Kamis, 03 April 2014

Ingatlah Tujuan Hidup-mu



Di antara ciri dan sifat al-Qur’an dalam menyampaikan pesan adalah bahwa ia sering mengulang-ulang atau menyebutkan berulang kali peringatan atau kabar gembira yang sama dalam sekian banyak ayatnya yang berbeda tempat. Bahkan ada ayat tentang kewajiban bersyukur atas nikmat yang sampai disebutkan berulang kali hanya dengan jeda-jeda yang cukup pendek berupa ayat-ayat pengiring lainnya. Tak lain pengulangan tersebut adalah untuk mengingatkan kita tentang pentingnya kandungan ayat yang dimaksud.

Sebagaimana al-Qur’an mengulang-ulang pesan berupa peringatan dan kabar gembira dalam ayat-ayatnya dikarenakan pentingnya pesan-pesan tersebut, mungkin kita juga perlu mengulang-ulang pertanyaan yang sangat penting dalam kehidupan kita, yaitu mengapa dan untuk apa kita dilahirkan dan hidup di dunia ini. Mengulang-ulang pertanyaan tersebut bukan agar kita mengingat-ingat kembali masa kelahiran kita yang telah berlalu, melainkan agar kita memiliki alasan yang kuat untuk menjalani kehidupan di masa kini dan mendatang, yang mana pasti diiringi dengan ujian suka dan duka.

Mengapa dan untuk apa kita dilahirkan di dunia ini adalah pertanyaan yang mungkin tampak sederhana namun sangat mendasar dan mendesak agar kita dapat memaknai gerak kehidupan kita di dunia ini. Jika manusia ditanya mengapa dan untuk apa mereka berada di ruang tunggu kereta, maka mereka akan mungkin menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu menunggu kedatangan kereta. Namun jika mereka ditanya mengapa dan untuk apa mereka berada di dunia ini, maka mungkin jawaban mereka pun akan sangat beragam dan berbeda satu sama lain.

Bagi kita orang-orang yang beriman, alasan mengapa kita berada di dunia ini adalah satu, yaitu untuk mengabdi atau beribadah kepada Pencipta kita, Allah SWT. Al-Qur’an menyebutkan hal tersebut dalam ayat-ayatnya, di antaranya adalah yang artinya berikut ini:

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzaariyaat: 56)

“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah.” (Al-Bayyinah: 5)
“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.’” (Al-An’aam: 162)

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).”(Al-Hijr: 99)

Dari beberapa ayat tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya alasan kita dilahirkan dan hidup di dunia ini tak lain adalah agar kita beribadah kepada Allah SWT, dan bukan untuk yang lainnya. Ibadah tersebut bukan terbatas pada kegiatan ritual yang mana merupakan sarana langsung untuk berhubungan kepada Allah SWT, melainkan juga segenap kegiatan non-ritual sehari-hari. Sehingga dengan memaknai ibadah dengan arti yang demikian, seorang Muslim manapun akan tetap berada dalam ibadah meskipun dia tidak sedang melaksanakan kegiatan ritual.

Kegiatan apapun selama bukan untuk melanggar perintah Allah SWT dan Rasul-Nya, niscaya akan bermakna ibadah jika kita meniatkannya sebagai ibadah. Makan, minum, bekerja, istirahat, olahraga, dan seterusnya, semuanya adalah bagian dari kehidupan kita yang juga dapat bermakna ibadah. Dan semua orang dari kita memiliki kesempatan yang sama untuk beribadah non-ritual meskipun masing-masing memiliki kegiatan yang berbeda, karena memang perbedaan kegiatan adalah sebuah ketentuan yang telah dikehendaki oleh Allah SWT yang justru dimaksudkan agar masing-masing saling melengkapi.

Tidak ada salahnya menjadi ‘hanya’ petugas kebersihan, ‘hanya’ pedagang kaki lima, dan ‘hanya-hanya’ yang lainnya, selama tetap memahami tujuan hidup yang sesungguhnya di dunia ini, yaitu beribadah kepada Allah SWT, terutama ibadah yang ritual. Yang salah adalah yang bahkan lebih dari itu namun justru melupakan tujuan hidup tersebut. Karena ketiadaan beragam profesi yang ‘hanya-hanya’ semacam itu akan justru menciptakan ketidakseimbangan dalam kehidupan manusia. Dan ini bukan berarti untuk menghalangi kita dari memiliki cita-cita yang lebih tinggi dari itu jika memang kita diberi kemampuan untuk itu, melainkan agar justru kita sadar bahwa kita semua hanyalah hamba-hamba-Nya yang lemah dan tak berdaya jika Allah SWT tidak memberikan kekuatan dan kemampuan. Sesungguhnya tiada seorang pun yang pernah memesan untuk dihidupkan dalam keadaan kuat ataupun lemah, melainkan semua itu hanyalah pemberian, sekaligus sebagai ujian kesyukuran dan kesabaran. Karena jika memang manusia bisa memesan, tentu tidak akan ada yang ingin menjadi orang yang tak mampu dan lemah. Sesungguhnya, kewajiban kita hanyalah menyadari bahwa segala kekuatan dan kemampuan yang ada dalam diri setiap makhluq hanyalah milik Allah SWT, dan bukan milik makhluq itu sendiri.

Semoga kita bisa saling melengkapi satu sama lain di samping segala kelemahan dan kekurangan kita masing-masing. Tiada manusia yang tidak memiliki kelemahan dan kekurangan, karena memang yang sempurna hanya Allah SWT. Yang terjun di medan perang bisa tetap berperang dengan baik, dan yang fokus belajar agama (Islam) juga bisa belajar dengan lebih baik. Semuanya saling memerlukan dan akan saling melengkapi. Hanya milik Allah SWT sajalah segala kebenaran, hidayah dan taufiq.
Wallaahu a’lam.
Ibnu Anwar

Sumber
Continue Reading

Berapa harga Tuhanmu ?




Sebagai seorang muslim, tentulah sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengikuti semua apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala, dan juga menjauhi apa-apa yang dilarang oleh-Nya. Inilah konsep keimanan yang kita yakini selama ini. Namun ternyata masih saja ada sebagian umat islam yang tak mengendahkan perihal tersebut. Bukannya mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya, sebagaian umat ini justru melakukan hal yang sebaliknya. Mengerjakan yang dilarang, dan menjauhi yang seharusnya dikerjakan. Tak sedikit juga yang melakukan hal tersebut karena “dipaksa” oleh keadaan. Sehingga mau tak mau, harus melakukan hal-hal yang dilarang oleh-Nya.

Pada bulan Desember misalnya, banyak umat islam yang dengan terpaksa ataupun suka rela, menggunakan atribut-atribut kaum nasrani. Ini biasa terjadi dan dilakukan oleh beberapa umat islam yang statusnya adalah pekerja mall, restoran, perkantoran, ataupun tempat hiburan lainnya. Alih-alih tuntutan pekerjaan, mereka akhirnya memakai atribut tersebut. Padahal ini justru bertentangan dengan hakikat keimanan kita. Meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan melakukan dengan perbuatan. Mengaku sebagai orang yang beriman, mengucapkan kalimat syahadat, namun pada prakteknya justru mengikuti cara-cara orang kafir, sama saja kita telah “membohongi” keimanan kita. “kalau kami menolak, maka kami akan dipecat”. Beberapa orang akan melontarkan hal yang demikian, jadi seolah-olah, ancaman pemecatan itu boleh dijadikan alasan untuk tetap menggunakan atribut kaum nasrani. Padahal Rasulullah SAW pernah bersabda Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud).

Ada sebuah contoh lagi. Kejadian ini mungkin banyak menimpa kaum muslimin yang bekerja sebagai buruh pabrik. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa setiap hari jumat laki-laki yang beragama islam wajib hukumnya untuk melaksanakan shalat jumat berjamaan di masjid. Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit yang justru meninggalkan shalat jumat hanya karena alasan pekerjaan. “Mesin tidak boleh dimatikan, harus ada yang jaga, jadi kami tidak bisa shalat jumat karena jaga mesin”. Ini umumnya terjadi disejumlah pabrik-pabrik tekstil yang ada di Negeri ini.

Para pegawainya yang muslim, ketika hari jumat tiba, mereka kesulitan untuk shalat jumat, lantaran “perintah” atasan yang melarang untuk menghentikan mesin. Alasannya, bila mesin dimatikan, perusahaan akan mengalami kerugiaan yang besar. Dan “kerugian besar” dalam hal material menjadi alasan untuk tidak mengerjakan kewajiban yang satu ini. Padahal sebagai umat islam, kita telah sepakat meyakini bahwa shalat merupakan salah satu dari 5 (lima) rukun islam setelah syahadat. Bahkan shalat adalah batas yang membedakan seorang muslim dengan orang kafir.

