Minggu, 03 Mei 2015

Indonesia Dalam Cengkeraman Asing



Di sela-sela peringatan ke-60 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA), ada peristiwa yang akan langsung berpengaruh terhadap negeri ini dan penduduknya. Peristiwa itu adalah kelanjutan dari hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Tiongkok dan Jepang. Dua kunjungan itu dibanggakan karena membawa oleh-oleh berupa komitmen investasi dari Tiongkok dan Jepang yang sangat besar, mendekati seribu triliun rupiah.

Di sela-sela KAA di Bandung itu, Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan bilateral masing-masing. Hasil pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping, Presiden Jokowi memastikan bahwa Tiongkok akan ikut berinvestasi dalam proyek infrastruktur.

Cengkeraman Tiongkok

Dari situs Sekretariat Kabinet disebutkan, proyek infrastruktur yang menggandeng Tiongkok antara lain pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandara, pembangunan jalan sepanjang 1.000 km, pembangunan jalan kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW). Tiongkok juga akan terlibat dalam pembangunan jalur kereta supercepat Jakarta-Bandung
dan Jakarta-Surabaya (Kompas.com, 25/4)

Sebelumnya diberitakan, saat berkunjung ke Tiongkok, Presiden Jokowi mendapatkan komitmen investasi yang besarnya mencapai 68,44 miliar dolar AS atau sekitar Rp 882,87 triliun.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, lembaga keuangan Tiongkok berencana memberikan pinjaman senilai 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp 645 triliun kepada sejumlah BUMN untuk menggarap proyek infrastruktur Pemerintah. Sebesar 40 miliar dolar AS dari China Development Bankdan Industrial and Commercial Bank of China untuk BUMN yang menggarap pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Sebesar 10 miliar dolar AS untuk PT PLN (Persero) demi membiayai pembangunan transmisi listrik dan pembangkit.

Itu baru sebagian saja. Masih ada bidang lain seperti infrastruktur lainnya, tambang, pembangunan smelter, pelayaran, transportasi dan sebagainya. Jika rencana itu berjalan mulus, maka Tiongkok akan menguasai infrastruktur di negeri ini.

Masih Diragukan

Pengamat kebijakan publik Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Agung Prabowo, menilai keputusan menggandeng Tiongkok harus dipertanyakan. Menurut dia, selama ini beberapa pengadaan barang dan jasa yang melibatkan Cina acapkali bermasalah. Salah satunya adalah proyek program percepatan pembangunan pembangkit listrik bertenaga batubara, gas, dan energi terbarukan atau fast track programme tahap 1. Pembangkit listrik yang dibangun Tiongkok dalam proyek ini tak bisa berproduksi maksimal lantaran banyak komponen usang. Selain itu pada kasus pengadaan Transjakarta, banyak unit yang rusak dan berkarat.

Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas, Dedy Priatna, juga pernah mengatakan, proyek pembangkit listrik tahap I yang dikerjasamakan dengan Tiongkok hampir 90 persen rampung. Namun, kapasitas produksi listrik itu hanya 30%-50% saja. Ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan pembangkit listrik yang dibangun kontraktor Jerman, Prancis, dan Amerika yang bisa mencapai 75%-80% (Bisniskeuangan.kompas.com, 25/4).

Cengkeraman Asing Total

Dominasi proyek infrastruktur oleh Tiongkok yang dimasukkan dan dijalankan melalui rezim Jokowi itu akan membuat cengkeraman asing Timur menancap di negeri ini. Cengkeraman oleh Timur itu melengkapi cengkeraman oleh Barat yang sudah lebih dulu menancap kuat dan terus diperdalam.

Sejak awal era Orde Baru, Barat terutama AS dan diikuti oleh Eropa telah mencengkeram negeri ini dan mengeruk kekayaannya. Hal itu dilakukan melalui investasi korporasi-korporasi multinasional mereka, khususnya di sektor hulu pengelolaan SDA seperti tambang, migas, hutan, dsb.

Selain itu, secara politik dan kedaulatan, negeri ini dikendalikan melalui utang luar negeri yang terus menggunung. Awalnya melalui CGI dan IGGI. Saat kedua lembaga itu dibubarkan, perannya digantikan oleh IMF dan Bank Dunia.

Hasil dari penjajahan gaya baru di era Orde Baru itu, pengelolaan berbagai sumberdaya alam khususnya di sektor hulu dikuasai asing. Mayoritas tambang, migas dan hutan negeri ini dikuasai asing. Rakyat negeri ini akhirnya seolah menjadi tamu di negeri sendiri dalam hal pengelolaan SDA. Hasil kekayaan alam itu pun mengalir deras kepada pihak asing dan hanya menetes kepada penduduk negeri ini.

Cengkeraman dan dominasi asing itu makin dalam sejak masuk era Reformasi. Melalui utang luar negeri, negeri ini benar-benar dikendalikan asing. Akibatnya, hampir semua sistem di negeri ini dibentuk sesuai pesanan, permintaan atau bahkan perintah dari asing melalui IMF dan Bank Dunia. Hal itu melalui peraturan perundangan, mulai amandemen konstitusi hingga pembuatan berbagai undang-undang. Melalui Letter of Intent (LoI), IMF mendekte negeri ini untuk membuat berbagai undang-undang di bidang politik, sosial, pertahanan dan keamanan, pendidikan, ekonomi, finansial, dan sebagainya. Bahkan untuk mengawal semua itu, asing terlibat hingga hal teknis melalui utang, program, bantuan dan asistensi teknis. Semua itu bisa dibaca di dalam dokumen LoI dan berbagai utang yang diberikan. Hasilnya, sistem di negeri ini betul-betul bercorak neoliberal. Neoliberalisme itu pada akhirnya makin melempangkan jalan bagi penjajahan gaya baru (neoimperialisme) atas negeri ini.

Khusus di bidang ekonomi, negeri ini didekte untuk membuat berbagai UU bercorak neoliberal. Subsidi dihilangkan. BUMN dijual. Utang terus ditumpuk. Pajak terus ditingkatkan. Di sektor migas dan pengelolaan SDA, dengan berbagai UU, sektor hilir (pengolahan, distribusi dan eceran) pun diliberalisasi. Contoh nyata adalah di sektor migas. Di bidang investasi, semua sektor dibuka untuk investasi asing. Kepemilikan asing dibolehkan hingga lebih dari 90 persen. Asing pun boleh melakukan repatriasi, yaitu langsung mengirimkan kembali keuntungan yang mereka dapat di negeri ini ke negara asal mereka.

Barat (AS dan Eropa) betul-betul memanfaatkan itu untuk lebih mendominasi negeri ini khususnya di sektor pengelolaan SDA, finansial (perbankan, asuransi, dsb), jasa, consumer good, dan sebagainya. Masih ada satu sektor yang belum dijarah oleh Barat, yaitu infrastruktur dan fasilitas publik. Namun, dengan berbagai UU, sektor infrastruktur itu pun terbuka luas dan mudah dijadikan incaran.

Dalam hal itulah, investor asing dari timur melihat kesempatan. Entah kebetulan atau tidak, keinginan itu seolah bersambut dengan ambisi rezim Jokowi. Sekarang melalui apa yang baru diumumkan, asing timur mulai menancapkan kuku cengkeramannya atas infrastruktur negeri ini.

Hal itu sangat berbahaya. Pertama: Jika nanti infrastruktur, pelabuhan, bandara, jalan, transportasi, pelayaran, pembangkit, dsb dikuasai oleh mereka, maka rakyat negeri ini benar-benar hanya menjadi obyek dan pasar.

Kedua: Meski asing itu dari Timur, bukan berarti mereka berbeda dengan asing dari Barat. Tetap saja, seperti yang selama ini berjalan, banyak dari investasi itu langsung kembali kepada mereka melalui impor teknologi, metode, bahan, tenaga ahli dan sebagainya. Dalam proyek kereta cepat, misalnya, jelas keretanya akan diimpor dari mereka.

Ketiga: Dengan alasan pengembalian investasi maka kekayaan rakyat negeri ini akan mengalir kepada mereka dalam jangka panjang, setidaknya untuk masa 30 tahun. Hal itu melalui pembayaran utang dan bunganya, juga pembayaran atas penggunaan infrastruktur itu.

Keempat: Rakyat negeri ini juga akan terbebani dengan pajak yang makin tinggi. Pasalnya, beban negara termasuk pembayaran utang dan bunga juga makin tinggi, sementara negara makin kehilangan sumber-sumber pemasukan, selain pajak.

Wahai Kaum Muslim:

Itulah yang juga ada di belakang investasi asing Timur (Tiongkok, Jepang, dsb) di bidang infrastruktur. Ada bahaya besar dan jangka panjang yang turut dibawa. Ini akan melengkapi dominasi asing atas negeri ini. Akibatnya, hampir tak tersisa lagi bidang kehidupan negeri ini yang tidak didominasi asing. Dengan itu pula, penjajahan gaya baru atas negeri ini akan makin dalam.

Tentu semua itu tidak boleh dibiarkan. Sebab, kaum Muslim diharamkan memberikan jalan kepada orang kafir untuk bisa mendominasi dan menguasai kaum Mukmin. Allah SWT berfirman:

]وَلَن يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلًا[

Allah sekali-kali tidak akan memberikan jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang Mukmin (TQS an-Nisa’ [4]: 141).

Tentu tak selayaknya kaum Muslim negeri ini rela menjadi bulan-bulanan neoliberalisme dan neoimperialisme baik dari asing barat maupun asing timur. Jalan untuk menyudahi neoliberalisme dan neoimperialisme itu hanyalah dengan kembali pada petunjuk Allah SWT, yaitu dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh di bawah naungan sistem Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian.

WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

Continue Reading

Solusi Untuk Indonesia



Saudaraku, kita semua tahu, negeri ini tengah dikepung oleh berbagai masalah. Sebagian orang berharap, presiden baru, Jokowi yang memiliki popularitas luas di tengah masyarakat, akan bisa menyelesaikan masalah-masalah

itu, setidaknya meringankan dampak buruknya terhadap masyarakat. Nyatanya, setelah enam bulan menerima tampuk pemerintahan, berbagai masalah itu bukan teratasi, tetapi semakin meningkat dan meluas. Presiden baru itu membuat kebijakan yang membuat rakyat kian menderita. Tanpa belas kasihan, dia menaikkan harga BBM dan menghapus subsidi BBM. Akibatnya, harga-harga berbagai kebutuhan pokok dan jasa mengalami kenaikan. Harga beras, cabe, daging dan berbagai kebutuhan pokok lain terus merangkak naik. Tak hanya BBM, Pemerintah juga menaikkan harga gas LPG kemasan 12 kg dan 3 kg dan tarif listrik. Di samping itu, kurs dolar AS terhadap rupiah juga terus melonjak hingga menembus Rp 13.000 perdolar. Realita ini mulai menimbulkan kekecewaan terhadap presiden baru.

