkan apalagi menjadi penentu dalam pengambilan keputusan ini. Yang mentukan adalah  anggota DPR yang dikontrol oleh pemilik modal, yang mengklaim wakil rakyat, bertindak atas nama rakyat, namun bukan untuk kepentingan rakyat. Yang diuntungkan dalam kebijakan ini jelas-jelas adalah para pemilik modal yang bermain dalam bisnis minyak ini baik di hulu maupun di hilir.

Rakyat nyaris tidak pernah ditanya, apakah mereka setuju atau tidak. Suara-suara rakyat justru diabaikan atau dibungkam. Yang ada adalah kampanye sepihak penguasa yang terus menyebarkan kebohongan tentang pentingnya kenaikan BBM ini. Hasil survey Lembaga Survei Nasional (LSN), dimana sebanyak 86,1% responden menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, 12,4% setuju dan 1,5% responden menyatakan tidak tahu, tentu tidak diperhitungkan sama sekali.

Seperti yang ditulis peraih hadiah nobel ekonomi, Josep Stiglitz ketika mengkritik kondisi politik ekonomi Amerika, yang terjadi bukanlah dari rakyat, oleh rakyat , dan untuk rakyat. Namun Of the 1 %, by the  1%, for 1 %. Menurut Stigliz apa yang terjadi dalam proses politik demokrasi Amerika sepenuhnya dikendalikan oleh sekelompok kecil orang , yakni 1 % dari orang-orang superkaya, yang menggunakan pengaruh politik mereka untuk memastikan bahwa ekonomi Amerika diatur sedemikian rupa sehingga mereka (para pemilik modal yang 1 % itu) merupakan penerima manfaat yang utama.

Hal yang lebih kurang sama terjadi di Indonesia. Kebijakan ini tidak lain untuk melayani kepentingan segelintir pemilik modal terutama asing dengan komprador lokalnya. Kenaikan harga BBM ini tidak lain merupakan kepatuhan total terhadap merupakan amanat Letter of Intens (LoI) International Monetary Fund (IMF). IMF mewajibkan Indonesia menghapuskan subsidi BBM. Walhasil pangkal masalahnya  adalah kebijakan liberalisasi migas yang dilegalkan oleh UU pro liberal yang merupakan produk demokrasi.

Menaikkan BBM meskipun menyengsarakan rakyat, merupakan kepatuhan rezim SBY sebagai anggota G20. Dalam forum G-20 di Pittsburgh (2009) dan Gyeongju (2010), proposal penghapusan subdisi BBM makin gencar disuarakan. Di Pittsburgh, G20 memaksa negara anggotanya, termasuk Indonesia, segera menghapus subsidi BBM secara bertahap. Di Gyeongju, Korea Selatan, Pemerintah Indonesia menjanjikan akan melaksanakan penghapusan subdisi energi, khususnya BBM dan TDL, dimulai pada tahun 2011.

Dalam sistem demokrasi, rakyat justru selalu dikorbankan lewat kebijakan yang mengatasnamakan rakyat. Memang setiap kebijakan politik pastilah beresiko, yang kita pertanyakan kenapa rezim demokratis ini selalu memilih resiko yang membuat rakyat menderita. Kalaupun kekurangan dana , kenapa pemerintah tidak mengambil alih pengelolaan tambang-tambang emas, minyak, batu-bara, yang sebagian besar dikuasai oleh asing ?

Kenapa SBY tidak melakukan penghematan anggaran mulai dari diri dan birokratnya terlebih dahulu. Pemborosan anggaran justru banyak dilakukan oleh pejabat negara : gaji Presiden SBY mencapai US$ 124.171 atau sekitar Rp 1,1 miliar per tahun (tertinggi ketiga di dunia); anggaran perjalanan dinas para pejabat negara Rp 21 trilun.

Menurut FITRA, Presiden SBY menghabiskan Rp 839 juta hanya untuk urusan bajunya. Sementara anggaran furniture Istana Negara mencapai Rp 42 miliar setiap tahunnya. Untuk penyusunan pidatonya saja, Presiden SBY pun harus menggerus dana APBN sebesar Rp1,9 milyar. Sedangkan untuk kebutuhan pengamanan pribadi, presiden SBY juga menggelontorkan uang APBN sebesar Rp52 milyar. Ini menunjukkan tidak ada memori kepentingan rakyat dalam benak rezim SBY !

Dengan mengembalikan kepemilikan tambang-tambang ini   kepada rakyat, dan menggunakan keuntungannya sepenuhnya  untuk rakyat,  pemerintah akan bisa mengatasi banyak persoalan kekurangan dana di Indonesia. Kenapa pemerintah justru lebih takut kepada IMF dan Bank Dunia, dibanding kepada rakyat ?

Bukti bahwa rezim SBY lebih melayani negara-negara Barat imperialis, bisa dilihat ketika rezim ini menyetorkan dana  38,1 trilyun kepada IMF untuk menyelamatkan kebangkrutan negara-negara Barat. Ironisnya, untuk obat atas kenaikan BBM pemerintah hanya memberikan kompensasi  sebesar 9,3 trilyun untuk rakyat.

Bukti lain rezim SBY melayani segelintir elit pemilik modal, Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 155 miliar untuk penanggulangan bencana Lumpur Lapindo, di Jawa Timur. Hal itu terungkap dalam Pasal 9 Rancangan Undang-Undang (RUU) Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013. Padahal bencana Lapindo ulah pengusaha yang rakus yang masih kaya raya hingga kini. Bisa jadi ini merupakan kompensasi dari dukungan partai tertentu terhadap kenaikan BBM.

Kita kembali teringat apa yang disebutkan oleh Syekh Taqiyuddin an Nabhani dalam kitab Nida’ul Har (Seruan Hangat), tentang penyebab terjadinya tragedi di dunia Islam. Pendiri Hizbut Tahrir ini  menegaskan: “Sesungguhnya umat Islam telah mengalami tragedi karena dua musibah. Pertama, penguasa mereka menjadi antek-antek kafir penjajah. Kedua, di tengah mereka diterapkan hukum yang tidak diturunkan oleh Allah, yaitu diterapkan sistem kufur.”

Hal ini tampak jelas di Indonesia. Munculnya kebijakan yang merugikan rakyat seperti ini tidak lain disebabkan karena keberadaan rezim penguasa, yang menjadi boneka negara-negara imperialis. Membebek dan tunduk terhadap tekanan penguasa kafir penjajah melalui organ-organ penjajahan mereka seperti IMF dan Bank Dunia.  Rezim penguasa dengan dukungan menteri-menteri pro liberal, anggota parlemen yang korup, lebih memilih melayani kepentingan asing dari pada rakyat mereka sendiri.

Namun semua ini bisa berlangsung karena ada sistem politik dan ekonomi yang melegalkannya. Yaitu sistem demokrasi dan ekonomi kapatalis yang diterapkan di Indonesia.

Karena itu perubahan nyata akan terjadi, berbagai derita rakyat akan bisa dihilangkan, kalau dua penyebab ini dihentikan. Pertama dengan mengganti sistem kufur demokrasi dengan sistem negara Khilafah yang menerapkan  syariah Islam secara totalitas . Dan yang kedua adalah mengganti penguasa-penguasa boneka di negeri Islam dengan penguasa (Kholifah) yang amanah dan melayani kepentingan rakyat. Inilah yang harus menjadi agenda bersama perjuangan umat.

Terakhir, kita mengingatkan kepada rezim SBY, doa Rosulullah bagi penguasa yang mendzolimi rakyatnya sendiri. Ya Allah, barangsiapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memberatkan/menyusahkan mereka, maka beratkan/susahkan dia; dan barang siapa memiliki hak mengatur suatu urusan umatku, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik, maka perlakukanlah dia dengan baik. (HR Ahmad dan Muslim).Allahu Akbar

(Sumber)
Continue Reading

Kover Besar Kenaikan Harga BBM

SPBU

30 SEPTEMBER 2005. Menjelang tengah malam, di semua pom bensin di negeri ini, mobil dan motor berjajar membentuk antrean yang sangat panjang. Dan tepat pukul 00.00, 1 Oktober 2005, BBM naik. Rakyat pingsan keesokan harinya.

Kenaikan BBM selalu mengerikan dan bikin bulu kuduk berdiri; berapakah lagi rakyat yang akan segera jatuh pada lembah kemiskinan yang baru? Jangan heran saja makanya jika keesokan harinya, semua harga juga ikut melambung tinggi. Beras naik. Tahu naik. Minyak tanah sudah entah kemana. Di berbagai pelosok, banyak warga yang kembali memakai kayu bakar sebagai alat untuk menanak nasi atawa menggoreng makanan.

Di pabrik dan perusahaan, karyawan semakin merasa tak nyaman saja bekerja. Kenapa pasal? Kenaikan harga BBM, bukannya malah membikin gaji naik. Eh malah ada ancaman pengurangan karyawan alias PHK alias berhenti kerja! Alamat makin banyak pengangguran.

