Rabu, 05 Agustus 2015

Di Manakah Yahudi Berlindung Saat Dikejar Musuh?



SEKALIPUN Yahudi menuduh Islam sebagai agama anti semit. Sekalipun Islam dituduh sebagi agama teror nomor satu bagi Yahudi. Alangkah baiknya, mereka harus kembali membuka lembaran hitam sejarah ketertindasan mereka. Sejarah “hitam” ketika mereka justru diselamatkan oleh kaum muslim saat dikejar-kejar oleh NAZI. Islam lah yang dengan berbesar hati membuka pintu rumahnya untuk dijadikan tempat mereka bersembunyi.

Kisah ini bukanlah roman picisan belaka atau rekayasa. Fakta ini benar-benar terjadi di sebuah Negara bernama Albania. Sebuah Negara berbasis muslim yang ditandai ketika Khalifah Utsmaniyah menguasai negara itu antara tahun 1385-1912.

Dalam jejak Perang Dunia II, kisah pembantaian orang Yahudi menjadi catatan tersendiri. Mereka dikejar dan dicari oleh bala pasukan NAZI. Dalam keadaan bingung, mereka hampir putus asa, terlebih jalur pelarian menjadi satu hal yang sulit mereka perjuangkan.

Dalam keadaan bimbang, mereka bagai mendapatkan setitik cahaya. Dari informasi yang beredar, ada sebuah negara berpenduduk ramah dan baik terhadap tamu. Negara itu bernama Albania. Sebuah Negara berbasis muslim yang masuk ke teritori Eropa bagian Tenggara –yang kini- berbatasan dengan Montenegro di sebelah utara, Serbia (Kosovo) di Timur laut, Republik Makedonia di Timur, dan Yunani di Selatan.

Sekitar dua ribu orang Yahudi kemudian melarikan diri ke daerah Albania. Di sana, mereka dilindungi oleh keluarga-keluarga muslim Albania di kota Berat. Para muslim Albania mempertaruhkan nyawa guna melindungi pengungsi Yahudi yang meminta pertolongan.

Padahal menyembunyikan Yahudi risikonya sangat tinggi, karena setiap saat patroli NAZI dapat datang ke perkampungan dan menggeledah tiap isi rumah. Kalau sampai ketahuan menyembunyikan Yahudi, maka kehilangan nyawa adalah ganjarannya.

Namun menurut catatan sejarah, tidak ada satupun pengungsi Yahudi yang diserahkan oleh muslim Albania pada pihak NAZI. Dengan penuh keikhlasan dan kebesaran hati, para muslim Albania melindungi pengungsi Yahudi dengan segenap cara.

Justin Kerber, seorang Rabbi Yahudi sampai-sampai mengatakan, “Komunitas Muslim ada di antara orang-orang yang telah menghadapi resiko besar karena memberikan perlindungan pada kaum Yahudi di rumah-rumah mereka. Dan mereka melakukannya tanpa melihat latar belakang agama para Yahudi.”

Sedangkan, Dr Ghazala Hayat, seorang doktor ahli syaraf di Universitas St. Louis dan juru bicara Islamic Foundation di Greater Saint Louis mengatakan, “Anda mungkin belum pernah mendengar cerita ini, bagaimana komunitas Muslim Albania mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk mengamalkan keimanan dan menghormati kehidupan yang disebut Besa,”

Besa sendiri adalah tradisi yang berakar dari Al Qur’an yang berarti “memegang janji” atau “menjaga kehormatan”. BESA juga berarti peduli pada yang membutuhkan, melindungi kaum lemah, dan menolong sesama.

Dalam upaya melindungi kaum Yahudi, para muslim Albania menganggap mereka sebagai saudara. Mereka diberikan pakaian yang sama, makanan yang sama, dan tinggal bersama-sama di rumah seperti anggota keluarga. Apabila ada patroli Jerman datang, kaum Yahudi disembunyikan di bawah tanah atau tengah hutan.

Kisah dari keluarga Kasem Kocerri, yang didatangi serombongan patroli NAZI pada awal 1944, menarik untuk dicermati. Saat itu, tentara NAZI menanyakan di mana para pengungsi Yahudi bersembunyi. Tapi Kasem menolak untuk memberitahu. Diam-diam, ia menyembunyikan keluarga Yahudi di salah satu gudang di atas bukit.

Keluarga Halil Frasheri menceritakan pengalamannya yang mencekam saat patroli NAZI menggeledah rumah ke rumah. Ia, melalui pintu belakang, mengajak keluarga Yahudi yang bersembunyi di rumahnya, untuk lari ke dalam hutan.

Namun kisah fenomenal di atas itu semua, terjadi ketika Yahudi mengalami berbagai kekejaman di Eropa. Namun berbeda ketika kaum Yahudi hidup wilayah Kekhilafahan Utsmani. Selama ratusan tahun mereka tinggal dalam teritori Utsmani, mereka menikmati kebebasan menjalankan agama dan berbagai perlindungan sebagai kaum minoritas atau ahlud dimah. Selama itu, kaum Yahudi tidak berfikir untuk berpisah dari Utsmani.

Kondisi Yahudi di Utsmani itu begitu bertolak belakang dengan perlakuan yang diterima Yahudi di dataran Eropa ketika Kristen berkuasa sehingga mereka harus mengungsi besar-besaran, terutama ke wilayah Utsmani. Padahal ketika Spanyol berada di bawah pemerintahan Islam, kaum Yahudi mendapat perlakuan yang baik.

Oleh karenanya, Martin Gilbert, dalam Atlas of Jewish Civilization  mencatat bagaimana kebijaksanaan penguasa muslim Spanyol terhadap Yahudi. Dia katakan bahwa penguasa muslim juga memperkejakan sarjana Yahudi sebagai kecintaan mereka terhadap Sains dan ilmu pengetahuan. (Pz/Islampos)
Continue Reading

13 Alasan Manuel Adebayor Bersyahadat dan Tinggalkan Kristen



Beberapa bulan terakhir, berita tentang masuk Islamnya seorang atlet sepak bola internasional terdengar cukup ramai berseliweran di dunia maya. Ya, seorang pemain internasional asal Togo, Sheyi Emmanuel Adebayor, mengumumkan bahwa ia telah memeluk Islam. Ia telah meninggalkan keyakinan Kristennya dan memilih Islam sebagai jalan hidup. Jalan kebenaran yang ia yakini.

Menariknya, ia juga menyebutkan beberapa alasan mengapa ia memilih Islam dan meninggalkan Kristen. Tentu ini menunjukkan, Adebayor melakukan pengkajian, membandingkan, dan merenungkan sehingga sampai pada kesimpulan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar.

Bukan sekedar ikut-ikutan dan emosional saja.

Berikut ini alasan Adebayor memeluk Islam sebagaimana dirilis oleh theheraldng.com. Pesepakbola yang pernah bermain untuk klub-klub sepak bola top Eropa: Arsenal, Manchester City, Real Madrid, dan kini Tottenham Hotspurs ini mengatakan,

“Aku punya 13 alasan yang kuat mengapa seorang muslim itu sama seperti Yesus dan mereka lebih mengikuti Yesus daripada orang-orang Kristen:

Pertama, Yesus mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan. Hanya satu Tuhan saja yang berhak untuk disembah. Hal itu termaktub dalam Deut 6:4, Mark 12:29. Umat Islam juga meyakini demikian. Sebagaimana diajarkan Alquran dalam surat 4 (An-Nisa) ayat 171.

Kedua, Yesus tidak makan daging babi. Dijelaskan dalam Leviticus 11:7. Sama dengan yang dilakukan umat Islam. Dan hal itu dijelaskan Alquran dalam surat 6 (Al-An’am) ayat 145.

Ketiga, Yesus mengucapkan salam dengan kalimat “assalamu’alaikum” (kedamaian selalu bersamamu). Terdapat dalam John 20:21. Muslim juga mengucapkan salam dengan cara demikian.

Keempat, Yesus selalu mengucapkan “God Willing” (insya Allah). Umat Islam mengucapkan kalimat ini juga sebelum mereka melakukan apapun. Sebagaimana dituntunkan dalam Alquran surat 18 (Al-Kahfi) ayat 23-24.

Kelima, Yesus mencuci wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya sebelum shalat. Hal yang sama juga dilakukan oleh seorang muslim.

Keenam, Yesus dan nabi-nabi lainnya yang terdapat di dalam Injil shalat dengan meletakkan kepala mereka di tanah. Dijelaskan dalam Matthew 26:39. Muslim juga melakukan demikian. Sebagaimana diajarkan Alquran dalam surta 3 (Ali Imran) ayat 43.

Ketujuh, Yesus memiliki janggut dan memakai throbe (gamis). Hal ini disunnahkan bagi seorang muslim.

Kedelapan, Yesus mengikuti syariat (syariatnya tauhid sama seperti nabi-nabi sebelumnya pen.) dan mengimani semua nabi. Lihat Matther 5:17. Muslim juga diajarkan demikian oleh Alquran. Lihatlah surat 3 (Ali Imran) ayat 84 dan 2 (Al-Baqarah) 285.

Kesembilan, Ibu Yesus, Maryam, mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya dan mengenakan hijab. Sebagaimana terdapat dalam 1 Timothy 2:9, Genesis 24: 64-65, dan Corinthians 11:6. Wanita muslimah juga mengenakan pakaian yang sama. Alquran mengajarkan mereka dalam surat 33 (Al-Ahzab) ayat 59.

Kesepuluh, Yesus dan nabi-nabi lainnya yang disebutkan di dalam Injil berpuasa hingga lebih dari 40 hari. Lihat Exodus 34:28, Daniel 10:2-6. 1Kings 19:8 dan Matthew 4:1. Muslim pun berpuasa selama bulan Ramadhan. Seorang muslim diwajibkan berpuasa sebulan penuh, 30 hari. Lihat Alquran surat 2 (Al-Baqarah) ayat 183. Kemudian dianjurkan untuk melanjutkan berpuasa 6 hari untuk menambah ganjaran pahala.

Kesebelas, Yesus mengajarkan agar berucap “Kedamaian untuk rumah ini” ketika memasuki rumah. Lihat Luke 10:5. Dan juga memberi salam kepada orang-orang di dalam rumah dengan ucapan “Kedamaian untuk kalian”. Sekali lagi, muslim melakukan hal yang sama persis dengan apa yang dilakukan dan diajarkan Yesus. Ketika kita masuk ke rumah kita, atau rumah orang lain, kita mengucapkan “Bismillah” dan juga memberi salam “assalamualaikum”. Inilah tuntunan Alquran dalam surat 24 (An-Nur) ayat 61.

Kedua belas, Yesus dikhitan (disunat). Khitan merupakan salah satu dari 5 sunnah fitrah dalam ajaran Islam. Dalam Islam, seorang laki-laki diwajibkan untuk berkhitan. Berdasarkan Injil Luke 2:21. Yesus berusia 8 hari saat ia dikhitan. Di dalam Taurat, Allah berfirman kepada Nabi Ibrahim bahwa khitan adalah sebuah “perjanjian abadi”. Lihat Genesis 17:13. Di dalam Alquran, surat 16 (An-Nahl) ayat 123, seorang muslim diwajibkan untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Ibrahim berkhitan setelah berumur delapan puluh tahun” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ahmad).

