Senin, 13 April 2015

NWO Untold (Tamat) : Nostradamus dan Ramalan Tentang Hari Akhir serta Hadits Tentang Hari Akhir



Kita tentu masih ingat, sesaat setelah peritiwa WTC 9.11 terjadi, di berbagai media massa besar yang dimiliki jaringan Zionis-Yahudi, kasus ini dihubung-hubungkan dengan Ramalan Nostradamus (The Prophecy Nostradamus) yang konon telah meramalkan berabad lalu tentang akan terjadinya peristiwa yang menggegerkan seperti itu.

Konon, Nostradamus bukan hanya meramal peristiwa WTC, tetapi juga meramalkan peristiwa-peristiwa besar dunia—Revolusi Perancis dan Hitler misalnya—dengan tepat. Siapakah Nostradamus ini?

NOSTRADAMUS DAN HUNTINGTON

Peramal dunia yang nama aslinya Michel de Nostredame ini lahir di Saint Rémy di Provence , Perancis Selatan, 14 Desember 1503, dari sebuah keluarga Yahudi pasangan Reynière de St Rèmy dan Saudagar Makanan Jaume de Nostredame. Walau berdarah Yahudi, kakek Michel dari garis ayahnya bernama Guy Gassonet, telah memeluk agama Katolik pada tahun 455 (Marranos), dengan mengambil nama baptis ‘Pierre’ dan nama keluarga ‘Nostredame’.

Jean St Rèmy, kakek Nostradamus dari garis ibu, adalah ahli astrologi Yahudi, Kabbalis, dan ahli fisika yang tinggal di istana Rene de Anjou, sekaligus menjadi guru dari Rene de Anjou dalam bidang esoteris yang memiliki minat sangat besar terhadap misteri The Holy Grail.

Rene de Anjou sendiri merupakan kekasih dari Jeanne d’Arc, ksatria perempuan Perancis yang di tahun 1429 menghadap komandan pasukan Perancis di Benteng Vaucouleurs untuk menyatakan dirinya dianugerahi ‘visi keilahian’ untuk menyelamatkan Perancis dari penjajahan Inggris dan meyakinkan bahwa putera tertua raja akan menggantikan Charles VII, dan akan dinobatkan menjadi raja.

Menilik latar belakang keluarganya, Nostradamus memang berasal dari keluarga yang terpandang di Provence.

Nostradamus meninggal dunia pada tanggal 2 Juli 1566 dan dikebumikan di Fransiscan Chapel yang sebagiannya kini telah menjadi restoran La Brocherie. Jasad Nostradamus ketika Revolusi Perancis berkobar dipindahkan ke Collégiale Saint Laurent, Perancis, hingga kini. Karyanya yang paling fenomenal, Les Propheties (Ramalan) berisi keseluruhan ramalan Nostradamus sejumlah 6.338 ramalan. Dalam perjalanan waktu, ramalan Nostradamus banyak yang tepat, namun lebih banyak lagi yang gagal.

The Holy Blood and The Holy Grail menulis bahwa Gérard de Sede meyakini Nostradamus adalah seorang anggota dari sebuah jaringan rahasia internasional yang terdiri dari para duta besar, mata-mata, pedagang, dan lainnya yang memiliki andil besar dalam konflik perebutan tahta antar dinasti di Perancis pada masa hidupnya.

“Ada banyak fakta yang menyatakan Nostradamus memang seorang agen rahasia yang bekerja bagi Francois de Guise dan Charles, Kardinal Lorraine. ..Banyak ramalan Nostradamus mungkin saja sama sekali bukan ramalan. Apa yang diucapkannya hanyalah pesan-pesan tersembunyi, bersandi, jadwal, petunjuk, daftar perjalanan, dan rencana untuk suatu tindakan. Ramalan Nostradamus sebenarnya bukanlah ramalan, akan tetapi sebuah acuan pada masa lampau, seperti zaman Ksatria Templar, Dinasti Merovingian, dan sejarah Dinasti Lorraine,” demikian Baigent.