Akibatnya, hidup rakyat semakin susah dan menderita. Berbagai kejahatan seperti pencopetan, perampokan, pembegalan serta pembunuhan, peredaran narkoba dan perbuatan tindak asusila dengan dalih kebutuhan ekonomi terlihat semakin meningkat. Praktik korupsi dan menilap uang rakyat juga tak kunjung berhenti.

Apabila kita cermati, sesungguhnya semua problem itu bukan hanya kali ini saja. Sebagiannya adalah problem lama dan sebagian adalah masalah-masalah baru.

Sesungguhnya berbagai persoalan itu adalah buah dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme di negeri hingga detail-detailnya, juga buah penerapan sistem politik demokrasi yang sesungguhnya hanya ilusi. Oleh karena itu, berbagai persoalan yang mendera negeri ini tidak mungkin dapat diselesaikan kecuali dengan menyingkirkan sistem kapitalisme dan sistem demokrasi. Solusinya tidak mungkin bisa didapatkan hanya dengan mengganti rezim, melainkan melalui perubahan sistem dan ide-ide umum tentang kehidupan. Fakta membuktikan, sejak reformasi tahun 1998, empat presiden telah silih berganti menduduki kekuasaan di Indonesia, ditambah dengan presiden sekarang (presiden kelima). Namun, keadaan negeri ini tak kunjung membaik, bahkan semakin memburuk.

Sesungguhnya kezaliman ekonomi, sistem kebebasan, ide liberalisme, sekularisme, individualisme, hedonisme dan kehidupan di dunia yang dipandang sebagai kesenangan yang harus dilampiaskan dengan nafsu dan syahwat, semuanya adalah akibat dari sikap meninggalkan hukum-hukum syariah dari realita kehidupan individu, masyarakat dan negara serta akibat dari penerapan undang-undang kufur. Karena itu sistem-sistem Barat dan ide-ide yang tidak islami harus disingkirkan dan kehidupan islami wajib dilanjutkan kembali dengan penerapan hukum-hukum syariah yang lurus melalui kekuasaan, yang eksistensinya telah diwajibkan oleh syariah yaitu, Daulah al-Khilafah.

Sesungguhnya kaum kafir penjajah, setelah meninggalkan negeri ini, mengangkat anak-anak negeri ini menjadi penguasa bayaran dan perpanjangan tangan mereka. Lalu para penguasa itu melaksanakan apa saja yang diminta oleh kafir penjajah dengan penuh semangat dan patuh. Kaum kafir itu menjadikan peradaban, sejarah, tsaqafah, kebudayaan dan jalan hidup mereka sebagai model yang wajib diikuti dan ditiru oleh orang yang menginginkan kemajuan dan kemakmuran.

Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus Muhammad saw. dengan membawa petunjuk dan agama yang haq sebagai rahmat untuk seluruh alam. Manusia akan terus mengalami kesengsaraan, penderitaan hidup, kehinaan dan kezaliman selama Islam ditinggalkan. Allah SWT berfirman:

﴿وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا﴾

Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya bagi dia penghidupan yang sempit (TQS Thaha [20]: 124).

Fakta sejarah yang membentang selama lebih dari 1300 tahun adalah bukti nyata kemampuan Islam untuk memberikan kebaikan untuk manusia, baik Muslim maupun non-Muslim. Abu Yusuf di dalam kitab Al-Kharâj meriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. pernah bertemu dengan orang Yahudi ahludz-dzimmah yang sudah renta sedang meminta-minta dari pintu ke pintu. Lalu Khalifah Umar ra. berkata kepada dia, “Apa yang membuat Anda melakukan apa yang saya lihat ini?” Orangtua itu menjawab, “(Untuk membayar) jizyah dan memenuhi kebutuhan.” Khalifah Umar ra. lalu berkata kepada dia, “Kami tidak berlaku adil kepada Anda. Dulu kami mengambil jizyah dari Anda pada saat Anda muda, tetapi kemudian kami menelantarkan Anda saat Anda tua.” Kemudian Khalifah Umar ra. membawa orang tua itu ke rumahnya dan memberi dia apa saja yang dapat memenuhi kebutuhannya. Selanjutnya Khalifah Umar ra. mengirim dia kepada pengurus Baitul Mal dan memerintahkan pengurus Baitul Mal agar menggugurkan jizyah dari orang tua itu sekaligus memberi dia harta dari Baitul Mal.

Kemampuan Islam mewujudkan kesejahteraan untuk masyarakat telah diakui oleh para penulis yang jujur dari kalangan non-Muslim. Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, menulis: Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat dalam sejarah setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas hingga berbagai ilmu, sastra, filsafat dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.

Karena itu, Saudaraku, penerapan Islam secara kaffah mengharuskan adanya institusi pelaksananya. Itulah Khilafah. Khilafah adalah satu-satunya sistem pemerintahan Islam, bukan yang lain. Secarasyar’i, semua mazhab sepakat akan kewajiban menegakkan Khilafah ini. Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum syariah dan mengemban dakwah ke seluruh dunia.

Dengan Khilafah umat Islam akan dipersatukan dalam satu kepemimpinan dan satu negara, di dalamnya seluruh hukum syariah Islam diterapkan secara kaffah dan dakwah Islam disebarkan ke seluruh penjuru dunia. Ketika hukum-hukum Allah diterapkan secara sempurna maka Allah SWT akan melimpahkan kebaikan dan keberkahan. Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. pernah bersabda:

«حَدٌّ يُقَامُ فِى الأَرْضِ خَيْرٌ لِلنَّاسِ مِنْ أَنْ يُمْطَرُوا ثَلاَثِينَ أَوْ أَرْبَعِينَ صَبَاحاً»

Satu hukum had (sanksi syariah atas kejahatan tertentu) yang ditegakkan di muka bumi lebih baik bagi manusia daripada mereka diguyur hujan selama 30 atau 40 hari (HR Ahmad).

Maka dari itu, wahai Saudaraku, apapun posisi Anda, pejabat ataupun rakyat, pemimpin atau yang dipimpin, rakyat sipil, polisi ataupun tentara; juga apapun profesi Anda, pegawai negeri atau swasta, buruh atau pengusaha, intelektual, mahasiswa maupun pelajar, kami mengajak dan menyeru Anda semua, mari berjuang bersama kami untuk menegakkan Khilafah. Songsonglah janji Allah SWT dan berita gembira Rasul-Nya saw. akan kembalinya Khilafah di muka bumi. Penuhilah panggilan Allah SWT:

﴿ياَ أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ﴾

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (TQS at-Taubah [9]: 119).

1 Rajab 1436 H/20 April 2015 M
Hizbut Tahrir Indonesia

Sumber :  [Al Islam edisi 753]
Continue Reading

Selama Pakai Demokrasi, Orang Seperti Ahok akan terus Bermunculan



Humas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DKI Jakarta Ali Akbar menyatakan selama negeri mayoritas Muslim ini menggunakan sistem demokrasi maka orang-orang seperti Ahok akan terus bermunculan.

“Karena dalam sistem demokrasi apalagi dengan adanya pemilihan kepala daerah langsung, siapa saja bisa jadi pemimpin, meskipun seorang kriminil ataupun orang bodoh sekalipun dia bisa menjadi pemimpin, asalkan sewaktu pemilihan, mendapatkan suara terbanyak dari rakyat,” ungkapnya seperti diberitakan tabloid Media Umat Edisi 150: Indonesia Terancam Neoliberalisme, Jum’at 1-15 Mei.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Ahok kerap menampakan kebencian dan penyerangan terhadap Islam, salah satunya tatkala ditanya apakah akan mengeluarkan larangan khusus bagi penyelenggara hotel untuk acara serupa ‘pesta bikini’.

“Nggak perlu. Ini bukan negara syariah kok. Mau kamu telanjang bulat atau tertutup juga urusan kamu. Kita bukan negara syariah,” ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).

Menurut Ahok, asal sesuai perizinan dan tidak melibatkan anak di bawah umur, ia menilai ‘pesta bikini’ bukan merupakan suatu hal yang patut dipermasalahkan.

Ahok juga mengaku akan menutup usaha prostitusi gelap di Ibukota. Baik itu berskala besar, yang umumnya dijalankan di area bisnis hiburan, hingga yang berskala kecil di rumah kos-kosan.

“Kalau kamu ada pelacuran ketangkap kamu terbuka, kami juga akan tutup usaha kamu. kos-kosan kita akan bongkar ini yang nggak ada izin kami akan bongkar,” paparnya.

Inti dari penutupan usaha prostitusi ini adalah lokalisasi. Karena hanya jalan itu yang cukup masuk akal menurut Ahok. “Makanya lokalisasi biar nggak berceceran,” tukasnya.

Sebelumnya, si kafir Ahok juga menyatakan akan mengizinkan adanya kios khusus bir. “Toko minuman keras bisa saja dibuka. Khusus untuk toko tertentu. Izin sedang kami kaji. Jadi nanti seperti di luar negeri, orang dewasa bisa masuk ke toko khusus minuman beralkohol, orang di bawah umur tak bisa,” katanya.

Suami Veronica Tan itu mengatakan tidak akan menerbitkan Peraturan Daerah atau Peraturan Gubernur khusus untuk memberi izin kepada toko-toko yang bakal menjual minuman keras di Jakarta. “Pakai izin toko biasa saja. Sama kayak orang buka toko cerutu, mal,” ujar Ahok.

Menurut Ali Akbar pernyataan-pernyataan Ahok yang semacam itu menunjukkan kebencian dan penentangan terbuka terhadap Islam. Karena meskipun negeri ini bukan negara Islam, tetapi penduduk negeri ini mayoritas Muslim dan dalam ajaran Islam, yang namanya minuman keras ataupun prostitusi merupakan keharaman bagi pemeluknya. Jadi ketika tidak dilarang, berarti tidak menghargai, menghormati dan cenderung mengabaikan keberadaan kaum Muslim yang ada di negara ini. “Sehingga itu bisa termasuk dengan pernyataan yang menunjukkan kebencian dan penentangan terbuka terhadap Islam!” tegasnya.

