Minggu, 05 Januari 2014

Gus Uwik : Harga Elpiji Melambung, Pemerintah Dzalim



Kenaikan harga yang tiba-tiba serta mendadak pada elpiji 12 kg sungguh membuat sebagian besar masyarakat dan pengusaha kelas kecil/menengah bereaksi terkaget-kaget dan keberatan. Sebab kenaikan harga dari 85 ribu/tabung menjadi 140 ribu/tabung jelas mencekik.

“Kenaikan ini jelas kebijakan yang dzalim. Ini kado menyakitkan di tahun baru bagi masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, tokoh muda bogor ini mendesak pemerintah menghentikan dan membatalkan kenaikan sumber energi kebutuhan pokok rakyat tersebut.

Menurut HTI, penaikan harga gas tersebut sangat semena-mena, karena menaikkan harga dalam situasi sulit seperti ini akibat penaikan harga BBM, padahal sebelumnya pemerintah juga memaksa rakyat Indonesia untuk berpindah dari konsumsi minyak tanah ke gas.

“Ini keputusan yang sangat dzalim yang dilakukan oleh perusahaan milik negara. Pemerintah yang seharusnya melayani masyarakat justru sebaliknya. Karena itu pemerintah harus menghentikan dan membatalkan kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat ini. Karena ini berdampak sangat serius pada peningkatan beban rakyat,” tegas Gus Uwik.

Menurut Gus Uwik lagi, penaikan harga gas dan hajat hidup orang banyak yang semena-mena dan terus berulang lantaran negara mengatur masyarakat itu seperti hubungan pembeli dan penjual.

Apalagi kemudian seolah-olah Pertamina dilepas dengan alasan bisnis merugi sekian triliun kemudian dibenarkan untuk menaikan harga dengan semena-mena.

Oleh karena itu, Gus Uwik menegaskan lagi, semestinya hubungan antara pemerintah dengan rakyat itu pelayanan.

Sehingga pemerintah melayani rakyat. Jadi tidak ada istilah rugi di sini. Lagi pula gas itu kan milik rakyat. Lalu pemerintah diwajibkan mengelola kok bilang rugi.

“Ini adalah pola-pola kapitalis, rakyat yang sebagai pemilik gas itu diposisikan sebagai pembeli,” pungkasnya.

Kondisi ini jelas akan berdampak secara langsung terhadap 221.072 warga miskin kota Bogor. Mereka akan semakin terhimpit oleh beban berat kehidupan. Para kapitalis tentu akan menaikkan harga-harga produksinya yang pasti akan sangat berpengaruh pada beban hidup masyarakat.

“Maka jangan disalahkan jika angka kriminalitas di kota bogor nanti bisa dimungkinkan akan meningkat pesat. Angka perceraian juga meningkat dan penyakit sosial lainnya. Dari sekian banyak survei menjelaskan, tingkat kriminalitasn perceraian, dll akan berbanding lurus dengan semakin meningkatnya bebas ekonomi akibat naiknya harga barang-barang,” jelasnya.

Padahal, menurut Gus Uwik, di dalam Islam seluruh masyarakat, baik muslim maupun non muslim berserikat dalam sektor energi.

Artinya, sektor energi tidak boleh di liberalisasi dan di kapitalisasi. Energi harus di kelola oleh negara untuk kemakmuran masyarakat.

Negara harus menggratiskan seluruh biaya yang berkait dengan layanan energi. Kalaupun ada biaya akibat proses produksi maka hanya harga itulah yang dibebankan pada masyarakat bukan untuk mencari keuntungan.

“Di dalam hadist disebutkan mengambil harga dari energi adalah haram. Artinya negara wajib menyediakan layanan energi, seperti listrik, gas, dll gratis, tidak di pungut biaya atau kalau pun ada biaya dengan harga yang sangat murah,” tegas Gus Uwik.

Oleh karena itu, menurut Gus Uwik karena sistem yang diterapkan di Indonesia adalah kapitalisme yang ‘menghalalkan’ liberalisasi sektor migas. Akhirnya energi menjadi barang yang susah dan mahal.

