Sabtu, 30 November 2013

Gurita Pergaulan Bebas




Oleh : Henny (Ummu Ghiyas Faris)

KASUS video mesum pelajar yang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat beberapa waktu lalu membuat para orang tua bergidik dan menimbulkan kekhawatiran tentang pergaulan putra-putrinya. Bagaimana bisa anak-anak remaja melakukan hal yang terlarang di depan teman-temanya tanpa rasa malu dan canggung?

Banyak yang bilang bahwa masa remaja adalah masa yang indah. Di masa ini juga pencarian jati diri seseorang tengah berlangsung, pada proses itulah banyak remaja yang terjebak dengan salah pergaulan/pergaulan bebas karena ketidaktahuan akan dampak buruknya. Pergaulan bebas kini sudah sangat mengkhawatirkan seperti seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang.

Oleh karenanya tidak aneh lagi jika jumlah penderita HIV/AIDS setiap tahunnya meningkat, terutama dari kalangan remaja/anak sekolah, belum lagi dengan remaja yang hamil di luar nikah. Bahkan pelakunya bukan saja mahasiswa dan pelajar SMA saja,namun sudah merambah sampai ke pelajar SMP. Astaghfirullah…

Mengapa Terjadi Pergaulan Bebas?

Awal mula seorang remaja terjerumus ke dalam pergaulan bebas adalah salah bergaul dan mudah terpengaruh oleh teman-temannya/lingkungan. Maksud dari salah bergaul adalah bukan berarti kita memilih-milih dalam bergaul, akan tetapi cerdas dalam memilih teman yang akan membawa kebaikan bukan justru sebaliknya. Seperti kata pepatah jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka kita akan terkena wanginya, tetapi jika kita berteman dengan penjual minyak tanah maka kita akan terkena baunya.

Kita boleh saja bergaul dengan siapa pun asalkan kita jangan mudah terpengaruh dan tetap berpegang teguh kepada norma-norma agama. Di kalangan remaja takut dikatakan ‘kurang gaul’ atau ‘tidak gaul’, maka apapun oleh mereka dilakukan. Padahal gaul tidak harus melakukan seks bebas, tidak harus menggunakan obat-obatan terlarang, dan semua hal yang melanggar hukum.

Harus diakui, sistem kehidupan yang diterapkan di negeri ini telah sukses membawa generasi muda terjerumus ke dalam kubangan kemaksiatan. Sistem tersebut tidak lain berisi sekumpulan aturan yang mendukung sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme di berbagai aspek kehidupan melalui beberapa hal berikut :

Pertama, merosotnya pemahaman agama yang menyebabkan keimanan masyarakat juga semakin menipis. Tidak ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala jika melakukan hal yang terlarang, padahal keimanan adalah garda terdepan sebagai rem bagi seseorang ketika akan melakukan hal yang terlarang seperti kemaksiatan. Sebagai contoh banyak orang tua membiarkan putra-putrinya berpacaran dan menganggap bahwa pacaran bukanlah suatu masalah dan hal yang sudah biasa.

Akhirnya putra-putrinya tidak ada lagi perasaan malu dalam melakukan pacaran, lebih parahnya lagi jika sudah menjurus pada mesum seperti berduaan, berciuman, dan lain-lain.

Kedua, sarana pornoaksi dan pornografi yang mudah diakses. Perkembangan internet dewasa ini membuka akses seluas-luasnya bagi semua pihak untuk dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi tersebut dengan mudah, murah dan cepat, tak terkecuali anak-anak. Canggihnya dunia digital sekarang, setiap alat teknologi yang dibuat akan memiliki dua akibat yaitu buruk dan baik. Akibatnya, di tengah tidak adanya pegangan hidup yang kuat, hasrat seksual mereka pun tak terbendung dan terjadilah seks bebas.

Ketiga, sistem pendidikan yang mendepak agama, sehingga tidak berhasil membentuk kepribadian Islami pada diri siswa. Justru siswa dibombardir dengan nilai-nilai demokrasi dan liberalisme yang membawa remaja kepada kebebasan.

Keempat, tidak ada sanksi yang dapat diberlakukan kepada remaja yang melakukan tindak asusila dengan dalih remaja masih dikelompokkan pada usia di bawah umur, sehingga tidak dapat dijerat oleh undang-undang. Akibatnya tidak ada efek jera dan pergaulan bebas makin marak di kalangan remaja.

Pergaulan Bebas Musuh Bersama

Sungguh mengkhawatirkan kondisi pergaulan remaja kini dengan banyaknya dampak yang ditimbulkan. Ini artinya pergaulan bebas adalah musuh semua pihak, karena ini bukan hanya sekedar masalah bagi remaja tetapi juga bagi orang tua, sekolah dan masyarakat secara keseluruhan.

Mengingat banyaknya dampak buruk dari pergaulan bebas, sudah seharusnya kita memeranginya/melawannya. Sudah sangat jelas pergaulan bebas melanggar tata aturan pergaulan islami, mendatangkan murka Allah Subhanahu Wa Ta’aala, belum lagi dampak negative yang ditimbulkan mengakibatkan kerusakan moral, penyakit sosial, penyakit menular, dan lain-lain.
Maha benar Allah dengan firmanNya :

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢

“dan janganlah kamu mendekati zina ; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu perbuatan yang buruk.” (TQS al-Isra’ [17] :32)

“Jika telah nampak zina dan riba disatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan bagi diri mereka sendiri azab Allah.” (HR. Hakim)

Memerangi pergaulan bebas memang tidaklah mudah ditengah-tengah sistem liberalisme yang semakin merajalela di setiap aspek kehidupan. Harus ada upaya terintegrasi dari seluruh pihak orangtua dan sekolah. Orangtua mengarahkan dan mengawasi pergaulan anaknya dengan dibekali standar kehidupan agar senantiasa menjadikan konsep halal-haram sebagai pertimbangan dalam berperilaku. Sekolah membekali pendidikan yang tidak memisahkan sains dan agama/akhlak sehingga siswa berkepribadian islami. Hal yang tidak kalah penting adalah media tidak mempropagandakan gaul bebas yang akan memfasilitasi berkembangnya pergaulan bebas.

Islam Menyelamatkan Generasi

Menyelamatkan remaja tidak akan berjalan jika negara sebagai garda terdepan tidak mengambil peran. Peran Negara amat besar dalam menjaga moral masyarakatnya. Hanya dengan kebijakan Negara-lah akses yang berbau pergaulan bebas bisa dihapuskan. Dan memberlakukan aturan tegas jika terjadi pelanggaran agar akhlak masyarakat terjaga.
Karenanya hukum-hukum Islam harus diterapkan.

Seperti halnya jika terjadi perzinaan/tindak asusila pada remaja yang telah baligh dalam hal ini dapat dikenakan sanksi sebab ia telah terbebani taklif dan sudah harus mempertanggungjawabkan dan bertanggungjawab atas semua perbuatannya.

Islam ketika diterapkan niscaya mampu membangun generasi yang berkepribadian Islami yang jauh dari salah pergaulan karena setiap perilakunya bersandar pada standar halal-haram. Apa yang terjadi kini dengan maraknya pergaulan bebas yang berdampak negatif tidak lain dan tidak bukan karena menjauhkan agama dari kehidupan, dan akibat liberalisme dan sekulerisme yang diusung oleh demokrasi. Kebebasan yang diusung menghancurkan umat.

Karenanya sistem yang membawa kehancuran itu harus segra dicampakkan dan diganti dengan sistem Islam dibawah naungan Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwah. Wallâhu a’lam bish-shawâb. []

Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template