Bila sampai hari kita masih saja meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang muslim, hanya kerena alasan duniawi, maka seperti itu pula kita memperlakukan Allah SWT. Kita akan menyembah Allah, apabila ada keuntungan material yang kita dapati, bila tidak, bisa jadi Allah pun tak lagi kita sembah.

Memang sudah semestinya kita sadari “sudah sejauh mana keimanan kita terhadap Allah ?”. Jangan-jangan, statment kalau kita beriman itu hanya sekedar di bibir saja, tapi hati kita tak meyakininya. Akibat hati yang tak sepenuhnya meyakini, akhirnya, perbuatan kita pun tak mencerminkan seperti orang yang beriman. Kita, disadari atau tidak, telah menukar keimanan kita dengan dunia. Kita telah “menghargai” Tuhan kita dengan harga yang sangat murah. Kita mengkhawatirkan kehidupan dunia yang sementara, dengan menjadikan akhirat kita sebagai taruhannya.

Ya Allah, janganlah Kau palingkan hati kami, dari kesenangan dunia yang semu. Jangan pula Kau sesatkan kami, dari jalan kebanaran ini, dari jalan islam yang mulia ini.
Aamiinn…..

Mustaqim aziz
@mustaqimaziz2

Sumber
Continue Reading

Demokrasi : Antara Realita dan Utopia




Oleh Wahyu Ichsan*

Tulisan ini tidak hendak menyerang sistem demokrasi, terlebih lagi diusianya sudah cukup tua, tidak pula hendak untuk mencacinya dan menuduhnya sebagai sistem yang rusak. Sebab tanpa harus dituduh pun, demokrasi memang sudah rusak sejak dari awal diterapkannya. Plato (429-347 SM) seorang Filsuf Yunani Kuno, telah mengingatkan mengenai kelemahan dan bahaya internal demokrasi, salah satunya pemimpin biasanya dipilih dan diikuti karena faktor-faktor non-esensial seperti kepintaran pidato, kekayaan, dan latar belakang keluarga. Aristoteles (384-322 SM) murid Plato, juga menyebutkan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan buruk, seperti tirani dan oligarkhi.

Sebelum abad 18, demokrasi bukanlah sistem yang dipilih umat manusia. Sistem ini ditolak diera Yunani dan Romawi dan hampir semua filosof politik menolaknya.[1]

Sebelum lebih jauh membahas kelemahan dan kerusakan demokrasi, kita perlu tahu lebih dulu ta’rif demokrasi. Menurut Wikipedia. Democracy is a form of government in which power is held directly or indirectly by citizens under a free electoral system.[2] Demokrasi juga adalah bentuk atau mekanisme sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara tersebut.[3] Selain itu, masih menurut Wikipedia, eventhough there is no universally accepted definition of ‘democracy‘ there are two principles that any definition of democracy includes. The first principle is that all members of the society (citizens) have equal access to power and the second that all members (citizens) enjoy universally recognized freedoms and liberties.[4]

Jadi demokrasi bukanlah hanya persoalan pemilihan pemimpin, demokrasi juga bukan hanya menghormati hak seseorang sebagai manusia, demokrasi pun bukan juga hanya persoalan menghormati perbedaan pendapat. Namun, jika dilihat berdasarkan prinsipnya, maka demokrasi adalah: menjadikan setiap rakyat memiliki kedaulatan untuk membuat hukum mengambil hak Tuhan sebagai pembuat hukum lalu menyerahkannya kepada manusia. Sebab demokrasi memberikan kepada semua rakyat untuk menikmati kebebasan secara universal.

Hal ini sejurus dengan pandangan Fukuyama dan Huntington tentang perlunya proses sekularisasi sebagai prasyarat dari demokratisasi. Karena itu, Fukuyama mengatakan ketika Islam dipandang tidak compatible dengan demokrasi, maka dunia Islam juga tidak kondusif bagi penerapan demokrasi yang bersifat sekular sekaligus liberal.[5] Huntington dalam buku Gelombang Demokrasi Ketiga, juga mengungkapkan penelitian adanya hubungan negative antara Islam dan Demokrasi, namun sebaliknya adanya korelasi yang tinggi antara Kristen Barat dengan demokrasi. Di tahun 1988, agama Katolik dan Protestan merupakan agama dominan pada 39 dari 46 negara demokratis. Ke-39 negara demokratis itu merupakan 57 persen dari 68 negara dimana Kristen Barat merupakan agama dominan. Sebaliknya, dari 58 negara agama dominan bukan Kristen Barat, hanya 7 negara (12 persen) yang dapat dikatakan demokratis. Jadi simpul Huntintong, demokrasi sangat jarang terdapat di negeri-negeri di mana mayoritas penduduknya beragama Islam, Budha, atau Konfusius.

Hal ini disebabkan agama Kristen Barat menekankan martabat individu dan pemisahan antara gereja dan negara (sekuler).[6] Fukuyama sendiri pun menyorot ada dua kelompok agama yang sangat sulit menerima demokrasi, yaitu Yahudi Ortodoks dan Islam Fundamentalis, yang ia sebut sebagai “totalistic religion” yaitu agama yang memiliki sistem mengatur semua aspek kehidupan manusia, baik yang bersifat publik maupun pribadi, termasuk wilayah politik. Meskipun agama-agama itu bisa menerima demokrasi, tetapi sangat sulit menerima liberalism, khususnya kebebasan beragama.[7]

Adian Husaini dalam bukunya Wajah Peradaban Barat dengan tegas mengatakan demokrasi liberal sepanjang sejarah peradaban Barat juga menyimpan banyak kelemahan-kelemahan internal yang fundamental. Sebab menurutnya dalam sistem inilah, ilmu pengetahuan tidak dihargai. Orang pintar disamakan haknya dengan orang bodoh, seorang Profesor ilmu politik memiliki hak suara yang sama dengan pemabuk dan penzina. Seorang yang taat beragama disamakan hak suaranya dengan seorang preman, pengangguran dan oportunis.[8]

Masih menurut Husaini, sebenarnya, Barat pun sadar benar, Demokrasi Liberal tidak dapat diterapkan pada semua aspek kehidupan umat manusia, khususnya dunia Internasional. Karena itu, sejak awal berdirinya PBB, 24 Oktober 1945, Barat memaksakan sistem “aristoktarik”, dimana kekuasaan PBB diberikan kepada 5 negara saja yang dikenal dengan The Big Five (AS, Rusia, Prancis, Inggris, dan Cina). Kelima Negara inilah yang memiliki hak istimewa berupa hak Veto. Pasal 24 Piagam PBB menyebutkan bahwa dewan ini mempunyai tugas yang sangat vital yaitu “bertanggung jawab untuk memelihara perdamaian internasional”. Jika satu resolusi diveto oleh salah satu anggota tetap Dewan  Keamanan PBB, maka resolusi itu tidak dapat diterapkan.[9]

Jika mereka (Barat) percaya pada falsafah demokrasi, bahwa suara rakyat adalah suara tuhan, mengapa Barat selalu menolak melakukan restrukturisasi PBB, yang sudah puluhan tahun dituntut mayoritas Negara dunia? Ketika mayoritas anggota PBB di Majelis Umum menyetujui  satu resolusi, tetapi hanya karena satu Negara anggota tetap DK PBB tidak setuju, maka keputusan PBB itu menjadi tidak bergigi. Itulah sebabnya DK PBB tidak pernah berhasil mengeluarkan resolusi yang mengecam berbagai tindakan AS yang menyerang Negara-negara muslim.

Paradox Demokrasi

Di Indonesia, ‎”Hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia, sebanyak 86,6 persen responden menyatakan menolak jika harga bahan bakar minyak bersubsidi dinaikkan pemerintah. Hanya 11,26 persen setuju kenaikan dan sisanya, yakni 2,14 persen, tidak menjawab”. Hasil survei itu disampaikan Adjie Alfaraby, peneliti LSI, saat jumpa pers di Kantor LSI di Jakarta, Minggu (11/3/2012 )[10] Beginikah demokrasi? Pemerintah tetap menaikkan BBM. Tipuan belaka, dari dulu demokrasi adalah alat untuk mengambil hak Allah dalam menentukan halal-haram berdasar suara terbanyak, tapi bila berhadapan dengan kedzaliman penguasa, suara terbanyak hanya mimpi.

