Rabu, 19 Maret 2014

Freemasonry Indonesia Masih Eksis?


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh,

Pak Rizki, waktu zaman Hindia Belanda, sejumlah loji Freemasonry Hindia Belanda tumbuh dan berdiri di beberapa kota besar dan kecil di Nusantara. Pada tahun 1962, Presiden Soekarno melarang dan membubarkan organisasi itu. Namun kata teman saya, di masa reformasi ini Freemasonry masih eksis di Indonesia. Benarkah itu? Mohon pencerahannya. Syukron Pak.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Bung Faisal yang senantiasa dirahmati Allah SWT, mengalirnya orang-orang Yahudi ke Nusantara bersamaan waktunya dengan kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke tanah kita yang kaya raya ini. Mereka datang secara bergelombang dan kemudian mendirikan Freemasonry (Vrijmetselaaren), di mana banyak Gubernur Jenderal VOC menjadi tokohnya. Loji-loji Freemasonry berdiri dari Kutaraja-Aceh sampai Makassar-Sulawesi Selatan.

Di tahun 1945-1950an, loji-loji Freemasonry oleh kaum pribumi disebut pula sebagai “Rumah Setan” disebabkan ritual kaum Freemason selalu melakukan pemanggilan arwah orang mati. Lama-kelamaan hal ini mengusik istana, sehingga pada Maret 1950, Presiden Soekarno memanggil tokoh-tokoh Freemasonry Tertinggi Hindia Belanda yang berada di Loji Adhucstat (sekarang Gedung Bappenas-Menteng) untuk mengklarifikasi hal tersebut. Di depan Soekarno, tokoh-tokoh Freemasonry ini mengelak dan menyatakan jika istilah “Setan” mungkin berasal dari pengucapan kaum pribumi terhadap “Sin Jan” (Saint Jean) yang merupakan salah satu tokoh suci kaym Freemasonry. Walau mereka berkelit, namun Soekarno tidak percaya begitu saja.

Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

Namun 38 tahun kemudian, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) aau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan sah kembali di Indonesia.

Tindakan Abdurrahman Wahid yang memang dikenal sebagai pelayan kepentingan Zionis di Indonesia jelas-jelas menusuk umat Islam Indonesia. Gereja Vatikan saja sudah lama mengharamkan anggotanya untuk menjadi anggota organisasi-organisasi ini dan menyatakan jika ada anggota Gereja Vatikan yang masuk menjadi angota maka dia dianggap telah keluar dari Kekristenan. Berbagai Papal Condemnation dikeluarkan untuk hal ini, salah satunya Humanus Genus yang dikeluarkan Paus Leo XIII di tahun 1884.

Sungguh ironis, Keppres no 69/2000 tersebut sampai sekarang masih saja berlaku dan belum dicabut. Para wakil rakyat di era reformasi ternyata sangat jahil terhadap masalah-masalah ini sehingga tidak perduli dengan hal-hal yang prinsipil dan merusak akidah Islam, walau banyak dari wakil rakyat kita yang mengaku sebagai pejuang Islam. Salah satu tragedi bangsa ini adalah ketika diserahkannya pengelolaan migas Blok Cepu kepada Exxon Mobile, salah satu perusahaan yang terkenal sebagai donatur Zionisme. Tindakan gila ini malah mendapat dukungan dari parpol Islam. Hanya ada dua alasan untuk hal ini: Mereka jahil atau kepentingan duniawi telah mengalahkan kepentingan dakwah itu sendiri. Naudzubillah min dzalik!

Sepanjang Keppres nomor 69 tahun 2000 masih berlaku, maka sepanjang itulah organisasi-organisasi Zionis-Yahudi sah dan legal keberadaannya di bumi Indonesia. Kita sedih, memang. Namun itulah kenyataan yang ada di depan mata. Dan sekarang pun mereka bersiap siap menyongsong penguasaan Negara ini secara utuh lewat pesta demokrasi yang telah mereka siapkan jauh jauh hari. 
 Astaghfirullah al-Adziem!

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber
Continue Reading

Senin, 17 Maret 2014

Memillih Menjadi Pengikut Partai Allah atau Partai Setan?



JAKARTA (voa-islam.com) - Tidak banyak pilihan. Hanya dua. Tidak ada istilah ‘abu-abu’ (grey area).  Itulah ketetapan Allah Rabbul Alamin. Sejatinya manusia itu diberi pilihan sangat mudah. Tidak rumit. Tidak ada ‘multiple choice’.

Di mana dengan ‘multiple choice’, terkadang membingungkan manusia. Jika memahami semua kehendak Allah Rabbul Alamin, begitu mudahnya kehidupan ini. Hanya setiap pilihan yang dipilih manusia itu, pasti mengandung akibat, terutama bagi manusia.

Allah Rabbu Alamin, mempergilirkan waktu, siang dan malam, dan semuanya itu, hanya diperuntukan bagi manusia, sebagai bentuk sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim dari Allah Rabbul Alamin. Begitu pula manusia hanya akan memilih menjadi orang mukmin atau kafir? Memilih syukur atau kufur? Memilih haq atau bathil? Memilih halal atau haram? Memilih surga atau neraka? Memilih nikmat atau laknat? Memilih menjadi menjadi shiddiq atau kadzib ? Memilih menjadi pengikut Allah atau menjadi pengikut setan?

Pengikut Allah

Orang-orang Mukmin memilih Allah sebagai tujuannya hidupnya. Rasul sebagai ‘suri tauladan’nya. Al-Qur’an menjadi ‘dustur’ (undang-undang)nya, Jihad fi sabilillah sebagai jalan hidupnya, dan mati syahid menjadi cita-cita tertingginya.

Karena itu, orang-orang Mukmin hanya menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya, hanya Allah satu-satunya Dzat yang layak disembah atau diibadahi,  dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Orang-orang Mukmin hanya berhukum kepada hukum-hukum Allah secara mutlak, tidak menyerahkan wala’nya (loyalistasnya) kepada orang-orang kafir musyrik, memerangi kafir musyrik, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, tolong-menolong dalam taqwa dan kebaikan (ta’awanu alal birri wat taqwa), menjunjung tinggi ukhuwah, dan saling menasehati dalam kebaikan dan sabar.

Golongan seperti itu yang dinisabatkan sebagai ‘Partai Allah’ (Hisbullah), dan layak orang-orang Mukmin berhimpun di dalamnya, dan akan mendapatkan jaminan kemenangan dari Allaha Rabbul Allamin. 

Orang-orang Mukmin pasti akan berhimpun dalam barisan – kafilah panjang yang hanya menjadi ‘jundullah’ (tentara) Allah, meninggikan kalimatullah (kalimat Allah), selalu menyeru kepada al-haq, dan tidak akan pernah bersekutu kepada para penyeru kekufuran dan kemusyrikan. Orang-orang Mukmin yang akan menjadi sebauh kelompok ‘tha’ifah mansyurah’ (kelompok yang dijamin masuk surga), dan orang-orang Mukmin yang bersegera mengharapkan ampunan-Nya.

Orang-orang Mukmin yang bersegera mengharapkan ampunan itu, pasti akan mendapatkan balasan (jaza’) dari Allah Rabbul Alamin, berupa surga yang luasnya, seluas langit dan bumi.

Pengikut Setan

Mereka orang-arang yang kufur kepada Allah. Tidak mau bertahkim atau berhukum kepada hukum Allah-Rabbul Alamin. Orang-orang yang memberikan wala’nya kepada musuh-musuh Allah, Rasul, dan orang-orang Mukmnin. Mengajak manusia tolong-menolong dalam kesesatan dan kejahatan. Menghalalkan yang diharamkan oleh Allah Rabbul Alamin. Tidak jujur dan berkianat. Berdusta dan tidak amanah. Selalu membuat kerusakan dan kekacauan dalam kehidupan. Menghalang-halangi manusia kembali ke jalan Allah Rabbul Alamin. Golongan seperti dinisbatkan sebagai ‘Partai Setan’ (Hisbussyaithan).

Para pengikut syetan sekarang ini berhimpun dalam berbagai ‘hizb’ (partai), yang secara dhahir (nyata) selalu mengkampanyekan kemusyrikan, kekufuran, kabathilan, kesesatan,  janji-jani dusta dan palsu, menipu umat atau rakyat dengan  sadar, mengajak berwala’ kepada orang-orang kafir musyrik, menentang dan memusuhi Allah, Rasul, dan orang-orang Mukmin, menghalangi-halangi manusia kepada jalan kebenaran.

Mereka berjuang dengan sekeras-kerasnya menegakkan  sistem kufur, dan menghancurkan aqidah, iman orang Mukmin, lewat sarana-sarana media mereka dengan berbagai acara yang sangat merusak. Tujuannya hanya satu, membuat umat dan bangsa Indonesia semakin jauh dari Rabbnya.

Para pengikut ‘Hisbussyaithan) selalu mengkampanyekan tentang keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran, tetapi sejatinya semua itu palsu. Kampanye para pengikut ‘Hisbussyaithan’ yang dibungkus dengan kemasan yang menjijikkan lewat telivisi yang mereka miliki itu, akhirnya membuat manusia dan orang-orang yang lemah, hanya menjadi budak ‘setan’, budak ‘hawa nafsu’, dan hanya menemukan kesengsaraan di dunia dan di akhirat.

Lihat nanti. Mereka akan menyesal. Di dunia dan akhirat. Karena mereka memilih  menjadi pengikut, pendukung, dan pemilih ‘Hisbussyaithan’. Mereka berbondong-bondong ke kotak suara, dan mencelupkan jari mereka, dan akan berbekas selamanya, bahwa jarinya telah ditandai dengan tinta, sebagai bukti memberikan dukungannya kepada 'Hisbussyaithan', April nanti. Wallahu’alam          

Sumber
Continue Reading

Bachtiar Nasir : Selangkah Lagi Jokowi Membuat Indonesia Kafir



JAKARTA (voa-islam.com) - Betapa masygulnya, Sekretaris Jend Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Ustadz Bachtiar Nassir mewanti-wanti umat Islam Indonesia mengenai sepak terjang Jokowi. Beliau berpendapat bahwa Jokowi selalu mewariskan pemimpin kafir dan selangkah lagi dapat membuat Indonesia Kafir.

“Jokowi emang hebat, di Solo mewariskan pemimpin KAFIR, di Jakarta juga mewariskan pemimpin KAFIR. Selangkah lagi akan KAFIR kan Indonesia,” jelas Ustadz Bachtiar dalam akun Twitternya @BachtiarNasir, Sabtu malam (15/03).

Ketua Alumni Madinah Islamic University se-Indonesia ini juga menyatakan bahwa orang Islam yang tidak menggunakan pandangan Islam dalam memilih pemimpin, berarti sedang pensiun Keislamannya.

“Orang Islam yang tidak gunakan cara pandang Islam dalam memilih pemimpin, berarti sedang pensiun dari Islam,” tulisnya. Ustadz kelahiran 26 Juni 1967 itu juga menyatakan bahwa Islam adalah Harga mati. ” Berislam sampai MATI, MATI bersama Islam, Ini harga MATI,” tegas Pimpinan AQL Islamic Center itu.

Jokowi yang sekarang dielu-elukan itu, sejatinya hanya membuat musibah, bagi Muslim Indonesia, bukan membuat kehidupan menjadi lebih tenang. Tetapi, kalangan Muslim banyak yang menjadi korban media, yang memang sudah disetting membuat berpikirnya kalangan Muslim, berubah dan terbalik. Mereka percaya bahwa Jokowi itu, manusia suci, dan sangat ‘mumpuni’, dan akan membebaskan Indonesia dari berbagai belitan masalah.