Indonesia akan tercukupi kebutuhan energinya jika dikelola secara syariah dalam bingkai khilafah. (bogorplus.com, 5/1/2014)

Sumber
Continue Reading

Pahlawan Kesiangan Kambing Hitamkan Gas LPG



JAKARTA (voa-islam.com) - Gas LPG rupya dijadikan 'kambing hitam oleh Presiden SBY serta para kroninya, mereka berlomba-lomba memberikan pernyataan di depan publik bak pahlawan kesiangan. Rasanya itulah makna yang tepat menyikapi tindak tanduk penguasa yang telah tercoreng mukanya.

Geger soal naiknya harga elpiji memakan korban yakni Dahlan Iskan. Rapat pembahasan kenaikan harga elpiji 12 Kg di Kantor Wakil Presiden Boediono muncul dua pandangan berbeda dari pemerintah antara menyetujui atau penundaan kenaikan oleh Pertamina.Meneg BUMN dinilai tidak bertanggung jawab atas kenaikan harga elpiji 12 Kg yang diumumkan Pertamina pada tanggal 01 Januari 2014.

"Meneg BUMN Dahlan Iskan tidak melaporkan hasil RUPS Pertamina yang diantaranya, menyetujui kenaikan harga elpiji 12 Kg kepada Menko Hatta apalagi kepada Wapres Boediono. Aneh kan? Padahal, Dahlan seharusnya yang paling bertanggung jawab," kata sumber

Tak hanya Dahlan Iskan, Karen Agustiawan Dirut Pertamina juga rupanya dijadikan aktor 'bad guy' agar isu naiknya gas LPG sebesar 100 persen mendapat perhatian luas rakyat.

Namun reaksi cepat pemerintah terbilang janggal, karena belum lepas satu pekan sejak dikabarkan naik, semua pihak buru-buru cari muka ke rakyat dengan estafet komentar membela rakyat.

Sebagaimana banyak diberitakan, dalam dua hari terakhir para pengguna elpiji 12 kilogram beramai-ramai bermigrasi ke elpiji kemasan 3 kilogram. Karena banyak diburu, si gas melon 3 kilogram kini harganya liar tak terkendali dan ketersediaannya di pasaran semakin menipis karena awal 2014 PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram serentak di seluruh Indonesia. Harga elpiji sampai di pangkalan yang sebelumnya Rp5.850 per kg naik Rp3.959 menjadi Rp9.809 per kg. Dengan demikian, per tabung 12 kg, harganya naik dari Rp70.200 menjadi Rp117.708 per tabung.

Setelah ditambah biaya distribusi dan pengisian elpiji, maka harga elpiji di tingkat konsumen menjadi Rp130.000-140.000 per tabung. Besaran kenaikan di tingkat konsumen itu akan bervariasi berdasarkan jarak stasiun elpiji ke titik serah lalu ke konsumen.

Siapa saja yang cuci tangan lalu bak 'pahlawan kesiangan' demi meraup untung pencitraan demi Pemilu April 2014 mendatang ?

1) Presiden SBY, cuci dosa selama 10 tahun saatnya meraih simpati rakyat

Reaksi cepat ditunjukkan Presiden SBY hari ini, Minggu (5/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memutuskan nasib elpiji 12 kilogram apakah akan diturunkan atau tetap pada harga yang sudah ditetapkan 1 Januari 2014. Namun menurut Ketua Umum Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum pengumuman esok hari tidak lebih dari sebuah babak dalam drama jelang pemilihan umum (pemilu) 2014.

Hari ini, Minggu (5/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memutuskan nasib elpiji 12 kilogram apakah akan diturunkan atau tetap pada harga yang sudah ditetapkan 1 Januari 2014. Namun menurut Ketua Umum Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI), Anas Urbaningrum pengumuman esok hari tidak lebih dari sebuah babak dalam drama jelang pemilihan umum (pemilu) 2014.

Dalam kicauan akun twitter pribadinya, Anas  menganggap jika minggu besok tidak ada halangan maka Presiden SBY akan mengumumkan pembatalan kenaikkan harga elpiji. Dengan begitu maka, sempurnalah "drama dua babak".

"Besok, kalau tdk ada halangan, Pak SBY akan umumkan pembatalan kenaikan harga elpiji. #jelangpemilu. Jika kenaikan harga elpiji dibatalkan, menyusul batalnya Perpres 105 dan 106 Th 2013, sempurnalah "drama dua babak". #jelangpemilu ," demikian  twit dari akun pribadi Anas Urbaningrum (@anasurbaningrum) Sabtu (4/1).