Lebih celaka lagi, Pemprov DKI Jakarta memiliki saham 23,34 persen di PT Delta Djakarta –produsen bir merek Anker, San Miguel, Carlsberg, dan Kuda Putih. Dua pemegang saham Delta Djakarta lainnya ialah San Miguel Malaysia (saham mayoritas 58,33 persen) dan publik sebesar 18,33 persen.

Dan sebelumnya, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel telah mengemukakan rencana untuk mengeluarkan aturan baru berupa surat izin khusus distributor untuk toko yang menjual minuman beralkohol di Indonesia. Menurut Gobel, usulan untuk mengatur bisnis minuman beralkohol itu sudah mendapat persetujuan dari pelaku industri. Gobel mengutip pertemuannya dengan produsen bir Bintang, Minggu (19/4).

“Itulah salah satu bukti kebobrokan demokrasi, kalau sudah seperti itu, apa mungkin negara ini menuju ke arah yang lebih baik?” tanya Ali Akbar retoris.[] Joko Prasetyo

Sumber
Continue Reading

Cantik


Elsa Schiaparelli dalam Shocking Life menyebutkan—dua puluh persen wanita mengidap kompleks rendah diri. Tujuh puluh persen memiliki ilusi. Bener tidaknya pernyataan ini, paling nggak bisa kita liat saat ini. Kalo kamu rajin merhatiin sepak-terjangnya anak cewek, ternyata banyak yang nggak merasa aman alias takut tidak dihargai bila ada yang kurang dalam dirinya. Mungkin ini penyakit umum kaum wanita, kali ye. Soalnya, anak laki mana ada yang merhatiin dandanan or tubuhnya. Karena biasanya anak laki rata-rata cuek banget sama soal begituan. Lebih memilih tampil wajar. Lagian kegenitan amat kalo sampe anak laki sibuk ngurusin dandanan atau penampilan tubuh. Jarang-jarang deh.

Menurut seorang psikolog, C.G. Jung namanya, bahwa wanita itu emang senang bila mendapat pujian; baik dari lawan jenisnya maupun dari sesama jenisnya. Maka nggak heran dong bila kemudian anak cewek biasanya ingin tampil menarik. Tepatnya pamer. Tentu dengan tujuan mulianya supaya dilirik kaum Adam. Kalo pun nggak ada pikiran ke sana, paling nggak ingin dihargai oleh sesama jenisnya. Nah, cara berpikir seperti ini akhirnya membuat anak cewek jadi suka merasa minder bila ada yang kurang dalam dirinya. Sebut saja masalah wajah, warna kulit, dan bentuk tubuh. Celakanya lagi, acapkali terpengaruh standar penilaian manusia. Ukuran cantik dan tidaknya dilihat dari wajah, kulit, dan tubuh yang aduhai.

So, bagi yang merasa tampangnya ‘kartu mati’ dan badannya berbobot alias berbodi botol (baca: guwemuk buwanget) udah merasa gerah aja takut nggak ada yang menghargai keberadaannya. Akhirnya, karena terus-terusan dikejar rasa bersalah–yang sebenarnya nggak beralasan itu–lalu berupaya menutupi kelemahannya. Misalkan harus rela berlindung di balik ‘merahnya’ lipstik dan ‘putihnya’ bedak. Biar orang tahu, kalo keberadaan dirinya nggak cuma dianggap sebagai bilangan doang, tapi juga wajib diperhitungkan.

Temen cewek yang model begini biasanya cermin suka dijadiin musuh bebuyutannya. Gimana nggak, setiap kali berhadapan dengan benda yang memantulkan gambar dirinya ini malah bikin bete. Bawaannya manyun melulu. Pengennya nonjok aja bayangan yang ada di hadapannya. Tapi apa boleh buat, itu adalah bayangannya sendiri. Terus terang, anak cewek sekarang kayaknya lebih merasa aman bila ‘bertopeng’. Terutama ini berlaku bagi mereka yang merasa kurang pede dengan penampilan ‘alaminya’. Malah bisa jadi, anak cewek yang model begini, dalam mengepas pakaian pun, bisa jadi nggak mengepaskan pakaian ke tubuh, melainkan melatih tubuh supaya pas pada pakaian. Standarnya jadi berubah ya?

Sobat gaulislam, kalo dilihat faktanya, emang banyak anak cewek yang berdandan tapi pakaiannya tulalit dengan bentuk tubuhnya. Mungkin tujuannya ingin disebut gaul atau trendi karena memakai pakaian keluaran rumah mode terkenal. Namun apa daya, bentuk tubuhnya nggak mendukung. Tapi doi enjoy aja make, dengan alasan sedang melatih tubuh supaya pas dengan pakaian. Wah?
 
Membeli kecantikan

Konsep kecantikan yang makin meluas ini karuan aja jadi peluang bisnis baru bagi produsen kosmetika dan para pengelola salon. Pergi ke salon untuk mempermak wajah dan rambut aja nggak cukup dong. Perlu ada tambahan lain, yakni pergi ke tempat fasilitas kebugaran dan kosmetika yang komplit untuk merawat tubuh luar-dalam. Peluang ini cepat banget ditanggapi. Maka nggak heran bila kini bermunculan salon yang menyediakan juga fasilitas kebugaran. Produsen kosmetika pun kebanjiran order untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat tajam. Selain dituntut melayani dalam jumlah, produsen kosmetika juga kudu lebih kreatif dan inovatif membuat berbagai produk andalan.

Urusan merawat tubuh ini emang berkaitan erat dengan upaya untuk memanjakan diri. Dan tujuan akhirnya nggak jauh dari usaha mendapatkan kecantikan yang sempurna. Ya, cantik luar-dalam itu. Dengan konsep kecantikan yang seperti itu, karuan saja untuk mendapatkannya perlu fulus yang nggak sedikit. Gimana nggak, untuk mendapatkan hasil yang sempurna—paling nggak menurut ukuran mereka—tubuh pun perlu di-tune up. Ternyata bukan cuma kendaraan yang ‘wajib’ mendapatkan perawatan mewah. Kini tubuh pun kudu di-stel dengan baik dan rutin.

Sobat gaulislam, ketika konsep kecantikan ala Barat ini terus digemar-gemborkan, maka kini para wanita, termasuk ibu-ibu dan remaja harus menambah anggaran belanjanya untuk perawatan tubuhnya. Kalo dulu cukup merawat muka dengan masker, sekarang itu nggak cukup. Kalo mau cantik dan menarik kudu menjalani perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki, manicure & padicure. Kalo merasa belum puas juga, bisa meningkat ke spa berikut programnya. Paket komplit dah!

Menjalani proses perawatan yang berliku-liku itu mengingatkan kita bagaimana para putri keraton di jaman dulu merawat kecantikannya. Kalo bicara sekarang, berarti emang ongkos yang harus dikeluarkan jadi nggak sedikit. Sekarang, untuk membeli kecantikan tersebut, para wanita harus merogoh kocek dalam-dalam. Namun soal harga yang mahal, bisa dikalahkan dengan kepuasan. Kepuasan emang mahal harganya, tapi perlukah menghamburkan uang untuk yang begituan? Hehehe.. nointon konser One Direction yang tiketnya dibandrol 2,8 juta rupiah saja mampu, apalagi kalo cuma buat merawat tubuh. Waduh, sayang banget uangnya dibuang-buang ya?

Padahal itu baru harga yang harus dibeli saat pergi ke salon dan tempat perawatan tubuh, lho. Belum lagi kalo kamu kudu beli kosmetika; dari mulai sabun kecantikan, shampo, lulur, krim pelindung, lisptik, bedak, minyak wangi, dan seabrek jenis lainnya. Kamu bisa bayangkan sendiri, berapa ratus lembar uang puluhan ribu yang kudu kamu setorkan ke toko yang menjual kelengkapan produk tersebut setiap bulannya. Ternyata emang membeli kecantikan itu mahal harganya dalam konsep cantik seperti ini. Seperti kata pepatah; “Seorang pria puas kalau ia mendapatkan sesuatu yang baik dan murah. Seorang wanita puas kalau ia mendapatkan sesuatu yang baik dan mahal”

Sobat gaulislam, ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan naluri mempertahankan diri (gharizah al-Baqa). Iya dong, kan alasannya aja karena takut nggak dihargai. Berarti emang ini perwujudan dari naluri tersebut. Ya, segalanya bisa dibeli dengan uang, termasuk kecantikan. Apa iya sampai sebegitunya?
 
Tampil cantik islami

Tampil cantik nggak ada yang ngelarang. Apalagi kalo doi emang udah cantik (itu sih nggak usah dibahas ya?). Boleh-boleh saja selama masih dalam batas-batas yang dibolehkan dalam Islam. Pendek kata, tampil cantik sesuai aturan Islam. Seperti apa? Nah, kayaknya kamu kudu gaul dulu soal pandangan Islam tentang konsep cantik itu sendiri. Cantik dalam pandangan Islam tentu bukan yang seperti dipaparkan di atas. Itu sih ukuran dan aturan yang dibuat oleh manusia. Bisa relatif. Namanya juga pendapat manusia, pasti terbatas sesuai fitrah manusia yang emang terbatas dalam segala hal. Maka memberikan keleluasaan kepada manusia untuk membuat aturan pun adalah cara yang ceroboh, Non. Bener, soalnya bisa nggak karu-karuan jadinya. Ambil contoh tentang konsep cantik, mereka kan buat aturan sendiri. Bahwa yang namanya cantik seperti itulah, harus beginilah, seperti yang udah dipaparkan.

