Sabtu, 15 Februari 2014

Subhanallah, Semua Gunung Itu Bergerak



INDONESIA akhir-akhir ini dilanda bencana alam. Mulai dari banjir, gempa bumi sampai dengan gunung meletus. Gempa-gempa vulkanik di gunung Sinabung terus terjadi. Pergerakan Gunung Kelud yang meletus baru-baru ini.  Banyak orang diungsikan untuk menghindari korban akibat pergerakkan gunung tersebut.

Tidak hanya gunung berapi yang aktif, sebuah ayat dalam Al-Quran memberitahukan bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak yang berada tepat di bawah tanah yang kita injak. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat.
Seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah saat mereka bergerak saling menjauh.

Pada tahun 1980 para ahli geologi baru memahami kebenaran pernyataan Wegener, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Wegener dalam sebuah tulisannya yang terbit tahun 1915 mengatakan sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea.

Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi.

Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut:

Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil. Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya.

Hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini adalah, dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. Pada saat ini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah continental drift atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini.

Tidak dipertanyakan lagi bahwa salah satu kejaiban Al Qur’an dengan fakta ilmiah, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan ini, telah dinyatakan jauh lebih dulu dalam Al Qur’an. [Sumber: Keajaiban Al-Quran, Harun Yahya]

Sumber
Continue Reading

Mengapa Hewan Turun Gunung Sebelum Kelud Meletus? Ini Penjelasan Sains dan Agama



Sebuah fenomena alam terjadi beberapa saat sebelum Gunung Kelud meletus. Harimau, kera, rusa, hingga ular tampak berbondong-bondong turun dari gunung yang kemudian mengalami erupsi pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul 22.50 WIB itu.

"Kemarin sore, ada tanda-tanda alam di Jawa Timur. Alam memberikan sinyal, di samping data ilmiah yang kita monitor. Ada harimau, ular, dan kera yang turun dari Gunung Kelud. Alam memberi tanda bahwa sebentar lagi Kelud meletus," ucap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik, seusai rapat terbatas dengan Presiden di Kantor Kepresidenan, Jumat (14/2) seperti dikutip Tribunnews.

Mengapa hewan-hewan itu seakan memberikan pertanda bahwa Gunung Kelud akan meletus sebentar lagi? Berikut penjelasan dari segi sains dan agama.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, mengatakan fenomena ini sebenarnya bisa terjelaskan secara ilmiah. Menjelang letusan Kelud pada tahun 1990, Surono memasang alat pemantau akustik di gunung itu untuk kepentingan disertasinya di Universitas Grenoble, Perancis.

Dia memasang alat yang bisa memantau gelombang suara berfrekuensi rendah (0,1-50 Hz), menengah (200 Hz- 5.000 Hz), dan tinggi (di atas 15 kHz).

”Saya memasang tiga alat pendeteksi frekuensi itu untuk mengetahui mekanisme yang terjadi di tubuh Kelud saat kegiatannya meningkat,” ujarnya seperti dikutip sains.kompas.com.

Menjelang Kelud meletus pada 1990, gunung ini sangat tenang dan sepi dari gempa sehingga diperlukan indikator lainnya, yaitu suara. ”Sebelum gunung meletus, ada tekanan fluida (bisa berupa gas, uap air, atau magma) yang mendorong sumbat gunung,” katanya. Namun, tekanan ini masih bisa ditahan sumbat gunung itu. Batuan juga memiliki daya elastisitas tertentu.

Ketika ditekan, dia akan melentur sebelum pada suatu titik akan jebol. Dorongan tekanan tinggi yang membentur sumbat gunung itulah yang memunculkan frekuensi tinggi yang suara bisingnya hanya bisa didengar hewan tertentu.

”Pada saat itulah hewan-hewan yang tak tahan suara bising ini berlarian turun dari gunung,” kata Surono.

Suara dengan frekuensi tinggi ini tidak bisa didengar manusia yang hanya mampu mendengar suara dengan frekuensi 20 Hz- 20 kHz. Berbeda dengan binatang, misalnya kelelawar atau lebah, yang bisa menangkap suara dengan frekuensi hingga di atas 100 kHz.