Kasus FIS di Aljazair atau Refah di Turki. Pada tahun 1991, FIS memenangkan 188 dari 231 kursi parlemen Aljazair, tetapi kemudian militer yang direstui Prancis menganulir Pemilu dan menangkapi para pemimpin FIS. Tahun 1996 partai Refah yang memenangkan Pemilu di Turki bahkan telah memerintah dengan Najmudin Erbakan sebagai perdana menteri. Namun, pada 1997 terjadi kudeta militer dengan alasan Refah memiliki agenda Islam yang bertentangan dengan konstitusi. Pada 1998, Mahkamah Agung Turki menyatakan Refah menjadi partai terlarang. [11] Dan yang terakhir di Mesir saat Presiden Muhammad Mursi yang meraih jabatan itu melalui Pemilu kemudian secara keji dikudeta oleh pihak militer dengan dukungan negara Barat. Bukan hanya mengkudeta Mursi, militer Mesir juga membubarkan Ikhwanul Muslimin setelah sebelumnya membantai ribuan pendukung Mursi. Tidak ada demokrasi untuk partai pejuang Islam.

Di Amerika sendiri, sebagai Negara kampiunnya demokrasi pun, setelah Bush mengerahkan tentaranya menduduki Irak, Maret 2003. Belum pernah dalam sejarah, terjadi gelombang aksi unjuk rasa anti-AS yang begitu ramai diberbagai penjuru dunia seperti tahun 2003, sampai-sampai ribuan warga AS sendiri harus ditahan, karena menentang serangan Irak, diberbagai kota di AS. [12] Adakah demokrasi yang menjunjung suara terbanyak? Lagi-lagi tidak ada demokrasi untuk membela umat Islam.

Pemilihan Presiden AS pada tahun 2000 pun tidak luput dari anti demokrasi, pada 5 Desember 2000, US Supreme Court, memenangkan Goerge W. Bush atas Albert Gore yang meraih suara mayoritas rakyat AS. Negera demokrasi terbesar dan terkuat di dunia pun berlaku tidak demokratis. Sehingga akhirnya keputusan diserahkan kepada 5 orang hakim. Padahal popular vote, suara rakyat, lebih banyak berpihak kepada Gore.[13]

Demikian juga dengan pemilihan Presiden Obama, Obama mendapatkan 70 juta suara dari seluruh Amerika, 62 juta memilih kandidat lain, sementara ada 82 juta pemilih yang sama sekali tidak peduli dengan hingar bingar pemilu. Dengan demikian, ada 2 dari 3 pemilih AS yang tidak memilih Obama, seorang presiden yang mendapatkan kemenangan mutlak dalam pemilihan tingkat electoral-college, dengan 365 suara mendukung, dan 173 suara menolak.[14]

Terakhir, Pemerintah Swiss memberlakukan kebijakan larangan pembangunan menara masjid yang disahkan melalui referendum pada tahun 2009. Pemerintah Prancis pun, tahun 2011 lalu resmi melarang burqa. [15] Pakaian yang sejatinya dalam perspektif HAM harus dianggap wajar karena merupakan ekspresi keyakinan beragama seseorang dan sama sekali tidak menimbulkan gangguan pada kehidupan publik, nyatanya justru dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap perempuan. Dimana kebebasan berpendapat dan berekspresi dalam demokrasi?

Demokrasi dan Kesejahteraan

Sebenarnya studi tentang hubungan demokrasi dan kesejahteraan sudah lama dilakukan. Pada tahun 1999, Barron’s menggunakan data dunia dari tahun 1960 selama kira-kira 40 tahun menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara demokrasi dengan kesejahteraan. Adam Smith menggagas market mechanism pada 1854 – 2011 mengatakan Krisis selalu bertalian dengan demokrasi, dan itu terjadi berkali-kali.

Dalam buku, Apakah Demokrasi Itu?,yang disebarluaskan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, di halaman terakhir ditulis bahwa “Demokrasi sendiri tidak menjamin apa-apa. Sebaliknya, ia menawarkan kesempatan untuk berhasil serta resiko kegagalan”.

Jelas keliru kalau kesejahteraan yang menjadi dambaan masyarakat disandarkan pada proses demokratisasi. Demokrasi digembar-gemborkan sebagai pemerintahan yang kedaulatannya terletak di tangan rakyat. Padahal ini hanyalah mimpi di siang bolong. Dalam demokrasi tidak pernah ada yang namanya rakyat sebagai penentu keinginan. Sejarah AS sendiri menunjukkan hal tersebut. Presiden Abraham Lincoln (1860 – 1865) mengatakan bahwa demokrasi adalah, “from the people, by the people, and for the people” (dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat). Namun, hanya sebelas tahun kemudian setelah Lincoln meninggal dunia, Presiden AS Rutherford B. Hayes, pada tahun 1876 mengatakan bahwa kondisi di Amerika Serikat pada tahun itu adalah “from company, by company, and for company” (dari perusahaan, oleh perusahaan dan untuk perusahaan). Sejak awal kelahirannya, kedaulatan dalam demokrasi ada di tangan segelintir rakyat (bukan di tangan rakyat), yakni di tangan para pemilik modal. Hanya saja, mereka menipu rakyat dengan menggembar-gemborkan seolah-olah kedaulatan ada di tangan rakyat. Jadi, bila perubahan yang dikehendaki adalah daulatnya rakyat maka demokrasi tidak memberikan hal itu. Yang berdaulat dan berkuasa dalam demokrasi adalah para pemilik modal yang memang memiliki uang.

Karena itu, tidak aneh jika di Afrika Timur lebih dari 12 juta orang menderita kelaparan seperti di Somalia, Kenya, Djibouti, Sudan, dan Uganda. Di Somalia hampir setengah penduduknya menghadapi krisis kemanusiaan (3.7 juta orang). Satu dari tiga anak-anak kekurangan gizi. Hal ini dilaporkan sebagai salah satu krisis terburuk yang memukul Afrika Timur di hampir enam dekade. Yang paling mengejutkan, disana dengan mudah kita menemui anak-anak kurus mengisap payudara kosong dari ibunya yang lemah dan kelaparan. Orang tua sangat lemah dan tidak mampu berjalan.[16]

Amerika pun tidak luput dari kemiskinan, jumlah orang yang tinggal di kawasan-kawasan sangat miskin telah bertambah sepertiga selama dasawarsa terakhir. (The Brookings Institution). Bahkan menurut Voice of America, jumlah total angka kemiskinan di negara demokrasi terbesar itu meningkat pada posisi tertinggi sebanyak 46,2 juta jiwa. Angka ini merupakan rekor tertinggi sejak Badan Statistik AS mulai melakukan pendataan keluarga miskin pada tahun 1959.

Di sisi lain perekonomian Amerika mengalami kebangkrutan. Perang Irak dan Afghanistan telah menguras keuangan negara Paman Sam ini, ditambah lagi krisis keuangan tahun 2008 telah menghancurkan industri jasa keuangan Amerika. Pada bulan September 2010 lalu, telah kolaps bank Amerika yang ke-300. Dari tahun 2007-2010, perekonomian Amerika telah mengalarni defisit hingga lebih dari 16 trilyun dollar AS. Amerika juga menjadi salah satu negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di dunia, yaitu 17 persen, sebuah angka pengangguran tertinggi selama 45 tahun temkhir. Saat ini utang negara adidaya Amerika Serikat mencapai batas atas yaitu $ 14.300.000.000.000 ($14.3 trilliun), sehingga utang per kapita penduduk AS termasuk tertinggi di dunia. Setiap warga AS mempunyai utang 13 kali lebih besar dari pendapatan mereka.

Dengan demikian, bila perubahan yang dikehendaki adalah terwujudnya kesejahteraan, demokrasi pun bukan jalan untuk itu. Realitas menunjukkan bahwa Hongkong sangat pesat ekonominya sekalipun tanpa demokrasi. Begitu juga Korea Selatan dan Taiwan. Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan pada triwulan pertama 2011 mencapai 8,1% tertinggi di antara negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Adapun pertumbuhan ekonomi Taiwan mencapai 10,47% pada akhir 2010 (Okezone.com. 2/2/2011). Padahal kedua negara tersebut semiotoriter.

Pada dekade 1970-an dan 1990-an, sebagian besar negara-negara industri baru (newly industrialised countries) yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi tergolong otoriter. sebagian besar negara-negara di Timur Tengah yang makmur juga tidak demokratis. Adapun India, yang ketika itu sudah demokratis, memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di bawahnya. Vietnam yang secara de facto menganut sistem pemerintahan otoriter juga mendemonstrasikan kinerja ekonomi yang menawan sejak pertengahan 1990-an. Pada 2011 pertumbuhan ekonominya mencapai 7%, bahkan diduga akan menjadi raksasa baru ekonomi Asia (Antara, 7/5/2011). Singapura yang juga semiotoriter menjadi salah satu negara paling makmur di dunia tanpa perlu mengalami demokratisasi.

Hal yang sama terjadi pada Tiongkok yang bisa tumbuh pesat seperti sekarang, meski pemerintahannya tetap otoriter. Sebaliknya, Indonesia yang dibangga-banggakan sebagai negara demokratis justru rakyatnya tetap miskin, sementar korupsinya makin merajalela.