Bangsa Indonesia berulangkali menjadi korban dari  opini media, yang menggiring dan mengarahkan mereka. Seperti, ketika sesudah Soeharto lengser, media mengangkat Megawati sebagai ‘ratu’ piningit, dan akan menyelamatkan Indonesia dari krisis. Sehingga, ketika berlangsung pemilu l999, PDIP menang, dan kemudian Mega menjadi presiden.

Semua itu, tak terlepas dari peranan  opini yang dibuat media massa yang ada. Karena media massa di Indonesia berada di tangan konglomerat Cina dan Zionis. Lebih dari 12 media massa, seperti telivis, surat kabar, majalah, dan radio, sebagian besar di tangan konglomerat Cina.

Tetapi, sesudah Mega berkuasa, tak dapat melakukan apa-apa, dan malah menjerumuskan Indonesia, menjadi subordinasi asing. Asset negara yang sangat strategis dijual, seperti Indosat kepada Singapura. Mega memberikan ampunan kepada obligor konglomerat Cina yang sudah ngemplang dan maling dana bailout BLBI Rp,650 triliun.

Di era Mega lahir UU Anti Teroris, dan sampai sekarang UU itu, digunakan oleh aparat keamanan khususnya Densus 88, mengejar para aktivis Islam, yang sudah diberi lebel sebagai ‘teroris’, dan banyak diantara mereka yang tewas, akibat tembakan oleh Densus 88. Sekalipun kasusnya tidak pernah dibuktikan secara hukum. Semua itu, berlangsung di era Megawati.

Jokowi dengan dukungan konglomerat Cina yang merupakan kelompok minoritas di Indonesia berusaha mengangkangi kekuasaan, dan menggunakan kalangan ‘Muslim’ abangan yang dapat dijadikan ‘boneka’ guna merengkuh kekuasaan di Indonesia.

Jokowi bukan hanya meninggalkan pejabat kafir, seperti sekarang di Solo, di mana walikota Solo dipegang oleh seorang katolik. Di DKI Jakarta, sekarang Jokowi melenggang, dan dicalonkan oleh Mega, menjadi calon presiden. Jika terpilih,maka otomatis Ahok akan menjadi gubernur. Tidak terbayangkan bagaimana jika gubernur DKI dipegang Ahok.

Mega dengan keputusan mengangkat Jokowi itu, seperti memasang ‘bom waktu’ bagi Indonesia. Karena, dibelakang Jokowi sarat dengan kepentingan kelompok konglomerat Cina, Kristen, dan ditambah dengan Syi’ah. Semua itu akan menciptakan konflik horisontal bagi masa depan Indonsia. Wallahu’alam.

Sumber
Continue Reading

Minggu, 16 Maret 2014

Netral dan Relatif



Oleh: Andi Ryansyah, Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Jakarta

SEORANG dosen pernah bilang kepada saya bahwa belajar suatu ilmu itu bukan untuk menentukan benar atau salah. Dengan kata lain ia menganggap ilmu itu netral. Lalu saya ditantang dan ditanya olehnya. Coba berikan saya satu saja contoh ilmu yang di akhirnya menentukan kebenaran?! Saya menganggap pertanyaan ini lebih untuk menguatkan ucapannya ketimbang mengharapkan jawaban saya. Kemudian saya jadi bertanya-tanya, untuk apa ia sekolah tinggi-tinggi kalau bukan untuk mendapatkan kebenaran?

Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, ilmu pada hakikatnya tidaklah netral nilai, tapi dibentuk oleh pandangan hidup dari masyarakat tempat ilmu itu ditumbuhkembangkan. Sebagai cabang ilmu, sains sering dianggap netral nilai. Hamid Fahmy Zarkasy membantahnya. Ia menganggap pengertian netral yang selama ini ditempelkan pada sains, sebenarnya lebih kepada netral terhadap nilai-nilai agama.

Sains Barat tidak memberikan tempat bagi wahyu,agama, bahkan Tuhan. Karena sains Barat yang paling dominan saat ini, maka pandangan sains yang netral terhadap agama dianggap sebagai sesuatu yang berlaku universal. . Kemudian lebih tajam Douglas Allchin mengatakan bahwa pandangan yang menyebutkan sains sebagai sesuatu yang netral nilai adalah pandangan yang menyesatkan karena pada kenyataannya pada sains melekat berbagai nilai. Nilai-nilai itu dapat berupa nilai yang berasal dari dalam sains itu sendiri atau dari luar sains yang kemudian melekat ke dalam ilmu.

Dari perkataannya, saya menduga kuat dosen tadi percaya dengan ungkapan bahwa kebenaran dari manusia itu relatif, yang mutlak hanya dari Allah. Sekilas ungkapan ini Islami, namun sebenarnya menjebak. Pertama, kalau kebenaran dari manusia itu relatif, maka ucapan dosen kepada mahasiswanya, ucapan kyai ke santrinya, dan ucapan guru ke siswanya belum tentu benar.

Bagaimana mungkin orangtua mau anaknya belajar kepada orang yang ucapannya belum tentu benar? Mau jadi apa anaknya nanti? Kedua, karena ungkapan ini keluar dari mulut manusia maka kebenaran ungkapan ini juga relatif. Jadi tidak logis ungkapan ini. Allah mengingatkan kita tentang ungkapan yang manis tapi menipu dalam surat Al-An’am ayat 112: Setiap nabi Kami hadapkan dengan musuh-musuh yang jahat, dari golongan manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain  perkataan-perkataan manis yang penuh tipuan.

Berbeda dengan ungkapan Allah yang begitu logis dalam surat al-Baqarah ayat 147: Wahai Muhammad, kebenaran(Al-Qur’an) ini datang dari Allah. Wahai kalian mukmin, janganlah sekali-kali kalian termasuk golongan orang yang meragukan kebenaran itu.

Memang benar kebenaran yang mutlak dari Allah, namun Allah melarang manusia meragukan kebenaran itu. Artinya kebenaran dari Allah telah turun kepada manusia dan  manusia  bisa menyampaikan kebenaran yang mutlak itu kepada sesamanya. Dengan kata lain kebenaran dari manusia itu bersifat mutlak apabila mengikuti kebenaran dari Allah.

Sumber
Continue Reading

Konspirasi Lampu Bohlam



KONSPIRASI memang bukan barang baru, bahkan melebihi kelas lampu bohlam dalam soal umur. Bagi penggemar fanatik dan pembenci fanatik teori-toeri konspirasi, judul diatas biasanya akan langsung digambarkan sebagai sebuah rencana global untuk menaklukan dunia dengan lampu bohlam. Atau yang lebih moderat akan langsung mengambil kesimpulan bahwa “lampu bohlam” adalah sebuah sandi rahasia dari perkumpulan rahasia tertentu untuk menguasai dunia.

Sayangnya, sama seperti konspirasi-konspirasi sejati, konspirasi lampu bohlam ini tidak terjadi dan terlaksana secara sembunyi sembunyi. Tapi justru terjadi secara terang-terangan dan terbuka, bahkan bis digambarkan persis berada di depan mata kita. Dan sebagaimana sebuah kata-kata dari band U2, more you see the less you know.

Masyarakat modern ini hampir pasti tidak pernah lepas dari alat-alat elektronik yang membantu meringankan pekerjaan sehari-hari, mulai dari komputer, televisi, printer, smartphone, lemari es, pendingin ruangan, mesin cuci elektrik dan masih banyak lagi. Alat-alat ini begitu tampak mengesankan hati kita sampai tiba saatnya ia rusak.

Ambil contoh ketika anda sedang tergesa-gesa hendak mencetak dokumen untuk keperluan kantor tiba-tiba printer yang biasanya bekerja mulus tanpa gangguan mendadak ngadat. Padahal masa garansinya baru habis sehari yang lalu, rasa kesal mungkin menghantui anda, tapi biasanya rasa kesal itu akan terus berlanjut sampai anda berinteraksi dengan teknisi perbaikan atau costumer service.

Dari tiga gerai service yang anda kunjungi, tiga-tiganya menyarankan agar anda sebaiknya membeli printer baru. Karena, walau berbeda tempat, mereka bersepakat bahwa biaya perbaikan printer anda akan sama mahalnya dengan membeli printer baru. Padahal bisa jadi anda baru menggunakan printer itu hanya untuk mencetak sekitar 20 lembar tulisan selama dua atau satu tahun terakhir (tergantung masa garansi).

Contoh kejadian diatas dapat berlaku pada produk apa saja, siapa saja dan kapan saja. Dan dengan kesadaran sendiri kita akan membeli produk baru dan kemungkinan besar akan mengulang kasus yang sama.

Planned Obsolescence (Keusangan yang Terencana)

Tahukah anda bahwa di dunia ini ada lampu bohlam yang terus menyala selama lebih dari seratus tahun? Google biasa menjadi kawan karib dalam mencari jawaban, tapi tanpa perlu membuka browser internet, jawabannya juga dapat ditemukan di sini.

Ada, dan lampu bohlam ini dapat ditemukan di kantor pemadam kebakaran Livermore California Utara, AS. Bohlam lima watt produksi Shelby Electronic Company ini sudah menyala sejak tahun 1901 sampai dengan sekarang. Lalu bagaimana keawetan lampu pijar yang kita pakai saat ini?
Lampu bohlam yang ditemukan oleh Humpry Davy pada tahun 1809 berhasil dibuat menjadi produk dengan produksi missal oleh Thomas Edison. Pada tanggal 23 Desember 1924 para produsen lampu bohlam besar seperti Osram, Philips, Tungsram, dan General Elektrik menggagas Phoebus cartel dengan tujuan membentuk sebuah standart bersama terkait produk lampu bohlam.

Uniknya selama kurang lebih 15 tahun Phoebus cartel  ini berjalan (1924 s/d 1939), umur pemakaian dari bohlam produksi perusahaan-perusahaan yang berkongsi di Phoebus cartel  ini makin lama makin pendek. Hal ini memancing pertanyaan banyak kalangan, belakangan diduga bahwa Phoebus cartel telah dengan sengaja memangkas umur lampu bohlam mereka agar penjualan lampu bohlam dapat terus meningkat.

Jika pada zaman itu memperpendek umur serta mengurangi kualitas suatu produk agar cepat rusak dan konsumen segera mengkonsumsi barang baru adalah cara yang paling efisien untuk meningkatkan penjualan. Maka di era informasi dimana media massa memiliki pengaruh kuat, iklan menjadi kekuatan baru dalam gerakan planned obsolescence ini.

Lewat tampilan memikat dari iklan berbagai macam produk, konsumen dirayu sedemikian rupa agar mengkonsumsi barang yang sedikit lebih baru, sedikit lebih baik dan sedikit lebih cepat dari kebutuhan dasar. Dan kemudian terbukti, bahwa cara seperti ini mampu menuai sukses yang lebih baik dibandingkan planned obsolescence a la Phoebus cartel.

Ekonomi menjadi berkembang, produksi tumbuh dan konsumsi naik pesat. Tapi sayangnya banyak orang terlena dengan pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan dari planned obsolescence. Mereka lupa bahwa kondisi ekonomi yang sedemikian memiliki konsekuensi negative yang sangat besar.