Dari segi agama, inilah kasih sayang Allah kepada makhluknya. Gunung dan hewan-hewan yang membentuk ekosistem di atasnya adalah sama-sama makhluk Allah. Mereka memiliki kesamaan yakni tunduk kepada Allah, namun berbeda dalam cara ketundukannya. Mereka juga sama-sama “menolak” amanah dari Allah dengan alasan tidak sanggup menjalankannya.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia...” (QS. Al-Ahzab : 72)

Gunung yang tidak sanggup menerima amanah tersebut, mendapatkan amanah lain sebagai penyeimbang bumi.

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (QS. Luqman : 10)

Fungsi gunung sebagai pasak ini telah dijelaskan secara ilmiah oleh Harun Yahya dalam beberapa buku dan video-nya.

Sebagaimana manusia dan makhluk hidup lain yang bisa sakit dan mati, gunung juga memiliki ajal dan takdir. Kapan ia meletus dan kapan ia berubah dari gunung berapi aktif menjadi separuh aktif, juga dari separuh aktif menjadi mati.

Saat gunung akan mengalami erupsi, Allah memberikan rahmatNya kepada makhlukNya yang lain diantaranya dengan mengirim frekuensi tinggi yang membuat hewan-hewan merasa terancam bahaya dan turun menjauh dari pusat letusan.

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkanNya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.” (Muttafaq ‘alaih)

Subhanallah... [Danil S]

Sumber
Continue Reading

Jumat, 14 Februari 2014

“Cocoklogi” dan Teori Konspirasi



Oleh: Azeza Ibrahim Rizki, Aktifis Kajian Zionisme Internasional 

Membicarakan tema konspirasi selain memang menarik juga seolah hampir tiada akhirnya. Di Indonesia sendiri walau sudah cukup lama berkembang, pembicaraan tentang teori konspirasi baru marak dibicarakan umum sejak diterbitkannya novel The Da Vinci Code.

Fenomena maraknya pembahasan tentang teori konspirasi yang dipengaruhi oleh buku karya Dan Brown ini dapat kita lihat dari menjamurnya buku-buku yang terbit kemudian untuk menjelaskan lebih lanjut tentang isu apa sebenarnya yang dibawa Dan Brown dalam bukunya.

Isu-isu seperti perkumpulan dan organisasi rahasia dengan agenda besar tertentu betul-betul menarik perhatian banyak pihak. Indonesia yang cukup lama berada dibawah kontrol informasi rezim Orde Baru betul-betul terbelalak dengan pemaparan-pemaparan tentang organisasi macam Freemasonry, Illuminati, Rossicrucian, Brotherhood of Snake dan lain-lain.

Apalagi agenda yang dibawa oleh kelompok rahasia ini adalah agenda besar yang pastinya melibatkan seluruh orang di dunia yang ironisnya justru tidak menyadari adanya agenda tersebut. Agendanya sederhana saja, yakni menguasai dunia.

Sayangnya, ketika isu seperti ini jatuh ketangan public, seringkali masyarakat awam bertindak reaktif ketimbang antisipatif. Walau agenda “menguasai dunia” itu terdengar sederhana, tapi aspek-aspek pendukung agar rencana tersebut terwujud tidaklah sederhana. Disinilah masalah terjadi, ketika masyarakat awam mulai menyederhanakan perkara yang tidak sederhana.

Gagap Informasi, Semua Berkonspirasi

Konspirasi secara umum adalah bentuk kerjasama dibalik layar, maknanya sendiri kemudian cenderung bernuansa negative dikarenakan jarangnya seseorang atau kelompok berkonspirasi untuk tujuan yang baik dan mulia.

Oleh karena sifatnya yang tertutup dan penuh rahasia, teori konspirasi berperan dalam mengungkap fakta dan benang merah yang janggal dalam sebuah kejadian atau perkara. Mencari fakta dalam perkara rahasia bukanlah hal yang mudah tapi juga tidak lantas mustahil, disinilah teori konspirasi berperan. Dengan menggunakan fakta-fakta janggal yang terbatas, teori konspirasi dibuat untuk membangun hipotesis dasar untuk kemudian dipakai sebagai alat pengungkap fakta berikutnya. Proses ini terus berlanjut sampai akhirnya sebuah kenyataan dapat diungkap.