Banyak negara otoriter berhasil mengalami pertumbuhan ekonomi tinggi seperti sejumlah negara Amerika Latin di tahun 1970-1980-an dan Asia Timur tahun 1980-1990-an. Sebaliknya, negara-negara berkembang yang relatif demokratis seperti Filipina, Fiji, atau India, setidaknya hingga pertenganan 1990-an, terpuruk pada siklus pertumbuhan rendah. Di AS, misalnya, kemakmuran yang selanjutnya diikuti dengan sejahteranya kehidupan masyarakat AS bukanlah hasil demokrasi, tetapi buah dari imperialismenya terhadap bangsa-bangsa lain. Dalam rangka menyelesaikan masalah ekonomi dalam negerinya, AS menjajah Irak dan Afganistan untuk mendapatkan minyak. AS mendapatkan kemakmuran karena ‘democratic imperialism’ yang dia lakukan. Tidak pernah ada dalam sejarah suatu negara miskin, lalu berubah menjadi demokratis, dan melalui demokrasi itu negara tersebut menjadi sejahtera. Tidak ada! Realitas ini menggambarkan bahwa demokrasi bukanlah jalan bagi perubahan menuju kesejahteraan apalagi perubahan hakiki.

Kalau yang dikehendaki itu adalah perubahan sistem kehidupan, demokrasi hanya memberikan perubahan orang/rezim. Sistem yang diterapkan sama: sekular. Sekadar contoh, Indonesia dari awal kemerdekaan tetap menjalankan sekularisme. Memang, terjadi perubahan pendekatan mulai dari Sosialisme pada Orde Lama, Kapitalisme pada Orde Baru, dan Neoliberalisme pada era Orde Reformasi. Namun, sistemnya tidak berubah: sekularisme.

Dengan demikian, berharap adanya perubahan hakiki pada demokrasi ibarat punduk merindukan bulan. Utopis!

Islam Mensejahterakan Rakyat

Untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, maka tidak ada cara lain, selain dengan membuang sistem demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis yang telah terbukti gagal mensejahterakan rakyat. Kemudian menggantikannya dengan sistem yang adil yang dapat mensejahterakan penduduk dunia yaitu penerapan syariah Islam secara kaffah oleh negara.

Sejarah telah membuktikannya, syariah Islam telah menciptakan kesejahteraan rakyat bagi jutaan manusia selama berabad-abad, tanpa mengenal kata krisis.

Pada masa khalifah umar bin Abdul Aziz, beliau pernah menugaskan salah seorang pegawainya yang bernama Yahya bin Sa’ad untuk membagikan zakat kepada penduduk fakir miskin dikawasan Afrika Utara. Tidak lama kemudian ia kembali menghadap khalifah, dan melaporkan bahwa tidak ada seorang pun yang fakir dan miskin, yang berhak menerima zakat. Ini menggambarkan bahwa untuk pertama kalinya di dalam sejarah, tidak ada penduduk Afrika yang fakir dan miskin, semuanya mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan hidup. Dan hal itu hanya terjadi tatkala Afrika berada dibawah sistem Islam. Hal ini sesuai dengan Firman Allah Al-‘araf: 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَـكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri tersebut beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Qs. Al-A’raf: 96)

Sebab dalam sistem politik Islam, kedaulatan hanyalah milik syariah bukan milik rakyat. Imam asy-Syaukani, dalam bukunya menyatakan bahwa sejak dulu tidak ada perbedaan di tengah kaum muslim bahwa kedaulatan hanya milik syariah. Artinya syariahlah yang mengelola dan mengendalikan kehendak individu maupun umat. Kemudian timbul pertanyaan, apa keuntungan dan manfaat kedaulatan ditangan syariah?

Pertama, Kita telah berada dijalan yang benar bukan dijalan yang salah yaitu menjalankan perintah Allah dengan menerapkan syariat Islam. Kedua, sebagai mana kita ketahui, kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi, tidak ada lagi kekuasaan yang lebih tinggi, bahkan yang sepadan sekalipun. Ketiga, kekuasaan itu bersifat mutlak. Artinya, mencakup semua perkara, semua orang dan semua kondisi. Keempat, kekuasaan itu memiliki kontrol penuh atas segala urusan.

Dengan demikian, karena kedaulatan itu ialah kekuasaan yang mengelola dan mengendalikan kehendak suatu umat. Maka dalam Islam, Kekuasaan tertinggi yang bersifat absolut, mutlak dan yang berhak mengeluarkan hukum ialah yang Maha segala-segalanya yaitu Allah swt, yang bersumber dari al-Quran dan Al-Hadits. Sebagaimana firmannya QS, an-Nisa’: 59:

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Terakhir sebagai penutup, saya teringat kepada Sayyid Quthb saat di penjara, beliau pernah ditawarkan bebas dari penjara dan hukuman mati, namun harus menandatangani surat permintaan maaf kepada Gamal Abdul Nasser atas dakwah tauhidnya, maka beliau berucap: “Telunjuk yang senantiasa bersyahadat akan keesaan Allah dalam setiap shalat ini, menentang untuk menuliskan satu huruf sekalipun sebagai tanda ketundukan terhadap Rezim yang Sekular”. Masya Allah, begitulah teguhnya Sayyid Quthb dalam dakwah Islam, menolak demokrasi dan rezim sekuler, barang satu goresan pena pun. Semangat Sayyid Quthb, insya Allah masih berlanjut di dada generasi kaum muslimin dalam mengembalikan Khilafah ala minhajin nubuwah kedua. insya Allah

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

*Penulis adalah syabab Hizbut Tahrir, saat ini sedang melanjutkan pendidikan masternya di IIUM Malaysia

[1] Sharif, MM, History of Muslim Philosophy, (Karachi; Royal Book Company, 1983), Vol. I, hal. 98-106

[2] http://en.wikipedia.org/wiki/Democracy, di akses pada 13 Maret 2014

[3] http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi, di akses pada 13 Maret 2014

[4] http://en.wikipedia.org/wiki/Democracy, di akses pada 13 Maret 2014

[5] Francis Fukuyama, The End of History and the Last Man, (New York: Avon Books, 1992), hal. 211-212

[6] Samuel P. Huntington, Gelombang Demokratisasi Ketiga, (Jakarta: Grafiti, 1997), hal. 89

[7] Francis Fukuyama, The End of History and the Last Man, hal. 217

[8] Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat; dari Hegemoni Kristen ke Dominasi Sekuler – Liberal, (Jakarta: Gema Insani, 2005), hal. 84-85

[9] Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat, hal. 86

[10] Sandro Gatra, LSI: 86 Persen Publik Tolak Kenaikan Harga BBM, di akses pada 15 Maret 2012. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/03/11/14220330/LSI.86.Persen.Publik.Tolak.Kenaikan.Harga.BBM

[11] Fahmi Amhar, Jebakan-Jebakan Demokrasi Bagi Partai-Partai Islam, di akses pada 15 Maret 2012. http://www.hizbut-tahrir.or.id/?p=11189

[12] Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat, hal. 88

[13] Adian Husaini, Wajah Peradaban Barat, hal. 89

[14] Farid Wajidi, diambil dari Out line Power Poin buku Ilusi demokrasi

[15] Farid Wajidi, diambil dari Out line Power Poin buku Ilusi demokrasi

[16] Khilafah Magazine, The famine crisis in East Africa is a result of poor food security policies. Diakses pada 16 Maret 2012. http://www.khilafah.eu/kmag/article/the-famine-crisis-in-east-africa-is-a-result-of-poor-food-security-policies 

Sumber
Continue Reading

Para Pengkhianat Islam



Berulangnya penjajahan atas negara-negara Islam, termasuk runtuhnya Khilafah Otsmaniyah, tak lain akibat adanya pengkhianatan. Para pengkhianat itu menyebabkan musuh dapat menguasai negeri-negeri Islam, yang luas, dan kemudian terjajah.

Kemal At-Taturk, tokoh yang sekarang diagung-agungkan menjadi ‘bapak sekulerisme’, tak lain, adalah seorang pengkhianat, yang dengan sengaja ikut menghancurkan Islam dan sistem Islam. Turki yang dibawah kekuasaan Khilafah, berubah menjadi sistem republik, dan mengubah bentuk dan jati dirinya, yang sampai sekarang menjadi sistem sekuler, yang menolak Islam.

Pasukan Tartar berhasil masuk kota Bagdad, dan menghancurkan dan membakar Bagdad, karena adanya pengkhianatan, yang dilakukan seorang pengikut Syiah, dan bersedia berkolaborasi dengan pasukan Tartar, menghancurkan Daulah Abbasiyah. Bagdad, seperti yang ada dalam kisah ‘1001 malam’, yang menggambarkan kemasyhuran kekuasaan Islam, pengaruh peradabannya, dan nilai-nilai, yang sangat mulia, pupus oleh pengkhianatan dan perang, dan menghancurkan kekuasaan Islam.