Hal tersebut disampaikan karena Anas percaya, dalam era politik modern yang liberal, kemasan kesan kadangkala bisa mengalahkan kenyataan. Oleh karena itu dia menyebut ada beberapa keputusan yang dapat dikemas semanis mungkin untuk dapat mendongkrak elektabilitas. "Fasilitas kesehatan pejabat, harga elpiji, tumpas teroris, jaminan kesehatan, dsb bisa dikemas semanis2nya. #jelangpemilu," ucapnya.

Namun, Anas juga meyakini kalau kemasan kesan tersebut tidak selamanya manjur. Kemasan kesan tersebut tidak akan mempengaruhi pemilih yang cermat, cerdas dan pernah dikecewakan.

"Pemilih "tercerahkan" tdk mudah terkesan oleh kemasan kesan. Mereka hanya bisa ditarik oleh kecakapan dan kerja nyata. #jelangpemilu," lanjutnya.

Oleh karena itu, dia berpesan Ojo Dumeh. Ini menurutnya karena politik tidak akan terlepas dari alam, dan alam mengandung misteri. "Politik tak mungkin terlepas dari alam. Dan alam mengandung misteri. Krn itu, ingatlah : Ojo Dumeh! #jelangpemilu," ucapnya.

2) Budiono, Wakil Presiden, cuci tangan karena Terlibat Skandal Bank Century

Wakil Presiden Boediono menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengambil keputusan soal harga elpiji nonsubsidi tabung 12 kilogram pada Minggu (5/1), apakah akan diturunkan atau tetap sebesar yang dinaikkan pada 1 Januari 2014.
"Besok akan ada rapat untuk membahas elpiji dengan Presiden dan besok akan diputuskan," kata Boediono kepada pers di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (4/1).

Hal tersebut disampaikan Boediono usai dirinya dengan sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara mendadak rapat pembahasan kenaikan gas elpiji 12 kilogram yang meresahkan masyarakat.

Hadir dalam rapat yang berlangsung sekitar 3,5 jam itu antara lain Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Energi Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Keuangan Chatib Basri, Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, serta Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan.

Menurut Wapres, dalam rapat tadi sudah dibahas secara rinci untuk kebijakan baru harga gas elpiji dengan melihat dari berbagai sudut, serta sudah melakukan pengecekan di lapangan.

Boediono juga mengatakan rapat juga membahas laporan yang disampaikan para menteri juga masukan dari masyarakat yang selama ini berkembang.

"Kita tadi juga bahas mengenai stok dan sistem distribusi gas agar sampai ke masyarakat dengan lancar," kata Wapres.

Setelah berbagai masukan diperoleh, kata Wapres, maka hasil rapat akan diserahkan kepada Presiden yang sejak Jumat sampai Minggu (3-5 Januari) kunjungan kerja ke Jawa Timur.

"Jadi hasil rapat hari ini belum bisa kita sampaikan ke publik dan besok akan dilaporkan kepada Presiden," kata Wapres Boediono.

3) Hatta Rajasa, besan SBY, mertua Ibas Yudhoyono, calon Presiden 2014

 Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, besok, Minggu 6 Januari 2013, giliran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menggelar pertemuan rapat terbatas di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, mengenai apa yang telah di rapatkan hari ini.

"Tentu saya tidak akan sampaikan isi rapat tadi. Yang jelas pembahasan kita sangat baik, komprehensif, semua didengarkan. Besok hasil rapat akan dibahas bersama-sama Presiden SBY," kata Hatta Rajasa kepada wartawan, di kantor Sekretariat Wakil Presiden di Jakarta, Sabtu 4 Januari 2014.

Hanya saja, Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu mengatakan pembahahasan kenaikan gas tersebut pada dasarnya untuk membela masyarakat. "Kami di pihak masyarakat. Kami tidak akan menyimpulkan sendiri," ucap Hatta.

Sementara saat ditanya soal data Badan Pusat Statistik yang melaporkan telah terjadi kenaikan angka kemiskinan sampai 0,48 juta orang, Hatta Rajasa mengatakan, hal tersebut akan segera dikendalikan.

"Domain untuk masyarakat miskin kita umumnya pangan. Oleh sebab itu, kita kendalikan habis-habisan harga pangan," ucap Boediono, di tempat yang sama.