Ketiga belas, Yesus berbicara dalam bahasa Aramaik dan menyebut Tuhan dengan Elah. Secara penyebutan atau pelafalan, sama dengan lafadz Allah. Aramaik adalah bahasa kuno. Ia merupakan bahasa Bible. Bahasa ini merupakan salah satu dari Bahasa Semit. Termasuk juga bahasa Hebrew (Ibrani), Arab, Ethiopia, dan bahasa-bahasa kuno lainnya seperti bahasa Assyria dan Babylonia yang merupakan Bahasa orang-orang Akkadia.

Bahasa Aramaik “Elah” dan bahasa Arab “Allah” adalah sama.

Kata Aramaik “Elah” berasal dari bahasa Arab “Allah”. Yang artinya adalah Tuhan. Allah dalam bahasa Arab artinya juga Tuhan. Tuhan Yang Mahatinggi. Anda bisa dengan mudah mendapatkan kesamaan pelafalannya. Dengan demikian, Tuhan nya Yesus juga merupakan  Tuhannya orang-orang Islam. Dialah Tuhan semua manusia. Dan Tuhan semua makhluk yang ada.

Nah, sekarang katakan kepadaku, siapakah pengikut Yesus yang sebenarnya? Tentu saja jawabnya umat Islam. Sekarang saya yakin saya telah menjadi pengikut Yesus yang sebenarnya”. Tutup Adebayor.

Kajian yang dilakukan Adebayor benar-benar menunjukkan bahwa yang benar itu jelas dan yang menyimpang itu juga telah jelas. Oleh karena itu, benarlah apa yang Allah firmankan,

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.(QS Ali Imron : 85).[rz]

Sumber
Continue Reading

Jumat, 31 Juli 2015

Barat Citrakan ‪#‎ISIS‬ Sebagai Kekuatan Besar



Oleh: Okay Pala
Juru Bicara Hizbut Tahrir Belanda

Inggris Akan Membantu Dalam Menghancurkan Organisasi Negara Islam

Situs BBC, hari Ahad lalu (19/7) mempublikasikan pernyataan Perdana Menteri Inggris, David Cameron tentang kontribusi negaranya dalam perang melawan organisasi negara Islam (ISIS). Cameron menyatakan komitmen negaranya bekerjasama dengan Amerika Serikat guna menghancurkan “Khilafah” yang proklamirkan oleh para milisi organisasi negara Islam di Irak dan Suriah.

Sehubungan dengan peran Inggris dalam pertempuran, Cameron berkata pada NBC: “Saya ingin Inggris memberikan lebih lanjut, dan saya harus selalu mendapat dukungan parlemen.”
Ia menambahkan: “Kami sedang melakukan pembicaraan dan diskusi, termasuk dengan partai-partai oposisi, tentang apa yang dapat dilakukan oleh Inggris. Namun kami yakin bahwa mereka berkomitmen untuk bekerjasama dalam menghancurkan Khilafah di kedua negara itu.”

*** *** ***

Tidak diragukan lagi bahwa negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat telah dan masih bekerja untuk mencitrakan bahwa organisasi negara (ISIS) sebagai kekuatan besar yang tak terkalahkan. Sehingga pembentukan koalisi internasional untuk menghadapi organisasi ini merupakan keharusan. Bahkan organisasi negara ini sel-selnya sudah ada di seluruh dunia, yang dapat mencapai lebih dari satu negara pada saat yang bersamaan. Karenanya, jangan terkejut jika mereka mengklaim bahwa organisasi ini punya kemampuan untuk menghancurkan bumi ini. Untuk itulah, tentara kaum kafir Salibis Barat tetap berada di negeri-negeri kaum Muslim, dan merobek-robeknya dengan dalih untuk melindunginya dari organisasi negara (ISIS)!

Dan untuk mencitrakan betapa besarnya kekuatan organisasi negara (ISIS), Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Raymond Odierno, beberapa hari lalu mengatakan: “Ia percaya bahwa untuk mengalahkan organisasi negara akan menghabiskan waktu sepuluh hingga dua puluh tahun, bahkan lebih jauh dari yang diperkirakan Gedung Putih.” Sedang Cameron mengatakan secara eksplisit bahwa ia akan bekerja untuk menghancurkan Khilafah yang diproklamirkan oleh organisasi negara (ISIS).

Perang yang dilakukan negara-negara Barat terhadap organisasi negara (ISIS) adalah kebohongan besar. Semua pergerakan organisasi ini, dan semua tindakan akrobatik serta film-film eksekusi yang dilakukannya didengar dan dilihat oleh pasukan koalisi, namun tidak ada tindakan sedikitpun. Juga kendaraannya bergerak bebas dan aman dari satu kota ke kota lainnya di Suriah, tanpa ada hambatan dari pesawat-pesawat koalisi.

Dan kebenaran yang tidak diragukan lagi adalah, bahwa Barat terutama Amerika adalah pihak yang paling pertama diuntungkan dari aksi-aksi organisasi siluman ini, yang sebagian besar kasus tidak tersentuh serangan Amerika, melainkan kaum Muslim yang tidak bersalah. Jadi, dalam hal ini, untuk apa Barat akan bekerja guna melenyapkannya?

Bukankah Barat, khususnya Amerika yang telah membantunya untuk tetap hidup dari waktu ke waktu, baik organisasi ini sadar atau tidak? Sudah berapa banyak pesawat-pesawat Amerika menjatuhkan senjata “dengan dalih keliru (sengaja)” untuk organisasi negara?

Tidakkah organisasi negara akan menjadi duri dalam tenggorokan kaum Mujahidin di Syam, yang akan menikamnya dari belakang, pada saat kaum Mujahidin berhasil meraih kemenangan?
Tidakkah Barat berhasil mewujudkan keinginannya, yaitu mendistorsi Khilafah sebagai sistem yang menumpahkan darah,memperbudak kaum perempuan, dan menjualnya di pasar budak?

Lebih dari itu, bahwa organisasi ini telah menjadi penyebab negeri-negeri kaum Muslim tetap dijajah oleh negara-negara kafir imperialis, serta penyebab kehancuran kemampuan umat, khususnya tentara, sebab perang yang direkayasanya itu adalah untuk menguras tenaga tentara umat Islam, sehingga ketika Khilafah Rasyidah yang sebenarnya telah tegak, maka sudah tidak ada lagi tentara umat Islam yang mendukung dan membelanya.

Adapun musuh Allah, Cameron, yang bersumpah untuk menghancurkan dan memusnahkan Khilafah yang telah didirikan oleh organisasi negara (ISIS), maka kami katakan bahwa itu bukan Khilafah, bahkan negara pun bukah! Sedangkan Khilafah yang sebenarnya, maka itulah Khilafah yang akan mengguncang tahta Anda dan tahta mitra Anda di Washington, juga yang akan mengusir kalian dari negara kalian, sehingga kalian dan orang-orang seperti kalian tidak lagi menemukan tempat untuk berpijak di bumi ini. Mereka mengatakan kapan itu? Katakanlah, dalam waktu dekat. []

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 23/07/2015.

Continue Reading

Kamis, 30 Juli 2015

"Sampaikan Kebenaran Dengan Jelas"



Oleh : Felix Siauw

01. ‪#‎1DOA‬ hari ke-3 | (QS 2: 42) | "Sampaikan Kebenaran Dengan Jelas"

02. "dan janganlah kamu campurkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui" (QS 2:42)

03. Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya mengutip Imam Qatadah | "artinya jangan campurkan antara ajaran Yahudi dan Nasrani dengan ajaran Islam"

04. Ibnu Abbas menyampaikan bahwa maksudnya | "jangan mencampurkan hak dengan batil, serta kebohongan dengan kebenaran"

05. Ibnu Katsir juga menerangkan | "menyembunyikan
kebenaran itu, sangat membahayakan manusia, karena tersesatnya manusia dari petunjuk"

06. Ibnu Katsir juga menyampaikan maksud ayat ini | "kebatilan yang kalian campur dengan kebenaran dengan tujuan mudah menyebarluaskannya"

07. dalam ayat ini Allah melarang 2 hal | 1) mencampuradukkan yang hak (benar) dan batil (salah) | dan 2) menyembunyikan yang benar

08. karena tidak jarang Muslim yang mencampurkan hal baik denganhal buruk | walau tujuannya baik | karena sesuatu dan lain alasan

09. misalnya, berdakwah (hak) namun supaya ramai dipadu dengan dangdutan (batil) | masyaAllah semoga Allah mengampuni kita

10. misalnya pula, menghormati tetangga (hak) namun dipadu ucapan selamat natal (batil) | mencintai (hak) namun berkhalwat (batil)

11. selain itu ayat ini juga mengingatkan kita menyampaikan kebenaran | yang ada di dalam Al-Qur'an | dan tidak menyembunyikannya

12. jangan karena sungkan, nggak enak, lalu kebenaran tidak disampaikan | ini dinamakan "menyembunyikan kebenaran"

13. padahal kebenaran bisa disampaikan dengan cara yang baik | insyaAllah yang lain tidak akan tersinggung

14. bila kebenaran sudah disampaikan dengan cara baik dan masih orang tak suka | ya itu bagian dakwah yang Rasul pun merasakannya

15. bila kita tidak menyampaikan kebenaran | maka yang salah tidak akan sadar | dan yang benar akan ikutan jadi salah | ini bahaya besar

16. tidak menyampaikan dan menyembunyikan haramnya riba | tidak menyampaikan hukum syariah | ini bagian menyembunyikan yang benar

17. bila tidak pernah disampaikan hukumnya maka ummat tidak pernah paham | kebenaran harus tetap disampaikan apapun konsekuensinya

18. maka tugas kita adalah mencari momen, cara, sarana yang tepat untuk menyampaikan yang benar | agar kebenaran lebih mudah diterima

19. tapi bukan mencampurkan benar dan salah agar mudah diterima masyarakat | atau menyembunyikan yang benar agar diterima masyarakat

20. #1DOA hari ke-3 | (QS 2: 42) | semoga Allah mudahkan kita hafalkan dan amalkan

Continue Reading

Mewaspadai Ragam Perangkap Setan

Setan, menurut sebagian ulama, berasal dari kata syathana; maknanya adalah ba’uda, yakni jauh. Maksudnya, setan adalah sosok yang jauh dari segala kebajikan (Ibn Katsir, I/115, Az-Zamakhsyari, I/39). Setan juga berarti sosok yang jauh dan berpaling dari kebenaran. Karena itu siapa saja yang berpaling dan menentang (kebenaran), baik dari golongan jin ataupun manusia, adalah setan (Al-Qurthubi, I/90, al-Alusi, I/166).

Allah SWT telah memperingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata (‘aduww[un] mubin) bagi manusia (QS al-Baqarah [2]: 168); permusuhannya terhadap manusia benar-benar ‘terang-benderang’ (Lihat: Al-Baqa’i, I/240, Ibn Katsir, III/351). Karena itu Allah SWT pun telah memperingatkan agar manusia benar-benar memperlakukan setan sebagai musuh (QS Fathir [35]: 6).