Mengapa kita menyinggung Nostradamus dalam kaitannya dengan The New World Order yang terus dilakukan dengan intensif oleh Bush? Kisah tentang Nostradamus membawa kita kepada Huntington yang dikenal dengan karyanya “The Class of Civilization” (Benturan Antar Peradaban). Seperti juga ramalan Nostradamus, tesis yang dikemukakan Huntington sebenarnya  bukan tesis melainkan sebuah skenario bagi Amerika di dalam mengambil kebijakan luar negerinya paska Perang Dingin. Huntington sendiri tercatat sebagai anggota dari CFR, Council on Foreign Relation, sebuah lembaga kajian luar negeri AS yang sangat berpengaruh yang dipenuhi para Hawkish seperti Paul Wolfowitz dan sebagainya.

Edward Griffin bahkan memastikan bahwa hampir seluruh pemimpin Amerika berasal dari kelompok kecil ini. “Termasuk di antara mereka adalah presiden-presiden kita dan para penasehat mereka, anggota-anggota kabinet, duta besar-duta besar, anggota-anggota penting dari Federal Reserve, direktur-direktur dari bank-bank besar dan lembaga-lembaga investasi, rektor-rektor dari universitas-universitas, dan pimpinan-pimpinan suratkabar-suratkabar metropolitan, kantor-kantor berita, dan jaringan-jaringan televisi.

Tidak berlebihan untuk melukiskan kelompok ini sebagai pemerintah tersembunyi (hidden government) dari Amerika Serikat,” papar Griffin.  Buku Huntington, ‘Benturan Antar Peradaban’, sendiri sebenarnya berbentuk sebuah artikel yang dimuat dalam majalah CFR “Foreign Affairs’ edisi Musim Panas 1993.

Baik Nostradamus maupun Huntington, dua peramal yang hidupnya dipisahkan waktu hampir lima abad, sama-sama agen dari Ordo Kabbalah, pewaris dari sebuah ordo purba bernama The Broterhood of Snake yang membentuk dewan penyihir tertinggi Fir’aun. Cita-cita mereka ditorehkan dalam simbol negara Amerika Serikat: E Pluribus Unum (Dunia di bawah Satu Pemerintahan) dan Annuit Coeptis – Novus Ordo Seclorum (Konspirasi Kita – Tata Dunia Baru). Dunia, oleh Amerika dengan semua sekutunya, tengah digelindingkan menuju satu arah, satu ideologi, satu keyakinan, satu nilai: Pax Americana.

Ordo Kabbalah sekarang ini mengejawantah, dikemudikan dari balik layar untuk menaklukkan dunia, oleh 13 dinasti berpengaruh dunia, yaitu: Dinasti Astor, Dinasti Bundy, Dinasti Collins, Dinasti DuPont, Dinasti Freeman, Dinasti Kennedy, Dinasti Li (Cina), Dinasti Onassis, Dinasti Rockefeller, Dinasti Rothschild, Dinasti Russel, Dinasti Van Duyn, dan Dinasti Merovingian (Kaum Aristokrat Eropa yang dipercaya kaum Kabbalis merupakan pewaris darah Yesus). Suka atau tidak, inilah dunia kita sekarang.

HARI AKHIR

Merupakan suatu kebetulan atau tidak, perbincangan mengenai Hari Akhir atau yang di Barat lebih dikenal sebagai ‘Armageddon’ dan di dalam gereja-gereja disebut sebagai ‘The Second Coming’ atau ‘Maranatha’, yaitu kedatangan Yesus untuk kedua kalinya ke bumi dalam bentuk ‘Tuhan’ seutuhnya, sudah beberapa tahun belakangan ramai diperbincangkan orang.

Dari bilik-bilik mewah di Gedung Putih, hingga mushola-mushola kecil di kampung-kampung Bumi Pasundan. Dari Presiden Amerika Ronald Reagen dan Bush, hingga ke Komunitas Eden di Pasar Senen, Jakarta. Kita semua sepakat, percaya atau tidak, Hari Akhir akan tiba dan jika ia tiba, siapa pun dan kekuatan apa pun, tidak akan ada yang mampu untuk menghalanginya. Sejak kapan sesungguhnya Hari Akhir itu dimulai dan kapan berakhir?

Allah SWT telah menegaskan bahwa Islam adalah agama terakhir yang diturunkan untuk seluruh manusia. Nabi Muhammad SAW adalah Nabi dan Rasul terakhir untuk seluruh insan di bumi. Dan umat Islam adalah umat akhir zaman. Sebab itu, sesungguhnyalah, sejak Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Rasulullah, maka sejak itu pula umat manusia telah memasuki apa yang dinamakan fase Akhir Zaman.

Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima. Pertama, Masa Kenabian, ini terjadi pada saat Rasulullah SAW masih hidup. Kedua, Masa Khulafaur Rasyidin, dimulai dari  Abubakar, Umar, Usman, dan Ali r.a. Ketiga, Masa Raja-Raja yang Menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib r.a. sampai kepada runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924). Ini merupakan masa yang panjang. Keempat, Masa Penguasa Diktator atau Maalikan Jabariyan. Dan kelima, Masa Kembalinya Sistem Khilafah. Sekarang, umat manusia tengah menjalani masa Penguasa Diktator. Walau masa ini berat, namun sunnatuhllah mengisyaratkan bahwa suatu ketika penguasa lalim ini akan bisa dikalahkan, walau penguasa lalim ini didukung oleh kekuatan tentara Yahudi yang berjumlah puluhan ribu.

Tentara Yahudi akan terus diburu oleh kaum Muslimin hingga mereka bersembunyi di banyak tempat. Namun batu dan pohon pun—yang sesungguhnya merupakan bagian dari tentara Allah, enggan dijadikan tempat persembunyian tentara Yahudi.

“Hai kaum Muslimin, di belakangku ada Yahudi yang bersembunyi!” ujar mereka.  Semua pohon berbuat hal itu, kecuali pohon gharqad, semacam kaktus besar yang sekarang banyak ditanami di wilayah pendudukan Zionis-Yahudi di Palestina. Kaum Zionis meyakini hal ini sehingga sejak lama mereka telah dengan sengaja memperbanyak penanaman pohon ghargad di Tanah Palestina, sebagai langkah antisipasi.


Sejarah Rahasia Iluminati: Hadits Tentang Hari Akhir 



 Peperangan ini dipimpin oleh Imam Mahdi, dalam rangka meruntuhkan The New World Order atau Tata Dunia Baru di mana Zionis Israel dan Zionis Amerika menjadi pimpinannya, dan kemudian menggantikannya dengan Tatanan Dunia Islami yang melimpahkan rahmat dan karunia Allah SWT kepada seluruh manusia di bumi.

Namun sebelumnya, ada tiga peperangan besar yang harus dilalui, yakni perang melawan penguasa semenanjung Arab, perang melawan penguasa zalim Persia, dan perang melawan kekuatan aliansi Eropa. Semua ini dimenangkan oleh kaum Muslimin. Yang terakhir baru perang besar melawan Dajjal dengan 70 ribu tentara Yahudinya, Armageddon, di mana pada khirnya Dajjal terbunuh dan puluhan ribu Yahudi menyusul Dajjal.

The Second Coming atau Maranatha dalam kacamata Islam terjadi ketika Imam Mahdi sedang berkonsolidasi di Damaskus (Syiria), waktu shalat Shubuh tiba. Setelah iqamat dikumandangkan dan Imam Mahdi hendak maju menjadi imam, lalu dari muncullah sebuah tanda besar kedua akan terjadinya hari kiamat, yaitu Isa a.s., akan turun dalam bentuk utuh seperti manusia berumur 33 tahun, usia di mana ia dulu diangkat oleh Allah SWT untuk menghindarkannya dari penyaliban yang dilakukan penguasa Romawi, di Menara Putih, masjid sebelah timur Damaskus.

Imam Mahdi menemui Isa a.s. dan meminta kesediaannya untuk menjadi Imam shalat. Namun Isa a.s. menolak sembari berkata, “Demi Allah, inilah kelebihan ummat Muhammad, sebagian engkau menjadi pemimpin sebagian ummat lainnya. Engkau pemimpin ummat ini, wahai Imam Mahdi, Engkau yang memimpin shalat. Aku menjadi ma’mum.” Lalu shalat subuh berjamaah pun dilakukan dengan Imam Mahdi menjadi imam shalat.

Sesudah shalat, mereka bertolak menuju hari bertemunya dua pasukan. Yaitu pasukan kaum Muslimin yang dipimpin Imam Mahdi dan Nabi Isa As, melawan pasukan Yahudi yang dipimpin Dajjal.

Lokasi peperangan besar ini menurut sebagian besar ulama akan terjadi di dekat Baitul Maqdis. Menurut hadits, ketika melihat Isa a.s. dari kejauhan, Dajjal menjadi gentar dan berusaha kabur. Namun Nabi Isa a.s., Imam Mahdi, dan pasukan Muslim terus mengejarnya. Nabi Isa a.s. menusuk Dajjal dengan tombak hingga menemui kematian di pintu Lod, salah satu pintu masuk ke Baitul Maqdis.