Tapi, tenang. Sejak dulu—maksudnya lima atau sepuluh tahun lalu, pemerintah selalu menyiapkan kompensasi. Rp. 100 ribu untuk setiap keluarga miskin. Sekarang jad Rp 150. 000. Naik sedikit, lumayan lah. Ah, ah, ah, dengan kondisi hari ini, seratus lima puluh ribu, cukup apa toh? Terjadi tarik ulur. Buat makan atau buat modal atau buat bayaran sekolah anak-anak?

Memangnya cukup? Belum lagi ditambah dengan begitu ribetnya untuk mengambil dana kompensasi BBM itu.

Padahal, tiga pekan kemudian, Ramadhan hari pertama datang. Kita semua tahu, BBM tak dinaikan pun, setiap bulan Ramadhan, harga-harga otomatis melonjak tinggi di negeri ini. Apalagi Lebaran. Apakah uang seratus lima puluh ribu rupiah kemudian ada artinya? Rakyat hanya bisa pasrah. Dan menangis.

1 Oktober 2005. Menjelang petang. Rakyat masih berkalang kabut dengan tanah dan keresahan hidup. Di Bali, bom meledak lagi. Guncangannya hebat. Menurut laporan, 25 orang tewas. Lebih dari seratus orang luka-luka. Bukan hanya warga negeri ini. John Howard, Perdana Menteri Australia ketika itu, kembali mencak-mencak. Persis seperti tragedi Bom Bali 1 beberapa tahun sebelumnya. Bali segera di-sweep. Polisi dan intelijen asing ikut ambil bagian sebagai pihak yang merasa berkepentingan.

Al hasil, guncangan Bali sebenarnya juga mengguncang Indonesia. Ibaratnya, nonton film action Hollywood yang mengandung drama, thriller, dan suspense. Ada jeda rakyat lupa akan kenaikan BBM yang belum satu hari itu. Seolah-olah Bom Bali adalah “episode hiburan” tersendiri setelah sekarat karena naiknya BBM.

Antara Bom Bali dan kenaikan BBM yang cuma berbeda 12 jam itu, bisa jadi sangat mungkin dua hal yang terpisah. Tapi kalau kita lihat lagi ke belakang, pas kenaikan BBM yang pertama tahun 2005, ada kejadian yang hampir serupa walau berbeda kasus. Ingat kan kenaikan BBM pertama dulu diikuti dengan isyu konfrontasi Ambalat dengan Malaysia? Atau flu burung yang kejadian sesaat setalah PLN juga menaikan tarif listriknya?

Tahun 2013 ini apa kover besar untuk mengalihkan rakyat seolah lupa akan kenaikan BBM? KPK VS PKS sudah lewat. Hambalang atau Century tidak tuntas-tuntas.  Jadi apa? [sa/islampos]
Continue Reading

Menaikkan Harga BBM: Menaikkan Angka Kemiskinan

SPBU

APBN Perubahan 2013 telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat. Dengan disahkannya APBN-P 2013 ini maka harga BBM subsidi dipastikan segera naik. Harga premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar menjadi Rp 5.500/liter. Namun pastinya tergantung pada keputusan presiden SBY. Wapres Boediono saat jumpa pers di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (18/6/2013) menyatakan,

“Presiden akan memutuskan kapan, menunggu persiapan dari program-program (kompensasi)” (lihat, kompas.com, 18/6).

Rakyat Miskin Aman dari Dampak Kenaikan Harga BBM?

Pemerintah menjamin rakyat miskin terlindungi dari dampak kenaikan harga BBM. Pemerintah telah menyiapkan program perlindungan dalam bentuk program kompensasi yang dianggarkan Rp 27,9 triliun. Yaitu, Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dianggarkan Rp 9, 3 triliun, diberikan sebesar Rp150 ribu perbulan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) selama empat bulan. Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) dianggarkan Rp 7,5 triliun untuk 16,6 juta siswa. Program Raskin dianggarkan Rp 4,3 triliun bagi 15,5 juta rumah tangga miskin selama tiga bulan. Program Keluarga Harapan dianggarkan Rp 0,7 triliun untuk 2,4 juta keluarga sangat miskin. Dan program infrastruktur dasar dianggarkan Rp 6 triliun terutama untuk pembangunan infrastruktur pedesaan.

Benarkah rakyat miskin akan aman dari dampak kenaikan harga BBM? Jawabannya jelas tidak. Hitungannya sederhana. BLSM Rp 150 ribu per RTS, jika tiap RTS beranggotakan 4 orang, artinya tiap orang hanya mendapat Rp 37.500 per orang per bulan atau hanya Rp 1.250 per hari. Jumlah itu akan langsung habis untuk menutupi kenaikan ongkos transportasi, bahkan bisa kurang.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Soeroyo Alimoeso mengatakan, “Kenaikan harga BBM sudah pasti berdampak terhadap kenaikan tarif angkutan umum. Tetapi kenaikan tarifnya itu tidak boleh lebih dari 10-20 persen”. (kompas.com, 18/6). Namun pembatasan kenaikan 10-20% itu dinilai tidak logis. Menurut Ketua Organisasai Angkutan Darat, Organda DKI, Soedirman, dengan harga BBM naik 33%, kenaikan tarif angkutan yang masuk akal adalah 35%. (republika.co.id,17/6). Jika misalnya, tarif angkot yang berlaku rata-rata 2 ribu, maka akan naik minimal 500 rupiah atau bahkan seribu. Itu artinya, bantuan BLSM akan langsung habis untuk menutupi kenaikan ongkos naik angkot pergi pulang satu kali. Jika harus dua kali naik angkot, maka harus nombok.

Di sisi lain, harga-harga barang dan jasa pasti akan naik. Menurut hitungan Kemdag, harga-harga kebutuhan pokok akan naik 5% – 10% atau rata-rata sekitar 8,2%. Namun faktanya sangat mungkin jauh lebih tinggi dari perkiraan itu. Selama ini, harga-harga sembako telah mengalami kenaikan cukup drastis dan berat bagi masyarakat. Ketika harga BBM naik, dipastikan harga akan naik lagi dan tidak akan turun. Apalagi menjelang Ramadhan dan lebaran yang biasanya tanpa ada kenaikan harga BBM saja, sudah menyebabkan kenaikan harga cukup drastis. Kenaikan harga itu juga dipicu oleh naiknya ongkos transportasi dan biaya produksi. Biaya produksi mungkin akan naik secara signifikan sebagai efek akumulatif dari kenaikan ongkos transportasi dan kenaikan biaya produksi bahan baku dan bahan setengah jadi.

Jadi jelas, “program perlindungan” yang disiapkan tidak cukup melindungi rakyat miskin. Yang terjadi hanyalah mengurangi dampaknya saja. Dampak keseluruhannya tetap saja akan sangat berat dirasakan. Tidak berlebihan jika BLSM itu diplesetkan dengan sebutan “balsem”.

Menaikkan Harga BBM = Menambah Jumlah Orang Miskin

Menurut Menteri Perencaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, jumlah orang miskin pada tahun ini akan naik dari 10,5 persen menjadi 12,1 persen. Ada kenaikan angka kemiskinan sebesar 1,6 persen atas dampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Jumlah orang miskin setelah kenaikan BBM akan menjadi 30,250 juta orang. Sebelumnya, tanpa kenaikan harga BBM, tahun 2013 diprediksi angka kemiskinan hanya 26,250 juta. Jadi, akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, jumlah orang miskin baru mencapai 4 juta jiwa. (Kompas.com, 27/5).

Boleh jadi, angka kemiskinan nantinya akan lebih tinggi dari perkiraan itu. Sebab orang miskin yang ada saat ini akan tetap miskin bahkan lebih miskin lagi, dan ditambah oleh banyak orang miskin baru.
Belajar dari fakta pada awal tahun 2006, (setahun setelah kenaikan harga BBM 30%) jumlah orang miskin melonjak menjadi 39,05 juta (17,75%). Artinya, program BLT yang digelontorkan saat itu nyatanya tidak berhasil menekan dampak kenaikan harga BBM. Padahal pada tahun 2005, ketika SBY menaikkan harga BBM dua kali, jumlah penerima BLT sebanyak 19,1 juta keluarga dan diberikan dalam jangka waktu yang lebih lama. Melihat hal itu, BLSM nanti bisa jadi akan lebih tidak berhasil mengerem pertambahan jumlah orang miskin. Sebab, jumlah RTS untuk BLSM tahun ini lebih sedikit yakni hanya 15,5 juta RTS dan diberikan lebih singkat, hanya 4 bulan. Dampak kenaikan harga BBM itu sendiri akan terus berlangsung setelah BLSM berhenti.