Persoalannya, setan amatlah cerdik. Setan boleh jadi tidak menghalang-halangi manusia dari ibadah kepada Allah SWT dan amalan yang baik, tetapi setan menyimpangkan niat manusia beribadah atau beramal baik sehingga bukan karena Allah SWT. Boleh jadi pula setan menjadikan manusia ikhlas beramal karena Allah SWT, tetapi setan berupaya agar manusia beramal tidak sesuai dengan tuntunan Rasul-Nya.

Di dalam bukunya yang amat terkenal, Talbis al-Iblis (Tipudaya Iblis), Ibn al-Jauzi secara panjang lebar mengungkapkan bagaimana sepak terjang setan dalam memperdaya manusia; termasuk di dalamnya para ahli ibadah, para pembaca Alquran, para ahli hadits, para ulama fikih, juga para pengemban dakwah.

Menurut Ibn al-Jauzi, setidaknya ada enam langkah setan dalam menjerat manusia. Pertama: berusaha menjadikan manusia kafir atau musyrik. Kedua: Jika gagal, berusaha menjadikan mereka yang Muslim sebagai pelaku bid’ah. Ketiga: Jika gagal, berusaha menjadikan mereka tukang maksiat/pelaku dosa besar. Keempat: Jika gagal, berusaha agar mereka banyak melakukan dosa-dosa kecil. Kelima: Jika gagal, berusaha menyibukkan mereka dalam masalah-masalah yang mubah (yang tidak bermanfaat dan tidak berpahala). Keenam: Jika gagal juga, berusaha menyibukkan mereka dengan urusan-urusan sederhana sehingga mereka melupakan berbagai urusan yang lebih utama; misalnya menyibukkan diri dengan amalan sunnah, tetapi meninggalkan amalan wajib.

Semua langkah setan itu, menurut Ibn al-Jauzi, diikuti dengan berbagai cara yang sering amat halus dan lembut sehingga tidak banyak disadari oleh manusia.

Setan juga memasang sejumlah perangkap lain di antaranya mengadu domba antarsesama Muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh Iblis telah berputus asa untuk disembah oleh orang-orang shalih, tetapi ia berusaha mengadu domba di antara mereka." (HR al-Bukhari).

Menanamkan buruk sangka kepada orang lain juga dilakukan oleh setan. Shafiyah binti Huyay (istri Rasulullah saw.) berkata: Ketika Rasulullah SAW sedang beritikaf di masjid, saya mendatangi beliau di suatu malam dan bercerita. Kemudian saya pulang diantar beliau. Ada dua orang Anshar berjalan. Saat keduanya melihat Rasulullah, mereka mempercepat jalannya. Rasululah berkata, "Pelan-pelanlah. Dia itu Safiyah binti Huyay." Mereka berkata, “Mahasuci Allah, Rasulullah!" Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya setan berjalan di tubuh anak Adam pada peredaran darah. Aku khawatir setan itu melontarkan kejahatan di hati kamu berdua sehingga timbul prasangka yang buruk." (HR al-Bukhari dan Muslim).

Setan juga berupaya menakut-nakuti manusia. Allah SWT berfirman (yang artinya): Sesungguhnya itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti melalui kawan-kawannya. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu jika kamu benar-benar orang-orang beriman (TQS Ali ‘Imran [3]: 175).

Allah SWT juga berfirman (yang artinya): Setan menakut-nakuti kamu dengan kefakiran dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (TQS al-Baqarah [2]: 268).

Bagaimana caranya kita mengatasi godaan dan perangkap setan? Kuncinya di antaranya adalah: Pertama, kita harus benar-benar beriman dan bertawakal kepada Allah SWT, sebagaimana firmanNya: Sesungguhnya setan itu tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal hanya kepada Tuhan mereka saja (TQS an-Nahl [16]: 99).

Kedua, kita harus menjadi orang yang benar-benar muklish karena Allah SWT telah berfirman (yang artinya): Iblis berkata, “Demi keagunganMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka (TQS Shad: 82-83).

Ketiga, berlindung hanya kepada Allah SWT karena Allah SWT telah berfirman (yang artinya): Jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Mahatahu (QS al-A’raf [7]: 200). [] abi

Sumber
Continue Reading

Tragedi ‪#‎Tolikara‬: Intoleransi, Keterlibatan Asing dan Separatisme



[Al-Islam edisi 765, 15 Syawal 1436 H – 31 Juli 2015 M]

Pada hari Jumat 17 Juli pagi sekitar jam 7 WIT sekelompok massa menyerang umat Islam yang tengah melaksanakan shalat Idul Fitri 1436 H di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Massa terus merangsek hendak membubarkan shalat Id. Meski sudah dihalau oleh aparat keamanan, massa tetap menyerang bahkan kemudian membakar kios-kios milik warga Muslim. Akhirnya, mereka pun membakar masjid dan rumah-rumah warga Muslim.

Terkait tragedi itu, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan dan diwaspadai yaitu: intoleransi atas umat Islam, keterlibatan asing dan separatisme.

Intoleransi

Tragedi itu didahului oleh adanya Surat Badan Pekerja Wilayah Toli (BPWT) Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) tertanggal 11 Juli 2015 kepada umat Islam se-Kabupaten Tolikara. Surat itu ditandatangani oleh Pdt. Nayus Wenda sebagai ketua dan Pdt. Marhen Jingga sebagai sekretaris. Surat itu juga ditembuskan kepada Bupati, Ketua DPRD, Kapolres dan Dandim Kabupaten Tolikara. Surat itu berisi larangan terhadap umat Islam di sana untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Bahkan dalam surat itu juga tertulis larangan bagi Muslimah memakai jilbab.

GIDI menjadikan Perda (peraturan daerah) tentang larangan membangun rumah ibadah selain gereja GIDI sebagai landasan untuk tidak mengizinkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Tolikara. Perda itu disetujui oleh DPRD Kabupaten Tolikara dan Bupati Tolikara Usman Wanimbo yang juga anggota GIDI.

Namun, menurut Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo, Perda tersebut tak pernah sampai ke pemerintah pusat. Padahal Kemendagri harus mendapat tembusan Perda untuk kemudian diverifikasi. Jika Perda melanggar hak asasi atau bertentangan dengan UU di atasnya, pemerintah pusat akan meminta pemerintah daerah merevisi beleid tersebut.

Tragedi Tolikara itu menunjukkan bahwa toleransi yang sudah begitu rupa diberikan oleh umat Islam kepada umat non Islam di negeri ini telah secara berulang dibalas dengan intoleransi yang sangat menyakitkan, khususnya di wilayah-wilayah
yang disebut mayoritas non-Muslim. Bentuknya mulai halangan untuk mendirikan masjid, sikap diskriminatif birokrat terhadap warga Muslim dan halangan untuk melakukan kegiatan keIslaman, bahkan juga penyerangan seperti yang terjadi di Tolikara.

Meski sebegitu rupa, tetap saja tidak ada perlakuan yang sebanding jika yang jadi korban adalah umat Islam. Bila yang melakukan hal serupa itu umat Islam, pastilah langsung dikatakan tidak toleran, bahkan dicap teroris dan pelakunya diburu. Bahkan baru terduga teroris saja sudah ditembak mati. Sebaliknya, terhadap apa yang terjadi di Tolikara yang dilakukan oleh kelompok Kristen itu, kecaman sebagai sikap intoleran saja nyaris tidak terdengar. Bahkan lebih menyakitkan, para pemimpin GIDI yang dipimpin oleh Pdt. Lipiyus Biniluk justru diundang ke Istana Presiden pada Jumat (24/7) lalu.

Keterlibatan Asing

Kepala BIN Soetiyoso menyatakan ada keterlibatan asing dalam tagedi itu. Bukti dan indikasi di lapangan menguatkan pernyataan KaBIN itu.

Rumah-rumah, toko bahkan trotoar di Tolikara banyak dicat dengan warna biru putih bendera Israel lengkap dengan bintang davidnya. Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) mengenakan sanksi denda Rp 500 ribu bagi warga Tolikara jika tidak mengecat kediamannya dengan bendera Israel (Republika.co.id, 24/7). Pihak GIDI menjelaskan kepada warga bahwa instruksi pengecatan tersebut dalam rangka menyambut kedatangan pendeta dari Israel. Berdasarkan spanduk yang dipampang di halaman kantor Pusat GIDI di Jayapura, acara seminar KKR Internasional GIDI yang berlangsung pada 15 Juli-19 Juli di Kabupaten Tolikara dihadiri pendeta asal Israel, yakni Benjamin Berger.

Kapolri juga menyatakan bahwa di dalam proposal KKR Internasional GIDI tercantum nama lima orang asing.

Telah diberitakan juga adanya lembaga Israel yaitu KHAHZ (Kehilat Ha’seh Al Har Zion) yang melakukan kerjasama dengan GIDI dan melakukan sejumlah aktivitas di Tolikara. Padahal Indonesia tidak mengakui Israel sebagai suatu negara. Itu artinya, kerjasama GIDI dengan KHAHZ, keberadaan KHAHZ dan kehadiran orang Israel—jika benar-benar datang—jelas semuanya adalah ilegal. Karena itu semestinya Pemerintah harus bertindak tegas.

Itu baru beberapa bukti dan indikasi yang terlihat nyata di lapangan. Boleh jadi kenyataan yang sebenarnya jauh lebih besar lagi.

Terencana

Staf Ahli BNPT Wawan Purwanto mengatakan, ada unsur perencanaan yang diatur sedemikian rupa sebelum terjadinya insiden Tolikara Papua. (http://www.voaindonesia.com/content/ada-indikasi-keterlibatan-asing-dalam-insiden-tolikara/2872912.html). Wawan mengungkap, selain ada dugaan kelompok pro kemerdekaan, juga ada peran kekuatan asing yang bermain dalam Peristiwa Tolikara.

Wawan menambahkan, ada unsur perencanaan yang diatur sedemikian rupa sebelum insiden Tolikara itu terjadi. Apalagi, menurut dia, sejumlah saksi menyebut para penyerang pelaksanaan shalat Idul Fitri itu mayoritas berasal dari luar wilayah Tolikara. “Banyak pihak yang ikut terlibat di dalam penyerangan. Tentu ini sudah ada unsur perencanaan karena ada pergerakan massa yang jumlahnya signifikan. Dari 150 menjadi sekitar 2.000-an orang. Mereka yang hadir bukan masyarakat sekitar Tolikara karena banyak yang tidak dikenal atau tidak familiar sehingga menimbulkan dugaan bahwa ada yang merencanakan untuk itu jauh-jauh hari.”

Unsur Separatisme dan Kepentingan Asing

Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian yang juga mantan Kapolda Papua berpendapat, ada dugaan keterlibatan kelompok pro kemerdekaan dalam peristiwa itu. “…Itu salah satu setting-nya adalah mengungkap permasalahan konflik, isu HAM, lain-lain. Selalu itu yang dikumandangkan terus-menerus,” ungkap Tito (http://www.voaindonesia.com/content/ada-indikasi-keterlibatan-asing-dalam-insiden-tolikara/2872912.html).