Nabi Isa a.s. lalu mengangkat tinggi-tinggi tombak itu agar supaya orang-orang yang selama ini percaya pada Dajjal dan menganggapnya sebagai Tuhan, menyadari kekeliruannya. Nabi Isa a.s. juga meluruskan pemahaman salah yang selama ini diikuti oleh umatnya dan meminta mereka untuk memeluk Islam, menjadi umat Muhammad SAW. Setelah kemenangan besar umat Islam, berdirilah kekhalifahan yang meliputi seluruh muka bumi dengan pusatnya di sekitar Baitul Maqdis, Palestina.

Masih menurut hadits, Isa a.s. akan wafat dan dimakamkan di dekat pemakaman Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar di Masjid Nabawi. Sampai sekarang, tempat ini masih dikosongkan dan memang disediakan untuk Nabi Isa a.s. Ini merupakan Hari Akhir dalam kacamata Islam. Yang tentunya wajib diimani oleh seluruh manusia yang menyatakan diri sebagai Muslim.

Dalam kacamata Ordo Kabbalah, Hari Akhir adalah hari di mana mereka berhasil menduduki semua Tanah Palestina, membangun Kuil Sulaiman kembali, dan berhasil mendirikan The Great Israel seperti yang telah direncanakan ratusan tahun silam. Mereka akan mengalahkan musuh-musuhnya yang disebutnya sebagai anti-Christ. Anti-Christ di sini bukan berarti kaum yang anti kepada Yesus atau Nabi Isa a.s., melainkan yang memusuhi Raja Yahudi.

Christ itu sendiri memiliki arti sebagai ‘Raja’. Raja kaum Kabbalah akan mengakui diri sebagai titisan darah Yesus Kristus dan akan mendirikan gerejanya di Palestina, di Yerusalem. Bertahtanya Raja Yahudi ini akan menghancurkan hegemoni Gereja Katolik Roma dan menggantikan kekuasaan kepausan. Pusat kekristenan akan berpindah ke Yerusalem.

The Holy Blood and The Holy Grail dalam bagian akhir buku tebalnya menulis, “…sejak tahun 1956, (Biara) Sion telah mengeluarkan informasi rahasia sedikit demi sedikit sehingga memancing rasa penasaran kami. Rasa penasaran akan petunjuk-petunjuk itulah yang mendasari penulisan buku ini (The Holy Blood and The Holy Grail). Saat ini adalah waktu yang tepat bagi Biara Sion untuk memperlihatkan kartunya.”

Presiden Bush dan rezim Hawkish-nya di Gedung Putih agaknya telah mengeluarkan kartunya dengan mensahkan NSS 2002 di mana tujuan akhirnya adalah menaklukkan dunia, membentuk The New World Order, di mana Amerika Kabbalis menjadi Majikan bagi semua bangsa di dunia. Amerika telah benar-benar menjadi pelaksana yang amat baik bagi tercapainya rencana Ordo Kabbalah ini. Entah bagaimana akhirnya.

Namun versi Zionis-Yahudi ini agaknya tidak diyakini sepenuhnya oleh kaum Yahudi sendiri. Terbukti, seperti yang telah disinggung di atas, kaum Yahudi sejak melakukan imigrasi ke Tanah Palestina berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghargad, sebuah pohon mirip kaktus besar, yang nantinya akan dipakai untuk bersembunyi dari kejaran pasukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh Nabi Isa a.s. dan Imam Mahdi.

Maha Benar Allah SWT yang telah menyatakan di dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang Yahudi itu sebenarnya tahu dan paham mana yang benar dan salah, tetapi mereka tetap cenderung kepada kesesatannya. Hati mereka tertutup oleh hawa nafsunya hingga mereka melakukan segala daya upaya untuk menghalang-halangi ‘nubuatan-nubuatan’ Allah SWT. Namun semua perbuatan mereka akan berakhir sia-sia.

KESIMPULAN BAGIAN AKHIR

Hari Akhir atau Zaman Akhir merupakan sesuatu yang diyakini oleh umat Islam, umat Kristen, dan kaum Yahudi. Ketiga kepercayaan ini ini sama-sama meyakini bahwa umur dunia suatu ketika akan habis, bumi akan berhenti berputar, dan manusia akan dibawa ke mahkamah terakhir.