Teori konspirasi sesungguhnya berangkat dari pengungkapan seperangkat fakta yang kemudian diikat dalam kesimpulan atau hipotesa tertentu yang sifatnya sementara. Akan tetapi dalam perkembangannya, teori konspirasi menjadi teori yang sifatnya lebih pada praduga-praduga yang bahkan tidak memiliki fakta awal yang relevant.

Fenomena dimana teori konspirasi turun kasta menjadi teori tebak-tebakan sejatinya sudah lama terjadi. Penulis sekaligus pakar semiotika dan abad pertengahan, Umberto Eco dalam novelnya “Foucault’s Pendulum”, dengan bagus menangkap fenomena tersebut.

Dalam novelnya tersebut, Eco dengan lugas mengungkap betapa berbahayanya jika sekumpulan fakta yang terbatas tidak dipahami dengan bijak dan justru disikapi dengan tergesa-gesa. Buku yang diterbitkan tahun 1988 itu adalah wujud auto critics terhadap fenomena gandrungnya masyarakat Eropa dengan teori-teori konspirasi yang sebenarnya telah terdegradasi menjadi teori tebak-tebakan. Artinya, di Barat sana fenomena ini sesungguhnya sudah lama muncul.

Sedangkan di Indonesia sendiri, yang boleh dibilang cukup terlambat menerima teori konspirasi a la Barat, rupanya juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Hal ini diperparah dengan absennya orang-orang yang ahli dibidangnya, terutama seorang ahli dengan framework Islam.

Contoh sederhana dalam menyikapi karya seni buah tangan Da Vinci, fakta macam apa yang bisa didapat dari seseorang yang tidak paham sejarah dan tidak faham seni. Sementara fakta yang hendak diungkap adalah ideology dibalik karya seni.

Walhasil, jangankan membuat hipotesa, dalam pengumpulan data saja bisa jadi kita sudah banyak salahnya. Dari kerancuan-kerancuan yang demikian bisa jadi menumbuhkan phobia dalam diri kita bahwa semua ini adalah hasil konspirasi.

Habis Konspirasi Terbit Cocoklogi

Jika kata Biologi itu berasal dari bios yang artinya “kehidupan” dan logos yang artinya “ilmu”, maka kata Cocoklogi mungkin berasal dari kata cocok yang artinya memang cocok, tepat atau “klop” dan logos yang artinya ilmu. Dengan kata lain Cocoklogi adalah ilmu yang membahas kecocokan-kecocokan, atau klop-klopan antara satu fakta dengan yang lainnya.

Kata Cocoklogi ini sesungguhnya hadir dikarenakan alasan yang sama dengan terbitnya novel Umberto Eco yang berjudul “Foucault’s Pendulum” itu. Kata Cocoklogi adalah sebuah bentuk kritik dari masyarakat yang bosan atau boleh jadi muak dengan para “pakar konspirasi” partikelir yang seringkali mencocok-cocokkan fakta yang tidak cocok kedalam sebuah teori konspirasi tertentu.

Mirisnya, ilmu Cocoklogi ini cukup menjamur ditengah kalangan aktivis Islam yang justru baru belajar tentang apa itu konspirasi. Praduga dijadikan fakta, asumsi dijadikan konsepsi, sungguh pola fikir semacam ini, alih-alih menyelesaikan perkara konspirasi global, justru menjadi masalah “konspirasi” sendiri di dalam tubuh umat ini.

Terutama yang perlu ditekankan adalah perkara symbol yang dipopulerkan oleh Dan Brown. Jangan hanya karena ada logo mirip bentuk “satu mata” maka langsung di justifikasi sebagai antek New World Order, jangan pula hanya karena pakai kata “cahaya”, sesuatu langsung diasosiasikan dekat atau berkaitan dengan Illuminati.