Konsumerisme, Ekploitasi, dan Sampah

Planned obsolescence muncul sebagai sebuah gagasan akibatkan krisis ekonomi yang menghantam Amerika Serikat pada tahun 1929. Krisis ekonomi yang dikenal dengan The Great Depression ini sebenarnya diakibatkan oleh kegagalan sistem pasar bebas dalam menyokong kegiatan ekonomi.
Planned obsolescence digadang-gadang sebagai solusi untuk menaikkan gairah pasar yang lesu dengan memicu konsumsi yang berefek pada naiknya produksi. Strategi menggunakan planned obsolescence akhirnya sukses membangkitkan ekonomi Amerika yang sempat terpuruk. Tapi, karena tumpuan utama dari planned obsolescence ini terletak hanya pada konsumsi dan produksi, segera saja sistem ini menjelma menjadi pemangsa buas yang tidak kenal berhenti dan menyisakan ampas buangan yang tiada lagi bisa dikelola.

Tingginya tingkat konsumsi akibat planned obsolescence ini pada akhirnya tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan baku yang mencukupi. Akibatnya eksploitasi besar-besaran menjadi hal yang tidak bisa dihindarkan. Contoh paling sederhana adalah persoalan energy, Amerika demi mengamankan pasokan energy nya rela melakukan eksploitasi besar-besaran di negara-negara yang memiliki daya tawar politik yang lemah. Contoh korban paling nyata adalah Indonesia.

Selain persoalan eksploitasi sumber daya alam, ekonomi bentukan planned obsolescence sukses memproduksi barang limbah dengan jumlah yang luar biasa banyak. Jika limbah ini sudah tidak bisa lagi dikontrol, maka biasanya negara pemilik limbah akan membuang limbahnya ke negara-negara dengan daya tawar internasional yang lemah. Pembuangan limbah ke negara lain ini biasanya ditutupi dengan bahasa halus bernama “ekspor/impor barang bekas”.

Republic Ghana, salah satu negara di barat Afrika adalah korban nyata dari “ekspor/impor barang bekas” yang tiada lain adalah limbah dari negara-negara maju. Wujud dari limbah ini biasanya adalah barang-barang elektronik seperti komputer, kulkas, telepon seluler, dan televisi yang sudah tidak dapat digunakan lagi.

Barat, Peradaban Memikat yang Mematikan

Jika kita melihat Barat sebagai sebuah peradaban dengan sistem ekonomi yang mapan, maka dari pemaparan diatas bisa kita lihat dengan jelas bahwa kekuatan ekonomi Barat adalah hasil dari menjarah dan merusak peradaban lainnya. Lantas kemudian banyak yang bertanya, “Apakah Barat tidak melihat ancaman keruntuhan diri sendiri dengan tetap mempertahankan sistem ekonomi yang sedemikian?”

Jawabannya sederhana, “They are too big to fail”. Jika Barat mengambil keputusan untuk merubah haluan perekonomiannya menjadi sistem ekonomi yang lebih ramah lingkungan dan recyclable, maka itu sama saja dengan menggadaikan hegemoni Barat di seluruh dunia yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Barat hanya punya satu pilihan yang tersisa, yaitu mati bunuh diri bersama sistem ekonomi yang mereka bangun.

Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa jika kita masih terkagum-kagum dengan betapa hebatnya Barat, maka sungguh kekaguman itu adalah pertanda rendah diri yang paling tidak bermartabat. Sebab bagaimana bisa kita merasa rendah diri kepada peradaban yang sebenarnya jauh lebih rendah dari diri kita sendiri. [eza/islampos]
Continue Reading

Terorisme dalam Gerakan Zionisme


Oleh: Yanuardi Syukur, Alumnus Politik dan Hubungan Internasional di Timur Tengah UI dan Aktivis Kajian Zionsime Internasional

“At Basle I founded the Jewish State…
Perhaps in five years, and certainty in fifty, everyone will know it.”
(Di Basel saya mendirikan negara Yahudi…

Barangkali dalam waktu lima tahun, dalam lima puluh tahun, tiap orang akan mengetahui itu)
THEODOR HERZL, Pendiri Zionisme (1860-1904)

“Kita harus melakukan segala upaya untuk menjamin agar mereka (pengungsi Arab-Palestina)
tidak akan pernah kembali (ke Palestina).”

BEN GURION, Mantan Perdana Menteri Israel
A. Klaim Teologis dan Historis atas Palestina

Pemerintah Israel dalam sumber resminya mencatat bahwa sejarah bangsa Yahudi (The Jewish People) dimulai sejak sekitar 4000 tahun lalu dengan tokoh utama Ibrahim (Abraham), Ishak (Isaac), dan Ya’kub (Jacob), yang juga dikenal dengan nama Israel. Dalam tulisan Ellen Hirsch, Facts about Israel, yang diterbitkan oleh Israel Information Center, menyatakan bahwa berdirinya negara Israel telah menghapus 2000 tahun impian bangsa Yahudi untuk kembali ke tanah leluhur mereka: ”The Establishment of Israel (1948) grew out their 2.000 year-old to return to their ancestral homeland its national life and sovereignty.”

Sumber ini juga membagi perjalanan bangsa Israel ke dalam 15 periode, yaitu:

Pertama, masa Ibrahim (Abraham), Ishak (Isaac), dan Ya’kub (Jacob), sekitar abad ke-17 SM.

Kedua, masa eksodus dari Mesir di bawah pimpinan Musa dan menetap di ”Tanah Israel” yang dikatakan sebagai Land of Israel/Eretz Israel (sekitar abad ke-13 sd. 12 SM).

Ketiga, masa kerajaan Saul, Daud (David), dan Sulaiman (Solomon) sekitar tahun 1020-930 SM. Di masa Sulaiman inilah didirikan ”Kuil Sulaiman” (The Solomon Temple) yang menjadi pusat kehidupan keagamaan masyarakat Yahudi.

Keempat, masa terpecah-belahnya kerajaan Daud-Sulaiman menjadi sekitar 40 kerajaan. Di masa inilah kerajaan Babilonia menaklukkan Kerajaan Judah dan mengusir sebagian besar penduduknya serta menghancurkan ”Kuil Sulaiman” (586 SM).

Kelima, masa pengusiran pertama oleh Babilonia (585-538 SM). Pengusiran ini menandai dimulai diaspora kaum Yahudi (The Jewish Diaspora).

Keenam, masa pendudukan Persia dan masa Hellenisme (538-142 SM).

Ketujuh, masa dinasti Hasmonean (142-63 SM).

 Kedelapan, masa kekuasaan Romawi (63 SM-313 M).

Kesembilan, masa pemerintahan Bizantine (313-636 M).

Kesepuluh, masa pemerintahan Arab (636-1099 M).

Kesebelas, masa pemerintahan Tentara Salib (1099-1291 M).

 Keduabelas, masa pemerintahan Mamluk (1291-1516 M).

Ketigabelas, masa pemerintahan Ottoman (1517-1917 M).

Keempatbelas, masa pemerintahan Inggris (1918-1948 M).

Kelimabelas, berdirinya negara Israel (14 Mei 1948).

Dari sumber resmi pemerintah Israel ini kita melihat bahwa Israel berusaha agar eksistensinya dikaitkan dengan klaim-klaim yang ada dalam teologi, sekaligus dalam sejarah. Klaim teologis ini berawal dari kisah Abraham yang diklaim sebagai leluhur Israel. Cerita-cerita tentang leluhur ini, yang terdapat dalam Perjanjian Lama menurut David F. Hinson, bukanlah suatu cerita sejarah, tetapi hanya suatu legenda. Cerita-cerita ini bukanlah laporan-laporan yang ditulis segera setelah peristiwa itu terjadi, tetapi baru ditulis beberapa abad kemudian setelah Abraham meninggal.

Kisah tentang Abraham terdapat dalam Kejadian 12-25. Kisah itu dimulai dengan perintah dan janji Allah kepada Abraham dan terus berlangsung sampai penggenapannya. Allah memerintahkan Abraham, “Pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu” (Kejadian 12: 1). Allah juga berjanji kepada Abraham, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 12:2).

Abraham kemudian diperintahkan pergi ke tanah Palestina dan Tuhan menyakinkannya bahwa negara itu akan menjadi milik turunannya. Tanah Palestina itulah yang disebut sebagai “tanah yang dijanjikan” (The Promised Land) atau Israel Raya (Eretz Israel).

Klaim teologis ini kemudian dijadikan alasan oleh tokoh zionis untuk mendirikan negara di Palestina. Dalam deklarasi negara Israel tahun 1948 tertulis, “By virtue of our natural and historic right…(we) do hereby proclaim the establishment of a Jewish State in the Land of Israel—The State of Israel (Atas dasar hak alamiah dan hak historis kita…dengan ini (kami) memproklamasikan berdirinya sebuah negara Yahudi di Tanah Israel—Negara Israel).

Selain itu, permasalahan batas wilayah negara Israel, juga tidak ditentukan secara jelas. Mengikuti klaim teologis, tokoh-tokoh zionis menggariskan bahwa wilayah Israel Raya membentang dari “Hulu Mesir sampai ke Eufrat.”

Klaim teologis di atas oleh Paul Findley dan Roger Garaudy kemudian dibongkar kepalsuannya. Dalam catatan sejarah, ternyata bangsa Yahudi bukanlah penduduk pertama di tanah Palestina. Mereka juga tidak memerintah di sana selama masa pemerintahan bangsa-bangsa lain. Pada ahli arkeologi modern kini secara umum sepakat bahwa bangsa Mesir dan Kanaan telah mendiami tanah Palestina sejak masa-masa paling kuno sekitar 3000 SM hingga 1700 SM. Selanjutnya, datang penguasa-penguasa lain seperti bangsa Hyokos, Hittite, dan Filistin.

Mengutip Charles Foster Kent, sejarawan Mesir Ahmad Syalabi mencatat bahwa bangsa Phoenix adalah yang pertama kali mendatangi kawasan Palestina, sekitar 3000 SM. Kedatangan mereka disusul oleh kabilah Kanaan (2500 SM), kemudian datang kabilah Palestin dari Pulau Kreta (1200 SM). Hasil pencampuran antara kabilah Palestin dan kabilah Kanaan itu kemudian melahirkan generasi baru yang berketurunan darah Arab dengan menggunakan dialeg bangsa Semit. Sementara tempat kediaman mereka dikenal dengan nama “Negeri Palestina.”

Periode pemerintahan Yahudi baru dimulai pada 1020 SM dan berlangsung hingga 587 SM. Bangsa-bangsa Asyiria, Babylonia, Yunani dan Mesir menyerbu bangsa Yahudi. Pada tahun 587 SM, penguasa Babylonia Nebukadnezzar menyerbu Palestina dan memaksa bangsa Yahudi menyerah dan menjalani persebaran (diaspora). Yahudi Maccabean berhasil mengambil alih sebagian kekuasaan pada 164 SM. Tetapi, pada 63 SM, penguasa Romawi berhasil menaklukkan Jerussalem dan pada 70 M menghancurkan Kuil Kedua—dibangun pada 517 SM oleh Zerubbabel—dan kembali menimbulkan di├íspora bangsa Yahudi. Jadi, bangsa Yahudi pernah menguasai Palestina atau sebagian besar darinya kurang dari 600 tahun dalam kurun waktu 5000 tahun sejarah Palestina. Dengan kata lain, bangsa Yahudi kuni lebih singkat mendiami wilayah Palestina dibandingkan dengan bangsa Kanaan, Mesir, Muslim atau Romawi.

Klaim-klaim di atas itulah yang kemudian dijadikan alasan oleh kaum zionis untuk kembali ke Palestina dengan berbagai cara, termasuk terorisme bagi orang Yahudi yang enggan kembali, dan bangsa Palestina sendiri.