Mereka yang menerima BLSM, nyatanya akan tetap tergerus daya beli mereka. Sebab BLSM sudah habis untuk menutup kenaikan ongkos angkot. Bagi mereka yang tidak menerima BLSM, penurunan daya beli mereka akan lebih besar lagi, termasuk para pekerja. Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) memperkirakan, kenaikan harga BBM akan menyebabkan daya beli buruh akan menurun hingga 30 persen. Data menunjukkan tenaga kerja yang betul-betul dianggap bekerja penuh (min. 35 jam/minggu) hanya sekitar 70%, sedangkan sisanya adalah setengah penganggur dan penganggur terbuka. Itupun, mereka yang dianggap bekerja penuh ternyata 65% bekerja di sektor informal dan hanya 35% bekerja di sektor formal (BPS, 2011). Artinya, mereka ini sangat rentan terkena dampak kenaikan harga BBM dan merosot tingkat kesejahteraannya. Secara umum menurut pengamat ekonomi Yanuar Rizky, dampak kenaikan harga BBM akan menggerus daya beli 90% rakyat Indonesia.

Menurunnya daya beli sebagian besar rakyat itu akan berdampak besar pada dunia usaha, khususnya UMKM yang jumlahnya mencapai 99,9% dari keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. Dunia usaha akan tergencet dari dua sisi. Pertama, penurunan daya beli dan kedua dampak langsung dari kenaikan harga BBM. Ketua Kadin Jabar Bidang UMKM dan kemitraan, Iwan Gunawan, memperkirakan pengeluaran UMKM untuk pembelian BBM akan naik 20%. Belum lagi pengaruh kenaikan harga BBM terhadap biaya bahan baku dan lain-lain. Padahal, sebelumnya UMKM sudah disusahkan oleh kenaikan biaya Tarif Dasar Listrik (TDL). Hal itu pada akhirnya membuat dunia usaha harus melakukan efisiensi, diantaranya bisa jadi dengan menurunkan tingkat gaji atau bahkan berupa PHK.

Jika tidak, maka beban itu akan beralih kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga.
Dari semua itu, pada akhirnya dampak kenaikan harga BBM akan menimpa semua rakyat. Yang paling merasakan dampaknya tetap saja adalah rakyat kebanyakan, khususnya rakyat miskin. Lalu di mana klaim bahwa kenaikan hagra BBM itu demi rakyat miskin? Jika demikian siapa lantas yang diuntungkan atau dengan kata lain demi siapa kenaikan harga BBM itu?

Demi Asing

Seperti sudah diketahui banyak orang, penghapusan subsidi termasuk subsidi BBM adalah amanat (perintah) dari IMF, Bank Dunia, USAID dan ADB. Hal itu tertera dalam dokumen-dokumen yang ada. Selain itu sejak tahun 2008, Organisasi Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) sudah “mengejar-ngejar” pemerintah Indonesia agar memastikan penghapusan subsidi BBM. Pada 1 November 2010, Sekjend OECD, Angel Gurria, menemui sejumlah Pejabat Tinggi Indonesia, termasuk Wapres Boediono dan Menkeu Agus Martowardoyo. OECD menyakinkan pemerintah Indonesia agar segera menghapus subsidi BBM dan listrik hingga 2014. Disamping itu, forum G-20 di Pittsburgh (2009) dan Gyeongju (2010), juga mendesak penghapusan subdisi BBM. Di Gyeongju, Korea Selatan, Pemerintah Indonesia menjanjikan akan melaksanakan penghapusan subdisi energi, khususnya BBM dan TDL, dimulai pada tahun 2011.

Disamping itu, kenaikan harga BBM ini adalah untuk menyempurnakan liberalisasi migas khususnya di sektor hilir. Hal itu agar swasta, khususnya swasta asing, bisa turut bermain di bisnis eceran migas.
Maka sungguh ironis, penghapusan subsidi atau kenaikan harga BBM ini meski merugikan dan menyengsarakan rakyat banyak tetap dilakukan. Hal itu untuk menyenangkan dan menguntungkan pihak asing. Semua itu disebabkan diadopsinya kapitalisme khususnya dalam pengelolaan migas. Maka selama kapitalisme masih diadopsi, kenestapaan itu akan terus berlanjut.

Wahai Kaum Muslimin

Agar migas menjadi berkah dan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat, jalan satu-satunya harus dikelola dengan sesuai syariah Islam. Dalam Islam, migas adalah milik umum. Rasul menegaskan:

«النَّاسُ شُرَكَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: فِي اْلكَلَإِ وَاْلمَاءِ وَالنَّارِ»

Manusia adalah serikat dalam tiga hal: dalam padang rumput, air, dan api (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Sebagai milik umum, migas harus dikelola negara mewakili rakyat. Migas tidak boleh dikonsesikan atau diserahkan kepada swasta apalagi asing. Seluruh hasil pengelolaannya dikembalikan kepada rakyat.

Semua itu hanya bisa sempurna dilaksanakan melalui penerapan syariah Islam secara totalitas di bawah sistem Khilafah Islamiyah yang mengikuti manhaj kenabian. Jika tidak, maka kehidupan sempit akan terus mendera. Allah SWT telah memperingatkan:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (TQS Thaha [20]: 124)

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.
(Al-Islam)
Continue Reading

Sabtu, 15 Juni 2013

Jihad Media Adalah Setengah Dari Jihad Perang

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Istilah “orang yang menguasai media dialah yang menguasai dunia” bukan isapan jempol. Ini merupakasan salah satu langkah musuh-musuh Islam untuk memenangi perang peradaban melawan Islam. Mereka berhasil memnagkan perang dan menguasai dunia dengan wasilah media. Sehingga Islam tercitrakan buruk. Pejuangnya disebut teroris. Syi’ar-syi’ar Islam dianggap simbol keterbelakangan.

Melalui media, kaum kuffar menguasai opini umum masyarakat. Mengarahkan ke mana yg mereka kehendaki. Bahkan kepada kesesatan, baik secara ideologi atau keyakinan. Mereka berhasil memutarbalikkan fakta dan arah kecenderungan masyarakat melalui opini media. Sehingga genderang perang terhadap Islam yang mereka tabuh mendapat dukungan masyarakat global. Bahkan sebagiannya dari negara-negara kaum muslimin dan kalangan masyarakat muslim.

Allah mengisyaratkan pentingnya umat Islam untuk menguasai media. Baik untuk membentuk opini positif terhadap Al-Haq (Islam), juga sebagai counter opini media-media anti Islam. Terlebih dalam jihad Islam, keberadaan media menjadi sarana yang tak boleh diremehkan. Karena tersebarnya opini buruk terhadap Islam dan pejuangnya bisa melemahkan kekuatan jiwa kaum muslimin.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pendukung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal: 73)

Sikap loyalitas sesama kafir juga berlaku dalam perang global terhadap Islam. Angkatan-angkatan perang kafir dan pelaku media mereka bekerjasama dan saling mendukung dalam perang salib modern ini. Bahkan sebelum invasi militer dimulai mereka sudah menyerang melalui invasi opini lewat corong-corong media mereka. Sehingga semakin lengkaplah fitnah dan semakin dahsyat kerusakan yang timbul. Maka jika umat Islam tidak juga menggarap media –sebagaimana mereka telah mengupayakannya- maka pasti benar-benar terjadi fitnah (kekufuran dan kesyirikan) dan kerusakan yang besar di muka bumi ini.
. . . Melalui media, kaum kuffar menguasai opini umum masyarakat. Mengarahkan ke mana yg mereka kehendaki. . .Sehingga genderang perang terhadap Islam yang mereka tabuh mendapat dukungan masyarakat global. Bahkan sebagiannya dari negara-negara kaum muslimin dan kalangan masyarakat muslim. . .
Pengaruh kerja media dapat kita lihat saat saat perang Uhud. Ketika kaum muslimin mendapat serangan balik dan terdesak. Gugurlah sebagian dari pasukan Islam. Namun mereka tetap semangat dan terus berjuang memerangi musuh. Lalu tiba-tiba tersebarlah kabar yang dihembuskan syetan “Ketahuilah, sesungguhnya Muhammad telah terbunuh.” Dan hal itu benar-benar membuat lemah dan jatuh semangat sebagian besar pasukan mujahidin. Lihatlah pengaruh opini buruk melalui berita yang tersebar berhasil membuat peta peperangan berubah dan menjatuhkan mental para ksatria Islam.
Oleh sebab itu, pasukan jihad Islam harus memberikan perhatian yang serius terhadap media, baik cetak maupun elektronik. Dan sekarang sudah muncul media yang fleksibel dan dapat menjangkau tempat di seluruh penjuru dunia, yakni media online. Ini untuk mendukung kerja jihad, menguatkan semangat kaum mujahidin, dan melemahkan pasukan kafirin.