Sifat bahasa, yang didalamnya termasuk symbol, adalah arbitrer. Artinya bisa jadi sama “mata”nya tapi maknanya bisa berbeda. Karena masalah pemaknaan akan kembali kepada ideology yang beraneka ragam adanya.

Bersikaplah dengan Sikap Seorang Muslim

Kalau umat Islam terjebak dengan kebodohan yang sama yang dilakukan para pemerhati teori Konspirasi di Barat yang keblinger, sungguh percuma predikat Muslim menempel pada diri kita. Sebab seorang muslim jelas-jelas dilarang untuk bereaksi hanya berdasarkan kepada praduga atau dzon.

Dalam Islam kita diajarkan dengan teliti dan hati-hati tentang bagaimana mengelola informasi dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dijarkan bahwa mencari dan mengungkap kebenaran yang bisa menjadi pengetahuan bukan pekerjaan sehari dua hari, perlu proses yang panjang dan kontinu didalamnya.

Adanya konspirasi itu pasti, tapi sungguh rugi hanya paham konspirasi tapi tidak mencari solusi. Apalagi kalau sampai kita memakai Cocoklogi untuk melemahkan perjuangan Islam itu sendiri.

Sumber
Continue Reading

Inilah Mengapa Al-Quran Menyuruh Ibu Susui Bayi Sampai Dua Tahun



“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, 31:14)

AIR susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.

Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)

Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya “…menyapihnya dalam dua tahun…”.
ASI mengandung zat-zat gizi penting sebagai berikut.

*Karbohidrat
Karbohidrat utama dari ASI adalah laktosa (gula susu) yang sesuai dengna kondisi biologis atau sistem pencernaan bayi. Laktosa berperan penting sebagai sumber energi. Laktosa mudah diurai menjadi glukosa dan galaktosa dengan bantuan enzim laktase yang sudah ada dalam mukosa saluran cerna bayi sejak lahir.

Ya, pada pencernaan bayi terdapat enzim yang mencerna laktosa tersebut. Glukosa dan galaktosa berperan dalam perkembangan sistem syaraf dan pertumbuhan otak, mielinisasi dan pematanagn otak agar otak tumbuh optimal. Selain itu, zat gizi ini juga membantu penyerapan kalsium dan magnesium di masa pertumbuhan bayi. Bahkan, membantu pertumbuhan bakteri usus yang baik (lactobacillus bifidus) dan menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya

*Protein

Kandungan protein ASI seimbang dengan kebutuhan bayi. Pada ASI, jenis proteinnya adalah whey yang memiliki ukuran molekul lebih kecil. Protein jenis whey ini mempunyai sifat mudah dicerna. Komponen dasar dari protein adalah asam amino yang berfungsi sebagai pembentuk struktur otak.

Protein berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh dan untuk pertumbuhan otak serta menyempurnakan fungsi pencernaan. Protein juga memberi lapisan pada dinding usus bayi baru lahir yang masih permeabel terhadap protein, serta berperan sebagai proteksi terhadap berbagai risiko infeksi bakteri/virus yang dapat masuk melalui pencernaan. Ya, protein dalam ASI dapat membantu menghancurkan bakteri dan melindungi bayi dari infeksi.

*Lemak
Kandungan zat gizi terbesar di dalam ASI adalah lemak. Lemak merupakan sumber kalori atau energi utama yang terdapat dalam ASI. Kadar lemak ASI berubah-ubah secara otomatis sesuai dengan kebutuhan gizi bayi dari hari ke hari. Lemak dapat diolah, dicerna dan diserap baik karena dalam ASI sekaligus terdapat enzim lipase yang bertugas membantu proses metabolisme lemak.

Ada sekitar 200 jenis asam lemak, yakni 80 persen asam lemak tak jenuh ganda, antara lain asam linolenat omega 3, EPA dan DHA serta asam linoleat omega-6 ARA yang berperan penting dalam tumbuh-kembang otak, pertumbuhan sel-sel otak, mielinisasi jaringan saraf, serta ketajaman penglihatan. Lemak rantai panjang atau long chain poly unsaturated fatty acid (LC-PUFA) merupakan jenis lemak yang sangat diperlu kan dalam perkembangan otak bayi.