B. Gerakan Zionisme Internasional

Zionisme berasal dari bahasa Ibrani ‘zion’ yang berarti batu karang. Maksudnya adalah merujuk kepada batu bangunan Haykal Sulaiman yang didirikan di atas sebuah bukit karang bernama ‘zion’, terletak di sebelah barat daya Al-Quds (Jerusalem). Bukit itu menempati kedudukan penting dalam agama Yahudi, karena menurut Taurat, “Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki tanah yang dijanjikan. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion.” Kata zion sendiri dikemudian hari diidentikkan dengan kota suci Jerusalem itu sendiri.

“Zionism is the Jewish national movement,“ (Zionisme adalah gerakan nasional kaum Yahudi), begitu ditulis dalam situs zionismonthweb. Tapi, menurut Roger Garaudy, Zionisme sering didefinisikan oleh dirinya sendiri dalam tiga hal—bukan persoalan ‘national movement’ saja.

Pertama, Doktrin Politik, seperti yang ditulis dalam Encyclopaedia of Zionisme and Israel, “Sejak tahun 1896, Zionisme berhubungan dengan gerakan politik yang didirikan oleh Theodor Herzl .”

Kedua, Doktrin nasionalis tidak dilahirkan oleh Yudaisme, melaikan diambil dari nasionalisme Eropa abad ke-19. Herzl tidak menggalinya dari agama, seperti yang dikatakannya, ”Saya tidak patuh terhadap impulsi agama.” Atau di halaman 54 dalam Diaries-nya ia menulis, ”Saya seorang agnostik.”

 Ketiga, Doktrin kolonial. Herzl memulai dengan mendirikan sebuah badan yang mempunyai statuta di bawah perlindungan Inggris atau semua kekuatan politik lainnya, sambil menunggu penciptaan negara Yahudi. Olehnya, ia pun menyurati Cecil Rhodes yang berh asil memisahkan satu wilayah di Afrika Selatan untuk dijadikan negara dengan namanya sendiri: Rhodesia. Ketiga doktrin ini, menurut Garaudy merupakan ciri dari zionisme politik.

Saat ini gerakan zionisme bukan lagi berkutat pada ranah keagamaan, akan tetapi telah beralih ke makna politik. Maksudnya adalah “Suatu gerakan pulangnya ‘diaspora’ (terbuangnya) kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali bersatu sebagai sebuah bangsa dengan Palestina sebagai tanah air bangsa Yahudi, dengan Jerusalem sebagai ibukota negaranya.” Istilah zionisme dalam makna politik ini dicetuskan oleh Nathan Bernbaum pada 1890 , namun sebelum ini Zionisme Internasional telah berdiri di New York pada 1 Mei 1776, dua bulan sebelum deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat di Philadelphia.

Gagasan ini kemudian mendapatkan dukungan dari Kaisar Napoleon Bonaparte ketika ia merebut dan menduduki Mesir. Untuk memperoleh bantuan keuangan dari kaum Yahudi, Napoleon pada 20 April 1799 mengambil hati dengan menyerukan, ”Wahai kaum Yahudi, mari membangun kembali Jerusalem lama.” Sejak itu, gerakan untuk kembali ke Jerusalem menjadi marak dan meluas.

Yahuda Al-Kalai (1798-1878), adalah tokoh Yahudi pertama yang melontarkan gagasan pendirian sebuah negara Yahudi di Palestina. Gagasan kemudian didukung oleh Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) melalui bukunya yang ditulis dalam bahasa Ibrani ’Derishat Zion’ (1826) yang berisi studi tentang kemungkinan mendirikan negara Yahudi di Palestina.

Selanjutnya Moses Hess juga menulis buku dalam bahasa Jerman, berjudul ’Roma und Jerusalem’ (1862), yang berisi pemikiran tentang solusi ’masalah Yahudi’ di Eropa dengan cara mendorong migrasi orang Yahudi ke Palestina. Menurut Hess, kehadiran bangsa Yahudi di Palestina akan turut membantu memikul ”Missi suci orang kulit putih untuk mengadabkan bangsa-bangsa Asia yang masih primitif dan memperkenalkan peradaban Barat kepada mereka.” Buku ini memuat pemikiran awal kerjasama dan konspirasi Yahudi dengan Barat-Kristen menghadapi bangsa-bangsa Asia pada umumnya dan dunia Islam pada khususnya.

Untuk mendukung gagasan itu, tulis Z.A Maulani, sebuah organisasi mahasiswa Yahudi militan bernama ’Ahavat Zion’ berdiri di St. Petersburg, Rusia, pada 1818, yang menyatakan bahwa,”Setiap anak Israel mengakui bahwa tidak akan ada penyelamatan bagi Israel, kecuali mendirikan pemerintahan sendiri di Tanah Israel (’Erzt Israel’)”.

Untuk menopang pendanaannya, kaum Zionis juga mendapatkan bantuan dari Mayer Amschel Rotschild (1743-1812) dari Frankfurt, Jerman. Rotschild adalah keluarga Yahudi terkaya di dunia ketika itu. Selain, politisi Eropa juga mendukung gerakan ini, seperti Lloyd George (Perdana Menteri Inggris), Arthur Balfour (Menteri Luar Negeri Inggris), Herbert Sidebotham (tokoh Militer Inggris), Mark Sykes, Alfred Milner, Ormsby-Gore, Robert Cecil, J.S Smuts, dan Richard Meinerzhagen.
Sejak tahun 1882, Sultan Abdul Hamid II telah mengeluarkan dekrit bahwa orang Yahudi diizinkan untuk beremigrasi ke dalam wilayah kekuasaannya namun tidak mengizinkan untuk menetap di Palestina. Keputusan ini diambil karena menurut sultan, emigrasi kaum Yahudi di masa depan akan dapat membuahkan sebuah negara Yahudi. Walau ada titah dari Sultan, arus emigrasi itu tetap berhasil masuk ke Palesitna bahkan dengan cara sogok. Pada 1891, beberapa pengusaha Palestina mengungkapkan keprihatinannya atas masalah ini, kemudian mengirimkan telegram ke Istambul. Ini dilakukan karena para pengusaha merasa perdagangan akan bisa dimonopoli oleh kaum Yahudi, yang kelak akan menjadi ancaman dalam bidang politik.

Gagasan untuk menjadi gerakan politik ini secara sistematis dibuat oleh Theodor Herzl (1860-1904) dalam bukunya ’der Judenstaat’ (Negara Yahudi) (1896). Buku ini dibuat setelah terjadinya Peristiwa Dreyfus (1894) di Prancis yang mana rakyat banyak meneriakkan ”Matilah Yahudi.” Herzl merasa perlu agar kaum Yahudi memiliki negara sendiri, maka dibuatkan buku tersebut. Ketika buku itu terbit, di dalam internal Yahudi sendiri ada yang mengejek ide Herzl itu. Program yang dikemukakannya ketika itu adalah pengumpulan dana dari orang Yahudi untuk menuju pembentukan negara Yahudi. Ia meminta bantuan kepada beberapa orang kayak Yahudi, namun tidak membuahkan. Tak berapa lama, sekira satu tahun, ia menyelenggarakan Kongres Zionis I di Basel, Swiss (1897) yang mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin. Kendati Herzl meninggal pada 1904—44 tahun sebelum negara Yahudi Israel berdiri pada 1948—ia adalah tokoh besar dan disebut sebagai ”Bapak Pendiri Zionisme Modern” dan ”Filosof Yahudi yang memiliki pandangan paling jauh ke depan”.

C. Definisi Terorisme
Tidak mudah untuk membuat pengertian terorisme yang dapat diterima secara universal, begitu kata ahli hukum pidana internasional, M.Cherif Bassiouni. Brian Jenkins, mengatakan, “Terorisme merupakan pandangan yang subjektif.” Karena tidak mudah untuk membuat sebuah definisi yang paten, maka definisi terorisme lebih banyak diambil dari subjektifitas orang yang mendefinisikannya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri pernah membentuk Ad Hoc Committee on Terrorism tahun 1972 yang bersidang selama tujuh tahun, namun tak membuahkan hasil definisi yang paten.
Dalam tulisan ini, kami mengambil beberapa definisi terorisme yang diungkapkan oleh para kamus dan para ahli.

Menurut Black’s Law Dictionary, “Terorisme adalah kegiatan yang melibatkan untur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum pidana (Amerika atau negara bagian Amerika), yang jelas dimaksudkan untuk: a). mengintimidasi penduduk sipil. b). mempengaruhi kebijakan pemerintah. c). mempengaruhi penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan.”

Laqueur (1999), setelah mengkaji lebih dari seratus definisi terorisme, menyimpulkan adanya unsur yang paling menonjol dari definisi-definisi tersebut, yaitu bahwa ciri utama dari terorisme adalah dipergunakannya kekerasan atau ancaman kekerasan. Sementara motivasi politis dalam terorisme dangat bervariasi, karena selain bermotif politis, terorisme seringkali dilakukan karena adanya dorongan fanatisme agama.

AC. Manullang mendefinisikan, “Terorisme adalah suatu cara untuk merebut kekuasaan dari kelompok lain, dipicu antara lain karena adanya pertentangan agama, ideologi, dan etnis serta kesenjangan ekonomi, serta tersumbatnya komunikasi rakyat dengan pemerintah, atau karena adanya paham separatisme dan ideologi fanatisme.”

Jika dilihat dari tiga definisi ini, maka tindakan kaum zionis dalam upaya merebut tanah Palestina dengan mengusir, menyiksa, hingga membantai warga sipil di Palestina, maka hal itu termasuk dalam kategori terorisme. Namun, tetap yang perlu dibedakan antara terorisme dengan perjuangan perlawanan atas penjajahan bangsa lain. Dalam Resolusi PBB Nomor 3103, salah satu point penting yang ditekankan disitu adalah, “Setiap bentuk perjuangan bangsa yang berada di bawah jajahan kekuatan imperialis, kekuatan asing, dan pemerintahan rasis untuk mewujudkan kemerdekaan dan mempertahankan hak menentukan nasib sendiri adalah perjuangan yang sah dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional.” Dari resolusi ini bisa dipahami bahwa perjuangan bangsa Palestina yang ingin memerdekakan dirinya dari imperialisme Zionisme Israel, tidak termasuk dalam kategori terorisme.

D. Motivasi Terorisme

Sebuah pertanyaan ditujukan kepada Theodor Herzl, ”Apakah wilayah yang diperlukan mencapai Beirut atau melewatinya?” Herzl menjawab, ”Kami meminta sesuai kebutuhan kami. Luas wilayah akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah pendatang.” Jawaban Herzl dalam pertanyaan ini menandakan bahwa gerakan zionisme termasuk dalam kategori ekspansionisme, memperlebar daerah kolonialnya.

Di bawah ini akan dijelaskan beberapa motif dari gerakan terorisme yang dilakukan oleh zionisme Israel.

1. Penjajahan

Untuk kembali ke tanah yang dijanjikan, menurut keyakinan Yahudi tidak dapat dilaksanakan kecuali dipimpin oleh Al-Masih sang juru selamat, bukan dengan gerakan politik seperti zionisme internasional. Inilah penentangan dari golongan Yahudi sendiri ketika ada gerakan untuk kembali ke tanah Palestina lewat organisasi zionis. Akan tetapi, gerakan zionisme tetap bersikukuh untuk kembali ke tanah yang menurut mereka dijanjikan Tuhan kepada mereka. Untuk kembali, berarti perlu kerjasama dengan unsur lain. Di sinilah motif penjajahan kaum zionis.