Bagi umat, jangan ragu lagi untuk membiayai media-media Islam yang mengumandakan dakwah dan perjuangan Islam. Sungguh pahalanya tak berbeda dari menyalurkan infak untuk jihad fi sabilillah, karena jihad media adalah setengah dari jihad perang. Bahkan peran jihad media sudah memulai perang sebelum terjadinya perang fisik, dan ini berlanjut saat berkecamuknya perang dan pasca perang. Media berperan menjaga nama baik Islam dan mujahidin, serta membangun opini positif di tengah-tengah umat.
. . . Bagi umat, jangan ragu lagi untuk membiayai media-media Islam yang mengumandakan dakwah dan perjuangan Islam. Sungguh pahalanya tak berbeda dari menyalurkan infak untuk jihad fi sabilillah, karena jihad media adalah setengah dari jihad perang. . . .
Disarikan dari tulisan Asy Syahid –kamaa nahsabuh- Samir Khan : Inspire Magz Vol VII, Spring 2011:

Saya teringat akan sebuah nasehat yang sangat berkesan hampir dua tahun yang lalu di saat saya berdiri di depan Amir AQAP, Syekh Abu Bashir Al Wuhaisyi, semoga Allah melindunginya. "Ingat," ujarnya sementara di latar belakang  nampak para mujahidin lainnya sedang sibuk bekerja di depan komputer mereka. "Pekerjaan Media Adalah Setengah Dari Jihad.“

Beliau mengulangi kata-kata Syaikh Usamah bin Laden, kata-kata yang mengingatkan saya akan sebuah dunia yang tak terkatakan yang telah membentuk kehidupan jutaan orang di seluruh dunia berkat beberapa orang di depan komputer mereka dan orang-orang yang memenuhi janji mereka 
kepada Allah.

Saya tahu bahwa media jihad sangat penting bagi mujahidin, hanya saja saya belum bisa memastikan seberapa penting ini bagi mereka. Sampai saat seorang ikhwan menjelaskan kepada saya dengan penuh keyakinan : “Sebuah produksi media yang penuh kekuatan, itu sama seperti sebuah operasi serangan kepada Amerika”

Meski para mujahidin pun menyadari bahwa mereka dalam posisi underdog pada peperangan ini, namun semua terus berjalan tanpa perlu diucapkan lagi bahwa sebenarnya kita telah melemparkan sesuatu kepada Amerika dan sekutunya yang akan terus menempel pada mereka.

Tony Blair dengan tepat mendeskripsikan hal ini dalam wawancara dengan BBC saat mendiskusikan tentang perang melawan mujahidin : “Kita telah mempelajari bagaimana memeranginya tetapi kita belum dapat menghancurkan ideologinya” katanya.

Ide-ide terpercaya yang kita bawa itulah yang paling  mengintimidasi mereka. Orang tentu akan mengalami suatu akhir (kematian), tapi ide dan pemikiran itu tahan peluru dan mampu bertahan hidup dalam waktu yang amat lama. Peristiwa 11 September meninggalkan Amerika dalam keadaan tanpa dasar, memaksanya untuk menembak sesuatu yang tidak akan mati.

Ada tiga hal yang menjadi fokus para mujahidi pada media mereka yaitu : Kualitas dan isi produksi, keamanan Internet dan strategi penyebaran media.

Di saat  Amerika fokus memerangi mujahidin kita di pegunungan Afghanistan dan jalan-jalan di Irak, media jihad dan pendukungnya berada pada  gigi lima (kecepatan tinggi). Ribuan produk media Jihad diproduksi dan tersebar baik melalui internet maupun dunia nyata. Sesuatu yang dihasilkan ribuan meter di atas pegunungan Afghanistan akan didapati telah didistribusikan di jalan-jalan London dan California. Ide-ide yang disebarluaskan dari bibir pemimpin mujahidin, ternyata telah tersebar di Madrid dan Times Square.

Michael Scheuer mantan agen CIA mengomentari  film “The Image War”, sebuah film dokumenter  tentang Al Qaeda yang ditayangkan di stasiun TV Al Jazeera, ia mengatakan : “Propaganda mereka membuat kita terjungkal ke dalam neraka, setiap waktu setiap saat. Kita bahkan tidak sedang bermain di liga yang sama”. [PurWD/voa-islam.com]
  • Perkataan Samir Khan dinukil dari Status Facaebook Ustadz Fuad Al-Hazimi dan telah disampaikan dalam acara Silaturahmi Aktifis Media Islam dengan tema ceramah “Urgensi Media dalam Jihad Global” di Kantor Berita Voice of Al Islam, Jum’at, 7 Juni 2013.
Continue Reading

Karakteristik Musuh Allah dari Kalangan Munafiqin


Oleh : Abdurrohim Ba’asyir

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap kebenaran pasti memiliki musuh yang akan berusaha untuk menghalanginya. Begitu juga dengan kebenaran Islam yang akan dimusuhi oleh syaitan dan pengikutnya.

Melihat hal demikian maka sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengetahui siapa saja yang sebenarnya menjadi musuh-musuh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mengenali sifat-sifat mereka. Hal demikian supaya dapat kita antisipasi dan segera mengambil langkah-langkah dalam mengatasinya.

Di antara musuh-musuh Allah atau pengikut syaitan (Hizbu syaithon) yang gencar memusuhi Islam ialah golongan munafikin. Golongan ini adalah mereka yang berpura pura menjadi mukmin dan menyembunyikan kekufurannya. Mereka benci dan memusuhi terhadap kebenaran yang datang dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala serta berusaha untuk menghancurkan dan menghalangi penyebaran cahaya Islam.

Zaman ini di mana orang-orang munafik memiliki duri-duri yang begitu tajam. Kenyataan ini sebagaimana dikatakan Hudzaifah Radhiyallahu 'Anhu, beliau berkata: “Orang-orang munafik pada hari ini lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada di masa Nabi saw.” Dikatakan: “Kenapa demikian ?” Beliau berkata: “Mereka dahulu pada masa Rasulullah saw menyembunyikan (kemunafikannya) sedangkan sekarang mereka menampakkannya.” (Bagaimanakah seandainya Hudzaifah menyaksikan kondisi kita sekarang ini ??? pen.)

Di masa sekarang ini segala urusan dikendalikan oleh mereka (orang-orang munafik). Sehingga kita menyaksikan bahwa mereka berpakaian sebagaimana orang-orang yang mengadakan perbaikan. Mereka layaknya seorang ulama atau penasihat yang penuh belas kasihan, bahkan mereka memakai pakaian seperti halnya seorang ahli ibadah atau orang shalih. Telah dipersiapkan bagi mereka mimbar-mimbar dan markas-markas ilmu agar berbicara tentang Islam. Telah dipersiapkan lembaran-lembaran kitab dan majalah untuk mereka tulis dengan mengatasnamakan Islam. Namun, kenyataannya mereka sangatlah jauh dari Islam, bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.

Di dalam Al-Qur'an, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah membuka kedok kepura-puraan mereka hingga sangat jelas bagi kita yang ingin mengetahui dan mengenali karakteristik musuh yang satu ini.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آَمِنُوا كَمَا آَمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آَمَنَ السُّفَهَاءُ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَكِنْ لَا يَعْلَمُونَ

“Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu.” (QS. Al Baqarah 2 : 13).

Di dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjelaskan bahwa orang-orang munafik menganggap orang-orang beriman yang istiqamah dengan syariat Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai orang-orang yang bodoh tidak tahu perkembangan zaman bahkan menganggap ketingalan zaman dan lain sebagainya. Namun, kalau kita lihat kehidupan mereka sangatlah jauh dari aturan-aturan Allah swt. Anggapan ini juga mereka serukan melalui berbagai media dan corong yang menyebarkan suara ‘miring’ atas kaum mukminin dengan harapan agar manusia terpengaruh dan menjauhi orang orang beriman yang taat terhadap syariat Allah Subhanahu Wa Ta'ala/. Allah berfirman, “…sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yag indah-indah untuk menipu (manusia).” (QS. Al An’am 6 : 112)

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آَمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS. An Nisa’ 4 : 60-61)

Di dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberi tahu tentang ciri-ciri orang munafik adalah apabila mereka memutuskan suatu hukum, mereka meninggalkan hukum Allah bahkan tidak mau berhukum dengan hukum Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Walaupun mereka tahu bahwa mereka dilarang untuk meninggalkan hukum Allah. 

Mereka lebih senang untuk berhukum kepada thaghut (yaitu penguasa-penguasa yang berhukum dengan hukum buatan manusia). Kemudian mereka selalu menghalagi usaha apapun untuk penerapan dan pelaksanaan syariat Allah di muka bumi. Mereka menghalangi sekuat tenaga supaya manusia tidak kembali kepada syariat Allah. Jalan apapun akan mereka tempuh demi tercapainya tujuan, termasuk menyakiti para pejuang syariat, memenjarakan mereka atau mungkin hanya sekadar membuat fitnah keji yang mereka sebarkan supaya manusia jauh dan terhalang dari kesadaran melaksanakan dan menerapkan syariat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah 9 : 67).