*VITAMIN DAN MINERAL
ASI mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan bayi. Zat
gizi mikro penting itu antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin D, zat besi, tiamin, riboflavin, kalsium, fosfor, fluor.

-Vitamin
Misalnya, vitamin D membantu bayi menggunakan kalsium dari ASI untuk tumbuh-kembang tulang.Vitamin K yang diperlukan untuk proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dengan jumlah yang cukup dan mudah diserap.

-Zat Besi
Zat besi dibutuhkan untuk memproduksi hemoglobin, bagian dari sel-sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, zat besi pun esensial untuk tumbuh-kembang otak bayi. Zat besi yang terkandung dalam ASI juga mudah diserap.

-Fluor
Fluor membantu membentuk gigi yang kuat dan mencegah gigi berlubang di kelak.
Jadi Ummi, susui bayi Anda sendiri ekslusif sampai enam bulan, dan dihentikan pada usia 2 tahun. Katakan tidak pada susu formula. [harun yahya/docstoc]

Sumber
Continue Reading

Soekarno Mengganti Sila Pertama Piagam Jakarta



SETELAH rapat berhari-hari –Soekarno mneyebutnya ‘berkeringat-keringat’—akhirnya pada 22 Juni 1945 Piagam Jakarta disahkan bersama. Dalam persidangan itu –baca buku Piagam Jakarta karya Endang Saifuddin Zuhri—debat berlangsung sengit. Mulai dari masalah presiden harus orang Islam, dasar Negara harus Islam dan lain-lain.

Setelah perdebatan berlangsung lama, maka disetujuilah Piagam Jakarta yang isinya pembukaan UUD 45 yang juga mencakup Pancasila. Dimana sila I berbunyi Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya.

Piagam Jakarta yang dikawal empat tokoh Islam ini bila kita cermati beda dengan Pancasila rumusan Soekarno dan Yamin. Dimana masalah Ketuhanan, Keadilan dan Musyawarah mendapat tempat yang penting dalam sila-sila itu.

Tapi sayangnya Piagam Jakarta yang telah matang disetujui bersama untuk dibacakan pada proklamasi tanggal17 Agustus dan akan disahkan pada 18 Agustus 1945 itu digagalkan Soekarno dan kawan-kawannya. Pagi-pagi buta jam 4, Soekarno mengajak Hatta ke rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks proklamasi. Naskah dari Panitia Sembilan dimentahkan di rumah perwira Jepang itu dan diganti coret-coretan teks proklamasi yang sangat ringkas.

Dan ujungnya pada tanggal 18 Agustus 1945, Piagam Jakarta juga diubah mendasar. Lewat rapat kilat yang berlangsung tidak sampai tiga jam, hal-hal penting yang berkenaan dengan Islam dicoret dari naskah aslinya. Dalam rapat yang mendadak yang diinisiatif oleh Soekarno (dan Hatta) itu, empat wakil umat Islam yang ikut dalam penyusunan Piagam Jakarta tidak hadir. Yang hadir adalah Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo. Yang lain adalah Soekarno, Hatta, Supomo, Radjiman Wedyodiningrat, Soeroso, Soetardjo, Oto Iskandar Dinata, Abdul Kadir, Soerjomihardjo, Purbojo, Yap Tjwan Bing, Latuharhary, Amir, Abbas, Mohammad Hasan, Hamdhani, Ratulangi, Andi Pangeran dan I Bagus Ketut Pudja.

Dalam rapat yang dipimpin Soekarno yang berlangsung pada jam 11.30-13.45 itu diputuskan : Pertama, Kata Mukaddimah diganti dengan kata Pembukaan. Kedua, Dalam Preambul (Piagam Jakarta), anak kalimat: “berdasarkan kepada Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, diubah menjadi “berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”. Ketiga, Pasal 6 ayat 1, “Presiden ialah orang Indonesia asli dan beragama Islam”, kata-kata “dan beragama Islam” dicoret. Keempat, Sejalan dengan perubahan yang kedua di atas, maka Pasal 29 ayat 1 menjadi “Negara yang berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa”, sebagai pengganti “Negara berdasarkan atas Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.”