Islam, sebagai agama yang sempurna tentu memiliki separangkat aturan yang bisa menyelamatkan manusia. Termasuk ‘cerewet’ ketika mengatur penampilan kaum wanita. Harus kamu pahami, bahwa pengaturan ini adalah untuk kebaikan manusia juga. Bukan untuk mengekang. Firman Allah Ta’ala: “…dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah (yang dahulu)”. (QS al-Ahzab [33]: 33)

Sobat gaulislam, ayat ini menjadi pemandu bagi kita agar nggak asal aja ngelakuin perbuatan. Termasuk soal penampilan kamu. Jangan nekat tampil cantik dengan alasan ngikutin perkembangan zaman, tapi aturan Islam yang melarang berhias berlebihan ketika keluar rumah ditendang jauh-jauh. Itu nggak bener, Sis. Nggak boleh nekat begitu deh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah Swt. melaknat wanita yang suka mentato tubuhnya dengan cara menusukkan jarum yang disertai nila atau celak ke dalam tubuhnya (al-Wasyimah), wanita yang meminta orang lain agar mentato dirinya (al-Mutausyimah), wanita yang mencabut bulu-bulu di sekitar wajahnya, termasuk yang memper-pendek dan menghilangkan bulu alisnya (al-Mutanamishah), wanita yang mengikir celah-celah giginya supaya menjadi renggang (al-Mutafallijat), yang mengubah ciptaan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Intinya, kamu boleh tampil cantik, tapi jangan berlebihan. Kalo keluar rumah, kamu nggak boleh memakai lipstik, bedak yang tebel banget, minyak wangi yang bikin telap orang yang menciumnya. Tapi kalo di dalam rumah—dengan suaminya—itu sih malah jadi ibadah. Inilah uniknya aturan dalam Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam menjaga kehormatan wanita bila berada di luar rumah. Dengan kata lain, tampil cantik ketika keluar rumah menurut Islam itu adalah pertama kali wajib menutup aurat; kamu wajib pakai jilbab lengkap dengan kerudungnya. Kepribadianmu pun kudu islami, yakni jadi muslimah shalihah. Mantap dah!

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ada dua golongan penduduk neraka yang tidak pernah aku saksikan semasa hidupku. Pertama, kaum yang memiliki cemeti seperti ekor lembu, di mana mereka menggunakannya untuk memukul manusia. Kedua, wanita yang berpakaian tapi telanjang. Mereka melenggak-lenggokkan tubuhnya dan rambutnya bagai punuk unta yang miring. Mereka tidak masuk surga, tidak pula mencium baunya, meskipun bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian (dan) sekian.” (HR Muslim)

Sobat gaulislam, jaman sekarang para cewek juga kerap tampil ‘menipu’ dengan memasang wajah di profil facebook atau twitter dan BBM, menggunakan jasa Camera360. Hehehe.. jadinya: cantik itu relatif, tapi Camera360 itu alternatif. Gubrak!

Jadi jangan tergoda untuk berpenampilan cantik, tapi malah bikin dosa. Hati-hati, ya. Tampil cantik islami aja. Ok? [O. Solihin | Twitter @osolihin]

Sumber : gaulislam edisi 393/tahun ke-8 (15 Rajab 1436 H/ 4 Mei 2015)
Continue Reading

Bergairah Mencari Ilmu


  Saya berharap kamu nggak salah baca judulnya. Bukan bergerah (kata ini memang nggak baku), tetapi bergairah. Kalo yang gerah nyari ilmu besar kemungkinan memang nggak minat, walaupun belajarnya di ruangan berpenyejuk udara. Tetap aja ngerasa kegerahan alias merasa nggak tenang. Nah, banyak nggak di antara kamu yang begini? Ngerasa gerah kalo lagi belajar? Bawaannya malas dan nggak enak. Tetapi kalo disuruh maen senangnya bukan maen. Waduh, kalo kamu kayak gitu, bisa dipastikan nggak berminat belajar, nggak semangat mencari ilmu. Bener kan? Kalo jawabanmu iya, maka insya Allah pas nih kamu baca gaulislam. Eit, tunggu dulu. Setelah baca, jangan kamu buang lembaran gaulislam ini ya. Hargai ilmu yang kamu dapatkan. Ok? Sip!

Memiliki passion alias gairah itu perlu lho. Memang sih, bukan cuma ketika belajar, saat makan pun perlu gairah. Hehehe.. kalo soal makanan langsung ijo dah matanya. Apalagi makanan yang kamu sukai. Sesuatu yang kamu inginkan dan kamu bersemangat untuk mendapatkannya akan memberikan dorongan yang kuat. Beda banget dengan yang nggak memiliki hasrat, udah payah dan gampang nyerah. Perjuangannya nggak maksimal.

Nah, lebih mudah namanya dalam ajaran agama kita adalah niat. Passion itu kaitannya dengan niat. Kalo udah ada niat, maka kita akan tergerak untuk meraih keinginan kita. Niat yang kuat akan berimbas pada upaya yang maksimal. Sambil diiringi dengan agar mendapat hasil. Jika pun gagal, setidaknya kita sudah berusaha semaksimal kita bisa. Tetap ada nilainya (pahala), selain tentunya pengalaman.
 
Belajar ilmu agama itu utama

Sobat gaulislam, belajar ilmu agama, yakni seputar Islam, adalah fardhu ‘ain alias kewajibannya ditekankan kepada individu muslim. Nggak bisa diwakili oleh muslim lainnya. Apa saja yang fardhu ‘ain? Belajar baca al-Quran, itu wajib ‘ain. Nggak bisa diwakilkan. Harus berusaha agar bisa membaca al-Quran, lebih keren lagi bisa mahir bacanya (makhrojul huruf dan tajwidnya), plus bisa menghapalnya dan bahkan menafsirkannya. Selain itu, shalat. Kudu bisa bacaannya dan gerakannya. Nggak bisa diwakilkan kepada muslim lainnya. Kalo belum bisa harus belajar terus. Masih banyak ilmu agama lainnya yang wajib dipelajari dan diamalkan. Tetap semangat mendapatkannya.

Bagaimana dengan mencari ilmu umum? Kalo ilmu selain ilmu agama, mencarinya berdasarkan kecukupan. Disebut fardhu kifayah. Jadi, kalo misalnya di tempat tinggalmu nggak ada bidan yang akan membantu dalam proses melahirkan, sementara untuk nunggu bidan yang mau tinggal di kampung itu sulit, maka kamu yang perempuan yang tinggal di kampungmu itu, punya kewajiban belajar ilmu kebidanan agar bisa dipraktekkan dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan kaum muslimin di daerahmu. Jika sudah ada nih, maka yang lainya tidak punya kewajiban belajar ilmu yang sama. Sebab, sudah cukup terwakili oleh kamu.

Sobat gaulislam, belajar ilmu agama itu lebih utama. Sebab, ilmu ini yang akan mengantarkan kita ke surga. Jadi, kudu lebih bergairah lagi belajar ilmu agama. Lebih keren lagi memang ilmu dunia diraih, ilmu untuk bekal ke akhirat juga diraih. Keduanya bisa diambil. Kalo belum bisa dua-duanya, setidaknya belajar ilmu agama adalah prioritas.

Teladan sepanjang masa

Yuk, kita coba menggali banyak cerita di masa lalu yang bisa menjadi inspirasi kita dalam belajar, khususnya belajar ilmu agama. Semoga saja beberapa kisah yang akan dituliskan di sini bisa memberi inspirasi dan solusi dalam belajar.

Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Yuk, kita mengenal beberapa sosok ulama dan orang-orang keren di masa lalu dan gairahnya dalam mencari ilmu. Saya kutip dari beberapa halaman website, salah satunya dari muslim.or.id. Berikut hasil kutipannya dengan beberapa modifikasi dan editing seperlunya agar kamu bisa memahaminya dengan mudah.

Pertama, tentang semangat mendatangi majelis ilmu lebih awal. Adalah Syaikh Abdullah bin Hamud az-Zubaidi belajar kepada Syaikh Abu Ali al-Qaali. Abu Ali memiliki kandang ternak di samping rumahnya. Beliau mengikat tunggangannya di sana. Suatu ketika, murid beliau, Abdullah bin Hamud az-Zubaidi, tidur di kandang ternaknya agar bisa mendahului murid-murid yang lain menjumpai sang guru sebelum mereka datang. Agar bisa mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin sebelum orang berdatangan. Allah mentakdirkan Abu Ali keluar dari rumahnya sebelum terbit fajar. Nah, az-Zubaidi mengetahui hal tersebut dan langsung berdiri mengikutinya di kegelapan malam. Merasa dirinya dibuntuti oleh seseorang dan khawatir kalau itu seorang pencuri yang ingin mencelakai dirinya, Abu Ali berteriak, “Celaka, siapa Anda?”. Kemudian az-Zubaidi berkata, “Aku muridmu, az-Zubaidi”. Abu Ali berkata, “Sejak kapan Anda membuntuti saya? Demi Allah tidak ada di muka bumi ini orang yang lebih tahu tentang ilmu nahwu selain Anda, maka pergilah tinggalkan saya” (Inaabatur Ruwat ‘ala Anbain Nuhaat, al-Qifthi, 2/119).

Selain kisah di atas, ada juga kisahnya Ibnu Jandal al-Qurthubi. Beliau berkata, saya pernah belajar pada Ibnu Mujahid. Suatu hari saya mendatanginya sebelum fajar agar saya bisa duduk lebih dekat dengannya. Ketika saya sampai di gerbang pintu yang menghubungkan ke majelisnya, saya dapati pintu itu tertutup dan saya kesulitan membukanya. Saya berkata dalam hati, “Subhaanallah, saya sudah datang sepagi ini tapi tetap saja tidak bisa duduk di dekatnya?”. Kemudian saya melihat sebuah terowongan di samping rumahnya. Saya membuka dan masuk ke dalamnya. (Itu adalah sebuah terowongan di dalam tanah, saya masuk agar bisa sampai ke ujung terowongan hingga keluar darinya menuju ke majelis ilmu). Ketika sampai di pertengahan terowongan yang semakin menyempit, saya tidak bisa keluar ataupun kembali. Maka saya mencoba melebarkan terowongan selebar-lebarnya agar bisa keluar. Pakaian saya terkoyak, dinding terowongan membekas di tubuh saya, dan sebagian daging badan saya terkelupas. Allah menolong saya untuk bisa keluar darinya, mendapatkan majelis Syaikh dan menghadirinya. Sementara saya dalam keadaan yang sangat memalukan seperti itu (Inaabatur Ruwat ‘ala Anbain Nuhaat, al-Qifthi, 2/363 dengan saduran).

Sobat gaulislam, sekarang silakan interospeksi diri kita masing-masing. Rasa-rasanya, zaman sekarang makin banyak orang malas belajar Islam. Semoga tidak denganmu.