Di dalam ayat ini sangat jelas, bahwa orang-orang munafik menyuruh dan mengusahakan supaya kemungkaran bisa tegak, dan sebaliknya menghalang-halangi usaha apapun yang dilakukan untuk menegakkan yang ma’ruf. Kita lihat bahwa setiap kemungkaran pasti didukung dan dibela mereka, walaupun sangat jelas keburukannya. Mereka selalu menghalangi usaha yang bertujuan membina umat dalam memperbaiki akhlak dan akidah.

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (QS. An Nisa’ 4 : 138-139)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberitahukan ciri yang lain yaitu sikap wala yang di berikan kepada orang kafir. Wala berarti loyalitas, keberpihakan, kebanggaan bahkan kecintaan. Sesuatu hal apapun yang merugikan orang kafir, maka mereka juga merasa ikut dirugikan. Hal ini dikarenakan sikap loyalitas mereka yang tinggi terhadap orang-orang kafir. Wala dapat juga berarti mengambil menjadi panutan dan pemimpin. Orang-orang munafik sangat tidak senang jika dipimpin oleh seorang mukmin yang taat terhadap syariat Allah, mereka lebih berharap untuk menang dalam perjuangan membela kekafirannya.

Demikian beberapa karakter dan ciri golongan munafikin yang menjadi musuh dalam selimut bagi Islam dan cahaya keberanaran Allah swt. Hendaknya kita selalu mewaspadai golongan ini dan kita mempunyai sikap yang tegas memusuhi mereka sebagaimana Allah swt memusuhi mereka. Secara umum dapat kita simpulkan, siapapun manusia yang mengaku beriman kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetapi menolak syariat Allah dalam berbagai aspek kehidupan maka dia dikategorikan sebagai orang munafik dan menjadi salah satu kelompok musuh Allah  dan rasul-Nya serta orang-orang yang beriman.

Semoga kita tidak termasuk golongan ini dan di jauhkan dari sifat kemunafikan. Wallahu a’lam. [PurWD/voa-islam.com]
Continue Reading

Masihkah Ada Yahudi Taurat?

kristenyahudiA

ssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya Dewanto Kironoputro, dari SMAN 1 Depok, saya ingin tanya nih Pak. Masih ada nggak ya umat Yahudi yang masih berpegangan pada kitab Taurat? Itu saja Pak. Mohon penjelasannya. Syukron.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Taurat adalah kitab yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Musa as. khusus bagi Bani Israil. Dalam al-Qur’an kita mengetahui jika kemudian bangsa ini lebih condong kepada Samiri dengan patung sapi betina buatannya ketimbang kepada Musa a.s. Walau Musa a.s. telah menolong mereka dari kejaran Firaun dengan balatentaranya, namun Bani Israil tetap saja mendurhakai Allah SWT.

Dari banyak buku sejarah tentang Yahudi atau Bani Israil, disebutkan jika para tetua mereka, para Rabbi Yahudi, telah merusak dan bahkan membuang Taurat dan menggantikannya dengan kitab Talmud yang dikatakannya sebagai perintah Tuhan Yahweh yang tidak sempat dicatat oleh Musa a.s. Padahal Talmud merupakan cerita-cerita kosong, berbagai kedustaan, dan hal-hal yang sama sekali jauh dari nilai-nilai kesucian, bahkan mengandung banyak pemujaan terhadap ajaran iblis.

Sebab itu, para peneliti Talmud, di antaranya Prof. Ahmad Syarqawy dari Mesir, menegaskan jika Talmud merupakan kitab hitam alias kitab yang berasal dari ajaran Lucifer, Sang Pengeran Kegelapan.

Kitab Talmud merupakan kitab iblis yang menjadi cikal bakal keyakinan Zionisme yang sangat rasialis. Kitab ini sampai sekarang menjadi buku yang paling disucikan oleh kaum Zionis-Yahudi. Dalam peperangan melawan Hizbullah tahun 2006, foto-foto para tentara Israel yang membaca Talmud sembari menembakkan meriam tersebar ke mana-mana.

Sekarang, masih adakah orang-orang Yahudi yang masih memegang erat Taurat sebagaimana Taurat asli yang diterima Nabi Musa a.s. dari Allah SWT? Jawaban pastinya sangat sulit. Karena dewasa ini tidak ada satu pun otoritas sejarawan yang bisa menunjukkan mana Taurat yang asli dan mana Taurat yang isinya sudah dirusak di sana-sini oleh para Rabbi Yahudi. Allah SWT sendiri telah menjamin hanya kitab suci al-Qur’an yang keasliannya dijaga hingga akhir zaman. Hal ini berarti kitab-kitab lainnya sama sekali tidak bisa dipastikan asli atau tidak.

Terhadap Talmud dan Zionisme, di Amerika dan Inggris, juga di beberapa negara Eropa, terdapat komunitas Yahudi Neturei Karta yang mengklaim sebagai orang-orang Yahudi yang masih memegang erat Taurat dan menganggap talmud dan Zionisme sebagai pengkhianatan terhadap Taurat Musa. Komunitas ini seringkali melakukan aksi unjuk rasa menentang kebiadaban tentara Israel bersama-sama dengan berbagai elemen kemanusiaan yang tersebar di berbagai belahan dunia. Untuk lebih memahami gerakan Yahudi Neturei Karta, bisa kita lihat di situs resmi mereka (www.nkusa.org) yang mengklaim sebagai “Orthodox Jew United Against Zionism”.

Juga ada orang-orang berdarah Yahudi yang telah meninggalkan keyakinan Yahudi-nya dan memeluk Islam, seperti halnya Margareth Marcus yang kini dikenal sebagai Maryam Jamilah yang tinggal di Amerika dan menjadi salah satu penulis garda terdepan dalam dakwah Islam di sana.

Ada banyak orang-orang berdarah Yahudi yang telah bersyahadat. Namun mungkin, untuk mengetahui apakah mereka sungguh-sungguh di dalam keIslamannya adalah dengan melihat kiprahnya setelah bersyahadat, yaitu apakah mereka menjadi pejuang-pejuang dakwah Islam yang tangguh dan tidak kenal kata takut, ataukah mereka malah menjadi “parasit dan racun mematikan” di dalam umat Islam dengan “keIslamannya” itu. Wallahu’alam bishawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Continue Reading

Apakah Orang Orang Zionis itu Termasuk Freemasonry

zionis 

Asalamualaikum,

Nama saya Indra dari Solo, pertanyaan saya:
  1. Apakah orang-orang Zionis sekarang ini semua freemason?
  2. Dari kerusuhan yang pernah terjadi di Indonesia, telah terjadi pembantaiaan yang sadis! Apakah ada orang fremason di balik itu semua?
Mohon penjelasannya.

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Freemasonry hanyalah salah satu dari banyak sekali—tidak ada data yang pasti—organisasi atau perkumpulan rahasia (Secret Society) yang beranggotakan orang-orang terpandang dan terpilih dari berbagai ras, agama, dan negara. Struktur keanggotaan Freemasonry bertingkat-tingkat dan tak jarang antara tingkat satu dengan tingkat lainnya tak saling kenal. Di tingkat bawah terdapat keanggotaan biasa yang bisa dimasuki oleh orang-orang dari semua ras dan agama. Namun di tingkat teratas, hanya diperuntukkan bagi orang-orang, tokoh-tokoh Yahudi terpilih, sangat elit, dan berpengaruh.

Pertanyaannya, apakah semua orang Zionis itu anggota Freemasonry? Jawabannya bisa ya bisa pula tidak. Tidak ada satu pun orang yang bisa memastikan hal ini, termasuk saya. Hanya saja, secara tujuan gerakan, baik Freemasonry maupun Zionisme memiliki kesamaan yakni menciptakan satu tatanan dunia baru (The New World Order) dimana semua suku bangsa tunduk di bawah kepemimpinan Zionis-Israel. Kesamaan tujuan Zionisme dan Freemasonry sangat masuk akal disebabkan mereka mempunyai nenek moyang yang sama yakni Samiri, yang membuang Taurat Musa dan membuat patung sapi betina agar dijadikan sesembahan kaum Yahudi. Ajaran Samiri ini merupakan ajaran Kabbalah kuno yang di zaman sekarang masih saja dipelihara bahkan dalam berbagai variannya. Kitab mereka adalah kitab iblis bernama Talmud.

Pertanyaan kedua, tentang konflik dan pembantaian yang pernah dan masih terjadi di negeri ini, bisa jadi ada digerakkan oleh orang-orang Mason, bisa jadi pula tidak. Yang jelas, semua konflik dan pembantaian yang terjadi penyebabnya tidak jauh dari konflik kepentingan bermotif ekonomi dan politis. Indonesia sejak tahun 1967 telah menjadi peliharaan (baca: gundik) dari kekuatan imperialis dunia bernama Zionis-AS yang bisa dengan seenaknya disuruh apa saja. Presiden Suharto adalah orang yang menjual bangsa ini ke hadapan jaringan Zionis Dunia, dalam pertemuan di Swiss bulan November 1967. Suharto-lah penyebab hancurnya bangsa dan negara ini. Dan yang lebih menyakitkan serta konyol, ada saja orang-orang bodoh dan jahil yang menjadikan Suharto sebagai ‘guru bangsa’ dan ‘pahlawan’. Ini benar-benar menjijikan!