"Pasokan harus cukup di 2014. Kita harus menjaga agar masyarakat kita terlindungi dengan baik, dan dana-dana proteksi sosial harus berjalan," lanjutnya. 

4) Dahlan Iskan, Meneg BUMN, Tokoh Rotary Club & Calon Presiden 2014

Meneg BUMN Dahlan Iskan Menilai kenaikan harga elpiji sudah gila-gilaan. Inflasi bakal membumbung. Kecurigaan banyak kalangan bahwa kenaikan harga elpiji kemasan 12 kilogram akan menimbulkan kekacauan kini mulai terbukti.
Sehubungan dengan hal itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah sesi kuliah umum yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Keahlian Komunikasi Diploma Institut Pertanian Bogor (IPB) di Lapangan Sempur, Bogor, Sabtu (4/1).

“Berdasarkan temuan BPK, memang (elpiji) sudah seharusnya naik, tapi tidak sebesar ini. Ini gila-gilaan naiknya,” katanya dengan nada tinggi kepada para mahasiswa dan masyarakat yang antusias mendengarkan.

Dahlan berpesan agar pemerintah segera menambah pasokan elpiji 3 kilogram agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat. Dia juga meminta pemerintah untuk menindak tegas agen-agen yang tidak menjalankan ketentuan harga kenaikan dari pemerintah.

“Agen-agen yang menaikkan harga seenaknya harus diputus!” ucapnya dengan wajah serius. Acara bertema “Sehat (Senam, Hiburan, dan Pesta Rakyat) bersama  Menteri BUMN Dahlan Iskan” mulai digelar sejak pukul 06.00 WIB dan diakhiri pada pukul 10.00 WIB.

5) Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, diduga terlibat kasus Hambalang

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menegaskan, partainya menolak terhadap rencana kenaikan harga elpiji 12 kilogram oleh Pertamina.
"Partai Demokrat tidak setuju dan menolak kenaikan harga elpiji 12 kilogram oleh Pertamina. Karena, dengan kenaikan harga elpiji ini apalagi kenaikan harga lebih dari 60 persen, akan menimbulkan inflasi ataupun kenaikan harga yang akhirnya akan membebani rakyat kita," tegas Ibas di Jakarta, Sabtu (4/1/2014).

Ia melanjutkan, kekhawatiran lain apabila harga elpiji 12 kilogram naik maka akan memberikan dampak lonjakan kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

"Kita ketahui bahwa dengan kenaikan BBM tahun lalu, inflasi atau harga-harga kebutuhan pokok ikut naik, meskipun saat itu pemerintah bisa menstabilkan lonjakan harga dengan segera. Kondisi seperti ini jangan sampai terulang lagi, dan jangan ada kebijakan apapun yang justru bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok," katanya.

Untuk itu, politisi muda ini menambahkan, Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan agar kenaikan harga elpiji 12 kilogram oleh Pertamina ditinjau kembali.
"Harus diadakan perubahan seperlunya, dan kuncinya adalah ekonomi stabil. Stabilitas harga harus terus terjaga dan tidak membebani rakyat," jelas putra Presiden SBY.

Menurutnya, ini merupakan kebijakan korporat (Pertamina). "Dan kami yakin, rencana kenaikan harga elpiji ini tidak dilaporkan kepada Presiden," tandasnya

Tak Jelas Membela Rakyat, LPG Jadi Kambing Hitam Pulihkan Nama Keluarga SBY 

Mantan Menko Ekuin Dr Rizal Ramli sangat menyesalkan bahwa Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg, dan itu sangat melukai rasa keadilan. ''Pertamina naikkan LPG seenaknya, ngaku rugi. Anehnya, Pertamina mau bangun Gedung kelima tertinggi di dunia, Pertamina Energy Tower, 99 tingkat, proyek mercusuar,'' kata Rizal Ramli, Ketua Kadin.

Para mahasiswa dan masyarakat pun kecewa. Memang, Pertamina naikkan LPG seenaknya, ngaku rugi. Anehnya, Pertamina mau bangun Gedung kelima tertinggi di dunia, Pertamina Energy Tower, 99 tingkat, demi memuaskan  legacy dan nafsu SBY? Inilah feodalisme kuno dan hanya pencitraan belaka.

Ini Modus pahlawan kesiangan, mereka bikin api, membakar rakyatnya sendiri, lalu mereka padamkan sendiri, begitukah cara kalian menjadi 'pahlawan'??