Kedua, selain semangat dalam mendatangi majelis ilmu, juga kita perlu belajar bagaimana para ulama membelanjakan hartanya demi mendapatkan ilmu. Khalaf bin Hisyam al-Asadi berkata, “Saya mendapatkan kesulitan dalam salah satu bab di kitab nahwu. Maka saya mengeluarkan 80.000 dirham hingga saya bisa menguasainya” (Ma’rifatul Qurra’ al-Kibar, adz-Dzahabi, 1/209)
Ayah dari Yahya bin Ma’in adalah seorang sekretaris Abdullah bin Malik. Ketika wafat, beliau meninggalkan 100.000 dirham untuk Yahya. Namun Yahya bin Ma’in membelanjakan semuanya untuk belajar hadits, tidak ada yang tersisa kecuali sandal yang bisa ia pakai (Tahdzibut Tahdzib, Ibnu Hajar, 11/282)

Ali bin Ashim bercerita, “Ayahku memberiku 100.000 dirham dan berkata kepadaku: ‘pergilah (untuk belajar hadits) dan saya tidak mau melihat wajahmu kecuali kamu pulang membawa 100.000 hadits’” (Tadzkiratul Huffadz, adz-Dzahabi, 1/317)

Ketiga, kisah lainnya terkait semangat dalam mencari ilmu walau jarak yang ditempuh amatlah jauh. Abu ad-Darda radhiallahu ’anhu mengatakan, “Seandainya saya mendapatkan satu ayat dari al-Quran yang tidak saya pahami dan tidak ada seorang pun yang bisa mengajarkannya kecuali orang yang berada di Barkul Ghamad (yang jaraknya 5 malam perjalanan dari Mekkah), niscaya aku akan menjumpainya”. Sa’id bin al-Musayyab juga mengatakan, “Saya terbiasa melakukan rihlah berhari-hari untuk mendapatkan satu hadits” (Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir, 9/100). Keren!
Imam Baqi bin Makhlad melakukan rihlah dua kali: dari Mesir ke Syam (sekitar Suriah) dan dari Hijaz (sekitar Mekkah) ke Baghdad (Irak) untuk menuntut ilmu agama. Rihlah pertama selama 14 tahun dan yang kedua selama 20 tahun berturut-turut (Tadzkiratul Huffadz, 2/630).

Keempat, terkait dengan konsetrasi belajar. Imam Abu Bakar bin al-Anbari Rahimahullah melihat seorang budak wanita yang cantik lagi jelita di pasar sedang dijual. Dia tertarik kepadanya dan membelinya. Kemudian budak itu dibawa ke rumahnya.

Ibnu al-Anbari bercerita, “Saya disibukkan dengan mengkaji sebuah masalah dari beberapa masalah-masalah ilmiah. Hati saya menjadi terganggu dengan budak tadi dari mengkaji masalah-masalah tersebut. Saya menyuruh pembantu saya untuk membawa budak tersebut ke pasar dan menjualnya. Dia tidak boleh mengganggu saya dari belajar ilmu. Pembantu saya membawanya ke pasar untuk menjualnya. Budak itu berkata, “Biarkan saya berbicara dengan Ibnu al-Anbari walau sekadar dua patah kata.” Dia membawa ke saya dan berkata, “Kenapa Anda menjual saya, apakah saya memiliki catat/aib?”

Ibnu al-Anbari menjawab, “Anda tidak memiliki aib, tapi Anda mengganggu belajar saya. (yakni pikiran saya selalu teringat kepadamu)”. Ketika kabar itu sampai ke Khalifah al-Radli Billah, beliaupun berkata, “Tidak mungkin ada yang lebih manis di hati orang tersebut melebihi manisnya ilmu.”

Demikianlah para ulama kita. Semoga Allah Ta’ala membakar semangat-semangat kita untuk mempelajari agama ini, walaupun tidak bisa seperti semangatnya para ulama, setidaknya mendekati mereka. Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita dalam mencari ilmu. Semangat dan bergairahlah! [O. Solihin | Twitter @osolihin]

Sumber : gaulislam edisi 391/tahun ke-8 (1 Rajab 1436 H/ 20 April 2015)
Continue Reading

Jangan Cuek, Dong!


Aduh, ngomongin tentang cuek nih. Ada yang tersungging, eh, tersinggung nggak ya? Kalo tersinggung berarti masih manusia, bukan batu. Hehehe… ya iyalah. Manusia kan punya pikiran dan perasaan. Itu sebabnya, sebenarnya cocok pembahasan kita kali ini, karena arti cuek itu adalah masa bodoh alias nggak mau peduli. Jadi, seharusnya boleh tersinggung tapi kemudian memperbaiki agar nggak cuek. Tul nggak?

Sobat gaulislam, dalam sebuah komunitas atau organisasi sangat diperlukan komunikasi. Komunikasi antara anggota komunitas atau organisasi dibangun untuk saling memberikan masukan berupa saran dan kritik. Hasilnya akan dievaluasi untuk kemudian dibuat program. Jika bagus, akan dibuat program utuk mempertahankannya, bahkan bila memungkin akan ditingkatkan levelnya ke arah inovasi alias pengembangan. Jika ternyata setelah dievaluasi kondisi komunitas kita selama ini memegang rekor buruk, tentunya akan dibuat program untuk memperbaikinya. Pengurus dan anggota komunitas itu harus saling berbagi informasi dan tentunya melaksanakan tugas dan wewenangnya masing-masing. Sangat diperlukan komunikasi di antara mereka untuk mengokohkan ikatan komuntas tersebut. Tentunya, semua itu dilakukan utuk kebersamaan kita dalam komunitas yang kita buat. Bukan untuk menghancurkannya.

Oya, kalo kamu sebagai ketua osis atau ketua rohis ngambil keputusan sepihak mungkin dalam kondisi tertentu bisa aja dilakukan. Apalagi kapasitasnya sebagai ketua memang harus cepat bertindak. Kalo pun nggak bisa sendiri, seorang ketua pasti punya temen-temen pengurus lainnya. Bisa aja kan ketua rohis kemudian sharing dengan temen-temen pengurus rohis untuk memutuskan suatu program. Meski semua anggota tak perlu tahu, tapi kalo kemudian ada anggota rohis yang bertanya gara-gara ketua rohis dan jajarannya telat nagsih sosialisasi program, ya harus dijawab en dilayani dengan baik. Jangan bilang, “Anggota nggak perlu tahu semua. Lagian laksanakan aja keputusan kita-kita” Apalagi kalo sampe keceplosan bilang, “Terserah ente sekarang. Ngikut program yang udah kita buat, atau ente menolak. Emangnya ane pikirin!” Waduh, itu bukan cuma cuek, tapi lebih parah dari cuek, sobat!

Waspadalah, bisa jadi itu udah arogan en sombong bin keras kepala. Nggak banget dah!

Komunikasi yang sehat

Sobat gaulislam, saya rasa dan saya pikir kejadian seperti ini sering terjadi di antara kita-kita. Bukan aneh, karena emang sudah biasa terjadi. Masalahnya, tak ada komunikasi yang sehat di antara kita. Padahal tuh program misalnya untuk kita wujudkan bersama. Lha, gimana jadinya kan kalo misalnya sebuah program yang dimengerti hanya oleh yang bikin aja, sementara pelaksananya hanya diberikan juklak (petunjuk pelaksanaan) dan sedikit juknis (petunjuk teknis). Itu pun dengan tanpa tahu alasan dibuatnya program, termasuk kenapa juklak dan juknisnya seperti itu.

Wah, gimana nih? Kalo diingatkan malah balik sewot dan bilang, “Nggak mau tahu. Pokoknya laksanakan. Emangnya ane pikirin nanti kayak gimana di lapangan. Ente udah tahu lah apa yang seharusnya dilakukan seorang aktivis rohis”. Duileee… padahal nggak semua tuh aktivis rohis ngerti. Tul nggak sih? Kenapa nggak dengan lembut mengatakan, “Insya Allah nanti kita akan jelaskan latar belakang kenapa program ini dibuat dan diputuskan untuk dijalankan. Kita cari waktunya. Akhi tenang aja. Kita bicarakan bersama dan kami akan memberikan argumentasi. Jika memang ada hal-hal yang kurang jelas, kita bisa samakan persepsi. Kalo pun belum ada kata sepakat nantinya, tolong beri waktu kami untuk mengukur seberapa efektif program ini. Jika memang kurang efektif, kita bisa urun rembug untuk memperbaikinya. Afwan, karena kemarin kita tak sempat sosialisasikan dengan cepat kepada semua anggota rohis” Hmm.. tuh rangkaian kalimat bikin tenang yang bertanya. Sekaligus menunjukkan kredibilitas seorang ketua rohis yang bisa mengayomi dan dijadikan panutan. Meski pada akhirnya program itu kurang bagus hasilnya, tetap ada penghormatan dan nggak akan saling menjatuhkan.

Kebersamaan ini memang harus terus kita jalin. Nggak boleh ada yang merasa benar sendiri. Nggak boleh ada yang perlu menyombongkan diri dan cuek abis dengan kondisi komunitas yang kita bangun dan juga lingkungan sekitar. Kalo di sekolah ada teman yang berbuat maksiat, tentunya kudu kita ingatkan. Teman yang diingatkan juga kudu mau terima. Karena namanya maksiat kalo didiemin bukan cuma yang maksiat yang bakalan rugi, yang lain juga rugi. Nggak percaya? Kalo di sekolah ada yang pacarannya hot, tapi yang mengetahui soal itu diem aja, nggak bereaksi negur atau ngingetin dengan alasan takut atau merasa bukan urusannya. Karena merasa tak ada yang resah dengan kelakuannya, maka tuh yang pacaran kebablasan sampe berzina. Lha, kalo aksi itu kemudian ketahuan, yang mukanya kecoreng kan bukan cuma dua orang teman kita itu, tapi kita dan seluruh sekolah dibikin malu. Tul nggak?

Itu sebabnya, Rasulullah saw. mengingatkan kita semua dalam sabdanya: “Perumpamaan keadaan suatu kaum/masyarakat yang menjaga batasan hukum-hukum Allah (mencegah kemungkaran) adalah ibarat satu rombongan yang naik sebuah kapal. Lalu mereka membagi tempat duduknya masing-masing, ada yang di bagian atas dan sebagian di bagian bawah. Dan bila ada orang yang di bagian bawah akan mengambil air, maka ia harus melewati orang yang duduk di bagian atasnya. Sehingga orang yang di bawah tadi berkata: “Seandainya aku melubangi tempat duduk milikiku sendiri (untuk mendapatkan air), tentu aku tidak mengganggu orang lain di atas.” Bila mereka (para penumpang lain) membiarkannya, tentu mereka semua akan binasa.” (HR Bukhari)

Ya, ibarat kita bersama-sama ngumpul di sebuah komplek perumahan. Kalo sama-sama cuek dan berprinsip “emang gue pikirin” atas tindakan apa pun yang dilakukan tetangga kita, maka cepat atau lambat kita juga bakalan kena getahnya. Misalnya aja ada tetangga kita yang hobi buag sampah ke got. Kita cuekkin aja dengan alasan ada petugas kebersihan komplek. Tapi kita lupa, bahwa kalo nggak ada yang negur, tuh ‘penyakit’ bisa menular ke tetangga yang lain. Nah, kalo sebagian warga komplek perumahan itu buang sampah sembarangan ke got, nanti pas musim ujan datang tuh got bakalan mampet, dan yang kena banjir bukan cuma yang buang sampah sembarangan, tapi semua orang yang ada di komplek itu.

