Sabtu, 09 Agustus 2014

Muslimah Hizbut Tahrir Tolak Istilah Jilboobs dan Jilbab Gaul karena Melecehkan



Muslimah Hizbut Tahrir meminta agar istilah jilboobs dan jilbab gaul tak lagi dipakai. Istilah itu dianggap melecehkan jilbab yang merupakan bagian dari syariat Islam.

"Jilbab adalah istilah syariat Islam terhadap pakaian muslimah ketika keluar rumah yang merupakan kewajiban bagi perempuan yang telah dewasa. Jilbab adalah sebutan Al Quran untuk baju kurung atau jubah yang menutup seluruh aurat sampai mata kaki," terang Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Iffah Ainur Rochmah dalam keterangannya dengan mengutip surat dalam Al Quran, Jumat (8/8/2014).

Menurut dia, adapun kerudung, Al-Quran menyebutnya khimar adalah penutup kepala sampai dengan batas dadanya dan tidak berbentuk punuk unta untuk kepalanya.

"Hendaklah kita tinggalkan penggunaan istilah dan penggandengan jilbab dengan kata-kata lain semisal 'jilbab-gaul' apalagi dengan kata-kata seronok semacam 'jilb**bs' karena hal tersebut bisa mengaburkan bahkan melecehkan jilbab sebagai bagian dari syariat yang telah memiliki penjelasan rinci tentang gambaran praktisnya, berbeda dengan model pakaian lainnya," urai dia.

Pada mereka yang memakai pakaian seperti itu, hendaknya diberi nasihat. "Budaya saling menasihati dan mengarahkan telah diajarkan oleh Islam, harus kita lakukan terhadap para muslimah agar benar dan kokoh motivasi serta implementasi syariat berjilbabnya," tegasnya.

Menurut Iffah juga, tanggung jawab utama negara untuk edukasi melalui kurikulum pendidikan, penyuluhan, lembaga penyiaran dan berbagai media agar masyarakat bisa melaksanakan syariat berjilbab dengan landasan takwa, sesuai kaidah dan jauh dari motivasi menarik perhatian lawan jenis. Negara juga berkewajiban mengarahkan tren mode agar tidak bertentangan dengan syariat.

"Hendaklah kita sadari dan kita tolak kampanye faham kebebasan atas nama HAM yang menempatkan kecantikan perempuan sebagai komoditas yang layak dieksploitasi. Kampanye ini mengarahkan masyarakat melihat syariat berpakaian muslimah sebagai hambatan, pengekangan kebebasan dan karenanya perlu dikompromikan dengan tren mode agar tidak kehilangan daya tarik keperempuanannya," urai dia.

"Syariat berjilbab adalah kewajiban masing-masing individu muslimah. Namun demikian, pelaksanaannya secara sempurna dan mudah bisa terwujud bila negara memiliki visi sejalan untuk pelaksanaan syariat secara kaffah. Di sinilah pentingnya penegakan khilafah untuk mewujudkan pelaksanaan syariat secara kaffah," tambahnya lagi.

Sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template