Disadari atau tidak, kita semua sebenarnya sedang berhadapan dengan pemerintahan 'liberal' yang sudah sangat busuk, sangat korup dan sangat terkutuk..!" — diskusi pagi tentang kenaikan (gila) harga-harga yang 'tak bisa dipertanggung-jawabkan' lagi oleh pemerintah SBY 

Ini Modus pahlawan kesiangan, mereka bikin api, membakar rakyatnya sendiri, lalu mereka padamkan sendiri, begitukah cara kalian menjadi 'pahlawan'?? naudzubillah [brbs/rahmatullah/voa-islam.com]

- Sumber
Continue Reading

KontraS: Ada 5 Kejanggalan Teroristainment Densus 88 di Ciputat



 JAKARTA (voa-islam.com) - KontraS menemukan setidaknya ada lima kejanggalan pada penggerebekan di malam tahun baru. Apa aja temuannya?

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai ada sejumlah kejanggalan yang dilakukan Densus 88 AT dalam penggerebekan terduga teroris di Ciputat pada malam tahun baru kemarin. Kejanggalan terutama pada soal tembak mati teroris.

Berikut kejanggalan yang diterima detikcom, Minggu (5/1/2014), dari rilis Kontras:

1. Lokasi rumah terduga teroris telah lama diintai

KontraS menerima informasi warga bahwa intel sering berkeliaran di sekitar lokasi terduga teroris. Intensitas intel semakin meningkat sekitar 1 minggu sebelum penggerebakan.

"Pada malam satu hari sebelum terjadi penggerebekan, dua orang yang diduga intel juga sempat mendatangi rumah terduga teroris," kata koordinator Kontras Aris Azhar.

Informasi lainnya, pada hari Senin 30 Desember 2013 terlihat beberapa mobil mondar-mandir di sekitar lokasi rumah terduga teroris.

2. Intel sempat minta warga mengungsi

Pada 31 Desember 2014, siang hari, sebelum terjadi penggerebekan, aparat kepolisian menyuruh warga menjauh dari lokasi. Sebagian warga meninggalkan lokasi pergi ke rumah-rumah saudaranya, kecuali beberapa orang yang tidak bersedia menghindar lantaran menjaga keluarganya yang sedang sakit.

"Pengusiran warga dari lokasi disinyalir sebagai upaya Densus 88 AT untuk meminimalisir korban dipihak penduduk sekitar dan hal ini patut diduga sebagai bagian dari mobilisasi terencana untuk penindakan terhadap terduga teroris, yang kemudian berakhir dengan korban jiwa," jelasnya.

3. Hidayat ditembak tanpa perlawanan bukan dalam baku tembak

Hidayat adalah terduga teroris pertama yang ditempat oleh Densus 88 AT. Hidayat disebut ditembak tanpa perlawanan saat keluar dengan seorang warga untuk membeli makan malam.

"Hidayat ditembak tanpa ada perlawanan yang membahayakan aparat. Namun menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Boy Rafli Amar bahwa terjadi baku tembak antara anggota Densus 88 AT dengan Hidayat," kata Aris.

Menurut Aris, Densus 88 AT telah menguntit Hidayat dari belakang dan menyergapnya. Anggota polisi telah siap mengarahkan tembakan ke Dayat yang mengakibatkan Dayat meninggal. Boy Rafli Amar juga disebut memberikan keterangan yang berbeda soal dua orang dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri menggunakan motor Honda Supra B 6516 PGE.

4. Lokasi baku tembak yang janggal

Usai menembak Dayat, polisi langsung menggerebek rumah terduga teroris lainnya. Disebut terjadi baku tembak, namun KontraS tidak menemukan bukti terjadinya tembak-menembak.

"Jika benar terjadi kontak senjata sebagaimana disampaikan oleh Polisi, berarti ada bangunan-bangunan di depan rumah yang terkena tembakan peluru milik terduga teroris," ujar Haris.

"Namun sejauh ini tidak ada bekas peluru di bangunan Mushala atau rumah warga yang berada didepan rumah terduga," tambahnya.

5. Soal penemuan bom di rumah terduga teroris

KontraS menyebut ada keterangan yang berbeda soal penemuan bom di rumah terduga teroris. Namun anehnya tidak ada bekas bom yang meledak di luar rumah terduga teroris.