Kita nggak sendirian

Sobat gaulislam, saling mengingatkan tuh bukan untuk kita sendiri aja, tapi harus dipahami untuk semuanya. Untuk kebersamaan kita. Jadi, kalo diingatkan jangan sewot, tapi sebaliknya berterima kasih. Memang harus ada keberanian dalam diri kita untuk mengingatkan, dan juga harus ada keikhlasan dari yang diingatkan untuk mengakui kesalahannya. Jangan kitanya cuek, dan yang melakukan kesalahan juga cuek. Sama-sama berprinsip: “emangnya gue pikirin!”. Orang yang pertama ngerasa nggak perlu capek-capek ngingetin, dan orang yang kedua ngerasa bebas berbuat dan berpikir instan tanpa perlu merasa risih dengan omongan orang lain nantinya. Cocok kalo gitu. Maksudanya cocok untuk bisa ancur barengan. Bahaya banget tuh!

Padahal nih, demi sebuah kebersamaan dan kebaikan kita semua, kalo ada yang lupa diri wajib diingatkan oleh yang sadar. Kalo ada yang maksiat, wajib ditegur dan diingatkan oleh yang tahu. Kalo nggak, ingat deh firman Allah Ta’ala tentang laknat bagi orang yang tak mau mencegah kemunkaran sebagaimana kisah kaum terdahulu, yang diceritakan Allah dalam al-Quran: “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS al-Maaidah [5]: 78-79)

Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah memberi tahu bagaimana caranya mencegah kemunkaran. Dari Abi Said al-Khudri Radhiallahu ‘anhu telah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa di antara kalian melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya; maka bila ia tidak mampu, maka dengan lisannya, dan kalau tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR Muslim)

Lukman al-Hakim berkata kepada anaknya: “Orang yang melihat tindakan munkar di hadapannya tapi tidak berusaha mencegahnya. Orang yang melihat keburukan di depan matanya tapi berdiam diri. Orang yang melihat perbuatan dosa di dalam keluarganya tapi ia mengabaikannya dan seolah-olah tidak tahu. Kesemua mereka wahai anakku, adalah manusia yang sakit jiwanya, lemah imannya, tidak punya kepribadian dan tidak punya kewibawaan. Dia adalah manusia penakut yang tidak layak hidup. Dialah manusia hina yang tidak kenal akan dirinya dan keutamaannya. Dia hidup tak ubahnya seperti hewan ternak yang ditarik ke sana dan ke sini, tidak tahu harga diri dan tidak mau mengerti akan dirinya.” (Mutiara Nasihat Lukman al-Hakim, karya Dr. Fathullah al-Hafnawi, hlm. 72)

Oke deh, semoga kebersamaan kita tetap terjalin dalam ikatan akidah Islam. Tentu, agar kebersamaan itu bernilai di hadapan Allah Ta’ala. Bersama itu, seharusnya juga bersatu. Sebab, percuma dong, bersama tapi nggak bersatu. Kok bisa? Iya, maksudnya, keberadaan kita jangan hanya sebatas ngumpul, tapi harus bersatu untuk saling peduli. Idealnya kan saling mengingatkan dan jangan ada yang cuek alias masa bodoh terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitar. Dakwah itu, adalah tanda peduli. Orang yang peduli, pastinya berdakwah. Mereka yang cuek, ke laut aja. Ok? Sip! [O. Solihin | Twitter @osolihin]

Sumber : gaulislam edisi 392/tahun ke-8 (8 Rajab 1436 H/ 27 April 2015)

Continue Reading

HAARP, Senjata Rahasia Elit Global Untuk Kendalikan Bumi



Gempa dahsyat sebesar 7,9 skala richter Sabtu (25/4) kemarin mengguncang Nepal. Sampai artikel ini ditulis (28/4), tercatat sudah 4.000 orang diketemukan tewas dan hampir 7.000 lainnya luka-luka. Banyak situs-situs bersejarah dunia hancur.

Sehari setelah Nepal diguncang gempa, sebuah topan aneh melanda Pakistan berkecepatan 120 kilometer perjam, yang disertai hujan besar dan kilat, menewaskan 45 orang serta melukai lebih dari 200 orang lainnya. Topan ini menyebabkan atap-atap bangunan terbang dan menumbangkan pohon-pohon serta tiang-tiang listrik.

Pakistan menyatakan jika topan ini merupakan fenomena langka dan aneh di wilayah tersebut. Selama ini belum pernah terjadi topan sedahsyat ini di wilayah tersebut.

Media-media mainstream memberitakan dua hal diatas secara biasa. Namun tidak demikian dengan kasak-kusuk yang terjadi di “dunia bawah”. Banyak investigator dan pengamat persenjataan yang tidak mau disebutkan namanya menyatakan jika elit global sesungguhnya tengah melakukan uji coba suatu metode baru dalam persenjataan rahasia mereka yang mampu mengendalikan iklim atau cuaca dunia, seperti membuat gempa dahsyat, mendatangkan angin topan, membuat suatu wilayah bumi mengalami kekeringan berkepanjangan, meracuni langit dengan gas-gas berbahaya, dan bahkan mempengaruhi otak manusia lewat gelombang elektromagnetik dari jarak jauh.

Banyak yang tidak percaya jika senjata sejenis ini ada. Namun bukti-bukti yang tidak terbantahkan dari para ahli dan pengamat militer membenarkannya.

Senjata itu bernama HAARP atau High Frequency Active Auroral Research Programme.
Apa itu HAARP?

High Frequency Active Auroral Research Program atau disingkat HAARP, merupakan suatu program penelitian gabungan yang dilakukan dan dibiayai oleh Angkatan Udara AS, Angkatan Laut AS, Universitas Alaska dan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). Proyek penelitian HAARP dimulai pada tahun 1993. Salah satu stasiun bumi HAARP milik Amerika ada di Alaska.
HAARP “menembakkan” gelombang radio frekuensi dari yang sangat rendah hingga yang sangat tinggi keatas atmosfir. Salah satu efeknya akan mempengaruhi ionosfir dan stratosfir menjadi hangat, menciptakan awan dan merubah iklim dunia.

Jika diubah dengan frekuensi lainnya, maka gelombang radio frekuensi tersebut dapat terpantul oleh ionosfir dan kembali lagi ke Bumi untuk menciptakan gempa bumi atau bahkan dapat mempengaruhi pikiran manusia. Dan masih ada beberapa kemampuan HAARP lainnya. Salah satu stasiun HAARP ada di Alaska yangt terdiri dari 360 antena. Masing-masing antena menghasilkan daya pancar minimal sebesar 10.000 watt.

Dan jika semua antena ini dinyalakan secara bersama-sama, maka akan menghasilkan 3,6 juta watt hingga milyaran watt. Gelombang radio tersebut dipancarkan ke atas, ke lapisan luar atmosfir. Efeknya akan membuat atmosfir lapisan teratas menjadi hangat dan dapat membuat awan.
Tujuan utama penelitian tersebut ialah untuk mempelajari lebih jauh lapisan ionosfer dan untuk menyelidiki potensi pengembangan teknologi ionospheric untuk komunikasi radio dan keperluan keamanan (misal: deteksi rudal).

Selain itu tujuannya juga agar dapat membuat pesawat terbang musuh jatuh atau satelit tak berfungsi. Namun masih banyak kemampuan lainnya yang tak disangka dan membuat mata mendelik!
Pusat operasionalisasi HAARP berada di sebuah fasilitas milik Angkatan Udara AS dekat Gakona, Alaska, yang bernama HAARP Research Station. Instrumen terpenting dalam penelitian HAARP adalah Ionospheric Research Instrument (IRI), yaitu suatu radio pemancar frekuensi sangat rendah namun berdaya tinggi.

Cara kerja HAARP adalah memancarkan frekuensi sangat rendah / very low frekuensi (VLF) berdaya tinggi (jutaan watt) ke atmosfir. Namun lama-kelamaan ilmu dibidang frekuensi mulai dicoba untuk frekuensi-frekuensi lainnya, termasukfrekuensi tinggi atau High Frequency (HF). Perlu diingat bahwa frekuensi tinggi (keatas) sangatlah lebar, masih banyak frekuensi-frekuensi selanjutnya. Setelah dicoba, maka hasilnya mencengangkan dan sangat menakutkan!




 Semenjak penemuan frekuensi rendah dan kemudian digunakan juga untuk frekuensi tinggi dengan “menembak” atmosfir, maka HAARP otomatis dapat juga untuk kepentingan lainnya. Dengan teknologi mutakhir sebagai senjata masa depan, HAARP dapat pula digunakan sebagai:

• Mengubah keadaan atmosfir, membuat efek iklim dan cuaca suatu wilayah menjadi : kekekeringan, hujan, banjir, bersalju, angin kencang, tornado bahkan badai dan topan.

• Pembuat Gempa Bumi, membuat efek suatu wilayah menjadi diguncang gempa bumi. Dan efek gempa bisa membuat Tsunami.

• Mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia disuatu daerah, wilayah, bangsa ataupun negara. Mereka akan menjadi brutal, kasar, pembunuh dan psycopat alias gila.
Dan mungkin masih banyak lagi kemampuan lainnya, termasuk untuk membuat pesawat jatuh atau satelit tak berfungsi. Namun yang ada saja kita bahas satu persatu.

1. Mengubah Keadaan Atmosfir

Dengan pancaran HAARP menggunakan frekuensi tinggi (HF) akan berfungsi untuk mengubah cuaca dengan mengkondensasikan atau mengembunkan udara, salah-satunya adalah untuk membuat awan.