Tokoh-tokoh GIDI sudah lama dikenal mensponsori aktivitas separatisme (pemisahan) Papua. Tokoh-tokoh seperti Pendeta Dorman Wandikbo dan Pendeta Benny Giay secara berulang menyuarakan separatisme Papua dari Nusantara.

Dalam situs tabloiddjubi.com bulan Januari 2014, Pendeta Dorman Wandikbo dengan tegas menyatakan, “Papua merdeka adalah hak dasar orang Papua. Orang Papua minta merdeka bukan karena penderitaan, kelaparan, dan kemiskinan, tapi mau lepas karena ideologi yang harus kita pahami.” (lihat link: http://tabloidjubi.com/2014/01/30/wandikbo-kalau-bicara-hukuman-mati-apakah-perjuangan-papua-merdeka-itu-teroris/).

Hal itu mengingatkan kita pada peran gereja dan Uskup Belo dalam pelepasan Timtim. Menurut mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Johannes Suryo Prabowo, apa yang terjadi di Tolikara persis seperti yang terjadi sebelum Timor Timur lepas dari Indonesia. “Jika terjadi ada aksi balasan, akan ada cerita pada dunia jika ada penganiayaan dan penindasan di Papua,” kata Suryo. Menurut asumsi Suryo, aksi kekerasan selanjutnya dapat menjadi alasan bagi negara lain untuk masuk ke Papua (Tempo.co, 24/7/2015).

Dengan mempelajari sejarah, mudah saja mencium adanya permainan asing (global) dalam Kasus Tolikara, Papua. Dua dekade silam, menjelang lepasnya Timor Timur dari Indonesia, peristiwa serupa terjadi. Dalam kurun waktu 1996-1998, diawali dengan adanya mushala dibakar di Viqueque, lalu banyak gereja dibakar di daerah lain di luar Timtim. Eskalasinya terus membesar.

Pada 1996 ribuan prajurit Australia disiagakan di Darwin dan dipersiapkan untuk beroperasi di daerah tropis. Tiga tahun kemudian, pada 1999, tentara Australia itu tiba di Timtim di bawah bendera PBB sebagai pasukan INTERFET (International Force for East Timor). Tak lama kemudian, akibat intervensi global, terjadi referendum dan Timtim lepas.

Kini di Darwin ada sekitar 20-an ribu Marinir AS. “Apakah mungkin tiga tahun lagi Marinir AS itu akan ke Papua sebagai INTERFWEP (International Force for West Papua)?” sentil Suryo Prabowo (Forumkeadilan.co,26/7).

Meski eskalasi meluasnya kekerasan tidak terjadi, kampanye pelanggaran HAM atas Tragedi Tolikara dilancarkan, yaitu pelanggaran HAM aparat terhadap massa penyerang. Padahal massa penyerang itulah yang sebenarnya pelanggar HAM.

Tak bisa dilupakan pula kaitannya dengan kepentingan asing, terutama PT Freeport (AS). Entah seberapa dekat hubungannya, yang jelas Tragedi Tolikara ini meletus tak lama menjelang berakhirnya ijin ekspor konsentrat tembaga oleh Freeport pada 25 Juli lalu dan pengajuan perpanjangannya (akhirnya diperpanjang untuk enam bulan ke depan pada 28/7). Tragedi ini pun terjadi di tengah belum jelasnya perpanjangan ijin Freeport yang akan diubah menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Kemungkinan adanya keterkaitan itu tak bisa dinafikan mengingat setiap kali operasi PT Freeport dipersoalkan atau bahkan status ijinnya diganggu, peristiwa politik kerap terjadi.

Wahai Kaum Muslim:

Adanya intoleransi, keterlibatan asing dan unsur separatisme sangat jelas terlihat dalam Tragedi Tolikara. Karena itu umat Islam harus selalu waspada, terutama terhadap campur tangan asing dan konspirasi separatisme (pemisahan) Papua. Tragedi lepasnya Timtim tidak boleh terulang lagi. Sebab, Allah SWT melarang keras pemisahan bagian negeri Islam sehingga menjadi jalan bagi kaum kafir menguasainya. Allah SWT berfirman:

]وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً[

Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai kaum Mukmin(TQS an-Nisa’ [4]: 141).

WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []


Sumber
Continue Reading

Masjid Menjadi Pusat Halqah di Era Khilafah



Istilah halqah mungkin masih asing di telinga sebagian kaum Muslim. Tetapi, bagi mereka yang sering ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, mungkin sudah tidak asing lagi. Halqah adalah kelompok kajian yang dipimpin seorang syeikh. Kajiannya pun bisa bermacam-macam. Mulai dari menghafal Alquran, qira’at, tafsir, hadits, sirah, fiqih, nahwu, balaghah maupun yang lain. Semuanya diselenggarakan di masjid, baik dalam kelompok besar maupun kecil.

Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, halqah seperti ini masih bertahan hingga sekarang. Meski mungkin ada sedikit perbedaan. Jika dulu di era khilafah, ada halqah dari berbagai mazhab, yang tersisa tinggal mazhab yang direstui oleh pemerintah. Dulu, di Masjidil Haram, misalnya, ada Halqah Imam Abu Hanifah, Halqah Imam Maliki, Halqah Imam Syafi’i dan Halqah Imam Ahmad. Tapi, kini itu tidak ada lagi.

Beberapa masjid yang menjadi pusat halqah di era Khilafah adalah:
  • Masjid al-Amawi di Damaskus: Masjid ini dibangun oleh Khalifah al-Walid bin ‘Abdul Malik. Di dalamnya terdapat berbagai Di sana tersedia halqah berbagai mazhab. Untuk Mazhab Maliki ada ruangan tersendiri. Untuk Mazhab Syafi’i, juga mazhab yang lain tersedia ruangan tersendiri. Al-Hafidz al-Khathib al-Baghdadi mempunyai halqah khusus di masjid ini. Orang datang dari berbagai penjuru dunia ke masjid ini untuk mengikuti halqah beliau dalam bidang hadits. Di sini, semua bidang keilmuan ada halqah-nya tersendiri, seperti ilmu bahasa, sastra, ilmu hisab, falak dan lain-lain.
  • Masjid ‘Amru bin al-‘Ash: Masjid ini terletak di Fusthath, Mesir. Di masjid bahkan ada lebih dari 40 halqah. Masjid ini bahkan telah menjadi pusak kajian dan diskusi. Halqah Imam Syafi’i juga ada di sini. Halqah ini terus berkembang, hingga abad ke-4 H, jumlahnya mencapai 110 halqah. Sebagiannya dikhususkan untuk kaum wanita. Setelah seseorang mendapatkan ijazah dari gurunya, dia baru diizinkan untuk menuliskan dan meriwayatkan dari gurunya.
  • Masjid al-Azhar di Mesir: Masjid al-Azhar ini pembangunannya selesai pada tahun 361 H. Menjadi pusat bagi para penuntut ilmu dari berbagai negeri kaum Muslim untuk belajar di sana. Para khalifah di zamannya kemudian mendirikan Badan Wakaf al-Azhar. Khalifah juga yang menentukan para masyayikh di berbagai bidang keilmuan, dan mempunyai ketenaran luar biasa. Inilah yang kemudian menjadi ciri khas Universitas al-Azhar.
Di sini para penuntut ilmu mendapatkan berbagai fasilitas. Karena itu, mereka berdatangan dari berbagai penjuru dunia. Menurut al-Muqrizi, jumlah mereka pada tahun 818 H/1425 M, mencapai 750 ribu orang. Masjid dan Universitas al-Azhar ini hingga sekarang masih ada. Dari sini lahir banyak ulama hebat yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
  • Masjiad Zaitunah Tunisia: Masjid ini dibangun oleh Khalifah Bani Umayyah. Pendiri Masjid Zaitunah ini adalah Amir ‘Ubaidillah bin Habab, Amir Afrika sebelum Hisyam bin ‘Abdul Malik. Bangunannya diperluas tahun 250 H/864 M yang dilakukan oleh Ziyadatullah bin Aghlab, di era Daulah Aghalib. Masjid ini bahkan menyediakan berbagai halqah, dalam berbagai bidang keilmuan.
Di sini ada halqah ‘Abdurrahman bin Ziyad al-Ma’afiri, seorang pemuka ahli hadits. Abu Sa’id Sahnun at-Tanukhi, al-Maziri dan lain-lain bisa ditemukan halqah-nya di sini. Mereka yang datang ke sini pun berasal dari berbagai penjuru dunia. Ada yang belajar hadits, tafsir, fikih, bahasa dan sebagainya. Al-Khasyaisyi menggambarkan, “Masjid ini dipenuhi dengan berbagai bidang ilmu, baik aqliyyah maupun naqliyyah, juga ilmu tentang Maqashid dan Wasail.. Di perpustakaannya terdapat 100,000 jilid buku.”
  • Masjid Qarawain: Masjid ini dibangun di kota Fas, Maroko di era Idrisiyyah (245 H/859 M). Kemudian diperluas di era Amir Ahmad bin Abu Bakar az-Zanati. Pada permulaan abad ke-6 H, perluasan dan penambahannya telah selesai, sehingga menjadi masjid yang tersohor. Masjid ini juga mempunyai keistimewaan secara ilmiah.
Mereka yang datang ke sini dari berbagai penjuru dunia. Di sini, para penunut ilmu mendapatkan bantuan dari hasil pengelolaan harta wakaf, subsidi negara dan bantuan dari para dermawan. Bahkan, yang belajar di sini bukan hanya dari dunia Islam, tetapi dari Eropa juga datang ke sini. Seperti Uskup Jairibir, yang kemudian menjadi Pastur Romawi dengan nama Silvester, tahun 999-1030 M, pernah menimba dan belajar di Universitas Qarawain setelah lulus dari Universitas Cordoba. [] HAR dari berbagai sumber

Sumber: Tabloid Mediaumat Edisi 153
Continue Reading

Pacaran Itu Haram Dalam Islam. Ini 10 Cara Jitu untuk Menolak Ajakan Pacaran

 Ilustrasi. (Foto : kotawisataindonesia.com)

Ada beberapa akhwat yang berani berkata “NO” bahkan sebelum sang lelaki berani melangkahkan kaki. Iman mereka begitu menghujam bumi. Bahkan angin cinta monyetpun tak mampu menggoyah keyakinan mereka. Tapi ada juga akhwat yang maju-mundur. Ini adalah tipikal akhwat yang sempat berfikir “Aduh.. terima gak ya.. dia kan sholeh.. ganteng lagi!”. Nah, untuk mereka-mereka inilah tulisan ini mimin buat. Semoga bisa membantu.

Oya, penulis berusaha keras agar 10 solusi ini bersifat Islami. Alias tidak memberi harapan kosong. Kalau enggak ya enggak. Jangan bilangnya “Abis lulus SMA aja pacarannya..” atau jenis harkos-harkos lainnya. Ingat, Pacaran itu mendekati zina di abad 21.
Cara nolak ini terbagi atas 4 Level : SOFT, MEDIUM, HARD dan COUNTER ATTACK. Gunakan secara bijak ya, sesuai kebutuhan. 😀

LEVEL SOFT

1. Katakan : “Saya bukan akhwat yang mencari jodoh dengan pacaran”

Ilustrasi. (Foto : catatanhikmah.wordpress.com)
Jujur aja. Dalam Islam jodoh tidak dicari lewat pacaran. Jodoh dicari lewat perkenalan dan komitmen untuk membangun rumah tangga. Cara mengetahui komitmen adalah saling terbuka satu sama lain. Kalau cocok lanjut, kalau tidak cocok maka tak perlu berkomunikasi lebih jauh. Banyak saudara kita yang menamainya taaruf.