Keterangan yang berbeda tersebut berasal dari Komisioner Kompolnas Syafriadi Cut Ali yang mengatakan bahwa terduga melempar dua bom keluar, satu meledak satu tidak, sedangkan keterangan Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan menemukan enam bom rakitan di dalam rumah dan satu ditemukan sudah meledak.

"Pernyataan tersebut kontradiksi. Jika mengacu ke pernyataan Syafriadi, artinya ada bekas ledakan bom di luar rumah, ada bangunan yang rusak. Sementara pernyataan Boy Rafli yang menyatakan ada bom meledak di dalam rumah makin memperdalam kebingungan publik. Sebab, jika satu bom meledak di dalam rumah, pasti rumah tersebut rata dengan tanah dan orang-orang didalamnya hancur. Sejauh ini, rumah terduga teroris hanya terlihat bolong di atap dan beberapa bekas peluru di dinding," jelasnya.

Sumber:
Continue Reading

Waspada Modus Densus 88 Bunuhi Aktivis Islam Demi AS


 
Assalamualaikum
Bismillaahirrahmaannirrahiim.
Sahabat Shalih Voa Islam,
Informasi ini dari para jurnalis yang kerap meliput desk terorist di Indonesia, setidaknya tulisan ini sebagai early-warning buat pejuang Islam yang ikhlas dan terus tidak kehilangan semangat menegakkan Jihad Islam hingga akhir hayat.

Tujuan dari tulisan ini hanya aktivis Islam lebih waspada dengan tipu muslihat dan kelicikan Densus 88, yaitu dengan mencari 'kelinci percobaan' dan mengkambinghitamkan korbannya yang kebanyakan adalah aktivis muslim.

Seperti kita ketahui bersama, Ansyaad Mbai mengunkapkan, bahwa 'Operasi Tangkap Mati' itu adalah tak lebih sebagai pengalihan isu demi Amerika dan penguasa RI. Tujuannya adalah agat saudara muslim yang aktif di dunia pergerakan dakwah dan jihad fii sabilillah terus menerus dimandulkan dengan isu deradikaliasi terorisme ala BNPT dan Densus 88.

Bahkan BNPT akui penggerebekan teroris untuk pengalihan isu dan ternyata hal itu bukan omong kosong. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai mengakui hal tersebut.

"Perbandingan 80 persen dan 20 persen. 20 Persennya yang pengalihan isu, tetapi kalau di era Soeharto dulu persentasenya sangat tinggi," ujar Ansyaad saat ditemui di ruangannya, Jumat (10/5) malam

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui bahwa penggerebekan aktivis islam yang di tuduh teroris adalah pengalihan isu. Para teroris itu sebenarnya sudah dipantau cukup lama, namun kapan dilakukan penggerebekan menunggu saat yang tepat sehingga bisa memecah isu yang sedang berkembang di masyarakat.

Penggrebekan terduga teroris sudah di setup sejak lama (baca: di jebak, di danai, di sulut semangatnya, dan di provokasi untuk membuat makar dan akhirnya lalu ditangkap), lanjut Mbai, juga menunggu moment yang tepat. Menurut Mbai, penggrebekan teroris adalah berita seksi yang bisa digunakan untuk mengalihkan isu.




Ada beberapa cara Densus88, yaitu :

1- DENSUS88 mempunyai intel di akun akun jejaring sosial, kerjanya untuk mencari dan memantau (AKUN) yang berjiwa mujahid/mempunyai cita-cita mati syahid atau yang sering memposting berita berita jihad

2- Setelah target di temukan maka akun intel DENSUS88 yang menyamar sebagai mujahid akan mengirimkan pertemanan dan setelah di konfirmasi, maka mereka akan memulai bertanya-tanya berada dimana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakan syariat di indonesia kalau semua lancar maka mereka akan melakukan pertemuan rahasia.

3- Bagi yang akunnya sudah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai perindu syahid

4- Setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban DENSUS88 ini akan langsung di beri latihan militer, atau langsung di persenjatai

5- Setelah itu Calon korban ini di carikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi DENSUS88 untuk menyerbu (kita tau rata semua penyergapan TERORIS adalah rumah kontrakan)

6- Setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang belum komplit mereka hantarkan ke kontrakan,biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa itu akan di jadikan bom rakitan dan untuk mengajari calon korban ini merakit bom( namun bagi DENSUS88 itu hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya.