Pengamat zionisme, Dr. Haitsam Al-Kailani menyebut gerakan imperialisme ini dengan kata ”Imperialisme Pendudukan.” Ia kemudian mendefinisikannya sebagai, ”Memindahkan penduduk negara imperialis ke wilayah jajahan mereka dan membangun koloni-koloni di tempat baru tersebut tanpa memperhatikan hak-hak penduduk asli.” Rencana ini, membuat penduduk asli akan rentan terhadap tindakan terorisme, terutama pengusiran dan pembantaian. Dan, jika mereka tetap tinggal di koloni tersebut, maka mereka akan menerima perlakuan diskriminatif dan rasis tanpa memperdulikan hak-hak menentukan nasib sendiri. Inilah yang terjadi di Palestina ketika zionisme menyerang dan merampas tanah-tanah mereka.

Motivasi imperialisme ini juga didukung oleh Prancis ketika Napoleon Bonaparte melancarkan serangannya ke Mesir dan Syiria (20 April 1799), sekitar 118 tahun sebelum adanya Deklarasi Balfour. Bonaparte berkata, ”Wahai Bani Israel, wahai bangsa yang terpilih, yang tidak ada kekuatan manapun yang mampu menghapus nama dan keberadaan kalian di muka bumi.

Kalian hanya kehilangan tanah leluhur…Prancis menawarkan kepada kalian warisan Israel saat ini juga, di luar berbagai perkiraan yang ada. Wahai para pewaris sah Palestina, kami bangsa yang tidak pernah memperjualbelikan manusia dan negeri…menyeru kalian bukan dengan tujuan menguasai warisan kalian tetapi untuk mengembalikan warisan kalian dengan jaminan, dukungan dan perlindungan penuh kami dari setiap penyusup.”

Motivasi imperialisme kaum zionis ini juga ditegaskan oleh Maxim Roudson dengan ucapannya, ”Pembentukan negara Israel di Palestina adalah salah satu rangkaian gerakan ekspansi besar-besaran yang dilakukan Eropa dan Amerika pada abad ke-19 dan 20 untuk menduduki dan menguasai aspek ekonomi dan politik bangsa-bangsa lain.”

Motivasi ini semakin dikuatkan lagi dengan pernyataan dari tokoh gerakan zionisme sendiri, yaitu Theodor Herzl yang berkata, ”Kita akan membangun benteng untuk melindungi kepentingan Eropa di Asia yang menjadi benteng peradaban yang kokoh menghadapi barbarisme.” Dari kalimat ini menandakan bahwa zionisme sebagai perpanjangan tangan dari imperialisme, untuk menghadapi bangsa-bangsa Timur adalah sebuah fakta nyata.

2. Rasisme

Mempercayai bahwa ras-nya lebih unggul dari bangsa-bangsa lain di dunia ini adalah salah satu karakter dari gerakan zionis. Ini kita kenal dengan nama rasisme. Hal ini didasarkan pada paham bahwa bangsa lain, selain Yahudi—termasuk orang Arab-Palestina—adalah tergolong kaum ’goyyim’ yang lebih rendah derajatnya dari manusia, dan karenanya menurut kaum Yahudi, kaum ’goyyim’ tidak boleh dan tidak dapat diperlakukan sebagai manusia.

Berdasarkan prinsip rasis ini, menurut Z.A. Maulani (2002), dalam bukunya Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia, kaum Yahudi menghalalkan segala cara, termasuk teorisme sebagai modus operandi utama untuk membangun negara Yahudi. Perihal rasisme ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan pernah mengeluarkan Resolusi No. 3379-D/10/11/75 menyatakan bahwa ”Zionisme adalah Gerakan Rasisme.” Resolusi ini dalam perjalanan sejarahnya hanya bisa bertahan selama 15 tahun. Setelah Perang Teluk berakhir pada tahun 1991, atas desakan Amerika Serikat, resolusi tersebut dicabut.

Motivasi keunggulan Yahudi juga diambil dari teori seleksi alam-nya Darwin. Ini dilakukan agar rasisme ini dapat diterima oleh banyak kalangan. Dalam buku Roma dan Jerussalem karya Moses Hess, salah seorang pakar ilmu ras menulis bahwa ras Yahudi adalah ras yang murni dan suci. Dalam buku ini, Hess juga menjelaskan dengan pendekatan ”ilmu tentang manusia dan kebudayaannya” atau antropologi.

Jadi, rencana kembalinya bangsa Yahudi ke tanah Palestina, salah satu motifnya adalah untuk menjaga kemurnian ras Yahudi dalam sebuah tanah yang memang menurut kaum Yahudi telah dijanjikan Tuhan kepada mereka.

E. Metode Terorisme

Terorisme negara zionisme Israel banyak metodenya. Dari penyiksaan fisik, pengusiran, diskriminasi dalam perundang-undangan, hingga pembunuhan dan pembantaian. Agresi demi agresi dilancarkan oleh tentara zionis Israel tanpa pandang bulu. Orang tua, tokoh politik, pejabat pemerintah Palestina, hingga anak-anak juga menjadi korban dari agresi negara Israel.

Setidaknya, ada beberapa metode terorisme yang dilakukan oleh negara Israel sejak berdiri pada 1948 hingga saat ini.

1. Diskriminasi Ras

Dari berbagai kebijakaan Israel, perihal diskriminasi ras begitu nyata di lapangan. Dalam Undang-Undang Kembali (Law of Return) tahun 1950 pada pasal pertama tertulis, ”Setiap warga Yahudi berhak untuk pindah ke Israel.” Ini berarti bahwa semua orang Yahudi dimanapun berada memiliki hak untuk datang ke Palestina dan menjadi penduduk resmi. Sedangkan bagi empat juta warga Arab asli yang dilahirkan di tanah Palestina yang beragama Islam atau Kristen, tidak memiliki hak untuk pulang ke tanah airnya.

Menurut Daud Abdullah, dalam artikelnya di Palestine Times (2001), ini jelas bertentangan dengan article dan 56 Piagam PBB. Bahkan menurut article 80 (1), setiap orang dijamin haknya untuk kembali ke tanah airnya. Olehnya itu maka Komisi HAM PBB dalam resolusi 3379 menyamakan zionisme dengan rasisme.

Dalam Undang-Undang Kewarganegaraan yang disahkan pada 1952 untuk melengkapi undang-undang sebelumnya. Dalam UU ini dijelaskan bahwa penduduk asli Palestina tidak memiliki hak kewarganegaraan, kecuali setelah melalui persyaratan yang panjang, terutama syarat: terbukti tinggal di Israel dari mulai deklarasi Negara Israel hingga tanggal dikeluarkannya UU Kewarganegaraan. Selain itu, juga harus mendapatkan persetujuan Menteri Dalam Negeri serta berbagai persyaratan administratif lainnya.

Dalam Undang-Undang Darurat yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris di Palestina, dijelaskan bahwa tentara Inggris memiliki jangkauan yang sangat luas untuk menahan, menutup kawasan tertentu, menyita barang-barang, memberlakukan jam malam, membatasi perjalanan, mengusir dan mengasingkan ke luar negeri, melarang untuk kembali ke tanah air, membatasi perkumpulan, pembatasan pers, pendidikan, perumahan, pelayanan sosial, pekerjaan, pembuangan kotoran, sarana jalan dan juga air yang diberikan cuma-cuma kepada warga Israel sedangkan Palestina tidak mendapatkan pelayanan yang memadai. Ini dikeluarkan Inggris untuk menghadapi perlawanan Palestina. Kelak, ketika berdiri Negara Israel pada 1948, UU ini diberlakukan kembali.

Selain itu, diskriminasi juga terlihat dari Undang-Undang Pertanahan. Sejak 1948, pemerintah Israel telah melaksanakan penyitaan tanah. Menurut Prof. Israel Shahak, undang-undang ini dibuat untuk memindahkan hak milik atas tanah bukan demi kepentingan penduduk Israel semata, akan tetapi untuk kepentingan seluruh Yahudi yang ada di dunia. Ini dimungkinkan, karena kaum Yahudi di Palestina tetap membutuhkan banyak orang Yahudi menetap di sana, agar kemurnian ras Yahudi tidak bercampur dengan ras lainnya.

2. Pembantaian

Pembantaian pengungsi Palestina di Shabra dan Shatilla adalah salah satu contoh peristiwa tragis dalam sejarah hubungan Israel-Palestina. Dalam peristiwa ini, kurang lebih 3297 orang Palestina tewas. Kebanyakan yang tewas adalah wanita, anak-anak dan orang tua. Pembantaian ini dipimpin oleh Menteri Pertahanan Israel Ariel Sharon pada 1982.

Pembantaian adalah salah satu metode terorisme yang berupaya untuk memberikan efek jera kepada bangsa Palestina. Selain Shabra dan Shatilla, tragedi pembantaian juga telah dilakukan Israel sejak berdiri negara Israel. Pembantaian Balad Al-Syaikh dan Hawasa (1 Januari 1948) terjadi setelah seratusan tentara zionis mengepung dan menyerbu perkampungan Palestina dengan melemparkan bom diringi dengan tembakan.

Secara sistematis, pembantaian yang dilakukan oleh tentara zionis atas penduduk Palestina bisa dilihat dibawah ini:

Tahun Peristiwa Pembantaian
1948 Pembantaian Balad Al-Syaikh dan Hawasa. Dier Yasin, Nashir El-Din, dan Beit Daras
1951 Syarafat
1953 Desa Falma, Qibya.
1954 Nahalin, Dier Ayyub
1955 Gaza, Khan Yunus
1956 Qalqayliya
1982 Shabra dan Shatilla
1994 Haram Al-Ibrahimi
2006 Beit Hanun

3. Pembunuhan

Surat Kabar Israel Haaretz (6 Juni 2006), mengungkapkan bahwa kebijakan pembunuhan oleh bangsa Israel mendampingi kelahiran Negara Israel. Mengutip dari Haaretz, Guru Besar Emiritus dari Binghamton University USA, James Petras dalam bukunya The Power of Israel in USA (hal.147-149) menulis: Pada 27 Desember 1947, Haganah (Tentara Pra-Negara Israel), mengeluarkan satu perintah yang disebut dengan Operasi Zarzir (Burung Jalak). Dalam operasi kita dapat melihat rencana operasional untuk beberapa dekade yang disebut dengan ”pembunuhan bertarget.”

Di sini telah ditentukan siapa saja target yang akan dilenyapkan dalam operasi ini. Haganah sendiri adalah organisasi zionis yang berdiri pada 1921 di Al-Quds di bawah pengawasan Hestedrot (Asosiasi Pekerja Yahudi).

Khalid Meshal, salah seorang pimpinan Hamas, juga pernah diracun oleh Intelijen Israel, Mossad. Perintah ini dikeluarkan langsung oleh PM. Israel Benyamin Netanyahu. Walau pada akhirnya, Meshal selamat setelah mendapatkan penawar racun dari Raja Hussein dari Jordania yang didapatnya dari Israel, setidaknya operasi pembunuhan bertarget adalah salah satu strategi kaum zionis Yahudi untuk mempertahankan eksistensinya di Palestina. Para tokoh perlawanan Palestina memang kerap mendapatkan ”jatah” seperti ini oleh Israel.