2. Katakan : “Saya diminta orang tua untuk tidak berpacaran”

Nah, kalau jurus yang ini melibatkan kekuatan orang tua. Siapa tahu si tersangka adalah orang yang menghormati orang tua. Dengan menjelaskan keinginan orang tua dan ekspektasinya selama sekolah diharap hal itu akan menyurutkan langkah si cowok dan malu mendekati akhwat yang taat pada orang tua.

3. Katakan : “ Saya manusia lemah, pacaran hanya akan membuatmu semakin lemah”

Ini menggunakan trik psikologi. Namanya rendah hati. Kebanyakan lelaki mencari pacar hanya untuk kesenangan atau mengejar gengsi. Sampaikan bahwa kita tidak butuh gengsi. Sebagai makhluk yang lemah, kita bisa jadi menyusahkan orang lain, Apalagi dengan pacaran. Status gak jelas, makin nambah susah aja deh.
Gunakan 3 jurus di atas untuk lelaki penembak yang rada alim. Berdoalah agar dia mengurungkan niatnya dan kembali ke jalan yang benar.

LEVEL MEDIUM

Bagaimana dengan tukang tembak yang terus maju? Biasanya lelaki ini sulit menyerah dan akan mencari-cari alasan yang bisa mematahkan ketiga argumen di atas. Jurus gombal gembel dipakai untuk memuluskan langkah. Jika IYA,  Lanjutlah dengan menggunakan gaya menolak level MEDIUM :

4. Katakan : “Saya lebih mencintai Allah. Dan Allah benci jika saya mendekati Zina. Lupakan berpacaran dengan saya”

Ini menunjukkan jati diri kamu sebagai akhwat yang taat pada Allah sekaligus membenci kemunkaran. Beri penekanan bahwa pacaran itu adalah sesuatu yang amat Allah benci. Aktivitasnya sangat Allah tidak sukai, begitupun para pelakunya. Pacaran hanya akan membawa pada kemaksiatan dan kesia-siaan.

5. Katakan ; “Pacaran adalah budaya barat. Itu tidak ada dalam Islam”

Rasulullah pernah bersabda, bahwa barangsiapa yang mengikuti ritual suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut. Pacaran bukanlah budaya Islam. Dia budaya barat yang mengagungkan kebebasan tanpa ada aturan mengikat. Coba direnungi. Pacaran ada aturannya gak? Gak ada. Jadi, sampaikan padanya bahwa kamu gak suka melakukan sesuatu yang tidak ada aturan di dalamnya.

6. Katakan : “Pacaran berbeda dengan menikah. Menikah itu berkomitmen membangun rumah tangga. Pacaran tidak ada komitmen apa-apa selain setia”

Semua kegiatan kita haruslah jelas mau dibawa kemana. Coba tanyakan tersangka. Dia mau bawa kegiatan pacaran ke arah mana. Kalau jawabannya “Ya, kita jalani aja”, berarti kalau pacaran membawa ke kemaksiatan maka aturannya : “Ya, kita jalani aja”. Yaiikss…!

LEVEL HARD

Gunakan cara ini kalau memang tersangka itu sudah terkena virus GCBMH (Gila Cinta Buta Mata Hati). Sesuatu yang keterlaluan harus dicegah dengan tegas.

7. Katakan : “Kita ini udah temenan baik.. kalau saya bilang enggak ya enggak. Kalo maksa, mending gak temenan sekalian”

Wooww… ini namanya AKPER alias Akhwat Perkasa. Pasang muka judes biar dramatis. Berteman dengan lawan jenis itu seperti main samurai. Bagus kalau dijaga batas-batasnya. Mematikan kalau dipakai seenaknya. Daripada resiko mening gak usah temenan sekalian. Anggap aja kenalan ketemu di facebook. Gak lebih deket dari itu.

8. Katakan : “Pacaran itu mendekati zina. Zina itu haram, Mendekatinya juga haram”

Sampaikan pemahaman tentang zina dan terlarangnya manusia mendekati zina. Pacaran itu awalnya hanya bicara-becanda. Setelah itu bicara-becanda-berdua. Setelah itu bicara-bercanda-berdua-berdekatan. Setelah itu bicara-becanda-berdua-berdekatan-berpegangan. Setelah itu bicara-becanda-berdua-berdekatan-berpegangan-berpelukan. Setelah itu bicara-becanda-berdua-berdekatan-berpegangan-berpelukan-berciuman. Setelah itu bicara-bercanda-berdua-berdekatan-berpegangan-berpelukan-berciuman-buka-bukaan. Lalu fatalnya adalah bicara-bercanda-berdua-berdekatan-berpegangan-berpelukan-berciuman-buka-bukaan-BERZINA. Hooeeekkkk..!!

9. Katakan : “Mana ada Pacaran membawa pelakunya ke Surga?? Semua yang pacaran kalau mati di tengah jalan pasti masuk neraka!!”

Beneran Sis. Renungi deh hadits ini :
“Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya” (Hadits Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).
Menyentuh aja lebih buruk dari kepala yang ditusuk besi. Kalau full package dengan pacaran satu set :
bicara-bercanda-berdua-berdekatan-berpegangan-berpelukan-berciuman-buka-bukaan-BERZINA
kayak gimana tuh siksaannya di akhirat?

LEVEL BONUS : COUNTER ATTACK

Khusus level 10 ini mimin gak nganjurin untuk ditolak dan jadi-temen-biasa-aja-ya. Justru ajakan dia harus “diluruskan”. Caranya? Ajak dia untuk MENIKAHIMU.

10. Katakan : “Kamu gak gentle banget sih? Kalau berani datangi orang tuaku dan NIKAHI AKU”

Tsaahh….! Ini baru namanya solusi islami jika antar lawan jenis memiliki riak-riak cinta. Jadikan ia berkah dengan melakukan sunnahnya : MENIKAH!
Lihat wajah tersangka ketika kamu mengatakan itu. Jika wajahnya takut dan kaget, berarti dia hanya mau main – main sama kamu. Gak ada keseriusan. Gak usah diladenin lagi lelaki seperti itu. Menikah yang jelas – jelas membawa pelakunya ke surga malah takut, sementara pacaran yang menggiring pelakunya ke neraka dia malah berani. Udah gila kayaknya tuh lelaki.
Punya jurus – jurus lain Sis? boleh tambahin di kolom komentar. [Akhwatmuslimah.com]

Sumber : youth.itsar.org
Continue Reading

Untuk Anjing Romawi...

 

Maaf judulnya kurang nyaman didengar. Mungkin karena posisi kita tidak sedang berhadapan dengan musuh. Atau merasa tidak sedang berhadapan.

Kalimat di atas bukan kalimat saya. Hanya nukilan dari sebuah surat. Dari orang besar dalam sejarah Islam yang menunjukkan izzah(kemuliaan dan harga diri) muslim.

Kisahnya ada di masa Harun Ar Rasyid. Saat dia memerintah Dinasti Bani Abbasiyah dengan cemerlang untuk kebesaran Islam dan muslimin, Romawi dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Reny.

Kekuatan muslimin di bawah kepemimpinan Harun Ar Rasyid sangat luar biasa. Kekuatan itu memaksa Romawi yang diwakili oleh Rajanya Reny meminta damai dan siap membayar jizyah tahunan mulai tahun 181 H / 797 M. Reny terus setia membayar setiap tahun ke kekhilafahan.

Hingga Reny meninggal tahun 186 H / 802 M. Penggantinya adalah mantan pejabat di Romawi yang bernama Naqfur. Naqfur sangat percaya diri karena didukung oleh semua pihak. Kepercayaan diri itu membuatnya nekad mengirim surat kepada Harun Ar Rasyid. Berikut bunyi suratnya,

Dari Naqfur Raja Romawi

Untuk Raja Arab
Sesungguhnya raja sebelum saya memposisikan anda sebagai raja (dalam catur) dan memposisikan dirinya sebagai prajurit, maka ia pun mengirimkan kepada anda hartanya dalam jumlah banyak. Itu dikarenakan kelemahan dan kebodohanya sebagai wanita. Jika anda telah membaca suratku ini, maka kembalikan semua hartanya yang telah anda terima dan tebuslah dirimu. Kalau tidak, pedang di antara kami dan anda.

Membaca surat tersebut, mencuatlah kemarahan Harun Ar Rasyid hingga tak ada satupun orang yang berani melihat wajahnya. Para stafnya bahkan bubar dari ruangannya karena takut. Begitu marahnya.
Harun Ar Rasyid pun meminta pena dan kertas. Dia menulis,

Bismillahirrahmanirrahim
Dari Harun Ar Rasyid Amirul Mu’minin
Untuk Naqfur anjing Romawi
Aku telah membaca suratmu, hai anak wanita kafir. Jawaban saya adalah apa yang akan anda lihat bukan apa yang anda dengar.

Harun Ar Rasyid kemudian menyiapkan pasukan dengan dia pimpin langsung. Yang dituju adalah Kota Hirqalah (dekat Konstantinopel).

Pertempuran pun terjadi. Dan muslimin mendapatkan kemenangan gemilang. Naqfur ketakutan dan segera minta damai dengan bersedia membayar kembali jizyah tahunan kepada muslimin. Jumlah yang harus dia bayar setiap tahun adalah 300.000 Dinar.

Selanjutnya Naqfur kembali mencoba ‘peruntungan’ dengan cara mengingkari kesepakatan tersebut. Maka, kembali Harun Ar Rasyid mengirimkan pasukan. Dan hasilnya lebih dahsyat lagi. Kekalahan Romawi, bayar jizyah tahunan dan ditambah melepaskan seluruh tawanan muslimin di Romawi. (Lihat: Tarikh Al Islam dan Siyar A’lam An Nubala’, keduanya karya Adz Dzahabi)

Inilah kisah sejarah Islam. Saat muslimin masih dekat dengan syariat Allah. Kemuliaan, harga diri, kehormatan, kekuatan. Hingga musuh tidak punya pilihan bahkan sekadar untuk mengancam. Tak pernah boleh ada yang mengganggu aqidah dan kehidupan muslimin.
Karena hanya Islam yang jika berkuasa, mampu menegakkan keadilan.

Duhai apakah masa lalu itu akan kembali
Sesungguhnya aku mengakui kerinduanku pada masa itu
Kita pernah membangun sekian lama kerajaan di bumi ini
Yang ditopang oleh generasi muda yang bergairah dan bercita tinggi (Hasyim Ar Rifa’i)

Saat itulah, keluarga-keluarga muslim berlomba melahirkan generasi sebanyak dan sehebat mungkin. Saat itulah, hampir tak ada orangtua yang khawatir peradaban kafir mempengaruhi anak-anak mereka. Saat itulah, yang ada adalah mempengaruhi dan mengarahkan dunia.