Untuk frekuensi HF melalui antena lalu “ditembakkan” ke atas, kearah lapisan stratosfir dan ionosfir yang berada di atmosfir bagian atas.

Cara ini membuat lapisan atmosfir kondisinya menjadi lebih hangat dan dapat menghasilkan butiran-butiran air yang nantinya akan menjadi awan-awan hujan. Banyak tidaknya awan yang tercipta tergantung dari lama-tidaknya HAARP diaktifkan dan juga berapa besar kuat Watt yang akan ditembakkan ke lapisan atas atmosfir.

Selama ada angin, maka akan tercipta awan lurus panjang dan kadang berbentuk ular. Begitu panjangnya awan berisi butiran air ini hingga mengelilingi Bumi. Saintis menyebutnya seperti “sungai diangkasa”.

Awan-awan ini akan bisa menjadikan curah hujan biasa, hujan lebat hingga topan dan badai. Namun awan juga dapat diciptakan hanya agar terhalangnya sinar matahari yang menuju Bumi dan menyebabkan bumi lebih dingin atau malah lebih hangat dari biasanya.
 
2. Radio Frekuensi (Radio Wave) Dapat Menciptakan Gempa

HAARP juga disinyalir dapat pula menciptakan gempa dengan menembakkan frekuensi ke arah yang sama, angkasa. Teknologi ini semakin berkembang sejak tahun 60-70an. Russia dan Cina juga termasuk yang lebih dulu memiliki teknologi HAARP ini.(bersambung/rz)

Sumber



Frekuensi demi frekuensi dicoba dari mulai yang rendah LV atau VLF dan juga frekuensi tinggi HF, VHF, UHF, dan lainnya. Cara menciptakan gemba bumi adalah sama, frekuensi tetap ditembakkan ke atmosfir, lalu memantul kembali ke bumi.

Gelombang radio tersebut kemudian dapat masuk ke tanah hingga ke kerak Bumi. Bahkan kekuatan gelombang HAARP bisa menembus mantel Bumi lebih jauh dari dalamnya samudera.

Akibat efek dan cara itu maka kepadatan dan materi di dalam tanah di wilayah tersebut akan terguncang. Apalagi jika diwilayah itu memang terletak di patahan yang tak stabil. Apa yang terjadi berikutnya? Terjadi gempa! Maka beebrapa gempa di laut juga dapat memicu Tsunami!

Untuk membuktikan kebenaran bahwa HAARP dapat membuat gempa bumi, seorang ilmuwan membuat simulasi sederhana, yaitu dengan sebuah maket miniatur kota yang komplit dengan rumah-rumah, bebatuan, pohon hutan, bukit dan lainnya.

Untuk membuktikan bahwa frekuensi sangat rendah dapat memicu gempa, dia menggunakan pengeras suara rendah untuk bass, yaitu sub-woofer yang diletakkan agak jauh dari maket kota miniatur tersebut. Setelah sub-woofer dinyalakan, tiada suara yang terdengar oleh manusia. Hanya membran sekeliling/dipinggir dari sub-woofer tersebut yang bergerak maju-mundur dengan hebat.
Apa yang terjadi kemudian? Maket miniatur tersebut menjadi berantakan!!

Pada HAARP untuk memicu gempa, cukup memancarkan “frekuensi sangat rendah” tersebut ke atas ionosfir. Lalu ionosfir akan memantul turun kembali ke permukaan bumi, mirip gelombang radio SW.
Pada saat terpantul kembali disuatu tempat di muka Bumi itulah, frekuensi sangat rendah itu tetap menerobos masuk ke dalam kerak bumi dan menggetarkannya,maka gempa bumi akan terjadi.

3. Mempengaruhi Pikiran dan Perilaku Manusia
Frekuensi Sangat Rendah dapat menggerakkan lempeng Bumi yang tidak stabil. Bahkan, Frekuensi Sangat Rendah dapat mempengaruhi otak manusia dan menjadikannya perilaku manusia tersebut menjadi tidak logis pada di suatu kawasan.

Efek dari Frekuensi Sangat Rendah terhadap otak dapat bermacam-macam. Mulai dari tak bersemangat, berhalusinasi, tidak logis, mudah terpengaruh bahkan hingga menjadi agresif dan gila. Dengan adanya frekuensi HAARP yang disamakan dengan gelombang otak, maka akan terjadi keributan disuatu wilayah tertentu, pemberontakan, kudeta, perang dan berdampak sosial lainnya.
Oleh karena itulah, Frekuensi Sangat Rendah pada masa kini benar-benar dibutuhkan oleh negara-negara ”koboy” yang maju agar berguna untuk mengatur dunia dengan satu komando (New World Order).

Disinyalir, teknologi ini dikembangkan saat manusia ingin mengetahui apa itu “hantu”. Dan menurut ilmu pengetahuan, ternyata hantu adalah halusinasi manusia dikala otak terkena gelombang frekuensi sangat rendah.

Oleh karenanya, maka terjadilah distorsi informasi oleh indera manusia. Selama info itu dikirim oleh otak yang telah terkena frekuensi sangat rendah tersebut lalu diterima indera manusia, maka hasilnya akan berbeda.

Manusia dapat melihat yang tiada, mendengar yang tiada dan merasakan yang sebenarnya juga tiada, namun semua seakan-akan ada. Mirip teknologi HAARP!

HAARP juga dapat melawan sifat alam yang alamiah, seperti gempa yang dapat terjadi di daerah yang jarang sekali terjadi gempa dimana tidak ada gunung dan jauh dari pinggir lempeng samudera atau benua.

Salah satunya adalah gempa yang baru-baru ini terjadi di pantai timur Amerika yang tidak pernah gempa, namun titik episentrum ada disana. HAARP memang hebat, namun jika ada di tangan pihak yang ”gila” menjadikannya tidak lagi lucu.
 
Soviet Juga Punya “HAARP”

Pengetahuan tentang HAARP di negara-negara maju sudah puluhan tahun lamanya. Dan konspirasi awal pembuatannya dilakukan oleh Uni Soviet namun dengan nama yang berbeda dan cara yang berbeda. Uni Soviet membuat HAARP dengan menembakkan frekuensi rendah langsung ke tanah bukan ke angkasa karena untuk membuat gempa.

Soviet menggunakan dua pipa yang masing-masing berdiameter sekitar 5 meter. Selongsong pipa besar itu berketinggian sekitar 10 meter dan masing-masing pipa dapat diangkut diatas truk panjang kontainer, jadi mirip dengan membawa rudal balistik/roket.

Cara pengunaannya yaitu dengan meletakkannya secara vertikal, lalu lubang yang mengeluarkan frekuensi rendah diarahkan ketanah. Dan frekuensi rendah dinyalakan. HAARP pertama ini dapat menimbulkan gempa hanya dalam radius sekitar 1 kilometer.

Namun pada saat Uni Soviet terkena dampak krisis ekonomi dan politik, teknologi dan kendaraan serta perlengkapannya semua dijual oleh Uni Soviet kepada Amerika. Sejak itulah Amerika menyempurnakan teknologi HAARP tersebut.

Lalu Uni Soviet mulai membuat frekuensi tersebut “ditembakkan” mengarah ke angkasa. Amerika kadang “diserang” oleh HAARP ini dengan mengubah cuacanya. Tapi lama-kelamaan Amerika pun tahu dan menjuluki “alat” milik Uni Soviet itu “Woodpecker” atau “burung pelatuk”. Dijuluki burung pelatuk karena frekuensi yang dipancarkan oleh HAARP milik Uni Soviet itu terdengar seperti burung pelatuk yang sedang mematok secara terus-menerus.

Senjata rahasia yang hebat ini sesungguhnya tidak dimiliki oleh Amerika maupun Soviet, namun dimiliki dan dikuasai oleh elit Global yang bercita-cita mewujudkan The New World Order. Mereka adalah orang-orang sangat berpengaruh yang ada di balik layar, mereka di antaranya adalah sesepuh Dinasti Rotschild, Rockefeller, dan sebagainya. (Tamat/rz)

Sumber
Continue Reading

May Day, Hari Peringatan Lahirnya Illuminati



1 Mei 1776, sebuah perkumpulan persaudaraan rahasia didirikan. Pengagasnya adalah Adam Weishaupt. Nama kelompok ini adalah Illuminati

Nama kelompok ini terbongkar sejak diterbitkannya karya fiksi ilmiah postmodern berjudul The Illuminatus! Trilogy (1975-7) karya Robert Shea dan Robert Anton Wilson. Nama Illuminati banyak digunakan untuk menunjukkan organisasi persekongkolan yang dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah dan korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru.

Gerakan ini didirikan dengan nama Ordo Illuminati, dengan anggota awalnya sebanyak lima orang, dipelopori oleh Adam Weishaupt. Dia adalah profesor hukum kanon di Universitas Ingolstadt. Kelompok ini terdiri dari para pemikir bebas dan mencontoh gerakan orang-orang Yahudi, Freemason. Anggota Illuminati melakukan sumpah rahasia dan berikrar untuk mengabdi kepada atasan mereka. Anggotanya dibagi menjadi tiga kelas, masing-masing dengan beberapa tingkatan, dan banyak cabang Illuminati menarik orang-orang terkenal Yahudi yang kemudian menjadi penguasa di beberapa negara di dunia.

Pada awalnya Weishaupt berencana bahwa kelompok itu akan dinamai “Perfectibilists”. Kelompok itu juga disebut Illuminati Bavaria dan ideologinya disebut “Illuminisme”. Banyak intelektualis dan politisi progresif terkenal yang menjadi anggotanya. Organisasi ini memiliki cabang di banyak negara di Eropa. Dilaporkan bahwa ada sekitar 2.000 anggota dalam kurun waktu 10 tahun berhasil direkrut Illuminati.

Hari kelahiran Illuminati sendiri ditetapkan setelah Weishaupt selesai menyusun buku yang berjudul The Novus Ordo Seclorum yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global.  Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan buruh di seluruh dunia.

Pemikiran Weishaupt dikembangkan pula pada pola pemikiran filosof Friedrich W Nietzsche yang mengkampanyekan slogan “God is dead!” sebagai salah satu bentuk serangan terhadap agama Kristen.

Keanggotaan Illuminati sangat selektif, yaitu semua anggotanya berkualifikasi sampai ke tingkat atas yang didasarkan pada keunggulan fisik dan intelektual. Para anggotanya terdiri atas orang-orang penting di pemerintahan, para ahli keuangan yang mampu mengendalikan sistem perekonomian seluruh negara.