Pembunuhan ini juga telah dijalankan kepada para pemimpin besar Palestina seperti Syekh Ahmad Yasin dan Abdul Aziz Rantisi. Keduanya adalah tokoh elit dalam gerakan perlawanan Palestina, Hamas (Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyyah). Keduanya dibunuh pada tahun yang sama, Yasin pada Maret sedangkan Rantisi pada April 2004.

Sumber Buku:
Al-Kailani, Haitsam. Siapa Teroris Dunia? Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2001
As-Sya’rani, Abu Nasir. Gerbang Kehancuran Yahudi. Jakarta: Al-Jannah, 2002
Comes. Palestina Merdeka atau Intifadah Jilid III, Jakarta, 2007
Garaudy, Roger. Mitos dan Politik Israel. Jakarta: Gema Insani Press (GIP), 2000
Husaini, Adian. Pragmatisme Dalam Politik Zionis Israel. Jakarta: Penerbit Khairul Bayan, 2004
Maulani, ZA. Zionisme Gerakan Menaklukkan Dunia. Jakarta: Penerbit Daseta, 2002
Nurdi, Herry. Mossad Behind Every Conspiracy. Jakarta: Cakrawala Publishing, 2007
Osman, Ahmad. Israel, Siapa Mereka? Fima Rodheta, 2008
Petras, James. The Power of Israel in USA. Jakarta: Zahra, 2008
Prior, Michael. Zionism and The State of Israel. London & New York: Routledge, 1999
Sihbudi, Riza. Profil Negara-Negara Timur Tengah: Buku Satu. Jakarta: Pustaka Jaya, 1995
Sihbudi, Riza. Menyandera Timur Tengah. Jakarta: Mizan, 2007
Zainuddin, AR. Pemikiran Politik Islam: Islam, Timur Tengah dan Benturan Ideologi. Jakarta: Pensil 324, 2004
Sumber Internet
http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Dreyfus
http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Yahudi
http://www.zionismonthweb.org/zionism_history.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Theodor_Herzl
http://id.wikipedia.org/wiki/Agnostik
Continue Reading

Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi



Oleh: Muhammad Faisal, Aktivis Anti Pemurtadan

Segala Puja dan puji hanya milik Alloh Ta’ala. kita memuji, meminta pertolongan, memohon ampun kepada-Nya, kta berlindung kepada-Nya dari keburukan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh Azza wa Jalla, maka tidak ada yang memberi petunjuk kepadanya. Kita bersaksi tidak ada yang berhaq disembah melainkan Alloh satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan kita bersaksi bahwa Rasululloh Muhammad ShallAllohu’ Alaihi Wa Sallam adalah hamba dan utusan-Nya. Amma Ba’du.

“ Sebaik-baik petunjuk ialah Kitabullah (Al-Qur’an), serta sebaik-baik petunjuk ialah petunjuk Rasululloh yakni Sunnahnya, dan seburuk-buruk perbuatan dan perkataan ialah yang diada-adakan dan setiap yang diada-adakan ialah Bid’ah dan setiap KeBid’ahan itu sesat serta setiap kesesatan itu ialah tempatnya di dalam Naar (Neraka) “.

Hal lain yang paling mengerikan adalah pijakan religius mereka terhadap Talmud yang berlumuran darah. Mereka menghalalkan kebohongan, pengkhianatan, penipuan, perampasan harta orang-orang non Yahudi, menghalalkan pembunuhan, sumpah palsu dan cara-cara keji sebagai bentuk perintah agama. Bahkan salah satu bentuk ritual mereka adalah dengan mempersembahkan darah manusia sebagai korban bagi Tuhan yang dilakukan di mezbah (sejenis altar).

Mereka menghina Alloh dan para Nabi sebagaimana yang tertulis dalam Talmud, antara lain dijelaskan bahwa Nabi Nuh adalah tukang mabuk, Daud memperkosa istri panglima perangnya (Uria) hingga akhirnya istri Uria hamil dan melahirkan Solomo (Nabi Sulaiman), Luth berzina dengan kedua putrinya sehingga melahirkan bangsa Moab dan Bani Amon (kedua bangsa tersebut menjadi musuh bebuyutan orang Yahudi), Sulaiman tidak taat kepada Tuhan karena lebih menciantai istri-istri dan para gundiknya yang jumlahnya 1000 orang, mereka mengatakan tangan Alloh terbelenggu, Alloh menangis karena membiarkan solomon temple rusak dan Alloh menyesali dirinya karena hal tersebut. Itulah hinaan mereka terhadap Alloh dan para rasul.

Disebutkan pula dalam Talmud, bahwa perkataan para rahib Yahudi itu lebih tinggi derajatnya daripada perkataan Tuhan dalam Taurot, Tuhan berdiskusi membaca Talmud dengan para malaikat dan raja setan. Oleh karenanya Al Qur’an menimbang :

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Alloh dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan. (QS AT Taubah : 31)

Maksudnya, mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.

Sebenarnya asal mula munculnya Talmud berawal dari keyakinan orang Yahudi bahwa Alloh menurunkan selain Taurot juga memberikan perintah lisan di bukit Tursina kepada Musa as., agar perintah lisan itu tidak habis dikikis waktu maka para rabi Yahudi menuliskannya dalam sebuah buku yang diberi nama Mishnah, tapi lambat laun buku itu diperbaiki sehingga munculah kitab Gemara yang di dalamnya lebih banyak lagi campur tangan manusia (Yahudi) sehingga ayat-ayat Taurot berubah dari aslinya.

Karena dengki mereka tentang akan datangnya nabi yang sangat jelas bagi mereka tetapi bukan dari keturunan bani Israel (Rasululloh berasal dari keturunan Quraisy dari nasab Ismail putra Ibrahim, sedangkan Ishaq melahirkan para nabi keturunan Yahudi), dan dengki mereka terhadap Yesus, maka mereka mengubah Taurot dalam kitab Gemara sejadi-jadinya. Kedatangan rasul terakhir ini sebagaimana yang disebutkan dalam kitab ulangan 18:18.

“Seorang nabi akan dibangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau (Musa) ini. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan dia akan mengatakan kepada mereka (umat manusia) segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (Kitab Ulangan 18 : 18). oleh karenanya Al Qur’an menimbang:

“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. mereka Berkata : “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. dan (mereka mengatakan pula) : “Dengarlah” sedang kamu Sebenarnya tidak mendengar apa-apa. dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. sekiranya mereka mengatakan : “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Alloh mengutuk mereka, Karena kekafiran mereka. mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.” (QS An Nisaa : 46)

Sebenarnya Yahudi itu adalah umat pengecut, mereka hanya berani berperang jika mereka mempunyai pelindung yang sangat kokoh, tabi’at mereka digambarkan oleh Alloh dalam Al Qur’an:

“Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok.” (QS Al Hasyr : 14)

“Mereka berkata: “Hai Musa, kami tidak akan memasukinya (tanah palestina) selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”. (QS Al Maaidah : 24)

Ayat ini menjelaskan kepada kita, bahwa ketika Musa as. membawa umat Yahudi keluar dari Mesir akibat pengusiran oleh Fir’aun untuk masuk ke Palestina, mereka tidak mau memasukinya karena disana ada bangsa Kan’an yang pemberani, hingga akhirnya mereka menyuruh Musa dan Alloh untuk berperang melawan bangsa Kan’an dan mereka hanya duduk-duduk menunggu, jika bangsa Kan’an telah ditaklukkan baru mereka mau memasuki Palestina.

Itulah sebabnya Proxy sangat diandalkan oleh Israel, karena mereka tidak berani bertempur jika tidak ada Amerika dan PBB. Tabi’at mereka yang pengecut dan suka berlindung di balik tembok itu akan terjadi hingga kiamat akan tiba sebagaimana yang digambarkan pula oleh Rasululloh :

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya: Rasululloh s.a.w bersabda: Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga para muslimin memerangi orang Yahudi. Para muslimin memerangi mereka menyebabkan orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon. Maka batu atau pohon berkata: Wahai para muslimin! Wahai hamba Alloh! Ada Yahudi di belakangku. Datanglah ke sini dan bunuhlah dia, kecuali pohon yang berduri (ghorqod), karena pohon itu adalah di atara pohon kaum Yahudi”[1]

Kejahatan mereka sebagai penjajah melebihi para penjajah lainnya. Para kolonialis non Yahudi ketika menjajah hanya mengambil hasil bumi tanah jajahan dan mempekerjakan penduduk pribumi, tetapi Israel di Palestina, selain merampas tanah milik warga Palestina, juga mengusir penduduk aslinya, bahkan mereka membunuh dan membantainya.

Tidak menutup kemungkinan, mereka akan memperlakukan warga Libanon dan warga negara manapun yang dijajahnya mirip seperti warga Palestina. Data terakhir akibat serangan militer Israel sejak juli 2006 di Libanon telah tewas terbunuh sia-sia warga sipil dan anak-anak sejumlah 1000 orang, dan salah seorang wakil Israel dalam perundingan dengan wakil Libanon di PBB mengatakan “kematian anak-anak Libanon bukan salah Israel, karena kelak merekapun (anak-anak itu) akan menjadi penjuang Hizbullah. [2] Itu belum termasuk pembunuhan dan pembantaian di Palestina yang telah berlangsung sejak tahun 1976, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu nyawa, tapi apa yang dilakukan PBB, tak satupun rasolusi PBB yang ditaati Israel, bahkan hampir setiap resolusi yang mengecam, mengutuk dan memberi sangsi kepada Israel di-veto oleh AS dan negara-negara anggota tetap DK yang pro Israel, Koffi Annan jadi kelu lidahnya jika berbicara tentang Israel, umat Islam jadi impoten, OKI jadi tak bergigi, mungkin hanya Mahathir Mohammad saja yang berani berkoar dan meyerukan antisemit kepada dunia dan itupun langsung mendapat kecaman keras dunia internasional (khususnya Yahudi),[3] tapi sayang seribu sayang, beliau telah lengser, sementara mata dunia hanya mampu terbelalak menyaksikan korban jiwa warga Palestina dan Libanon berjatuhan bagaikan bangkai tikus tak berharga.

Jika pembunuhan dengan senjata dibalas oleh umat Islam hanya dengan doa, itu merupakan perbuatan konyol, bukankah Alloh telah berfirman bahwa suatu kejahatan hendaklah dibalas dengan kejahatan yang serupa,

“Dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.” (QS An Nahl : 126)

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah, padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Alloh-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS AT Taubah : 13)

“dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapunmemerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Alloh beserta orang-orang yang bertakwa.“ (QS AT Taubah : 36

Kejahatan yang mereka lakukan merupakan tindakan teroris internasional, karena dimanapun mereka berada itulah yang mereka lakukan, para Goim (Kristen, Islam dan pemeluk agama selain Yahudi) di muka bumi ini selalu menjadi sasaran tembak Yahudi untuk diambil darahnya dan dipersembahkan kepada Tuhan mereka pada hari raya Yahudi di mezbah-mezbah. Ingatkah Anda akan Jhonson and Jhonson, itu adalah seorang bayi yang dijadikan sasaran tembak oleh sniper Yahudi, dan ternyata produk tersebut sebagian labanya disumbangkan kepada Israel untuk membeli persenjataan.

Koran Warta Kota, terbitan Selasa 1 Agustus 2006 menurunkan berita tentang penangkapan Mel Gibson (aktor pemeran film Mad Max), karena mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dalam keadaan mabuk, dalam kondisi mabuknya ketika ditangkap polisi ia berkata bahwa “semua peperangan di muka bumi ini menjadi tanggung jawab Israel (Yahudi)”, dan oleh karena ucapannya itu dia dituduh sebagai antisemit (anti Yahudi).[4] Ini menunjukkan bahwa Mel Gibson tahu, setiap pertumpahan darah manusia di muka bumi ini cenderung disebabkan karena ulah orang-orang Yahudi.