Negara ini telah menjadi peliharaan Zionis-AS hingga hari ini. Karena tidak ada satu pun tokoh pemerintah yang berani untuk menyelamatkan negeri yang dilimpahi banyak sekali kasih sayang Allah SWT ini. Yang ada, para pejabat negara kita malah ramai-ramai ikutan memperkosa negeri ini untuk menimbun kekayaan bagi keluarga dan kelompoknya. Yang jdi korban lagi-lagi rakyat banyak, umat ini. Wallahu’alam bishawab. (Rz)

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber
Continue Reading

Trend Menganut Kabbalah oleh Artis Dunia

holliwood2

Banyak selebritis top dunia yang kini gandrung pada ajaran mistis Kabbalah. Sebut saja: Britney Spears, Madonna, Ashton Kuthcner, Demi Moore, David Beckham serta isterinya Victoria, Elizabeth Taylor, Guy Ritchie, Lindsay Lohan, Keira Knightley, dan Jeff Godblum merupakan segelintir dari mereka.

Jenifer Minar dalam artikel berjudul “Celebrities and Kabbalah… Why The Fascination” seperti yang dimuat dalam AssociatedContent.com (17/5/05) mengutip penulis buku “The 72 Names of God:Technology for the Soul”, Yehuda Berg, menyatakan bahwa trend artis top dunia mempelajari Kabbalah lebih didorong oleh kekosongan jiwa mereka di tengah gemerlapnya kehidupan kaum jetset.

“Mereka sudah memiliki segala mimpi yang diinginkan semua manusia, namun di dasar hati mereka yang paling dalam, mereka tetap merasa haus. Mereka bingung dan bertanya pada diri sendiri tentang keberadaan mereka dan kehidupan dunia ini. Apa makna hidup bagi mereka. Sebab itu mereka mencari-cari jawabannya?” ujar Berg.

Madonna mengamini pandangan Berg. Dalam berbagai wawancara soal keputusannya memeluk Kabbalah sebagai pedoman kehidupan religinya, Madonna yang memiliki ‘nama Kabalis’ Esther, mengaku sekarang hidupnya menjadi lebih bermakna.

“Kabbalah telah mengubahku menjadi lebih baik. Ia (Kabbalah) mampu mengurangi egoisme yang ada dalam diriku. Bukan itu saja, Kabbalah juga memberikan ruang yang lebih luas guna dipakai sebagai sarana kontemplasi bagi banyak hal, ” papar Madonna.

Seperti halnya Madonna, artis Lindsay Lohan pun memiliki ‘nama Kabalis’nya sendiri setelah masuk menjadi anggotanya. Namun jika Madonna memilih nama ‘Esther’ maka Lohan memilih nama ‘Rose’, sebuah nama yang cukup kuno dan memiliki arti yang sangat penting dan khusus dalam ritus Kabbalah. Salah satu kuil Kabbalah kuno yang didirikan pelarian Templar berdiri di Skotlandia dan diberi nama Rosslyn Chapel, Kapel Rose.

Madonna memang dikenal sebagai ikon selebritis Kabalis. Salah seorang pengagumnya yang juga artis top, Britney Spears, mengikuti jejak sang idola masuk menjadi anggota Kabbalah. Ketika Britney menyatakan diri masuk Kabbalah, Madonna memberinya buku tentang Kabbalah sebagai hadiah khusus darinya. Bagi Spears, Kabbalah memberinya banyak kebebasan dalam berekspresi, juga dalam selera seksnya yang oleh banyak kalangan dianggap murahan.

Banyaknya artis top dunia yang memeluk Kabbalah tidak lepas dari peran pusat-pusat Kabbalah yang berdiri di kota-kota besar di Amerika dan Eropa. Menurut Jenifer Minar, di seluruh dunia sekarang ini telah berdrii tak kurang dari 50-an pusat Kabbalah (Kabbalah Centre). “Siapa pun bisa masuk ke sana dan menjadi anggotanya, ” demikian Minar.

Arti Kabbalah

Kabbalah sendiri sesungguhnya memiliki arti sebagai ‘yang diteruskan atau diwariskan secara lisan’. Ajaran Kabbalah dipercaya merupakan ajaran paganisme yang memadukan kepercayaan terhadap kosmos dengan jiwa manusia, sumber dari ajaran Talmud yang kini banyak dianut oleh kaum Zionis-Yahudi seluruh dunia.

Hanya saja, Kabbalah juga lekat dengan ritus-ritus ajaran kegelapan dan satanisme. Banyak ritus yang dilakukan para Kabalis guna ‘memelihara’ jiwa Kabbalahnya, antara lain ritus pengorbanan nyawa manusia, ritus meminum darah, ritus seks bebas, dan lain sebagainya. Sejak berabad silam Gereja menentang ajaran ini. Namun para Kabalis kemudian melakukan perlawanan terhadap Gereja dan bahkan mendirikan gerejanya sendiri dengan nama Satanic Churc atau Gereja Setan. Di Indonesia, kasus Gereja Setan pernah diberitakan ada di Bandung dan tempat lainnya, walau kemudian menghilang begitu saja. •Rz

Sumber
Continue Reading

Heraklius dan Rahasia Kekalahan Imperium Romawi

romawi

Al-Walid bin Muslim berkata, Telah berkata kepadaku orang yang langsung mendengar dari Yahya al-Ghassani yang mendengar cerita dari dua orang lelaki dari kaumnya, keduanya berkata, “Ketika Kaum Muslimin turun memasuki Jordania, kami saling berkata sesama kami bahwa Damaskus akan dikepung. Kamipun berangkat berusaha mendapatkan informasi yang sebenarnya. Ketika kami dalam keadaan demikian tiba-tiba datanglah utusan pendeta menyuruh kami untuk menghadapnya, kami segera datang menemuinya. Dia bertanya kepada kami, “Apakah kalian berdua dari warga Arab?” Kami menjawab, “Ya!”

Kemudian dia bertanya lagi, “Apakah kalian berdua beragama Nasrani?” Kami menjawab, “Ya!” Dia berkata, “Hendaklah salah seorang dari kalian pergi mencari informasi mengenai kaum muslimin dan lihat bagaimana kondisi mereka? Sementara yang lainnya hendaklah bersiap-siap menjaga harta saudaranya.” Salah seorang dari kami masuk mengintai. Tak berapa lama dia kembali kepada pendeta memberitahukan apa yang dilihatnya sambil berkata, “Aku datang membawa berita kepadamu tentang suatu kaum yang lembut.

Mereka mengendarai kuda yang telah tua dan lemah, pada malam hari mereka laksana rahib-rahib ahli ibadah dan di siang hari mereka adalah penunggang kuda yang tangguh. Mereka sibuk memperbaiki anak panah dan meruncingkan tombak. Jika engkau mengajak teman dudukmu untuk berbicara maka ia tidak akan paham apa yang engkau katakan disebabkan riuh-rendahnya suara mereka membaca al-Qur’an dan berdzikir.”

Setelah itu sang pendeta berkata kepada para sahabatnya, “Telah datang kepada kalian suatu kaum yang tak mungkin dapat kalian kalahkan.”Ahmad bin Marwan al-Maliki meriwayatkan dalamal-Mujalasah, dia berkata, Telah berkata kepada kami Abu Ismail at-Tirmizi, dia berkata, Telah berkata kepada kami Abu Muawiyah bin Amru dari Abu Ishaq, dia berkata, “Tidak satupun musuh yang dapat duduk tegar di atas untanya ketika berhadapan dengan para sahabat Nabi. Ketika berada di Anthakiyah,Heraklius bertanyakepada para pasukan Romawi yang kalah perang, “Celakalah kalian, beritahukan kepadaku tentang musuh yang kalian perangi. Bukankah mereka manusia seperti kalian juga?”Mereka menjawab, “Ya!” Heraklius kembali bertanya, “Apakah jumlah kalian lebih banyak daripada jumlah mereka atau sebaliknya?” Mereka menjawab, “Jumlah kami lebih banyak berlipat ganda dari jumlah mereka di setiap tempat.” Heraklius bertanya lagi, “Jadi kenapa kalian kalah?”

Maka salah seorang yang dituakan dari mereka menjawab, “Kami kalah disebabkan mereka shalat di malam hari, berpuasa di siang hari, mereka menepati janji, mengajak kepada perbuatan ma’ruf mencegah dari perbuatan mungkar dan saling jujur sesama mereka. Sementara kita gemar meminum khamr, berzina, mengerjakan segala yang haram, menyalahi janji, menjarah harta, berbuat kezhaliman, menyuruh kepada kemungkaran, melarang dari apa-apa yang diridhai Allah dan kita selalu berbuat kerusakan di bumi.”Mendengar jawaban itu Heraklius berkata, “Engkau telah berkata benar.