Gerakan Iluminati akhirnya berkembang dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild.  Keluarga ini merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa.

Saat ini, Illuminati sudah memasuki seluruh kehidupan peradaban bangsa di dunia. Dia melakukan kendali politik dari jarak jauh. Mengadu domba antara rakyat dan pemerintahnya. Semuanya itu dilakukannya dalam rangka melemahkan bangsa tersebut agar menjadi budak “dunia baru” yang dicita-citakannya. Ironisnya, sejak tahun 2014,  hari kelahiran Illuminati ini diperingati menjadi hari libur nasional.(rz)

Sumber
Continue Reading

Theosofi dan Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani



Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) mengamati kata-kata itu yang terpampang tegak di depan kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Kuningan, Jakarta. Cukup lama ia memandang kalimat besar itu, semakin pusing pula kepala dibuatnya. Ketika otaknya hampir saja buntu, ia lalu menoleh ke guru yang berada disampingnya

“Bu Guru tahu artinya?” ujar sang siswi polos.

Sang guru bagai disambar petir mendengar muridnya bertanya seperti itu. Ia bukan kaget karena anak sekecil itu sudah bertanya tentang filosofi pendidikan. Ia pun juga bukan kaget karena peserta didiknya memang terkenal kritis kepada hal-hal janggal yang ditemukannya. Tapi ia kaget karena dirinya sendiri juga tidak tahu meski telah 20 tahun menjadi guru.

“E…ee….e… yang ibu tahu kalimat itu sudah dari sananya, nak. Ibu cuma tahunya begitu.” Ujar sang guru sedikit excuse, kalau tidak mau disebut malu.

“Terus buat apa kalimat ini ditempelkan di sini bu, (Kantor Kemendiknas, red)?” kejar siswi sambil memukul papan besar itu.

Suasana menjadi rumit. Ia baru sadar pertanyaan bocah SD lebih sulit ketimbang profesor sekalipun. Keringat dingin sang guru mulai bercucuran. Ia mulai mencabik-cabil tisu yang ada di tangannya. Tiba-tiba saja, pegawai Kemendiknas lewat di depan mereka berdua. Guru anak tadi seperti mendapatkan jalan keluar.

“Pak..pak.. sebentar pak..” ucap sang guru memberhentikannya dan menjelaskan maksud kenapa ia dipanggil.

“Bapak tahu artinya?” langsung saja bocah SD itu bertanya.

Pegawai itu tersenyum melihat bocah berseragam putih merah itu memberhentikannya. Namun, ia baru saja mengucapkan istighfar sambil memegang dada ketika tahu jemari mungil sang anak mengarah ke kalimat besar yang menjadi “sabda” di kantornya. Hasilnya apa? Lelaki itu hanya menelan ludahnya persis ketika maling sandal tengah dipergoki warga.

Apa boleh buat, kedua orang dewasa itu saling pandang dan tersenyum kecut menyadari pekerjaannya bisa saja hilang akibat ulah sang bocah “usil” itu.

Theosofi, Ki Hadjar Dewantara, dan Pendidkan Indonesia

Dialog diatas sejatinya hanyalah representasi bahwa mental pendidikan bangsa ini adalah mental formil. Siapa yang tahu jawaban bocah itu? Saya, anda, atau siapa? Mungkin kita akan sama posisinya dengan guru dan pegawai itu jika pertanyaan bocah tersebut mampir ke saya dan anda yang juga adalah seorang guru.

Sumpah pemuda yang menyatakan bahwa Indonesia berbahasa satu yakni bahasa Indonesia sepertinya tidak terbukti. Sederhananya, kenapa kita masih sering memakai istilah Jawa pada banyak hal, termasuk motto yang sudah menjadi sabda di dalam dunia pendidikan itu.

Ini bukan berarti kita anti terhadap hal berbau Jawa, melainkan dengan hal ini kita bisa mengukur dan bertanya kembali kepada diri kita tentang berbagai motto yang mencekoki anak didik kita dari kecil sampai dewasa, tanpa didudukkan makna dan sejarah dibaliknya.

Kalimat Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri adalah kalimat yang dilontarkan Ki Hajar Dewantara yang bermakna “Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan”. Namun konteks kalimat ini disini tidak jelas dalam konteks apa. Maka ia menjadi netral agama. Padahal dalam konsep pendidikan Islam, ta’dib atau tarbiyah selalu didasari pada tauhid kepada Allahuta’la. Ia tidak bisa netral, objektif, dan tanpa sekat keyakinan agama.

Ki Hajar Dewantara memang terkenal sebagai penganut theosofi. Seperti dikutip dari buku Bambang Dewantara, yang berjudul 100 Tahun Ki Hadjar Dewantara, Ki Hadjar mengatakan bahwa semua agama di dunia sama karena mengajarkan asas kasih sayang kepada semua manusia dan mengajarkan perihal kedudukan manusia yang terhormat di hadapan tuhannya.

Ki Hadjar berkeyakinan bahwa sumber gerak evolusi seluruh alam semesta adalah kasih sayang ilahi. Inilah yang disebut dengan isitlah kodrat alam yang diperhamba dan aspek yang dipertuhan dari setiap benda-benda. Konteks inilah yang sekarang kita kenal dengan faham musyrik modern, yakni pluralisme agama

Ia mendirikan Perguruan Taman Siswa pada tahun 1922 di Yigyakarta yang sangat berkiblat ke Barat. Ketika menyinggung keberadaan Taman Siswa, Buya Hamka pernah menyatakan, “Taman Siswa adalah gearakan abangan, klenik, dan primbon jawa. Yang menjalankan ritual shalat Daim



Dalam kepercayaan kebatinan, shalat disini tidak seperti shalat umumnya umat Islam, tapi shalat daim dalam “mazhab” Taman Siswa saat itu adalah shalat dalam perspektif kebatinan yakni menjalankan kebaikan terus menerus. Doa iftitah dalam shalat daim pun, terlihat janggal dan aneh.

“Aku berniat shalat daim untuk selama hidupku. Berdirinya adalah hidup. Rukuknya adalah mataku. I’tidalnya adalah kupingku, sujudnya adalah hidungku, bacaan ayatnya adalah mulutku. Duduk adalah tetapnya imanku, tahiyat adalah kuatnya tauhidku, salamnya adalah makrifatnya. Islamku adalah kiblatnya, kiblatnya adalah menghadap fikiranku”

Niels Mulders, dalam karyanya Mistisme Jawa seperti dikutip Artawijaya dalam bukunya “Gerakan Theosofi”, juga menyatakan bahwa Ki Hadjar Dewantara adalah seorang theosofi yang mengamalkan kebatinan. Ia lebih mementingkan “Hakikat” daripada “Syariat”.

Dalam kepercayaan Kejawen tahap hakikat adalah perjumpaan dengan kebenaran. Orang yang mengamalkan hakikat tidak lagi beribadah dengan berpatokan pada aturan syariat, tetapi menjalankan ibadah dengan perilaku kebaikan sepanjang hari.

Kata berperilaku baik disitu adalah tanda kutip bagi kita? Berperilaku baik seperti apa? Tidak lain dalam konteks theosofi bahwa orang yang berperilaku baik tidak mesti beragama. Lebih baik jadi menjadi orang humanis, daripada relijius tapi jahat. Karena kebenaran yang tertinggi adalah kebenaran itu sendiri. Seperti sebuah harian cetak di Indonesia: Kebenaran tidak pernah memihak!
Pertanyaannya sebetulnya sederhana, kenapa kita yang katanya bermayoritas muslim, tidak memaki moto pendidikan yang jelas saja seperti: Iman, Ilmu dan Amal. Atau Tauhid, Ilmu, dan Jihad. Islam mengajarkan makna yang jelas dan terukur. Karena itu, konsep menjadi orang baik dalam Islam tidak pernah dilepaskan dari sudut pandangan agama.

Kalau sudah begitu, hal ini lebih cocok dan dekat dengan ketakwaan daripada motto yang jelas-jelas didirikan oleh penganut theosofi dan kita sendiri tidak mengerti apa maknanya: Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. “Apa pak Menteri juga tahu artinya?” Mungkin begitu kata bocah kecil tadi ketika sampai di kantor Mendiknas. (pz)

Sumber
Continue Reading

May Day, dari Kematian Hitler Sampai Usamah bin Laden



Pada 1 Mei 1945, sekitar pukul 10.30 malam, Radio Hamburg menyiarkan pengumuman bahwa Adolf Hitler—pemimpin Nazi Jerman—mati dalam melawan kaum Bolshevic. Hitler dan istrinya Eva Braun dilaporkan melakukan bunuh diri.

Seorang pengawal Hitler yang kemudian melarikan diri ke Inggris memberikan konfirmasi bahwa ia melihat mayat keduanya dikubur setelah Jerman menyerah pada 7 Mei.
66 tahun kemudian, di tanggal yang sama, Obama presiden AS mengumumkan kematian Usamah bin Laden.

Pertanyaaannya: apakah tanggal kematian bin Laden dan Hitler sekadar kebetulan? Banyak yang mulai mengutak-atik hal ini.

Tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh internasional. Pada tanggal 1 Mei 2003 juga, George Bush mengumumkan pidato Misi Telah Berhasil, dan menyatakan perang Irak telah berakhir, namun kenyataannya itu adalah awal mulainya semua kehancuran yang terjadi terhadap Irak.

Dalam kepercayaan pagan, 1 Mei adalah hari matahari dan bintang, atau Sirius. 1 Mei juga diyakini sebagai hari paling suci di dunia sihir Barat. Dalam kepercayaan Yahudi, 1 Mei adalah hari libur suci yang kedua. Pada 1 Mei diyakini banyak sekali kejadian yang diperintahkan oleh Illuminati (Yahudi) dalam berbagai kejadian besar di dunia.

Dan tahun ini, hari peringatan Hollocaust terhadap Yahudi jatuh pada 2 Mei. Yahudi mengklaim bahwa sejumlah enam juta orang Yahudi dibantai oleh Hitler, namun kemudian serta-merta menjajah Palestina sebagai salah satu kompensasi penderitaan mereka.

Dan mulai tahun 2014, Indonesia merayakan 1 Mei ini sebagai hari libur nasional dengan tameng hari buruh…ironis … (sa/time/midday)

Sumber
Continue Reading
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Like Our Facebook

Translate

Followers

D-Empires Islamic Information Copyright © 2009 Community is Designed by Bie Blogger Template