Sepanjang sejarah Islam (dan umat lain), kaum Yahudi memang tak henti-hentinya melakukan makar, kegaduhan dan huru-hara terhadap Islam dan umatnya, sehingga pada abad ke-13 muncul sebuah pameo di kalangan para ulama bahwa “jika terjadi suatu peristiwa besar (huru-hara), periksalah orang-orang Yahudi, niscaya Anda akan menemukan jawabannya”.[5]

Untuk melihat sejauh mana kebiadabam Israel terhadap bangsa non Yahudi dengan berpijak pada Talmud, marilah kita lihat sebagian isi kitab Talmud yang berlumuran darah itu :

Tentang Alloh

Alloh bermain dengan ikan paus, raja sekalian ikan… Alloh duduk bersama malaikat dan raja setan untuk mempelajari Talmud karangan para rabi, dan Alloh menari bersama siti hawa… Alloh mengakui kesalahannya (karena membiarkan Haikal Solomon hancur), Alloh menyesal karena membiarkan kaum Yahudi dalam kesengsaraan sampai-sampai Ia menampar dirinya sendiri dan menagis setiap hari, bulan menyalahkan Alloh karena menciptakannnya lebih kecil dari matahari, (Talmud, hal 198-199)

Tentang Setan

Sebagian setan berasal dari keturunan Adam, sebab setelah Adam dilaknat Tuhan ia tidak mau menggauli istrinya, pada saat itulah datang dua setan perempuan kepada Adam dan Adam langsung mengaulinya, dari perbuatan itu lahirlah anak-anak setan. Adam menggauli setan perempuan cantik bernama Lelet, ia menggaulinya lebih dari 130 tahun sehingga banyak anak setan yang terlahir darinya. Hawa – istri Adam – juga melahirkan banyak anak setan karena ia disetubuhi oleh setan-setan laki-laki (Talmud, hal 200 – 201)

Pada saat – saat tertentu manusia dapat membunuh setan apabila menemukannya diwaktu pembuatan roti untuk paskah Yahudi. (pada hari raya tersebut mereka memperingati hari keluarnya mereka dari Mesir di bawah pimpinan Musa as. para rabi Yahudi memutuskan bahwa makanan hari paskah ini harus dibuat adonan dan dicampur dengan darah manusia, oleh karena itu mereka banyak melakukan penyembelihan manusia )[6]

Tentang Roh Umat Yahudi Dan Umat Lain

Roh umat Yahudi diciptakan oleh Alloh sebanyak 600.000, hal ini karena setiap pasal yang ada di dalam Taurot mengandung 600.000 tafsir. Yang masing-masing tafsir ini mewakili satu roh Yahudi. Keistimewaan roh Yahudi dari roh bangsa lain adalah bahwa roh Yahudi adalah bagian dari roh Alloh, sedangkan roh bangsa lain adalah sama dengan roh binatang yang merupakan bagian dari roh setan. (Talmud, hal 208)[7]

Surga hanya diperuntukkan bagi orang-orang Yahudi, artinya siapapun yang bukan Yahudi tidak akan dapat masuk sorga, melaikan akan masuk neraka semuanya di akhirat kelak Neraka lebih luas 60 kali lipat dibanding surga, karena orang-orang Islam yang hanya menyucikan badan mereka dengan membasuh kedua tangan dan kaki mereka (yakni berwudlu) dan orang – orang yang tidak berkhitan (yakni orang-orang nasrani) yang hanya menggerak-gerakkan jari mereka untuk mengisyaratkan salib semua mereka akan kekal di sana untuk selama-lamanya (Talmud, hal 209)
Bani Israel lebih tinggi derajatnya daripada malaikat, jika seorang non Yahudi memukul orang Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan, kaum Yahudi adalah bagian dari Alloh, bila seorang non Yahudi memukul orang Yahudi, maka orang itu harus mati (Talmud, hal 213)
Diperbolehkan bagi orang Yahudi menipu pemeriksa pajak yang bukan dari golongan Yahudi, serta membuat sumpah palsu dengan syarat mereka mampu merekayasa kebohongan itu dengan baik (Talmud, hal 222)

Setelah melakukan berbagai penipuan terhadap orang kristen, kaum Yahudi berkumpul setiap minggunya untuk melaporkan apa yang telah berhasil mereka lakukan dan saling membanggakan diri atas keberhasilan tersebut. Kemudian mereka menutup pertemuan itu dengan mengatakan “kita harus menanggalkan jantung orang-orang kristen itu dari tubuh mereka dan membunuh orang-orang terbaik diantara mereka”. (Talmud, hal 223)

Alloh memerintahkan kita untuk mengambil riba dari orang yang berada di bawah perlindungan kita, kita tidak boleh meminjamkan apapun kepada mereka kecuali dengan syarat ini (riba), tanpa itu berarti kita telah membantu mereka, padahal kita diwajibkan untuk menimpakan kerugian kepada mereka (Talmud, hal 226)

Diperbolehkan bagi umat Yahudi membunuh orang non Yahudi, terutama umat nasrani dan para penyembah berhala, bahkan pembunuhan itu wajib dilakukan jika terbuka peluang untuk itu. Semua cara kemunafikan boleh ditempuh asal tujuan tersebut tercapai (Talmud, hal 228)

Merupakan suatu keadilan apabila orang Yahudi membunuh semua orang kafir dengan tangannya sendiri, karena siapa yang menumpahkan darah orang kafir berarti dia telah mempersembahkan korban kepada Alloh (Talmud, hal 230)

Sesungguhnya berzina dengan orang non Yahudi, baik laki-laki maupun perempuan itu tidak ada hukumannya, karena orang non Yahudi adalah keturunan binatang (Talmud, hal 234).

Inilah bibit dan dasar Talmud untuk menyebarkan pelacuran. Dalam masyarakat modern mereka membungkus usaha ini dengan kemasan ilmiah dan propaganda menarik seperti melalui seni, pariwisata, lomba ratu kecantikan, mode, atau melalui promosi barang dagangan.

Sesungguhnya Talmud membolehkan manusia (Yahudi) untuk tunduk kepada hawa nafsu apabila ia tidak sanggup mengendalikannya, namun itu harus dilakukan secara diam-diam supaya tidak merugikan agama Yahudi (Talmud, hal 235)

Semua sumpah yang diucapkan orang Yahudi kepada non Yahudi tidaklah dianggap sebagai sumpah, karena sumpah tersebut (kepada non Yahudi) sama kedudukannya dengan sumpah kepada binatang sehingga tidak layak dianggap sebagai sumpah betulan. (Talmud, hal 237)

Dalam menanggapi kebejatan umat Yahudi, Kardinal Marie Del Vaal mengatakan “terbukti sudah bahwa tangan-tangan Yahudilah yang senantiasa ada di belakang penerbitan dan distribusi setiap buku vulgar dan porno serta majalah yang penuh perzinaan dan menggiring manusia pada penyelewengan. Itulah sepak terjang manusia yang sangat mengejutkan sekaligus memprihatinkan” [8]

Dari ayat-ayat di atas, jelaslah bahwa Talmud merupakan kitab yang paling berbahaya bagi manusia dan kemanusiaan. Otak mereka (para rabi dan talmudis) sangat berpegang teguh pada kitab tersebut, sehingga tidak mengherankan jika Israel (Yahudi) selalu melakukan pembunuhan dan pembantaian kepada umat non Yahudi dimuka bumi ini. Resolusi-resolusi PBB dianggap angin lalu, perzinaan diangap biasa, ingkar janji menjadi sarapan pagi mereka dan berbagai tindakan hina lainnya. Para pemimpin diIsrael saat ini merupakan orang-orang Yahudi fundamentalis, garis keras, teroris, radikal, militan yang sangat berpegang teguh pada kitab talmud.Mereka tidak hanya membaca dan meyakininya saja, tetapi mereka dengan konsisten mengamalkannya.

Pembelokan ideologi Yahudi dari spiritual religius ke nasionalisme Israel, yang dicetuskan oleh pendiri zionisme internasional, Theodore Hertzl, mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang besar bagi bangsa Palestina (termasuk diantaranya Libanon dan negera-negara yang diklaim oleh Yahudi sebagai tanah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada mereka) dan mungkin negera-negara lain di seluruh dunia. (Mitos dan Politik Israel, hal xiii)

Pembunuhan Ytzhak Rabin (PM Israel) oleh Ygal Amir, berawal dari pemikiran PM Rabin bahwa tak satupun penyelesaian militer mungkin direalisasikan secara definitif ketika angkatan bersenjata tidak lagi berhadapan dengan angkatan bersenjata lawan, tetapi berhadapan dengan seluruh bangsa, oleh karena itulah Ytzhak Rabin memilih berkompromi dengan Yaser Arafat, tetapi oleh Ygal Amir hal itu dianggap sebagai penghianatan karena Rabin mencoba memberikan tanah yang dijanjikan Tuhan kepada umat non Yahudi. Dan Ygal Amir bukanlah seorang berandalan tak berpendidikan, ia adalah mahasiswa cemerlang di Universitas keagamaan Bar Ilan dekat Tel Aviv, putra seorang rabi Yahudi telah dicekoki ajaran Talmud. lalu Ygal Amir berkata bahwa “perintah untuk membunuh itu datang dari Tuhan”.(Mitos dan Politik Israel, hal 16-17). Sekian. Barakallohu’ Fiik, Semoga tulisan ini bermanfaat. Wa’akhiru Dakwathuna.Subhanakallohumma’ Wabihamdikaa’ Ashadu’alaa ‘illaa Anta Astaqfiruka Wa’athubuhu ‘Ilaika. Nun Wal Qolami Wamaa’ Yasthurun, Walhamdulillahirobbil Alamien. Wallohu’ Ta’ala A’lam bish Showab.

Dan segala puji bagi Alloh Robb semesta alam dan shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad Ibnu Abdillah ShallAllohu’ Alaihi wa Sallamdan keluarganya dan para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat.

[1] Kitab Jami’ush Shahih, Bukhori – Muslim, No 1692

[2] Berita ini disiarkan oleh Metro TV, Tanggal 5 Agustus 2006 jam18:30 – 19:05

[3] Pidato Mahathir Mohammad pada KTT OKI ke – 10, Tanggal 16 Oktober 2003

[4] Warta Kota, Edisi Selasa 1 Agustus 2006

[5] Prof. Dr. Muhammad Asy Syarqawi.Talmud, Kitab Hitam Yahudi Yang Menggemparkan. Sahara Publisher. Hal 17

[6] ibid, Hal 203

[7] Inilah salah satu ayat yang berbahaya dalam Talmud yang memicu pembantaian manusia oleh Yahudi

[8] Fuad Bin Sayyid Abdurrhaman Arrifa’i.Yahudi Dalam Informasi Dan Organisasi. Hal 24

Sumber
Continue Reading

12 Ciri Wanita Shalihah Menurut Quran dan Hadist



AKAD pernikahan bagi seorang wanita muslimah adalah janji ketaatan kepada Allah, kemudian kepatuhan pada suami. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah berkata kepada seorang istri, saat wanita itu menjelaskan pelayanannya terhadap suaminya selama ini, Hushain bin Mihshan berkata: “Bibiku berkisah padaku, ia berkata: “Aku pernah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena suatu kebutuhan, beliaupun bertanya:”Wahai wanita, apakah engkau telah bersuami?” “Iya,” jawabku. “Bagaimana engkau terhadap suamimu?” tanya beliau. “Aku tidak mengurang-ngurangi dalam mentaatinya dan berkhidmat padanya, kecuali apa yang aku tidak mampu menunaikannya,” jawabku.”Lihatlah di mana keberadaanmu terhadap suamimu, karena dia adalah surga dan nerakamu,” sabda beliau. (HR. Ibnu Abi Syaibah dan selainnya, dishahihkan sanadnya oleh Asy-Syaikh Al- Albani rahimahullah dalam Adabuz Zifaf, hal. 179)

Artinya, hadits ini bukan berbicara soal bahwa kebutuhan seks yang wajib dipenuhi oleh pasangan itu hanyalah kebutuhan suami saja. Ini terkait soal kewajiban istri patuh pada suami dalam hal yang dihalakan oleh Allah.