Inilah kisah izzah muslimin. Dan masih banyak sekali kisah-kisah semisal ini.
Generasi penuh izzah.
Bukan generasi imma’ah

Sumber
Continue Reading

Kepentingan ‪#‎Penjajahan‬ Di Balik Kedatangan David ‪#‎Cameron‬




Kunjungan David Cameron Menegaskan Indonesia Akan Terus Melayani Pihak Asing

Perdana Menteri Ingggris David Cameron melakukan kunjungannya yang pertama ke luar negeri, dan menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pertama. Tentu ada yang istimewa mengapa negara-negara Barat seperti AS dan Inggris menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi oleh pejabat penting bahkan kepala pemerintahan seperti David Cameron.

Sebagaimana dilansir media massa, PM Inggris David Cameron membawa dua agenda utama; misi perdagangan dan operasi kontra-terorism
e. Kedua misi ini memiliki nilai penting bagi pemerintahan Cameron dan peran Inggris di kawasan Asia. Cameron menyertakan dalam rombongannya satu sejumlah pejabat dan 30 perusahaan Inggris ke Indonesia, seperti Airbus Group UK, Rolls-Royce, Wessington Cryogenics, EarthPort, dan Surrey Satellite Technology.

Cameron memilih Jakarta sebagai tempat pertama karena kawasan ini merupakan pusat dari ASEAN. Secara tidak langsung Cameron ining mengirimkan pesan kepada Uni Eropa bahwa nilai perdagangan dengan 10 anggota ASEAN harus ditingkatkan dan dipercepat.

Sebagaimana dilansir situs The Guardian nilai perdagangan dua blok ini akan memiliki keuntungan potensial bagi Inggris sebesar 3 miliar poundsterling pertahun – atau senilai 120 bagi setiap rumah tangga di Inggris — dengan melakukan pendekatan pada kawasan bebas perdagangan di dunia yang memiliki GDP lebih dari 20 triliun dolar. Cameron frustasi bahwa Australia, Jepang dan Cina telah lebih dulu meraup keuntungan perdagangan bebas di kawasan ASEAN.

“Lebih dari 20 tahun, 90% pertumbuhan global diharapkan datang dari luar Eropa, dan Inggris harus siap mengambil langkah lebih maju,” canang Cameron sebelum memulai kunjungannya. Ia pun memasang target untuk meningkatkan ekspor Inggris hingga 1 triliun poundsterling pertahun bagi 100 ribu lebih perusahaan eksportir Inggris pada tahun 2020, dan kawasan ASEAN adalah pasar potensial bagi para pengusaha Inggris.

Untuk itu misi dalam kunjungannya Cameron ini adalah melakukan penawaran senilai lebih dari £ 750 juta menciptakan 270 lapangan kerja baru di Inggris harus terwujud pekan ini.

Negara-negara Eropa memang harus bekerja keras menyelamatkan perekonomian mereka pasca kolapsnya perekonomian Yunani, dan mulai terlihat limbungnya perekonomian Cina. Dengan model perekonomian liberal yang saling terkoneksi keruntuhan perekonomian di satu negara berdampak luas sistem perekonomian global.

Di dalam negeri Cameron juga terus mendapat tekanan dari Partai Buruh karena dianggap lamban dalam menciptakan perekonomian yang kondusif. Oleh karena itu kunjungan kerja ke Indonesia menjadi sangat penting bagi Inggris dan pemerintahan Cameron. Di satu sisi berusaha mencari ‘daerah jajahan baru’ bagi para pengusaha mereka sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga mereka, di sisi lain meningkatkan persaingan dengan negara-negara lain seperti Cina, Australia dan Korea Selatan.

Bila Inggris sudah demikian siap untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar dan kawasan investasi mereka, lalu apa yang Indonesia dapat dari kerjasama ekonomi mereka dengan Inggris?

Bila tawaran yang dibawa Cameron diterima begitu saja sepintas akan meningkatkan perekonomian di tanah air; investasi meningkat, lapangan kerja terbuka, roda perekonomian bergulir. Akan tetapi bukan kaum pribumi yang menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Seperti yang sudah-sudah, rakyat hanya menjadi pekerja dan konsumen belaka. Sungguh tidak sepadan dengan keuntungan yang bakal dikeruk pemerintah Inggris.

Sebagai contoh, dengan alasan untuk meningkatkan devisa dari sektor pariwisata, pemerintah Indonesia membebaskan visa ke sejumlah kawasan di tanah air bagi turis asal Inggris, namun yang sebaliknya justru tidak diberikan pemerintah Inggris kepada warga Indonesia yang berkunjung ke Inggris.

Inggris juga mendapat keuntungan dengan akan diberlakukannya pasar bebas ASEAN, akan tetapi Indonesia masih kesulitan untuk mendapatkan keringanan bea masuk bagi produk ekspor ke Inggris. Dalam pertemuan kemarin Presiden Jokowi kembali meminta Cameron untuk memberikan keringanan bagi sejumlah produk ekspor RI seperti perikanan, kopi, dll.

Misi lain yang diusung Cameron adalah program kontra-terorisme. Untuk itu Cameron membuang rasa malunya dengan memuji-muji keberhasilan Indonesia dalam menangani kelompok ekstrimis. Bahkan mereka mengatakan ingin belajar kepada Indonesia tentang hal itu. Padahal Inggris adalah pelopor perang melawan terorisme (baca: Islam) bersama Amerika Serikat.

Inggris mengirim pasukan bersama AS untuk membunuhi jutaan warga muslim di Irak, Afghanistan dan Pakistan, yang belum tentu bersalah dengan dalih memerangi kaum ekstrimis. Di dalam negeri Inggris membuat kebijakan memata-matai warga muslim dengan dalih mencegah aksi terorisme.

Pujian Inggris kepada pemerintah Indonesia sekedar jilatan agar Indonesia terus mendukung kebijakan kontra-terorisme terhadap umat Muslim. Sambil mereka pura-pura lupa bahwa merekalah yang telah menciptakan teror besar bagi jutaan muslim di kawasan Timur Tengah. Inggrislah negara yang menjadi bidan kelahiran Israel yang menyebabkan jutaan warga Palestina terusir untuk kemudian mengalami pembantaian demi pembantaian. Inggris juga berdiam diri atas setiap aksi brutal yang dilakukan militer Israel terhadap warga Palestina. Tapi sekarang mereka berdiri sebagai polisi pemberantas teroris, padahal merekalah otak dari terorisme tersebut.

Pujian itu juga menunjukkan hipokritnya pemerintah Cameron terhadap operasi kontra-terorisme. Pujian itu diberikan justru ketika umat Muslim di Indonesia masih trauma dengan serangan kaum separatis radikal Kristen Tolikara Papua terhadap warga muslim yang tengah melaksanakan shalat Ied. Namun Cameron seperti menutup mata akan peristiwa tersebut. Ia tak menyebut aksi tersebut sebagai tindakan ekstrimisme apalagi teror. Karena bagi Cameron dan para pemimpin Barat, juga para agen-agen mereka, hanya kaum muslimin-lah yang layak dilabeli ekstrimis dan teroris. Selain itu tidak sebrutal apapun tindakan mereka.

Inilah realita pemerintah Inggris dan David Cameron yang semestinya dipahami oleh kaum muslimin di tanah air. Mereka datang bukan untuk mengulurkan bantuan, tapi untuk mengunci posisi Indonesia agar tetap menjadi pelayan mereka. [IJ – LS DPP HTI]

Sumber
Continue Reading

Rabu, 29 Juli 2015

10 Istilah dalam Islam yang Sering Disalahpahami Orang Zaman Sekarang (Termasuk Anda)

istilah-Islam-sering-disalahpahami-orang-zaman-sekarang

Ada beberapa istilah dalam Islam yang kerap sekali keliru ataupun kurang tepat digunakan, oleh orang zaman sekarang. Sehingga maknanya tergeser dari yang sebetulnya. Saya khawatir ini akan berdampak kurang baik pada kekayaan kita sebagai seorang muslim yang sangat berharga, yakni kekayaan khazanah tsaqafah Islam.
Maka dari itu, haruslah kita pahami makna yang sebenarnya. Nah, apa saja 9 istilah itu? Berikut ini dia..

1. Infaq

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata infaq?
Kebanyakan orang, memahami bahwa infaq itu adalah ngeluarin duit ke kotak infaq di Mesjid-Mesjid gitu, atau di kotak-kotak kencleng gitu.
Hmm.. Sayang sekali.. makna infaq telah menyempit seperti itu..
Sejatinya, kata infaq adalah kata serapan dari bahasa Arab: al-infâq. Kata al-infâq adalah mashdar (gerund) dari kata anfaqa–yunfiqu–infâq[an]. Kata anfaqa sendiri merupakan kata bentukan; asalnya nafaqa–yanfuqu–nafâq[an] yang artinya: nafada (habis), faniya (hilang/lenyap), naqasha (berkurang), qalla (sedikit), dzahaba (pergi), kharaja (keluar).
Karena itu, kata al-infâq secara bahasa bisa berarti infâd (menghabiskan), ifnâ’ (pelenyapan/pemunahan), taqlîl (pengurangan), idzhâb (menyingkirkan) atau ikhrâj (pengeluaran).
Al-Quran menyebutkan kata anfaqa dan bentukannya sebanyak 72 kali. Semuanya menggunakan makna bahasa di atas. Yang dominan adalah makna pembelanjaan harta.
Jadi, sekiranya Anda punya harta, terus Anda keluarkan untuk dibelikan sesuatu yang habis pakai, itu namanya infaq. Simpelnya: Mengeluarkan harta = meng-infaq-kan harta. Terlepas untuk apa dan apakah hukum pengeluaran harta tersebut wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram.
Jadi bukan berarti meng-infaq-kan harta itu hukumnya sunah, terus Anda dapet pahala.. Tergantung meng-infaq-kan hartanya itu untuk apa dulu..
Agar Anda lebih paham, silahkan simak gambar berikut ini, yang saya kutip dari slide power point materi At-Tasharruf fil-milkiyah.
Got it?