Keputusan Soekarno-Hatta dan orang-orang nasionalis sekuler itu akhirnya dikecam keras oleh tokoh Islam Prawoto Mangkusasmito. Ia menyebut ada ‘pertanyaan sejarah’. Ia mengatakan: “Apa sebab rumus Piagam Jakarta yang diperdapat dengan susah payah, dengan memeras otak dan tenaga berhari-hari oleh tokoh-tokoh terkemuka dari bangsa kita, kemudian di dalam rapat “Panitia Persiapan Kemerdekaan” pada tanggal 18 Agustus 1945 di dalam beberapa menit saja dapat diubah? Apa, apa, apa sebabnya?”

Tahun 1957, dalam Sidang Konstituante, KH M Isa Anshari juga menggugat pencoretan tujuh kata itu : “Kejadian yang mencolok mata itu, dirasakan oleh umat Islam sebagai suatu permainan sulap yang masih diliputi oleh kabut rahasia sebagai permainan politik pat gulipat terhadap golongannya, akan tetapi mereka diam tidak mengadakan tantangan dan perlawanan karena jiwa toleransi mereka. Tidak dapat dihindari pertanyaan: “Kekuatan apakah yang mendorong dari belakang hingga perubahan itu terjadi? Penulis tidak tahu apakah pertanyaan ini masih dapat dijawab dengan jujur dan tepat. Apakah sebabnya Ir Soekarno yang selama sidang-sidang Badan Penyelidik dengan mati-matian mempertahankan Piagam Jakarta, kemudian justru memelopori usaha untuk mengubahnya? Penulis tidak tahu.”

Meski tokoh-tokoh Islam saat itu protes keras, karena merasa dikhianati oleh Soekarno, tapi mereka lebih memilih jalan damai. Kecuali mungkin DI/TII karena merasa sangat kecewa dengan berbagai tindakan Soekarno dalam pemerintahannya. Apalagi Soekarno saat itu berjanji bahwa di masa damai nanti akan lebih tenang menyusun kembali Undang-Undang Dasar.

Maka setelah pemilu yang berlangsung demokratis dan damai pada 1955, masalah dasar Negara ini ramai diperbincangkan. Ujungnya pada tahun 1957-1959 Majelis Konstituante membahas masalah dasar Negara ini di parlemen. Perdebatan yang berlangsung keras selama dua tahun itu sangat menarik dan mengandung argumen-argumen yang mendasar tentang dasar Negara. Saat itu ada tiga kelompok. Kelompok Islam yang diwakili partai Masyumi , Nahdlatul Ulama dan lain-lain menginginkan dasar Negara Islam. Kelompok Nasionalis sekuler yang diwakili PNI, PKI dan lain-lain mengajukan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Kelompok Buruh menginginkan ekonomi kerakyatan sebagai dasar Negara.

Sayang perdebatan yang bermutu itu kemudian dibubarkan oleh Presiden Soekarno. Majelis Konstituante dibubarkan dan presiden kemudian mengeluarkan Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959 yang intinya mengembalikan UUD 45 sebagai dasar Negara dan menyatakan bahwa (untuk menampung aspirasi kelompok Islam) Piagam Jakarta menjiwai UUD 45 dan merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan.

Presiden Soekarno saat memperingati Hari Lahir Piagam Jakarta, 22 Juni 1965 menyatakan: “Nah Jakarta Charter ini saudara-saudara sebagai dikatakan dalam Dekrit, menjiwai UUD 1945 dan merupakan satu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut. Jakarta Charter ini saudara-saudara, ditandatangani 22 Juni 1945. Waktu itu jaman Jepang…Ditandatangani oleh –saya bacakan ya– Ir Soekarno, Drs Mohammad Hatta, Mr AA Maramis, Abikusno Cokrosuyoso, Abdul Kahar Muzakkir, Haji Agus Salim, Mr Achmad Subardjo, Wahid Hasyim, dan Mr Mohammad Yamin, 9 orang.” [Sumber: Fimadani, Nuim Hidayat, Peneliti Insists, Dosen Universitas Az Zahra, Jakarta]
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template