Di Semanjung Arabia, Afrika, dan Asia Selatan, dan Tengah, kekuasaan Islam, runtuh bersamaan dengan adanya penjajahan baru, yang menghancurkan sistem Islam, dan masuknya para penjajah, yang menggantikan sistem Islam dengan sistem sekuler. Kedatangan para penjajah, yang hingga kini, bukan hanya menguasai sumber daya alam, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sekulerisme, yang menjadi jangkar bagi penguasaan dan penjajahan.

Melalui nilai-nilai sekuler yang ditanamkan sebagai sebuah ideologi yang dicangkokkan ke negeri-negeri Muslim, dan menyebabkan mereka menjadi lumpuh, dan tidak memiliki lagi spirit, dan perlawanan terhadap para penjajah. Justru mereka menjadi pembela dan tulang pulung (backbone) penjajah, dan bersedia mati, membela para penjajah.

Nilai-nilai sekuler itu, tak lain, paham materialisme, yang sudah merasuk ke dalam jiwa-jiwa penduduk di negeri-negeri muslim. Sekulerisme melahirkan ketamakan terhadap materi, dan meninggalkan agama (akhirat). Maka, rakyat di negeri-negeri Islam, menjadi sangat permisive (longgar), terhadap sekulerisme (materialisme), yang merusak akal dan jiwa mereka.

Ini adalah senjata pemungkas bagi para penjajah terhadap umat Islam.

Penjajahan yang sifatnya permanen terus dijaga, dan dengan berbagai bentuk, dan diantaranya dengan menciptakan para pengkhianat yang bersedia membela kepentingan para penjajah. Politik divide at impera (memecah belah), dikalangan umat di negeri-negeri muslim, berlangsung dengan berbagai strategi, termasuk membuat propaganda, yang sistematis terhadap kelompok-kelompok yang menentang penjajah, seperti gelar ekstrim, fundamentalis, eksklusif, dan radikal. Pemberian lebel ini semakin kuat, saat usai peristiwa 11 September 2001, meledaknya gedung WTC.

AS sebagai negeri yang sekarang ini, secara terbuka menyatakan perang secara global terhadap terorisme, dan sekaligus perang terhadap kaum muslimin, yang ingin melawan penjajahan Barat dan Zionisme, seperti yang terjadi di Palestina, Irak, Kashmir, Afghanistan, Chechnya, Somalia, Sudan Selatan, telah mendapatkan lebel, sebagai musuh umat manusia, dan mendapatkan julukan ‘teroris’.

Padahal, Barat sebagai tuhannya sekulerisme, yang melakukan kejahatan, dan penjajahan, serta perbudakan, malah mendapatkan dukungan. Tindakan mereka yang sangat biadab, tak berperi kemanusiaan, tanpa mendapatkan sanksi apapun, dan bahkan mendapatkan pembenaran hanya dengan atas dasar perang melawan terorisme.

Tindakan AS yang menginvasi Irak, Afghanistan serta Palestina dengan menggunakan kekuatan militer, justru mendapatkan pembenaran dunia, yang mengatakan sebagai perang melawan terhadap terorisme. Zionis-Israel yang menginvasi Gaza mendapatkan dukungan internasional, karena memerangi teroris Hamas.

Jumlah kematian yang begitu besar dari penduduk Gaza, tak menyebabkan, Israel dapat dihukum, dan bertanggung jawab atas kejahatan yang dilakukannya. Sama seperti yang dilakukan AS terhadap Iraq dan Afghanistan. AS seakan berhak menginvasi negara lain hanya berdasarkan ‘tuduhan’ bukan bukti dan fakta.

Tapi para penjajah dapat berbuat semena-mena terhadap negeri-negeri muslim, tak lain, karena ada para pengkhianat yang bersedia menjadi kaki tangan para penjajah dan penjahat, yang kemudian tangan mereka berlumuran darah. AS dapat masuk Afghanistan, karena adanya pengkhiatan Jendral Rashid Dostum, yang bersedia menjadi kaki tangan AS. Jendral komunis yang dulunya menjadi sekutu Soviet itu, ikut menghancurkan Taliban di Afghanistan.

Di Irak ada Chalabi dan tokoh-tokoh lainnya, yang mereka mendukung invasi AS ke Irak, sampai hari ini, dan membiarkan tentara AS menjajah terhadap negeri ‘1001’ malam. Di Afghanistan, sekarang ada Hamid Karzai, yang sudah tidk populer di mata rakyatnya, tapi tetap dipelihara oleh AS. Di Palestina ada Mahmud Abbas, dan lainnya,  yang bersedia melakukan apa saja untuk Zionis-Israel. Seperti juga para pengkhianat lainnya di negeri-negeri muslim, yang bersedia menghancurkan Islam dan umat Islam, demi ‘tuannya’ Barat, yang telah memberikan ‘roti’ kepada mereka.

Inilah peranan para pengkhianat di negeri-negeri muslim. Tangan mereka berlumuran darah saudaranya. Walllahu’alam.

Sumber
Continue Reading

April Mop: Hari Dimana Umat Islam Dibantai



Bulan April menjelang. Ada suatu kebiasaan jahiliah yang patut kita waspadai bersama sebagai seorang Muslim; 1 April sebagai hari April Mop. April Mop sendiri adalah hari di mana orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Tapi tahukah Anda apakah April Mop itu
sebenarnya?

Sejarah April Mop

Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.

Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.

Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine’s Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.
Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.

Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.

Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.

Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.

Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.

Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.

Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.

Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.

Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.

Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.

Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.

Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)
Continue Reading

Bagian Otak Manusia yang Membuat Dusta



Selama ini, para ilmuwan tidak mengetahui di bagian otak mana pada manusia yang paling bertanggung jawab terhadap sebuah dusta atau kebohongan. Orang hanya tahu kalau dusta itu muncul dari sebuah ucapan, tapi tidak mengetahui kalau itu ada hubungannya dengan bagian tertentu dalam otak.

Setelah melakukan penelitian, akhirnya para ilmuwan menemukan sebuah kesimpulan. Bahwa, otak bagian depan yang terletak pada ubun-ubun itulah yang paling bertanggung jawab terhadap terjadinya dusta.

Kesimpulan ini, sebenarnya tergolong sangat telat jika dibandingkan dengan apa yang sudah diisyaratkan oleh Allah swt. dalam firman-Nya dalam Alquran. Bagian otak tersebut disebut Alquran dengan nama ‘nashiyah’ atau ubun-ubun.

Yang mengagumkan adalah bahwa Al-Quran sejak berabad-abad yang lalu telah berbicara tentang fungsi ubun-ubun ini ketika membicarakan Abu Jahl:
Allah swt. berfirman dalam Surah Al-‘Alaq ayat 15 dan 16.
كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَنْ بِالنَّاصِيَةِ * نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ
“Ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya[1], (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.
[1] Maksudnya: memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.



Al-Quran memberikan sifat كاذبة خاطئة (mendustakan lagi durhaka). Kenyataan seperti inilah yang ditemukan para ilmuwan pada masa sekarang ini dengan menggunakan pemindaian resonansi magnetik.
Maha Suci Allah Yang telah menyatakan fakta ini yang menunjukkan kemukjizatan Al-Quran yang baru ditemukan pada masa sekarang ini. mnh/al-kaheel

Sumber
Continue Reading

Kenapa Kristen Saat Ini Mendukung Yahudi?




Assalamualaikum Pak,

Pak, saya ada pertanyaan yg mengganjal nih,
Sebenarnya apa hubungan antara agama kristen dg yahudi? krn ada beberapa family maupun teman2 saya yg beragama kristen/katolik, sangat2 membangga2kan yahudi (israel), pdhl setahu saya yang membunuh Tuhan mereka kan kaum Israel (maaf kalo saya salah). Dan mereka sangat mendukung apapun yg dilakukan Yahudi (termasuk menyerang Palestina) malahan dalam doa mereka, selalu memuliakan Yahudi? Saya jadi bingung, sebenarnya agama mereka apa, kristen ato yahudi?. Mohon penjelasan ya Pak, krn saya sering berdebat soal ini dg mereka.

Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudari Wulan yang dirahmati Allah SWT, kita hendaknya jangan kesal atau marah karena saudara-saudara kita yang mengaku sebagai pengikut ajaran Nabi Isa a.s. ternyata menjadi pendukung setia segala tingkah-laku Zionis-Yahudi. Kita malah harusnya kasihan terhadap mereka, karena cahaya kebenaran masih saja belum masuk ke dalam relung hati mereka. Jika mereka dengan bangga mengatakan sebagai orang Kristen yang mendukung atau memuliakan Yahudi, coba Anda suruh mereka membuka kitab suci Zionis-Yahudi sendiri yakni Talmud. Dan bacalah apa kata Talmud tentang Yesus? Inilah beberapa ayat Talmud mengenai Yesus:

“Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan empatpuluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)… Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian  mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya” (Sanhedrin 43a)

“Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas” (Gittin 57a)

“Ummat Kristiani (yang disebut ‘minnim’) dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya” (Rosh Hashanah 17a).

“Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian ‘hari kemudian’ (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru “ (Shabbath 116a)

Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis-Yahudi, masih saja membantu Israel, masih saja setuju dengan sikap politik Zionis-Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri, telah ikut-ikutan menghina Yesus sendiri. Jika tidak percaya, silakan ambil Talmud dan baca sendiri.

Allah SWT telah banyak berfirman dalam ayat-ayat Qur’an betapa Yahudi merupakan kaum yang sombong, angkuh, memusuhi kaum beriman, dan sebagainya. Bahkan fakta sejarah memaparkan jika kaum Yahudi dikenal sebagai kaum pembunuh para nabi utusan Allah SWT. Nabi Isa a.s. pun dibunuh oleh kaum Yahudi. Seorang sutradara Hollywood dengan jujur telah membuat film tentang ini dalam karyanya “The Passion of Christ”. Di dalam film tersebut kita bisa melihat bagaimana iblis selalu berada di tengah-tengah para pendeta Yahudi yang melaknati Yesus.

Ajaran Yesus atau Nabi Isa a.s. sesungguhnya hanya diperuntukan bagi kaumnya sendiri, bukan untuk disebarkan keseluruh dunia. Namun Yahudi menyusupkan seorang agennya bernama Paulus—seorang Yahudi dari Tarsus—ke dalam ajaran Nabi Isa a.s. dan mengubah agama yang tadinya hanya untuk kaumnya sendiri menjadi agama yang ekspansif. Siapa sebenarnya Paulus dari Tarsus itu? Inilah data dari Injil sendiri:

BIODATA PAULUS

Nama                        : Paulus/Saulus (Gal.5: 2; Kis.13: 9)

Tempat lahir            : Tarsus, Kilikia (Kis.22: 3)

Pekerjaan                 : Tuna Karya (Rm.15: 23)

Jabatan                   : Mengaku Rasul buat bangsa bukan Yahudi (Rm. 11: 13; Ef. 3: 8; I Tim. 2: 7; Gal. 2: 7), Allah Bapa bagi umat Kristen (I Kor. 4: 15), Pendiri agama Kristen (Kis. 11: 26; I Kor. 9: 1-2).

Disunat                     : pada hari kedelapan (Flp. 3: 5)

Asal                           : Yahudi dari Tarsus (Kis. 21: 39; Kls. 22: 3)

Keturunan                : Orang Israel (Rm. 11: 1), Ibrani asli (Flp. 3: 5)

Suku bangsa               : Benjamin (Flp. 3: 5; Rm. 11: 1)

Kewarganegaraan       : Romawi (Kis. 22: 25-29).

Dididik oleh              : Gamalael (Kis. 22: 3)

Agama                     : Yahudi tidak bercacat (Flp. 3: 6; Kis. 24: 14)

Status                        : Tidak beristeri (I Kor. 7: 8)

Pendirian              : Orang Farisi (Flp. 3: 5)

Kegiatan              : Penganiaya pengikut Jalan Tuhan sampai mati, ganas tanpa batas dan penghujat (Flp. 3: 6; Kls. 8: 1-3; 22: 4-5; 26: 10-11; Gal. 1: 13; I Tim. 1: 13; I Kor. 15: 8-9; Kis. 9: 1-2).
Ciri khusus         : Bersifat bunglon (I Kor. 9: 20-22; Kis. 23: 6), Punya kelainan (Rm. 7:15-26), Munafik (Kis. 21: 20-26; Flp. 3; 8-9; Gal. 5: 18; Rm. 6: 14; 7: 6; I Kor. 15: 55-56), Memberitakan kebenaran Allah dengan dusta (Rm. 3: 5-7), bergembira memberitakan Yesus walau dengan kabar palsu (Fil. 1: 18).

Mengalami          : Berbicara dengan Tuhan (I Kor.12: 8-9), kemaluan (Paulus) ditinju dan ditendang oleh Yesus (Kis. 9: 5).

Akhir hayat  : Mulutnya ditampar atas perintah Imam Besar (Kis. 23: 2), dijatuhi hukuman pancung oleh penguasa Romawi (Martyrs Mirror).

Kekristenan yang bersekutu dengan Zionisme dikenal sebagai Judeo-Christianity. Injilnya adalah Injil Scofield (Dibuat oleh Cyrrus Ingerson Scofield, lahir 19 Agustus 1843). Dia veteran perang saudara Amerika dan sama sekali bukan ahli agama, pastor, atau pun sarjana. Scofield tak lebih dari seorang petualang yang pintar berbicara dan mudah meyakinkan orang. Tipikal orang seperti inilah yang kemudian dirasa cocok oleh Konspirasi Zionis untuk menjalankan misinya mengubah penafsiran umat Kristen terhadap Alkitab, yang akan membuat dunia Kristen menjadi domba-domba yang patuh terhadap apa pun yang dilakukan Zionis-Israel. Latar belakang Scofield sendiri berasal dari keluarga yang berantakan, punya catatan kejahatan, dan sering menipu orang.

Dalam Injilnya, Scofield sebenarnya meneruskan pandangan John N. Darby yang secara umum telah diterima oleh evangelikalisme arus utama dan fundamentalisme Protestan Amerika. Scofield Reference Bible kemudian menjadi Alkitab kaum fundamentalis Kristen di AS dan dunia.

Seorang murid Scofield yang paling berpengaruh, Lewis Sperry Chafer, di tahun 1924 mendirikan Dallas Theological Seminary, Sekolah Theologi Amerika yang begitu bersemangat membela pandangan dispensasionalisme pra-millenialis Darby dan Injil Scofield, dan yang jelas juga, mereka membela habis-habisan kepentingan Zionisme. Penafsiran Injil jenis inilah yang diproduksi di AS, yang sekarang menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia, sehingga menjadikan orang Kristen menjadi pendukung Israel.

Apakah kita perlu mendebat mereka? Saya pikir tidak perlu. Kita hanya perlu mendoakan mereka agar Allah SWT menurunkan hidayah kepada mereka. Kecuali jika kualitas kita sudah menyamai kualitas seorang Ahmed Deedad yang mampu menundukkan para pendeta mereka dengan Injil itu sendiri. Walahu’alam bishawab.
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Oleh Rizki Ridyasmara

Sumber
Continue Reading

Cosmos, Antara Islam dan Konflik Sains di Barat



Oleh: Azeza Ibrahim Rizki, Pengamat Budaya Komunikasi

Selasa, 4 Februari 2014 lalu, bertempat di The Creation Museum, Petersburg, Kentucky Amerika Serikat, debat antara evolutionist versus creationist digelar. Pihak evolutionist diwakili oleh William Sanford Nye (Bill Nye) dan pihak creationist diwakili oleh Kenneth Alfred Ham (Ken Ham).

Disiarkan lewat berbagai media, debat ini mengundang perhatian banyak pihak. Debat ini seolah membuka luka lama peradaban Barat. Luka akibat benturan keras antara sains dan agama. Segera saja, di berbagai media sosial, dukungan dan cacian dilimpahkan kepada kedua belah pihak. Ken Ham yang Evangelist didukung oleh Kirsten garis keras, sementara kalangan atheis dan Kirsten moderat mendukung Bill Nye “The Science Guy”.

Tak sedikit warga Amerika yang berpendapat bahwa debat tesebut adalah debat yang tidak perlu. Mereka beranggapan bahwa evolutionist adalah sains dan creationist adalah kepercayaan, dalam paradigma Barat, dua komposisi ini tidak berkedudukan setara dan berlaku seperti minyak dan air. Tidak pernah bisa bercampur.

Debat ini sendiri sudah disetting sedemikian rupa untuk menguatkan posisi creationist Amerika yang pendukung mayoritasnya adalah Kristen Evangelist radikal. Kesimpulan ini tidak berlebihan mengingat tempat berlangsungnya debat adalah markas Ken Ham (The Creation Museum) dengan Evangelist radikal sebagai mayoritas audience.

Dalam Debat ini, Ken Ham dianggap sukses melegitimasi creationist sebagai sains. Dan ini memberi angin segar kepada Kristen Evangelist radikal yang sering mendapat stigma dogmatik, kaku dan bodoh.