2. Jihad

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata jihad?
Kebanyakan orang, memahami bahwa jihad itu adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, atau bersungguh-sungguh saat bekerja di Kantor. Jadi nanti kalau anak-anak rajin belajar ke Sekolah, itu namanya mereka sedang berjihad. Mereka mujahid. Pun nanti kalau seorang suami atau ayah semangat kerja, itu namanya beliau sedang berjihad. Beliau mujahid.
Hmm.. Sayang sekali.. makna jihad telah disalahpahami seperti itu..
Jihad menurut pengertian bahasa (lughah) artinya adalah mengerahkan segenap kemampuan (badzlul wus’i). Bersungguh-sungguh gitulah..
Adapun menurut syariah, pengertian jihad adalah berperang di jalan Allah Swt dan semua hal yang berhubungan dengannya.
Sebab, kata jihad memiliki makna syar’iy, dimana, makna ini harus diutamakan di atas makna-makna yang lain (makna lughawiy dan ‘urfiy).
Lebih lengkapnya, Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani dalam kitabnya Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyyah, 2/145, menjelaskan bahwa “Jihad adalah mengerahkan segenap kemampuan dalam perang di jalan Allah, baik secara langsung berperang, maupun dengan memberikan bantuan untuk perang, misalnya bantuan berupa harta, pendapat, memperbanyak pasukan perang, dan lain-lain.”
Kalau infaq harta tidak terkait dengan perang secara langsung, seperti halnya menyantuni fakir miskin dan anak yatim, membantu korban bencana alam, membangun lembaga keuangan syariah, memberi beasiswa, dan sebagainya, itu nggak bisa kita sebut jihad menurut pengertian syariah.
Kalau pemberian pendapat tidak terkait dengan perang secara langsung, seperti halnya menulis kitab fiqih, tafsir, hadits, dan sebagainya, maka itu nggak bisa kita sebut jihad dalam pengertian syariah.
Selain itu, barangkali nanti Anda bisa menyimak juga pengertian jihad menurut para ulama-ulama lainnya.
Lagipula memang banyak istilah yang biasanya punya makna secara bahasa, dan makna secara istilah. Seperti misalnya sholat itu artinya do'a. Tapi kalau kita dengerin musik nasyid yang liriknya ada do'a-do'a, maka kita tak bisa katakan dengan begitu kita sudah sholat. Nggak bisa begitu..
Seperti misalnya zakat itu artinya mensucikan. Kalau kita nyuci baju di kamar mandi, atau nyuci piring di wastafel, maka kita tak bisa katakan dengan begitu kita sudah berzakat. Nggak bisa begitu..
Kita dikatakan sudah sholat dan zakat, bila kita memang telah mengamalkan sholat dan zakat sebagaimana definisinya secara istilah syar'i.
Demikian pula soal jihad. Kita dikatakan telah berjihad, sebagai seorang mujahid, bila kita berperang melawan kaum kafir.

3. Jilbab

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata jilbab?
Kebanyakan orang, memahami bahwa jilbab itu adalah kerudung yang biasa dipakai oleh perempuan-perempuan.
Sayang sekali.. makna jilbab telah disalahpahami seperti itu..
Sejatinya, kerudung itu nama lainnya adalah khimar. Sedangkan jilbab, adalah pakaian yang diulurkan dari atas sampai bawah sampai menyentuh tanah (contohnya: gamis).
Makanya Aisyah pernah berkata, “Seorang wanita ketika menunaikan shalat harus mengenakan tiga pakaian, yaitu baju, jilbab, dan khimar. Adalah Aisyah pernah shalat dengan memanjangkan kain sarungnya untuk dia jadikan ...jilbab.” [Atsar diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (VIII : 71) dengan sanad shahih dan para perawinya biasa dipakai oleh Muslim]
Jadi, biasanya seorang muslimah itu mengenakan baju kaos dan celana jeans di Rumahnya. Ketika dia hendak ke luar Rumah, dia mengenakan jilbab (contoh: gamis), dan mengenakan khimar (kerudung). Tapi kaos dan jeans-nya tetap dipakai sebagai dalaman. Di-double gitu.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.".”

[QS. al-Ahzab (33): 59]
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Janganlah mereka menampakkan perhiasan-nya, kecuali yang (biasa) tampak pada dirinya. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.”

[QS. an-Nur (24): 31]
Lihat.. di ayat pertama di atas, ada kata jalaabiibihinna, untuk diulurkan ke seluruh tubuhnya. Makanya, jilbab itu pakaian yang diulurkan dari atas sampai bawah sampai menyentuh tanah (contohnya: gamis).

Kemudian di ayat kedua di atas, ada kata bikhumurihinna untuk menutupi juyuub (wajah), hingga menutupi dadanya. Makanya, khimar itu kerudung.

Hijab Syar'i


Got it?

4. Mubadzir

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata mubadzir?
Kebanyakan orang, memahami bahwa mubadzir itu adalah perbuatan boros. Misalnya kalau seseorang sering makan daging terus setiap hari, 30 kali sebulan. Jajan terus tiap hari, beli 100 baju, punya 4 handphone, punya 5 mobil, yang mana sebagian besar barangnya itu dianggurin. Atau bisa juga kalau misalnya ada sisa makanan tapi nggak dimakan, malah dibuang. Bisa juga benda lain yang bisa digunakan, tapi tidak digunakan. Yang begitu biasa disebut mubadzir.
Sayang sekali.. makna mubadzir telah disalahpahami seperti itu..
Sejatinya, mubadzir itu artinya orang yang melakukan tabdzir. Sedangkan tabdzir itu artinya boros yang haram. Seperti misalnya ngeluarin duitnya buat beli daging babi, miras, suap, menyewa pelacur, dan sebagainya.

Jadi, dalam Islam, boros itu ada dua. Ada boros yang makruh, dan ada boros yang haram.

Kalau boros yang makruh, namanya idha'atul maal. Dia suka ngeluarin duit buat sesuatu yang kurang penting. Biasanya buat ngemil berlebihan, gengsi, dan sebagainya.

Kalau boros yang haram, yah itu tadi, namanya tabdzir. Pelakunya disebut mubadzir. Istilah khusus untuk siapa yang ngeluarin duit buat beli barang atau jasa yang hukumnya haram. Simpelnya, ngeluarin duit buat maksiat. Terlepas apakah nominalnya kecil cuman Rp5.000 aja, atau besar sampai berjuta-juta. Pokoknya siapa yang ngeluarin duit buat maksiat, berarti dia itu mubadzir.

Got it?


5. Muhrim

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata muhrim?
Kebanyakan orang, memahami bahwa muhrim itu adalah lawan jenis yang haram dinikahi. Seperti misalnya ibu, adik, dan seterusnya. Biasa dipakai untuk mengingatkan bahwa kita tidak boleh asal-asal berinteraksi kepada yang bukan muhrim. Seperti misalnya berdua-duaan, bahkan hingga bersentuhan kulit. Tidak boleh laki-laki berromantis dengan seorang perempuan yang bukan muhrimnya, bila tak ada akad nikah diantara mereka.
Sayang sekali.. makna muhrim telah disalahpahami seperti itu..

Sejatinya, muhrim itu artinya adalah orang yang melakukan ihram. Sedangkan ihram itu adalah keadaan seseorang yang telah beniat untuk melaksanakan ibadah haji dan atau umrah.
  • Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya lagi diselendangkan.
  • Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat). Warna pakaian ihram disunatkan putih.
Itu soal muhrim yang sebetulnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan orang yang haram dinikahi sebelumnya, itu istilahnya adalah mahram.

Banyak orang ketuker antara "muhrim" dengan "mahram", hehehe..
Nah, begitulah...

Got it?

6. Berkah

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata berkah?

Soal berkah ini, terkadang masih rancu menurut banyak orang. Tidak jelas penggunaannya dalam cakupan apa saja, dan batasannya apa. Makanya pun penggunaannya asal-asal saja..

Bahkan yang lebih mengerikannya, tatkala ada seseorang yang katanya guru agama, kemudian yang katanya guru agama tersebut makan nasi pakai tangan, lalu seusai makan tersebut, dia mengobok-obokkan tangannya ke dalam mangkuk berisi air, terus para santrinya berbondong-bondong meminum air bekas kobokan seseorang yang katanya tadi guru itu. Nah, itu katanya berkah.. Iiih, jorok amat.. -_-

Dalam Kamus Al-Munawwir, menurut bahasa barakah artinya adalah nikmat. Sedangkan secara istilah, Imam Al-Ghazali menjelaskan dalam Ensiklopedia Tasawuf, definisi berkah adalah ziyadatul khair. Yakni, bertambah-tambahnya kebaikan.

Contohnya:
  • Bila disebut harta yang berkah, adalah harta yang tidak membuat kita jadi lalai bertaqwa kepada Allah. Melainkan harta yang didapat dan dikeluarkan dengan jalan yang halal.
  • Bila disebut ilmu yang berkah, adalah ilmu yang tidak membuat kita menjadi sombong dan suka merendahkan orang lain. Melainkan imu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Got it?

7. Silaturahim

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata silaturahim?

Kebanyakan orang, memahami bahwa silaturahim itu artinya berkunjung menemui satu atau beberapa orang kemudian berinteraksi dengannya. Ntah itu keluarga, teman, saudara, atau siapa saja, meskipun belum kenal, siapa saja.. Aktivitasnya pun bisa berupa sekadar ngobrol, sambil jalan, sambil makan, atau yang lainnya.

Sebetulnya, pemahaman seperti itu kurang tepat...
Silaturahmi konteksnya adalah menjaga hubungan baik dengan kerabat yang berstatus mahram (rahim mahram), seperti ibu, adik/kakak kandung, anak, bibi dari ibu. Bukan kerabat non-mahram (rahim ghayr mahram), seperti anak perempuan paman (saudara ayah). Apalagi teman sekelas atau teman sekantor! :P

Islam membedakan antara menjaga hubungan baik pada dzawu al-arhâm (mereka yang mempunyai hubungan mahram), dengan menjaga hubungan baik pada dzawul al-irts (mereka yang berhak menjadi ahli waris).

Menjaga hubungan baik dengan dzawu al-arhâm inilah yang disebut silaturahmi (sillah ar-rahm). Adapun menjaga hubungan baik dengan dzawul al-irts tidak disebut sillah ar-rahm, melainkan sillah al-aqârib.

Emangnya, harus dibeda-bedin gitu ya? Iya, soalnya, hukumnya berbeda. Sillah ar-rahm itu hukumnya wajib, dan memutuskannya haram. Adapun sillah al-aqârib itu hukumnya sunah.

Got it?

8. Bid'ah

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata bid'ah?

Kebanyakan orang, sebetulnya masih bingung. Tahlilan itu bid'ah, maulidan itu bid'ah, shalawatan itu bid'ah, adzan di tempat lain itu bid'ah, bahkan ada bisa-bisa memakai batik dan celana jeans juga bid'ah. Dan bahkan tsaqafah asing yang lahir dari ideologi kapitalisme dan sosialisme, itu juga disebut bid'ah.

Sungguh disayangkan bila persoalan bid'ah ini masih abu-abu.. Karena konsekuensi dari bid'ah adalah kesesatan.. dan setiap yang sesat tempatnya adalah di Neraka.. Hiii naudzubillahimindzalik.. Masak sesama muslim seneng kalau saudaranya sendiri masuk Neraka.. Maka dari itu, haruslah ada standart dan indikator yang jelas, bid'ah itu mencakup fakta apa saja, dan terbatas pada apa.

Sejatinya, bid’ah adalah menyalahi perintah Allah sebagai asy-Syâri’ yang dinyatakan tatacara penunaiannya (kaifiyah-nya).
Bid’ah secara bahasa seperti dicantumkan di Lisân al-‘Arab: al-mubtadi’ alladzî ya’tî amran ‘alâ syubhin lam yakun … -orang yang melakukan bid’ah adalah orang yang mendatangkan perkara pada gambaran yang belum ada … wa abda’ta asy-syay’a: ikhtara’tahu lâ ‘alâ mitsâlin –anda melakukan bid’ah: Anda melakukan inovasi tidak menurut contohnya”.