Berikut ciri-ciri istri shalihah berdasarkan Al-qur’an dan Hadits:

1. Patuh dan taat kepada suaminya.

Apapun titel, pekerjaan, pangkat dan kedudukan sang istri, di dalam rumah tangganya, ia wajib patuh dan taat kepada suaminya. Patuh dan taat dalam konteks ini, yaitu dalam batas-batas yang tidak menyimpang dari ajaran agama atau selama suaminya masih menjalankan ketentuan-ketentuan Allah.
Perintah taat kepada suami, dinyatakan Allah:

“Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka [laki-laki] atas sebagian yang lain [perempuan] dan dengan sebab sesuatu yang telah mereka [laki-laki] nafkahkan dari harta-hartanya. Maka perempuan-perempuan yang shaleh ialah yang taat lagi memelihara diri dibalik belakang suaminya sebagaimana Allah telah memelihara dirinya.” [QS. 4:34]

2. Penuh kasih sayang selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya.
Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy- Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

3. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.

Berkhidmat kepada suami ini telah dilakukan oleh wanita-wanita utama lagi mulia dari kalangan shahabiyyah, seperti yang dilakukan Asma’ bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhuma yang berkhidmat kepada Az-Zubair ibnul Awwam radhiallahu ‘anhu, suaminya. Ia mengurusi hewan tunggangan suaminya, memberi makan dan minum kudanya, menjahit dan menambal embernya, serta mengadon tepung untuk membuat kue. Ia yang memikul biji-bijian dari tanah milik suaminya sementara jarak tempat tinggalnya dengan tanah tersebut sekitar 2/3 farsakh1. (HR. Bukhari no. 5224 dan Muslim no. 2182)

Demikian pula khidmatnya Fathimah bintu Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah suaminya, Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, sampai-sampai kedua tangannya lecet karena menggiling gandum. Ketika Fathimah datang ke tempat ayahnya untuk meminta seorang pembantu, sang ayah yang mulia memberikan bimbingan kepada yang lebih baik: “Maukah aku tunjukkan kepada kalian berdua apa yang lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu? Apabila kalian mendatangi tempat tidur kalian atau ingin berbaring, bacalah Allahu Akbar 34 kali, Subhanallah 33 kali, dan Alhamdulillah 33 kali. Ini lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.” (HR. Al-Bukhari no. 6318 dan Muslim no. 2727)

4. Tidak memberikan Kemaluannya kecuali kepada suaminya.

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (an-Nuur: 2-3).

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,” (al-Israa’: 32)

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,” (al-Furqaan: 68-69).

“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (al-Mumtahanah: 12).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim no.107).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rauslullah SAW. bersabda, “Tidaklah berzina seorang pezina saat berzina sedang ia dalam keadaan mukmin,”

Masih diriwayatkan darinya dari Nabi SAW. beliau bersabda, “Jika seorang hamba berzina maka keluarlah darinya keimanan dan jadilah ia seperti awan mendung. Jika ia meninggalkan zina maka kembalilah keimanan itu kepadanya,” (Shahih, HR Abu Dawud no.4690).

Diriwayatkan dari al-Miqdad bin al-Aswad r.a, ia berkata, Rasulullah SAW. bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya,”(Shahih, HR Bukhari dalam Adabul Mufrad no.103).

5. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.

“Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab.

Aku (Asma) pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.”
(HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

6. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya.

 Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

7. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

8. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

9. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar’i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)

10. Melegakan hati suami bila dilihat.

Rasulullah bersabda, “Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah).
11. Amanah.

Rasulullah bersabda, “Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamulihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim).

12, Istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya.

Allah SWT berfirman, “Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS Ar Rum [30]: 21).

[Maraji: Sumber: Al Qur'an dan Kitab Hadits/ Ditulis Oleh -Ibhe Ananda-/Admin Cinta Dalam Islam]
Continue Reading

Pohon Nabi Masih Tumbuh Subur Sampai Saat Ini



NABI hidup ribuan tahun yang lalu. Namun ada peninggalan jejak Nabi yang masih ada hingga kini. Sebuah pohon. Pohon zaman dulu tentu saja, masih tumbuh subur. Sebenarnya pohon itu seperti apa sih? Lalu bagaimana sejarahnya?

Pohon Nabi ini menjadi bukti kenabian Nabi Muhammad SAW. Dan sepertinya Pohon Nabi ini sengaja dibiarkan hidup oleh Allah agar menjadi pengingat, kenangan dan bukti sejarah masa lalu. Pohon ini adalah pohon yang penuh keberkahan, pohon ajaib, pohon keramat dan pohon yang aneh.
Dulu ketika Rasulullah melakukan perjalanan menuju Syam bersama Maisarah (pembantu Sayyidatuna Khadijah Ra) untuk berdagang, Rasulullah pernah berteduh di bawah pohon ini sebelum sampai ke sana. Pada saat Rasulullah berteduh di bawahnya, dahan dan ranting-ranting pohon ini bergerak menaungi beliau dari panasnya terik matahari.

Seorang rahib (pendeta) yang melihat kejadian ini, lantas mendatangi Maisarah dan menunjukkan kepadanya pohon tempat berteduh Rasulullah itu seraya berkata: “Hanya seorang Nabi saja yang berteduh di bawah pohon itu.”

Lihatlah sampai hari ini pohon tersebut tetap subur bahkan di tengah-tengah padang pasir yang kering kerontang dan tidak ada tumbuhan yang hidup seperti itu. Allah SWT menghidupkannya dengan kehendaknya.

Inilah pohon yang memahami cinta buat Nabinya Muhammad SAW, sebuah pohon yang diberkahi.
Sampai sekarang pohon ini masih hidup di Yordania. Sebab itu ia dijuluki “the only living Sahabi” atau “satu-satunya ‘sahabat’ Nabi yang masih hidup”.

Pohon ini terletak di tengah padang pasir bernama Buqa’awiyya di negara Yordania. Dari segi geografis, ia dekat dengan kota Bosra di Suriah.

Sebagaimana kita tahu, Rasulullah SAW dua kali tiba di Bosra:

1. Ketika bersama pamannya Abu Thalib saat berumur 12 tahun dan bertemu dengan Rahib Buhaira dan ketika itu Buhaira melihat tanda kerasulan beliau SAW di belakang bahu seperti tercatat dalam kitab injil tentang tanda kerasulan nabi akhir zaman.

2. Kali kedua Rasulullah SAW ke Bosra membawa barang dagangan Khadijah. [st/rki]

Sumber
Continue Reading

Subhanallah, Janin pun Bersujud!



DALAM upaya menanamkan kecerdasan si buah hati sejak dalam kandungan, berbagai cara haruslah dilakukan oleh seorang ibu yang sedang mengandung buah hati kesayangannya. Menurut penelitian para dokter Barat, salah satu cara untuk menanamkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan yaitu dengan memperdengarkan musik classic seperti musik Mozart kepada janin yang sedang berada di dalam perut ibu.

Lalu bagaimanakan pandangan islam dalam menyikapi hal tersebut?

Dalam agama islam, bayi adalah makhluk ciptaan Allah yang masih suci. Mengenai hal ini, tentunya bacaan Al-Qur’an adalah sebaik-baik lantunan yang harus diperdengarkan oleh janin. Sehingga, Habib Munzir pun menyarankan bahwa istri yang sedang hamil lebih baik banyak membaca Al-Qur’an untuk menuntun kemuliaan di dalam rahim. Utamakanlah membaca surah Muhammad, dengan harapan agar mendapatkan rahmat Allah sebagaimana lahirnya Nabi Muhammad saw ke muka bumi ini dengan membawa segala rahmat-Nya.

Saran habib Munzir tersebut, ternyata didukung oleh hasil eksperimen beberapa dokter. Saat seorang ibu hamil sedang melakukan USG, maka dibacakanlah surah Al-fatihah dan Al-Baqarah. Apa yang terjadi gerangan? Subhanallah, janin tersebut terdiam dan mengambil posisi seperti sedang bersujud seolah-olah ia kenal dekat dengan ayat-ayat yang sedang dibacakan.

Di samping itu, Dr. Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al-Qur’an terhadap meningkatnya IQ bayi yang baru lahir, dalam seminar konseling dan psikoterapi islam sekitar delapan tahun yang lalu. Diungkapkannya, bayi yang baru berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang.

Untuk itu, kepada ibu-ibu yang sedang mengandung buah hatinya perbanyaklah membaca Al-Qur’an. Karena, jika Al-Qur’an diperdengarkan secara tepat dan benar (tajwid dan makhrajnya) maka Al-Qur’an mampu merangsang saraf-saraf otak pada si kecil. Wallaahu a’lam. [retsa/islampos/pendidikanagamaislamdalamkeluarga]

Sumber
Continue Reading

Subhanallah, Inilah Manfaat Shalat Ashar



“PELIHARALAH segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha (ashar),” (al-Baqarah [2]: 238).

Rasulullah SAW bersabda: “Para malaikat mengawasi kalian dengan bergantian antara malam dan siang. Mereka kmudian berkumpul pada waktu shalat subuh dan shalat ashar. Lalu malaikat yang mngawasi di malam hari naik ke atas. Maka Tuhan bertanya meski Dia lebih tahu dari mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?’ Para malaikat menjawab, ‘Ketika kami pergi, mereka sedang melaksanakan shalat. Dan ketika kami datang, mereka juga sedang melaksanakan shalat,’” (HR Bukhari).

“Siapa saja yang tidak melaksanakan shalat Ashar, maka amal perbuatannya akan hilang sia-sia,” (HR Bukhari).

Dalam shalat Ashar terdapat keutamaan yang besar, Rasulullah SAW menghubungkannya dengan shalat Subuh.

Mayoritas umat Islam mengakhiri pekerjaan mereka setelah shalat Ashar tiba . Dengannya, shalat Ashar dapat menjadi penyembuhan efektif dari segala sesuatu yang dilalui pada hari itu, seperti kendala-kendala emosional, ketegangan, dan kelelahan.

Mayoritas kaum muslimin membagi aktivitas mereka menjadi dua tahap. Tahap kedua ini dimulai setelah shalat Ashar.

Oleh sebab itu, termasuk manfaat shalat Ashar adalah mengusir kemalasan, memulihkan tubuh setelah makan, tidur, dan beristirahat, memulihkan peredaran darah, meratakan penyebaran aliran darah pada seluruh anggota tubuh, serta menyalurkan energi yang dibutuhkan untuk memulai pekerjaan. [rki/kl]

Sumber
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template