Bill Nye “The Science Guy” kalah setting. Apalagi paparannya yang terlalu “saintifik” tidak banyak dipahami olah masyarakat awam. Walau demikian, Bill Nye tetap mendapat dukungan luas dari para masyarakat luas dan kritikus politik, mengingat agenda creationist dari kaum Evangelist radikal seringkali lebih bersifat politik dibanding murni keagamaan.

Cosmos: A Spacetime Odyssey

Walau serial dokumenter ini sudah dipersiapkan sejak lama, “Cosmos: A Spacetime Odyssey” seolah muncul untuk membalas “kekalahan” Bill Nye. Perdana ditayangkan pada 9 maret 2014 lewat Fox Channel dan National Geographic Channel (Nat Geo), serial documenter ini secara gamblang menunjukkan superioritas sains diatas agama. National Geographic sendiri, baik media cetak atau elektroniknya, dikenal secara luas sebagai salah satu media yang pro terhadap evolusi.

Untuk menguatkan legitimasi acara ini, seorang astrophysicist masyhur bernama Neil deGrasse Tyson didaulat sebagai host. Sebagai seorang science communicator berpengalaman, Neil membawakan acara “Cosmos: A Spacetime Odyssey” dengan pesan-pesan berat namun mudah dicerna.

Selain host yang mumpuni, “Cosmos: A Spacetime Odyssey” juga menampilkan visualisasi yang menawan. Sistem antariksa ditampilkan detail dengan sinema tiga dimensi, sementara penemuan dan tokoh bersejarah ditampilkan dengan animasi dua dimensi yang memudahkan pemirsa untuk memahami konteks sejarah.

Dengan segala kelebihannya, serial documenter ini memiliki potensi untuk memikat milyaran manusia. Sayangnya, daya pikat ini juga berpotensi besar untuk membuat masyarakat kita mempertanyakan imannya sendiri.

Contoh pada episode ketiga serial ini (dengan judul “When Knowledge Conquer Fear”) kepercayaan manusia akan sebuah pertanda dari langit (episode ini membahas tentang komet) dianggap sebagai sebuah belenggu pemahaman. Sains pun ditampilkan sebagai pembuka belenggu ini. Kepercayaan diadu dengan fakta sains. Sedangkan kita faham, bahwa jika Barat bicara “kepercayaan”, sebenarnya itu adalah sebutan halus pengganti kata agama.

Import Problem dari Barat, Agama versus Sains

Dari sejak era renaissance sampai postmodern saat ini, agama dan sains masih terus berseteru di Barat. Sebagai poros dominan saat ini, Barat memiliki kepentingan untuk “menularkan” konflik agama vs sains untuk mempertahankan hegemoninya.

Perang ideology adalah strategi paling efisien untuk menegakkan hegemoni idelaisme sekular liberal Barat, walau dalam beberapa kesempatan, aksi militer tetap menjadi pilihan tersendiri.

“Cosmos: A Spacetime Odyssey” yang disiarkan secara global tentunya bukan hanya menyasar kaum Kristen Evangelis radikal di Amerika saja. Islam sebagai agama besar dunia sudah pasti juga turut masuk dalam sasaran tembak.

Di Indonesia, sudah banyak muncul golongan yang menyatakan bahwa Islam itu agama tidak berkembang, bodoh, penuh kekerasan, tidak adil, tidak maju sainsnya, dan lain-lain. Bisa jadi, ketika polarisasi makin tajam dan umat makin kehilangan sosok ulama dan ilmuan yang bermartabat, akan muncul pihak ekstreme lainnya yang terang-terangan mengatakan bahwa ilmu biologi itu syirik, atau belajar fisika itu bid’ah.

Kemungkinan kejadian diatas adalah prasyarat agar hegemoni Barat dapat tercapai. Sebab sebagai penganut “dikotomi”, prinsip hegemoni adalah “kuatkan diri sendiri dan perlemah lawan”. Untuk mencapai kemajuan seperti Barat, kita ditawarkan untuk tertular penyakit yang sama dengannya. Untuk jadi modern, agama dan sains harus diadu.

Padahal, jika kita membuka mata akan fakta lapangan. Perceraian antara agama dan sains telah mencetak kerusakan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena, sebagai hasil dari sebuah kebetulan, manusia tidak perlu bertanggung jawab atas perbuatannya. Begitupun alam, sebagai hasil dari proses kebetulan yang sama, maka ia bebas dieksploitasi.

Tanggung jawab, moral, dan etika menjadi bias. Meraih keuntungan sebesar-besarnya lewat modal sekecil-kecilnya adalah etika dasar bisnis, jadi wajar jika perusahaan pembakar hutan di Riau tidak peduli terhadap asap yang menyiksa jutaan orang. Sebab sebagai lembaga bisnis mereka sudah memenuhi etikanya sendiri.

Satu titik ekstrim akan melahirkan titik ekstrim lainnya. Ketika perceraian antara agama dan sains menghasilkan disenchantment of nature (desakralisasi alam, alam bukan milik tuhan) yang berakibat rusaknya ekosistem akibat eksploitasi, maka pemecah masalah yang digagas pun sama ekstrimnya dengan kondisi yang ada. Musnahkan manusia.

Jika anda ingin tahu argumen-argumen yang biasa dipakai kelompok pro depopulasi manusia. Silakan googling “The Voluntary Human Extinction Movement” dengan web, vhemt.org. Dengan alasan menipisnya sumber daya alam, novelis sekelas Dan Brown pun turut mempromosikan depopulasi manusia lewat “Inferno”. Mereka seolah lupa, bahwa sumber daya alam yang hampir habis terkeruk itu justru tidak pernah dinikmati oleh warga bumi kebanyakan.

Islamisasi Ilmu dengan Konsep Tauhid Sebagi Jalan Keluar

Islamisasi ilmu jangan dipahami sebagai “mensyahadatkan sains” atau menempelkan embel-embel Islam dalam sebuah bidang ilmu. Islamisasi ilmu juga tidak akan berjalan jika tidak dibingkai dengan konsep tauhid. Sebab tanpa konsep tauhid, dikotomi ilmu (ilmu agama vs ilmu umum) yang juga merupakan penyakit Barat, akan terus merusak pemahaman kita.

Syed Naquib Al Attas dalam buku “Islam and Secularism” menggagas bahwa Islamisasi ilmu dengan konsep tauhid berangkat dari kesadaran, bahwa kemampuan manusia untuk memproses ilmu dengan akalnya adalah anugerah Allah SWT. Maka apapun output dari hasil pemikiran tersebut tidak boleh melenceng dari rambu-rambu yang sudah ditetapkan Allah SWT lewat wahyunya.

Artinya, jika dihadapkan dengan kondisi kekinian, Islamisasi Ilmu dengan konsep tauhid tidak bekerja dengan cara menolak sains produk Barat mentah-mentah dan juga tidak menerimanya begitu saja tanpa daya kritis. Perbaikan dimulai bukan dengan mengubah materi pembelajaran sains, melainkan dengan lebih dahulu memperbaiki pola dan cara pandang terhadap sains itu sendiri.

Sebab, tanpa perbaikan cara dan pola pandang, Matahari akan tetap dianggap sebagai produk hasil kebetulan dari alam semesta, bukan ciptaan Allah. Pelacuran dalam tinjauan sosiologi hanya akan dianggap fakta, bukan sebuah bentuk kedzaliman.

Iman, ilmu dan adab adalah bingkai utama dari proses islamisasi. Dan sebelum proses islamisasi itu sendiri, ketiga bingkai konsep (iman, ilmu dan adab) harus terlebih dahulu dimengerti dengan benar.
Walau kerja besar ini terlihat berat, bukan lantas mustahil untuk sukses diaplikasikan. Sejarah Islam sudah banyak diwarnai oleh saintis yang juga berperan sebagai ulama. Maka sudah barang tentu, menggiatkan kajian terhadap karya-karya ulama dalam khazanah Islam menjadi syarat yang tidak bisa ditawar.

Islamisasi ilmu bukan hanya menawarkan solusi atas eksploitasi alam akibat sains sekular. Tapi juga memberi makna dan jalan untuk membangun peradaban yang sejati.

Patutlah kita belajar dari para pendahulu kita. Mungkin sulit untuk membayangkan bagaimana Imam Syafi’ie dapat terus terjaga sepanjang malam tanpa batal wudlu karena sibuk menulis dan menelaah ilmu. Namun demikianlah perjuangan dan pencapaian mereka dimasa lampau. Sungguh mereka telah menerima pahala yang setimpal. Patutlah kita bertanya, apa yang telah kita perbuat?

Sumber
Continue Reading

Apa Itu Area 51?