Bid’ah itu secara istilah juga demikian. Artinya di situ ada “contoh” yang dilakukan oleh Rasulullah saw dan seorang muslim melakukan yang menyalahinya. Ini berarti menyalahi tata cara syar’iy yang telah dijelaskan oleh syara’ untuk menunaikan perintah syara’.

Berarti, contoh faktanya:
  • Siapa yang sujud tiga kali dalam sholatnya dan bukannya dua kali, maka dia telah melakukan bid’ah. Sebab dia menyalahi perbuatan Rasul saw.
  • Siapa yang melempar jumrah delapan kali lemparan, bukan tujuh lemparan, ke Jamarât Mina maka dia telah melakukan bid’ah. Sebab ia juga menyalahi perbuatan Rasul saw.
  • Siapa yang menambah lafazh adzan atau menguranginya maka ia telah melakukan bid’ah. Sebab ia menyalahi adzan yang ditetapkan oleh Rasulullah saw…
Sedangkan menyalahi perintah syara’ yang tidak dinyatakan tatacaranya, maka itu masuk dalam bab hukum syara’. Maka dari itu, penyalahan tersebut:
  • Disebut itu adalah haram atau makruh, kalau itu merupakan khithab taklif.
  • Disebut batil atau fasad, kalau itu merupakan khithab wadh’i.
Kata kuncinya, menyalahi kaifiyah. Kalau menurut saya pribadi, biasanya bid'ah itu ada pada syariat habluminallah (ubudiyyah).

Nah, begitulah...

Got it?

9. Khalifah

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata Khalifah?
Sebagian orang, memahami bahwa Khalifah itu adalah pemimpin di suatu negeri. Kayak Presiden, atau Raja gitu. Seperti misalnya kalau di Indonesia, Khalifahnya pada tahun 2014-2015 ini adalah Pak Jokowi. Sedangkan Khalifah pada tahun 2004-2014 kemarin adalah Pak SBY. Bahkan bisa pula Khalifah itu adalah pemimpin Perusahaan, atau suatu organisasi.
Sayang sekali.. makna Khalifah telah menjadi sangat salah seperti itu..

Sejatinya, Khalifah adalah kepala negara dalam negara Islam bersistem Khilafah. Khalifah ini adalah seorang pemimpin terpilih yang mendapat otoritas kepemimpinan dari kaum Muslim, yang secara ikhlas memberikannya berdasarkan kontrak politik yang khas, yaitu bai’at.

Maka dari itu, ketahuilah, adalah beda antara Khalifah, Presiden, dan Raja. Pak SBY dan Pak Jokowi merupakan Presiden, bukan Khalifah.

Contoh fakta Khalifah:
  • 632-634 M - Khalifah Abu Bakar as-Siddiq
  • 634-644 M - Khalifah Umar Al-Khattab
  • 644-656 M - Khalifah Utsman bin Affan
  • 656-661 M - Khalifah Ali bin Abi Talib
  • 1922-1924 M - Khalifah Abd-ul-Mejid II
Indonesia merupakan negara republik bersistemkan ideologi (katanya) Pancasila (aslinya Kapitalisme), dengan dasar aqidah sekulerisme. Setiap kepala negara republik, punya kepala negara yang memiliki istilah khas, yakni Presiden. Jadi, jelaslah berbeda antara Khalifah dengan Presiden. Nggak bisa disamakan.

Silahkan simak gambar di bawah ini.


Hari ini, sedang tidak ada negara Islam Khilafah. Otomatis, kalau Khilafah nggak ada, yah berarti Khalifah nggak ada jugalah. Karena Khilafah telah runtuh pada tahun 1924 masehi. Dan insya Allah sedang proses untuk didirikan kembali..

Karena, Khilafah itu adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia. Khilafah bertanggung jawab menerapkan hukum Islam, dan menyampaikan risalah Islam ke seluruh muka bumi.

Nah, pada hari ini tidak ada fakta negara yang seperti itu. Indonesia bukan Khilafah. Termasuk, Saudi Arabia hari ini bukanlah Khilafah. Juga, ISIS bukanlah Khilafah.
Got it?


10. Akhlak

Apa yang terbayang di pikiran Anda, ketika mendengar kata akhlak?
Kebanyakan orang hari ini, memahami bahwa akhlak itu artinya hanya sekadar sifat ramah dan sopan santun. Sehingga, anehnya bisa pula ada istilah orang Kristen, Budha, Sinto, dan beragama lainnya yang akhlaknya bagus. 
Sayang sekali.. makna akhlak telah menyempit seperti itu..

Sejatinya, akhlak itu bagian dari hukum syara'. Iya, akhlak itu yah hukum syara'. Siapa yang senantiasa melakukan yang halal, apalagi bila dia istiqamah pada yang wajib dan giat pada yang sunnah, maka dia orang yang berakhlak bagus. Sebaliknya, bila ia senantiasa melakukan yang haram, meninggalkan yang wajib, berarti dia orang yang tidak berakhlak.

Maka dari itu, bagaimana mungkin orang yang tidak beraqidah Islam, bisa berakhlak baik?

Agar Anda semakin paham, perlu Anda ketahui, bahwa Islam didefinisikan sebagai agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yang mengatur hubungan manusia dengan Khaliq-nya, dirinya, dan dengan sesamanya.
  • Hubungan manusia dengan Khaliq-nya, tercakup dalam aqidah dan ibadah.
  • Hubungan manusia dengan dirinya sendiri, tercakup dalam akhlak, makanan/minuman, dan pakaian.
  • Hubungan manusia dengan sesamanya, tercakup dalam mu’amalat dan uqubat.
Syariat Islam telah merinci sistem peraturannya. Ada peraturan ibadah, mu’amalat, dan uqubat. Tapi, syariat Islam nggak menjadikan akhlak sebagai bagian khusus yang terpisah.

Meskipun demikian syariat Islam telah mengatur hukum-hukum akhlak berdasarkan suatu anggapan bahwa akhlak adalah perintah dan larangan Allah SWT, tanpa melihat lagi apakah akhlak mesti diberi perhatian khusus yang dapat melebihi hukum-hukum atau ajaran Islam lainnya.

Akhlak adalah bagian dari rincian hukum-hukum. Bahkan porsinya paling sedikit dibandingkan rincian lainnya. Dalam fiqih tidak dibuat satu bab pun yang khusus membahas akhlak.

Karena itu, dalam buku-buku fiqih yang mencakup hukum-hukum syara’ tidak ditemukan satu bab khusus dengan sebutan bab akhlak. Para fuqaha dan mujtahidin tidak menitikberatkan pembahasan dan pengambilan hukum dalam perkara akhlak.

Got it?

Begitulah...

Sebetulnya penjelasan dari tiap-tiap satu istilah di atas masih sangat ringkas. Bisa saja dibuat yang lebih lengkap pembahasan khususnya dalam satu artikel lain. Insya Allah, kalau ada kesempatan, saya coba buat..

Namun, sekiranya Anda bergegas ingin mendalaminya, barangkali saya dapat memberikan refrensinya ke Anda. Silahkan, layangkan saja permintaan tersebut via kotak komentar di bawah ini..

Terakhir, silahkan Anda sebarkan artikel ini. Harapannya, semoga kesalahpahaman-kesalahpahaman terhadap 10 istilah di atas yang ada pada orang zaman sekarang, bisa segera terperbaiki..

Wallahua'lam bishshawab..

Sumber Gambar
Continue Reading

Ini Alasan Cendekiawan Barat Memeluk Islam



TELAH kita ketahui bahwasanya Islam merupakan agama yang dipercaya memberikan jalan kebenaran dan keselamatan. Jika kita memegang dua pedoman di dalamnya, yakni Al-Quran dan Hadis maka keselamatan di dunia dan akhirat insha Allah akan kita peroleh. Dan kini, orang-orang yang memeluk agama Islam bukan saja hanya dari lahir, tapi orang-orang yang memang bukan berasal dari Islam pun tak sedikit yang memeluk Islam.

Cara mereka memeluk agama Islam ini cukup beragam. Hidayah yang mereka terima dari Allah SWT berbeda-beda. Tapi, kebanyakan di masa kini, mereka yang memeluk Islam bukan karena hasil usaha misi Islam. Para cendekiawan Barat misalnya, mereka memeluk Islam atas kesadaran sendiri. Apa sebabnya?

Umumnya di antara mereka (orang Barat) gemar membaca. Rupanya dengan membaca buku Islam dan nilai-nilai ajaran Islam di Al-Quran, mereka menemukan kebenaran. Banyak dari mereka yang terus mencari dan tidak puas dengan agama yang dianutnya. Mereka menjadi sadar dan mendapat kepuasan batin kemudian memeluk Islam.

Ada beberapa orang yang menceritakan beberapa alasan mengapa mereka memilih Islm. Di antaranya mereka berkata, “Saya mempelajari Islam dan saya yakin risalahnya benar. Muhammad sebagai utusan Allah dibuktikan kebenarannya. Kalau saja ia bohong, tentunya ada maksud-maksud tertentu yang hanya untuk kepentingan pribadi. Maksud mencari pengaruh, kekuasaan, harta dan lain-lain.”

Nabi Muhammad pernah ditawari menjadi raja, berkuasa tanpa bersusah payah, ditawari harta untuk menghentikan kegiatannya, tetapi ia menolak. Bagi manusia yang tidak berprinsip, tawaran seperti itu bisa mengubah pendirian. Bahkan pada saat-saat terakhir beliau, harta yang melimpah ruah yang sampai ke tangannya dibagi untuk kepentingan umat. Sabdanya, “peninggalan saya tidak boleh diwariskan, semua untuk sedekah (untuk umat). Begitu tinggi akhlaknya, membuat seseorang yang mendengarnya benar-benar percaya.

Pengakuan lain dari seorang wanita, katanya, “Nabi Muhammad dijaga dan dilindungi oleh beberapa orang sahabat. Mereka takut kalau Nabi Muhammad diganggu keselamatan jiwanya.” Kemudian Nabi Muhammad berkata kepada para sahabat, “Akhirilah penjagaan kalian, karena Allah akan menjamin keselamatanku.”

Allah SWT berfirman, “Allah memelihara kamu dari gangguan manusia,” (QS. Al-Maidah: 67).
Kalau Nabi Muhammad penipu, tentunya ia tidak akan menipu dirinya sendiri. Dia tidak akan membiarkan keselamatan dirinya terancam. Kalau saja dia tidak yakin bahwa Allah menjamin keselamatannya, pasti tidak akan dihentikan penjagaan para sahabat terhadap dirinya.

Cerita ketiga, juga tentang cendekiawan Barat, secara terbuka ia berkata, “Tuduhan kepada Nabi Muhammad bahwa Al-Quran itu hasil karangannya adalah tidak benar. Saya tantang kepada siapa saja, apabila ornag jenius di muka bumi ini yang dapat mengarang tiga susunan tutur kata (usluub).

Pertama, susunan kata dan bahasa Al-Quran. Kedua, susunan kata-kata hadis Qudsi. Ketiga, susunan kata-kata hadis Nabawi. Tidak ada satu manusia jenius pun yang dapat menciptakan dan menyusun kata (usluub) sampai tiga tingkatan dengan saling berbeda gaya serta kekuatan yang sangat tinggi dan bermutu itu.” []

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template