Dinukil dari Kitab : KITAB AL-BIDAYAH WAN NIHAYAH
IBNU KATSIR
Continue Reading

Apa Itu Appeal of Conscience Foundation & Siapa Rabbi Arthur Schneier?

Rabbi-Arthur-Schneier-dan-SBY
PRESIDEN SBY menerima gelar dari Rabbi Yahudi di AS. Seperti telah diberitakan di dunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima World Statesman Award dari Rabbi Arthur Schneier, pendiri dan Presiden Appeal of Conscience Foundation, di New York, AS (Kamis (30/5/2013) waktu setempat. Apa itu Appeal of Conscience Foundation?

The Appeal of Conscience Foundation atau Yayasan Hati Nurani, didirikan oleh Rabbi Arthur Schneier pada tahun 1965. Yayasan ini bekerja atas nama kebebasan beragama dan hak asasi manusia di seluruh dunia. Ini koalisi antar para pemimpin bisnis dan agama yang membawa nama perdamaian, toleransi dan resolusi konflik etnis.

Yayasan Yahudi ini percaya bahwa kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia adalah nilai-nilai fundamental yang memberikan harapan terbaik di semua negara di dunia bagi perdamaian, keamanan dan kemakmuran bersama.

The Appeal of Conscience Foundation telah bertemu dengan para pemimpin agama dan pemerintah di Albania, Argentina, Armenia, Bulgaria, Republik Rakyat Cina, Commonwealth of Independent States (CIS), Kuba, Republik Ceko, El Salvador, Jerman, Holy See, Hungaria, India , Indonesia, Irlandia, Jepang, Maroko, Panama, Polandia, Rumania, Rusia, Republik Slovakia, Swiss, Spanyol, Turki, Ukraina, Inggris dan bekas Yugoslavia.

Yayasan ini juga mengundang delegasi dari luar negeri untuk mengenal keragaman kehidupan keagamaan di Amerika dan kontribusinya terhadap masyarakat sipil.

The Appeal of Conscience Foundation telah lama berpendapat bahwa “kejahatan yang dilakukan atas nama agama adalah kejahatan terbesar terhadap agama.”

Menurut situs resminya, perjuangan untuk hak asasi manusia sedang berlangsung dan toleransi dapat dicapai dengan mempromosikan dialog terbuka dan saling pengertian.

Setelah 11 September, yayasan ini telah mengumpulkan pemimpin agama di seluruh dunia untuk mengambil sikap terhadap terorisme dan menggunakan pengaruh mereka untuk menghentikan kekerasan dan mempromosikan toleransi.

Rabbi Arthur Schneier

Rabbi Arthur Schneier secara internasional dikenal karena kepemimpinannya atas nama kebebasan beragama, hak asasi manusia dan toleransi dengan kepentingan tertentu di Cina, Rusia, Eropa Tengah dan Balkan. Pendiri dan Presiden The Appeal of Conscience Foundation (1965) dan juga merupakan pemimpin spiritual dari Park Synagogue East New York (1962), pernah dianugerahi Presidential Citizens Medal untuk “jasanya sebagai utusan internasional untuk empat administrasi” dan sebagai survivor Holocaust, “mengabdikan seumur hidup untuk mengatasi kekuatan kebencian dan intoleransi.”

Arthur Schneier adalah salah satu dari tiga pemimpin agama Amerika ditunjuk oleh Presiden Clinton untuk memulai dialog pertama pada kebebasan beragama dengan Presiden Jiang Zemin dan pemimpin Cina top lainnya (1998).

Rabbi Schneier memulai Resolusi untuk Perlindungan Tempat Keagamaan, yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB (2001) dan merupakan anggota delegasi AS ke Forum International Stockholm untuk Pencegahan Genosida, Swedia (2004 .) Baru-baru ini, ia diangkat ke Tingkat Tinggi Group, Aliansi Peradaban, Sekjen PBB Kofi Annan, kelompok yang tujuannya menjembatani perpecahan antara masyarakat.

Ditahbiskan oleh Yeshiva University dia adalah penerima sepuluh gelar doktor kehormatan, anggota Dewan Hubungan Luar Negeri dan Agama dan Inisiatif Kebijakan Luar Negeri diluncurkan pada tahun 2006, dan ia adalah seorang anggota Asia Society.

Lahir di Wina, Austria, 20 Maret 1930, Rabbi Schneier hidup di bawah pendudukan Nazi di Budapest selama Perang Dunia II dan tiba di Amerika Serikat pada tahun 1947. Ia menikah dengan Elisabeth Nordmann Schneier. [sa/islampos/ appealofconscience]
Continue Reading

Israel Tidak Diakui Oleh 32 Negara

bendera israel dibakar

ISRAEL tidak diakui oleh 32 negara anggota PBB, termasuk Arab Saudi, Indonesia, Iran, Iraq, Republik Demokratik Rakyat Korea, Kuba, Kuwait, Lebanon, Libia, Malaysia, Pakistan, Sudan, Suriah dan Yaman, serta satu negara non-anggota PBB, Republik Demokratik Arab Sahrawi.

Data ini berdasarkan Wikipedia. Namun, uniknya Israel diakui oleh Organisasi Pembebasan Palestina, yang mengklaim hak untuk membentuk suatu negara di wilayah yang saat ini diduduki oleh Israel.

Daftar negara dengan pengakuan terbatas memberikan suatu gambaran mengenai entitas geopolitik saat ini, yang ingin diakui sebagai negara berdaulat di bawah hukum internasional namun tidak atau belum mendapatkan pengakuan diplomatik dunia secara penuh.

Entitas seperti ini secara umum terbagi ke dalam dua kategori.

Pertama, entitas yang memiliki penguasaan penuh atau sebagian atas wilayah yang diklaimnya yang memerintah sendiri secara de facto dan telah menyatakan suatu keinginan untuk merdeka penuh.
Kedua, entitas yang tidak memiliki penguasaan penuh atas wilayah yang diklaimnya, tetapi diakui memiliki klaim de jure atas wilayahnya oleh setidaknya satu negara lain yang diakui secara luas.

Beberapa negara dalam daftar ini, seperti Siprus dan Republik Korea, diakui oleh mayoritas negara-negara lain dan merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi dimasukkan ke dalam daftar ini karena sejumlah kecil negara lain menarik pengakuannya.

Lihat daftar historis negara yang tidak diakui untuk entitas seperti ini yang ada pada masa lalu. Lihat daftar pemerintahan dalam pengasingan untuk pemerintahan yang tidak diakui dan tidak memilik penguasaan atas wilayah yang diklaimnya.

Ada 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tahta Suci diakui berdaulat menurut hukum internasional, tetapi tidak menjadi anggota PBB (berstatus sebagai negara pengamat). [Wikipedia]
Continue Reading

Kenaikan Harga BBM: Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing

250413_RHN-BISNIS-01-DEMO-TOLAK-BBM

MENURUT hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), sebanyak 86,1% responden menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, 12,4% setuju dan 1,5% responden menyatakan tidak tahu. Tapi Pemerintah melalui Menko Ekuin, menyatakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan paling lambat 17 Juni 2013. Kenaikan itu sesuai dengan selesainya rapat paripurna soal

Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP 2013).
Keputusan terkait kenaikan BBM ini seakan mengulang sandiwara politik sidang paripurna DPR tentang kenaikan BBM pada tahun 2012 lalu, hanya judulnya yang berbeda. Kalau tahun 2012 judulnya: BBM naik atau Tidak, sandiwara politik kali ini judulnya: Kompensasi kenaikan BBM untuk rakyat miskin disetujui atau tidak .

Subsidi Bebani APBN ?

Subsidi baik BBM dan lainnya sering dikatakan jadi beban APBN karena menyedot alokasi APBN. Padahal istilah subsidi BBM itu masih dipertanyakan. Benarkah Pemerintah selama ini memberikan subsidi atau sebaliknya justru rakyat yang memberikan subsidi untuk Pemerintah dan kepentingan para kapitalis? Besaran subdidi BBM di APBN 2013 hanya Rp Rp193,8 triliun atau sekitar 12% dari total APBN. Faktanya, yang membebani APBN adalah utang dan pemborosan APBN. Tahun 2013 pembayaran bunga utang sebesar Rp. 113,2 triliun dan pokoknya Rp. 58, 4 triliun dan Surat Utang Negara yang jatuh tempo tahun 2013 sebesar Rp. 71 triliun sehingga totalnya Rp 241 triliun atau 21 % dari belanja APBN, padahal sebagian besar utang itu hanya dinikmati oleh segelintir orang.

Subsidi Tak Adil ?