Hanya saja, di dalam nash-nash ketiganya, Islam memiliki nash yang lebih lengkap dan komprehensif, disebabkan berasal langsung dari firman Allah SWT di dalam al-Qur’an, yang terjaga keasliannya sejak diturunkan pertama kali hingga detik ini. Bahkan Allah SWT menjamin bahwa kitab suci al-Qur’an akan terus dijaga hingga tidak ada satu ayat pun yang berubah hingga akhir zaman.

Ini sangat berbeda dengan Injil maupun Taurat, yang sudah tidak bisa lagi dipastikan maan yang asli mana yang bikinan manusia, karena di dalam sejarahnya baik Injil maupun Taurat mengalami intervensi manusia sangat banyak.

Bahkan sekarang ini kita mengenal adanya Masonic Bible yang isinya tidak bertentangan dengan ajaran Kabbalah yang merupakan induk dari ajaran sihir dan okultisme dunia, Injil Darby dan Scofield yang isinya mendukung keberadaan kaum Zionis dan tunduk pada Talmud, dan sebagainya. Bahkan di dalam agama Kristen Katolik, beredar sejumlah Injil apokripa yang terlarang bagi umatnya dan hanya boleh dibaca oleh petinggi-petinggi Gereja.

Injil apokripa adalah ratusan Injil yang ‘dibuang’ dalam Konsili Nicea 325 Masehi, seperti Injil Maria, Injil Thomas, Injil Barnabas, dan Injil-Injil lain yang menganggap Yesus hanyalah seorang utusan Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.

Taurat pun demikian. Bahkan kaum Zionis-Yahudi meletakkan kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. ini di bawah Kitab Talmud. Ada ayat dalam Talmud yang menyatakan seluruh pemahaman dari taurat harus mengikuti arahan Talmud. Padahal Talmud sesungguhnya merupakan kitab bikinan para rahib-rahib Yahudi yang berasal dari kitab-kitab sihir dan satanisme ajaran Kabbalah. Kitab Talmud inilah yang menjadi pegangan kaum Zionis-Yahudi dan juga Zionis-Amerika di dunia sekarang.

Dalam pandangan Ordo Kabbalah yang kini mengejawantah menjadi kaum Zionis—baik Yahudi maupun pendukungnya, akhir dunia akan terjadi ketika telah terbentuk The Great Israel yang batas-batas wilayahnya jauh lebih luas ketimbang Tanah Palestina, mencakup sebagai tanah Mesir, Tanah Saudi Arabia, Tanah Irak, Tanah Turki, bahkan mencaplok seluruh wilayah Lebanon dan Syiria. The Great Israel kini tengah dibentuk di Timur Tengah dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

Suatu ketika, jika tahap pertama cita-cita Kabbalah ini berhasil, maka mereka akan menyatakan bahwa Yerusalem dengan Haikal Sulaimannya merupakan pusat dari agama Kristen sesungguhnya. Jadi mereka akan menggusur kekuasaan Vatikan dan juga Paus, dengan seorang raja dunia yang diangkat dan mengklaim sebagai pewaris darah keturunan Yesus Kristus.

Terbentuknya The Great Israel merupakan juga terbentuknya The New World Order, di mana Amerika Serikat akan menjadi panglimanya. Seluruh dunia akan dijadikan budak-budak Zionis, harus mengikuti nilai-nilai Americana, dan segala hal yang terkait dengan Amerika. Ini cita-cita mereka.

Dalam Islam, hal tersebut dianggap sebagai puncak kerusakkan di muka bumi. Suatu pertanda bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi akan muncul Imam Mahdi yang akan memimpin peperangan terakhir umat Islam melawan Dajjal dan pengikutnya. Di saat itu juga muncul Nabi Isa a.s. dari
Menara Putih di dekat masjid Damaskus, Syiria, yang membenarkan ajaran Nabi Muhammad SAW dan menyeru kepada kaumnya agar segera bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya. Nabi Isa a.s. juga bergabung dalam barisan Imam Mahdi untuk menghancurkan Dajjal. Ini suatu saat pasti terjadi.

Pada akhirnya, umat Islam akan menjadi pemimpin dunia dengan kepemimpinan yang penuh keadilan dan keberkahan, hingga datangnya kiamat. (Sumber: The Knights of Templar Knights of Christ by Rizki Ridyasmara)


sumber

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template