DARI sekian banyak lembaga atau pusat penelitian yang terkenal di dunia internasional, area 51 merupakan fasilitas pengembangan milik Amerika Serikat yang sangat rahasia. Meski memiliki peran vital dan membutuhkan anggaran besar, tetapi apa yang dilakukan, program serta keuangan Area 51 tidak pernah diketahui oleh publik alias tertutup rapat.

Semua aktivitas serta kebutuhan Area 51 tidak masuk dalam anggaran serta laporan pemerintah Amerika Serikat. Bukan hanya itu, banyak misteri dan fenomena aneh di Area 51 yang mengundang rasa penasaran publik.

Area 51, juga secara resmi dikenal sebagai Groom Lake atau Homey, adalah sebuah detasemen terpencil dari Edwards Air Force Base. Menurut Central Intelligence Agency (CIA), nama yang benar untuk Area 51 adalah Nevada Test and Training Range and Groom Lake, meskipun nama Area 51 digunakan dalam dokumen CIA ketika perang Vietnam. Nama lain yang digunakan untuk fasilitas ini termasuk Dreamland, Paradise Ranch, Home Base, Watertown, dan Groom Lake. Daerah di sekitar lapangan ini disebut sebagai (R-4808N).

Daerah ini terletak di bagian selatan Nevada di Amerika Serikat bagian barat , 83 mil (134 km) utara – barat laut dari Las Vegas. Groom Lake, pusatnya, merupakan sebuah lapangan udara militer besar. Tujuan utama pangkalan ini ini secara resmi belum ditentukan, namun berdasarkan bukti sejarah, kemungkinan besar mendukung pengembangan dan pengujian pesawat eksperimental dan sistem senjata. Kerahasiaan di sekitar pangkalan itu telah membuat area ini menjadi subyek sering teori konspirasi, yang paling lekat adalah pusat benda terbang tak dikenal (UFO).

Menurut wikipedia, meskipun area ini tidak pernah dinyatakan sebagai pangkalan rahasia, semua penelitian dan kejadian di area 51 bersifat Top Secret / Sensitive compartmented Informayion. Pada Juli 2013,  Central Intelligence Agency secara terbuka mengakui keberadaan pangkalan ini untuk pertama kalinya.
 
Kawasan ini dijaga ketat oleh militer dan pengamanan rahasia swasta yang dilengkapi senjata M-16. Masyarakat  sipil tidak dapat mendekat ke arah surveilence ini karena dilengkapi oleh sensor gerak tubuh. Siapapun yang mendekat atau bahkan mengabadikan kawasan ini akan dengan cepat diketahui. Wilayah udara kawasan ini juga terlarang untuk kegiatan penerbangan.
 
Meskipun dikenal top secret, tetapi beberapa program yang berkaitan dengan pembuatan pesawat tempur canggih untuk kepentingan pertahanan kerap bocor ke publik. Pemerintah Amerika Serikat tidak pernah mengakui keberadaan Area 51 secara tegas  hingga 29 September 1995 karena memang sangat dijaga kerahasiaannya. Jangankan masyarakat sipil. Sebagian pejabat pemerintah juga banyak yang tidak mengetahui keberadaan Area 51 ini. Hal itu dilakukan pemerintah Amerika Serikat agar dunia luar tidak mengetahui rencana, kekuatan, dan kemampuan teknologi pertahanan yang mereka miliki. [wikipedia]
 
Continue Reading

Hebatnya Air di Dunia Ini



AIR itu jernih dan air merupakan salah satu benda yang di ciptakan Allah untuk mahluk-Nya. Di dalam air ini banyak memiliki kegunaan dan fungsi yang luar biasa. Salah satunya adalah menjaga kesehatan kita dan  cara untuk menjaga kesehatan secara alami dan Islami sekaligus adalah memperbanyak minum air. Kenapa harus meminum air?  karena ternyata kalau kita renungkan lebih seksama terhadap tubuh kita – dan ini merupakan perintah Allah-ternyata kita dapatkan bahwa air merupakan komponen terbanyak dalam tubuh kita, bahkan ketika masih janin, kandungan air dalam tubuh hampir mendekati 100 persen.

Kemudian setelah lahir kandungan air dalam tubuh mulai berkurang menjadi 80 persen, kemudian ketika dewasa menjadi 70 persen, dan ketika sudah lanjut usia bisa menjadi 50 persen. Fenomena semacam ini sudah dijelaskan oleh Allah di dalam firman-Nya :

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاء بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا

“ Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.” (Qs Al Furqan : 54)

Yang lebih mengejutkan lagi, kalau kita perhatikan bumi yang kita tempati ini, ternyata komponen yang terbanyak adalah air, bukankah lautan luasnya 3 kali lipat dari daratan? Sungguh Maha Benar Allah, jauh-jauh sebelumnya telah menyatakan hal ini di dalam salah satu firman-Nya :

وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

“ Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup, apakah mereka beriman? “ (Qs Al Anbiya ‘ : 30)

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa kalau kita ingin hidup yang lebih sempurna dan lebih sehat – menurut isyarat ayat di atas – hendaknya kita mengkomsumsi air dalam jumlah yang cukup, baik untuk diminum, atau untuk membersihkan diri dan lingkungan, maupun untuk bersuci.
Para ahli menjelaskan bahwa air merupakan komponen utama sel, jaringan, dan organ manusia. Penurunan total cairan tubuh bisa menyebabkan penurunan volume cairan, baik intrasel maupun ekstrasel, yang dapat berimbas pada kegagalan organ, bahkan kematian.

Selain itu, air diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, rematik, kerusakan kulit, penyakit saluran nafas, usus, penyakit kewanitaan, bahkan bisa mengobati penyakit stroke. Seseorang yang  mandi pada pagi hari dengan air, maka peredaran darahnya akan membaik sehingga tubuh terasa lebih bugar, produksi sel darah putih dalam tubuh akan meningkat, begitu juga produksi hormon testosteron pada pria serta hormon estrogen pada wanita ikut meningkat juga, serta memberikan kekebalan terhadap virus.

Fakta di lapangan menyebutkan bahwa seseorang dapat bertahan hidup selama 45-65 hari hanya dengan minum air (tanpa makan). Saya teringat pada kejadian parahara  gunung Lawu yang menelan korban puluhan santri salah satu pesantren di Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi sekitar tahun1989-an, pasalnya mereka tersesat dalam hutan dan tidak bisa kembali ke perkemahan lagi. Ajaibnya,  dua orang diantara mereka,  ternyata masih bisa mempertahankan hidup selama beberapa minggu lamanya tanpa makan, mereka berdua hanya mengandalkan air hujan yang  menggenang di tanah. Subhanallah…

Bahkan tidak sampai itu saja, Al Qur’an telah memilihkan untuk kita suatau cairan yang paling berkwalitas, yaitu air yang berfungsi untuk membersihkan segala sesuatu. Allah swt  berfirman :

وَأَنزَلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء طَهُورًا

“ Dan Kami turunkan dari langit air sebagai pembersih,” (Qs Al Furqan : 48)

Di sisi lain, ternyata Allah swt di dalam berbagai ayat dalam Al Qur’an, menjelaskan bahwa bumi yang kering dan mati bisa dihidupkan lagi dengan turunnya hujan dari langit, sehingga bumi tersebut menjadi subur kembali dan menumbuhkan berbagai macam tanaman yang bisa dimakan oleh manusia dan binatang-binatang yang lain. Sungguh Maha Besar Allah Yang telah mengatur demikian rapinya kehidupan makhluq di muka bumi ini.

Bahkan secara gamblang, Allah menjelaskan fungsi air hujan yang diturunkan di muka bumi ini untuk berlangsungnya kehidupan kaum muslimin, bahkan dalam perang sekaligus. Allah berfirman :

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ

“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu),“ (Qs Al Anfal : 11).

Membaca ayat di atas, saya teringat dengan peristiwa perang Hittin, salah satu perang besar yang terekam dalam sejarah kehidupan manusia, yaitu perang antara pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Sholahudin Al Ayubi dengan pasukan Salib. Pada waktu itu pasukan kaum muslimin jumlah personel dan perlengkapannya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan pasukan salib, tetapi walaupun demikian, mereka mampu memukul telak pasukan salib dan mereka lari tunggang langgang ketakutan. Apa rahasianya ? Salah satu penyebab kemenangan kaum muslimin – tentunya dengan izin Allah swt – adalah adanya persediaan air yang cukup. Pasukan Salib kalah dan hancur karena tentaranya kehausan, karena persediaan air yang mereka miliki sangat sedikit.

Demikian, secara sekilas fungsi air yang disebutkan oleh Al Qur’an, mudah-mudahan dengan selalu mengkomsusi air, tubuh kita sehat selalu, ibadah kita lancar serta lingkungan kita menjadi bersih, yang selanjutnya akan membawa kebahagian kita di dunia dan akherat.Wallahu A’lam, [ahmadzain]

Sumber
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template