Kasus pemilik Toyota Alphard yang menggunakan premium mungkin dianggap mengusik rasa keadilan. Namun, perlu diingat mereka juga memiliki kontribusi dalam membayar pajak, di mana dalam sistem ekonomi kapitalis pendapatan negara terbesar adalah pajak. Dalam APBN-P 2012 total penerimaan negara dari pajak sebesar Rp 1.101 T atau sekitar 82% dari total penerimaan APBN. Yang terbesar dari pajak tersebut adalah PPh (pajak penghasilan) non-migas sebesar Rp 445,7 T dan PPN sebesar Rp. 355,2 T.

Iklan pemilik mobil mewah terus disiarkan berulang-ulang untuk menunjukkan bahwa subsidi salah sasaran. Ironisnya Pemerintah tak pernah mengeluhkan subsidi untuk para kapitalis atau perusahaan asing, mulai subsidi pajak atau yang disebut dengan Tax Holiday, Subsidi BLBI yang besarnya Rp 144 triliun, Dana Rekapitulasi Perbankan hampir Rp 500 triliun, penyelamatan Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun.

Kasus paling akhir adalah Bantuan Dana dari APBN-P Tahun 2012 sebesar 1,3 T untuk korban Lumpur Lapindo yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan tetapi diambil alih/disubsidi oleh Pemerintah. Padahal Pemilik Grup Lapindo adalah salah satu dari 40 orang terkaya di Indonesia. Namun, dia justru diberi bantuan atau subsidi dari APBN untuk kasus Lapindo sejak tahun 2007 sampai saat ini mencapai Rp 7,2 T. Ironisnya, grup perusahaan tersebut sempat menunggak atau menggelapkan pajak.

Itu semua yang menikmati adalah orang kaya, sementara yang membayar adalah rakyat melalui APBN yang bersumber dari pajak, inikah yang disebut adil?

Sementara di sisi lain, banyak potensi penerimaan negara hilang karena kebijakan Pemerintah yang lebih pro asing daripada rakyat sendiri. Misal, menurut anggota BPH Migas, A. Qoyum Tjandranegara, potensi kerugian negara tahun 2006-2009 mencapai 410,4 T karena harga jual gas yang dijual ke Cina sangat murah, yang itu sama artinya mensubsidi rakyat Cina. Belum lagi ditambah kerugian tak langsung akibat PLN tidak bisa mendapat gas karena dijual ke luar negeri. PLN harus memakai BBM yang harganya mahal sehingga PLN harus melakukan pemborosan biaya sekitar Rp 37 triliun dalam jangka waktu 2 tahun.
 
BLSM dan Utang Negara

Menurut Pemerintah, hasil penghematan subsidi BBM akan dialihkan untuk rakyat miskin salah satunya BLSM. Tapi menurut Ichsanudin Noorsy, itu sebenarnya bohong. Terlebih lagi jumlah penghematan yang diperoleh pemerintah dengan menaikkan BBM sebenarnya tidak banyak, hanya sekitar Rp. 17,5 T (lihat http://www.lensaindonesia.com/2013/05/29/).

Menurut Ichsanudin Noorsy, sebenarnya program BLSM itu dibiayai dari utang. Buktinya, tertera di laman situs Asian Development Bank (ADB) yang menyatakan bahwa BLSM bersumber dari utang ADB dengan nama singkatan proyek DPSP (Development Policy Support Program). Selain itu, juga dibiayai Bank Dunia (World Bank) dengan sumber utang dengan nama proyek DPLP tahap 3. Karena itulah tahun ini utang pemerintah terus membengkak. Menurut data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu, posisi utang Pemerintah pusat (utang LN dan surat berharga) pada April 2013 telah mencapai Rp2.023,72 triliun, naik sekitar Rp433.06 triliun dari posisi akhir 2009 sebesar Rp1.590,66 triliun. Anehnya walaupun Harga BBM akan naik, pemerintah tetap berencana menambah utang baru Rp 390 triliun.

Begitulah, salah satu penyebab APBN Indonesia tidak sehat sebenarnya adalah utang. Hampir 25% per tahun belanja negara untuk bayar bunga utang dan pokoknya. Indonesia sudah masuk debt trap (jeratan utang). Misalnya, dalam APBN-P sudah ditetapkan defisit sekitar Rp 190,1 triliun atau 2,23% dengan rencana akan ditutupi dari utang dalam negeri sebesar Rp 194,5 triliun dan utang luar negeri sebesar minus Rp 4,4 triliun (artinya total utang LN berkurang Rp 4,4 triliun). Ternyata jumlah itu habis dan tidak cukup untuk membayar cicilan utang. Pada tahun 2012 besarnya cicilan utang mencapai Rp 261,1 triliun (cician pokok Rp 139 triliun dan cicilan bunga Rp 122,13 triliun). Jadi seluruh utang yang ditarik di tahun 2012 sebenarnya bukan untuk membiayai pembangunan tetapi untuk membayar cicilan utang. Itu pun belum cukup dan harus mengurangi alokasi APBN yang seharusnya bisa untuk membiayai pembangunan

Kenaikan BBM : Kebijakan Rezim Neoliberal Antek Asing

Rencana kenaikan harga BBM, atau secara lebih luas penghapusan subsidi, tidak lain adalah amanat liberalisasi dalamMemorandum of Economic and Financial Policies (LoI IMF, Januari 2000). Juga perintah Bank Dunia dengan menjadikannya syarat pemberian utang seperti tercantum di dalam dokumen Indonesia Country Assistance Strategy (World Bank, 2001). Itulah sebenarnya alasan mendasar semua program pengurangan subsidi, termasuk pengurangan subsidi energi (BBM dan listrik). Juga tertuang dalam dokumen program USAID, TITLE AND NUMBER: Energy Sector Governance Strengthened, 497-013 yang menyebutkan: “Tujuan strategis ini akan menguatkan pengaturan sektor energi untuk membantu membuat sektor energi lebih efisien dan transparan, dengan jalan meminimalkan peran pemerintah sebagai regulator, mengurangi subsidi, mempromosikan keterlibatan sektor swasta…”

Karena itu, pengurangan subsidi bahkan sampai penghapusan subsidi bagi pemerintah dianggap sebuah amanat bahkan kewajiban yang harus dipenuhi, meski harus memberatkan rakyat. Untuk itu di dalam Blue Print Pengembangan Energi Nasional 2006-2025 Kementerian ESDM dinyatakan: Program utama (1) Rasionalisasi harga BBM (dengan alternatif) melakukan penyesuaian harga BBM dengan harga internasional. Artinya, pencabutan subsidi BBM.

Meski berbagai alasan dikemukakan Pemerintah, namun yang pasti, kenaikan harga BBM yang terus didesakkan sejak lama hingga sekarang ini jelas akan sangat menguntungkan swasta khususnya asing. Sejak awal sudah dikemukakan oleh menteri ESDM kala itu Purnomo Yusgiantoro, bahwa kenaikan harga BBM memang untuk membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas (lihat, Kompas,14 Mei 2003). Selama ini beberapa SPBU non Pertamina sepi pembeli dan mereka mengalami kerugian besar, bahkan sebagian sudah tutup. Inilah alasan sebenarnya Pemerintah menaikkan harga BBM yaitu untuk mengikuti keinginan para kapitalis sebagaimana yang terungkap dalam dokumen World Bank: “ Utang-utang untuk reformasi kebijakan memang merekomendasikan sejumlah langkah seperti privatisasi dan pengurangan subsidi yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi belanja publik…Banyak subsidi, khususnya pada BBM, cenderung regresif dan merugikan orang miskin ketika subsidi tersebut jatuh ke tangan orang kaya.

Kenaikan BBM saat ini, sebenarnya hanya membuktikan bahwa Rezim saat ini adalah rezim Neoliberal dan antek asing karena kenaikan Harga BBM adalah amanat asing yang dilegalkan melalui UU Migas yang disahkan oleh DPR, di setujui oleh Mahkamah Konstitusi dan dilaksanakan oleh Pemerintah. Perbedaan pendapat mereka selama ini hanya sandiwara politik untuk menipu dan membohongi rakyat.
 
Campakkan Rezim dan Sistem Neoliberal, Tegakkan Syariah dan Khilafah.

Wahai kaum muslimin, belum cukupkah kezaliman sistem kapitalis yang diterapkan oleh rezim neoliberal terhadap kita ? Masih perlukah Sistem dan Rezim Neoliberal ini kita biarkan terus menimpa kita? Tentu saja tidak. Karena itu mari satukan upaya baik tenaga, pikiran maupun harta untuk mengakhiri sistem dan rezim neoliberal ini. Sebagai gantinya kita segera terapkan syariah Islam secara total termasuk pengelolaan migas dan SDA lainnya. Jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwah. Saat itulah SDA dan migas akan jadi berkah yang menyejahterakan seluruh rakyat dan umat manusia. Ingatlah Janji dan peringatan Allah SWT:

﴿ وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴾

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(TQS al-A`raf [7]: 96)

Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.[Sumber]
(Al Islam)
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template