7- Perlu di ketahui bahwa para calon korban ini di beri senjata dengan peluru yang terbatas, agar saat mereka melakukan perlawanan tidak terlalu lama (agar kehabisan peluru) sehingga saat mereka kehabisan peluru DENSUS88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan melakukan perlawanan saat mau di tangkap

8- Setelah semua siap maka akan terjadilah drama penggerebekan TERORIS, dan akan di siarkan biasanya secara LIVE di tv nasional yg sudah di beri tahu sebelumnya

9- Saat penggrebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata, itu di karenakan sang calon korban ini sudah di doktrin untuk membenci pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama DENSUS88 sehingga saat mereka tau bahwa yang datang densus88 para korban ini sangat bersemangat, karena mereka fikir bahwa mati di tangan DENSUS88 adalah mati syahid

10- Perlu di ketahui bahwa yang di rekrut para intel ini adalah anak anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah di kelabui untuk menjadi tumbal DENSUS88 agar terus exist selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang khilafah di indonesia

11- Anggota/Regu DENSUS88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu dengan skenario ini, untuk menjaga kerahasiaan operasi, mereka hanya tau bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris atau jaringan Al-Qaidah

12- Si korban akan langsung di tembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti bahwa telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya (adapun yang masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar kalau yang merekrut mereka ini adalah intel DENSUS88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka adalah mujahid (Red-mujahidin buatan densus)

Semoga bermanfaat,
Wassalamualaikum


Sumber
 
Continue Reading

Opera Sabun: 'Emak, Tukang Jagal Densus 88 Pengen Naik Gaji'



CIPUTAT (voa-islam.com) - Lagi-lagi lakon opera sabun Densus 88 yang dirilis di awal tahun 2014 ini justru kembali mengemuka dan ciptakan sejuta kepalsuan sekaligus melakukan tindakan melanggar HAM berat dengan menghalakan pembunuhan tanpa diadili dan diinterogasi. Ada banyak kejanggalan dalam operasi densus 88 ini, salah satu korban kebiadaban Densus 88 menjadi bukti kejanggalan opera sabun ini.

Korban adalah Nurul Haq, sejumlah pihak menyatakan bahwa ia sudah ditangkap sejak 16 September 2013, atau 3 bulan sebelum dibunuh dalam drama sinteron 'Tukang Jagal Densus 88 Naik Pangkat'. Kejanggalan setelah ditangkap 3 bulan diamini Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Slamet Riyanto mengatakan, salah 1 pelaku yakni Nurul Haq telah ditangkap oleh polisi.

Nurul Haq diduga oleh polisi sebagai pengemudi sepeda motor dalam kasus penembakan terhadap empat polisi di Tangerang Selatan (Tangsel) awal september 2013 yang lalu.

“Dua orang itu adalah Nurul Haq dan Hendi. Kedua orang itu termasuk yang melawan sampai mati di rumah kontrakan dan sempat baku tembak dengan kita selama sembilan jam. Tiga orang lainnya yang tertembak di rumah itu dipanggil sebagai Edo, Primus, dan Faizal. Kita akan tes DNA untuk tentukan identitas aslinya,” kata seorang sumber di lingkungan Mabes Polri seperti dikutip dari berita satu.

Ini artinya penyergapan di sebuah rumah di Jalan KH Dewantoro, Kampung Sawah, Ciputat dalam durasi sinetron 9 jam di malam tahun baru ini tak lebih reality show TV mencari rating dan sandiwara belaka. Kejanggalan dari "penyergapan" ini adalah adanya media massa yg meliput secara live dari lokasi.

“Si Jeck sudah kita tangkap. Untuk konfirmasi berikutnya, nanti lagi. Saya masih ada acara,” kata Slamet Riyanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/9/2013).

Teroristainment: Aksi memalukan Densus 88 Digugat DPR & IPW

Ridicolous, pernyataaan memalukan di ungkap Kompolnas dalam penggerebekan teroris di Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/12/2013) malam lalu menjadi sebuah tanda 'kado' tahun baru dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal tersebut disampaikan anggota Komisioner Kompolnas, Edi Hasibuan di Jakarta, Kamis (2/1/14).
Pihak kepolisian sudah mengindikasikan akan adanya ancaman terorisme saat penyelenggaraan pergantian tahun 2013 ke 2014 itu. Dari hasil penggerebekan di Ciputat, tim menemukan sejumlah bom rakitan, 7 buah granat rakitan hitam, 3 granat pipa besi, 2 bom sumbu hitam serta bahan-bahan untuk bom rakitan seperti potasium nitrat, arang hitam, black powder.

Namun anggota DPR malah menyatakan penembakan Densus 88 di Ciputat hanya dramatikal, karena menurutnya kalau mau tembak mati semua terduga teroris tak perlu 9 Jam ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengritik operasi penyergapan kelompok teroris di Ciputat.

Hasanudin juga meminta Polri menjelaskan penembakan yang menyebabkan enam terduga teroris itu meninggal dunia. "Publik perlu tahu modusnya.
 
Polri harus menjelaskan kenapa mereka dibunuh semua. Ataukan ini hanya trik saja karena Presiden SBY pernah menyatakan bahwa akhir tahun dan
menjelang pemilu akan banyak konflik," katanya di Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Ia mengatakan, seharusnya polisi menangkap hidup-hidup para terduga untuk penyelidikan dan pengungkapan kelompok-kelompoknya. Hasanuddin juga menyebut polisi tidak menggunakan cara yang efesien dan efektif dalam menyergap terduga teroris. "Dalam finishing eksekusi perlu dipertanyakan masyarakat, mengapa pengepungan itu bisa lama sampai 13 jam. Kan teknis penyergapan sudah modern, misalnya pakai gas air mata, alat deteksi robot, atau dengan alat lain."imbuhnya

Artinya, Polri itu bisa menangkap hidup-hidup, tidak semua mati,"katanya.
"Kalau mau tembak semua, hancurkan saja semua ditempat. Tidak perlu butuh waktu lama hingga 13 jam, cukup 5 jam saja," kata jenderal purnawirawan TNI Angkatan Darat itu. 

Neta S Pane Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan bahwa aksi bunuh mati terduga teroris di Ciputat untuk bagai aksi rekayasa Teroristainment ala BNPT, ia menyatakan bahwa ada hal yang sangat menarik untuk dianalisa penggerebekan terduga teroris di Ciputat kemarin, yang kemudian berlanjut ke Banyumas dan Rempoa.
Menariknya penggerebekan ini dilakukan dalam suasana malam Tahun baru.

Seolah polri ingin membangun suasana dramatis, sehingga isu penggerebekan teroris ini ibaratadegan sinetron. Memang patut dipertanyakan, ada apa di balik penggerebekan teroris, kok selalu dilakukan di bulan Desember. Padahal kalau polri mau, kapan
 
saja para teroris itu bisa ditangkap. Sebab data-datasejumlah terduga teroris tersebut sudah diketahui polri dan tempat-tempat persembunyiannya sudah lengkap di tangan polisi. Sepertinya penangkapan teroris di setiap desember menjadi agenda sibuk Densus 88.

Modus ini, hampir sama dengan penggerebekan pabrik-pabrik narkoba.
IPW berharap kondisi ini dicermati polri, jangan sampai ada kesan bahwa kalau ada kepentingan tertentu polisi dengan cepat menggereknya. Kepentingan yang dimaksud disini adalah isu teroris tersebut sempat disinggung singgung oleh presiden SBY, yang mengatakan menjelang natal dan tahun baru akan ada ancaman teroris
.
Fakta ini menunjukkan sesungguhnya patut diduga mereka (pemerintah) sebenarnya sudah tau tentang keberadaan (terduga -red) teroris tersebut.
 
Jadi, kalau mau serius kapan saja bisa menggerebeknya. Tapi yg terjadi dilakukan penggerebekan di malam tahun baru sehingga muncul kesan dramatis yg melahirkan kesan teroristaiment yg sarat dengan kepentingan tertentu, yakni pencitraan pemerintah.

Lalu siapa yg bisa membuktikan kalau orang-orang yg disebut sebagai teroris itu sebagai penembak polisi, wong keenamnya sudah mati ditembak polisi. Dan penembakan Nurul dan Hendi bukan mustahil untuk
membungkam semua keanehan tersebut, setidaknya agar keduanya tidak buka suara di pengadilan.

Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template